Anda di halaman 1dari 21

Laporan Akhir Modul 1

PENGENALAN ALAT

LABORATORIUM TEKNOLOGI DAN FORMULASI SEDIAAN PADAT


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jl. Raya BandungSumedang KM. 21
Modul 1:

Kelompok : 2

PENGENALAN ALAT

1. Novi Afifah

260110120010

2. Siti Mariyam

260110120011

3. Aneu Nur Utami

260110120012

4. Yockie Dheafitraza

260110120013

5. Allin Alian R. N.

260110120014

6. Siti Amirotun Zakiyah

260110120015

7. Anita Putri Pratama

260110120016

Tgl. Pelaksanaan : 12-Maret-2015


Hari

: Kamis

Waktu : 13.00-16.00

Nama Alat : Rotary Tablet Press

Type/: ZP11

No seri :

Tujuan :
Rotary tablet press digunakan untuk mencetak tablet.

Prinsip kerja:
Rotary tablet press
Pencetak tablet dibagi dua, pencetak tunggal atau pencetak ganda berputar. Seluruh
pengempaan dilakukan oleh punch atas sehingga membuat mesin itu seperti sebuah
"pencetak perangko". Pencetak ganda disebut rotary (berputar), sebab berputarnya bagian
kepala dari mesin tablet yang memegang punch atas, dies dan punch bawah pada tempatnya.
Bila bagian kepala berputar, punch dituntun ke atas dan ke bawah oleh jalur cam yang diam,
yang mengontrol urut-urutan pengisian, pengempaan, dan pendorongan keluar. Bagian dari
kepala yang memegang punch di atas disebut turret atas, yang memegang punch bawah
disebut turret bawah, sedangkan bagian yang memegang die disebut meja die. Pada saat
mulai granul yang berada di dalam hopper masuk ke dalam rangka pengisi yang mempunyai
beberapa kompartemen yang saling berhubungan. Kompartemen-kompartemen ini
menyebarkan granul secara luas untuk menyediakan waktu bagi die untuk diisi. Turunnya
cam menuntun punch bawah ke dasar, hal ini memungkinkan die untuk diisi berlebihan.
Punch itu kemudian melalui cam pengontrol berat yang mengurangi isi die sampai jumlah
yang diinginkan. Pisau pembersih pada ujung memindahkan kelebihan granul dan
membawanya kembali mengelilingi turret ke bagian muka rangka pengisi. selanjutnya
punch bawah bergerak di atas roda pengempa bawah, bersamaan dengan itu punch atas lewat
di bawah roda pengempa atas. Punch atas bergerak pada jarak tertentu di dalam die
sedangkan punch bawah naik untuk meremas dan memadatkan granul yang ada dalam die.
Untuk mengatur gerakan ke atas dari punch, ketinggian dari roda pengempa bawah diubahubah. Setelah pengempaan punch atas punch atas ditarik keluar mengikuti naiknya cam dari
punch atas, punch bawah mengikuti naiknya cam, ini membuat tablet sedikit di atas
permukaan die. Posisi yang tepat ditentukan oleh skrup yang beralur yang disebut tombol
pelepas. Tablet akan melewati pisau pembersih dan meluncur jatuh ke dalam wadah
penampung (Lachman dkk., 2008).
Gambar Alat :

Rumus yang digunakan:


Nama Alat : Hardness Tester
Type/: Phyzer Type

No seri : DR 167A A

Tujuan :
Hardness Tester digunakan untuk menjamin ketahanan tablet dalam berbagai guncangan
seperti gaya mekanik pada proses pembuatan, pengemasan, dan pengangkutan atau
pendistribusian.

Prinsip kerja:
Hardness Tester
Kekerasan tablet menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan tekanan pada saat
produksi, pengemasan, dan pengangkutan. Pengujian dilakukan dengan memberikan
tekanan pada tablet sampai tablet retak kemudian pecah. Kekerasan diukur berdasarkan
luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam kg.
Persyaratan :

Persyaratan tablet yang baik yaitu memiliki kekerasan minimum 4kg (Ansel,

Nicholas, dan Loyd,


Tablet dikatakan baik, apabila mempunyai kekerasan antara 4-8 kg (Parrott, 1970).
Kekerasan tablet kurang dari 4 kg masih dapat diterima asalkan kerapuhannya tidak
melebihi batas yang ditetapkan. Tetapi biasanya tablet yang tidak keras akan
mengalami kerapuhan pada saat pengemasan dan transportasi. Kekerasan tablet yang
lebih dari 10 kg masih dapat diterima, asalkan masih memenuhi persyaratan waktu
hancur/desintegrasi dan disolusi yang dipersyaratkan (Rhoihana, 2008).

Gambar Alat :

Hardness Tester (Phyzer Type) DR 167A A (Courtesy of


TIME STAR)
Rumus yang digunakan:

Rata-rata tekanan =

Tekanan
jumla h tablet

Contoh alat yang termasuk Hardness Tester :


Nama Alat : The 8M Tablet Hardness Tester
Type/: 8M

No seri :

Tujuan :
The 8M Tablet Hardness Tester digunakan sebagai pengujian manual untuk mengukur
kekerasan, diameter, ketebalan dan berat hampir semua bentuk tablet dan ukuran.
Prinsip kerja:
The 8M Tablet Hardness Tester

Dioptimalkan untuk operasi cepat

Sampel ditimbang, setelah itu sampel tablet ditempatkan pada korsel standar
dipasang di atasnya. Dengan satu tangan pada tombol kontrol dan lainnya mengubah
korsel, sangat cepat dan sangat akurat ketebalan pengukuran mudah dicapai.

Pilih jenis rahang sesuai dengan bentuk sediaan

Pada alat ini hampir semua bentuk tablet dapat diuji. Berbagai rahang khusus
tersedia untuk melakukan tes pada bentuk tablet biasa atau bahan lainnya. Rahang
yang tersedia untuk aplikasi khusus meliputi:

Rahang geser, untuk dua lapisan tablet

Rahang selama 3-break point

Rahang khusus, untuk benda uji yang besar

Rahang khusus, ampul

Rahang khusus, untuk bahan diekstrusi

Menu uji, parameter uji dan hasilnya ditampilkan pada layar LC. Produk dapat
diprogram baik melalui panel standar atau dengan menghubungkan keyboard untuk
entri data yang cepat.

Setelah menyelesaikan uji coba, laporan tes komprehensif dicetak secara otomatis.
Setiap laporan menunjukkan semua produk dan uji parameter, tanggal kalibrasi dan
nilai-nilai yang diukur secara individual dengan analisis statistik.
Kalibrasi rutin dan verifikasi menggunakan beban dilacak dianjurkan untuk
memastikan hasil yang akurat setiap saat. Untuk segera memeriksa kekerasan
pengukuran fungsi 8M sebelum tes dilakukan, fungsi memeriksa perangkat (FCD)
dengan rating 5Kp, 10Kp, 15Kp dan 20Kp dapat digunakan.

Gambar Alat :

The 8M tablet hardness tester (Courtesy of Pharmatron)


Rumus yang digunakan:
Rata-rata tekanan =

Tekanan
jumla h tablet

Nama Alat : Moisture Balance


Type/: -

No seri : -

Tujuan :
Moisture Balance digunakan untuk mengontrol kandungan lembab granul sehingga dapat
mengantisipasi masalah yang terjadi selama proses pengempaan tablet, terutama kandungan
lembab menjadi faktor penyebabnya.

Prinsip kerja:
Moisture Balance
Alat menentukan persentase massa yang hilang (air, komponen yang mudah menguap)
selama pemanasan pada suhu tertentu (70C-80C).
Persyaratan : Granul yang baik dimana % kandungan lembabnya sesuai dengan persyaratan
yaitu antara 2-4% (Lachman dkk, 1994).
Rumus yang digunakan:

Kadar air (LOD) =

Bobot awalBobot ak h ir
x 100%
Bobot awal
(Mulyadi dkk, 2011)

Contoh alat yang termasuk Moisture Balance:


Nama Alat : OHAUS MB35 Moisture Analyzer

Type/: MB35

No seri :

Tujuan :
OHAUS MB35 Moisture Analyzer digunakan untuk menganalisa kadar air pada semua bahan
pangan ataupun bahan zat yang lain.
Prinsip kerja:
OHAUS MB35 Moisture Analyzer
Metode yang digunakan instruments ini adalah metode thermogravimetri dengan
mengeringkan sample yang diuji kedalam alat ukur kadar air tersebut pada suhu yang telah
ditentukan sampai bobot konstan dan selisih bobot awal dan akhir dihitung sebagai kadar air.
Dengan model yang kokoh serta canggih, Tampilan moisture analyzer MB35 ini mempunyai
layar LCD yang terlihat jelas disertakan tombol keypad yang rata dengan chassing berfungsi
mencegah aktifitas luar ( Tombol terpencet ).
Gambar Alat :

Rumus yang digunakan:


Kadar air (LOD) =

Bobot awalBobot ak h ir
x 100%
Bobot awal

Tanggal

Uraian
Kerja
12/03/15 1. Kondisi ruangan
-

Bersih di
cek oleh

PROSEDUR PENGUJIAN
Data
Teoritis

Suhu

Nyata

Paraf

Kelembab
an relatif

2.

Alat
Hardness Tester

Hardness

tester Dapat

digunakan

merupakan alat yang untuk

melakukan

digunakan

untuk pengujian Kekerasan

mengetahui

Tablet

kekerasan dari suatu


sediaan

tablet

(Rhoihana, 2008).
Moisture
Moisture Balance

balance Dapat

digunakan

merupakan alat yang untuk

melakukan

digunakan untuk uji pengujian


kelembaban

Susut

granul Pengeringan

(Lachman

pada

dkk, sediaan.

1994).

Rotary Tablet
Press

Rotary Tablet Press

Dapat

digunakan

digunakan

untuk

melakukan

untuk

menekan penekanan

bahan

berbagai bahan baku baku


butiran

menjadi berbentuk

berbentuk
khusus

menjadi
tablet

tablet khusus.
(Lachman

dkk., 2008).

3.

Proses
Hardness Tester

Pengujian dilakukan Pengujian dilakukan


dengan memberikan terhadap

20

tablet

tekanan pada tablet yang diambil secara


sampai tablet retak acak,
kemudian
Lalu,

selanjutnya

pecah. Pengujian dilakukan


Kekerasan dengan cara, sebuah

diukur berdasarkan

tablet diletakkan di

luas permukaan

ruang

penjepit

tablet dengan

antara

pegas

menggunakan beban penekan.

di
dan

Kemudian

beban yang

dapat dijepit

dengan

dinyatakan dalam kg memutar

bagian

(Rhoihana, 2008).

hingga

bawahnya

lampu stop menyala.


Lalu ditekan tombol
hitam dengan panah
ke kanan, setelah itu
di

amati.

Jarum

petunjuk

tekanan

akan bergerak sesuai


tekanan

yang

diberikan pada tablet.


Saat tablet retak atau
Moisture Balance

pecah,

jarum

akan

berhenti pada suatu


angka

sebagai

penunjuk

kekerasan

tablet

yang

dinyatakan

dalam

satuan newton.
Alat

menentukan Ditimbang sebanyak

persentase
yang

massa 10 gram serbuk untuk

hilang

komponen

(air, diuji nilai kadar air.


yang Alat

dinyalakan

mudah

menguap) dengan

menekan

selama

pemanasan tombol

ON.

pada suhu tertentu Dibuka LOD secara


(70C-80C).
Persyaratan
Granul

yang

otomatis.
: ditekan

lembabnya

tombol

baik TARE

dimana persen (%) menara


kandungan

Lalu,
untuk
suhu

dan

bobot dari serbuk.


sesuai Dimasukkan

serbuk

dengan persyaratan 10 gram ke dalam


yaitu antara 2-4% tempat
(Lachman
1994).

serbuk

dkk, berbahan aluminium


foil.

Ditutup

LOD

secara otomatis dan


dipastikan
Rotary Tablet

bobot

serbuk sebelum diuji


telah

Press

konstan.

Ditekan

tombol

START

yang

ditandai dengan nyala


lampu pada alat LOD
dengan suhu 70oC.
Ditunggu

hingga

bobot akhir konstan


atau biasanya selama
10

menit

otomatis

alat
berhenti

bekerja. Dicatat nilai


bobot serbuk akhir
yang tertera pada alat.
Dihitung

dan

ditentukan kadar air


serbuk

tersebut

dengan menggunakan
rumus LOD.
Pada

saat

mulai Dimasukkan

granul yang berada kedalam


di

dalam

masuk

ke

hopper filling,
dalam nyalakan

serbuk
powder

kemudian
mesin,

rangka pengisi yang serbuk tersebut akan


mempunyai

mengisi die dari atas

beberapa

mesin,

kemudian

kompartemen

yang punch akan menekan

saling berhubungan serbuk

tersebut

untuk menyebarkan sehingga membentuk


granul secara luas. sediaan

tablet.

Punch itu kemudian Produk

yang

melalui

akan

cam terbentuk

pengontrol

berat tersapu ke luar mesin

yang mengurangi isi dengan jari knock-off


die sampai jumlah
yang

diinginkan.

Pisau

pembersih

pada

ujung

memindahkan
kelebihan granul dan
membawanya
kembali
mengelilingi

turret

ke

muka

bagian

rangka

pengisi.

Tablet

akan

melewati

pisau

pembersih

dan

meluncur jatuh ke
dalam

wadah

penampung
(Lachman

dkk.,

2008).
PERHITUNGAN
A. EVALUASI SERBUK

Tap Density

Kerapatan longgar (App. Density) =

Massa serbuk
volume awal (Vo)

25
83

Massa serbuk
volume ak h ir (Vt )

Kerapatan mampat (Tap Density) =

= 0,301 gr/mL

25
59

= 0,424 gr/mL

Kerapatan mampatkerapatanlonggar
x 100
kerapatanmampat

Kompresibilitas (Indeks Carr) =

0,4240,301
x 100
0,424

= 0,2896 %

LOD
Bobot Awal Bobot akhir
x 100
Bobot Awal

Kadar air (LOD) =


=

10,04 9,432
x 100
10,04

0,608
x 100
10,04

= 6,056 %

Uji Laju Alir

Daya alir =

Berat Granul
Waktu Alir

tan(tinggi puncak )
1
Diameter
2

Sudut istirahat =

25
14,64

tan3,2
1
x 4,5
2

= 1,707 g/s

0,056
2,25

= 0,0248o
B. EVALUASI TABLET

Keseragaman Bobot

Bobot rata-rata tablet =

Massa tablet
jumla h tablet

8,1271
20

= 0,406355 gram = 40,63 mg


Karena bobot rat-rata > 300 mg maka deviasi maksimum untuk 2 tablet = 10 % dan
untuk 1 tablet = 20%
Rentang 2 tablet = 40,63 10 %
= 40,63 4,063
= 36,367 s/d 44,693
Rentang 1 tablet = 40,63 20 %
= 40,63 8,126
= 32,504 s/d 48,756
Standard deviasi =

%Deviasi =

( XI X )2
n1

0,004037
x 100
0,406355

= 0,99 % memenuhi syarat

Keseragaman Ukuran

Rata-rata tebal tablet =

Tebal tablet
jumla h tablet

Rata-rata diameter tablet =


3,48 x 3 = 10,44
1
3,48 x 1 3 =

38,33
11

Diameter tablet
jumla h tablet

= 3,48 mm
88,32
11

1
3

kali tebal tablet memenuhi syarat

Uji Friabilitas

Friabilitas =
=

Bobot Awal Bobot akhir


x 100
Bobot Awal
6,5466,067
x 100
6,546

Friabilitas = 7,317 %
Friabilitas > 1% tidak memenuhi syarat

Uji Kekerasan Tablet

Rata-rata tekanan =

= 8,03 mm

Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali tebal tablet dan tidak

kurang dari 1

= 0.004037

Tekanan
jumlah tablet

759
20

= 37,95 N

Uji Waktu Hancur


Syarat : < 15 menit (untuk tablet tidak bersalut) dan < 60 menit (untuk tablet bersalut)
Waktu hancur tablet pertama: 1 menit 34 s Memenuhi syarat
Waktu hancur seluruh tablet : 1 menit 53 s

DISKUSI DAN PEMBAHASAN


Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal alat-alat yang digunakan untuk
mengevaluasi serbuk yang akan dibentuk menjadi tablet serta alat-alat evaluasi untuk tablet
itu sendiri. Ada beberapa parameter evaluasi sebuk dan tablet yang disesuaikan dengan
alatnya masing-masing. Untuk mengevaluasi serbuk, evaluasi yang pertama dilakukan
berdasarkan prosedur adalah kerapatan serbuk atau kompresibilitas granul yang digunakan
sebagai salah satu parameter tablet terbut dapat dibuat dengan baik atau tidak. Untuk
menentukan kerapatan granul ditentukan terlebih dahulu kerapatan nyata (App Density) dan
kerapatan mampat(Tap density) dari granul yang akan di uji. Kerapatan nyata ditentukan
dengan mengukur massa serbuk yang dimasukkan kedalam alat dibandingkan dengan volume
awal serbuk tersebut. Sedangkan kerapatan mempat aalah perbandingan antara massa serbut
dengan volume akhir setelah dilakukan perlakukan pada alat tap density tester selama 4 menit.
Setelah itu dihitung kompresibilitas atau indeks carr, dengan rumus :
Kerapatan mampatkerapatanlonggar
x 100
kerapatanmampat
Untuk menentukan baik tidaknyadapat dilihat pada tabel kategori indeks kompresibilitas.
Tabel 1.1. Kategori Indeks Kompresibilitas
Kompresibilitas (%)
5 12
12 18
18 23
23 33
33 38
> 38

Sifat Aliran
Sangat baik
Baik
Cukup
Buruk
Sangat Buruk
Sangat Buruk Sekali
( Aulton, 1988).

Dan didapat hasil indeks carr atau kompresibilitasnya adalah 29,009 % yang menunjukkan
serbuk tersebut dalam kategori buruk dan harus dilakukan formulasi atau pembuatan ulang.
Pengujian akhir yang dilakukan pada serbuk yang akan dibentuk tablet ini adalah
pengujian laju alir serbuk. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk mengetahui sifat alir

nya gara tidak mengganggu alat pencetakandengan mengukur laju alir dan sudut istirahat
yang terbentuk dari alat corong.
Pengukuran sifat alir serbuk dengan metode corong dipengaruhi oleh beberapa
kondisi pengamatan seperti berat serbuk, diameter corong (bagian atas dan bawah), ukuran
partikel serbuk, panjang tangkai corong, cara penuangan sampel, dan pengaruh getaran luar.
Untuk sejumlah berat serbuk yang sama, makin cepat waktu alirnya maka sifat alir serbuk
semakin baik.
Hasil yang baik dari penggunakan alat corong ini adalah dengan terbentuknya
gunungan serbuk yang semakin tinggi dan semakin cepat alirannya. Dengan berat serbuk
mula-mula 25 Gram dilakukan percobaan dan diperoleh hasil dalam waktu 14,64 detik
dengan diameter gunung 4,5 cm dan tinggi gunung yang terbentuk 3,2 cm. Dilakukan
perhitungan dan diperoleh hasil kecepatan aliran granul pada uji ini yaitu 1,707 g/s yang
berarti kualitas serbuk dapat dikategorikan sukar pada uji ini sebagimana ditampilkan pada
tabel dibawah ini :
Tabel 1.2. Parameter Uji Laju Alir
Laju Alir (g/s)
>10
4-10
1.6-4
<1.6

Sifat Aliran
Sangat Baik
Baik
Sukar
Sangat Sukar

Kemudian uji sudut istirahat memberikan hasil sebesar 0,0248o. Hasil ini memenuhi
persyaratan untuk sudut istirahat < 30o. Nilai sudut istirahat yang tinggi mengindikasikan
sifat aliran serbuk yang baik dan biasanya ukuran partikelnya lebih kecil. Nilai sudaut
istirahat yang rendah memperlihatkan sifat alir yang baik dan ukuran partikelnya biasanya
lebih besar (Voight, 1984).
Tabel 1.3. Parameter Sudut Istirahat
Sudut Istirahat
< 25
25 30
30 40
> 40

Sifat Aliran
Sangat Baik
Baik
Sukar
Sangat Sukar

Serbuk yang telah sipa dan lolos uji selanjutnya kan dibuat menjadi tablet engan
prosedur tertentu. Untuk membentuk tablet yang baik maka diperlukan pula evaluasi untuk

menentukan kebaikan mutu dari tablet tersebut. Ada beberapa uji yang dilakukan untuk
menentukan mutu yang baik dari suatu tablet, antara lain :
pengujian keseragaman bobot, terdapat rentang antara 85% sampai 115% dari yang
tertera( FI IV, hal 1000), maka jika ada 200 tablet maka 85% dan 1115% itu harus lah sama
yang membuktikan bahwa produksi dari tablet yang dibuat bagus.
Uji yang pertama yaitu uji keseragaman. Uji keseragaman ini dibagi menjadi dua,
yaitu keseragaman bobot dan keseragaman ukuran. Untuk uji keseragaman bobot dilakukan
dengan cara menimbang 20 tablet satu persatu dengan menggunakan timbangan analitik
kemudian dihitung rata-ratanya. Syarat dari keseragaman bobot adalah jika tablet ditimbang
satu persatu, tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari
bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A, dan tidak satu tablet pun
yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom
B (Depkes RI, 1979).

(Depkes RI, 1979).


Setelah dilakukan uji keseragaman bobot, selanjutnya dilakukan uji keseragaman
ukuran. Pada pengujian kali ini dilakukan terhadap 20 tablet. Uji keseragaman ukuran
dilakukan dengan mengukur diameter dan ketebbalan masing-masing tablet dengan
menggunakan alat pengukur diameter dan ketebalan, yaitu jangka sorong digital. Jangka
sorong merupakan alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus mm. Alat
tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu bagian diam dan bagian bergerak. Pada jangka
sorong digital ini sudah dilengkapi dengan display digital. Untuk mengukur diameter
maupun ketebalan tablet caranya sangatlah sederhana, yakni cukup dengan cara mengapit
tablet tersebut pada bagian yang bergerak dari jangka sorong dan pada display digital akan
tertera angka yang menunjukan nilai dari diameter maupun ketebalan dari tablet.
Dari hasil pengukuran diameter dan ketebalan tablet, dapat diperoleh rata-ratanya,
yakni 8,03 mm untuk diameter tablet dan 3,48 mm untuk ketebalan tablet. Syarat dari uji
keseragaman ukuran ini adalah kecuali dinyatakan lain, diameter tablet tidak lebih dari tiga
kali dan tidak kurang dari empat per tiga tebal tablet (Depkes RI, 1995). Dengan kata lain,
besarnya diameter tablet harus pada range berikut: 4/3<d<3 kali besarnya tebal tablet.

Berdasarkan besarnya tebal tablet (3,48 mm), maka range yang berlaku untuk besarnya
diameter adalah 7,324<d<16.479 dalam satuan mm. Syarat tersebut terpenuhi, maka dapat
disimpulkan bahwa tablet-tablet yang diuji memenuhi persyaratan keseragaman ukuran.
Untuk uji waktu hancur digunakan alat disintegration tester yang berbentuk keranjang
mempunyai 6 tube plastik yang terbuka dibagian atas sementara dibagian bawah dilapisi
dengan ayakan/screen no10 mesh Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan
dalam tiap tube ditutup dengan penutup dan dinaik-turunkan keranjang tersebut dalam
medium air dengan suhu 37 C Penggunaan penutup dimaksudkan agar tablet tetap terjaga
dalam keranjang dan tidak keluar dari tube saat dinaik turunkan Proses pencelupan naik
turun ini merupakan simulasi dari gerakan peristaltik saluran cerna Sedangkan volume
medium 800 ml dengan suhu 370 C dipilih untuk menyerupai volume cairan tubuh manusia
dan suhu tubuhnya Dalam monografi yang lain disebutkan mediumnya merupakan simulasi
larutan gastric (Sulaiman 2007) Namun pada pengujian ini media yang digunakan adalah
aquadest dengan pertimbangan bahwa sebagian besar cairan tubuh manusia adalah air.
Friabilitas merupakan salah satu parameter yang diperlukan untuk mengetahui
ketahanan tablet terhadap bantingan saat pengepakan atau distribusi. Tablet dianggap baik
bila friabilitas tidak lebih dari 1 % ( Sulaiman, 2007 ). Semakin besar harga presentase
friabilitas, maka semakin besar massa tablet yang hilang dan tentunya mempengaruhi
konsentrasi zat aktif yang terdapat dalam tablet. Berdasarkan data yang didapat saat
pengujian, friabilitas tablet yang diuji sebesar 98,98 %. Artinya, tablet yang diuji mudah
hancur dan tidak layak untuk diedarkan karena terlalu banyak kehilangan massa sehingga
mempengaruhi kadar zat aktif. Kerapuhan pada tablet bisa disebabkan formula yang
digunakan kurang mampu mengikat granul granul pengisi tablet sehingga granul mudah
terpisahkan. Tujuan penambahan pengikat dan zat adhesif adalah untuk meningkatkan daya
kohesivitas serbuk (diperlukan dalam pembentukan granul), sehingga jika ditekan akan
membentuk massa yang kohesif dan kompak. Tablet dapat diperbaiki dengan meningkatkan
kekerasannya atau menambahkan pengikat.
Hardness Tester
Dilakukan uji kekerasan tablet menggunakan alat hardness tester yang bertujuan untuk
mengamati kekuatan tablet. Kekerasan tablet berkaitan dengan kekuatan fisik tablet terhadap
gangguan mekanis saat pengemasan, penyimpanan, dan distribusi. Kekerasan tablet juga
dapat menggambarkan kemampuannya terdisintegrasi di dalam medium disolusi. Tetapi
kekerasan tablet akan tergantung dari seberapa baiknya laju alir dari bahan bahan yang

digunakan. Apabila aliran dari bahan bahan kurang baik sehingga salah perhitungan, maka
tablet yang dibuat kurang baik sehingga kekerasan yang terbentuk tidak maksimal dan standar
sehingga mudah hancur pada saat distribusi.
Prosedur pengujian kekerasan tablet adalah sampel sediaan tablet diambil sebanyak 20
tablet, kemudian diuji kekerasannya dengan menggunakan alat hardness tester. Alat tersebut
dinyalakan, lalu tombol diputar sampai lampu menyala, dan pastikan menunjukkan pada
angka nol (0), jika belum pada angka nol, tekan tombol tanda panah arah ke kiri. Tablet
kemudian diletakkan di atas tempat tablet dengan posisi vertikal pada jarum peneka dengan
tujuan supaya tablet mendapatkan tekanan yang pas, dudukan tablet dinaikkan dengan
memutar sekrup yang ada di bawah dudukan tablet hingga menyentuh jarum penekan tablet
dan lampu indikator menyala yang menandakan bahwa permukaaan jarum penekan telah
menyentuh dengan kuat pada tablet dan siap untuk ditekan. Setelah itu tombol panah arah ke
kanan ditekan. Penekanan tombol ke arah kanan ini supaya tablet mulai ditekan dan arah
jarum menunjukkan berapa besar gaya yang harus diberikan hingga tablet tersebut pecah atau
patah. Setelah tablet patah, dilihat angka yang ditunjukkan pada skala. Angka tersebut
menunjukkan seberapa berat beban yang dapat menghancurkan tablet.
Pada umumnya tablet yang memiliki kekerasan yang baik, apabila mempunyai
kekerasan antara 4-8 kg (Parrot, 1970), kekerasan tablet yang kurang dari 4 kg masih dapat
diterima asalkan memenuhi kriteria, yaitu tidak rapuh (Rhoihana, 2008). Tetapi menurut
Parrot kekerasan yang baik diukur dengan kg, atau bisa dapat dirumuskan N/G = kg (G= 9,8
m/s2), sehingga apabila dilihat dari data tersebut ada tablet 11 yang tidak memenuhi kriteria
pengerasan apabila dilihat dari tekanannya, maka tablet tersebut tidak sesuai. Hal itu dapat
terjadi karena ada kesalahan saat pengompressinya atau terlalu miringnya tablet 11 tersebut
ketika dimasukan ke dalam hardness tester.
Moisture Balance
Parameter yang selanjutnya dilakukan adalah LOD ( Loss On Drying) atau uji
kelembapan. Kadar air dalam serbuk haruslah merata karena nantinya dapat menentukan sifat
alir sebuk. Jika kadar air yang terdapat pada sebuk berbeda sifat alir nanti akan menghambat
pada saat proses pencetakkan tablet dan tablet tersebut akan mudah hancur karena kadar air
yang tinggi atau bisa dikatakan lembek. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan
serbuk adalah Moisture Balance. Alat ini merupakan sebuah timbangan yang dapat
mengeluarkan panas dan langsung bisa mengukur kadar air yang tersembunyi dalam tersebut.
Namun, kekurangan dari alat ini adalah hanya bisa menghilangkan air pada permukaan serbuk

saja tidak dapat menembus air kristal yang berada pada dalam serbuk. Semakin sedikit
pengurangannya maka semakin sedikit juga kandungan air di sediaan. Air akan menguap pada
suhu antara 60 70o C, sehingga sediaan dipanaskan hingga 70oC untuk meminimalisir
kerusakan sediaan dari pemanasan dan meminimalisir kerusakan dari sediaan yang bersifat
thermolabil. Pertama-tama, sekian gram granul ditimbang, kemudian diletakkan pada alat
pengukur susut pengeringan (Loss on Drying) yang sebelumnya ditara terlebih dahulu dan
dibiarkan hingga bobotnya tetap, susut pengeringan dihitung dengan menggunakan rumus :
Loss on Drying =

Bobot awal Bobot ak hir


Bobot awal

x 100%

Dan didapatkan hasil nya adalah 6,056 %. Menurut Lachman (1994), kadar air yang
baik persentasenya sebesar 2 5%. Berarti serbuk yang dihasilkan ini belum terlalu baik
karena melebihi dari kriteria. Kadar air yang ideal ini akan menghasilkan tablet yang ideal
pula nantinya, tidak rapuh dan tidak terlalu keras pula. Apabila kadar air yang didapatkan
tidak sesuai dengan literature maka dapat diatasi dengan melakukan pemanasan yang lebih
lama saat sediaan berada di dalam alat moisture analyzer
Rotary Tablet Press
Rotary tablet press untuk mencetak massa granul menjadi tablet. Mekanisme kerja alat
rotary tablet press ini yaitu dengan memasukan granul ke dalam hopper sebagai tempat
menyimpan granul yang akan dikempa. Selanjutnya alat diputar untuk mengeluarkan isi
granul agar jatuh ke punch untuk dicetak. Selama proses pemutaran tersebut, hopper akan
menjatuhkan granul ke dalam punch, yang selanjutnya punch berisi granul dan hopper
kembali ke semula, saat hopper kembali ke semula, die menekan granul yang ada di punch,
sehingga granul terkempa dan tablet dilepaskan. Kelebihan dari rotary tablet press ini adalah
bisa dilakukannya produksi secara besar dengan waktu yang singkat karena memiliki punch
and die lebih dari satu, dengan adanya Jalur Cam untuk mengatur gerakan punch
KESIMPULAN
Berdasarkan alat-alat seperti Hardness Tester, Moisture Balance, dan Rotary Tablet
Press, dapat dipahami bagaimana tujuan dan prinsip kerja dari alat tersebut. Misalnya,
Hardness Tester digunakan untuk mengetahui kekerasan dari suatu sediaan tablet. Moisture
Balance digunakan untuk

uji kelembaban granul. Rotary Tablet Press digunakan untuk

menekan berbagai bahan baku butiran menjadi berbentuk tablet khusus. Dari alat-alat tersebut

juga, dapat dilakukan evaluasi atau pengujian tablet dan didapatkan hasil perhitungan
berdasarkan rumus pada setiap alat tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Ansel,H.C., 1989. Pengantar Bentuk sediaan Farmasi. Edisi 4. UI Press. Jakarta.
Aulton, M.E. 1988.

Pharmaceutics : The Science of Dosage Form Design,. Churchill

Livingstone Inc. New York. Halaman : 600-615, 647-667.


Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan
Makanan. Jakarta.
Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan
Makanan. Jakarta
Lachman, L., H. A. Lieberman & J.L Kanig. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri Jilid I
Edisi II. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
Lachman, L. dkk. 2008. Teori dan Praktik Farmasi Industri Jilid 3. UI Press. Jakarta.
Mulyadi, M.D., Ika, Y.A., dan Binar, A.D. 2011. Formulasi Granul Instan Jus Kelopak Bunga
Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Dengan Variasi Konsentrasi Povidon Sebagai Bahan
Pengikat Serta Kontrol Kualitasnya. PHARMACY. 8: 1693-3591.
Parrot, E. 1970. Pharmaceutical Technology Fundamental Pharmaceutics. United States of
America : Burgess Publishing Company .
Rhoihana, D. 2008. Perbandingan Availibilitas In Vitro Tablet Metronidazol Produk Generik
dan Produk Dagang. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sulaiman. 2007. Perbandingan Availabilitas In Vitro Tablet Metronidazol Produk Generik dan
Produk Dagang.Tersedia di :
http://jurnalfarmasiuiacid/pdf/2005/v02n02/ilma0202pdf (Diakses Tanggal 17-Maret2015).
Voigt, R. 1984. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi V. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.