Anda di halaman 1dari 16

Nama: Anita Anggraeni

NPM : A 0122 100

Reguler Sore
Batchset Thiamin HCl 50 mg

Zat Aktif
: Vitamin B1
Jumlah Tablet: 45.000
Dosis
: 50 mg
I. PREFORMULASI
a.Nama Zat Aktif
Sinonim
Rumus Molekul
Struktur Kimia

: Vitamin B1
: Tiamina Hidroklorida , Aneurin hidroklorida
: C12H17ClN4OS,HCl
:

Gambar 1. Struktur Vitamin B1


3-[(4-amino-2-metil-5-pirimidinil)-metil]-5-(2hidroksietil)-4-metil-tiazolium-klorida hidroklorida
Berat Molekul
Pemerian
Kelarutan

Titik Leleh
pH
pKa
Penggunaan Terapi
OTT

: 337,27
: hablur kecil atau serbuk hablur ; putih; bau khas
lemah mirip ragi; rasa pahit.
: mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol
(95%) P; praktis tidak larut dalam eter P dan
dalam benzen P; larut dalam gliserol P
: 2380C ( Florey, Vol.18 Hal 413 )
: 2,5 4,5 (Martindale 28 hal 1640)
: 4,8
: antineuritikum, komponen vitamin B kompleks
: Dengan alkali atau larutan netral dan dengan
bahan pengoksidasi dan pereduksi. Riboflavin
dalam larutan air.

I.2 ADME

Absorbsi Oral

: Bioavailabilitas setelah pemberian oral: 5,3%;.

Biotransformasis

: Dosis kecil yang mudah diserap dari saluran GI


(pencernaan)Benar-benar
diserap
pada
penggunaan secara IM

Waktu Paruh

: 24 jam

Distribusi

: Didistribusikan ke seluruh jaringan; konsentrasi


tertinggi dalam hati, otak, ginjal, dan jantung

Metabolisme

:Menghasilkan
pyrophosphate

Eliminasi

:Diekskresikan dalam urin sebagai obat tidak


berubah dan metabolit.

Dosis

: Cara pemberian: rute administrasi utama adalah

metabolit

aktif

thiamine

secara oral.4 Apabila dikehendaki pemberian


secara parenteral maka dapat diberikan secara IM
atau injeksi IV lambat (pemberian lebih dari 10
menit).3,4

Dosis:

Rekomendasi

penggunaan

setiap hari: usia dibawah 6bulan:0,3mg; 6bulan 1 tahun: 0,4 mg; 1-3 tahun: 0,5 mg; 4-8 tahun: 0,6
mg; 7-10 tahun: 1 mg; 11-14 tahun: 1,1-1,3 mg;
diatas14 tahun: 1-1,5 mg; 9-13 tahun : 0,9 mg;
14-18 tahun : wanita : 1 mg, pria : 1,2 mg; diatas
19 tahun : wanita : 1,1 mg, pria : 1,2 mg; Ibu
hamil dan menyusui : 1,4 mg.; Defisiensi vitamin
B1 (beriberi): anak-anak:10-25 mg/dosis IM atau
IV per hari (pada kondisi kritis), atau 10-50
mg/dosis oral setiap hari selama 2 minggu,
kemudian 5-10 mg/dosis oral per hari selama 1
bulan. Dewasa: 5-30 mg/dosis IM atau IV
diberikan 3 kali per hari (pada kondisi kritis),
kemudian berikan secara oral 5-30 mg/hari baik
dalam dosis tunggal maupun dalam dosis terbagi
3 kali per hari selama 1 bulan. Wernicke's

encephalopathy: dewasa: awali dengan dosis 100


mg secara IV, kemudian 50-100 mg/hari secara
IM atau IV, sampai penderita dapat makan seperti
sedia kala, imbangi dengan makanan. Sebagai
suplemen tambahan: bayi: 0,3-0,5 mg/hari, anakanak: 0,5-1 mg/hari, dewasa: 1-2 mg/hari.
Kelainan metabolisme: oral, dewasa: 10-20
mg/hari (terdapat laporan penggunaan dosis
sampai dengan 4 gram/hari dalam dosis terbagi).
Peripheral neuritis pada kehamilan (muntah pada
masa kehamilan) 5-10 mg IM setiap hari.
Mekanisme Kerja

: Struktur kimia thiamin, mengandung, sistem dua


cincin yaitu perimidin dan tiazol. Pada jaringan
hewan tiamin terutama terdapat sebagai tiamin
pirofosfat atau kimia di fosfat (TPP), yang
merupakan bentuk koenzimnya.
Tiamin penafosfat berfungsi sebagai koenzim
pada beberapa reaksi penting dalam metabolis
karbohidrat, yang melibatkan pengangkatan atau
transfer, gugus aldehida dari molekul donor
menjadi molekul penerima. Pada reaksi tersebut
TPP berfungsi sebagai senyawa perantara yang
membawa gugus aldehida yang terikat secara
kovalen pada cincin tiazol. Contohnya adalah
reaksi yang dekatalisis oleh enzim perivat
dekarboksilase yang merupakan langkah penting
dalam permentasi glukosa oleh klamer

untuk

menghasilkan alkohol pada reaksi dekarboksilasi


piruvat, gugus korboksil dari piruvat dikeluarkan
sebagai CO2 dan sisa

molekul piruvat yang

kadang-kadang disebut sebagai asetaldehida aktif,


secara bersamaan dipindahkan ke posisi C-2 dari
cincin taizol (tempat reaktif TPP) yang terikat

kuat dengan TPP untuk menghasilkan turunan


hidroksietil. Senyawa antara ini hanya sementara
terdapat, karena gugus hidroksielil dilepaskan
dengan cepat dari koenzim untuk menghasilkan
Efek Samping

asetaldehida bebas.
: Angka kejadian dibawah 1%: cardio vascular
collapse

dan

kematian,

paresthesia,

kulit:

dermatitis, purpura pigmentosa chronica, nyeri


pada

tempat

penyuntikan.Imunologi:

reaksi

anafilaksis

I.3 Zat Tambahan


i.

Ludipres
Terdiri dari Lakstosa monohydrate 93,4% ; Povidon 3% ; Krospovidon 3,6 %
1. Rumus Kimia

: Laktosa Monohidrat
C12H22O11_H2O, BM = 360.31

Pemerian
Kegunaan

: Kristal putih,rasa manis


: Pengisi

Kelarutan

: Pada suhu 25C praktis tidak larut dalam


kloroform, etanol dan eter, larut dalam 4,63
bagian air (40C)

Densitas

: 1.545 g/cm3

Aliran

: baik

Kelembaban

: mengandung air hampir 5% b/b.

Stabilitas

: Pada penyimpanan, laktosa dapat berubah warna


menjadi coklat.

Inkompatibilitas

: Reaksi kondensasi antara laktosa dengan gugus


amin primer dapat menghasilkan produk
berwarna coklat. Reaksi ini terjadi lebih cepat
dengan bentuk amorf dibandingkan laktosa
kristal.

(Handbook of Pharmaceutical Excipient, 5nd ed, 2006, hal.389)


2. Rumus Kimia

: PVP
1-Ethenyl-2-pyrrolidinone homopolymer.
(C6H9NO)n BM = 2500 3 juta.

Pemerian

: Serbuk, berwarna krim-putih, tidak berbau atau


hampir tak berbau, bersifat higroskopis.

Kegunaan

: Sebagai Pengikat

Kelarutan

: Mudah larut dalam asam, kloroform, etanol


(95%), keton, methanol dan air.

pH

: 3.0-7.0 (5% b/vlarutan air)

Densitas

: 1,17-1,18 g/cm3

Aliran

: baik

Stabilitas

: Menjadi gelap dalam pemanasan suhu tinggi


(1500 C), simpan dalam wadah yang tertutup
rapat karena sifatnya yang higroskopis.

Inkompatibilitas

: dengan senyawa amonium kuarterner, garam


anorganik, resin sintetik dan alam.
(Handbook of Pharmaceutical Excipient edisi 6: 581)

3. Rumus Kimia

: Kollidon CL; Kollidon CL-M;


C12H22O11_H2O, BM = 360.31

Pemerian

Densitas

: serbuk berwarna putih hingga putih krem, serbuk


halus, mudah mengalir, praktis tidak berasa, tidak
berbau atau hampir tidak berbau, higroskopis
: Sebagai bahan disintegran dan disolusi 2-5%
: Praktis tidak larut dalam air, asam, basa, semua
pelarut organik; higroskopis; mengembang cepat
di air, terdispersi cepat di air, tetapi tidak
membentuk gel bahkan setelah kontak waktu
yang lama
: 1.22 g/cm3

Aliran

: baik

Kelembaban

:-

Stabilitas

:-

Inkompatibilitas

: Kompatibel dengan hampir semua bahan-bahan


farmasetika organik dan anorganik

Kegunaan
Kelarutan

(Handbook of Pharmaceutical Excipient,hal. 208)


ii. Aerosil 200
Nama lain
Rumus kimia
Pemerian

: Colloidal silicon dioxide


: SiO2
: mengkilap, putih-kebiruan, berbau, sedikit berasa,
serbuk amorf

Kegunaan

: pengering 0,5 2,0%, pengemulsi 1,0 5,0%,


glidan 0,1 1,0%, suspending agent 2,0 10%

Kelarutan

: praktis tidak larut dalam pelarut organik, air, dan


asam, kecuali dalam asam hydrofluoric, larut
dalam larutan alkali hidroksi panas. Dengan air
akan membentuk dispersi koloid. Kelarutan
dalam air 150 mg/L pada suhu 25C (pH 7)

Stabilitas

: higroskopik tetapi menyerap air dalam jumlah


banyak tanpa mencairkan. Ketika digunakan
larutan encer pada pH 0 7,5, aerosil efektif
meningkatkan kekentalan, tetapi pH lebih besar
dari 7,5 sifat kekentalan dari aerosil menurun.
Pada pH lebih besar dari 10,7 mampu mengubah
bentuk dari aerosil ke bentuk silikat.

pH

: 3,8 4,2 (dalam 4% b/v) dan 3,5 4,0 (dalam


10% b/v)

Densitas

:-

Inkompatibilitas

: dengan dietil stil bestrol


(Handbook of Pharmaceutical Excipient,hal. 185)

iii.

Magnesium stearat

Rumus Kimia
Pemerian
Kegunaan
Kelarutan

: Octadecanoic acid Mg salt (Mg stearat)


C36H70MgO4, BM = 591,27
: Hablur sangat halus, putih, berbau khas dan
berasa.
: Lubrikan untuk tablet dan kapsul
: Praktis tidak larut dalam etanol, etanol (95%),
eter, dan air, sedikit larut dalam benzen hangat
dan etanol (95%) hangat.

Densitas

: 1,03 1,08 g/cm3.

Aliran

: Sulit mengalir, bubuk kohesif.

Kelembaban

: Semua amilum bersifat higroskopis dan menyerap


kelembaban
lingkungan
untuk
mencapai
kesetimbangan.

Stabilitas

: Stabil

Inkompatibilitas

: Dengan asam kuat,alkali, dan garam besi.

(Handbook of Pharmaceutical Excipient, 5nd ed, 2006, hal.430)


II. FORMULASI / TEKNIK PEMBUATAN
Formula Standar : Tablet Vitamin B1
Komposisi Tiap tablet mengandung :
Thiamin Hidrocloridum

500 mg

Zat tambahan yang cocok

secukupnya

( Formularium Nasional Edisi kedua 1978)


a. Usulan Formula

1. Formula 1 untuk 1000 tablet untuk tablet 50 mg


R/Thiamine Hydroklorida
50 g
Ludipress
293 g
Mg Stearat
5g
Aerosil 200
2g
( Handbook of Farmaceutical Manufacturing Formulation Vol.5 hal 200 )
2. Formula 2 untuk 1000 tablet untuk tablet 100 mg
R/Thiamine Hydroklorida
100 g
Lactose monohydrate
200 g
Kollidon 30
10 g
Iso propanol
60 g
Kollidon Cl
10 g
Magnesium Stearat
2g
Aerosil
1g
( Handbook of Farmaceutical Manufacturing Formulation Vol.5 hal 201 )
b. Formula Yang digunakan untuk 1000 tablet
R/
Thiamine Hydroklorida
50 g
Ludipress
293 g
Mg Stearat
5g
Aerosil 200
2g
( Handbook of Farmaceutical Manufacturing Formulation Vol.5 hal 200 )
c. Metoda yang digunakan
Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet Vitamin B1 50 mg
adalah kempa langsung
d. Alasan pemilihan Metode
Karena bobot untuk 1 tablet Vitamin B1 adalah 50 mg oleh karena
itu untuk mencegah berkurangnya zat aktif selama proses pembuatan
digunakan metode kempa langsung. Karena jika menggunakan metode
granulasi kering, basah ataupun terpisah zat aktif dalam formula akan
hilang atau terbuang akibat adanya pemprosesan yg panjang serta apabila
menggunakan granulasi basah akan menghabiskan waktu produksi yang
lebih lama.
e. Alasan Pemilihan Metode Zat Tambahan
1. Ludipres sebagai pengikat dan pengisi supaya ikatan antar partikel
menjadi kuat dan pengisi digunakan supaya menambah bobot dari
tablet agar bisa dikempa. Dan pada ludipres dapat kospovidon yang
berfungsi sebagai desintegrasi untuk memudahkan hancurnya tablet
ketika kontak dengan cairan saluran cerna.
2. Magnesium stearat digunakan sebagai lubrikan ditambahkan dalam
pembuatan sedian ini untuk mengurangi gesekan atau friksi yang

terjadi antara permukaan tablet dengan dinding die selama proses


pengempaan dan penarikan tablet.
3. Aerosil 200 sebagai glidan untuk meingkatkan aliran serbuk dari
hopper ke dalam die , berfungsi juga sebagai desintegran pada
sediaan tablet.

III. PERHITUNGAN
b. Tiap tablet mengandung Thiamine Hidroklorida 50 mg)
c. Bobot tablet yang akan dibuat : 350 mg
d. Jumlah tablet yang akan dibuat : 45. 000 tablet
III.1. Untuk tiap tablet :
1.

Fasa dalam :

Thiamine Hydroclorida
Ludipres

Terdiri dari:
1.Lakstosa 93,4%
2.Povidon 3%
3.Krospovidon 3,6 %
(Pengembangan sediaan farmasi hal 205)
2. Fasa luar : Aerosil 200
Mg stearat

: 50 mg
: 293mg
: 273,67 mg
: 8,79 mg
: 10,54 mg
: 5 mg
: 1 mg

III.2. Untuk 45.000 tablet


Bobot teoritis :
Fasa dalam : Thiamine Hidroklorida : 50mg x 45.000 : 2.250 g
Ludipres
: 293 mg x45.000 : 13.185 g
Terdiri dari :
Laktosa 273,67 mg x 45.000
: 12.315,15 g
Povidon 8,79 mg x 45.000
: 395,55g
Krospovidon 10,54 mg x 45.000
: 474,3 g
Jumlah fase dalam

: 15.435 g

Fase Luar : Aerosil 200 5 mg x 45000


Mg stearat 1 mg x 45000

: 225 g
: 45 g

Jumlah fase luar

: 270 g

massa siap cetak = 15.435 gram + 270 gram

= 15.705 gram
bobot / tablet
= 349 mg/tablet
Penimbangan Bahan
Thiamine Hidroklorida
: 2.250 g
Laktosa
: 12.315,15 g
Povidon
: 395,55g
Krospovidon
: 474,3 g
Aerosil 200
: 225 g
Mg stearat
: 45 g
IV. PROSEDUR PEMBUATAN
Semua bahan yang akan ditimbang di ayak dengan mesh yang sesuai .
Timbang vitamin B1 dan bahan pembantu seperti PVP, Laktos Monohidrat,
dan Krospovidon sesuai formula yang akan dibuat. Semua bahan kecuali
Mg-stearat dan Aerosil, yang telah ditimbang dicampur dan diaduk hingga
homogen. Mg-stearat dan Talk ditambahkan dan diaduk kembali selama 5
menit. Pertama dilakukan uji kecepatan alir dengan memasukkan serbuk tadi
kedalam corong, alat dihidupkan lalu catat waktu alirnya, kemudian
mengukur sudut istirahatnya dengan cara ukur tinggi puncak serbuk, ukur
diameter lingkaran yang terbentuk dari serbuk dan hitung sudut yang
terbentuk dari serbuk.
Kedua dilakukan penetapan bobot jenis sejati dengan menggunakan
piknometer 10 ml dan menambahkan cairan pendispersi yang tidak
melarutkan serbuk.
Ketiga dilakukan uji mampat dengan cara serbuk dimasukkan ke dalam
gelas ukur. Dicatat volumenya selanjutnya dilakukan pengetukan sebanyak 10
kali, 50 kali, dan 500 kali. Hasil campuran yang telah melewati beberapa uji
dicampur dan dicetak menggunakan alat kempa langsung. Tablet yang sudah
dicetak kemudian dilihat penampilannya, di uji keseragaman ukuran,
keseragaman bobot, kekerasan tablet, friabilitas, fraksibilitas dan uji waktu
hancur tablet. Kemudian tablet yang sudah dicetak dan melewati beberapa uji
lagi dilakukan evaluasi.

V. EVALUASI
A. Massa Siap Cetak
1. Penetapan bobot jenis nyata, bobot jenis mampat, kadar pemampatan
dan porositas
Sebanyak X gram granul dimasukkan kedalam gelas ukur dan dicatat
volumenya (V0). Selanjutnya dilakukan pengetukan pada gelas ukur.
Volume pada ketukan ke 10, 50, dan 500 diukur, lalu dilakukan
perhitungan sebagai berikut,
BJ nyata

g/ml

BJ mampat

g/ml

Kadar pemampatan

Porositas

100%

100%

2. Kecepatan Aliran
a. Beakers glass kosong ditimbang (W0)
b. Skala diset pada posis 0
c. Granul dimasukkan ke corong
d. Kemudian alat dihidupkan
e. Waktu alir dicatat (t)
f. Beaker glss berisi granul di timbang (Wt)
g. Aliran granul dihitung
3. Sudut Istirahat
a. Prosedur no.2 dilakukan kembali
b. Tinggi puncak granul diukur (h)
c. Diameter lingkaran yang terbentuk dari taburan granul diukur
(d=2r)
d. Sudut yang terbentuk dari taburan granul antara bidang datar
dengan tinggi granul di hitung : tan a

1.

2.

3.

4.

5.

iv. Tablet
Penampilan
Tablet diamati secara visual, apakah terjadi ketidak homogenan zat
warna atau tidak, bentuk tablet, permukaan cacat atau tidak dan bebas
dari noda atau bintik-bintik. Bau tablet tidak boleh berubah.
Keseragaman ukuran
Sebanyak 20 tablet diambil secara acak, kemudian diukur diameter dan
tebalnya menggunakan jangka sorong.
Keseragaman bobot
Sebanyak 20 tablet diambil secara acak kemudian ditimbang masingmasing. Bobot rata-rata dihitung dan penyimpangan terhadap bobot
rata-rata dihitung.
Kekerasan tablet
Sebanyak 20 tablet yang diambil secara acak diukur kekerasannya
menggunakan hardness tester. Kemudian dihitung kekerasan rata-rata
tablet dan standar deviasinya. Satuannya adalah kg/cm2.
a.
Bobot tablet sampai 300 mg : 4-7 kg/cm3
b.
Bobot tablet 400-700 mg
: 5-12 kg/cm3
Friabilitas
a. Sebayak 20 tablet diambil secara acak.
b. Tablet dibersihakan dari debu kemudian ditimbang (W0).
c. Tablet dimasukkan kedalam alat friabilator.
d. Alat dinyalakan selama 4 menit.
e. Tablet kemudian dibersihkan dan ditimbang.
Tablet yang baik memiliki friabilitas kurang dari 1%
100%

6. Friksibilitas
a. Tablet diambil secara acak sebanyak 20 tablet.
b. Tablet dibersihakan dari debu kemudian ditimbang (W0).
c. Tablet dimasukkan kedalam alat friabilator.
d. Alat dinyalakan selama 4 menit.
e. Tablet kemudian dibersihkan dan ditimbang.
Tablet yang baik memiliki friksibilitas kurang dari 1%.
100%

7. Uji waktu hancur


Sebanyak 6 tablet yang diambil secara acak dimasukkan kedalam
masing-masing tabung dari keranjang alat Disintegrasion Tester.
Cakram dimasukkan pada setiap tabung. Alat dijalankan dengan
menggunakan air bersuhu 372 sebagai media kecuali dinyatakan
menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Pada akhir
batas waktu seperti yang tertera pada monografi, keranjang diangkat
dan di amati semua tablet. Waktu tablet petama dan terakhir hancur
dicatat dan dihitung selisihnya.
VI.

KEMASAN / LABEL
Kemasan sekunder

Indikasi
kekurangan vitamin B1,gangguan urat saraf,nyeri urat
syaraf, radang urat syaraf, rematik sendi dan otot ,nyeri
otot, sciatica, letih setelah bekerja keras,kurang napsu
makan,berat badan menurun,beri-beri,gangguan fungsi
jantung

TharaVit

Kontraindikasi

Vitamin B1 50mg

Hipersensitivitas terhadap thiamine atau komponen lain

Tablet

Penyimpanan
Simpan di tempat sejuk (15 250C)
dan kering.

No. Reg. DBL1210012210A1

pada formula

Dosis
Lihat di brosur

Komposisi
Vitamin B1 50mg

Diproduksi oleh:

Isi 100 tablet

PT.Thara Farma
Bandung-Indonesia

TharaVit
Komposisi :
Tiap tablet mengandung :
Vitamin B1 50 mg
Mekanisme Kerja :
Absorpsi: bioavailabilitas setelah pemberian oral: 5,3%; IM: cepat dan baik.
Distribusi: otak, cairan cerebral spinal, jantung, ginjal, hati, otot. ;Metabolisme:
menghasilkan metabolit aktif thiamine pyrophosphate.Ekskresi: melalui ginjal.
Dosis :
Dewasa:
diatas14 tahun: 1-1,5 mg
9-13 tahun : 0,9 mg
14-18 tahun : wanita : 1 mg, pria : 1,2 mg
diatas 19 tahun : wanita : 1,1 mg, pria : 1,2 mg
Ibu hamil dan menyusui : 1,4 mg.
Anak :
Usia dibawah 6 bulan:0,3mg
6bulan - 1 tahun: 0,4 mg
1-3 tahun: 0,5 mg
4-8 tahun: 0,6 mg
7-10 tahun: 1 mg
11-14 tahun: 1,1-1,3 mg
Indikasi :
kekurangan vitamin B1,gangguan urat saraf,nyeri urat syaraf, radang urat syaraf,
rematik sendi dan otot ,nyeri otot, sciatica, letih setelah bekerja keras,kurang
napsu makan,berat badan menurun,beri-beri,gangguan fungsi jantung
Kontra Indikasi :
Hipersensitivitas terhadap thiamine atau komponen lain pada formula
Efek Samping :
Angka kejadian dibawah 1%: cardio vascular collapse dan kematian, paresthesia,
kulit: dermatitis, purpura pigmentosa chronica, nyeri pada tempat
penyuntikan.Imunologi: reaksi anafilaksis.
Interaksi Obat :
Interaksi obat dalam IV admixture: ketidakcampuran: bikarbonat, karbonat,
cephaloridine, electro mycinlactobionate, besi, methohexital, pentobarbital,
phenobarbital, secobarbital, thiopental. Ketercampuran: dextran, doxapram,
famotodine, procaine.
Perhatian :
Simpan di tempat sejuk (15 250C) dan kering.
No. Reg. DBL1210012210A1

PT. Thara Farma


Bandung-Indonesia

2. Kemasan Primer

Indikasi

TharaVit
tablet

Vitamin B1
50mg

kekurangan vitamin B1,gangguan


urat saraf,nyeri urat syaraf, radang
urat syaraf, rematik sendi dan
otot ,nyeri otot, sciatica, letih
setelah bekerja keras,kurang napsu
makan,berat badan menurun,beriberi,gangguan fungsi jantung

Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap thiamine

Komposisi
Vitamin
..50mg

B1

TharaVit

Penyimpanan
di tempat sejuk
Vitamin(15
B1 250C) dan kering.

tabletSimpan

50mgNo. Reg. DBL1210012210A1

atau komponen lain pada formula

No Batch : 003

Dosis
Lihat di brosur

Mfg.Date: 05 2014
Exp.date : 01 2018

Diproduksioleh:

Isi 100 tablet


Isi 100 tablet

PT.Thara Farma
Bandung-Indonesia

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1978. Formularium Nasional Edisi Ketiga. Jakarta: Depertemen
Kesehatan Republik Indonesia.
Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Departemen
Kesehatan Republik Indonesia (Halaman 210).
Bhler, Volker. 1998. Generic Drug Formulations. 2nd edition . BASF :
Fine Chemicals
Florey, Klaus.1972. Analytical Profiles of Drug Substances Vol.18 hal 413.
New York : Academic Press.
Niazi,Sarfaraz K.2004.Handbook of Farmaceutical
Formulation Vol.5. New York : CRC Press

Manufacturing

Pharmaceutical Excipients. 5th edition. Editor: Ainley Wade and Paul J.


Weller. 2006. London: The Pharmaceutical Press.
Sweetman , Sean C. 2009. Martindale. The Complete Drug Reference.
Thirty-sixth edition London : PhP (Pharmaceutical Press)