Anda di halaman 1dari 9

1. Tuliskan geologi regional daerah penelitian!

Jawab :
Geomorfologi daerah Bulu Bottosuwa dan sekitarnya
Geomorfologi sulawesi selatan dipotong oleh suatu terban yang berarah utara
selatan yang dikenal sebagai terban Walanae dan merupakan zona sesar mendatar
mengiri (lift lateral strike-slip zone) di daerah lembar Pangkajene dan Watampone
Bagian Barat terdapat dua baris pegunungan yang memanjang hampir sejajar pada
arah utara barat laut. Pegunungan yang barat menempati hampir setengah luas
daerah melebar dibagian selatan (50km) Terdapat pegunungan Bulu Bottosuwa
dengan ketinggian 403 di atas permukaan laut.
Pegunungan yang di timur relatif lebih sempit dan lebih rendah dengan puncak rata
rata setinggi 700 m dan yang tertinggi 787 m. juga pegunungan ini sebagian besar
berbatuan gunung api bagian selatannya selebar 20 kmdan lebih tinggi, tetapi ke utara
menyempit dan merendah, akhirnya menunjam ke bawah batas antara lembah
walanae dan dataran Bone. Bagian utara pegunungan ini bertopografi keras yang
permukaannya sebagian berkerucut. Batasnya di timur laut adalah dataran Bone yang
sangat luas, yang menempati hampir sepertiga bagian timur.
Lembah walanae yang memisahkan kedua pegunungan tersebut dibagian utara
selebar 35 km tetapi dibagian selatan hanya 10 km. di tengah terdapat sungai walanae
yang mengalir ke utara. Bagian selatan berupa perbukitan rendah dan di bagian utara
terdapat dataran alluvium yang sangat luas mengelilingi danau tempe.
Stratigrafi Regional Bulu Bottosuwa dan Sekitarnya
Batuan tua yang masih dapat diketahui kedudukan stratigrafi dan tektoniknya adalah
sedimen flysch Formasi Balangbaru. Formasi ini menindih secara tidak selaras batuan
yang lebih tua, dan di bagian atasnya ditindih tidak selaras oleh batuan yang lebih
muda. Formasi Balangbarun merupakan endapan lereng di dalam sistem busur-palung
pada zaman Kapur Akhir.

Kegiatan gunungapi bawah laut dimulai pada kala Paleosen. Pada kala Eosen Awal,
daerah barat merupakan tepi daratan yang dicirikan oleh endapan darat serta batubara
di dalam Formasi Mallawa. Pengendapan Formasi Mallawa kemungkinan hanya
berlangsung selama awal Eosen.
Pengendapan batuan karbonat yang sangat tebal dan luas di barat berlangsung sejak
Eosen Akhir hingga Miosen Awal. Gejala ini mendandakan bahwa selama waktu itu
terjadi paparan laut dangkal yang luas, yang berangsur-angsur menurun sejalan
dengan adanya pengendapan. Proses tektonik di bagian barat ini berlangsung sampai
Miosen Awal.
Akhir kegiatan gunungapi Miosen Awal itu diikuti oleh tektonik yang menyebabkan
terjadinya permulaan terban Walanae yang kemudian menjadi cekungan tempat
pembentuk Formasi Walanae. Menurunnya terban Walanae dibatasi oleh dua sistem
sesar normal, yaitu sesar Walanae dan sesar Soppeng.
Sesar utama yang berarah utara-baratlaut terjadi sejak Miosen Tengah, dan tumbuh
sampai setelah Pliosen. Perlipatan besar yang berarah hampir sejajar dengan sesar
utama diperkirakan terbentuk sehubungan dengan adanya tekanan mendatar berarah
kira-kira timur-barat pada waktu sebelum akhir Pliosen. Tekanan ini mengakibatkan
pula adanya sesar sungkup lokal yang menyesarkan batuan Pra-Kapur Akhir.
Perlipatan dan pensesaran yang relatif lebih kecil di bagian barat di pegunungan barat
yang berarah barat laut-tenggara dan merencong, kemungkinan besar terjadi oleh
gerakan mendatar ke kanan sepanjang sesar besar.
Struktur Geologi Regional Barru
Sesar utama yang utama barat laut yang terjadi sejak miosen tengah sampai
pilosen.Perlipatan besar yang berarah hampir sejajar dengan adanya tekanan
mendatar berarah kira-kira timur-barat pada waktu sebelum akhir pliosen.Tekanan ini
mengakibatkan pula adanya sesar sungkup lokal yang menyesarkan batuan pra-kapur
akhir didaerah bantimala keatas batuan tersier.Perlipatan dan penyesaran yang relatif
lebih kecil dibagian timur lembah walanae dan dibagian barat pegunungan barat,yang

berarah laut tenggara dan melancong,kemudian adanya kemungkinan besar terjadi


oleh gesekan mendatar kekanan sepanjang sesar besar.

2. Tuliskan pengertian Sesar dan jenis jenisnya!


Jawab :
Sesar atau fault adalah rekahan yang mengalami geser-geseran yang jelas.
pergeseran dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai ratusan meter dan
panjangnya dapat mencapai beberapa desimeter hingga ribuan meter. sesar dapat
terjadi pada segala jenis batuan. akibat terjadinya pergeseran itu, sesar akan
mengubah perkembangan topografi, mengontrol air permukaan dan bawah
permukaan, merusak stratigrafi batuan dan sebagainya.
Klasifikasi sesar dapat dibedakan berdasarkan geometri dan genesanya.
a. Klasifikasi geometris
1) Berdasarkan rake dari net slip.
a. strike slip fault (rake=0)
b. diagonal slip fault (0 < rake <90)
c. dip slip fault (rake=90)
2) Berdasarkan kedudukan relatif bidang sesar terhadap bidang perlapisan atau
struktur regional

strike fault (jurus sesar sejajar jurus lapisan)

bedding fault (sesar sejajar lapisan)

dip fault (jurus sesar tegak lurus jurus lapisan)

oblique / diagonal fault (menyudut terhadap jurus lapisan)

longitudinal fault (sejajar struktur regional)

transversal fault (menyudut struktur regional)

3) Berdasarkan besar sudut bidang sesar

high angle fault (lebih dari 45o)

low angle fault (kurang dari 45o)

4) Berdasarkan pergerakan semu

normal fault (sesar turun)

reverse fault (sesar naik)

5) Berdasarkan pola sesar

paralel fault (sesar saling sejajar)

en chelon fault (sesar saling overlap dan sejajar)

peripheral fault (sesar melingkar dan konsentris)

radial fault (sesar menyebar dari satu pusat)

Klasifikasi sesar

b. Klasifikasi genetis
Berdasarkan orientasi pola tegasan yang utama (Anderson, 1951) sesar dapat
dibedakan menjadi :

Sesar anjak (thrust fault) bila tegasan maksimum dan menengah mendatar.

Sesar normal bila tegasan utama vertikal.

Strike slip fault atau wrench fault (high dip, transverse to regional structure)

3. Tuliskan pengertian lipatan dan jenis jenis lipatan!


Jawab :
Lipatan adalah merupakan hasil perubahan bentuk dari suatu bahan yang
ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur
garis atau bidang di dalam bahan tersebut. Berikut ini jenis jenis lipatan.
1. Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap; Lipatan
Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama;
2. Lipatan disharmonik adalah lipatan yang tidak teratur karena lapisannya
tersusun dari bahan-bahan yang berlainan;
3. Lipatan Ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya;
4. Lipatan chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar;
5. Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar yang disebabkan oleh
tekanan yang terus menerus;
6. Lipatan klin bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh
permukaan planar;

7. Lipatan tegak adalah lipatan yang garis sumbunya membagi secara simetris
atau sma besar antara antiklin dan sinklin;
8. Lipatan miring adalah lipatan yang garis sumbunya tidak simetris, membentuk
sudut;
9. Lipatan menggantung adalah lipatan mirip lipatan miring tetapi bagian
puncaknya terdorong sangat tinggi sehingga bentuknya seperti menggantung;
10. Lipatan rebah adalah lipatan yang tertekan terus menerus menyebabkan
puncaknya melandai seperti rebahan;
11. Lipatan kelopak adalah lipatan yang bagian dalamnya bekerja daya tekanan
dan sayap tengah tidak menjadi tipis;
12. Lipatan Seretan (Drag folds) adalah lipatan yang terbentuk sebagai akibat
seretan suatu sesar.

4. Tuliskan Pengertian kekar dan jenis jenis kekar!


Jawab :

Kekar merupakan struktur retakan/rekahan yang terbentuk pada batuan akibat


suatu gaya yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami
pergeseran.
a) Struktur kekar yang banyak dijumpai pada batuan di bumi adalah sebagai
berikut
Shear joint (Kekar Gerus) adalah rekahan yang membentuk pola-pola
saling berpotongan membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama.
b) Tension joint adalah rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya
utama.
c) Extension joint adalah rekahan yang berbentuk tegak lurus dengan arah
gaya utama.

5. Cara penggunaan stereonet dalam menentukan lipatan, sesar dan kekar!


Jawaban:
a. Analisa Lipatan
Contoh kasus analis lipatan. Suatu lipatan diketahui dengan data strike lapisan
batuan sebagai berikut: N21oE/50o , N20oE/55o, N30oE/52o, N10oE/63o, N5oE/65o,
N0oE/74o, N80oE/42o, N90oE/44o, N70oE/38o, N74oE/40o, N65oE/42o, N60oE/41o,
N62oE/44o diketahui dilapangan hinge line dari lipatan berarah N 45oE. Langkahlangkah dalam pengerjaan analisis dengan metode stereografis sebagai berikut

a. Plot data strike dip pada Polar Net, perlu diingat data strike dip lapisan batuan
(sayap lipatan) pada Polar Net di plot sebagai pole bidang lapisan, sehingga
nilai nol (0o) terletak pada sisi West (W).
b. Melakukan konturing dengan bantuan Kalsbeg Net, tujuannya untuk
mengetahui dominasi arah. Pada contoh ananlisis menunujukkan dua puncak
kontur yang menggambarkan sepasang sayap lipatan.
c. Posisikan titik (pole) dari bidang lapisan (sayap lipatan) pada satu lingkaran
besar (great circle), jika kemungkinan titik-titik tersebut sulit untuk
diposisikan dalam satu garis maka pilih posisi yang mana garis yang memuat
paling banyak titik, atau menggunakan puncak kontur sebagai acuan. Garis
pada lingkaran besar yang memuat titik terbanyak dari strike dip tersebut
merupakan garis dimana 1 dan 3, sehingga dapt disebut bidang 13
(girdle plane). Tegak lurus dari bidang girdle, yaitu dengan menarik lurus
sebesar 90o skala stereonet (9 kotak besar atau 45 kotak kecil,1 kotak kecil
bernilai 2o) merupakan pole yang merukan nilai trend plung dari garis
sumbu lipatan, sekaligus letak dari 2.
d. Gambarkan hinge linge dengan garis lurus melewati pusat stereonet sesuai
dengan nilai yang di dapatkan dilapangan.
e. Posisikan N-S stereonet searah dengan hinge line. Kemudian tarik garis
sepanjang lingkaran besar (great circle) yang melalui hinge line dan melewati
titik sehingga membentuk suatu bidang yang merupakan bidang simetri
lipatan (axial plane).
f. 3 berada pada bidang sumbu lipatan, yaitu perpotongan antara bidang sumbu
lipatan dengan girdle plane, posisi 1 tegak lurus dengan 3, yaitu 90o
sepangjang girdle plane. Nilai pitch diukur pada girdle plane dengan nilai
jarak terpendek dari bidang simetri lipatan (axial plane) dengan garis luar
stereonet ( lingkarang primitif).