Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Permendiknas no 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, bahwa Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme,
prosedur, dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik,
penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi,
ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. (Lampiran
Permendiknas no 66 tahun 2013)
Melalui penilaian dapat diperoleh informasi yang akurat tentang
penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa, guru, serta proses
pembelajaran itu sendiri.
Berdasarkan informasi itu, dapat dibuat keputusan tentang pembelajaran,
kesulitan siswa dan upaya bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikulum itu
sendiri.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang
penilaian pendidikan dalam kegiatan pembelajaran.
1. Apa makna penilaian pendidikan dalam pembelajaran tematik?
2. Prinsip apa saja yang digunakan dalam penentuan penilaian pembelajaran tematik?
3. Bagaimana Ruang Lingkup, Jenis, Tehnik Dan Instrument Penilaian?
4. Bagaimana Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Dalam
Pembelajaran Tematik?

C. Tujuan Pembuatan Makalah


Dari rumusan masalah kita akan dapat mengetahui beberapa hal yang perlu kita
ketahui tentang penilaian kelas dalam kegiatan pembelajaran.
1. Makna penilaian pendidikan dalam pembelajaran tematik.
2. Prinsip-prinsip penilaian pembelajaran tematik.
3. Ruang Lingkup, Jenis, Tehnik Dan Instrument Penilaian.
4. Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Makna Penilaian Pendidikan dalam Pembelajaran Tematik
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis,
dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan
secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna
dalam pengambilan keputusan. (Trianto, 2007)
Prinsip-prinsip dasar pembelajaran terpadu, yaitu:
1. The hidden curriculum. Anak tidak hanya terpaku pada pernyataan, atau pokok
bahasan tertentu, sangat mungkin pembelajaran yang dikembangkan memuat
pesan yang tersembunyi penuh makna bagi anak.
2. Subject in the curriculum. Perlu dipertimbangkan mana yang perlu didahulukan
dalam pemilihan pokok atau topik belajar, waktu belajar, serta penilaian kemajuan.
3. The learning environment. Lingkungan belajar di kelas memberikan kebebasan bagi
anak untuk berfikir dan berkreatifitas.
4. Views of social world.Masyarakat sekitar membuka dan memberikan wawasan
untuk pengembangan pembelajaran di sekolah.
5. Values and attitude.Anak-anak memperoleh sikap dan norma dari lingkungan
masyarakat termasuk rumah, sekolah dan panutannya, baik verbal maupun
nonverbal (Saud, 2006).
Pada pembelajaran tematik terpadu, standar penilaian pendidikan telah tertuang
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup:
penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio,
ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan
ujian sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut.
1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk
menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta
didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah
ditetapkan.
3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan
untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik
termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam
dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.
4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam
proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar
peserta didik.
5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar
(KD) atau lebih.
6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8

9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan


tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD
pada periode tersebut.
7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di
akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan
kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk
mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah
Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat
kompetensi tersebut.
9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan
kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah
untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi
sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat
kompetensi tersebut.
10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan
pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam
rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan
secara nasional.
11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi
di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan.
Penilaian pembelajaran tematik di kurikulum 2013 yaitu menggunakan penilaian
assesmen autentik.
Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil bel
ajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah asesmen
merupakan sinonim dari penilaian,
pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli,
nyata, valid, atau reliabel.
Secara konseptual asesmen autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan
dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan asesmen autentik
untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang
berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai
prestasi luar sekolah.
Asesmen autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam p
embelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena, asesmen semacam ini
mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka
mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lainlain. Asesmen autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual,
memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengatur
an yang lebih autentik. Karenanya, asesmen autentik sangat relevan
dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembelajaran, khususnya jenjang sekolah
dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai.
Asesmen autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama
dengan peserta didik. Dalam asesmen autentik, seringkali pelibatan siswa
sangat penting. Asumsinya, peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar
lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan

dinilai. Asesmen autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru


mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan peserta didik,
serta keterampilan belajar. Karena penilaian itu merupakan bagian dari
proses pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang k
riteria kinerja. (MATERI PELATIHAN PLPLG KONSEP TEMATIK, PENDEKATAN
SCIENTIFIC, DAN PENILAIAN AUTENTIK)

B. Prinsip - prisip penilaian hasil belajar


Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah didasarka pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
5. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan
yang diukur.
6. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektifitas penilai.
7. Adil, berartipenilaian tidak menguntungkan peserta didikkarena berkebutuhan
khusus serta perbedaan latar belakang agama,suku, budaya, adat istiadat, status
social ekonomi, dan gender.
8. Terpadu, berarti penilaianoleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
9. Terbuka, berarti prosedur penilaian, criteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
10. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup
semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai tehnik penilaian yang
sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
11. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku.
12. Beracuan criteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi
yang ditetapkan.
13. Akuntabel, berartipenilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi tehnik,
prosedur , maupun hasinya.( Panitia Sertifikasi Guru Rayon 143, 2012)

C. Ruang Lingkup, Jenis, Tehnik Dan Instrument Penilaian


Berdasar Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66
Tahun 2013
1. Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang
sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik
terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada
ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/ kompetensi muatan/ kompetensi
program, dan proses.
2. Jenis-jenis Penilaian
Beberapa kompetensi dan kemajuan belajar siswa-siswi tidak mampu diungkap
hanya dengan menggunakan tes. Untuk mendapatkan hasil penilaian yang otentik
(sesuai dengan kenyataan yang ada) telah banyak dikembangkan perangkat penilaian

non tes. Beberapa perangkat penilaian tes dan non tes yang banyak
digunakan diantaranya adalah
Macam macam Penilaian
Penilaian Tes
1. Tes lisan, contoh:
a. Hafalan surat-surat pendek
b. Bercerita, dan lain-lain.
2. Tes tertulis, meliputi;
a. Pilihan ganda
b. Dua pilihan (benar-salah,
ya-tidak)
c. Menjodohkan
d. Isian singkat
e. uraian
3. Tes perbuatan, contoh;
a. Praktek sholat berjamaah
b. Praktek lari jarak pendek,
dan lain-lain

Penilaian Non Tes


1. Pengamatan
2. Wawancara
3. Kinerja (unjuk kerja)
4. Proyek
5. Produk
6. Portofolio
7. Skala Afektif (penilaian sikap)

3. Teknik dan Instrumen Penilaian


Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.
a. Penilaian kompetensi sikap,
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi,
penilaian diri, penilaian teman sejawat(peer evaluation) oleh
peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk
observasi, penilaian diri, dan penilaian antar peserta didik adalah
daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan
pada jurnal berupa catatan pendidik.
1) Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi
yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
2) Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta
didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam
konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar
penilaian diri.
3) Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian
antarpeserta didik.
4) Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas
yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan
kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes


lisan, dan penugasan.
1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benarsalah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman
penskoran.
2) Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau
projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan
karakteristik tugas.
c.

Penilaian Kompetensi Keterampilan


Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja,
yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan
suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik,
projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek
atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubric

D. Langkah-langkah Pengembangan Instrumen Penilaian Dalam Pembelajaran


Tematik
1. Prosedur Penilaian
Ada beberapa langkah yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan
proses penilain hasil belajar, yaitu:
a. Merumuskan atau mempertegas tujuan-tujuan pengajaran.
b. Mengkaji kembali materi pengajaran berdasarkan kurikulum dan silabus mata
pelajaran.
c. Menyusun alat-alat penilaian, baik tes maupun non tes, yang cocok digunakan
dalam menilai jenis-jenis tingkah laku yang tergambar dalam tujuan
pembelajaran.
d. Menggunakan hsil-hasil penilaian sesuai dengan tujuan penilain tersebut, yakni
untuk kepentingan pendiskripsian kemampuan siswa-siswi, kepentingan
perbaikan pengajaran. Kepentingan bimbingan belajar, maupun kepentingan
laporan pertanggung jawaban pendidikan ( Sudjana, 2008).

2. Pengembangan Tehnik Instrument Penilaian


Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik dapat
dilakukan dengan beragam tehnik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun
hasil belajar. Tehnik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara
penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi
dan kompetensi dasar. Penilaian suatu kompetensi belajar dilakukan berdasarkan
indicator-indikator pencapaian hasil belajar, baik berupa domain kognitif, afektif,
maupun psikomotor.
a. Penilaian tes tertulis
Tes tertulis merupakan tes dimana soal da jawaban yang diberikan peserta
didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu
merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk
yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain
sebagainya. Ada dua bentuk soal tes tertulis, yaitu: (Sukarji, 2007)

1) Soal dengan memilih jawaban

Pilihan ganda,

Dua pilihan (benar-salah, ya/tidak)

Menjodohkan
2) Soal dengan mensuplay jawaban

Isian singkat atau melengkapi

Uraian terbatas

Uraian obyektif/non obyektif

Uraian terstruktur/non terstruktur


Contoh penilaian tertulis:
Mata pelajaran
: Matematika
Kelas/semester
: 1/1
Kompetensi Dasar Indikator
Menyelesaikan
masalah yang
berkaitan
dengan
penjumlahan
dan
pengurangan
sampai 20

Menyelesaikan
permasalahan
penjumlahan
dalam soal cerita
Menyelesaikan
permasalahan
pengurangan
dalam soal cerita

Jenis
Penilaian
Tes
tertulis

Bentuk
instrumen

Pilihan
ganda

Esay

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat!
Skor setiap jawaban benar diberi nilai 1.
Budi memiliki 15 buah kelereng. Ketika dating dari pasar, ibunya
member 2 kelereng. Jumlah kelereng budi sekarang adalah
a. 15
b. 16
c. 17
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! Skor
setiap jawaban benar diberi nilai 2.
Putri memiliki 19 kertas warna merah. Kemudian yang 2 lembar
diberikan kepada Sasa. Maka jumlah kertas Putri sekarang adalah
b. Penilaian unjuk kerja
Merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik
dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai
ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu
seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olah raga, bermain
peran, memainkan alat music, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan lai-lain.
Ada beberapa cara dalam pengembangan alat penilaian unjuk kerja, antara lain:
1) Daftar cek (checklist). Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidakny
a unsur-unsur tertentu dari indikator atau sub indikator yang harus
muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. Caranya dengan
menggunakan daftar cek (ya-tidak) atau penggunaan tanda centang (v).
(Sukarji,2007)
Contoh I. penilaian kerja dengan daftar checklist

Mata pelajaran
Kelas/ semester

: Bahasa Indonesia
: 1/1

Kompetensi Dasar
Memperkenalkan diri
sendiri dengan kalimat
sederhana dan bahasa
yang santun

Indicator
Jenis Penilaian

Mengenalkan nama

Kinerja
diri, tempat dan tanggal
lahir, nama orang tua,
serta alamat kepada
teman sekelas.

Kinerja

Mempraktikan cara
menyapa yang sopan

Mempraktikan cara menyapa dengan sopan.


(Dinilai menggunakan Daftar checklist)
Nama peserta didik:
No.
Aspek yang dinilai

Kelas:
Ya

Tidak

1.
2.
3.
4.

Mengucapkan salam
Menanyakan kabar
Bahasa tubuh
Intonasinya menunjukkan
kesopanan
Skor yang dicapai
Skor maksimum

Contoh II. penilaian kerja dengan daftar checklist


Nama
: Muhammad Taufik
Mata pelajaran
: Fiqih
Kelas/Semester
: III/I
Standar Kompetensi : 4. Melaksanakan salat dengan tertib
Kompetensi dasar
: 4.2 Menampilkan keserasiangerakan dengan bacaan
salat
Indikator
: 4.2.1 Memeragakan gerakan-gerakan salat
4.2.2 Membaca lafat/bacaan dalam setiap gerakan salat
Materi Pokok
: Shalat
NO

Rukun Shalat

1
2
3

Lafal Niat
Sikap berdiri
Takbiratul ikhram

Kategori
Penilaian
Betul
Salah

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Membaca surah Al fatikah


Rukuk dan tumaninah
Itidal dan tumaninah
Sujud dua kali dan tumaninah
Duduk diantara dua sujud
Duduk akhir
Membaca tasyahud akhir
Membaca sholawat Nabi
Memberi salam
Menertibkan rukun
Jumlah
Skor maksimal

13

Nilai =
2) Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative
records). Digunakan dengan cara guru menulis
laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta
didik selama
melakukan tindakan. Dari laporan tersebut, guru dapat menentukan sebe
rapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan.
Contoh penilaian menggunakan catatan anekdot/narasi:
Tema
: Diri sendiri
Kelas/semester
: 1/1
Kompetensi dasar
: memperkenalkan diri
Indicator
: siswa mampu menyebutkan nama orang tua dan saudara
kandung

No.
1.

Nama siswa
Ahmad Anta

Nilai kognitif
Mampu menyebutkan nama orang tua
dengan baik, benar dan lancar
Mampu menyebutkan nama orang tua
dengan baik, kurang benar tetapi lancar

2.

Ahmad Abdi Manab

No.
1.

Nama Siswa
Ahmad Anta

Psikomotorik
Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran

No.
1.

Nama siswa
Ahmad Anta

Afektif
Siswa senang dalam belajar perkenalan,
berani maju di depan kelas.

3) Skala penilaian (rating scale). Biasanya digunakan dengan menggunakan


skala numerik
berikut predikatnya. Misalnya: 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 = cukup, 2
= kurang, 1 = kurang sekali.

Contoh I. Penilaian unjuk kerja dengan skala penilaian dalam diskusi


kelompok.
Kelompok
:
Nama
: 1.
2
No. Aspek yang dinilai
Skor siswa

1.
Bekerjasama
5
2.
Bekerja sistematis
3.
Inisiatif
4.
Perhatian
Rubric penilaian,
1= ikut serta dalam memberikan pendapat
2= bekerja sistematis sesuai panduan
3= menerima pendapat dari kelompok lain
4= memperhatikan tugas dan aktivitas kelompok
Keterangan skor:
5= sangat baik,
4= baik
3= cukup
2= kurang
1=sangat kurang

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Contoh II. Penilaian unjuk kerja dengan skala penilaian


Nama
: Nadia Sari
Mata pelajaran
: Fiqih
Kelas/Semester
: III/I
Standar Kompetensi
: 4. Melaksanakan salat dengan tertib
Kompetensi dasar : 4.2 Menampilkan keserasiangerakan dengan bacaan s
Indikator
: 4.2.1 Memeragakan gerakan-gerakan salat
4.2.2 Membaca lafat/bacaan dalam setiap geakan salat
Materi Pokok
: Shalat
Rukun shalat
Skala penilaian
1
2
3
4
5
Lafal niat
Sikap berdiri
Takbiratul ikhram
Membaca surat al fatikah
Rukuk dan tumaninah
Itidal dan tumaninah
Sujud dua kali dan tumaninah
Duduk di antara dua sujud
Duduk akhir
Membaca tasyahud akhir
Membaca sholawat nabi
Memberi salam
Menertibkan rukun
Jumlah
Skor maksimal
65

Nilai =
Jika seorang siswa memperoleh skor 100 dapat ditetapkan sangat baik. Dan
seterusnya sesuai dengan jumlah skor pemerolehan.
4) Memori atau ingatan (memory approach). Digunakan oleh guru dengan
cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa
membuat catatan. Guru menggunakan
informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah
berhasil atau belum. Cara seperti tetap ada manfaatnya, namun tidak cukup
dianjurkan.
c.

Penilaian proyek
Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
1) Kemampuan pengelolaan, kmampuan peserta didik dalam memilih topic,
mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan
laporan
2) Relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan
tahap pengetahuan, pemahamam dan ketrampilan dalam pembelajaran
3) Keaslian, proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,
dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan
protek terhadap peserta didik
Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai
hasil akhir proyek. Untuk itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang
perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data, dan
penyiapan laporan tertulis.
Contoh penilaian proyek:
Mata pelajaran
: Sains
Kelas/ semester
: 2/1
Bentuk penilaian
: praktik/tugas
Alokasi waktu
: 2 minggu
No Kompetnsi
Hasil belajar
Kelas/
Materi
Indikator
dasar
semester
1
Mengidentifikas Menyusun
II/1
Tumbuhan Dapat
i perubahan
perencanaan
kacang
melakukan
yang terjadi
kerja ilmiah
hijau
tugas
pada
melalui
pengamatan
pertumbuhan
pengamatan
pertumbuhan
hewan(dalam
tanaman
ukuran)dan
kacang hijau
tumbuhan (dari
berdasarkan
biji menjadi
cirri-ciri
tanaman)
fisiknya

Soal : Amatilah pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman


Rubric penilaian
Aspek yang dinilai
Hasil penilaian

Persiapan
1. Merencanakan penelitian
2. Mempersiapkan alat dan bahan
Pelaksanaan
1. Melakukan pengamatan secara
rinci dan terjadwal
2. Mencatat hasil pengamatan
Pelaporan
1. Menulis laporan berdasarkan
hasil pengamatan
2. Menulis laporan menggunakan
tata bahasa yang baik dan
benar
Keterangan :
3= baik
2= cukup
1= kurang
d. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas
Pengembangan produk meliputi tiga tahap dan disetiap tahap perlu diadakan
penilaian yaitu:
1) Tahap persiapan, meliputi : penilaian kemampuan peserta didik dan
merencanakan, menggai, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi : penilaian kemampuan peserta
didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan , alat dan teknik.
3) Tahap penilaian produk, meliputi : penilaian produk yang dihasilkan peserta
didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Tehnik penilaian produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistic atau analitik.

Cara holistic yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk,


biasanya dilakukan pada tahap appraisal

Cara analitik, yaitu berdasrkan aspek-aspek produk, biasanya


dilakukan terhadap semua criteria yang terdapat pada semua tahap
proses pengembangan.
Contoh penilaian produk
Mata pelajaran
:IPA
Kelas/ semester
: 1/2
Kopetensi Dasar
Indicator
Jenis
penilaian
Mengidentifikasi
Menyebutkan 5 hewan
Tes
makhluk hidup yang
yang menguntungkan
menguntungkan dan Menyebutkan 5 jenis
Tes
yang
hewan yang merugikan
membahayakan
Menyebutkan 5 jenis
Tes
tumbuhan yang

menguntungkan
Menyebutkan 5 jenis
tumbuhan yang merugikan
Mendiskripsikan secara
lengkap manfaat salah
satu hewan
Mendiskripsikan salah
satu contoh tumbuhan
Membuat bagan hewan
yang menguntungkan dan
hewan yang merugikan

Tes
Produk
Produk
Produk

Tugas :
1. Perhatikan gambar-gambar hewan yang telah disiapkan oleh kelompok.
2. Kelompokkkan hewan-hewan tersebut mana yang menguntungkan dan
mana yang merugikan!
3. Tempelkan pada kertas yang tersedia!

No.

Komponen

1.

Menyiapkan gambar-gambar hewan


(20%)
Ketetapan pengelompokkan hewan
(bobot 40%)
Keindahan produk (bobot 20%)
Kerjasama (20%)
Skor total

2.
3.
4.

Kuran
g baik
(1)

Cukup
baik
(2)

Sanga
t baik
(3)

Nilai = skor yang diperoleh x 100 = 75, karena KKM


75
25
e. Penilaian portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada
kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik
dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik
dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik.
Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu
pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya
tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik. Berdasarkan
informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai
perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.
Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan
belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat,
komposisi, music.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan portofolio, yaitu:

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Siswa merasa memiliki portofolio sendiri


Tentukan hasil kerja apa yang akan dikumpulkan.
Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam satu tempat (map ataufolder).
Beri tanggal pembuatan.
Tentukan criteria untuk menilai hasil kerja siswa
Minta siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkesinambungan
Bagi yang kurang, beri kesempatan memperbaiki karyanya, tentukan jangka
waktunya
8) Bila perlu jadwalkan pertemuan dengan orang tua peserta didik dan diberi
penjelasan tentang maksud dan tujuan portofolio, sehingga orang tua dapat
membantu dan memotivasi anaknya. (Masnur Muslich,2009)
Jenis penilaian portofolio:
1). Portofolio perkembangan, berisi koleksi artefak siswa yang menunjukkan
pertumbuhan seorang siswa. Dengan demikian yang dipajang dalam portofolio
perkembangan adalah artefak yang bias menunjukkan pertumbuhan dan
perkembangan siswa dari tahap ke tahap berikutnya.
2). Portofolio pamer/ showcase . berisi artefak siswa yang menunjukkan hasil
karya terbaiknya.
3). Portofolio koprehensif, berisi artefak seluruh hasil karya siswa.

Contoh penilaian portofolio


Mata pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas/ semester
: 3/2
Kompetensi Dasar
Indicator
Menulis karangan sederhana
berdasarkan gambar seri
menggunakan pilihan kata
dan kalimat yang tepat
dengan memperhatikan
penggunaan ejaan, huruf
kapital dan tanda titik

Menyusun gambar seri


sehingga membentuk
urutan sebuah cerita
Menulis pokok kalimat dari
gambar-gambar seri
Menulis kalimat dengan
memperhatikan ejaan, huruf
capital, dan tanda titik.
Mengembangkan pokok
kalimat menjadi sebuah
paragraph berdasarkan
gambar seri
Menemukan kesalahan dan
memperbaiki paragraph
berdasarkan kesalahan
tersebut
Menggabungkan paragraph
sehingga tersusun menjadi
karangan sederhana
Menemukan kesalahan dan
memperbaiki karangan
berdasarkan kesalahan

Bentuk dokumen untuk


portofolio
Menyusun gambar seri

Masing-masing potongan
gambar terdapat pokok
kalimat
Kalimat yang disusun
memiliki ejaan, huruf
capital, tanda titik yang
tepat
Mengembangkan pokok
kalimat menjadi sebuah
paragraph
Paragraph yang telah
dikoreksi dan direvisi

Karangan yang tersusun dari


paragraph-paragraf yang
disusun sebelumnya
Karangan yang telah
dikoreksi beserta revisinya

Petunjuk pensekoran penilaian portofolio


Dokumen
1. Masing-masing potongan gambar
terdapat pokok kalimat

2. Kalimat yang disusun memiliki ejaan,


huruf capital, tanda titik yang tepat

3. Mengembangkan pokok kalimat


menjadi sebuah paragraph

4. Paragraph yang telah dikoreksi dan


direvisi

5. Karangan yang tersusun dari


paragraph-paragraf yang disusun
sebelumnya

6. Karangan yang telah dikoreksi beserta


revisinya

Indikator
Gambar seri disusun secara logis
membentuk cerita
Masing-masing gambar memiliki
pokok kalimat yang sesuai dengan
tema gambar
Menyusun kalimat dengan benar;
subjek, predikat, objek
Penggunakan huruf capital, ejaan,
koma, dantitik dengan tepat
Pokok kalimat dikembangkan menjadi
paragraph
Anak kalimat terkait dengan
paragraph
Kalimat-kalimat dalam paragraph
disusun dengan memperhatikan
susunan kalimat, ejaan, koma, titik.
Menemukan kesalahan paragraph
yang disusunnya sendiri
Memperbaiki paragraph berdasarkan
kesalahan yang telah ditemukan
Paragraph-paragraf yang telah
disusun dirangkai menjadi sebuah
karangan
Paragraph-paragraf membentuk
hubungan cerita yang logis
Menemukan kesalahan yang
disusunnya sendiri
Memperbaiki karangan berdasarkan
kesalahan yang ditemukan

Pensekoran
Sangat baik=5; baik=4;cukup=3; kurang=2, sangat kurang=1

f.

Penilaian Sikap
Penilain sikap adalah penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa
terhadap objek sikap. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan cara : a)
observasi perilaku, b) pertanyaan langsung, c) laporan pribadi.
a) Obsevasi perilaku, dapat dilakukan dengan menggunakan buku
catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta
didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.
BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDIK
( nama sekolah )
Mata pelajaran
Kelas
Tahun pelajaran
Nama guru

No.
1.

2.

:
:
:
:

Contoh isi buku catatan harian


Hari/
Nama peserta
Kejadian
tanggal
didik
Senin,
Esa dan Abidzar
Keduanya
2-12-2013
bertengkar akibat
kurangnya menjaga
emosi saat
bermauin bola
Rabu,
4-12-2013

Ferlita

Menolong siswa
kelas 1 yang
terjatuh dan
membawanya ke
ruang UKS

Tindak lanjut
Didamaikan dan
masing-masing
menyadari
kesalahannya

N
o.

Na
ma

Contoh format penilaian sikap dalam praktek diskusi


Perilaku

Bekerja sama
1.
2.
3.
4.

Agu
s
Bur
han
.
.

Beri
nisiat
if

Penu
h
perha
tian

Nil
ai

ketera
ngan

Bekerj
a
Siste
matis

Catatan:
Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan criteria berikut:
1=sangat kurang, jumlah skor 0-5
2= kurang, jumlah skor 6-9
3=cukup, jumlah skor 10-13
4=baik, jumlah skor 14-17
5=amat baik, jumlah skor 18-20

Contoh penilaian diri


Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester
: II/2
Standar Kompetensi : 4. Menampilkan nilai-nilai Pancasila
Kompetensi dasar
: 4.1 Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, senang bekerja
dalam kehidupan sehari-hari
Aspek
: Penerapan
PETUNJUK :
Isilah tabel dibawah ini dengan tanda ceklis (V ) pada kolom yang sesuai Dengan pernyataan
sikapmu terhadap pernyataan pada kolom sebelumnya
N
O

A
1

Aspek Penilaian/Kriteria

Kejujuran
Setiap hari berkata jujur kepada orang
tua
2
Mengembalikan kembalian uang
belanja kepada orang tua
3
Menyerahkan nilai ulangan disekolah
walaupun nilainya jelek
4
Menyampaikan alasan yang benar
ketika terlambat masuk sekolah
B
Kedisiplinan
1
Datang ke sekolah tidak terlambat
bahkan lebih awal
2
Mengerjakan Tugas/PR sesuai yang
dijadwalkan
3
Pulang sekolah langsung bermain
dengan teman sebelum sampai
dirumah
4
Mengerjakan Ibadah tepat waktu
Catatan : menilai kejujuran siswa

Selalu

Kadan
gKadan
g

Tidak
pernah

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, ehingga menjadi informasi yang bermakna dalm
pengambilan keputusan.
2. Penilaian pembelajaran tematik di kurikulum 2013 yaitu menggunakan penilaian
assesmen autentik.
Asesmen autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil
belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
3. Jenis penilaian dalam penbelajaran tematik ada dua macam bentuk penilaian. Bentuk
penilaian yang dimaksud adalah penilaian tes dan nontes. Masing-masing bentuk
penilaian memiliki teknik-teknik yang berbeda satu sama lainnya sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai.

DAFTAR PUSTAKA
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. 2009. Bandung. PT Remaja
Rosdakarya
Muslich, Masnur. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan Kontekstual. 2009. Jakarta.
Bumi Aksara
Panitia Sertifikasi Guru Rayon 143. LEMBAR KERJA PTK DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT
PEMBELAJARAN. 2012. Kediri . Universitas Nusantara PGRI Kediri
Sukarji. Buku Ajar: Perencanaan Pembelajaran. 2007. Tulungagung. Sekolah Tinggi Agama
Islam Tulungagung

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK


INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
MATERI PELATIHAN PLPLG KONSEP TEMATIK, PENDEKATAN SCIENTIFIC, DAN PENILAIAN
AUTENTIK