Anda di halaman 1dari 3

Metode MCUA merupakan suatu teknik atau suatu cara yang digunakan

untuk membantu tim dalam mengambil keputusan atas beberapa pilihan atau
alternatif. Alternatif dapat berupa masalah pada langkah penetuan prioritas masalah,
atau pemecahan masalah pada langkah penetapan prioritas pemecahan masalah.
Penggunaan metode MCUA dalam penentuan prioriotas masalah dilaksanakan
apabila pihak perencana belum terlalu siap dalam penyediaan sumber daya, serta
pelaksana program atau kegiatan menginginkan masalah yang diselesaikan adalah
masalah yang ada dimasyarakat.
Tata cara penggunaan Matriks MCUA dalam penentuan prioritas masalah,
dilakukan dengan langkah langkah sebagai berikut :
a. Membuat tabel matriks MCUA
b. Menetapkan kriteria / aspek yang menjadi pertimbangan prioritas masalah
Kriteria tersebut antara lain :
- Besarnya masalah, idealnya dibagi jumlah penduduk yang beresiko
-

(angka relatif / proporsi)


Kegawatannya , apakah masalah tersebut menimbulkan kesakitan

yang parah dan atau kematian, komplikasi, dsb


Penyebarannya/tren, luasnya penyebaran masalah secara geografis

maupun wilayah administratif dan kecepatan penyebarannya.


c. Melakukan pembobotan kriteria
Merupakan pemberian kisaran bobot (nilai) terhadap masing
masing kriteria yang ada. Kriteria ditentukan berdasarkan kesepakatan
tim. Seluruh total bobot jika dijumlahkan adalah sebesar 100%.
d. Membuat skor dari masing-masing masalah
Setiap masalah-masalah yang akan dipilih diberikan skor. Dalam
pemberian skor setiap anggota tim memberikan skor secara subjektif dan
selanjutnya jumlah semua skor dibagi banyaknya jumlah anggota dalam
kelompok.
Kisaran nilai/bobot yang disepakati adalah 1-10. Untuk kegawatan,
semakin gawat suatu masalah kesehatan maka nilai bobotnya semakin
tinggi (skor 10). Untuk besar/jumlah, semakin banyak yang menderita
akibat karena suatu masalah kesehatan maka nilai bobotnya semakin
tinggi (skor 10). Untuk tren, semakin sering suatu masalah kesehatan
muncul, nilai bobotnya semakin tinggi (skor 10).

e. Perhitungan akhir
Masingmasing masalah yang dikalikan dengan bobot untuk tiap
tiap kriteria (S x B) kemudian dijumlahkan dengan hasil perkalian
tersebut.
Fishbone diagram adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi
penyebab masalah. Diagram ini akan menunjukkan sebuah dampak atau akibat dari
sebuah permasalahan, dengan berbagai penyebabnya. Metode ini memungkinkan
untuk mengatasi penyebab, untuk memperbaiki cacat dan memberikan solusi
dengan menggunakan tindakan korektif.
Tata cara pembuatan Fishbone diagram dilakukan dengan langkah langkah
sebagai berikut :
a. Tuliskan masalah kesehatan
Pada tahap ini kelompok mendefinisikan masalah. Menuliskan
masalah kesehatan prioritas dan meletakanya pada kepala ikan. Bila
sesuai, mengidentifikasi siapa yang terlibat, apa masalahnya, dan kapan
dan di mana itu terjadi.
b. Brainstorming
Anggota kelompok mengidentifikasi penyebab atau faktor resiko dari
masalah kesehatan yang ada. Identifikasi ini berdasarkan pengetahuan,
pengalaman, sumber pustaka, dan data pendukung yang ada.
c. Tuliskan ide-ide utama
Saring ide- ide hasil Brainstorming yang merupakan penyebab atau
faktor resiko utama dan klasifikasikan menjadi beberapa kategori.
Kelompok kami memilih menggunakan pendekatan HL Blum dengan 4
kategori yaitu kategori lingkungan, perilaku kesehatan, pelayanan
kesehatan, dan genetik/kependudukan. Kemudian tuliskan penyebab atau
fakto resiko utama yang telah teridentifikasi pada duri-duri besar.
d. Tuliskan penyebab masalah yang lebih spesifik
Melakukan penelusuran akan penyebab masalah yang spesifik pada
duri ikan yang lebih kecil lagi yang merupakan penyebab atau faktor resiko
yang lebih detail.
e. Pengecekan kembali
Kelompok melihat kembali penyebab atau faktor resiko yang tertulis
dengan masalah kesehatan yang ada, apakah relevan atau tidak.

Anda mungkin juga menyukai