Anda di halaman 1dari 6

KAMIS, 12 JUNI 2008

Daur Ulang oli Bekas


Oli bekas yang selama ini kita kenal selama ini selalu kita buang. Ternyata oli bekas bisa
didaur ulang dan bisa dimanfaat kan lagi.
Proses Pengolahan Oli Bekas
Tahap pertama merupakan pemisahan air dari oli bekas, proses ini menghasilkan limbah air
yang berasal dari campuran oli bekas.
Tahap kedua memisahkan kotoran dan aditif nya (penambahan bahan kimia). Tahap ketiga
dilakukan untuk perbaikan warna, mengasilkan bahan dasar pelumas (bdp) dan limbah
lempung. Yang terakhir mengolah bahan dasar menjadi pelumas atau disebut juga dengan
blending.
Tiga Tahapan Daur Ulang oli Bekas
Cara pertama, daur ulang oli bekas menggunakan asam kuat untuk memisahkan kotoran
dan aditif dalam oli bekas. kemudian dilakukan pemucatan dengan lempung. Produk yang
dihasilkan bersifat asam dan tidak memenuhi syarat.
Cara kedua, campuran pelarut alkohol dan keton digunakan untuk memisahkan kotoran dan
aditif dalam oli bekas. Campuran pelarut dan pelumas bekas yang telah dipisahkan di
fraksionasi untuk memisahkan kembali pelarut dari oli bekas. Kemudian dilakukan proses
pemucatan dan proses blending serta reformulasi untuk menghaasilkan pelumas siap pakai.
Cara ketiga. pada tahap awal digunakan senyawa fosfat dan selanjutnya dilakukan proses
perkolasi dan dengan lempung serta dikuti proses hidrogenasi.
Artikel Terkait:
Fungsi aditif dalam minyak pelumas
Sumber: LIPI
http://berita-iptek.blogspot.com/2008/06/daur-ulang-oli-bekas.html

Rabu, 02 Oktober 2013


Proses Pengolahan Daur Ulang Oli Bekas
PROSES PENGOLAHAN DAUR ULANG OLI BEKAS
ABSTRAK
Karya tulis ini ber-Tema-kan tentang Pengolahan Limbah Oli Bekas di
bengkel mobilmaupun motor. Bahwasannya saya ingin mengetahui seberapa
bahaya yang di hasilkan oleh limbah oli bekas dalam kehidupan sehari hari kita
baik pencemaran di air ,tanah ,dan udara. Seiring pertumbuhan penduduk laju
sektor industri pun secara otomatis meningkat pesat. Contoh bengkel mobil dan
motor, dan masih banyak limbah yang kotor dan sangat mencemarkan
membahayakan lingkungan. Dalam kasus ini saya akan membahas pengolahan
daur ulang oli bekas di bengkel mobil maupun motor. Oli kendaraan bermotor
setelah dipakai pastinya akan diganti secara rutin, setelah dipakai banyak orangorang atau ahli mekanik tersebut, kebanyakan membuang oli itu sembarangan.
Perlu kita ketahui oli mungkin masih bisa didaur ulang dengan warna yang hitam
pekat serta bau yang khas. Maka dari situlah saya menganalisis membahas ini
agar masyarakat dapat menyadari ini sebuah masalah yang tidak bisa dipandang
sebelah mata dan perlu penangan yang efektif.
LANDASAN TEORI
Oli bekas adalah limbah yang mengandung logam berat dari bensin atau
mesin bermotor. Apabila logam berat tersebut masuk kedalam tubuh kita dan
terakumulasi, maka akan mengakibatkan kerusakan ginjal, syaraf, dan
penyakit kanker.
Berdasarkan kriteria, oli bekas termasuk kategori limbah B3 (Bahan
Berbahaya dan Beracun). Limbah B3 adalah limbah yang sangat berbahaya,
karena bersifat korosif, mudah terbakar, mudah meledak, reaktif, beracun,
menyebabkan infeksi, iritan, mutagenic, dan radioaktif.
Walaupun peraturan pemerintah tentang pengelolaan daur ulang oli
bekas sudah ada, akan tetapi peraturan tersebut hanya diterapkan di
sektor industri dan pabrik, padahal pencemaran limbah oli bekas tidak hanya di
pabrik saja, akan tetapi dapat kita temui di limbah-limbah rumah tangga, Dan
biasanya limbah-limbah rumah tangga tersebut tidak dikelola dengan baik dan
dibuang di lingkungan sekitar kita. Dari situlah limbah B3 menyebar luas, karena
limbah B3 dapat menyebar melalui tanah, air ,udara, serta Rantai makanan. Dan
Limbah tersebut dapat masuk ketubuh kita melalui kulit, pernafasan,
pencernaan, dan saluran tubuh lainnya.
Kembali ke Limbah Oli bekas, sejalan dengan perkembangan jaman
volume oli bekas terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah
kendaraan bermotor dan mesin-mesin bermotor. Didaerah desa sekalipun, sudah
bisa kita temukan bengkel-bengkel kecil, yang salah satu limbahnya adalah oli

bekas dan bengkel tersebut biasanya juga membuang oli bekas di lingkungan
sekitar (sembarangan). Dengan kata lain, penyebaran oli bekas sudah sangat
luas dari kota besar sampai ke wilayah pedesaan di seluruh Indonesia.
Seharusnya kegiatan yang menghasikan banyak oli bekas harus banyak
dikurangi.
PENDAHULUAN
Karena di latar belakangi oleh Limbah oli bekas, merupakan limbah yang
perlu ditangani secara khusus. Limbah oli bekas dapat diidentifikasikan menurut
sumber dan atau uji karakteristik dan atau uji toksikologi. Hal ini terdapat dalam
PP 85/1999, pasal 7
Oli bekas dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia seperti indusri,
pertambangan, dan usaha perbengkelan. Oli bekas termasuk dalam limbah B3
yang mudah terbakar sehingga bila tidak ditangani pengelolaan dan
pembuangannya akan membahayakan kesehatan mausia dan lingkungan
sekitar.
Pengelolaan oli bekas ini berupaya agar oli bekas yang dihasilkan tidak
mencemari lingkungan dan sifat oli bekas menjadi lebih tidak berbahaya. Selain
itu, pengelolaan oli bekas bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat
dan nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, apabila penanganan oli bekas dilakukan dengan baik, maka
akan bisa memberikan keuntungan bagi si pengelola oli bekas dan juga
pengurangan biaya produksi bagi industri yang memanfaatkan, kembali oli bekas
sebagai pelumas berbagai peralatan, karena oli bekas masih bisa dimanfaatkan
untuk pelumas lagi dengan cara pemakaian yang berbeda dari sebelumnya.
METODE PENULISAN & DATA
Dalam proses pencarian informasi dan untuk mendapatkan data-data yang
dibutuhkan, digunakan metode-metode yakni Studi Pustaka dan Metode
Pencarian di Internet yaitu data-data yang telah diperoleh dari karya tulis ini
menggunakan referensi dari sumber Internet dan buku-buku literature yang
berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
ANALISA DAN PEMBAHASAN
1.

Oli bekas termasuk limbah B3

Berdasarkan kriteria limbah yang dikeluarkan oleh Kementerian


Lingkungan Hidup, oli bekas termasuk kategori limbah B3. Meski oli bekas masih
bisa dimanfaatkan, bila tidak dikelola dengan baik, ia bisa membahayakan
lingkungan. Sejalan dengan perkembangan kota dan daerah volume oli bekas
terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor dan
mesin-mesin bermotor. Didaerah pedesaan sekalipun, sudah bisa ditemukan
bengkel-bengkel kecil, yang salah satu limbahnya adalah oli bekas. Dengan kata

lain, penyebaran oli bekas sudah sangat luas dari kota besar sampai ke wilayah
pedesaan di seluruh Indonesia.
2.

Akibat Pembuangan Oli Bekas

Jika kita bicara material oli pelumas bekas, maka itu tidak hanya
berurusan dengan olinya sendiri, melainkan juga wadah dan saringan oli.
Ketiganya, bila dibuang sembarangan akan menimbulkan masalah lingkungan.
Oli bekas mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah dan air.
Oli bekas itu mungkin saja mengandung logam, larutan klorin, dan zat-zat
pencemar lainnya. Satu liter oli bekas bisa merusak jutaan liter air segar dari
sumber air dalam tanah.
Oli bekas juga dapat menyebabkan tanah kurus dan kehilangan unsur
hara. Sedangkan sifatnya yang tidak dapat larut dalam air juga dapat
membahayakan habitat air, selain itu sifatnya mudah terbakar yang merupakan
karakteristik dari Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
3.

Proses Pengolahan danTiga Tahapan Daur Ulang Oli Bekas

Cara pertama, daur ulang oli bekas menggunakan asam kuat untuk
memisahkan kotoran dan aditif dalam oli bekas. kemudian dilakukan pemucatan
dengan lempung. Produk yang dihasilkan bersifat asam dan tidak memenuhi
syarat.
Cara kedua, campuran pelarut alkohol dan keton digunakan untuk
memisahkan kotoran dan aditif dalam oli bekas. Campuran pelarut dan pelumas
bekas yang telah dipisahkan di fraksionasi untuk memisahkan kembali pelarut
dari oli bekas. Kemudian dilakukan proses pemucatan dan proses blending serta
reformulasi untuk menghaasilkan pelumas siap pakai.
Cara ketiga. pada tahap awal digunakan senyawa fosfat dan selanjutnya
dilakukan proses perkolasi dan dengan lempung serta dikuti proses hidrogenasi.
4.

Mengurangi Limbah Oli Bekas

Untuk mengurangi jumlah oli bekas yang dihasilkan, masyarakat dapat


lebih menggunakan angkutan umum, bersepeda atau berjalan kaki. Berikut
adalah cara untuk mengurangi limbah oli bekas:

- Gunakan sistem drainase dirancang untuk limbah oli bekas.

- Gunakan drip pans untuk menangkap tetesan oli bekas dan


tumpahannya.

Membersihkan tumpahan oli bekas dengan menggunakan sebuah


pengki dan alat pembersih yg terbuat dari bahan karet (bukan menggunakan
sorbents dan menghasilkan limbah yang lain).


Jika sorbents harus digunakan, memilih bahan-bahan yang dapat didaur
ulang, yaitu, dipelintir dan digunakan kembali, dicuci atau dibersihkan, atau
dibakar untuk energi.

Jika memungkinkan, produk pembelian dalam jumlah besar


untuk menghindari penggunaan wadah-wadah kecil yang berlebihan.

Jika menggunakan kontainer plastik liter, desain saluran sistem


pembuangan dan daur ulang wadah plastik
Oli bekas bisa didaur ulang dengan cara berikut:
1. re-use, yang melibatkan mengeluarkan kotoran dari oli dan
menggunakan lagi. Bentuk daur ulang ini tidak mungkin mengembalikan oli ke
bentuuk semula, hanya memperpanjang umurnya.
2. Dimasukkan ke dalam kilang minyak bumi, yang melibatkan minyak
digunakan sebagai bahan baku yang memperkenalkan ke depan baik akhir dari
proses atau coker untuk memproduksi bensin dan kokain.
3. Re-refined, yang melibatkan minyak digunakan untuk menghilangkan kotoran
sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak pelumas baru.
4. Diproses dan dibakar untuk pemulihan energi, yang melibatkan air
menghapus dan partikulat sehingga digunakan minyak dapat dibakar sebagai
bahan bakar untuk menghasilkan panas atau kekuasaan industri operasi. Bentuk
daur ulang tidak seperti lebih sebagai metode yang menggunakan kembali
material karena hanya memungkinkan minyak untuk digunakan kembali sekali.
Meskipun demikian, energi berharga disediakan (kurang lebih sama dengan yang
disediakan oleh minyak pemanas normal).
Kesimpulan & Saran
Pembuangan oli bekas secara sembarangan tanpa diolah terlebih dahulu akan
menimbulkan pencemaran dan berbahaya bagi lingkungan sekitar.

Teknologi refining oli bekas merupakan salah satu cara untuk


meminimalisasi buangan oli bekas.

Sumber :
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?
pil=4&jd=Limbah+B3+dari+Bengkel+Oli+Bekas&dn=2009504003213
http://laginge.wordpress.com/page/2/
http://www.laskar-suzuki.com/2012/07/pengelolaan-limbah-bengkel-dan-olibekas.html#sthash.5h5XwStO.dpuf

Diposkan oleh arief_never be lonely di 05.44


http://rokikopai.blogspot.com/2013/10/proses-pengolahan-daur-ulang-olibekas.html