Anda di halaman 1dari 101

05/19/15

SUATU PROSES BERUPA METODE STUDI


YANG DILAKUKAN OLEH SESEORANG ATAU
KELOMPOK MELALUI PENYELIDIKAN
ATAU PENCARIAN (INQUIRY) SECARA

SISTEMATIS DAN TERORGANISASI


TERHADAP SUATU MASALAH, SEHINGGA
DIPEROLEH PEMECAHAN YANG TEPAT
(PROPOSISI- HYPOTESA).

05/19/15

INVESTIGASI YANG SISTEMATIS, TERKONTROL,


EMPIRIS DAN KRITIS DARI SUATU PROPOSISI
HIPOTESIS MENGENAI HUBUNGAN TERTENTU
ANTAR FENOMENA (KERLINGER DALAM
MUDRAJAD, 2003).
SUATU UPAYA SISTEMATIS & TERORGANISASI
UNTUK MENYELIDIKI SUATU MASALAH YANG
MUNCUL DALAM DUNIA KERJA YANG
MEMERLUKAN SOLUSI (SEKARAN DALAM
MURAJAD, 2003)

05/19/15

MOTIVASI PENELITIAN MERUPAKAN REFLEKSI YG


PROAKTIF & REAKTIF
TUJUAN:
MENINGKATKAN

PENGETAHUAN DAN MEMECAHKAN MASALAH


PENEMUAN, BERARTI DATA YANG DIPEROLEH DARI PENELITIAN ITU
ADALAH DATA YANG BETUL-BETUL BARU YANG SEBELUMNYA BELUM
PERNAH DIKETAHUI
PEMBUKTIAN, BERARTI DATA YANG DIPEROLEH DIGUNAKAN UNTUK
MEMBUKTIKAN ADANYA KERAGU-RAGUAN TERHADAP INFORMASI
ATAU PENGETAHUAN TERTENTU.
PENGEMBANGAN, BERARTI MEMPERDALAM DAN MEMPERLUAS
PENGETAHUAN YANG ADA.

05/19/15

MENURUT ALMACK (1930),


HUBUNGAN ANTARA ILMU DAN
PENELITIAN ADALAH SEPERTI PROSES
DAN HASIL.
PENELITIAN ADALAH PROSES, DAN
ILMU ADALAH HASIL DARI
PENELITIAN
ILMU ADALAH SUATU PENGETAHUAN YANG
SISTEMATIS DAN TERORGANISASI
5

FAKTOR DLM TUBUH MANUSIA DIKENAL DG


PENJAMU (FAKTOR BIOLOGIS,FISIOLOGIS,
PSIKOLOGIS).
BILA BERINTERAKSI DG AGENT (PENYEBAB) ATAU
LINGKUNGAN (KETERPAPARAN), DAN ADA
KETIDAK SEIMBANGAN MAKA TIMBULAH
PENYAKIT.
KESEIMBANGAN DPT SECARA ALAMIAH(TERJADI
REAKSI ANTIGEN-ANTIBODY),ATAU DILAKUKAN
INTERVENSI CONTOH IMMUNISASI (VAKSIN).

PENYEBAB PENYAKIT:

A)KAUSAL PRIMER T.A:

1/ BIOTIS,PENYAKIT INFEKSI .
2/ FISIOLOGIS, HASIL REAKSI DIDALAM TUBUH
(METABOLISME),PENINGKATAN NILAI2 PADA CAIRAN DARAH ATAU
URIN DLL
3/ FISIK, MIS LUKA BAKAR ,RUDA PAKSA,
RADIASI, KIMIAWI, DLSB.
4/ PSIKOLOGIS(KEJIWAAN),LEBIH SERING
DISEBUT PSIKOSOMATIK.
5/DEGENERATIF/USIA LANJUT

B)KAUSAL SEKUNDER, ADA UNSUR LAIN DILUAR

PENYEBAB,YANG SANGAT BERPERAN


(DEMAM BERDARAH,MALARIA,ELEFANTIASIS)

KERENTANAN: .(DAYA IMMUNITAS RENDAH) ADALAH KEADAAN


PEJAMU MEMPUNYAI KONDISI MUDAH DI PENGARUHI ATAU
BERINTERAKSI DG UNSUR PENYEBAB,SEHINGGA TIMBUL PENYAKIT

MENILAI SECARA RASIONAL, MISALNYA


HUBUNGAN PEMINUM ALKOHOL DENGAN
PERLEMAKAN HATI.

APAKAH HUB ASOSIASI MEMILIKI MAKNA


BIOLOGIS MIS PEMBESARAN KELENJAR
THYROID DG PENYAKIT- OSTEOPORESIS.

HUBUNGAN PEMAKAI NARKOTIK DENGAN


HIV/AIDS

BEBERAPA DEFINISI.
METODE IALAH KERANGKA KERJA & BERFIKIR
UTK BERTINDAK ,YG DISUSUN TERATUR, TERARAH,

TERKAIT DG MAKSUD & TUJUAN.


UNSUR METODE: WAWASAN INTELEKTUAL YANG
MEMBUTUHKAN SISTEM MANAJEMEN DAN
MENGHASILKAN

KONSEP.

WAWASAN INTELEKTUAL TERDIRI DARI: KEMAMPUAN


DAYA NALAR, KEMAMPUAN TANGGAP RASA (SENSASI),
KEMAMPUAN CERAPAN (PERSEPTION), DIBANTU OLEH
PENGALAMAN & ILMU PENGETAHUAN.

MENGKAJI, DPT DG CARA MEMBACA,

MENGAMATI, MELAKUKAN SIGI(SURVEY),


MEMBUAT PERCOBAAN LAPANGAN,ATAU
ANALISA LABORATORIUM.
MAKA ADA PENELITIAN PUSTAKA,PENELITIAN
PENGAMATAN (OBSERVASI), LIT GEOGRAFI,
PENELITIAN ANALITIK DG PERCOBAAN
(EXPERIMENTAL).

PERSOALAN ADALAH SEGALA SESUATU YG


DIRASAKAN,DAN MENIMBULKAN KEINGINAN
UTK MEMBAHASNYA, MENCARI JAWABNYA,
ATAU MENETAPKAN CARA UTK MENGATASI.

FAKTA YG DIDUGA, DISEBUT GEJALA,SEDANG


YG PASTI DISEBUT BUKTI (EVIDANCE).
DATA DLM BENTUK ANGKA DISEBUT DATA
KUANTITATIF>< KUALITATIF.

VARIABEL ISTILAH YG BERNILAI NUMERIK DG


MENIMBANG BERAT,PANJANG , LEBAR, MENGHITUNG
JUMLAH,MENETAPKAN FREQUENSI , NILAINYA TIDAK
TETAP,DAPAT BERUBAH-UBAH.

KEHANDALAN DATA:TERUKUR DG
TELITI (ACCURATE), PRECISE ARTINYA
SIMPANGAN ATAU DEVIASI TAK BERARTI.

DATA AKAN BERUBAH TERGANTUNG OBJEK YG


AKAN DINILAI (DATA SESEORANG SEBAGAI KEPALA
KELUARGA & DATA ORANG YG SAMA SEBAGAI
KOMANDAN).

INFORMASI HASIL PENELITIAN MINIMAL T.A:


1) DAYA PENGARUH TERHADAP : INPUT; PROSES; OUT PUT; DG
LINGKUNGAN NYA.
2) DAYA PENGARUH TEMPAT:LOKASI, AREAL, REGIONAL DG
LINGKUNGANNYA MIS: FISIK, BIOLOGIK, SOS,EKO.
3) DAYA PENGARUH WAKTU: PERMANEN,TEMPORAL, BERULANG

PERSOALAN & SEGI YG DITINJAU HRS


DIUNGKAPKAN DG JELAS.

MENAMPILKAN KEPENTINGAN PERSOALANNYA.


RUANG LINGKUP HRS JELAS, TETAPI FOKUS, TAK
MELEBAR;UTK MEMUDAHKAN MEN-JABAR-KAN
SUBJEKNYA SECARA JELAS & KHUSUS.

DISAJIKAN TERSUSUN BERDASARKAN KAJIAN


YG DIPERTAHANKAN
SUSUNAN URAIAN HRS MENARIK, DG URUTAN
NALAR YG MUDAH DIIKUTI,DG TATA BAHASA
YG BAIK, MAMPU MERANGSANG PEMBACA
ATAU PENDENGARNYA.

KESIMPULAN:
HRS TERKAIT DG MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
DAN TAK BER ASUMSI BERLEBIHAN.
URAIAN DIBAGI DLM BAGIAN2 YG URUTANNYA DPT
MENGARAH KE INTI KAJIAN SETAHAP DEMI SETAHAP.
PENDAPAT KHUSUS MERUPAKAN HASIL DARI
PEMBAHASAN.

ADANYA IMPLEMENTASI DALAM PEMECAHAN


PERSOALAN SEJENIS.
ADANYA MANFAAT YG DIPEROLEH DARI HASIL
PENELITIAN BAIK YG LANGSUNG MAUPUN TAK
LANGSUNG.
ADANYA UPAYA PENGEMBANGAN PENELITIAN
APABILA DIPERLUKAN.

I/.PEMBABAKAN TULISAN.

TIAP BAGIAN DAPAT BERKAITAN DENGAN BAGIAN SEBELUM &


SESUDAHNYA, DAN TERSUSUN SEBAI BERIKUT:
A) PENDAHULUAN(PENGANTAR)
B) TUBUH TULISAN:
1.TINJAUAN PUSTAKA.
2.SIFAT OBJEK PENELITIAN(BAHAN LIT/KEADAAN WILAYAH )
3.METODE PENELITIAN.
4.HASIL PENELITIAN.
5.PEMBAHASAN.
C) KESIMPULAN(BOLEH DITAMBAH PENDAPAT ATAU SARAN)

II/.FUNGSI TIAP BAGIAN


A. PENDAHULUAN: MENGURAIKAN LATAR BELAKANG:
PEMILIHAN PERSOALAN;MAKSUD;TUJUAN DAN RUANG
LINGKUP PENELITIAN; KETERBATASAN; PENGERTIAN2
(ASUMSI);TEORI&HIPOTESA.
B.TUBUH TULISAN
1) TINJAUAN PUSTAKA:
MENJELASKAN INTISARI PENGALAMAN YG TERKAIT
DG PENELITIAN TERDAHULU,DAN NILAI INFORMASI
DARI BAHAN PUSTAKA DIBANDINGKAN HASIL
PENELITIAN.
2). SIFAT OBJEK PENELITIAN:
MENJELASKAN KEHUSUSAN PERSOALAN YG DIPILIH
DG MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN; MENUNJUKAN
FAKTOR2 YG BERKAITAN DG OBJEK PENELITIAN.

3).

METODOLOGI PENELITIAN:

BAB INI DPT DIPECAH BEBERAPA PASAL:


a)PSL PERTAMA, MENGURAIKAN TATA KERJA
LAPANGAN MIS: DAERAH KERJA,PENGUMPULAN
SAMPEL ,MACAM SAMPEL, PEMILIHAN PARAMETER
TEHNIK PENGAMATAN PARAMETER.
b)PASAL KEDUA: MENGURAIKAN TATA KERJA LABORA TORIUM ,
STUDIO/PERCOBAAN(RUMAH KACA DAN/ STATSIUN LAPANGAN).

c)PASAL KETIGA: MENGUTARAKAN PENGOLAHAN DATA,


TERMASUK ANALISA MATEMATIKA DAN STATISTIK;
PENJELASAN PENGUJIAN HIPOTESA

4). HASIL PENELITIAN:


MEMUAT DATA MENTAH DAN YG SUDAH DIOLAH.
KALAU DATA MENTAH TERLALU BANYAK,PINDAHKAN KE
LAMPIRAN.
HASIL OLAHAN DPT BERUPA TABEL,DIAGRAM, KURVA.
BILA PERLU DITAMPILKAN FOTO2.

). PEMBAHASAN:

MEMUAT PENAFSIRAN MAKNA HASIL


PENELITIAN, DG MAKSUD UTK
MENJAWAB HIPOTESA &IMPLIKASI
ATAS TEORI ATAU KAIDAH YANG
BERLAKU SEKARANG.
JUGA DALAM PEMBAHASAN AKAN
DISAMPAIKAN TENTANG PERSOALAN2 YG
MEMERLUKAN PENELITIAN LEBIH
LANJUT.
KADANG2 PEMBAHASAN DISATUKAN DG
HASIL PENELITIAN BILA TAK TERLAMPAU
PANJANG

C. KESIMPULAN:
MENYAMPAIKAN PENDAPAT KHUSUS BERDASARKAN
HASIL PEMBAHASAN ANTARA LAIN:

1)YANG MERAGUKAN ATAU MEMASTIKAN TEORI, ATAU


KAIDAH YG BERLAKU SEKARANG.

2) IMPLEMENTASI PEMECAHAN PERSOALAN SEJENIS.

3) MANFAAT YG DPT DIPETIK DARI HASIL PENELITIAN


BAIK YG LANGSUNG MAUPUN TAK LANGSUNG,JUGA
ARAH PENGEMBANGAN PENELITIAN YG DIPERLUKAN.

D). RINGKASAN (TAK SAMA DG KESIMPULAN)


1) DIPERLUKAN PEMBACA YG MINAT, TAPI TAK MAU
MEMBACA KESELURUHAN.
2) PERLU UTK INTERDISIPLIN ILMU, RINGKASAN, PERASAN
DARI URAIAN YG MEMUAT HAL2 YG PALING POKOK TIAP
BAGIAN.
3) ADA RINGKASAN YG MEMUAT GARIS2 BESAR
KESIMPULAN PLUS REKOMENDASI.
4) ADA PULA RINGKASAN YG DIPERPANJANG UTK
EXECUTIVE SUMMARY (PEJABAT), ATAU UNTUK
KOMUNIKASI INTERNASIONAL, DENGAN MENGGUNAKAN
BAHASA INGGRIS

III/. RAGAM PENULISAN&NADA UNGKAPAN.


A).PENDAHULUAN:
RAGAM NARASI(MECERITAKAN); NADA INFORMATIF.
B).TINJAUAN PUSTAKA: RG.NARASI; ND.INFORM
C).SIFAT OBJEK LIT:
RG.DESKRIPSI(MENGURAIKAN GAMBARAN); N.INFORM.
D).METODELOGI: RG.DESKRIPSI; ND.INFORM.
E).HASIL LIT: RG.EKSPOSE(PENJELASAN TERPERINCI); ND.INFORM
.

F).PEMBAHASAN: RG.ARGUMENTASI(ALASAN); ND.EKSPRESIF


G).KESIMPULAN:
RG.NARASI, EKSPOSI (PENJELASAN TERPERINCI )
ARGUMENTASI(ALASAN),DAN NADA EKSPRESIF ,
DIREKTIF (DIDAHULUI KATA HARUS ATAU PERLU),
PERSUASIF(DIDAHULUI KATA SEBAIKNYA,HENDAKNYA).
EKSPRESI=PERNYATAAN;

V/.PENJATAHAN RUANG TULIS


PENDAHULUAN: 10%;
TINJAUAN PUSTAKA: 10%
OBJEK PENELITIAN &METODOLOGI PENELITIAN: 5%;
HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN 70%
KESIMPULAN,SARAN & RINGKASAN: 5%.
PENJATAHAN INI TIDAK BAKU.

VI/.JUDUL
SYARAT:1)RINGKAS (16 HURUF);
2)MEMBERIKAN GAMBARAN TTG POKOK PERSOALAN
RUANG LINGKUP KAJIAN & SUDUT PANDANG YG
DIGUNAKAN.
3)MENUNJUKAN ASAS PENGHAMPIRAN/LINGKUNGAN
(FISIK,BIOLOGIK, SOSEK)

BERDASARKAN RUANG LINGKUP : PENELITIAN


KLINIS, PEN LAPANGAN, PEN LABORATORIUM.

BERDASARKAN WAKTU : 1)CROSS-SECTIONAL,


(SINGKAT),RETROSPEKTIF.2) LONGITUDINALE :
PROSPEKTIF & RETROS.

BERDASARKAN SUBSTANSI : PENELITIAN DASAR


DAN PENELITIAN TERAPAN.

BERDASARKAN ADA TIDAKNYA ANALISIS


HUBUNGAN ANTAR VARIABEL : PENELITIAN
DESKRIFTIF DAN PENELITIAN ANALITIK

05/19/15

PENELITIAN MENURUT TUJUAN:


1. PENELITIAN DASAR /PENELITIAN MURNI (BASIC
RESEARCH); DAN
2. PENELITIAN TERAPAN.
PENELITIAN DASAR:
PENELITIAN UNTUK PENGEMBANGAN ILMU
PENGETAHUAN DAN TIDAK SECARA LANGSUNG
BERTUJUAN UNTUK MEMECAHKAN SUATU
MASALAH ATAU UNTUK MENGETAHUI KONSEP
TERTENTU SECARA LEBIH MENDALAM.(PANAS DPT

DISEBABKAN:MALARIA,TYPHUS,DENGUE DAN INFEKSI LAIN, ARTINYA


UTK KEPASTIAN ADA PEMERIKSAAN LAB,AGAR PENGOBATAN BENAR)

25

05/19/15

PENELITIAN TERAPAN (APPLIED RESEARCH),


MERUPAKAN PENELITIAN YANG MENYANGKUT
APLIKASI TEORI UNTUK MEMECAHKAN
PERMASALAHAN TERTENTU.
ADA 3 MACAM CONTOH PENELITIAN TERAPAN:
1. PENELITIAN EVALUASI: PENELITIAN YANG
DIHARAPKAN DAPAT MEMBERIKAN MASUKAN
ATAU MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN
TENTANG NILAI RELATIF DARI DUA ATAU LEBIH
ALTERNATIF TINDAKAN

26

05/19/15

2. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

(RESEARCH AND DEVELOPMENT): PENELITIAN


YANG BERTUJUAN UNTUK MENGEMBANGKAN
PRODUK SEHINGGA PRODUK TERSEBUT
MEMPUNYAI KUALITAS YANG LEBIH TINGGI.

3. PENELITIAN TINDAKAN
(ACTION RESEARCH): PENELITIAN YANG
DILAKUKAN UNTUK SEGERA DIPERGUNAKAN
SEBAGAI DASAR TINDAKAN PEMECAHAN
MASALAH YANG ADA.(5 W+ 1 H)

27

05/19/15

PENELITIAN MENURUT METODE:


1) PENELITIAN SURVEI:
PENELITIAN YANG DILAKUKAN PADA POPULASI
BESAR MAUPUN KECIL, TETAPI DATA YANG
DIPELAJARI ADALAH DATA SAMPEL YANG
DIAMBIL DARI POPULASI TERSEBUT.
DILAKUKAN UNTUK MENGAMBIL SUATU
GENERALISASI DARI PENGAMATAN YANG TIDAK
MENDALAM.
CONTOH: PENELITIAN UNTUK MENGUNGKAPKAN
KECENDERUNGAN MASYARAKAT DALAM
MENGKONSUMSI JENIS MINUMAN.

28

05/19/15

2). PENELITIAN EX POST FACTO:


PENELITIAN YANG DILAKUKAN UNTUK MENELITI
PERISTIWA YANG TELAH TERJADI DAN KEMUDIAN
MERUNUT KE BELAKANG UNTUK MENGETAHUI
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENIMBULKAN
KEJADIAN TERSEBUT.
CONTOH: PENELITIAN UNTUK MENGUNGKAPKAN
SEBAB TERJADINYA PENURUNAN PRODUKTIVITAS
PENJUALAN.

29

05/19/15

3). PENELITIAN EKSPERIMEN


PENELITIAN YANG BERUSAHA MENCARI
PENGARUH VARIABEL TERTENTU
TERHADAP VARIABEL YANG LAIN DALAM
KONDISI YANG TERKONTROL SECARA KETAT.
PENELITIAN EKSPERIMEN INI PADA UMUMNYA
DILAKUKAN PADA LABOLATORIUM.
MISAL: PENGARUH UNSUR KIMIA TERTENTU
TERHADAP KELEZATAN MAKANAN.

30

05/19/15

4). PENELITIAN NATURALISTIC:


METODE PENELITIAN INI DISEBUT
JUGA METODE KUALITATIF.
PENELITIAN YANG DILAKUKAN PADA
KONDISI OBJEK ALAMIAH (LAWAN
DARI EKSPERIMEN)
MISALNYA: PENELITIAN UNTUK
MENGUNGKAPKAN MAKNA UPACARA
RITUAL ATAU ADANYA SESAJI
TERHADAP KEBERHASILAN BISNIS.
31

05/19/15

5). PENELITIAN KEBIJAKAN


PENELITIAN INI DIMULAI KARENA ADANYA MASALAH
OLEH PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN PADA SUATU
ORGANISASI.
SUATU PENELITIAN TERHADAP MASALAH-MASALAH
SOSIAL YANG MENDASAR, SEHINGGA TEMUANTEMUANNYA DAPAT DIREKOMENDASIKAN KEPADA
PEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK BERTINDAK SECARA
PRAKTIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH.
1) PENELITIAN TENTANG SISTEM PENGGAJIAN
KARYAWAN,
2) JENIS BARANG APA YANG PERLU DIPRODUKSI
SECARA BESAR-BESARAN.
32

05/19/15

6). PENELITIAN TINDAKAN


PENELITIAN YANG BERTUJUAN UNTUK
MENGEMBANGKAN METODE KERJA YANG
PALING EFISIEN, SEHINGGA BIAYA PRODUKSI
DAPAT DITEKAN DAN PRODUKTIVITAS DAPAT
MENINGKAT.
CONTOH:
PENELITIAN UTK MEMPERBAIKI PROSEDUR
DAN METODE KERJA DALAM PEMBUATAN
SUATU JENIS MAKANAN YANG DIPRODUKSI
MASAL.(PENGARUH THD PROSES)
33

05/19/15

7). PENELITIAN EVALUASI:


(SUDAH DI JELASKAN SEBELUMNYA)
8). PENELITIAN SEJARAH:
BERKENAAN DENGAN ANALISIS YANG LOGIS TERHADAP
KEJADIAN-KEJADIAN DIMASA LALU.
PENELITIAN INI GUNANYA ADALAH UNTUK MEREKONSTRUKSI
KEJADIAN MASA LALU SECARA SISTEMATIS DAN OBJEKTIF.
PENELITIAN INI UNTUK MENJAWAB TENTANG : KAPAN KEJADIAN
ITU BERLANGSUNG, SIAPA PELAKU-PELAKUNYA, DAN BAGAIMANA
PROSESNYA.
CONTOH: PENELITIAN UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN
BISNIS DI INDONESIA ANTARA TAHUN 1600 S/D 1945.

34

05/19/15

TINGKAT EKPLANASI ADALAH


TINGKAT PENJELASAN.
DIMAKSUDKAN UNTUK
MENJELASKAN KEDUDUKAN
VARIABEL YANG DITELITI SERTA
HUBUNGAN ANTARA SATU VARIABEL
DENGAN VARIABEL YANG LAIN.

35

05/19/15

PENELITIAN YANG DILAKUKAN UNTUK


MENGETAHUI NILAI VARIABEL MANDIRI,
BAIK SATU VARIABEL ATAU LEBIH TANPA
MEMPERBANDINGKAN ATAU
MENGHUBUNGKAN DENGAN VARIABEL
LAIN.
SUATU PENELITIAN YANG BERUSAHA UNTUK
MENJAWAB PERTANYAAN SEPERTI:
BAGAIMANA PROFIL PELAKU BISNIS DI
INDONESIA, BAGAIMANA ETOS KERJA DAN
PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. X, DLL.
(INPUT)
36

05/19/15

PENELITIAN YANG BERSIFAT


MEMBANDINGKAN. PADA PENELITIAN
INI, VARIABELNYA MASIH MANDIRI
TETAPI UNTUK SAMPEL YANG LEBIH
DARI SATU ATAU DALAM WAKTU YANG
BERBEDA.
CONTOH:
ADAKAH PERBEDAAN KEUNTUNGAN ANTARA
BUMN DENGAN SWASTA. ADAKAH PERBEDAAN
LABA TAHUN 2007 DENGAN 2008?
37

05/19/15

PENELITIAN YANG BERTUJUAN UNTUK


MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA DUA
VARIABEL ATAU LEBIH.
PENELITIAN INI MEMPUNYAI TINGKATAN
YANG TERTINGGI JIKA DIBANDINGKAN
DENGAN JENIS PENELITIAN DESKRIPTIF DAN
KOMPARATIF.
DENGAN PENELITIAN INI DAPAT DIBANGUN
TEORI YANG DAPAT BERFUNGSI UNTUK
MENJELASKAN,ATAU MERAMALKAN, DAN
MENGONTROL SUATU GEJALA.
PADA PENELITIAN INI MINIMAL TERDAPAT DUA
VARIABEL YANG DIHUBUNGKAN.
38

05/19/15

1. HUBUNGAN SIMETRIS:
SUATU BENTUK HUBUNGAN KARENA
MUNCULNYA BERSAMA-SAMA,
MISALNYA ADA HUBUNGAN ANTARA
DATANGNYA KUPU-KUPU DENGAN
TAMU. JIKA ADA KUPU-KUPU MASUK
RUMAH, DIRAMALKAN AKAN ADA
TAMU YANG AKAN DATANG.
SEBETULNYA YANG MENYEBABKAN
TAMU DATANG, BUKANLAH KUPUKUPU.
39

05/19/15

2. HUBUNGAN KAUSAL
HUBUNGAN SEBAB AKIBAT. BILA (X)
MENINGKAT, MAKA Y AKAN MENINGKAT
JUGA.
CONTOH: BILA GAJI PNS DAN PEGAWAI
SWASTA NAIK, MAKA DAYA BELI
MEREKA AKAN NAIK PULA.
40

05/19/15

3. HUBUNGAN INTERAKTIF/TIMBAL BALIK


(RESIPROCAL):
HUBUNGAN YG SALING MEMPENGARUHI.
BILA PENGELUARAN UNTUK IKLAN NAIK,
MAKA NILAI PENJUALAN AKAN NAIK.
BILA NILAI PENJUALAN NAIK, MAKA BIAYA
UNTUK IKLAN JUGA AKAN NAIK.

41

05/19/15

JUDUL PENELITIAN DESKRIPTIF:


1. KINERJA BUMN TAHUN 2008
2. KERUGIAN PEDAGANG DI JAKARTA AKIBAT
KERUSUHAN
. JUDUL PENELITIAN KOMPARATIF:
1. PERBANDINGAN KINERJA BUMN DENGAN
PERUSAHAAN SWASTA
2 PERBANDINGAN KERUGIAN PEDAGANG DI JAKARTA

DENGAN PEDAGANG DI SOLO AKIBAT KERUSUHAN

42

05/19/15

JUDUL ASOSIATIF:
1. PENGARUH IKLAN TERHADAP NILAI
PENJUALAN.
2. HUBUNGAN ANTARA STATUS EKONOMI
MASYARAKAT DENGAN DAYA BELI.
3. PENGARUH PERAN DIREKSI, KOMITE AUDIT,
TERHADAP PELAKSANAAN GOOD CORPORATE
GOVERNANCE (GCG)

43

05/19/15

PENELITIAN HARUS BERKISAR DI SEKELILING


MASALAH YANG INGIN DIPECAHKAN;

PENELITIAN HARUS MENGANDUNG UNSUR


ORIGINALITAS;

PENELITIAN HARUS DIDASARKAN PADA


PANDANGAN INGIN TAHU;

PENELITIAN HARUS DILAKUKAN DENGAN


PANDANGAN TERBUKA;(DATA VALID +AKURAT)
44

05/19/15

PENELITIAN BERTUJUAN UNTUK MENEMUKAN


GENERALISASI ATAU DALIL;

PENELITIAN MERUPAKAN STUDI TENTANG


SEBAB AKIBAT;

PENELITIAN HARUS MENGGUNAKAN DATA VALID


DAN PENGUKURAN YANG AKURAT;

PENELITIAN HARUS MENGGUNAKAN TEKNIK


YANG SECARA SADAR DIKETAHUI.(METODE)
45

05/19/15

ADANYA KESADARAN MASYARAKAT TENTANG


PENTINGNYA PENELITIAN UNTUK SUATU
NEGARA ATAU DAERAH;
HARUS ADA SARANA DAN PEMBIAYAAN YANG
CUKUP;
HASIL PENELITIAN HARUS DENGAN SEGERA
DITERAPKAN;
HARUS ADA KEBEBASAN DALAM MELAKUKAN
PENELITIAN;
PENELITIAN HARUS MEMPUNYAI KUALIFIKASI
YANG DIPERLUKAN.(ADA ETICAL CLEARENCE)

RISET

EKSPERIMEN

OBSERVASI

POTONG LINTANG
KROS-SEKSIONAL
(GEMUK-BIAYA KES)
KORELASI

KASUS KONTROL RETROSPEKTIF


,MEMBANDINGKAN YG SAKIT/OUT
COME DG TAK SAKIT YG SAKIT

JARANG KANKER (RESIKO)


DICARI PENYEBAB?, FAKTOR
BANYAK (PEROKOK),

LONGITUDINAL

KOHORT PROSPEKTIF
MELIHAT YG TERPAPAR
DG YANG TAK TERPAPAR,
RESIKONYA APA?
FAKTOR JARANG
(ASBESTOSIS)YG

SAKIT BANYAK
MISALNYA ASMA

RETROSPEKTIF; YG SUDAH SAKIT, DIBANDING


DG YG TIDAK SAKIT MEMASTIKAN
PENYEBABNYA, MEMAKAI DATA SEKUNDER,
KASUS KONTROL
PROSPEKTIF ; PENELITIAN PD KELOMPOK
TERPAPAR (BERISIKO),MIS:
PEROKOK,PEMINUM ALKOHOL,KONSUMER
DRUG ABUSE DLL DENGAN YG TIDAK
TERPAPAR,SAMPAI TERJADI PENYAKIT.(LAMA)
PENELITIAN SEPERTI INI DISEBUT KOHORT.STD

MENENTUKAN BESARNYA MASALAH


MENGUNGKAP HUBUNGAN KAUSAL. BILA
JAWABAN POSITIF SEBAB AKIBAT MAKA
DILAKUKAN INTERVENSI UNTUK
MENGURANGI/MENGHILANGKAN MASALAH
MEMECAHKAN MASALAH ( TERAPAN)

RASA INGIN

TAHU MANUSIA
BERTANYA : 5 W DAN 1 H
APA ADA HUBUNGAN DENGAN ILMU
PENGETAHUAN?
RANCANGAN PENELITIAN APA YANG
AKAN DIGUNAKAN UTK MENJAWAB
PERTANYAAN PENELITIAN?

PROFESIONAL K3 YANG BEKERJA PADA KOMUNITAS


PEKERJA YANG MEMILIKI RESIKO, HARUS MENGETAHUI
BERBAGAI MASALAH K-3, MELALUI PERTANYAAN YANG
DIKENAL DENGAN 5 W; 1 H :
APA MASALAH

K3 ? APA PENYEBABNYA?
SIAPA YANG TERKENA?
DIMANA TERJADINYA?
MENGAPA TERJADI?
KAPAN TERJADINYA?BERAPA LAMA?
BERULANG?
BAGAIMANA PENYEBARANNYA?
APA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI?

PERTANYAAN PENELITIAN OUTCOME


PENELITIAN YANG TELAH ADA SIMILAR
STUDY
PREVALENSI PENYAKIT ; TINGGI ATAU
RENDAH
FASILITAS, WAKTU & BIAYA YG TERSEDIA

SEJAK AWAL PERLU INTERVENSI ATAU


TIDAK

BILA PENELITIAN MEMILIH STUDI


OBSERVASIONAL, AKAN MENGADAKAN
SEWAKTU ATAU FOLLOW-UP

TENTUKAN RETROSPEKTIF ATAU


PROSPEKTIF

1. SELECTION, ANALYSIS AND


STATEMENT OF RESEARCH PROBLEM

4. RESEARCH METHODOLOGY

5. WORK PLAN

2. LITERATURE REVIEW

3. FORMULATING OF OBJECTIVES

6. PLAN FOR PROJECT ADMINISTRATION


AND UTILIZATION OF THE RESULT

8. PROPOSAL SUMMARY
7. BUDGET

DESKRIPTIF

LAPORAN KASUS
SERI KASUS
KROS-SEKSIONAL, SURVEI, STUDI PREVALENS

ANALITIK

KASUS-KONTROL
KOHORT
EKSPERIMEN / INTERVENSI
SURVIVAL ANALYSIS

LAPORAN
SERI

KASUS

KASUS

KROS

SEKSIONAL /
SURVEI

TUJUAN : MENDAPATKAN GAMBARAN KEADAAN


SUATU DATA/POPULASI/SAMPEL
GUNA :
MENDAPATKAN GAMBARAN FAKTOR RISIKO DAN
RIWAYAT PENYAKIT SUATU POPULASI TERTENTU
MENDAPATKAN HIPOTESA UN/PEN. ANALITIK
MENDAPATKAN PREVALENSI
IDENTIFIKASI MASALAH
PRELIMINARY(PREPARATION) RISET
EXPLORATIF STUDI

KEUNTUNGAN :
MEMBANTU MEMPERKAYA ANALISA
BILA HASIL BERMAKNA STUDI ANALITIK

KELEMAHAN :
TIDAK MENGGAMBARKAN HUBUNGAN
SEBAB AKIBAT, TIDAK MEMILIKI KONTROL

DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI


TENTANG KARAKTERISTIK
MENGENAI:
1. MANUSIA (PERSON)
2. TEMPAT (PLACE) , DIMANA PENYAKIT
TERJADI
3. WAKTU (TIME), FREKUENSI PENYAKIT
DARI WAKTU KE WAKTU

A). ORANG

SIAPA YANG TERKENA PENYAKIT ?


* UMUR, JENIS KELAMIN, AGAMA,
RAS
* TINGKAT PENDIDIKAN,STATUS
PERNIKAHAN,PEKERJAAN

B). TEMPAT
WILAYAH/LOKASI MANA YANG
MEMPUNYAI PREVALENSI TERTINGGI /
TERENDAH ?
* PERBANDINGAN WILAYAH
INTERNATIONAL
* VARIASI WILAYAH DI SUATU NEGARA
* VARIASI PER WILAYAH DI SUATU
KOTA
(RT, RW)

C). WAKTU
APAKAH FREKUENSI PENYAKIT PADA SAAT INI
BERBEDA DENGAN WAKTU LAMPAU ?
TREND

MORTALITAS

TREND MORBIDITAS
INSIDENS &PREVALENSI DARI WAKTU KE
WAKTU

BERDASARKAN WAKTU
Survey

Case-control

Historical
Cohort

TODAY

Cohort

PERUBAHAN FAKTOR PEJAMU

DARI 10 FAKTOR PEJAMU YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA


PENYAKIT DAN/ATAU TRANSISI EPIDEMIOLOGI, YANG PALING
BERPERAN ADALAH:

GOLONGAN UMUR, PENDUDUK LANJUT USIA BERTAMBAH,


PENYAKIT DEGENERATIF MENINGKAT
TINGKAT PENDIDIKAN LEBIH BAIK, PENYAKIT INFEKSI BERKURANG
KEADAAN SOSIAL EKONOMI LEBIH BAIK, PENYAKIT GIZI LEBIH
MENINGKAT ATAU DAPAT JUGA MENURUN.
MEKANISME PERTAHANAN TUBUH, TERKAIT DENGAN
MUNCULNYA RESISTENSI TERHADAP PENGGUNAAN PELBAGAI
MACAM OBAT (MALARIA, INFEKSI SALURAN NAFAS DSB)

PERUBAHAN FAKTOR BIBIT PENYAKIT

APABILA TERMASUK DALAM GOLONGAN BIOTIK, MUNCULNYA


TRANSISI EPEDEMIOLOGI DITENTUKAN OLEH PERUBAHAN
PADA EMPAT SIFAT YANG DIMILIKINYA:

PATOGENICITY
VIRULENSI
ANTIGENICITY
INFECTIVITY
PENYAKIT DEMAM BERDARAH PADA SAAT INI TIDAK HANYA
MENYERANG ANAK-ANAK, TETAPI JUGA ORANG DEWASA
PENULARAN PENYAKIT FLU BURUNG TIDAK LAGI DARI
UNGGAS KE MANUSIA, TETAPI JUGA ANTAR MANUSIA (?)

PERUBAHAN FAKTOR LINGKUNGAN

LINGKUNGAN FISIK

PENCEMARAN UDARA, AIR DAN TANAH MENIMBULKAN


BERBAGAI PENYAKIT KANKER

LINGKUNGAN NON FISIK


KEHIDUPAN PERKOTAAN YANG KERAS MENIMBULKAN
BANYAK KELAINAN JIWA
MOBILISASI PENDUDUK YANG TINGGI MENIMBULKAN
BANYAK KECELAKAAN LALU LINTAS
POLA HIDUP YANG KURANG AKTIF MENIMBULKAN
BANYAK PENYAKIT DEGENERATIF

MERUPAKAN DASAR DARI STUDI


DESKRIPTIF PERORANGAN
BERISI LAPORAN LENGKAP DARI
SESEORANG ATAU BEBERAPA KLINIKUS
MENGENAI PROFIL SEORANG PENDERITA.

MERUPAKAN STUDI YG PALING BANYAK DIMUAT


DI DALAM MAJALAH KEDOKTERAN, BIASANYA
MEREKAM KEJADIAN YG LANGKA DAN DAPAT
MERUPAKAN AWAL DARI PENEMUAN KASUS
BARU. MISALNYA AIDS.

GAMBARAN DARI BEBERAPA PENDERITA


DENGAN PENYAKIT YANG SAMA.

DARI LAPORAN KASUS DAN SERI KASUS


DAPAT DIKETAHUI ADANYA PENYAKIT
BARU &KEMUDIAN DIFORMULASIKAN
MENJADI SUATU HIPOTESIS,

STUDI KASUS-KONTROL
STUDI EPIDEMIOLOGI, ANALITIK,
OBSERVASIONAL
BERSIFAT RETROSPEKTIF
TERDIRI DARI 2 KELOMPOK, KELP- KASUS
DAN KELOMPOK KONTROL

KELP. KASUS KELP. YG MENGALAMI RESIKO


OUTCOME (SAKIT, GEJALA PENYAKIT/RESIKO,DLL)
KELP. KONTROL KEL YG TIDAK MENGALAMI
RESIKO / OUTCOME (SAKIT,GEJALA PENYAKIT DLL)
HASIL KEDUA KELOMPOK MENGENAI PAJANAN
(HAZARD) MISALNYA ROKOK TERHADAP SUATU
PENYAKIT BANDINGKAN KEDUA KEL TSB.

METODE KROS-SEKSIONAL/ TRANSVERSAL


METODE KROS SEKSIONAL ADALAH SUATU PENDEKATAN YANG
DIPERGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN PENELITIAN BEBERAPA
KELOMPOK INDIVIDU DALAM JANGKA WAKTU YANG RELATIVE
SINGKAT.
ATAU METODE KROS-SEKSIONAL MENYELIDIKI KELOMPOK ORANG
DENGAN TINGKATAN USIA YANG BERBEDA-BEDA.
LEBIH SERING MENGAMBIL KELOMPOK ORANG DARI TINGKATAN UMUR
YANG BERURUTAN, AKHIRNYA DAPAT DIKETEMUKAN GAMBARAN
MENGENAI PROSES PERKEMBANGAN BEBERAPA ASPEK KEPRIBADIAN
SESEORANG.

STUDI PREVALENS; SURVEI DAPAT MENGHITUNG

PREVALENS SUATU PENYAKIT (JUMLAH KASUS YANG ADA; BARU


DAN LAMA)

PENILAIAN SEWAKTU TERHADAP INDIVIDU DALAM KELOMPOK


TENTANG ADANYA PENYAKIT DAN PAJANAN TERHADAP SUATU
FAKTOR RISIKO.

TIDAK DIKETAHUI MANA YG TERJADI LEBIH DAHULU, PAJANAN


YG DIIKUTI PENYAKIT, ATAU SEBALIKNYA.

PAJANAN: SUATU AGENT/KONDISI YG DPT


MEMPENGARUHI KESEHATAN SESEORANG BILA
TERJADI KONTAK DENGANNYA

CONTOH PAJANAN: BERKAITAN DG HYGIENE


INDUSTRI, ERGONOMI, PHBS DLL.

HASIL STUDI KROS-SEKSIONAL DAPAT


DIGUNAKAN UNTUK PERENCANAAN
PROGRAM KESEHATAN MISALNYA:
1)PERENCANAAN TENAGA KESEHATAN
2) MENENTUKAN POPULASI TARGET
3) SASARAN PENYULUHAN /
PROGRAM PENCEGAHAN

B. METODE LONGITUDINAL.
METODE LONGITUDINAL ADALAH PENDEKATAN DALAM
PENELITIAN YANG DILAKUKAN DENGAN CARA
MENYELIDIKI DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA.
DENGAN PENDEKATAN INI BIASANYA DITELITI BEBERAPA
ASPEK TINGKAH LAKU PADA SATU ATAU DUA ORANG
YANG SAMA DALAM WAKTU BEBERAPA TAHUN.
DENGAN INI AKAN DIPEROLEH GAMBARAN ASPEK
PERKEMBANGAN SECARA MENYELURUH.

LONGITUDINAL TERDIRI DARI:

CASE CONTROL
FAKTOR

BANYAK, ROKOK/PEROKOK
OUTCOME JARANG KANKER PARU

COHORT
FAKTOR

JARANG, ASBES/PENYEBAB
OUTCOME BANYAK ---- ASMA

CONTOH
PENELITI INGIN MENILAI APAKAH ASI EKSKLUSIF LEBIH
MAMPU MENCEGAH TERJADINYA DIARE DIBANDINGKAN
DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN ASI EKSKLUSIF
KEMUNGKINAN YANG TERJADI ADALAH :
PENILAIAN: HASIL POSITIF(DIARE) ---HASIL NEGATIF TAK DIARETIDAK DIKETAHUI KEADAANNYA BILA:RESPONDEN PINDAH,
PULANG PAKSA, ATAU SEBAB2 LAIN

DIAMATI SELAMA PERIODE WAKTU TERTENTU ( MISALNYA 5 TAHUN)

DIMULAI DARI PENENTUAN KAUSA


(YG SUDAH DIKIETAHUI MISALNYA PAJANAN
ASBES YG JARANG), DIIKUTI SELAMA PERIODE
TERTENTU UNTUK MENCARI ADA TIDAKNYA

EFFECT/OUTCOME MISALNYA ASMA

TIDAK ADA INTERVENSI SELAMA PENELITIAN,


(ALAMIAH)

STUDI EPIDEMIOLOGI, ANALITIK, OBSERVASIONAL


TERDIRI DARI 2 GRUP,

KELOMPOK TERPAJAN TERHADAP SUATU


FAKTOR RISIKO DAN

KELOMPOK KONTROL, TIDAK TERPAJAN

BERSIFAT PROSPEKTIF, KADANG2 RETROSPEKTIF


BILA ADA PENCATATAN YANG BAIK (HISTORIKAL)
DAPAT MENGHITUNG INSIDENS (JUMLAH KASUS BARU)

UNTUK MENGIDENTIFIKASI HASIL JADI YG SANGAT


JARANG, PERLU JUMLAH SAMPEL YG BANYAK
HANYA DPT DILAKSANAKAN,APABILA TERSEDIA DATA
YG LENGKAP& BAIK DIANTARANYA:
DATA PAJANAN
DATA FAKTOR PENGGANGGU (KONFAUNDING).
SUKAR MENELITI PENYAKIT YANG JARANG TERJADI
MEMERLUKAN UPAYA(TENAGA,WAKTU&BIAYA) YG BESAR
JUMLAH SAMPEL LEBIH BANYAK
JANGKA WAKTU LEBIH LAMA
MENENTUKAN JANGKA DAN INTERVAL WAKTU OBSERVASI
MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL MINIMAL
MEMBUAT RENCANA ANALISIS
MEMBUAT INSTRUMEN PENELITIAN

LEBIH LAMA DAN RELATIF MAHAL DIBANDINGKAN


CROSS SECTIONAL
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA KOHORT

SAMPEL DIMULAI DENGAN ADANYA PAJANAN ATAU TIDAK


PENELITI HARUS MENGETAHUI STATUS KETERPAJANAN
SUBYEK
UNTUK MEMPEROLEH SUBYEK TERPAJAN PERLU
MEMERIKSA SUBYEK, YANG BANYAKNYA TERGANTUNG
PROPORSI PAJANAN DI TEMPAT POPULASI
KOHORT DAPAT DILAKUKAN SECARA RETROSPEKTIF DG
MENGGUNAKAN REKAM MEDIS ATAU CATATAN YANG ADA

STUDI INTERVENSIONAL

PALING KUAT DALAM HUBUNGAN SEBAB AKIBAT

DIPERGUNAKAN BIDANG KEDOKTERAN UNTUK EFFEK


TERAPEUTIK/PENGOBATAN

TRIAL KOMUNITAS

BANYAK BENTUK & CARA


MAHAL

STUDI INTERVENSI
DAPAT DILAKUKAN DI KLINIK ATAU DI
LAPANGAN
ADA PERLAKUAN / INTERVENSI
TERDIRI DARI DUA KELOMPOK
--KELOMPOK PERLAKUAN DAN
--KELOMPOK KONTROL

KEDUA KELOMPOK DIALOKASIKAN SECARA


RANDOM

Experimental
subjects

With
outcome

Without
outcome

Subjects
meeting
entry
criteria

With
outcome
Controls

Onset of
study

Intervention

Without
outcome

Time

SAMPLING :
PROSES PENGAMBILAN ATAU MEMILIH SEKIAN(N) BUAH
ELEMEN/OBJEK/UNSUR DARI POPULASI YANG BERUKURAN (N).
MISALNYA MEMILIH SEBAGIAN MURID SD, DALAM SEBUAH
PENELITIAN YANG BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI PROPORSI
LATAR BELAKANG TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DARI
SELURUH MURID SD TSB.
ELEMEN :
SESUATU YANG MENJADI OBYEK PENELITIAN, DAPAT BERUPA
ORANG ATAU BENDA YANG DIKENAKAN PENGUKURAN.
MISALNYA: MAHASISWA ,DOSEN,UNIVERSITAS ,
INDUSTRI.RUMAH SAKIT DLL.
POPULASI (N) :
KUMPULAN LENGKAP DARI ELEMEN-ELEMEN YG SEJENIS
AKAN TETAPI DAPAT DIBEDAKAN BERDASARKAN
KAREKTERISTIKNYA. MISALNYA MAHASISWA INDONESIA DAPAT
DIBEDAKAN BERDASARKAN VARIABEL JENIS KELAMIN DENGAN
KARAKTERISTIK LAKI-LAKI DAN WANITA

1.SAMPLE (N) :
SAMPEL MERUPAKAN BAGIAN DARI POPULASI.
ELEMEN , MERUPAKAN ANGGOTA POPULASI
DIMANA SAMPEL DIAMBIL. JIKA N BANYAKNYA ELEMEN POPULASI,
DAN N BANYAKNYA ELEMEN SAMPEL, MAKA N < N.
KERANGKA SAMPEL :
ADALAH DAFTAR YANG MEMUAT SELURUH ELEMEN/ANGGOTA
POPULASI, SEBAGAI DASAR UNTUK PENARIKAN SAMPEL RANDOM.
STATISTIK :
ADALAH BILANGAN YANG DIPEROLEH MELALUI PROSES
PERHITUNGAN TERHADAP SEKUMPULAN DATA YANG BERASAL
DARI SAMPEL.

PARAMETER :
ADALAH BILANGAN YANG DIPEROLEH MELALUI PROSES
PERHITUNGAN TERHADAP SEKUMPULAN DATA YANG BERASAL
DARI POPULASI.

DIKENAL PULA DENGAN NAMA RANDOM SAMPLING. PADA


SAAT MEMILIH SAMPLING SANGAT DIPERHATIKAN BESARNYA
PELUANG UNTUK TERPILIH KE DALAM SAMPEL BIASANYA
DIPAKAI UNTUK MELAKUKAN GENERALISASI HASIL
PENELITIAN TERHADAP POPULASI WALAUPUN DATA YANG
DIDAPAT HANYA BERASAL DARI SAMPEL.

TERMASUK SAMPLING PROBABILITAS ANTARA LAIN:

A.
: SAMPLING
DIPILIH SECARA ACAK. PELUANG UNTUK TERPILIH HARUS
DIKETAHUI BESARNYA, DAN UNTUK TIAP SATUAN SAMPLING
BESARNYA HARUS SAMA. MISALNYA ADA SEBUAH PENELITIAN
MENGENAI MODEL PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DASAR DI JAWA
BARAT, SAMPELNYA ADALAH SELURUH SD DAN SMP YANG ADA
DI JAWA BARAT.
DILAKUKAN PEMILIHAN SECARA RANDOM TANPA
PENGELOMPOKKAN TERLEBIH DAHULU, DENGAN DEMIKIAN
PELUANG MASING-MASING SD MAUPUN SMP UNTUK TERPILIH
SEBAGAI SAMPEL SAMA.

SIMPLE RANDOM SAMPLING

b.

C.

STRATIFIED RANDOM SAMPLING :


POPULASI DIBAGI KE DALAM SUB POPULASI (STRATA), POPULASI
YANG DIDALAMNYA MEMBENTUK SATUAN-SATUAN SAMPLING YANG
MEMILIKI NILAI VARIABEL YANG TIDAK TERLALU BERVARIASI (RELATIF
HOMOGEN). SELANJUTNYA DARI SETIAP STRATUM DIPILIH SAMPEL
MELALUI PROSES SIMPLE RANDOM SAMPLING.
MISALNYA DALAM PENELITIAN, SEMUA SEKOLAH BAIK SD MAUPUN SMP
DI JAWA BARAT DIKLASIFIKASIKAN ATAU DISTRATIFIKASI TERLEBIH
DAHULU KE DALAM SEKOLAH YANG BERBIAYA MAHAL, SEDANG, DAN
MURAH. KEMUDIAN DARI MASING-MASING STRATA DIPILIH SEKOLAH
DENGAN TEKNIK SIMPLE RANDOM SAMPLING.
CLUSTER RANDOM SAMPLING. POPULASI DIBAGI KE DALAM SATUANSAMPLING YANG BESAR, DISEBUT CLUSTER.
SATUAN SAMPLING YANG ADA DALAM TIAP KLUSTER HARUS RELATIF
HETEROGEN. PEMILIHAN DILAKUKAN BEBERAPA TINGKAT:
(1) MEMILIH KLUSTER DENGAN CARA SIMPLE RANDOM SAMPLING.
(2) MEMILIH SATUAN SAMPLING DALAM KLUSTER. JIKA
PEMILIHAN DILAKUKAN LEBIH DARI 2 KALI DISEBUT MULTI-STAGE
CLUSTER SAMPLING.
MISALNYA DALAM PENELITIAN , DIPILIHLAH
KABUPATEN/KOTA TERTENTU SEBAGAI SAMPEL KLASTER KE-1 SECARA
RANDOM. DARI TIAP KABUPATEN TERPILIH DILAKUKAN PEMILIHAN LAGI,
YAITU KECAMATAN- DG CARA RANDOM SEBAGAI SAMPEL KLASTER KE-2
SELANJUTNYA DARI MASING-MASING KECAMATAN DILAKUKAN
PEMILIHAN SEKOLAH YANG JUGA DILAKUKAN SECARA RANDOM.

SAMPLING NON PROBABILITAS :


PADA SAAT MELAKUKAN PEMILIHAN SATUAN
SAMPLING TIDAK DILIBATKAN UNSUR PELUANG,
SEHINGGA TIDAK DIKETAHUI BESARNYA
PELUANG SESUATU UNIT SAMPLING TERPILIH KE
DALAM SAMPEL.
SAMPLING TIPE INI TIDAK BOLEH DIPAKAI UNTUK
MENGGENERALISASI HASIL PENELITIAN
TERHADAP POPULASI, KARENA DALAM
PENARIKAN SAMPEL SAMA SEKALI TIDAK ADA
UNSUR PROBABILITAS.
DALAM ANALISIS SELANJUTNYA HANYA
DIPERKENANKAN MENGGUNAKAN ANALISIS
STATISTIKA DESKRIPTIF,

A. HAPHAZARD SAMPLING : SATUAN SAMPLING DIPILIH SEMBARANGAN ATAU


SEADA- NYA, MISALNYA MELAKUKAN PENELITIAN MENGENAI KOMPETENSI
DOSEN PERTANYAAN DIAJUKAN KEPADA MAHASISWA SEBAGAI SAMPEL YANG
KEBETULAN BERTEMU.

B. SNOWBALL SAMPLING : SAMPLING DIPILIH BERDASARKAN INFORMASI DARI


RESPONDEN SEBELUMNYA. MISALNYA PENELITIAN UNTUK MENCARI CARA
EFEKTIF DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM- KEMAHASISWAAN. SAMPEL
PERTAMA DIPILIH KETUA BEM, KEPADA DIA KITA BERTANYA, SIAPA SEBAGAI
SAMPEL KE-2 YANG BISA DIWAWANCARAI,DAN SETERUSNYA HINGGA INFORMASI
DIANGGAP MEMADAI.

C. PURPOSIVE SAMPLING : DISEBUT JUGA JUDGMENT SAMPLING. SAMPLING


DIPILIH BERDASARKAN PERTIMBANGAN UNTUK MEMPEROLEH SATUAN
SAMPLING YANG MEMILIKI KARAKTERISTIK YG DIKEHENDAKI,MISALNYA
DALAM SEBUAH PENELITIAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN YANG BERTUJUAN
UNTUK MELIHAT DAYA SAING SMA, TAHAP AWAL SAMPEL DIPILIH DARI SMA
YANG MEMILIKI NILAI UAN BAIK, POPULER, SERTA KELULUSAN MASUK PTN
CUKUP TINGGI.

CARA MEMILIH SAMPEL :


ADA 3 CARA MEMILIH SAMPEL YANG SERING DIGUNAKAN YAITU :
(1) MENGUNDI,
(2) MENGGUNAKAN TABEL ANGKA RANDOM, DAN
(3) MEMAKAI ANGKA RANDOM YANG ADA DALAM SCIENTIFIC

CALCULATOR.
DARI SEGI KEPRAKTISAN AKAN SANGAT MUDAH JIKA DIGUNAKAN
KALKULATOR. DALAM KALKULATOR TERDAPAT TOMBOL YANG
BERNOTASI RAN#. JIKA TOMBOL TERSEBUT DIPIJIT AKAN KE LUAR
ANGKA PER SERIBUAN. MISALNYA KETIKA KITA AKAN MELAKUKAN
PENELITIAN DENGAN JUMLAH POPULASI 500 SEKOLAH. SEMUA
SEKOLAH HARUS DIMASUKAN DALAM KERANGKA SAMPLING YANG
DIBERI NOMOR MULAI DARI 001, 002, . 500. UNTUK MENENTUKAN
SAMPEL KE-1 YANG HARUS DIAMBIL PIJIT TOMBOL RAN# PADA
KALKULATOR, MISALKAN KE LUAR ANGKA 0,246, BERARTI SAMPEL YANG
HARUS DIAMBIL PERTAMA ADALAH YANG BERNOMOR URUT 246, PIJIT
LAGI TOMBOL RAN# MISALKAN KE LUAR ANGKA 0,135 BERARTI YANG
HARUS DIAMBIL SEBAGAI SAMPEL YANG KE-2 ADALAH YANG BERNOMOR
URUT 135.

ADA DUA JENIS TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL YAITU,


1) SAMPEL ACAK ATAU RANDOM SAMPLING / PROBABILITY
SAMPLING, YANG DIMAKSUD DENGAN RANDOM SAMPLING ,CARA
PENGAMBILAN SAMPEL YANG MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG
SAMA UNTUK DIAMBIL KEPADA SETIAP ELEMEN POPULASI. ARTINYA
JIKA ELEMEN POPULASINYA ADA 100 DAN YANG AKAN DIJADIKAN
SAMPEL ADALAH 25, MAKA SETIAP ELEMEN TERSEBUT MEMPUNYAI
KEMUNGKINAN 25/100 UNTUK BISA DIPILIH MENJADI SAMPEL. PADA
SAMPEL ACAK (RANDOM SAMPLING) DIKENAL DENGAN ISTILAH
SIMPLE RANDOM SAMPLING, STRATIFIED RANDOM SAMPLING,
CLUSTER SAMPLING, SYSTEMATIC SAMPLING, DAN AREA SAMPLING
2)SAMPEL TIDAK ACAK ATAU NONRANDOM
SAMPING/NONPROBABILITY SAMPLING, SETIAP ELEMEN POPULASI
TIDAK MEMPUNYAI KEMUNGKINAN YANG SAMA UNTUK
DIJADIKAN SAMPEL.
PADA NONPROBABILITY SAMPLING DIKENAL BEBERAPA TEKNIK,
ANTARA LAIN ADALAH CONVENIENCE SAMPLING, PURPOSIVE
SAMPLING, QUOTA SAMPLING, SNOWBALL SAMPLING.

PROBABILITY/RANDOM SAMPLING.
SYARAT PERTAMA MENGAMBIL SAMPEL SECARA ACAK
ADALAH MEMBUAT KERANGKA SAMPEL ATAU DIKENAL
DENGAN NAMA SAMPLING FRAME. YANG DIMAKSUD
DENGAN KERANGKA SAMPLING ADALAH DAFTAR YANG
BERISIKAN SETIAP ELEMEN POPULASI YANG BISA DIAMBIL
SEBAGAI SAMPEL,MISALNYA SAMPEL MAHASISWA YG DITELITI,
NAMA, NRP, JENIS KELAMIN, ALAMAT, USIA, DAN INFORMASI
LAIN YANG BERGUNA BAGI PENELITIANNYA.
SIMPLE RANDOM SAMPLING ATAU SAMPEL ACAK SEDERHANA
CARA ATAU TEKNIK INI DAPAT DILAKUKAN JIKA ANALISIS
PENELITIANNYA CENDERUNG DESKRIPTIF DAN BERSIFAT
UMUM. PERBEDAAN KARAKTER YANG ADA PADA POPULASI
TIDAK MERUPAKAN HAL YANG PENTING BAGI SETIAP UNSUR
ATAU ELEMEN RENCANA ANALISISNYA.

PROSEDURNYA :

SUSUN SAMPLING FRAME


TETAPKAN JUMLAH SAMPEL YANG AKAN DIAMBIL
TENTUKAN ALAT PEMILIHAN SAMPEL
PILIH SAMPEL SAMPAI DENGAN JUMLAH TERPENUHI

STRATIFIED RANDOM SAMPLING ATAU SAMPEL ACAK


DISTRATIFIKASIKAN
KARENA UNSUR POPULASI BERKARAKTERISTIK HETEROGEN
YANG SIGNIFIKAN PADA PENCAPAIAN TUJUAN PENELITIAN,
INGIN MENGETAHUI SIKAP MANAJER TERHADAP SATU
KEBIJAKAN PERUSAHAAN. DIA MENDUGA BAHWA MANAJER
TINGKAT ATAS CENDERUNG POSITIF SIKAPNYA TERHADAP
KEBIJAKAN PERUSAHAAN T. SAMPELNYA TERDIRI ATAS STRATUM
MANAJER ATAS, STR MANAJER MENENGAH DAN STR MANAJER
BAWAH.
DARI SETIAP STRATUM TERSEBUT DIPILIH
SAMPEL SECARA ACAK.
PROSEDURNYA :

SIAPKAN SAMPLING FRAME


BAGI SAMPLING FRAME TERSEBUT BERDASARKAN STRATA YANG
DIKEHENDAKI
TENTUKAN JUMLAH SAMPEL DALAM SETIAP STRATUM
PILIH SAMPEL DARI SETIAP STRATUM SECARA ACAK.
PERBANDINGAN TIAP STRATA TERGANTUNG PROSENTASE JUMLAH
MANAJER DI MASING2 STRATA.

CLUSTER SAMPLING/SAMPEL GUGUS

DALAM SAMPEL GUGUS, TIAP GUGUS BOLEH


MENGANDUNG UNSUR YANG KARAKTERISTIKNYA
BERBEDA-BEDA ATAU HETEROGEN, KARAKTERISTIK
BERBEDA,BEDA JENIS KELAMINNYA, BEDA TINGKAT
PENDIDIKANNYA, BEDA TINGKAT PENDAPATANNYA,
BEDA TINGKAT MANAJERIALNNYA, JIKA PENELITI
BERMAKSUD MENGETAHUI TINGKAT PENERIMAAN
PARA PEGAWAI TERHADAP SUATU STRATEGI,MAKA
PENELITI DAPAT MENGGUNAKAN CLUSTER SAMPLING.
PROSEDURNYA :
SUSUN SAMPLING FRAME BERDASARKAN GUGUS
TENTUKAN BERAPA GUGUS YANG AKAN DIAMBIL
SEBAGAI SAMPEL
PILIH GUGUS SEBAGAI SAMPEL DENGAN CARA ACAK
TELITI SETIAP PEGAWAI YANG ADA DALAM GUGUS
SAMPLE

SYSTEMATIC SAMPLING ATAU SAMPEL SISTEMATIS

JIKA DIHADAPKAN PADA UKURAN POPULASI YANG BANYAK , CARA


PENGAMBILAN SAMPEL SISTEMATIS DAPAT DIGUNAKAN. YAITU
UNSUR POPULASI YANG BISA DIJADIKAN SAMPEL ADALAH YANG
KEBERAPA. SOAL KEBERAPA-NYA SATU UNSUR POPULASI BISA
DIJADIKAN SAMPEL TERGANTUNG PADA UKURAN POPULASI DAN
UKURAN SAMPEL. MISALNYA, DALAM SATU POPULASI TERDAPAT 5000
RUMAH. SAMPEL YANG AKAN DIAMBIL ADALAH 200 RUMAH DENGAN
DEMIKIAN INTERVAL DI ANTARA SAMPEL KESATU, KEDUA, DAN
SETERUSNYA ADALAH 25.

PROSEDURNYA :
SUSUN SAMPLING FRAME
TETAPKAN JUMLAH SAMPEL YANG INGIN DIAMBIL
TENTUKAN K (KELAS INTERVAL = 25)
TENTUKAN ANGKA ATAU NOMOR AWAL DI ANTARA KELAS
INTERVAL TERSEBUT SECARA ACAK ATAU RANDOM
BIASANYA MELALUI CARA UNDIAN SAJA.
MULAILAH MENGAMBIL SAMPEL DIMULAI DARI ANGKA ATAU
NOMOR AWAL YANG TERPILIH.
PILIHLAH SEBAGAI SAMPEL ANGKA ATAU NOMOR INTERVAL
BERIKUTNYA

ELEMEN POPULASI TIDAK MEMPUNYAI KESEMPATAN SAMA UNTUK BISA


MENJADI SAMPEL,BISA DISEBABKAN KARENA KEBETULAN ATAU KARENA
FAKTOR LAIN YANG SEBELUMNYA SUDAH DIRENCANAKAN OLEH
PENELITI.

CONVENIENCE SAMPLING ATAU SAMPEL YANG DIPILIH DENGAN


PERTIMBANGAN KEMUDAHAN.
PENELITI MEMPERTIMBANGKAN KEMUDAHAN SAJA. DIAMBIL SEBAGAI
SAMPEL KARENA KEBETULAN ORANG TADI ADA ATAU KEBETULAN DIA
MENGENALNYA. ADA BEBERAPA PENULIS MENGGUNAKAN ISTILAH
ACCIDENTAL SAMPLING TIDAK DISENGAJA ATAU JUGA CAPTIVE
SAMPLE (MAN-ON-THE-STREET) JENIS SAMPEL INI SANGAT BAIK JIKA
DIMANFAATKAN UNTUK PENELITIAN PENJAJAGAN, YANG DIIKUTI
PENELITIAN LANJUTAN YANG SAMPELNYA DIAMBIL SECARA ACAK
(RANDOM). BEBERAPA KASUS PENELITIAN YANG MENGGUNAKAN JENIS
SAMPEL INI, HASILNYA KURANG OBYEKTIF.
PURPOSIVE SAMPLING
SAMPEL DIAMBIL DENGAN MAKSUD ATAU TUJUAN TERTENTU.
SESEORANG ATAU DIAMBIL SEBAGAI SAMPEL KARENA PENELITI
MENGANGGAP BAHWA ORANG TERSEBUT MEMILIKI INFORMASI YANG
DIPERLUKAN BAGI PENELITIANNYA.
DUA JENIS SAMPEL INI DIKENAL JUDGEMENT SAMPLING DAN QUOTA
SAMPLING

JUDGMENT SAMPLING
SAMPEL DIPILIH BERDASARKAN PENILAIAN IA ADALAH YANG PALING
BAIK UNTUK DIJADIKAN SAMPEL. UNTUK MEMPEROLEH DATA TENTANG
PROSES PRODUKSI DIRENCANAKAN, MAKA MANAJER PRODUKSI
MERUPAKAN ORANG YANG TERBAIK UNTUK BISA MEMBERIKAN
INFORMASI. JADI, JUDMENT SAMPLING UMUMNYA MEMILIH SAMPEL
KARENA MEREKA MEMPUNYAI INFORMATION RICH.
DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK (PRODUCT DEVELOPMENT),
YANG DIJADIKAN SAMPEL KARYAWANNYA , DENGAN PERTIMBANGAN
KALAU KARYAWAN TIDAK PUAS TERHADAP PRODUK BARU YANG AKAN
DIPASARKAN, MAKA JANGAN BERHARAP PASAR AKAN MENERIMA
PRODUK ITU DENGAN BAIK. (COOPER DAN EMORY, 1992).
QUOTA SAMPLING
TEKNIK SAMPEL INI ADALAH BENTUK DARI SAMPEL DISTRATIFIKASIKAN
SECARA PROPOSIONAL, NAMUN TIDAK DIPILIH SECARA ACAK
MELAINKAN SECARA KEBETULAN SAJA.
MISALNYA, DI SEBUAH KANTOR PEGAWAI LAKI-LAKI 60% DAN
PEREMPUAN 40% . JIKA SEORANG PENELITI INGIN MEWAWANCARA 30
ORANG PEGAWAI DARI KEDUA JENIS KELAMIN TADI MAKA DIA HARUS
MENGAMBIL SAMPEL PEGAWAI LAKI-LAKI SEBANYAK 18 ORANG
SEDANGKAN PEGAWAI PEREMPUAN 12 ORANG.
TEKNIK PENGAMBILAN KETIGA PULUH SAMPEL TIDAK DILAKUKAN
SECARA ACAK, MELAINKAN SECARA KEBETULAN SAJA.

SNOWBALL SAMPLING SAMPEL BOLA


SALJU
CARA INI BANYAK DIPAKAI KETIKA PENELITI HANYA TAHU
SATU ATAU DUA ORANG YANG BERDASARKAN
PENILAIANNYA BISA DIJADIKAN SAMPEL. KARENA PENELITI
MENGINGINKAN LEBIH BANYAK LAGI, LALU DIA MINTA
KEPADA SAMPEL PERTAMA UNTUK MENUNJUKAN ORANG
LAIN YANG KIRA-KIRA BISA DIJADIKAN SAMPEL. MISALNYA,
SEORANG PENELITI INGIN MENGETAHUI PANDANGAN KAUM
LESBIAN TERHADAP LEMBAGA PERKAWINAN. PENELITI
CUKUP MENCARI SATU ORANG WANITA LESBIAN DAN
KEMUDIAN MELAKUKAN WAWANCARA. SETELAH SELESAI,
PENELITI TADI MINTA KEPADA WANITA LESBIAN TERSEBUT
UNTUK BISA MEWAWANCARAI TEMAN LESBIAN LAINNYA.
SETELAH JUMLAH WANITA LESBIAN YANG BERHASIL
DIWAWANCARAINYA CUKUP,. .HAL INI BISA JUGA DILAKUKAN
PADA PENCANDU NARKOTIK, PARA GAY, ATAU KELOMPOKKELOMPOK SOSIAL LAIN YANG EKSKLUSIF (TERTUTUP)

ADA YANG MENGATAKAN, JIKA UKURAN POPULASINYA DI ATAS 1000, SAMPEL


SEKITAR 10 % SUDAH CUKUP, TETAPI JIKA UKURAN POPULASINYA SEKITAR
100, SAMPELNYA PALING SEDIKIT 30%, DAN KALAU UKURAN POPULASINYA
30, MAKA SAMPELNYA HARUS 100%.
ADA PULA YANG MENULISKAN, UNTUK PENELITIAN DESKRIPTIF,
SAMPELNYA 10% DARI POPULASI, PENELITIAN KORELASIONAL, PALING
SEDIKIT 30 ELEMEN POPULASI, PENELITIAN PERBANDINGAN KAUSAL(KASUS
KONTROL), 30 ELEMEN PER KELOMPOK, DAN UNTUK PENELITIAN
EKSPERIMEN 15 ELEMEN PER KELOMPOK (GAY DAN DIEHL, 1992).
ROSCOE (1975) DALAM UMA SEKARAN (1992) MEMBERIKAN PEDOMAN
PENENTUAN JUMLAH SAMPEL SEBAGAI BERIKUT :
SEBAIKNYA UKURAN SAMPEL DI ANTARA 30 S/D 500 ELEMEN
JIKA SAMPEL DIPECAH LAGI KE DALAM SUBSAMPEL (LAKI/PEREMPUAN, SD?
SLTP/SMU, DSB), JUMLAH MINIMUM SUBSAMPEL HARUS 30
PADA PENELITIAN MULTIVARIATE (TERMASUK ANALISIS REGRESI
MULTIVARIATE) UKURAN SAMPEL HARUS BEBERAPA KALI LEBIH BESAR (10
KALI) DARI JUMLAH VARIABLE YANG AKAN DIANALISIS.
UNTUK PENELITIAN EKSPERIMEN YANG SEDERHANA, DENGAN
PENGENDALIAN YANG KETAT, UKURAN SAMPEL BISA ANTARA 10 S/D 20
ELEMEN.