Anda di halaman 1dari 5

Faktor-faktor yang

Mempengaruhi
Tumbuh Kembang
Otak
Pranatal

1. Genetik
2. Keadaan ibu hamil
(Keadaan Gizi,
Emosi yg baik,
Penyakit Menahun
ibu hamil)
3. Infeksi

Postnatal

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

ASI
Gizi
Asfiksia
Trauma Lahir
Hipoglikemia
BBLR
Hiperbilirubinemia
Infeksi (Rubela,
CMV,
Toksoplasmosis)

1. Faktor Prenatal
a. Genetik, kelainan genetik seperti
defek gen atau defek kromosom,
misalnya kromosom 21 pada
sindrom Down.
b. Keadaan gizi
Asam Folat, yang merupakan golongan
Vitamin B, dapat mencegah kelainan
pada perkembangan otak dan tulang
belakang janin. Asam folat membantu
mencegah terjadinya kelainan tabung
saraf (neural-tube defect) seperti spina
bifida dan anencephaly

DHA atau Docosahexaenoic Acid merupakan salah


satu lemak omega-3 yang penting bagi
perkembangan otak janin. Bahkan DHA merupakan
komponen lemak utama di otak.
c. Penyakit Menahun ibu
Penyakit menahun yang dialami ibu hamil juga
dapat mempengaruhi adanya gangguan
perkembangan neurologis. Penyakit tersebut
seperti: tuberkulosis, hipertensi, diabetes melitus,
anemia, penggunaan narkotik, alkohol serta rokok
yang berlebihan.
Usaha untuk menggugurkan kandungan sering pula
berakibat cacatnya bayi yang seringkali disertai
dengan gangguan perkembangan neurologis.

d. Infeksi
- Toksoplasmosis dpt menyebabkan
hidrosefalus, buta, tuli, cara bicara yg tidak
jelas,radiasi mental.
- CMV (Cytomegalovirus). Jika ibu hamil
terinfeksi, janin yang dikandung mempunyai
risiko tertular sehingga mengalami gangguan
misalnya pembesaran hati, kuning,
pengapuran otak, ketulian, keterbelakangan
mental, mikrosefali, hepatosplenomegali
- Rubela yang dialami pada tri semester
pertama kehamilan 90 persennya
menyebabkan kebutaan, tuli (kerusakan alat
corti) , kelainan jantung (kebocoran sekat
atrium dan ventrikel), keterbelakangan mental,
bahkan keguguran.

2. Faktor Pacanatal
a. Asi, pemberian ASI dapat meningkatkan IQ lebih
tinggi 3,2 poin lebih tinggi dibandingkan susu
formula.
b. Gizi (Sama kyk postnatal)
c. Asfiksia:ketika bayi lahir tdk dapat bernafas secara
spontan, jika keadaan semakin parah menyebabkan
kematian atau kersakan permanen pada otak
(Hypoxic-Ischemic Encephalophaty/HIE
d. Trauma yang terjadi dapat meningkatkan resiko
kerusakan otak terutama akibat perdarahan.
e. Hipoglikemia: kadar glukosa darah <45 mg/dL, dapat
menyebabkan kerusakan otak berat bahkan kematian
f. BBLR, karena pada saat kehamilah kekurangan gizi
jadi waktu lahr BBLR. BBLR dapat menurunkan IQ
hingga 5 poin
g. Infeksi sama kyk pranatal