Anda di halaman 1dari 33

Materi kelas XI semester genap

SISTEM KOLOID

KOMPETENSI DASAR
Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.

INDIKATOR
1. Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan
koloid.
2. Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi
dan fasependispersi.
3. Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak
Brown, dialisis, elektroforesis, koagulasi).
4. Menjelaskan koloid liofob dan liofil.
5. Mendeskripsikan peranan koloid di industri kosmetik,
makanan dan farmasi.
6. Menjelaskan proses pembuatan koloid
2

Materi
A. Sistem Koloid
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian sistem koloid


Koloid dalam kehidupan sehari-hari
Jenis-jenis koloid
Penggunaan koloid
Penjelasan dengan animasi flash

B. Sifat-sifat Koloid
1.
2.
3.
4.

Efek Tyndal
Gerak Brown
Elektroforesis
Adsorbsi
3

Materi (lanjutan)
5. Koagulasi
6. Dialisis
7. Koloid pelindung
8. Koloid liofil dan liofob

C. Pembuatan Koloid
1.
2.
3.
4.

Cara kondensasi
Cara dispersi
Koloid asosiasi
Pengolahan air
4

1. Pengertian sistem koloid


Koloid merupakan campuran yang
keadaannya berada diantara larutan
sejati dan suspensi
Secara
makroskopis
tampak
homogen, tetapi secara mikroskopis
bersifat heterogen
Terdiri atas medium pendispersi
(penyebar) dan medium terdispersi
5

Tabel perbandingan sifat larutan, koloid, dan


suspensi

2. Koloid dalam kehidupan sehari-hari


Berberapa contoh larutan, koloid, dan suspensi
contoh larutan : larutan gula, garam, spiritus,
alkohol
70%, larutan cuka, air laut, udara
yang bersih
contoh koloid : buih, susu, santan, selai, jeli,
mentega, mayonaise, cat
contoh suspensi : air sungai yang keruh,
campuran
air-pasir
Fakta : air sungai = setelah disaring masih
mengandung zat terlarut dan
partikel koloid
7

3. Jenis-jenis koloid
Penggolongan koloid didasarkan atas fase
terdispersi dan medium pendispersinya
Untuk fase terdispersi padat : sol (sol padat, sol cair,
sol gas). Pengertian secara umum : sol padat = sol,
sol gas = aerosol
Untuk fase terdispersi cair : emulsi (emulsi padat,
emulsi cair, emulsi gas). Pengertian secara umum :
emulsi cair = emulsi, emulsi gas = aerosol cair /
aerosol
Untuk fase terdispersi gas : buih (buih padat dan
buih cari). Buih gas (tidak ada) = larutan, bukan
koloid
8

Jenis-jenis koloid

Koloid yang setengah kaku, antara padat


dan cair disebut gel
Dapat terbentuk dari suatu sol yang zat
terdispersinya mengadsorbsi medium
pendispersinya sehingga terjadi koloid
yang agak padat
Contoh : agar-agar, lem kanji, selai,
gelatin, gel sabun, gel silika

10

4. Penggunaan koloid
Koloid merupakan satu-satunya cara untuk
menyajikan suatu campuran dari zat-zat yang
tidak saling melarutkan secara homogen dan
stabil
Contoh pemanfaatan sifat ini : cat yang terdiri
dari zat warna (pigmen) tak larut dalam air /
medium cat, dengan koloid didapat campuran
yang homoge dan stabil
Contoh lain : industri kosmetik, farmasi,
makanan, tektil, sabun/detergen
11

1. Efek Tyndal
Merupakan efek
penghamburan cahaya,
sehingga nampak
adanya berkas cahaya
bila cahaya dilewatkan
ke dalamnya
Contoh : sorot lampu
mobil, lampu proyektor
bila ada yang merokok,
berkas sinar matahari
melalui celah dedaunan
12

2. Gerak Brown
Adalah gerak zig-zag dan terus menerus
dari partikel koloid
Ditemukan pertama kali oleh Robert
Brown (ahli biologi dari Inggris)
Terjadi akibat tumbukan antara partikelpartikel medium dengan partikel koloid.

13

Gerak Brown

14

3. Elektroforesis
Merupakan gerakan partikel koloid akibat
pengaruh medan listrik, yang
menunjukkan bahwa partikel koloid
bermuatan listrik
Partikel koloid bermuatan negatif akan
bergerak ke arah anoda (elektrode positif)
Sebaliknya, partikel koloid bermuatan
positif akan bergerak ke arah katode
(elektrode negatif)
15

4. Adsorbsi
Adalah kemampuan partikel koloid untuk
menyerap ion / partikel lain pada
permukaannya
Adsorbsi ion menyebabkan partikel koloid
bermuatan listrik

16

a.
b.

Sol Fe(OH)3, bermuatan positif akibat adsorbsi ion-ion positif


(ion-ion Fe3+)
Sol As2S3, bermuatan negatif akibat adsorbsi ion-ion negatif
(ion-ion S-)
17

6. Dialisis
Merupakan cara pemisahan partikelpartikel koloid dari ion-ion atau molekul
sederhana
menggunakan
selaput
semipermeabel (contoh : kertas
selofan, usus kambing)
Mesin dialisis dapat digunakan untuk
alat cuci darah

18

5. Koloid pelindung
Merupakan koloid yang dapat berfungsi
sebagai pelindung bagi koloid lain
Koloid liofil bersifat lebih stabil daripada
koloid liofob, sehingga koloid liofil
berfungsi sebagai koloid pelindung
Contoh gelatin pada es krim untuk
mencegah pembentukan kristal besar
es atau gula
19

5. Koloid pelindung

20

7. Koloid liofil dan liofob


Dibedakan berdasarkan afinitas (daya tarikmenarik) antara fasa terdispersi dan medium
pendispersinya
Pada koloid liofil, fasa terdispersi mempunyai
kecenderungan untuk menarik medium
pendispersinya
Pada koloid liofil, fasa terdispersi mempunyai
kecenderungan kecil untuk menarik (atau
bahkan menolak) medium pendispersinya
21

Perbedaan sifat-sifat sol liofil dan sol liofob

22

8. Koagulasi
Merupakan peristiwa peristiwa penggumpalan akibat bergabungnya partikelpartikel koloid membentuk partikel yang lebih
besar
Dapat terjadi jika muatan partikel koloid
dilucuti atau penambahan suatu elektrolit,
sehingga muatannya ternetralkan yang
berakibat hilangnya kestabilan koloid
Hilangnya kestabilan koloid berbuntut pada
terjadinya koagulasi (pengendapan)
23

8. Koagulasi

24

1. Cara kondensasi
1. Reaksi redoks
2 H2S(g) + SO2(aq) 2 H2O(l) + 3 S
(koloid)
2 HAuCl4(aq) + 6 K2CO3(aq) + 3
HCHO(aq) 2 Au(koloid) + 5 CO2(g) + 8
KCl(aq) + KHCO3(aq) + 2 H2O(l)

25

2. Reaksi hidrolisis
FeCl3(aq) + 3 H2O(l) Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl(aq)

3. Reaksi dekomposisi rangkap


2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(aq) As2S3(koloid) + 6 H2O(l)
AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(koloid) + HNO3(aq)

4. Pergantian pelarut
Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur
dengan alkohol, maka akan terbentuk suatu koloid
berupa gel.

26

2. Cara dispersi
1. Cara mekanik
butir-butir kasar digerus dengan lumping atau
penggiling koloid sampai diperoleh tingkat
kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan
medium dispersi
Contoh:
Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus
serbuk belerang bersama-sama dengan suatu
zat inert (seperti gula pasir), kemudian
mencampur serbuk halus itu dengan air.
27

2. Cara Peptisasi
Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir
kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu
zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi
memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid.
Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu
proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis
oleh enzim pepsin.
Contoh:
Agar-agar dipeptisasi oleh air
Nitroselulosa oleh aseton
Karet oleh bensin
Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S
Endapan Al(OH)3 oleh AlCl3
28

3. Cara Busur Bredig


Cara busur Bredig digunakan untuk membuat
sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan
koloid digunakan sebagai elektrode yang
dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian
diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya.
Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke
dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami
kondensasi, sehingga membentuk partikel
koloid. Jadi, cara busur ini merupakan
gabungan cara dispersi dan cara kondensasi.
29

3. Koloid asosiasi
Berbagai jenis zat, seperti sabun dan detergen, larut
dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan
koloid. Molekul sabun atau detergen terdiri atas
bagian yang polar (disebut kepala) dan bagian yang
nonpolar (disebut ekor)
Kepala sabun adalah gugus yang hidrofil (tertarik ke
air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob
(takut air). Jika sabun dilarutkan dalam air, maka
molekul-molekul sabun akan mengadakan asosiasi
karena gugus nonpolarnya (ekor) saling tarikmenarik, sehingga terbentuk partikel koloid
30

Daya pengemulsi dari sabun dan detergen juga


disebabkan oleh aksi yang sama. Gugus nonpolar dari
sabun akan menarik partikel kotoran (lemak) dari bahan
cucian, kemudian mendispersikannya ke dalam air.
Sebagian bahan pencuci, sabun, dan detergen bukan
saja berfungsi sebagai pengemulsi, tetapi juga sebagai
pembasah atau penurun tegangan permukaan. Air yang
mengandung sabun atau detergen mempunyai
tegangan permukaan yang lebih rendah, sehingga lebih
mudah meresap pada bahan cucian.
31

4. Pengolahan air
Pengelolaan air didasarkan pada sifat koloid, yaitu
koagulasi dan adsorbsi
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengelolaan air
diantaranya adalah tawas (alumunium sulfat), pasir,
klorin/kaporit, kapur tohor dan karbon aktif
Tawas berguna untuk menggumpalkan lumpur
koloidal, sehingga lebih mudah disaring
Tawas juga membentuk koloid Al(OH)3 yang dapat
mengadsorbsi zat warna dan zat-zat pencemar
seperti detergen dan pestisida. Fungsi ini dapat
dibantu dengan karbon aktif
Kapur tohor berguna menaikkan pH air yang terlalu
asam
32

33

Anda mungkin juga menyukai