Anda di halaman 1dari 2

Sumber:

Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC.

Kelainan-Kelainan pada Darah:


1. Anemia
Anemia adalah defisiensi sel darah merah atau kekurangan Hb. Hal ini
mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah.
2. Polisitemia
Polisitemia adalah peningkatan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi yang
mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Aliran darah yang
mengalir melalui pembuluh darah terhalang dan aliran kapilar darah tertutup.
Berikut ini jenis-jenis polisitemia:
Polisitemia Vera adalah gangguan pada sumsum tulang.
Polisitemia Kompensatori (Sekunder) dapat terjadi akibat hipoksia karena hal
berikut ini:
a. Kediaman permanen di dataran tinggi
b. Aktivitas fisik berkepanjangan
c. Penyakit paru atau penyakit jantung
3. Leukemia
Leukemia adalah sejenis kanker yang ditandai dengan proliferasi sel darah putih
yang tidak terkendali. Jenis leukemia ditentukan berdasarkan jenis sel yang
dominan, seperti mielositik (granulosit), limfositik, atau leukemia monositik, dan
berdasarkan durasi penyakit dari awitannya, seperti leukemia kronik atau akut.
4. Mononukleosis Infeksius
Mononukleosis Infeksius disebabkan oleh virus Epstein-Barr yang ditandai
dengan adanya peningkatan jumlah limfosit dan ketidakseimbangan jumlah sel
yang abnormal dan tidak matang.
5. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

AIDS disebabkan Human Immunodeficiency Virus (HIV), merusak sistem


kekebalan tubuh dengan cara menyerang rangkaian limfosit tertentu yang
disebut sel T.
6. Trombositopenia
Trombositopenia adalah suatu kondisi dimana terdapat sejumlah kecil trombosit
abnormal dalam darah yang bersirkulasi (<100.000 /mm 3). Ini akan memperlama
waktu koagulasi dan memperbesar risiko terjadinya perdarahan dalam pembuluh
darah kecil di seluruh tubuh. Trombositopenia dapat disebabkan oleh reaksi awal
terhadap obat-obatan, maglinasi sumsum tulang, atau radiasi ion yang merusak
sumsum tulang.
7. Hemofilia
Hemofilia adalah gangguan berkaitan dengan jenis kelamin secara herediter,
akibat tidak adanya beberapa faktor pembekuan. Transfusi perlu dilakukan untuk
mengganti faktor-faktor yang hilang jika terjadi cedera ringan yang diikuti dengan
perdarahan yang berlebihan.