Anda di halaman 1dari 12

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI VIROLOGI

UJI CEMARAN BAKTERI KOLIFORM


Disusun oleh :
1.
2.
3.
4.
5.

Dita Nur Anggraeni


(1104015079)
Halimatu Zaujah
(1104015121)
Ilma Alima
(1104015137)
Nimas Sari Julianti
(1104015216)
Yuni Arwidya
(1104015352)

Kelompok

:1

Gelombang

:1

Kelas

:3A

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS ILMU FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2012

[Type text]

[Type text]

[Type text]

BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Air minum untuk sebagian besar daerah tempat tinggal dan kota diperoleh

dari

sumber

permukaan sungai, kali dan danau. Persediaan air alamiah semacam itu, terutama
kali dan sungai, kemungkinan besar tercemar oleh sampah domestik, pertanian, dan
industri.

Banyak

penduduk

kota

tidak

menyadari

bahwa

air

yang mereka pakai itu telah digunakan sebelumnya. Penggunaan air kembali air
merupakan suatu proses alamiah, sebagaimanadiperlihatkan dalam siklus hidrologis. Tetapi
di masa kini ada pandangan barumengenai penggunaan kembali air, meningkatnya jumlah
penduduk, adanya kebutuhan akan air dalam jumlah banyak untuk keperluan
industri

maupun

untuk

irigasi

daerah

pertanian,

telah menciptakan tuntutan baru terhadapsumber air yang tersedia. Kontaminan


yang

mencemari

air

digolongkan

ke

kimiawi, fisik, dan hayati. Kontaminan-kontaminan

dalam
tertentu

tiga
dalam

kategori
setiap

kategori ini dapat mempunyai pengaruh nyata terhadap kualitas air. Dalam bab ini yang akan
dibahas ialah kategori hayati Karena mempunyai potensi untuk berlaku sebagai
pembawa

mikroorganisme

patogenik,

membahayakan kesehatan dan

kehidupan.

air

Bakteri golongan

dapat
Coliform

merupakan bakteri yang dapat hiduphanya pada usus hewan mamalia termasuk manusia. Penyebaran
kotoran baik manusia dan hewan yang tidak terkontrol dalam lingkungan perairan
dapat menyebabkan lingkungan perairan tercemar oleh bakteri ini.
Tujuan
1. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air.
2. Untuk mengetahui ada tidaknya bakteri coliform dan E.Coli dalam sampel air.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

[Type text]

[Type text]

[Type text]

Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan. Pemeriksaan secara


mikrobiologi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat dipakai sebagai pengukuran
derajat pencemaran.
Pemeriksaan derajat pencemaran air secara mikrobiologis umumnya ditujukan pada
kehadiran bakteri indikator koliform. Bakteri koliform adalah bakteri indikator keberadaan
bakteri patogenik lain. Bakteri koliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran
bakteri patogen. Penentuan koliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan
jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Makin
sedikit kandungan koliform, artinya, kualitas air semakin baik . Bakteri koliform dapat
dibedakan atas 2 grup yaitu : (1) koliform fekal, misalnya Escherichia coli, dan (2)
koliform non-fekal, misalnya Enterobaster aerogenes . Koliform fekal adalah bakteri
koliform yang berasal dari tinja manusia atau hewan berdarah panas lainnya. Sedangkan
Koliform non-fekal adalah bakteri Koliform yang ditemukan pada hewan atau tanamantanaman yang telah mati.
Uji kualitatif koliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji dugaan
(presumptive test), uji penetapan (confirmed test), dan uji pelengkap (completed test).
Metode pengujian yang digunakan adalah metode Most Probable Number (MPN) atau
Jumlah Perkiraan Terbatas (JPT). Koloni yang tumbuh pada agar di uji penetapan ada tiga
tipe yaitu:
1. Koloni tipikal yang tampak gelap dan ada kilap pada bagian tengah
2. Koloni atipikal yang tidak tampak bagian gelap dan tidak mengkilap pada
bagian tengahnya, berwarna merah muda dan buram.
3. Koloni yang tidak termasuk kedalan kedua tipe koloni 1 dan 2. Kalau didapatkan
koloni terakhir tersebut maka uji dinyatakan negatif.

[Type text]

[Type text]

[Type text]

Bakteri koliform dapat menyebabkan sakit perut. Bakteri E.coli di dalam air berasal dari
bahan- bahan tinja dari usu manusia atau hewan berdarah panas. Bila dalam air terdapat
bakteri koliform maka air tersebut tidak saniter.
Pada praktikum pemeriksaan kualitas air, sampel yang digunakan adalah air teh manis,
air oasis, air vit. Pada uji dugaan dipipet 10 ml sampel dan dimasukkan ke dalam tiga seri
tabung reaksi yang berisi medium laktose konsentrasi ganda (double). Kemudian dipipet
masing-masing 1 ml dan 0,1 ml sampel dan dimasukkan masing-masing ke dalam tiga seri
tabung reaksi yang berisi medium laktose konsentrasi normal (single).

Kemudian

dilakukan inkubasi pada suhu 37o C selama 24 jam. Hasil positif ditunjukkan oleh adanya
gas dalam tabung durham. Selanjutnya dilakukan uji penetapan yaitu tabung yang
menunjukkan hasil positif pada uji dugaan diinokulasikan ke dalam medium BGBB
dengan cara mengambil 1 tetes dengan menggunakan jarum ose. Diinkubasi selama 24
jam, hasil positif ditunjukkan dengan adanya gas pada tabung Durham. Tabung yang
menunjukkan hasil positif kemudian ditanam pada medium Endo Agar atau EMBA dengan
cara digesekkan menggunakan jarum ose. Diinkubasi pada suhu 37 o C selama 48 jam.
Hasil positif sampel menggandung bakteri golongan coli ditunjukan dengan adanya koloni
berwarna kehijauan mengkilap.

[Type text]

[Type text]

[Type text]

BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM

1.1.

ALAT- ALAT

1. Cawan petri steril


2. Pipet
3. Pembakar bunsen
4. Jarum ose
5.Inkubator

1.2.
1.
2.
3.
4.

BAHAN- BAHAN

Sampel: Air teh, air merk Vit, air merk Oasis


Media laktosa cair dengan tabung durham di dalamnya
Media EMBA dan BGBB
Zat warna gram

[Type text]

[Type text]

[Type text]

1.3.

1.

PROSEDUR KERJA

Uji duga
-

Masukan 10ml sampel kedalam setiap tabung yang telah berisi 10ml
LBDS

Masukan 1ml sampel kedalam setiap tabung yang telah berisi 10ml
LBSS

Masukan 0,1ml sampel kedalam setiap tabung yang telah berisi 10ml
LBSS

2.

Uji penetapan
-

Ambil 1 tabung yang paling besar gas yang terjebak didalam tabung
durham,streak kedalam medium EMBA dan inkubasi.

3.

Uji lengkap
-

Dari medium EMBA di osekemudian dimasukan kedalam medium LBSS


yang terdapat tabung durham didalamnya dan inkubasi

[Type text]

[Type text]

[Type text]

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.

Hasil

[Type text]

[Type text]

[Type text]

1.

NN

Sampel

Uji Duga

o
1

Air teh
2
3

Uji Penetapan

Uji Lengkap

MPN

+ koliform Atipikal

290

Air merk Oasis

+ koliform Tipikal

29

Air merk Vit

+ koliform tipikal

14

Pembahasan

Pada praktikum pemeriksaan kualitas air sampel yang digunakan adalah air teh manis,
air oasis, air vit. Pertama- tama dilakukan uji dugaan (presumtive test). Pada tahap ini
dibuat media dengan konsentrasi berbeda yaitu konsentrasi ganda (double) dan konsentarsi
normal (single). Sampel sebanyak 10 ml dimasukkan ke dalam media konsentrasi ganda
karena diduga akan ada lebih banyak bakteri sehingga diperlukan lebih banyak nutrisi yang
diperlukan untuk menumbuhkannya. Hasilnya, bila sampel air positif mengandung bakteri
akan ditunjukkan dengan kekeruhan dan adanya gas pada tabung durham. Gas yang
terbentuk adalah gas CO2 yang berasal dari proses fermentasi laktosa oleh sel bakteri gram
negatif golongan koliform atau kemungkinan lain gas tersebut berasal dari sel- sel ragi
atau dari mikroorganisme gram negatif lainnya.
Bakteri non- koliform dalam metabolismenya juga memproduksi gas (Black, 1998)
maka untuk memastikan keberadaan bakteri Koliform dilakukanlah uji penetapan. Tabung
yang menunjukan hasil positif pada uji dugaan ditumbuhkan pada media BGBB (Briliant
Green Bile 2% Broth) yang merupakan media selektif karena kandungan empedunya akan
meningkatkan pertumbuhan bakteri gram negatif koliform, namun kandungan hijau
berliannya akan menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dengan jalan merusak
dinding selnya. Setelah dilakukan pengamatan dan perhitungan dengan metode MPN, pada

[Type text]

[Type text]

[Type text]

air teh manis, air oasis, air vit, menghasilkan gas pada tabung durham dan diperoleh
jumlah perkiraan bakteri koliform.
Banyaknya jumlah bakteri koliform pada air PAM kemungkinan disebabkan karena
pada saat pengambilan sampel yang dilakukan tidak pada air mengalir serta penempatan air
sampel tidak pada wadah yang bersih. Sedangkan pada air sumur disebabkan karena
adanya kontaminasi dari lingkungan sekitar. Sumber mata air pada umumnya keluar dari
dalam tanah, tanah merupakan media yang baik bagi pertumbuhan bakteri sehingga sumber
mata air banyak mengandung mikroba.
Dalam praktikum ini tidak dibutuhkan uji lengkap karena hasil pada uji penetapan sudah
menunjukkan bahwa sampel yang diujikan positif mengandung koliform.

[Type text]

[Type text]

[Type text]

BAB V
PENUTUP

Kesimpulan

1. Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pemeriksaan kualitas air. Uji
kualitatif coliform terdiri dari uji dugaan (presumptive test) dan uji penetapan
(confirmed test).
2. Dari hasil pengamatan sampel air yang diujikan dideteksi adanya bakteri E.Coli
pada sampel air teh, air oasis dan air vit yang berasal dari air sungai dan air PAM
sehingga air tersebut sudah terkontaminasi dan kurang layak untuk dikonsumsi.

[Type text]

[Type text]

[Type text]

DAFTAR PUSTAKA

http://id.scribd.com/doc/61827198/Uji-Kualitas-Air
http://id.scribd.com/doc/16766824/uji-coliform

[Type text]

[Type text]

[Type text]

http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri_koliform
http://dafi017.blogspot.com/2009/03/bakteri-coliform.html

[Type text]

[Type text]

[Type text]