Anda di halaman 1dari 1

Dasar Pemilihan Alat Bor

Pemilihan suatu alat produksi haruslah melalui suatu prosedur yang telah
didefinisikan dengan baik. Hal ini merupakan persoalan rancangan rekayasa yang
sebenarnya (true engineering design) yang memerlukan suatu pertimbangan harga.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Mendeterminasi dan menentukan spesifikasi kondisi-kondisi dimana alat bor akan
digunakan, seperti faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (pekerja,
lokasi, cuaca dan lain-lain) dengan konsiderasi keselamatan kerja.
2. Menetapkan tujuan untuk fase pemecahan batuan dari siklus operasi produksi
kedalam tonase, fragmentasi, throw, vibrasi dan lain-lain (mempertimbangkan
batasan pemuatan dan pengangkutan, stabilitas kemiringan lereng, kapasitas
crusher, kuota produksi, geometri pit,
dll) .
3. Atas dasar pada persyaratan peledakan, merancang pola lubang bor (ukuran dan
kedalaman lubang ledak, kemiringan, burden dan spasi).
4. Menentukan faktor drillability untuk jenis batuan yang diantisipasi,
mengindentifikasikan metoda pemboran yang mendekati kelayakan .
5. Men-spesifikasikan variabel operasi untuk tiap sistem dibawah pengamatan,
meliputi : mesin bor, batang bor, mata bor dan sirkulasi fluida.
6. Memperhitungkan parameter unjuk kerja, termasuk ketersediaan alat, biaya dan
perbandingan. Mengamati sumber tenaga dan memilih spesifikasi. Item biaya yang
besar adalah mata bor, depresiasi alat bor, tenaga kerja, pemeliharaan, energi dan
fluida. Umur bit dan biaya merupakan hal yang kritis namun sulit untuk
diproyeksikan.
7. Memilih sistem pemboran yang memuaskan semua persyaratan biaya
keseluruhan yang rendah dan memperhatikan keselamatan kerja.

Anda mungkin juga menyukai