Anda di halaman 1dari 30

REFERAT BEDAH

ONKOLOGI
CARCINOMA TIROID
Pembimbing:
Dr. Eka Setya Rahardja, Sp.B (K) Onk
Penyusun:
Emika Ambar Pangesti
2009.04.0.0159

PENDAHULUA
N

Kanker kelenjar tiroid termasuk urutan


kesembilan dari insiden kanker di
Indonesia.
Diantara keganasan kelenjar endokrin,
keganasan tiroid termasuk jenis
keganasan yang paling sering ditemukan.
Pada tahun 2004, American Cancer Society
memperkirakan 22.500 kasus baru kanker
tiroid ditemukan di Amerika Serikat,
dengan perbandingan perempuan dan
laki-laki 3:1.

ANATOMI KELENJAR
TIROID
Kelenjar

thyroid terdiri dari dua buah lobus


yang simetris. Antara kedua lobus
dihubungkan oleh isthmus, dan dari tepi
superiornya terdapat lobus piramidalis
yang bertumbuh ke cranial, dapat
mencapai os hyoideum.
Vaskularisasi: arteri thyroidea superior,
arteri thyroidea inferior dan kadang-kadang
arteri thyroidea ima
Inervasi: Persarafan simpatis dari ganglion
cervicalis superior dan ganglion cervicalis
media

HISTOLOGI
Jaringan

tiroid terdiri atas ribuan


folikel yang mengandung bulatan
berepitel selapis dengan lumen
berisikan suatu substansi
gelatinosa yang disebut koloid.
sel-sel folikel berbentuk pipih
sampai silindris
sel parafolikuler atau sel C untuk
sekresi kalsitonin

Gambar Folikel
Tiroid fase Hipoaktif
(Young et all, 2007)

Gambar Folikel
Tiroid fase aktif
(Young et all, 2007)

FISIOLOGI
Kelenjar

tiroid menghasilkan hormon tiroid utama, yaitu


tiroid (T4).
Bentuk aktif hormon ini adalah triiodotironin (T3), yang
sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di
perifer.
Iodida anorganik iodida organik tirosin yang terdapat
dalam tiroglobulin sebagai monoiodotirosin (MIT) atau
diiodotirosin (DIT)Konjugasi DIT + MIT atau DIT+DIT
T3 atau T4 disimpan di koloid kelenjar tiroid.
T4 dilepaskan ke sirkulasi, sedangkan sisanya tetap
berada di dalam kelenjar dan kemudian mengalami
deiodinasi untuk selanjutnya menjalani daur ulang.
Dalam sirkulasi, hormon tiroid terikat TBG (Thyroid
Binding Globulin) atau prealbumin pengikat tiroksin
(Thyroxin Binding Prealbumin, TBPA). (Murtedjo, dkk
2011)

Gambar sintesis hormon tiroid


(Fox, 2003)

CARCINOMA TIROID
Kelenjar

tiroid bisa berkembang


menjadi tumor jinak (adenoma)
maupun tumor ganas
(carcinoma).
Carcinoma tiroid adalah
keganasan pada kelenjar tiroid
yang bersifat agresif dan
anaplastik. (Robbin, 2007)

Etiologipatogen
esis

Epidemiolo
gi
Insiden

7 per 100.000 populasi


setiap tahun, diantara keganasan
kelenjar endokrin paling sering
terjadi
Angka kejadian keganasan pada
nodul tiroid adalah sebesar 512% pada pasien dengan nodul
tunggal dan 3% pada pasien
dengan nodul multiple.

Faktor
risiko

Paparan radiasi

Klasifikasi histopatologi
berdasarkan WHO
Tumor epitel maligna
carcinoma folikulare
carcinoma papilare
campuran karsinoma
folikulkare-papilare
carcinoma anaplastik
(undifferentiated)
carcinoma sel skuamosa
carcinoma tiroid medulare

Stadium Ca tiroid berdasarkan TNM

Diagnosi
s

Ax:
Benjolan di leher
Pembesaran kelenjar getah bening,
Kecepatan tumbuh
RPK kanker tiroid
Riwayat mendapatkan radioterapi,
Paparan radiasi pada daerah leher,
Diet? asupan iodine
Gejala lain misalnya serak, sesak napas
dan sebagainya.

Pemeriksaan
fisik
nodul

tunggal yang dominan dan terfiksasi pada struktur


sekitar dengan ukuran diameter lebih dari 1 cm
konsistensi keras keganasan.
Adanya pembesaran kelenjar getah bening diameter 1-2
cm
Limfadenopati paling sering terletak pada pertengahan
ataupun bagian bawah dari vena jugularis tetapi dapat
juga pada daerah lateral otot sternocleidomastoideus
pada bagian bawah dari segitiga cervical posterior.
(Harahap W, 2012)
Kelumpuhan pita suara, fiksasi nodul tiroid, deviasi
trachea atau invasi ke trachea.
Pemeriksaan fleksibelitas leher harus dilakukan untuk
memastikan hiperekstensi yang adekuat selama
pembedahan.

Pemeriksaan penunjang
LAB:

TSH atau Thyroglobulin, pemeriksaan


kalsitonin serum carcinoma tiroid
meduler
USG
nodul tiroid padat, kistik ataupun
campuran
mikrokalsifikasi, batas yang irreguler,
hipoechoic, Neovaskularisasi curiga
ganas

Pemeriksaan
penunjang
FNAB

membedakan antara lesi jinak dan ganas, sensivitas


90%
Skintigrafi radionuklir
untuk melihat fungsi tiroid, Kelemahan tidak dapat
membedakan nodul yang jinak dan ganas.
Carcinoma tiroid papiler biasanya kurang atau sama
sekali tidak menangkap yodium (nodul dingin)
Adenocarcinoma anaplastik biasanya lebih banyak
menangkap yodium (Nodul panas).
X-ray
menentukan adanya metastase ke organ sekitar, CT
Scan dan MRI sangat berguna untuk menentukan
dalam evaluasi nodul yang besar ataupun kanker
yang rekuren.

Gambaran
histopatologi
Carcinoma tiroid papiler: inti yang
overlapping, ground-glass
appereance dengan celah
longitudinal dan invaginasi
sitoplasma ke dalam inti.

Carcinoma

tiroid folikular ditandai


oleh diferensiasi folifular tanpa
perubahan inti.
2 bentuk minimally invasive dan
widely invasive carcinoma.
Sel Hurthle (oxyphylic follicular
atau oncocytic) adalah varian
dari carcinoma tiroid folikular.

carcinoma

tiroid anaplastik
berupa tumor epithelial,
selularitas tinggi,nekrosis serta
sel-sel pleomorfik dengan
berbagai ukuran dan bentuk.
Ditemukan osteoclastic giant
cells dan sel berinti banyak,
sering nampak mitosis.

Penatalaksanaa
n
Indikasi untuk melakukan pembedahan:
Hasil pemeriksaan FNAB ganas, curiga ganas
ataupun neoplasma folikular.
Nodul tiroid dengan tanda invasi lokal seperti
serak, terfiksir, pembesaran KGB cervical.
Nodul tiroid pada pasien usia dibawah 20 tahun
atau lebih 60 tahun dengan hasil FNAB atypia.
Nodul tiroid dengan pasien riwayat mendapat
terapi radiasi pada daerah leher.
Struma multinodular dengan gejala penekanan
(disfagia, serak, gangguan bernapas terutama
saat berbaring). (Harahap W, 2012)

Prinsip

terapi pada kanker tiroid


adalah operasi (reseksi).
Luasnya reseksi tiroid
berdasarkan sistem AMES (Age,
Metastasis, Extent, Size) yang
membagi pasien ke dalam faktor
risiko tinggi dan rendah.

klasifikasi AMES:
Resiko rendah :
a. Laki-laki umur < 41 tahun, wanita < 51 tahun
Tidak ada metastasis jauh
b. Laki-laki umur > 41 tahun, wanita > 51 tahun
Tidak ada metastasis jauh
Tumor primer masih terbatas di dalam tiroid untuk karsinoma
papilare atau invasi kapsul yang minimal untuk karsinoma
folikulare
Ukuran tumor primer < 5 cm
Resiko tinggi :
a. Semua pasien dengan dengan metastasis jauh
b. Laki-laki umur < 41 tahun, wanita < 51 tahun dengan invasi
kapsul yang luas pada karsinoma folikulare
c. Laki-laki umur > 41 tahun, wanita > 51 tahun dengan
karsinoma papilare invasi ekstra tiroid atau karsinoma folikulare
dengan invasi kapsul yang luas dan ukuran tumor primer > 5cm.

risiko rendah bedah


konservatif (lobektomi atau
isthmolobektomi),
faktor risiko tinggi
tiroidektomi total.
karsinoma tiroid meduler
dan anaplastik
tiroidektomi total. (Harahap
W, 2012)
faktor

Terapi adjuvan
Penggunaan

radiasi interna (radioaktif


131I) kontroversial. Indikasi
mematikan lesi metastasis carcinoma
tiroid. Radioablasi dikerjakan pada
kasus karsinoma tiroid dengan faktor
risiko tinggi yang sudah dilakukan
tiroidektomi total.
External-Beam Radiation Therapy
(EBRT) sebagai adjuvant karsinoma
tiroid hanya diberikan pada karsinoma
anaplastik.

Kemoterapi

digunakan terbatas
untuk karsinoma tiroid anaplastik,
namun hasilnya masih
mengecewakan. (Harahap W, 2012)
Pemakaian levothyroxine
kontroversial. Tujuan terapi ini
adalah untuk menekan TSH yang
diduga merupakan perangsang/
faktor pertumbuhan karsinoma
tiroid. (Harahap W, 2012)

Komplika
si

Komplikasi

yang sering terjadi


adalah perdarahan, cedera
N.Laringeus rekuren,
terangkatnya kelenjar paratiroid.
(Harahap W, 2012)

Prognosi
s

tiroid stadium 1 angka


harapan hidup 20 tahun hampir 100%.
Stadium IV angka harapan hidup 5
tahunnya hanya 25%. (Harahap W, 2012)
Prognosis pasien karsinoma tiroid
folikuler diyakini lebih buruk
dibandingkan tipe papiler,
karsinoma anaplastik memiliki prognosis
terburuk, dengan rata-rata survival
hanya 6 bulan setelah daignosis
ditegakkan. (Harahap W, 2012)
carcinoma

TERIMA KASIH...