Anda di halaman 1dari 2

DASAR TEORI

Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan
zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis
reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa
maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi
reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi
kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa).
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai titrant dan biasanya diletakan di
dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai titer
dan biasanya diletakkan di dalam buret. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.
Titrasi asam basa disebut juga titrasi adisi alkalimetri. Kadar atau konsentrasi
asam basa larutan dapat ditentukan dengan metode volumetri dengan teknik
titrasi asam basa. Volumetri adalah teknik analisis kimia kuantitatif untuk
menetapkan kadar sampel dengan pengukuran volume larutan yang terlibat
reaksi berdasarkan kesetaraan kimia. Kesetaraan kimia ditetapkan melalui titik
akhir titrasi yang diketahui dari perubahan warna indicator dan kadar sampel
untuk ditetapkan melalui perhitungan berdasarkan persamaan reaksi.

Kadar NaOH
Titrasi pertama
Kadar NaOH = V asam oksalat x N asam oksalat/ V naoh
= 63 mg x 0,1/12 ml
= 0,525 N
Titrasi kedua
Kadar NaOH = V asam oksalat x N asam oksalat/ V naoh
= 63 mg x 0,1/11 ml
= 0,5727 N
Titrasi ketiga
Kadar NaOH = V asam oksalat x N asam oksalat/ V naoh
= 63 mg x 0,1/12 ml
= 0,525 N

Reaksi yang terjadi antara asam oksalat dengan NaOH adalah sebagai berikut :
2NaOH + H2C2O4
Na2C2O4 + 2H2O
Pada standarisasi NaOH terhadap asam oksalat indicator yang digunakan adalah penolftalein
atau PP 1 % ,pada saat indicator ditambahkan warna larutan tetap bening,setelah dititrasi
dengan NaOH sebanyak 12 ml larutan berubah menjadi warna pink atau merah muda.
Perubahan warna pada larutan disebabkan oleh resonansi isomer electron. Berbagai indicator
mempunyai tetapan ionisasi yang berbeda,sehingga menunjukan warna pada range pH yang
berbeda. Indicator penolftalein adalah indicator yang dibuat dengan kondensasi anhidrida

fthalein dengan fenol. Jika indicator ini digunakan,maka akan menunjukan pH yang berkisar
antara 8,2 10,0 atau berlangsung antara basa kuat dengan asam kuat.
Dari hasil praktikum,di dapatkan normalitas NaOH melalui perhitungan sebagai
berikut :
Rata-rata
0,525 N + 0,5727 N + 0,525 N

= 1,6227 N/3
= 0,5409 N

Jadi kadar NaOH pada proses titrasi yan dilakukan adalah sebanyak 0,5409 N .
Terjadinya kesalahan dalam melakukan praktikum ini disebabkan oleh beberapa
factor,diantaranya:
1. Kesalahan pada saat penimbangan asam oksalat
2. Kesalaha pada saat memasukan asam oksalat pada labu ukur
3. Dan kesalahan kecil lainnya termasuk pembersihan pada bagian muka bagian atas buret yang
tidak di lap oleh tisu .
Ada dua cara untuk mengetahui titik ekivalen pada titrasi,
1. Memakai pH meter untuk memonitor pH selama titrasi dilakukan. Kemudian membuat
plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva
titrasi tersebut dinamakan titik ekivalen. Cara ini jarang dilakukan karena harus
menggunakan sarana yang mendukung.
2.
Memakai indicator asam basa, indicator ditambahkan 2 hingga 3 tetes pada titran
sebelum proses titrasi dilaukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekivalen
terjadi. Pada saat inilah titrasi dihentikan.
Perubahan warna diharapkan tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Agar mendapatkan
hasil titrasi yang maksimal. Warna yang cocok adalah warna yang berada di tengah-tangah.
Tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
VIII. KESIMPULAN
1. Kadar larutan asam dapat ditentukan dengan menggunakan laruta basa yang sudah diketahui
kadarnya,dan sebaiknya kadar suatu larutan basa dapat ditentukan dengan menggunakan
larutan asam yang sudah diketahui kadarnya.
2. Pada standarisasi NaOH terhadap asam oksalat indicator yang digunakan adalah penolftalein
atau PP 1 %.
3. kadar NaOH pada proses titrasi yan dilakukan pada praktikum di atas adalah sebanyak
0,5409 N.