Anda di halaman 1dari 4

Seleksi Benih Ikan Koi

o SUKA ARTIKEL INI?


o Retweet Link Ini
o Bagikan di Facebook
Kegiatan seleksi benih merupkan salah satu hal yang paling sulit dari rangkaian kegiatan
pemijahan ikan koi. Seleksi yang sembrono atau ceroboh akan mengakibatkan kerugian, karena
biaya makan yang banyak dan tenaga ekstra yang telah banyak tercurahkan hanya menghasilkan
koi yang rendah mutunya.

Dewasa ini ada anggapan bahwa orang yang me-mijahkan koi selalu berharap menghasilkan koi
yang bagus kualitasnya. Anggapan ini keliru sama sekali, sebab tidak sedikit dari mereka yang
sudah ber-pengalaman mendapatkan benih koi yang keseluruh-annya jelek. Umumnya di antara
mereka tidak mem-produksi secara masal, sebab produksi masal susah diurut asal-usulnya.
Asal-usul ini sangat perlu, ter-utama Jika akan mengawinkan koi dengan induknya. Dengan
pemijahan berpasangan, induk akan mudah dicari sebab induk hanya seekor betina dan dua atau
tiga ekor jantan yang gampang diingatnya. Mempro-duksi koi secara masal hanya akan
menambah pekerjaan, karena seekor koi mampu menghasilkan anak hingga puluhan ribu ekor.

Kepadatan benih yang sangat tinggi cenderung membuat benih bersaing tempat dan makanan.
Koi yang buruk dapat merusak koi yang mutunya bagus. Oleh karenanya perlu diadakan
penyeleksian yang ketat.
Penyeleksian dilakukan ketika benih berumur 1 hingga 3 bulan, dan benih dipisahkan menurut
besar dan jenisnya. Ada beberapa ekor koi yang umumnya tumbuh kelewat bongsor, sedangkan
se-bagian lagi sangat lambat. Penyeleksian ini juga akan membantu koi yang pertumbuhannya
lambat bisa tumbuh normal kembali.
Selama 1-3 bulan penyeleksian dilakukan seba-nyak 3 atau 4 kali. Seleksi yang pertama,
dilakukan sekitar 2 minggu setelah menetas bagi Showa, 50 hari setelah menetas untuk Ogon, 60
hari untuk Kohaku dan Taisho-sanke. Benih yang cacat ditan-dai dengan warna merah, putih,
atau hitam saja. Biasanya dari jumlah benih yang menetas, sisanya yang bagus tinggal 1020%.
Seleksi kedua dilakukan untuk menentukan pola warna dan kualitas secara keseluruhan. Setelah
selesai seleksi akan makin sedikit benih yang masih tersisa, tapi yang jelas akan semakin ringan
pekerjaan yarig hams kita lakukan. Seleksi benih memang susah, dan hanya bisa dilakukan
dengan benar dan serius oleh mereka yang sudah dekat dengan koi. Dan penglihatan yang tajam
tetap diperlukan untuk mendapatkan benih-benih yang bagus kualitasnya.
Secara umum benih-benih yang lolos seleksi akan memiliki ciri-ciri se-bagai berikut :

Badan dan siripnya normal, tidak cacat.

Warna badannya sudah nampak menonjol, se-suai dengan varietasnya.

Warna putih, merah, hitam atau kuning nampak jernih tidak tercampur dengan warna lain.

(sumber: breederkoi)

Seleksi Benih Ikan Koi


o SUKA ARTIKEL INI?
o Retweet Link Ini
o Bagikan di Facebook
Kegiatan seleksi benih merupkan salah satu hal yang paling sulit dari rangkaian kegiatan
pemijahan ikan koi. Seleksi yang sembrono atau ceroboh akan mengakibatkan kerugian, karena
biaya makan yang banyak dan tenaga ekstra yang telah banyak tercurahkan hanya menghasilkan
koi yang rendah mutunya.

Dewasa ini ada anggapan bahwa orang yang me-mijahkan koi selalu berharap menghasilkan koi
yang bagus kualitasnya. Anggapan ini keliru sama sekali, sebab tidak sedikit dari mereka yang
sudah ber-pengalaman mendapatkan benih koi yang keseluruh-annya jelek. Umumnya di antara
mereka tidak mem-produksi secara masal, sebab produksi masal susah diurut asal-usulnya.
Asal-usul ini sangat perlu, ter-utama Jika akan mengawinkan koi dengan induknya. Dengan
pemijahan berpasangan, induk akan mudah dicari sebab induk hanya seekor betina dan dua atau
tiga ekor jantan yang gampang diingatnya. Mempro-duksi koi secara masal hanya akan
menambah pekerjaan, karena seekor koi mampu menghasilkan anak hingga puluhan ribu ekor.
Kepadatan benih yang sangat tinggi cenderung membuat benih bersaing tempat dan makanan.
Koi yang buruk dapat merusak koi yang mutunya bagus. Oleh karenanya perlu diadakan
penyeleksian yang ketat.
Penyeleksian dilakukan ketika benih berumur 1 hingga 3 bulan, dan benih dipisahkan menurut
besar dan jenisnya. Ada beberapa ekor koi yang umumnya tumbuh kelewat bongsor, sedangkan
se-bagian lagi sangat lambat. Penyeleksian ini juga akan membantu koi yang pertumbuhannya
lambat bisa tumbuh normal kembali.
Selama 1-3 bulan penyeleksian dilakukan seba-nyak 3 atau 4 kali. Seleksi yang pertama,
dilakukan sekitar 2 minggu setelah menetas bagi Showa, 50 hari setelah menetas untuk Ogon, 60
hari untuk Kohaku dan Taisho-sanke. Benih yang cacat ditan-dai dengan warna merah, putih,
atau hitam saja. Biasanya dari jumlah benih yang menetas, sisanya yang bagus tinggal 1020%.

Seleksi kedua dilakukan untuk menentukan pola warna dan kualitas secara keseluruhan. Setelah
selesai seleksi akan makin sedikit benih yang masih tersisa, tapi yang jelas akan semakin ringan
pekerjaan yarig hams kita lakukan. Seleksi benih memang susah, dan hanya bisa dilakukan
dengan benar dan serius oleh mereka yang sudah dekat dengan koi. Dan penglihatan yang tajam
tetap diperlukan untuk mendapatkan benih-benih yang bagus kualitasnya.
Secara umum benih-benih yang lolos seleksi akan memiliki ciri-ciri se-bagai berikut :

Badan dan siripnya normal, tidak cacat.

Warna badannya sudah nampak menonjol, se-suai dengan varietasnya.

Warna putih, merah, hitam atau kuning nampak jernih tidak tercampur dengan warna lain.

(sumber: breederkoi)