Anda di halaman 1dari 6

KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI KAWASAN PERAIRAN PADANG TIKAR

KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA

NATALIA EMMI
Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Angkatan 2011, FKIP Universitas Tanjungpura

ABSTRACT
This study aims to determine the diversity of fish in the estuary area of Padang Tikar,
Batu Ampar Sub-regency, Kubu raya, West Boreno. The research of method used the point count
and interview with local fisherman. The results of identification obtained by 13 family with 15
species based on direct findings and 4 family with 4 species based on the results of interviews
with people around village that show the whole area has a high diversity of fish.

Key words: Diversity, Fish, Padang Tikar, Estuary

PENDAHULUAN
Penelitian ikan di wilayah perairan Indonesia telah dimulai sejak tahun 1653 oleh
Johannes Nieuhof

yang menjadi perwakilan eksplorasi dan komisi diplomatik dari

Nederlansche Oost-Indische Company di Timur jauh dan China. Sebagian besar koleksi
Nieuhof ditemukan di Batavia dan sekitarnya. Beberapa peneliti meneruskan pekerjaan ini,
diantaranya dua pemuda: Heinrich Kuhl & Johan Conraad van Hasselt yang hanya bertahan
kurang dari tiga tahun dan dikuburkan di Kebun Raya Bogor. Setelah itu banyak peneliti lain
yang meneliti di perairan Indonesia, namun yang paling banyak kontribusinya adalah Pieter
Bleeker (Roberts, 1989).
Kawasan Padang Tikar merupakan gugus kepulauan yang terletak di pesisir barat
kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya dengan luas wilayah 2.002,00 km. Kawasan
ini memiliki wilayah perairan air tawar berupa air sungai dan air laut, sehingga diduga
menyebabkan keanekaragaman ikan di wilayah perairan ini cukup tinggi baik dari jenis ikan air
tawar dan ikan air laut. Adanya hubungan positif antara kekayaan jenis dengan suatu area yang
ditempati tergantung pada dua faktor. Pertama, peningkatan jumlah mikro habitat akan dapat

meningkatkan keragaman. Kedua, area yang lebih luas sering memiliki variasi habitat yang lebih
besar dibanding dengan area yang lebih sempit (Wooton, 1991).

Sektor kelautan merupakan sektor utama yang menjadi mata pencaharian sebagian besar
penduduknya, sehingga pemanfaatan hasil tangkapan perikanan disini cukup melimpah, dan ikan
menjadi sumber protein hewani masyarakat yang utama. Informasi mengenai kelimpahan jenis
ikan di daerah ini dirasa masih kurang sehingga penelitian mengenai keanekaragaman ikan di
daerah padang tikar dapat menjadi sumber referensi peneliti dalam memetakan sumber daya ikan
di daerah ini.
Ikan mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi sebagai
penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe rounded, truncate,
emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik dibedakan atas sisik placoid, ganoid,
ctenoid dan cycloid. Tipe mulut berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan
sub terminal. Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform,
depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform (Riki, 2010).
Untuk mengetahui berapa banyak spesies ikan yang terdapat di daerah padang tikar, maka
dilakukan identifikasi. Identifikasi merupakan pekerjaan mencari dan mengenal ciri-ciri
taksonomi individu yang beraneka ragam dan memasukannya dalam suatu takson. Identifikasi
penting artinya ditinjau dari segi ilmiah, sebab seluruh pekerjaan berikutnya sangat tergantung
dari hasil identifikasi yang benar dari suatu spesies yang sedang diteliti. Dalam melakukan
identifikasi ikan, buku kunci identifikasi ikan mutlak diperlukan. Agar mudah dalam
menggunakan buku kunci identifikasi, terlebih dahulu harus memahami istilah-istilah yang biasa
digunakan dalam identifikasi. Identifikasi ikan didasarkan atas morfometrik dan meristik yang
dilakukan sesuai dengan petunjuk identifikasi (Hayati, 2011).
Hasil wawancara dengan masyarakat sekitar kawasan pantai, diperoleh informasi bahwa
pemanfaatan ikan terutama yang memiliki nilai komoditas tinggi terus berlangsung. Banyak
diantaranya dipergunakan untuk dipelihara, dikonsumsi ataupun diperdagangkan. Seperti ikan
dari golongan Tenggiri/Tuna yang menjadi komoditi ekspor dan Udang Ketak yang juga menjadi
primadona hasil tangkapan perikanan di perairan Padang Tikar.
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis ikan yang hidup di perairan
Padang Tikar, Kec. Batu Ampar Kab. Kubu Raya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat
menambah pengetahuan tentang keanekaragaman jenis ikan disana dan mendukung pengelolaan
perairan laut maupun tawar di Perairan Padang Tikar.

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini dilaksanakan di kawasan perairan Padang Tikar, Kecamatan Batu Ampar,
Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 0911 Januari 2015 di 2 lokasi perairan Padang Tikar yakni di tempat pelelangan ikan (TPI)
pelabuhan Teluk Air dan wilayah perairan Padang Tikar. Alat yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Kamera, alat tulis, kompas dan jam tangan, Meteran. Sementara bahan yang digunakan
adalah tally sheet, dan buku identifikasi Pisces di Indonesia
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode point count dan wawancara.
Untuk pengamatan di kawasan perairan Padang Tikar dilakukan pada titik yang dianggap tempat
bermain atau mencari makan. Sedangkan untuk pengamatan di TPI Teluk Air dilakukan metode
wawancara dengan para nelayan yang pulang dari melaut. Waktu pengamatan dimulai pukul
10.00-14.00 WIB. Metode sensus ikan dilakukan dengan membuat satu seri daftar jenis ikan
yang berada/tampak di sepanjang lokasi penyisiran selama waktu pengamatan. Setiap jenis baru
dicatat hingga mencapai 10 jenis, lalu dibuat daftar baru lagi. Jenis yang sama tidak boleh dicatat
dua kali dalam satu daftar.
Selain pengamatan langsung, penelitian ini juga mengambil data sekunder berupa hasil
wawancara dengan para nelayan untuk menggali informasi mengenai ikan yang sering ditemukan
atau ditangkap oleh para nelayan. Ikan yang telah ditemukan pada pengamatan langsung tidak
dimasukan kembali ke dalam data sekunder.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengamatan menunjukkan adanya 13 famili dengan 15 spesies ikan yang hidup
di kawasan perairan Padang Tikar (tabel 1) dimana 1 diantaranya merupakan spesies yang
tergolong ke dalam ikan air tawar yakni ikan sembilang (Plotasus canius).
Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa 2 spesies ikan tergolong kedalam
family Centropomidae, dan 2 spesies ikan tergolong kedalam family Engraulidae, serta 11
family lain yakni Ariidae, Belonidae, Delphinidae, Ephippidae, Gobiidae, Lutjanidae,
Mobulidae, Mugilidae, Serranidae, Soleidae, dan Plotosidae masing-masing terdiri dari 1
spesies. Sementara 2 spesies lainnya, yaitu ikan ronggeng dan ikan malong belum
teridentifikasi.
Pada penelitian ini juga berhasil dijumpai beberapa jenis ikan yang sering dikonsumsi
masyarakat seperti ikan kakap (Lates calcarifer). Ikan tersebut dikonsumsi masyarakat

karena selain memiliki nilai ekonomis yang tinggi juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi
di perdagangan internasional.

Tabel 1. Jenis Ikan yang diketahui berdasarkan point count di TPI Teluk Air, Padang Tikar
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Jenis Ikan
Ikan Pari elang
Ikan tirusan
Ikan duri
Ikan Julung-julung
Ikan belanak
Ikan kerapu
Ikan hiu sembilang
Ikan kakap
Ikan pirang
Ikan simerah
Ikan Tudung tempayan
Ikan glodok
Ikan sebelah
Ikan ronggeng
Ikan teri
Ikan pesut
Ikan malong

Nama ilmiah
Aetomyleus nichofii
Pseudesciaena soldado
Arius leiotetocephalus
Zenarchopterus buffonis
Liza melinoptera
Epinephelus bleekeri
Plotasus canius
Lates calcarifer
Setipinna taty
Lutjanus fuscescens
Platax teira
Penopthalmus koelreuteri
Achioides melanorhynchus
Anchovies sp.
Orcaella brevirostris
-

Family
Mobulidae
Centropomidae
Ariidae
Belonidae,
Mugilidae
Serranidae
Plotosidae
Centropomidae
Engraulidae
Lutjanidae
Ephippidae
Gobiidae
Soleidae
Engraulidae
Delphinidae
-

Di lokasi penelitian juga terdapat beberap ikan tulang rawan (Chondricthyes) seperti
Ikan hiu sembilang (Plotasus canius), dan Ikan Pari elang (Aetomyleus nichofii). Ikan ini
merupakan ikan predator ikan kecil lainnya (Karnivora), dan keberadaanya dalam lingkungan
perairan padang tikar menjadi semacam bioindikator bahwa perairan disini masih tergolong
baik, karena jika terdapat karnivora kemungkinan besar ikhtiofauna di perairan ini masih
tinggi.
Ikan lain

yang cukup

menarik perhatian

ialah ikan sebelah (Achioides

melanorhynchus), ikan ini merupakan salah satu ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat, ciri
khusus dari ikan ini adalah memiliki dua buah mata yang terletak pada sebuah sisi yang sama,
artinya sisi yang lain tidak memiliki mata.
Dibandingkan dengan kawasan sekitar aliran sungai kecil, kawasan perairan payau
(Muara) lebih bervariasi dalam hal keragamannya, sedangkan di sekitar aliran sungai yang

ditemukan umumnya merupakan ikan air tawar, sedangkan pada air payau keragaman lebih
tinggi akibat pertemuan dua buah aliran air yang berbeda kadar garamnya.
Salah satu penyebab kelimpahan ikan pada suatu lokasi adalah ketersediaan bahan
makanan. Bahkan beberapa kelompok burung dapat hidup lestari hingga saat ini disebabkan
telah berhasil menciptakan relung yang khusus bagi dirinya sendiri untuk mengurangi
kompetisi atas kebutuhan sumber daya dan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi
lingkungan (Elfidasari dan Junardi, 2006).
Selain itu, tingginya keragaman ikan di perairan padang tikar dikarenakan di kawasan ini
lebih banyak tersedia tanaman berbuah yang menjadi makanan bagi ikan serta tumbuhan
berbunga yang menjadi sumber makanan utama bagi jenis ikan frugivor. Menurut Priatna (2002),
bahwa perbedaan keanekaragaman jenis ikan pada setiap habitat sangat dipengaruhi dari
ketersediaan makanan bagi ikan.
Selain

pengamatan

langsung,

dilaksanakan

juga

pengumpulan

data

dengan

mewawancarai nelayan di TPI. Pertanyaan diarahkan pada jenis ikan yang sering ditemukan oleh
masyarakat dan sering ditangkap untuk dijadikan peliharaan. Ikan yang telah terdata didalam
pengamatan langsung tidak dicatat kembali kedalam data sekunder

Tabel 2. Jenis ikan yang diketahui berdasarkan wawancara dengan nelayan di kawasan
perairan Padang tikar
No

Nama latin

Nama daerah

Family

1.

Scatophagus argus

Ketang-ketang

Scatophagidae

2.

Diodon holocanthus

Buntal

Diodontidae

3.

Arius thalassinus

Manyung

Ariidae

4.

Scomberomorus commerson

Tenggiri papan

Scombridae

Hasil wawancara diperoleh informasi terdapat 4 family dengan 4 spesies ikan yang sering
ditemukan oleh masyarakat dan beberapa dijadikan konsumsi.
Ikan Ketang-ketang (Scatophagus argus), Ikan manyung (Arius thalassinus), ikan
tenggiri papan (Scomberomorus commerson) adalah jenis yang paling sering ditangkap untuk
dipelihara ataupun diperdagangkan. Sedangkan ikan buntal (Diodon holocanthus) merupakan

jenis ikan beracun yang jarang dikonsumsi oleh masyarakat namun diekspor ke negara Asia
Timur seperti Jepang dan Korea.

Secara keseluruhan, keragaman jenis ikan didaerah perairan Padang Tikar masih tinggi
dan banyak diantaranya rentan akan kepunahan baik secara langsung akibat perburuan ataupun
diakibatkan kerusakan air yang menjadi habitat utama ikan-ikan di kawasan ini.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 20 spesies dengan 16 famili ikan
yang hidup di kawasan perairan Padang Tikar. Ada 17 jenis ikan ditemukan berdasarkan
pengamatan langsung, namun 2 jenis ikan diantaranya belum teridentifikasi dan 4 jenis ikan
diketahui berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat sekitar hutan. Ikan yang ditangkap di
perairan Padang Tikar sebagian besar untuk dikonsumsi dan sampai saat ini belum ada penelitian
lebih lanjut mengenai status konservasi ikan yang ada di Padang Tikar.

DAFTAR PUSTAKA
Riki. 2010. Laporan pisces. http://rykibio046.blogspot.com. Diakses pada tanggal 15 Januari
2015)
Winda, hayati. 2011. Kelas pisces. http://windahayati14.blogspot. Diakses pada tanggal 15
Januari 2015)
Roberts, T. 1989. The Freshwater Fishes of Western Borneo. California Academy of
Sciences, San Fransisco.
Wooton, J. 1991. Ecology of Teleost Fishes. New York: Chapman & Hall.