Anda di halaman 1dari 15

ESWL (Extracorporeal

Shock Wave Lithotripsy)


Disusun oleh : Gagas S.
Pangestu
Jozi Nugraha Mahmuda

ESWL ditemukan di Jerman dan


dikembangkan di Perancis. Pada
tahun 1971, Haeusler dan Kiefer
memulai uji coba secara in-vitro
penghancuran batu ginjal
menggunakan gelombang kejut.
Tahun 1974, secara resmi
pemerintah Jerman memulai
proyek penelitian dan aplikasi
ESWL

Kemudian berbagai penelitian


lanjutan dilakukan secara intensif
dengan in-vivo maupun in-vitro.
Barulah mulai tahun 1983, ESWL
secara resmi diterapkan di Rumah
Sakit di Jerman. Di Indonesia, sejarah
ESWL dimulai tahun 1987 oleh Prof.
Djoko Raharjo di Rumah Sakit
Pertamina, Jakarta

APA ITU ESWL?

ESWL (Extracorporeal Shock Wave


Lithotripsy)
Sesuai dengan namanya Extracorporeal
berarti diluar tubuh, sedangkan Lithotripsy
berarti penghancuran batu. Secara harfiah
ESWL memiliki arti penghancuran batu
(ginjal) dengan menggunakan gelombang
kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar
tubuh

HANCURNYA BATU
GINJAL

APA SIH SHOCKWAVE?

Gelombang kejut adalah gelombang dari sebuah aliran


yang sangat cepat dikarenakan kenaikan tekanan,
temperature, dan densitas secara mendadak pada waktu
bersamaan. Seperti gelombang pada umumnya shock
wave juga membawa energi dan dapat menyebar
melalui medium padat, cair, ataupun gas.

Konstruksi
Pesawat
Pesawat Lithotripsy terdiri dari beberapa
bagian :
Dua buah pembangkit gelombang kejut dengan
sistem Elektromagnetik (EMAS)
Meja pasien
Sistem Lokalisasi :
2 buah tabung (tube)
Generator sinar-X
TV Sistem

Pembangkit gelombang kejut


Pembangkit gelombang kejut terdiri dari tabung dan
komponen-komponen disebut Shockwave Head
Dua buah shockwave head dimaksudkan untuk
penembakan ginjal kanan dan kiri, bila perlu dapat
dipertukarkan dengan jalan membalik posisi pasien.
Prinsip pembangkit gelombang kejut adalah sistem
elektromagnetik, gelombang kejut yang timbul akan
merambat diair dan difokuskan lensa akustik yang
mempunyai panjang focus 12,3 cm.

EFEK DARI SHOCKWAVE

EFEK
LANGSUNG
(HIGH
PRESSURE
POSITIVE)

EFEK TIDAK
LANGSUNG
(HIGH
PRESSURE
NEGATIVE)

Sistem Fokus
Shockwave
Sistem Elektro Magnetik (EMAS) menggunakan Lensa Akustik
Sistem Piezoelektrik menggunakan Terfokus sendiri
Sistem Spark Gap menggunakan Reflektor Elipso

Hubungan X-Ray
Dengan ESWL
Digunakan dua buah tabung sinar X dan generator sinar X yang dipergunakan
adalah sistem multi pulsa (Polyphos Siemens ) kombinasi dua buah tabung sinar
X dan dua buah tabung Image Intensifier membentuk biplane dan bersudut 38.
Perpotongan kedua sumbu tabung sinar X tabung II dan kedua titik fokus shock
wave head (kanan dan kiri) bertemu disatu titik yang disebut isocenter. Pada
kedua monitor TV titik isocenter ini digambarkan sebagai garis silang.
Target atau batu yang akan ditembak harus diletakkan pada titik isocenter ini
melalui gambar dimonitor. Pengaturan ini dapat dilakukan secara manual atau
automatik.