Anda di halaman 1dari 35

MENJAGA KELESTARIAN Metroxylon sp (SAGU)

UNTUK MELINDUNGI MATA AIR


DI KELURAHAN POBOYA
Dibuat untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
Bidang Sains Terapan (Ekologi)

Oleh:
Siti Dewi Rahayu

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah


Dinas Pendidikan Daerah
SMA Negeri Model Terpadu Madani
Jl. Soekarno-Hatta Bumi Roeviga Telp. (0451) 4709202 Palu 94124

HALAMAN PENGESAHAN
Nama

: Siti Dewi Rahayu

Judul

: Menjaga Kelestarian
Metroxylon sp (Sagu) untuk Melindungi
Sumber Mata Air di Kel. Poboya

Tempat Penelitian

: Kel. Poboya

Palu, 01 Juni 2010


Pembimbing I

Pembimbing II

Ihwan S.Pd., M.Pd

Dasmin Lamasiara, S.Pd., M.Pd

NIP. 131961532

NIP. 132064275

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMAN Model Terpadu Madani

Drs. H. Ibrahim Janat, M.Pd


NIP. 195701010 1987031 011

ii

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul Melestarikan Metroxylon sp (sagu) untuk Melindungi Sumber Air
Bersih di Kelurahan Poboya. Penelitian ini dilakukan mulai 21 Maret sampai dengan 1 Juni
2010. Lokasi penelitian adalah sumber air bersih di Kelurahan Poboya Kota Madya Palu.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara yang dapat dilakukan untuk melindungi
sumber air bersih di Kelurahan Poboya serta menemukan hubungan antara debit air bersih di
Kelurahan Poboya dengan kerapatan populasi Metroxylon sp (sagu) yang tumbuh di sekitarny.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh daerah yang ditumbuhi pohon sagu (Metroxylon sp),
Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah lokasi dimana terdapat pohon sagu dengan sumber mata
air yang besar (dialirkan ke Kelurahan Lasoani) dan sumber mata air yang lebih kecil (dialirkan hanya
di Kelurahan Poboya). Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan cara pemilihan secara disengaja.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa debit air yang terdapat di sekitar Metroxylon sp (sagu) yang
populasinya paling rapat akan memiliki debit air yang besar.

Kata kunci : pohon sagu, air bersih, Kel. Poboya

iii

Kata Pengantar
Syukur Alhamdulillah, peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
hanya dengan rahmat-Nya lah sehingga penulisan karya tulis ilmiah ini yang berjudul
Menjaga keLESTARIAN Metroxylon sp (Sagu) untuk melindungi Sumber Air

Bersih

Kelurahan Poboya dapat diselesaikan dengan baik. Dengan selesainya penelitian ini, peneliti
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. H. Ibrahim Janat, M.Pd selaku kepala SMA
Negeri Model Terpadu Madani Palu, Bapak Ihwan S.Pd., M.Pd dan Bapak Dasmin Lamasiara,
S.Pd., M.Pd selaku pembimbing, dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian laporan penelitian kami.

Guna penyempurnaannya, peneliti sangat mengharapkan saran dan kritik yang


bersifat membangun dari pembaca. Semoga karya tulis ini dapat menjadi bahan bacaan dan
masukan yang bermanfaat sehingga dapat menambah wawasan kita semua. Amin.

Palu, 1 Juni 2010

Penulis

PERNYATAAN ORISINALITAS
Dengan ini saya menyatakan bahwa:

iv

1. Ide penelitian ini adalah asli dari penulis sendiri


2. Karya tulis sebagai laporan penelitian ini belum pernah diajukan dalam perlombaan
maupun ke tingkat OPSI sebelumnya
3. Bila terdapat karya atau pendapat orang lain, yang telah dipublikasikan maka
disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka
4. Penyempurnaan gagasan dan rumusan hanya diperoleh berupa arahan dan tim
pembimbing

Mengetahui,

Memberikan pernyataan

Kepala Sekolah SMAN Model Terpadu Madani

Penulis

Drs. H. Ibrahim Janat, M.Pd

Siti Dewi Rahayu

NIP. 195701010 1987031 011

NIS. 08-0205

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN KARYA TULIS

ii

PERNYATAAN ORISINALITAS

iii

ABSTRAK

iv

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

vi

DAFTAR TABEL

viii

DAFTARLAMPIRAN
BAB I

BAB II

BAB III

ix

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Tujuan Penelitian

1.4

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Air Bersih

2.2 Sumber Air Bersih

2.3 Syarat Air Bersi

2.4 Pohon Sagu

2.5 Manfaat Pohon Sagu

2.6 Pengukuran Debit dengan Cara Apung (Float Area Methode)

2.7 Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

3.2 Jenis Penelitian

3.3 Populasi dan Sampel

10

3.4 Tekhnik Pengumpulan Data

3.4.1 Metode Observasi

10

3.4.2 Teknik Dokumentasi

10

3.5 Instrumen Penelitian

BAB IV

BAB V

3.5.1 Bahan dan alat penelitian

11

3.5.2 Prosedur Penelitian

11

3.6 Prosedur Penelitian

11

3.7 Data Penelitian

12

3.8 Definisi Operasional

12

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Hasil Wawancara
1.1.2 Hasil Pengukuran Debit Air

14
15

4.2 Pembahasan

18

PENUTUP
5.1 Kesimpulan

20

5.2 Saran

20

DAFTAR PUSTAKA

21

vii

DAFTAR TABEL
4.1.1

Hasil Wawancara

4.1.2

Hasil Pengukuran Debit Air

14

Perhitungan luas penampang rata-rata pada mata air yang besar

15

Kecepatan pelampung

15

Perhitungan kecepatan mengalirnya pada mata air yang lebih kecil

16

Kecepatan pelampung

17

viii

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN I
Lampiran 1 a,b daerah penelitian untuk sampel Metroxylon sp (sagu)
yang menampung jumlah
mata air yang besar

22

Lampiran 2 a,b daerah penelitian untuk sampel Metroxylon sp (sagu)


yang menampung jumlah
mata air kecil

22

Lampiran 3 a,b gambar pada saat pengukuran debit air

23

Lampiran 4 skema ketinggian air pada bak

23

LAMPIRAN II
Daftar Koefisien Kecepatan

24

LAMPIRAN III
Biodata warga yang diwawancarai

25

LAMPIRAN IV
Daftar riwayat hidup

26

ix

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Air bersih merupakan kebutuhan utama manusia.

Kebutuhan ini semakin

meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sayangnya, hal ini tidak
diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga, melindungi serta
menghemat penggunaan air bersih. Akibatnya, semakin terasa sulit untuk mendapatkan
air bersih terutama di beberapa kota besar.
Sebagian warga Kota Palu memperoleh air bersih dari sumber-sumber air yang
terdapat di Kelurahan Poboya. Area sumber air di Kelurahan Poboya ditandai dengan
tumbuhnya Metroxylon sp (sagu). Hal ini dapat dimaklumi dikarenakan tanaman ini
membutuhkan air dalam jumlah besar untuk kelangsungan hidupnya. Tanaman ini juga
dapat menjadi penampung air permukaan -biasanya dari air hujan- yang tidak dapat
mengalir.
Akhir-akhir ini jumlah pohon sagu di Kelurahan Poboya semakin berkurang,
akibat penebangan pohon sagu untuk areal perumahan dan usaha serta pemanfaatannya
sebagai sumber amilum dan daunnnya dimanfaatkan untuk pembuatan atap.
Permasalahan ini menjadi pelik, disatu sisi peranan areal pohon sagu sangat diperlukan
untuk pembangunan dan fungsinya yang ekonomis sebagai salah satu bahan pangan,
sedangkan fungsi ekologinya yang dapat menampung air menjadikan Metroxylon sp
(sagu) harus tetap terjaga.
Hal di atas, menantang Peneliti untuk meneliti dan menulis tentang pentingnya
melestarikan

Metroxylon sp (sagu) sebagai syarat atau sarana untuk melindungi

keberadaan sumber-sumber air bersih di Poboya. Karena alasan inilah, maka Penulis

memilih judul Melestarikan Metroxylon sp (sagu) untuk Melindungi Sumber Air


Bersih di Kelurahan Poboya.
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis merumuskan


masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dapat dilakukan untuk mempertahankan sumber air bersih di Kelurahan
Poboya?
2. Apakah terdapat hubungan sebab-akibat antara keberadaan sumber air bersih dengan
tumbuhnya Metroxylon sp (sagu) di Kelurahan Poboya?
3. Apakah kerapatan populasi Metroxylon sp (sagu) mempengaruhi debit air bersih
yang ditampung sumber air di Kelurahan Poboya?
1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah:


1. Menemukan cara yang dapat dilakukan untuk melindungi sumber air bersih di
Kelurahan Poboya.
2. Menemukan hubungan sebab-akibat antara keberadaan sumber air bersih dengan
tumbuhnya Metroxylon sp (sagu) di Kelurahan Poboya.
3. Menemukan hubungan antara debit air bersih yang dihasilkan sumber air di
Kelurahan Poboya dengan kerapatan populasi Metroxylon sp (sagu) yang tumbuh di
sekitarnya
1.4 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberi manfaat berupa :


1.

Masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dalam hal menjaga kelestarian


Metroxylon sp (sagu) di kawasan sumber mata air.

2. Pemerintah dapat membuat kebijakan mengenai penggunaan lahan terutama yang


terkait dengan kelestarian sumber air bersih.
3. Lembaga Pendidikan memperoleh pasokan ide tentang keterkaitan (link and match)
antara Biologi dan Geologi.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Air Bersih
Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik
dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas
mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi (www.wikipedia.com).
Sedangkan menurut KBBI 2008, air bersih adalah air tawar yang memenuhi syarat
kesehatan.

2.2 Sumber Air Bersih


Menurut (ww.wikipedia.com) sumber air bersih meliputi:
1. Sungai
Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di
dunia. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap
orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap
penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang
tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun
ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk
mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan.
2. Curah hujan
Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih, individu perorangan/
berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang
mahal untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk
menekan kerusakan musibah banjir.

3. Air permukaan dan air bawah tanah.

2.3

Syarat Air Bersih


Syarat-syarat air bersih yaitu:
1.syarat kualitas
a. Syarat fisik
cara menegenal air yang memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar seperti jernih,
tidak berwarna, dan tidak berasa
b. Syarat bakteriologis : air harus bebas dari segala bakteri terutama bakteri pathoge
c.Syarat kimia : air tidak mengandung zat-zat yang berbahaya yang dapat mengganggu
kesehatan
2. syarat kuantitas
Air harus memenuhi kebutuhan keluarga (100 liter sehari untuk 2-3 orang)
(http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/kedokteran/air-yang-bersih)

2.4 Pohon Sagu


Sagu atau disebut juga rumbia dalam bahasa ilmiah disebut Metroxylon sago
sedangkan dalam bahasa inggris disebut Sago Palm merupakan tanaman penghasil sagu.
Jenis pinang-pinangan ini tumbuh merumpun dengan akar rimpang yang panjang dan
bercabang yang menjulur dipermukaan tanah. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari
Papua atau Maluku (www. Jenis-jenis Palem (Arecaceae).blog.htm). Tanaman sagu
hidup di daerah pesisir yang berair tawar dengan air yang menggenang seperti pinggir
danau atau rawa. Pohon yang dapat mencapai tinggi 10 m ini, kadang juga tumbuh di
bagian hulu sungai atau hutan, seperti di hutan hujan Kalimantan (Bellwood,2000:198)

2.5 Manfaat Pohon Sagu


Tanaman pohon sagu tersebut memiliki manfaat cukup beragam antara lain,
daunnya digunakan untuk membuat atap, tangkai daunnya seringkali dipakai untuk
dinding rumah, terkadang bagian pelepahnya digunakan sebagai timba atau wadah
penampung sagu. Tanaman ini cukup dikenal terutama oleh masyarakat yang berada di
Indonesia bagian timur, seperti Maluku dan Irian Jaya. Bahkan diperkirakan daerah
tersebut merupakan tempat asal sagu mengingat akan keanekaragamannya yang besar
(Widjaja dkk.,1989:47). Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa sebagian masyarakat
ebih mengenal pohon sagu dari segi ekonominya saja

2.6 Pengukuran Debit dengan Cara Apung (Float Area Methode)


Kecepatan aliran (V) ditetapkan berdasarkan kecepatan pelampung (U) luas
penampang (A) ditetapkan berdasarkan pengukuran lebar saluran (L) dan kedalaman
saluran (D) debit sungai (Q) = A x V atau A = A x k dimana k adalah konstanta
Q = A x k x U Q = debit (m3/det)
U = kecepatan pelampung (m/det)
A = luas penampang basah sungai (m2)
k = koefisien pelampung
Suwandi (2006:4)

2.7 Kerangka Pikir

Menetukan
debut air
yang
dihasilkan

Tujuan Penelitian

Gambar 1.1 Kerangka Penelitian


Sugiyono (2007:86) menyatakan bahwa deskripsi (kerangka) teori paling tidak,
berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian,
dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup,

kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi
jelas dan terarah.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Poboya Kota Palu. Pemilihan lokasi
atau tempat penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan di
Kelurahan Poboya merupakan daerah yang memiliki sumber mata air yang digunakan
oleh warga sekitar daerah tersebut sebagai penghasil air bersih untuk digunakan dalam
memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian dilaksanakan selama 5 hari yakni mulai tanggal
21 Maret sampai dengan 1 Juni 2010.

3.2 Jenis Penelitian


Jenis penelitian

yang dilakukan oleh peneliti, adalah penelitian kuantitatif-

eksplorasi dengan mencari hubungan antara ekosistem sagu dengan keberadaan sumber
air. Dimana

menurut (Elisabetyas's Weblog.htm), Penelitian eksplorasi adalah

penelitian terhadap permasalahan yang belum dijejaki, belum pernah ditemukan orang
lain, begitu pula objek penelitian adalah wilayah yang masih baru untuk hal yang akan
diteliti tersebut, sehingga walaupun dalam keadaan yang sangat miskin informasi, atau
keadaan yang tertutup informasi, peneliti eksplorasi tetap berusaha menemukan atau
mengungkap permasalahan yang sedang dibutuhkan atau akan diteliti tersebut.

3.3 Populasi dan Sampel


Populasi yang digunakan merupakan seluruh daerah yang ditumbuhi Metroxylon
sp (sagu) yang tersebar dibeberapa tempat di Kelurahan Poboya, dimana dilokasi
tumbuhnya pohon sagu tersebut terdapat sumber air.

Sedangkan sampel dalam

penelitian ini yaitu dimana terdapat ekosistem pohon sagu dengan jumlah mata air
yang besar dan yang memiliki mata air yang kecil.

3.4 Tekhnik Pengumpulan Data


3.4.1 Metode Observasi
Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yaitu dengan
mengambil data langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui persebaran
Metroxylon sp (sagu) disekitar areal sumber air serta mengetahui debit air bersih
yang dihasilkan oleh sumber air dalam selang waktu tertentu.

1.4.2 Teknik Dokumentasi


Dokumentasi dilakukan dengan cara memanfaatkan beberapa literatur,
pengambilan foto karakteristik lapangan penelitian serta wawancara yang
dilakukan dengan masyarakat yang tinggal di sekitar sumber mata air. Pada
umumnya literatur diambil dari berbagai situs di internet dan buku, yang
berkaitan dengan masalah air bersih, mata air serta tumbuhan Metroxylon sp
(sagu).

10

3.5 Instrumen Penelitian


3.5.1

Bahan dan alat penelitian


Bahan dan alat yang digunakan dalam

proses wawancara dengan

masyarakat adalah
1. pulpen
2. kertas
Alat yang digunakan dalam melakukan pengamatan dan perhitungan debit
air sample penelitian
1. camera
2. alat ukur meteran
3. batok kelapa
4. stop watch

3.5.2

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang dilakukan guna menentukan debit air yang


dihasilkan oleh sampel penelitian menggunakan float area method yaitu sebagai
berikut:
1. Mengukur tinggi air pada penampungan mata air (tinggi air yang diambil
adalah tinggi air ketika musim panas).
2. Mengukur panjang, lebar dan tinggi penampang air.
3. Melakukan proses mengalirkan pelampung serta melakukan perhitungan
waktu mengalirnya pelampung.
4. Data perhitungan yang telah terkumpul kemudian dimasukkan kedalam

11

persamaan untuk menentukan debit air.

3.6

Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berkenaan dengan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, Selain itu pula data yang telah
terkumpul, melalui metode observasi dan dokumentasi, yaitu dengan ditemukannya
mata air yang berada di Kel. Poboya terdapat disekitar kawasan pohon sagu.

6.7 Data Penelitian


Dalam penelitian ini jenis data yang dikumpulkan berdasarkan sumbernya adalah
data primer, yaitu data yang diperoleh dari observasi ke lapangan. Data primer yang
dikumpulkan meliputi hasil pengukuran dan perhitungan debit air dari mata air yang
berada di Kel. Poboya.

3.8 Definisi Operasional


Definisi operasional penelitian ini antara lain:
1. Air bersih adalah cairan yang jernih tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau
yang diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan secara kimiawi
mengandung hydrogen dan oksigen.
2. Mata air adalah sumber air yang berada di permukaan tanah berupa kubangan,
biasanya berasal dari air hujan.
3. Metroxilon sp adalah jenis tumbuhan Aracaceae (palem) tumbuh di daerah tropis,
penghasil amilum yang terdapat di batang.

12

4. Metode apung (float area method): merupakan metode yang digunakan untuk
mengukur debit air dengan memperhitungkan volume air serta waktu yang
diperlukan dalam setiap selang waktu tertentu.
5. Melestarikan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 2008 adalah
mempertahankan kelangsungan hidup.

13

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Hasil Wawancara
Berdasarkan

penelitian

yang

dilakukan

oleh

penulis

berdasarkan

wawancara yang dilakukan dengan salah satu warga sesuai dengan table dibawah
ini.

Pertanyaan

Jawaban

Ada beberapa jumlah mata air yang Ada sekitar puluhan titik mata air yang berada di
berada di Kelurahan Poboya?

daerah ini

Bisanya mata air yang terdapat di Mata air yang berada di kelurahan Poboya ini
Kelurahan Poboya ini berada di sekitar berada disekitar kawasan pohon sagu
areal apa?
Bagaimana jumlah air yang dihasilkan Semakin mengecil apalagi diwaktu musim panas
oleh mata air dari tahun ke tahun?
Kira-kira

apa

yang

menyebabkan Pohon sagu sudah mulai berkurang

semakin mengecilnya air tersebut?


Apakah mata air tersebut digunakan Iya, ada dua titik mata air yang digunakan di
oleh masyarakat sekitar?

daerah ini satu titik mata air digunakan oleh


masyarkat Kelurahan Poboya sendiri, dan mata
air yang lebih besar di alirkan kerumah rumah
warga yang berada di Kelurahan Lasoani

Berapa kepala keluarga menggunakan Sekitar

ratusan

kepala

keluarga,

namun

air ini yang berda di kelurahan penggunaannya dilakukan secara bergilir atau
Lasoani?

terjadwal, ada yang mendapatkan giliran air di

waktu pagi dan ada yang malam

1.2.2 Hasil Pengukuran Debit Air


Pengukuran debit air yang dilakukan, menggunakan float area method
dimana untuk mengukur debit mata air yang besar (yang dialirkan ke Kelurahan
Lasoani) dan untuk mengukur debit mata air yang lebih kecil (yang di gunakan
oleh masyarakat di Kelurahan Poboya).
Perhitungan luas penampang rata-rata pada mata air yang besar:
Penampang

Penampang A

Penampang B

Lebar atas dan bawah

1,04 m

1,04 m

Tinggi

0,38 m

0,04 m

0,395 m 2

0,0416 m 2

l A lB
t
2

Luas

Luas penampang rata-rata : 0,2183 m 2


panjang bak yang terisi oleh air secara keseluruhan adalah 4 meter, maka
peneliti mengambil daerah yang akan diukur yaitu sepanjang 2 m sehingga
merumuskan sebagai berikut:
vp

p
t

Dengan p=panjang daerah yang diukur


t waktu tempuh pelampung dari patok A ke B
Kecepatan pelampung
Pelepasan pelampung
Waktu

3,4 s

3,8 s

4,8 s

Waktu rata-rata

4s

15

Kecepatan penampang

2m
0,5m / s
4s

Sehingga kecepatan aliran (V)


V Vp K
V 0,5 0,65
V 0,325

Nilai K (koefisien) diambil berdasarkan kecepatan aliran pelampung


Sehingga diperoleh debit air sebagai berikut :
Q F V
Q 0,2183 0,325
Q 0,070m 3 / s
Q 70l / s

Perhitungan luas penampang rata-rata pada mata air yang kecil:


Penampang

Penampang
A

Lebar atas dan bawah

0,96 m dan
0,94m

0,84 m dan 0,72 m

0,23 m

0,25 m

0,2185 m 2

0,195 m 2

Tinggi
l A lB

t
2

Luas

Penampang B

Luas penampang rata-rata : 0,2067 m 2


Perhitungan kecepatan air
panjang bak yang terisi oleh air secara keseluruhan adalah 1,50 meter,
maka peneliti mengambil daerah yang akan diukur yaitu sepanjang 0,75 m
sehingga merumuskan sebagai berikut:
vp

p
t

Dengan p=panjang daerah yang diukur


t waktu tempuh pelampung dari patok A ke B
Kecepatan pelampung

16

Pelepasan pelampung
Waktu

9,5 s

11 s

9s

Waktu rata-rata

9,83 s

Kecepatan penampang

0,75m
0,076 m / s
9,83s

Sehingga kecepatan aliran (V)


V Vp K
V 0,076 0,65
V 0,049

Nilai K (koefisien) diambil berdasarkan kecepatan aliran pelampung


Sehingga diperoleh debit air sebagai berikut :
Q F V
Q 0,2067 0,049
Q 0,010m 3 / s
Q 10l / s

4.2 Pembahasan
Ekosistem Metroxylon sp (sagu) yang berada di Kelurahan Poboya tersebar di
beberapa titik di daerah tersebut, disetiap titiknya memiliki jumlah populasi Metroxylon
sp (sagu) yang berbeda pula, akhir-akhir ini jumlah populasinya semakin mengecil. Hal
ini sebagian besar diakibatkan oleh peralihan fungsi lahan Metroxylon sp (sagu).
Berdasarkan hasil pengamatan serta penelitian yang langsung dilakukan oleh
peneliti, ditemukannya sumber air pada kawasan-kawasan yang ditumbuhi oleh
Metroxylon sp (sagu). Berdasarkan fakta yang ada, peneliti mengasumsikan bahwa
Metroxylon sp (sagu) yang berada di Kelurahan Poboya berfungsi sebagai penampung
air, walaupun pada mulanya karena terdapat airlah Metroxylon sp (sagu) dapat tumbuh,

17

namun dengan semakin bertambahnya Metroxylon sp (sagu) maka tumbuhan ini dapat
berperan menjadi penampung air, terutama air hujan.
Air yang berada disetiap lokasi yang ditumbuhi Metroxylon sp (sagu) memiliki
jumlah debit air yang berbeda. Dimana kawasan yang memiliki kerapatan populasi
Metroxylon sp (sagu) paling rapat atau memilki jumlah Metroxylon sp (sagu) paling
banyak akan memiliki debit air yang besar sebaliknya tempat yang memiliki Metroxylon
sp (sagu) sedikit akan memiliki debit air yang kecil.
Hal inilah mengapa perlu diwujudkannya perlestarian Metroxylon sp (sagu) demi
terlindungnya sumber air bersih di kawasan Kelurahan Poboya sehingga dibutuhkannya
peranan dari setiap pihak untuk dapat berpartisipasi dalam hal ini, terutama bagi
pemerintah selaku pemimpin untuk dapat membuat kebijakan dalam hal mengelola
lahan-lahan yang ditumbuhi oleh Metroxylon sp (sagu)

18

19

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut, yaitu :
1.

melindungi sumber air bersih di Kelurahan Poboya dapat dilakukan dengan adanya

pelestarian Metroxylon sp (sagu)


2. sumber air bersih yang berasal dari mata air yang berada di Kelurahan Poboya akan
tetap ada apabila Metroxylon sp (sagu) tetap terjaga.
3.
besar kecilnya debit air bersih yang dihasilkan sumber air di Kelurahan Poboya
akan

bergantung

pada

kerapatan

populasi

Metroxylon

sp

(sagu)

saling

mempengaruhi

5.2 Saran
1.

Peneliti berharap, penelitian ini dapat ditindak lanjuti, sehingga didapatkan hasil
yang lebih bermanfaat, khususnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi

2.

keberadaan sumber air bersih


Peneliti berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan
dapat menjadi sumber referensi bagi para pelajar.

DAFTAR PUSTAKA
Bellwood, Peter, 2000. Prasejarah Kepulauan Indo Malaysia. Jakarta: Balai Pustaka
Sugiono. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Suwandi. 2006. Debit Air. Jakarta: Universitas Indonesia
Widjaja, Elizabeth A., Uway Warsita Mahyar, & Sutikno Sastro Utama, 1989. Tumbuhan
Anyaman Indonesia. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa
(http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/kedokteran/air-yang-bersih)
pada 22 Maret 2010
www.wikipedia.com diakses pada 22 Maret 2010
www. Jenis-jenis Palem (Arecaceae).blog.htm diakses pada 24 Maret 2010

diakses

LAMPIRAN I

1a
1b
(daerah penelitian untuk sampel Metroxylon sp (sagu) yang menampung jumlah mata air yang
besar )

2a
2b
(daerah penelitian untuk sampel Metroxylon sp (sagu) yang menampung jumlah mata air yan
kecil )

3a

3b
(gambar pada saat pengukuran debit air)

2m

Lebar atas
Lebar bawah
4a
(skema ketinggian air pada bak)

23

LAMPIRAN II
Daftar Koefisien Kecepatan (K)
kecepatan (v)

0.30

0.60

1.00

1.20

1.50

1.80

2.10

2.40

2.75

3.00

Koefisien (K)

0.65

0.68

0.70

0.72

0.74

0.76

0.77

0.78

0.79

0.80

Kecepatan

0.20

0.41

0.70

0.86

1.11

1.38

1.61

1.87

2.17

2.40

aliran
pelampung
(m/s)

aliran air(V)

LAMPIRAN III
Biodata warga yang diwawancarai
Nama

: Usman

Umur

: 45 tahun

Tempat tinggal

: Jl. Mantikulore, Kelurahan Poboya

Pekerjaan

: Penjaga bak mata air untuk Lasoani dan tukang


bangunan

Nama

: David

Umur

: 52 tahun

Pekerjaan

: Petani

Tempat tinggal

: Jl. Veteran, Kelurahan Lasoani

LAMPIRAN IV
Daftar Riwayat Penulis
Nama

: Siti Dewi Rahayu

Jenis kelamin

: Perempuan

Tempat/ tanggal lahir

: Palu, 8 September 1993

Alamat rumah

: Jl. Bulu Masomba No.36 Kelurahan Lasoani

Sekolah

: SMA Negeri Model Terpadu Madani

Alamat sekolah

: Jl. Soekarno-Hatta Bumi Roviega


(0451) 4709202

Beri Nilai