Anda di halaman 1dari 31

KEMENTERIAN KESEHATAN

PEMANFAATAN DANA KAPITASI UNTUK


PENINGKATAN KINERJA PUSKESMAS
PUSAT PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN (P2JK)
Disampaikan pada
Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Riau Tahun 2015
Pekanbaru, 24-26 Maret 2015
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

KEMENKES

Sistematika:
Pendahuluan
Cara Bayar Faskes & Manfaat JKN Di FKTP
Dasar Hukum Pengelolaan dan Pemanfaatan
Dana JKN di FKTP
Peran Dinas Kesehatan Kab/Kota & FKTP

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

PENDAHULUAN (1)
UUD 1945 (Ps 28, 34), UU No. 40/2004, UU No. 24/2011
UUD 1945PERPRES
(Ps 28, 34),
No.TH
40/2004,
UU No. 24/2011
PP 101/2012,
12 UU
& 111
2013, PERMENKES
69/2013,
PP 101/2012,
PERPRES
12 & 111 TH28/2014,
2013
PERMENKES
71/2013,
PERMENKES
PERMENKES 59/2014

BPJS KES

PBI (86,4 JUTA JIWA), ASKES PNS + ANGG KEL

SASARAN

TNI/PNS + ANGG KEL, POLRI/PNS + ANGG KELUARGA


PENSIUNAN, VETERAN JPK JAMSOSTEK, MASY MAMPU

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

PENDAHULUAN (2)
Animo
masyarakat
cukup tinggi menjadi
peserta JKN
Pelayanan
Kesehatan
telah berjalan dengan
baik

Tanggapan positip masy


terhadap JKN

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

Dengan
adanya JKN
saya tidak
takut lagi
untuk
berobat

JKN sangat
membantu saya
bila sakit

SUMBER & ALOKASI DANA JKN


PENDANAAN JKN

ALOKASI DANA JKN

IURAN PESERTA MANDIRI


(PBPU)

BPJS KES
IURAN PBI APBN
IURAN PBI APBD

IURAN NON PBI


(PEKERJA DAN
PEMBERI KERJA)

FASKES

BIAYA
PELAYANAN
KES

BIAYA
PELAYANAN
KES

BIAYA
OPERASIONAL

JASPEL

BIAYA
CADANGAN

DUKUNGAN
OPERASIONAL
YANKES

POOLING
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

CARA BAYAR FASKES JKN


Pasal 39 ayat (1) Perpres 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan sebagaimana telah
UUD dengan
1945 (Ps
28, 111/2013
34), UU tentang
No. 40/2004,
UU
No.
24/2011
diubah
Perpres
Perubahan
Atas
Perpres
12/2013

PP 101/2012, PERPRES 12 & 111 TH 2013

BPJS KES

PEMBAYARAN

FASKES TK. PERTAMA


KAPITASI & Non Kapitasi
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

FASKES TK. LANJUTAN


INA CBGs & Non CBGs

MANFAAT JAMINAN KESEHATAN


Perpres No. 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan
(Bab V. Manfaat Jaminan Kesehatan Pasal 22) :
Pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pelayanan kesehatan non spesialistik yang
mencakup:
1.Administrasi pelayanan;
2.Pelayanan promotif dan preventif;
3.Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
4.Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
5.Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
6.Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis;
7.Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama; dan
8.Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi
1

Yan Kuratif

No. 3, 4, 7, 8 (Jaspel); No. 5, 6 (Obat, BHP, Alkes)

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

Duk OP

No. 1 & 2 (Operasional Pelay kes lainnya)

PENERIMAAN DANA JKN DI FKTP


KAPITASI

NON KAPITASI

PENERIMAAN DAERAH

DOK ANGGARAN
PROG & KEG
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

DASAR HUKUM PENGELOLAAN DANA JKN DI FKTP


DANA KAPITASI
DASAR REGULASI

DANA NON KAPITASI


DASAR REGULASI

1. Peraturan Presiden No. 32/2014


Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN Pada
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Milik Pemerintah
Daerah

2.

Permenkes No. 19/2014

Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk


Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional
Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Milik
Pemerintah Daerah

3.

SE Mendagri No. 900/2280/SJ, 5 Mei 2014

Perundang undangan
dibidang Pengelolaan
Keuangan
Daerah
(Dana yang diterima
disetor terlebih dulu ke
Kasda)

Petunjuk
Teknis
Penganggaran,
Pelaksanaan
dan
Pentatausahaan, serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi JKN
Pada FKTP Milik Pemda

4. Permenkes No.28/2014
Petunjuk Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

RUANG LINGKUP PENGATURAN PERPRES


Mengatur mengenai Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana
Kapitasi JKN pada FKTP milik Pemerintah Daerah yang belum
menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK BLUD)
Ps. 6 Ay (1), (2), (3)
1. BENDAHARA DANA
KAPITASI JKN FKTP
2. REKENING DANA
KAPITASI JKN FKTP

KEPUTUSAN
KEPALA DAERAH
TIAP TAHUN

BAGIAN DARI REK BUD


JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

10

PERPRES 32/2014 Pasal 12


KEMENKES

DANA KAPITASI

PENGELOLAAN DAN
PEMANFAATAN
DANA KAPITASI
DIGUNAKAN
SELURUHNYA:
JKN DI FKTP MILIK PEMDA

Jasa pelayanan kesehatan (Jaspel) meliputi


Jaspel perorangan yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan dan tenaga non kesehatan
Operasional pelayanan kesehatan, meliputi
biaya Obat, alat kesehatan, bahan medis habis
pakai dan biaya operasional pelayanan
kesehatan lainnya

JASPEL DI FKTP DI
TETAPKAN SEKURANG
KURANGNYA 60% dari
Total Kapitasi yg
diterima dan Sisanya
untuk Operasional
Pelayanan Kes Lainnya

Ps. 12 Ay 5
KETENTUAN LEBIH LANJUT MENGENAI PROPORSI JASPEL DAN BIAYA
OPERASIONAL PELAYANAN KESEHATAN DIATUR DENGAN
PERMENKES No. 19/ 2014
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

11

RUANG LINGKUP PENGATURAN PERMENKES


Pengaturan penggunaan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional
ditujukan bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) milik
pemerintah daerah yang belum menerapkan pola pengelolaan keuangan
badan layanan umum daerah (BLUD).

JASPEL (SEKURANGKURANGNYA 60% DARI


TOTAL KAPITASI)
DUKUNGAN BIAYA
OPERASIONAL
PELAYANAN KESEHATAN
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

DITETAP
KAN
SETIAP
TAHUN
DENGAN
SK
KEPALA
DAERAH

MEMPERTIMBANGKAN
a. kebutuhan obat, alat kesehatan,
dan bahan medis habis pakai;
b. kegiatan operasional pelayanan
kesehatan
dalam
rangka
mencapai target kinerja di bidang
upaya kesehatan perorangan; dan

c. besar tunjangan yang telah


diterima dari Pemerintah Daerah
12

PERMENKES 19/2014 Ps. 4, Ay (1), (2), (3)


JASPEL
JASA PELAYANAN KESEHATAN UNTUK JASA SEMUA
TENAGA KESEHATAN & NON KESEHATAN YG MELAKUKAN PELAYANAN DI FKTP

PEMBAGIAN JASPEL DITETAPKAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN


a. JENIS KETENAGAAN DAN/ATAU JABATAN

b. KEHADIRAN

Variabel jenis ketenagaan dan/atau jabatan, dinilai sebagai berikut:


a.
b.
c.
d.

tenaga medis, diberi nilai 150;


tenaga apoteker atau tenaga profesi keperawatan (Ners), diberi nilai 100;
tenaga kesehatan setara S1/D4, diberi nilai 60;
tenaga non kesehatan minimal setara D3, tenaga kesehatan setara D3, atau tenaga
kesehatan dibawah D3 dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, diberi nilai 40;
e. tenaga kesehatan di bawah D3, diberi nilai 25; dan
f. tenaga non kesehatan di bawah D3, diberi nilai 15
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

13

PERMENKES 19/2014 Ps. 4, Ay (4), (5), (6)


JASPEL
Tenaga yang merangkap tugas administratif sebagai Kepala FKTP,
Kepala Tata Usaha, atau Bendahara Dana Kapitasi JKN diberi
tambahan nilai 30
Variabel kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b
dinilai sebagai berikut:
a. hadir setiap hari kerja, diberi nilai 1 poin per hari; dan
b. terlambat hadir atau pulang sebelum waktunya yang
diakumulasi sampai dengan 7 (tujuh) jam, dikurangi 1 poin
Ketidak hadiran akibat sakit dan/atau penugasan ke luar oleh
Kepala FKTP dikecualikan dalam penilaian kehadiran
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

14

PERMENKES 19/2014 Ps.5, Ay (1), (2)


DUKUNGAN OP
DUKUNGAN OPERASIONAL PELAYANAN KESEHATAN:

a. obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai; dan


b. kegiatan operasional pelayanan kesehatan lainnya
Pengadaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
sebagaimana dimaksud pada huruf a, dapat dilakukan melalui
SKPD Dinas Kesehatan, dengan mempertimbangkan ketersediaan
obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang
dialokasikan oleh pemerintah dan pemerintah daerah

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

15

PERMENKES 19/2014 Ps.5, Ay (3), (4)


DUKUNGAN OP
KEGIATAN OPERASIONAL PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA:
a. Upaya kesehatan perorangan berupa kegiatan promotif, preventif, kuratif
dan rehabilitatif lainnya
b. Kegiatan kunjungan rumah dalam rangka upaya kesehatan perorangan;
c. Operasional untuk Puskesmas keliling;

d. Bahan cetak atau alat tulis kantor;


e. administrasi keuangan dan sistem informasi

Penggunaan Dana Kapitasi untuk dukungan biaya operasional


pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

16

BELANJA OPERASIONAL YANKES LAINNYA


PERMENKES 28/2014
KEGIATAN OPERASIONAL PELAYANAN KES

BELANJA

a. Upaya kesehatan perorangan berupa Antl; Belanja Makan-Minum, Jasa


kegiatan promotif, preventif, kuratif dan Profesi NS, Fotocopy bahan,
rehabilitatif lainnya
Service ringan alkes, Perjalanan
b. Kegiatan kunjungan rumah dalam rangka Antl; Perjalanan, Uang Harian
upaya kesehatan perorangan;

c. Operasional untuk Puskesmas keliling;

Antl; BBM, Penggantian Oli, suku


cadang kendaran Pusling

d. Bahan cetak atau alat tulis kantor;


e. administrasi keuangan dan sistem informasi

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

Antl; Perjalanan, Uang Harian,


Software dan Hardware untuk
SIM, Operasional SIM

17

PENGAWASAN
PERPRES 32/2014

PERMENKES 19/2014

Kepala SKPD Dinas Kesehatan dan Kepala FKTP


melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap
penerimaan dan pemanfaatan dana kapitasi oleh
Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP

Pembinaan dan pengawasan


pelaksanaan Peraturan Menteri
ini dilakukan oleh Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota dan
Kepala FKTP secara berjenjang
dan secara fungsional oleh
Aparatur Pengawas Instansi
Pemerintah (APIP) Kabupaten/
Kota sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan

Aparat
Pengawasan
Intern
Pemerintah
Kabupaten/Kota
melaksanakan
pengawasan
fungsional terhadap pengelolaan dan pemanfaatan
dana kapitasi sesuai ketentuan yang berlaku

Pengawasan secara berjenjang sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dan pengawasan fungsional
oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan
untuk meyakinkan efektifitas, efisiensi, dan
akuntabilitas pengelolaan dan pemanfaatan dana
kapitasi
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

18

ALUR PENGELOLAAN DANA JKN DI FKTP


TH. 2015

BPJS KES

10

11

12

KAPITASI
1. PERPRES 32/2014,
2. SE MENDAGRI No. 900/2280/SJ
4. KEPUTUSAN KEPALA DAERAH PEMANFAATAN DANA

2. PERMENKES 19/2014
3. PERMENDAGRI No. 37/2014

NON KAPITASI
UU No.17/2003, PP No. 58/2005, PERMENDAGRI No. 13/2006, PERMENDAGRI No. 37/2014,
PERBUP/PERWALI PEMANFAATAN DANA
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

19

KONTRIBUSI DANA KAPITASI THD KINERJA


KINERJA FKTP

DANA
KAPITASI
DIKELOLA
LANGSUNG
FKTP

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

1. Pelayanan Kesehatan
dalam gedung meningkat
2. Kualitas mutu pelayanan
meningkat
3. Upaya-upaya promotif dan
preventif makin meningkat
4. Penampilan FKTP semakin
baik dan menarik

20

UPAYA KESEHATAN DI FKTP


PELAYANAN KESEHATAN

UPAYA KESEHATAN
MASYARAKAT(UKM)

PROGRAM
PRIORITAS
OPERASIONAL

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

UPAYA KESEHATAN
PERORANGAN (UKP)

YANKES

JASPEL & DUK


OPERASIONAL

21

PERAN & TUGAS (1)


DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

(1)

1. Kepala SKPD Dinas Kesehatan mengusulkan bendahara JKN di FKTP melalui


PPKD ke Kepala Daerah untuk ditetapkan sebagai Bendahara JKN di FKTP
2. Menyusun Rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi JKN yang telah
diusulkan FKTP untuk dianggarkan dalam RKA-SKPD Dinas Kesehatan
3. Menyusun DPA-SKPD berdasarkan peraturan daerah tentang APBD tahun
anggaran berkenaan dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD
tahun anggaran berkenaan
4. Tata cara dan format penyusunan DPA-SKPD dilakukan sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah
5. Melakukan verifikasi terhadap usulan kegiatan dan rencana belanja yang
diusulkan FKTP

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

22

PERAN & TUGAS (2)


DINAS KESEHATAN KAB/KOTA

(2)

6. Melakukan verifikasi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pendapatan dan


Belanja FKTP serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab (SPTJ) sesuai Form 5 &
6 SE Mendagri No. 900/2280/SJ, 2014
7. Berdasarkan laporan realisasi pendapatan dan belanja yang dilaporkan FKTP,
Kepala SKPD Dinas Kesehatan menyampaikan Surat Permintaan Pengesahan
Pendapatan dan Belanja (SP3B) FKTP kepada PPKD
8. Berdasarkan SP3B FKTP tersebut selanjutnya PPKD selaku Bendahara Umum
Daerah (BUD) menerbitkan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B)
FKTP
9. Kepala SKPD Dinas Kesehatan dan Kepala FKTP melakukan pengawasan secara
berjenjang terhadap penerimaan dan pemanfaatan dana kapitasi oleh
Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP
10.Mendokumentasikan (arsipkan) Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja
(SP2B) FKTP yang telah diterbitkan oleh PPKD selaku BUD
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

23

PERAN & TUGAS (3)


FASILITAS KESEHATAN TK PERTAMA (FKTP)

(1)

1. Kepala FKTP menyampaikan rencana pendapatan dan belanja dana kapitasi


JKN tahun berjalan kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan
2. Kepala FKTP mengusulkan bendahara JKN di FKTP ke Kepala SKPD Dinas
Kesehatan untuk ditetapkan oleh Kepala Daerah sebagai Bendahara JKN di
FKTP
3. Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP membuka Rekening Dana Kapitasi JKN
untuk ditetapkan oleh Kepala Daerah
4. Kepala FKTP menyampaikan Rekening Dana Kapitasi JKN ke BPJS Kesehatan
5. Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP mencatat dan membukukan semua
belanja (pengeluaran) dana Kapitasi dalam Buku Kas Bendahara Dana Kapitasi.
6. Bendahara Dana Kapitasi JKN pada FKTP mencatat dan menyampaikan
realisasi pendapatan dan belanja setiap bulan (tgl 5) kepada Kepala FKTP
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

24

PERAN & TUGAS (4)


FASILITAS KESEHATAN TK PERTAMA (FKTP)

(2)

7. Mendokumentasikan (arsipkan) semua bukti-bukti belanja (pengeluaran)


dana Kapitasi JKN
8. Kepala FKTP menyampaikan laporan realisasi pendapatan dan belanja
kepada Kepala SKPD Dinas Kesehatan dengan melampirkan surat pernyataan
tanggung jawab (tgl 10)

9. Kepala FKTP bertanggung jawab secara formal dan material atas pendapatan
dan belanja dana kapitasi JKN
10.Kepala FKTP melakukan pengawasan pada Bendahara Kapitasi JKN dalam hal
pembukuan, pengeluaran dan pertanggungjawaban

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

25

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL
Untuk Indonesia yang lebih sehat
KEMENTERIAN KESEHATAN

TERIMA KASIH
www.ppjk.go.id

JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

Hotlines: (021) 5221229, (021) 5277543, (021) 5279409

26

ALUR PENGELOLAAN DANA JKN DI FKTP


KEMENKES

TH. 2014
BPJS KES

KAPITASI
UU No.17/2003, PP No. 58/2005
PERMENDAGRI No. 13/2006
PERMENDAGRI No. 27/2013
PERBUP/PERWALI PEMANFAATAN DANA

1.
2.
3.
4.

10

11

12

KAPITASI

PERPRES 32/2014
PERMENKES 19/2014
SE MENDAGRI No. 900/2280/SJ
KEPUTUSAN KEPALA DAERAH PEMANFAATAN DANA

NON KAPITASI
UU No.17/2003, PP No. 58/2005, PERMENDAGRI No. 13/2006, PERMENDAGRI No. 27/2013,
PERBUP/PERWALI PEMANFAATAN DANA
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

27

ALUR PENGELOLAAN DANA JKN DI FKTP


KEMENKES

TH. 2015
BPJS KES

10

11

12

KAPITASI
1. PERPRES 32/2014,
2. SE MENDAGRI No. 900/2280/SJ
4. KEPUTUSAN KEPALA DAERAH PEMANFAATAN DANA

2. PERMENKES 19/2014
3. PERMENDAGRI No. 37/2014

NON KAPITASI
UU No.17/2003, PP No. 58/2005, PERMENDAGRI No. 13/2006, PERMENDAGRI No. 37/2014,
PERBUP/PERWALI PEMANFAATAN DANA
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

28

IMPLEMENTASI PERMENKES 28/2014 (1)


KEMENKES

PERMENKES 28/2014
FORMULA PERHITUNGAN JASPEL
Point Ketenagaan (Jml
Hari Tdk masuk kerja x
Point per hari Ketenagaan)

(Jml hari kerja efektif


Jml Hari Tdk masuk
kerja)

JUMLAH POINT SELURUH KETENAGAAN DI FKTP

Variabel
Daerah

TOTAL JASPEL
YG TELAH
DITETAPKAN

KETERANGAN:
Point per hari ketenagaan = Point Ketenagaan/Jlh Hari kerja efektif dlm sebulan
CONTOH;
Point tenaga Medis
= 150
Jumlah Hari kerja efektif sebulan
= 25
Point per hari ketenagaan
= 150/25 = 6
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

29

CONTOH PEMBAGIAN JASPEL


KEMENKES

CONTOH PERHITUNGAN JASPEL JKN (TANPA VERIABEL DAERAH)

PUSKESMAS SENOYO KAB SENOGORO PROV. JATENG


JUMLAH PESERTA : 11.477 ORANG (PESERTA 10.001 S.D 15.000 )
JUMLAH PEGAWAI : 30 ORANG
BESARAN KAPITASI : 6.000,- per jiwa perbulan
TOTAL JASPEL SESUAI SK BUPATI 60% =
TOTAL KAPITASI: Rp. 68.862.000,No.

PET PUSK

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

DOKTER UMUM (Kepala Pusk)


DOKTER GIGI
TENAGA BIDAN
TENAGA BIDAN
TENAGA BIDAN
TENAGA BIDAN

PERAWAT ners (TU Pusk)


PERAWAT ners
PERAWAT
PERAWAT
PERAWAT
PERAWAT
PERAWAT (Bendahara Pusk)
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

41,317,200

VARIABEL
PERHITUNGAN
POIN PER ORG
POINT PER ORANG
KEHADIRAN
KETENAG
JABATAN PER HARI
AAN EFEKTIF 1 BL TDK HADIR
(K3)-(K5 x K7) + (K4-K5) + K6
3

150
150
60
60
60
60
100
100
40
40
40
40
40

24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24

4
5
4
3
4
4
3
2
2
4
4
5
3

7=(3/4)

30
0
0
0
0
0
30
0
0
0
0
0
30

6.25
6.25
2.5
2.5
2.5
2.5
4.17
4.17
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67

JASPEL DITERIMA
(K8)/TOTAL POIN X TOTAL JASPEL
9

175
137.75
70
73.5
70
70
138.5
113.67
58.67
53.33
53.33
50.67
86

3,609,390
2,841,105
1,443,756
1,515,944
1,443,756
1,443,756
2,856,574
2,344,385
1,210,005
1,100,004
1,100,004
1,045,004
1,773,757

30

CONTOH PEMBAGIAN JASPEL


KEMENKES

No.

PET PUSK

1
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

PERAWAT
PERAWAT
SANITARIAN
GIZI
GIZI
IMUNISASI
IMUNISASI
ANALIS
PELAKSANA ADMINISTRASI
PELAKSANA ADMINISTRASI
PELAKSANA ADMINISTRASI
PELAKSANA ADMINISTRASI
PELAKSANA ADMINISTRASI
TENAGA PENUNJANG
TENAGA PENUNJANG
TENAGA PENUNJANG

VARIABEL
PERHITUNGAN
POIN PER ORG
POINT PER ORANG
KEHADIRAN
KETENAG
JABATAN PER HARI
AAN EFEKTIF 1 BL TDK HADIR
(K3)-(K5 x K7) + (K4-K5) + K6
3
40
40
40
40
40
40
40
40
40
40
40
15
15
15
15
15

24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24

JUMLAH TOTAL
JAMINAN
KESEHATAN
NASIONAL

2
3
3
5
5
2
2
2
3
3
2
2
2
3
3
2

7=(3/4)

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
1.67
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63

JASPEL DITERIMA
(K8)/TOTAL POIN X TOTAL JASPEL
9

58.67
56
56
50.67
50.67
58.67
58.67
58.67
56
56
58.67
35.75
35.75
34.125
34.125
35.75

1,210,005
1,155,005
1,155,005
1,045,004
1,045,004
1,210,005
1,210,005
1,210,005
1,155,005
1,155,005
1,210,005
737,347
737,347
703,831
703,831
737,347

2,003.25

41,317,200

31