Anda di halaman 1dari 6

Bab III Alat Pemancang

Modul Pengawasan Pelaksana Jembatan

BAB III
PERALATAN PEMANCANG
Untuk membangun gedung-gedung yang tinggi atau bangunan-bangunan
lain yang mempunyai beban cukup berat dimana daya dukung tanahnya
kurang, diperlukan tiang pancang untuk menanggulangi daya dukung yang
diperlukan. Tiang pancang itu sendiri ada beberapa macam, antara lain :

Pipa pancang dari baja

}
}

Tiang pancang dari beton }

Tiang pancang beton

keduanya sudah jadi dalam


bentuk tiang pancang.

yang baru dibuat atau dicor dalam


tanah.

Untuk memasang tiang pancang di atas ke dalam tanah diperlukan alat


pancang.
a). Pada alat pancang pertama yaitu tiang pancang yang sudah
jadi, ada dua macam alat pancang yaitu :

alat pancang tumbuk atau Diesel Hammer,

alat pancang getar atau Vibrating (Vibro) Hammer, dimana


getarannya bisa terjadi karena listrik, atau hydraulic
atau pneumatic.

b).

Pada cara pemancangan kedua, dimana tiang Pancangnya baru


dicor dalam tanah, macam alatnya berupa spiral / ulir bor atau
auger. Diameter dan panjang bor nya tergantung tiang pancang
yang akan dibangun. Cara ini sering dibuat Franki Pile.

pada alat pancang a). Diesel Hammer, maka tiang pancang akan terpancang
ke dalam tanah akibat tumbukan yang terjadi dari Diesel Hammer yang
mempunyai prinsip kerja seperti motor Diesel.

Pembekalan dan Pengujian Ahli Pengawas HPJI

III - 1

Modul Pengawasan Pelaksana Jembatan

Bab III Alat Pemancang

Sedangkan alat pancang getar atau Vibro Hammer akan menekan tiang
pancang ke dalam tanah akibat berat alat pancang yang bergetar yang cukup
kuat menekan tiang pancang.
Untuk alat pancang kedua (b) di atas maka tanah dibor dengan ukuran
diameter tertentu serta kedalaman tertentu sesuai perencanaan. Baru setelah
lubang terjadi, tiang pancangnya dicor dengan adonan cement tertentu sesuai
spesifikasi.
Pada pembangunan gedung-gedung yang tinggi dan padat maka tata cara
yang kedua yaitu yang dibor dulu baru dicor, atau dengan vibro Hammer lebih
baik dipilih, karena akan mengurangi getaran yang akan menghancurkan atau
merusak bangunan-bangunan di sekitarnya.
Peralatan utama alat pancang adalah sebagai berikut :
Pile Diesel Hammer :
Alat utamanya. adalah Crawler Crane, yang dilepas lengannya (boom-nya)
diganti dengan lengan khusus sebagai pemegang sekaligus peluncur Diesel
Hammer-nya, pemegang ini disebut Pile Leader. Alat penumbuk atau Diesel
Hammer sebagai alat yang menumbuk tiang pancangnya.

Pembekalan dan Pengujian Ahli Pengawas HPJI

III - 2

Modul Pengawasan Pelaksana Jembatan

Bab III Alat Pemancang

Gambar 4.1. Diesel Hammer

Pembekalan dan Pengujian Ahli Pengawas HPJI

III - 3

Modul Pengawasan Pelaksana Jembatan

Bab III Alat Pemancang

Gambar 4.2. Pile Diesel Hammer

Vibro Hammer :
Alat utamanya adalah Crawler Crane lengkap dengan boomnya.
Hammer-nya digantung pada Cranenya dan dengan getaran serta beratnya
sendiri dari Hammer tadi tiang pancang akan tertekan masuk ke dalam tanah.
Pile Auger :
Alat utamanya sama yaitu Crawler Crane. Kadang-kadang boomnya dilepas
dan diganti lengan kbusus, tapi sering juga tanpa dilepas, jadi tetap memakai
boom aslinya yang memegang alat bor atau Auger yang cukup panjang,
Auger ini berputar karena diputar motor listrik atau juga pneumatic atau angin
bertekanan tinggi dari Compresor.

Pembekalan dan Pengujian Ahli Pengawas HPJI

III - 4

Modul Pengawasan Pelaksana Jembatan

Bab III Alat Pemancang

Gambar 4.3. Beberapa Vibro Hammer

CRANE - PILE HAMMER


CRANE
JENIS

: > CRAWLER CRANE


> WHEEL CRANE

HAL HAL UTAMA YANG PERLU DIPERHATIKAN :


1. DAYA MESIN
2. PANJANG BOOM
3. KAPASITAS ANGKAT
4. OPERATING WEIGHT

PILE HAMMER
JENIS

: > DIESEL HAMMER


> VIBRO HAMMER

HAL HAL UTAMA YANG PERLU DI PERHATIKAN :


1. KAPASITAS HAMMER

Pembekalan dan Pengujian Ahli Pengawas HPJI

III - 5

Bab III Alat Pemancang

Modul Pengawasan Pelaksana Jembatan

2. KELENGKAPAN

KOMPONEN

PEMBANTU

MISALNYA PILE LEADER, CAP DAN LAIN LAIN


3. GENERATOR SET ( UNTUK VIBRO HAMMER )

Pembekalan dan Pengujian Ahli Pengawas HPJI

III - 6