Anda di halaman 1dari 66

REFRESHING

TELINGGA, HIDUNG,
TENGGOROKAN
PEMBIMBING
D R . H . P R A M U S H I N T O A D H Y, S P.T H T - K L .

OLEH
DESI KHOIRUNNISA M
RINA MARDIANA
I NTAN HE R L I NA

K E PAN I T E R A A N I L M U T H T
BLUD RSUD SEKARWANGI
FAK U L TAS K E D O K T E R A N D A N K E S E H A TAN
U N I V E R S I TAS M U H A M M A D I YAH J A K A R TA
P ER IO D E 9 FE B R UAR I 1 5 MA R E T 2 01 5

ANATOMI DAN FISIOLOGI TELINGA


Telinga merupakan sebuah organ yang mampu
mendeteksi / mengenal suara dan juga banyak
berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh

ANATOMI TELINGA
Secara anatomi Telinga dibedakan atas Telinga Luar,
Telinga Tengah, dan Telinga Dalam

TELINGA
LUAR
- DAUN TELINGA
- LIANG TELINGA
LUAR

TELINGA
TENGAH

TELINGA
DALAM

-MEMBRAN
TIMPANI
-TUBA
EUSTACHIUS
-TULANG-TULANG
PENDENGARAN
-MUSCULUS
TENSOR TIMPANI
-MUSCULUS
STAPEDIUS
- CHORDA TIMPANI

-KANALIS
SEMISIRKULARIS
-VESTIBULUM
-KOKLEA TULANG
- LABIRIN
MEMBRANASEA

TELINGA LUAR
Daun Telinga terdiri dari:
Tulang rawan elastin
Kulit
Fungsi : meneruskan
suara ke Telinga Tengah
dan melindungi alat alat di
sebelah dalamnya
terhadap pengaruh luar.
Terdiri atas :
Daun telinga ( Auricula)
Liang telinga ( Meatus
Acusticus Externus)
Membrana Timpani

Daun Telinga ( Auricula)


Daun telinga terdiri dari tulang rawan
elastin kecuali pada bagian lobulus (jar.
Fibroareolar)

Perdarahan:
Bagian Anterior:
superficialis

a.

temporalis

Bagian
posterior

a.

auricularis

Posterior:

LIANG TELINGA

Panjang: 2.5cm pada orang dewasa


1/3 lateral : tulang rawan, bentuk huruf S
Mengandung: folikel rambut, glandula sebacea,
modifikasi glandula sudorifera
Sekresi kedua glandula ditambah debu & epitel
serumen

2/3 medial: bagian tulang


Mengandung sedikit kelenjar tanpa folikel rambut

TELINGA TENGAH
Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara.
Batas-batas Telinga Tengah :
Batas luar
: Membran timpani
Batas depan
: Tuba Eustachius
Batas bawah
: Vena jugularis (bulbus jugularis)
Batas belakang : Aditus ad antrum, kanalis fasialispars
vertikalis
Batas atas
: Tegmen timpani (meningen/otak)
Batas dalam
: Kanalis semi sirkularis horizantalis, kanalis
fasialis, oval window, round window, dan
promontoroium

TELINGA TENGAH
(CAVITAS TYMPANICA)
Terdiri atas:
Udara
Tulang pendengaran (maleus,
incus, stapes)
Otot (m. stapedius, m. tensor
tympani)
Chorda tympani
Fungsi:
Tulang Pendengaran:
Meneruskan dan memperbesar
transmisi getaran suara ke
Membran Timpani
m. Tensor tympani: menarik
manubrium mallei ke medial
(amplitudo getaran)

MEMBRAN
TIMPANI
Dari umbo bermula suatu
reflek cahaya (cone of light)
ke arah bawah yaitu cahaya
dari luar yang dipantulkan
oleh membrane timpani
Pada pukul 7 untuk Membrane
Timpani Kiri
Pukul 5 untuk Membrane
Timpani Kanan
Di
membrane
timpani
terdapat dua serabut yaitu
serabut sirkuler dan serabut
radier
Serabut
tersebut
menyebabkan
timbulnya
refleks cahaya

Berbentuk bundar dan cekung


bila dilihat dari arah liang
telinga
dan
terlihat
obliq
terhadap sumbu liang telinga
Bagian
atas
disebut
pars
flaksida
Bagian bawah disebut pars
tensa
Bayangan penonjolan bagian
bawah maleus pada membrane
timpani disebut sebagai umbo
Fungsinya
adalah
bergetar
secara
sinkron
dengan
gelombang
suara
yang
mengenainya,
menyebabkan
tulang-tulang
pendengaran
bergetar

TUBA EUSTACHIUS
Tuba Eustachius menghubungkan telinga
tengah dan nasofaring
Fungsi:
1. mengalirkan udara ke telinga tengah.
Udara di Telinga Tengah diserap darah
tekanan di telinga tengah
membran timpani relaksasi
2. Mengalirkan mukus yg normal
diproduksi di telinga tengah keluar menuju
hidung untung mencegah akumulasi
Disebut juga tuba auditory atau tuba
faringotimpani
Bentuknya seperti huruf S.
Bagian tulang terdapat pada bagian
belakang dan pendek (1/3 bagian)
Bagian tulang rawan terdapat pada bagian
depan dan panjang (2/3 bagian).

TULANG-TULANG
PENDENGARAN
Ketiga
tulang
ini
merupakan
tulang
kompak
tanpa
rongga
sumsum
tulang.
Tulang
maleus
melekat
pada-MALEUS
membran timpani
-INKUS
Lempeng
dasar- STAPES
stapes melekat pada
tingkap lonjong

SALING BERHUBUNGAN

TULANG- TULANG PENDENGARAN

MALLEUS: Manubrium
mallei tangkai yg
melekat pd permukaan
dlm membrana tympani
Caput mallei
berarticulatio dng incus
dan distabilkan dng
adanya ligamentum mallei
superius
Collum mallei
Processus anterior mallei

INCUS

Corpus incudis berhubungan


dng malleus melalui articulatio
incudomallearis

Crus breve incudis

Crus breve incudis


Crus longum incudis

Corpus incudis

Crus longum incudis

STAPES

Basis stapedis
Crus anterius stapedius &
crus posterius stapedis
Caput stapedis
Caput stapedis
Crus anterius stapedius
& crus posterius stapedis

Basis stapedis

MUSCULUS TENSOR TIMPANI

Otot ini berada pada suatu


canalis pada dinding
anterior dari cavum timpani,
di sebelah atas dari tuba
eustachius
Fungsi otot ini untuk
meregangkan dan
mengendorkan cavum
timpani

MUSCULUS STAPEDIUS

Otot ini dimulai dari suatu


benjolan tulang dari dinding
posterior cavum timpani
yang disebut eminentia
pyramidalis
Kemudian tendonnya
berakhir pada collum dari
stapes
Fungsi otot ini adalah untuk
mengatur gerakan dari
stapes.

CHORDA TIMPANI
Berjalan
dari
cavum
timpani,
keluar
dari
nervus
Fascialis
Pars
Vertikalis
(dinding
posterior cavum timpani)
Kemudian berjalan dalam
cavum timpani ke arah
anterior kemudian masuk
ke
fissure
petrotympanica, dimana
terdapat pada dinding
anterior
dan
akhirnya
saraf ini mempersarafi
lidah.

TELINGA DALAM
Telinga Dalam adalah suatu sistem
saluran dan rongga di dalam pars
petrosum tulang temporalis
Telinga Dalam dibentuk oleh labirin
tulang (labirin oseosa) yang di
dalamnya
terdapat
labirin
membranasea
Canales semisircularis 2/3
lingkaran
Anterior (superior)
Posterior
Lateralis
Vestibulum
Sacculus
Bag, labyrinthus membranaceus
Utriculus
Cochlea
Berbentuk kulit keong

LABYRINTHUS MEMBRANACEUS
Berisi endolympha & terdiri atas:
Ductus semicircularis 3 buah, pelebaran
pd satu ujungnya (ampulla
membranacea) berisi crista ampullaris
sensor dari pergerakan endolympha
terhadap pergerakan kepala
Utriculus & Saculus
Utriculus mendeteksi gerakan
kepala di bidang sagital (atas &
bawah)
Macula Sacculi gerakan kepala di
bidang frontal
Ductus Cochearis
Organ corti reseptor getaran suara
Labyrinthus osseus perilimfe
komposisi: ion yg serupa dng CES di
tempat lain, namun kandungan
proteinnya sangat rendah
Labyrinthus Membranaceus
endolimf kandungan Na rendah, K
tinggi. Konsentrasi protein kecil

LABIRIN TULANG
Terdiri atas 3 komponen :
Kanalis semisirkularis
Terdiri dari kanalis semisirkularis superior, posterior dan
horizontalis dengan diameter 0,8 mm
Salah satu ujungnya membesar sebagai ampula yang
mengandung organ sensoris vestibuler
Vestibulum
Vestibulum merupakan bagian tengah labirin tulang,
yang berhubungan dengan rongga timpani melalui suatu
membran yang dikenal sebagai tingkap oval (fenestra
ovale).
Ke dalam vestibulum
semisirkularis

bermuara

Berhubungan dengan koklea tulang


(fenestra rotundum).

buah

kanalis

dan tingkap bulat

Tulang Koklea
Koklea merupakan tabung berpilin mirip rumah siput
Ruangan bagian dalam koklea dibagi 2 oleh lamina
spiralis oseus yang merupakan lamina periosteum
menjadi skala vestibuli dan skala timpani (keduanya
berisi cairan perilimfe) yang akan bersatu membentuk
helikoterma.

LABIRIN
MEMBRANASEA

Terdiri dari :
Sakulus dan Utrikulus
Adalah dua ruangan labirin membranasea yang
terletak dalam vestibulum
Keduanya dihubungkan dengan duktus utrikulosakulus
Sakulus adalah kantung yang didalamnya
mengandung end organ neuro-sensoris makula
Utrikulus adalah kantung berbentuk oval, dimana
bagian antero-lateralnya terdapat makula
Duktus Semi-Sirkularis Membranosa
Duktus ini dalam lumen kanalis semisirkularis
dengan diameter bagian kanalis semisirkularis
Berhubungan dengan utrikulus melalui 5 lubang
Ketiga duktus ini terletak pada bidang yang
berisis epitel saraf yang disebut krista ampularis.
Duktus Kohlearis
Duktus ini mengikuti bentuk spiral kohlea
Pada penampang melintang duktus ini terlihat
bentukan segitiga dengan dasar spiralis dibentuk
oleh membran basilaris yang membentang dari
tepi lamina spiralis oseus ke dinding tulang
kohlea

Skala
Media:
berisi
cairan
endolimfe
yang
strukturnya
sama dengan cairan intraseluler,
mengandung
kadar
kalium
tinggi dan natrium rendah
Skala Vestibuli: berisi cairan
perilimfe
dan
berbatasan
dengan
kavum timpani lewat
fenstra ovale.
Skala Timpani: berisi cairan
perilimfe
dan
berbatasan
dengan kavum timpani lewat
fenestra rotundum.

Organ Corti
Skala vestibuli dengan skala
Sepanjang duktus kohlearis di atas membrana
media dipisahkan oleh membran
basilaris terdapat reseptor organ yang disebut
Reissner (membran vestibularis)
organ korti
Antara skala timpani dan skala
Organ korti merupakan struktur kompleks yang
media dipisahkan oleh membran
terdiri dari 3 bagian utama yaitu sel
basilaris
penyangga, sel sensoris yaitu sel-sel
saraf rambut dan membrana tektoria
Organ korti mengandung 15.000 sel rambut
yaitu 3.500 sel rambut dalam dan12.000 sel
rambut luar.

FISIOLOGI
PENDENGARAN

GELOMBANG
SUARA

GETARAN
TINGKAP
LONJONG

GETARAN
MEMBRAN
TIMPANI
GETARAN
TULANG
PENDENGARAN
GERAKAN
CAIRAN DI DALAM
KOKLEA

GETARAN
MEMBRAN
BASILARIS

MENEKUKNYA RAMBUT DI
RESEPTOR SEL RAMBUT DALAM
ORGAN CORTI SEWAKTU GETARAN
MEMBRAN BASILARIS
MENGGESER RAMBUT-RAMBUT INI
SECARA RELATIF TERHADAP
MEMBRAN TEKTORIUM DI
ATASNYA YANG BERKONTAK
DENGAN RAMBUT TSB

GETARAN
TINGKAP
BUNDAR

PEMBUYARAN
ENERGI
(TIDAK ADA
PERSEPSI
SUARA)

PERUBAHAN POTENSIAL BERJENJANG


DI SEL RESEPTOR

PERUBAHAN FREKUENSI POTENSIAL


AKSI YANG DIHASILKAN DI SARAF
AUDITORIUS

PERAMBATAN POTENSIAL AKSI KE KORTEKS


AUDITORIUS DI LOBUS TEMPORALIS OTAK
UNTUK PERSEPSI SUARA
DI DALAM TELINGA

DI LUAR TELINGA

FISIOLOGI
KESEIMBANGAN
Aparatus vestibularis = yang memberi informasi
bagi sensasi keseimbangan dan untuk
koordinasi gerakan kepala dengan gerakan
mata dan postur tubuh
Gerakan atau perubahan kepala dalam arah
apapun menyebabkan gerakan endolimfa di
labirin dan selanjutnya silia sel rambut akan
menekuk
Ketika stereosilia terdefleksi oleh gerakan
endolimfe,hal ini menyebabkan permeabilitas
membran sel berubah sehingga ion kalsium
akan masuk ke dalam sel yang menyebabkan
terjadinya proses depolarisasi

Organ vestibuler berfungsi sebagai transduser

Selanjutnya neurotransmiter eksitator akan


yang mengubah energi mekanik akibat
terlepas dan akan meneruskan impuls sensoris
melalui saraf aferen ke pusat keseimbangan di rangsangan otolit dan gerakan endolimfe di
dalam kanalis semisirkularis menjadi energi
otak
Sewaktu stereosila menekuk kearah
berlawanan maka akan terjadi hiperpolarisasi
sel.

biolistrik

Sehingga memberi informasi mengenai semua


gerak tubuh yang sedang berlangsung.

RESEPTOR
DI MATA

MASUKAN
PENGLIHATAN

RESEPTOR
DI KULIT

RESEPTOR
DI SENDI
DAN OTOT

MASUKAN
KULIT

MASUKAN
PROPRIOSEPT
IF

NUKLEUS
VESTIBULARIS
(DI BATANG
OTAK)

PEMROSESAN
UNTUK
KOORDINASI

RESEPTOR DI
KANALIS
SEMISIRKULARIS
DAN ORGAN
OTOLIT

MASUKAN
VESTIBULAR

SEREBELUM

KELUARAN KE
NEURON MOTORIK
OTOT
EKSTREMITAS DAN
BADAN

KELUARAN KE
NEURON MOTORIK
OTOT MATA
EKSTERNAL

KELUARAN KE SSP

PEMELIHARAAN
KESEIMBANGAN
DAN POSTUR YANG
DIINGINKAN

KONTROL
GERAKAN MATA

PERSEPSI
GERAKAN DAN
ORIENTASI

HIDUNG LUAR (Nasus


eksternus):
Dorsum nasi
Apeks nasi
Radiks nasi
Ala nasi
HIDUNG DALAM
(Nasus internus):
Rongga hidung
Septum nasi
SINUS PARANASALES:
Sinus Frontalis
Sinus Maksilaris
Sinus (sel-sel)
Ethmoidalis
Sinus Sfenoidalis

ANATOMI DAN
FISIOLOGI HIDUNG

HIDUNG LUAR

Hidung luar berbentuk


piramid dengan bagianbagian dari atas ke
bawah :
-Pangkal hidung
-Batang hidung
-Puncak hidung
-Ala nasi
-Kolumela
-Lubang hidung (nares
anterior)

HIDUNG LUAR
(NASUS EKSTERNUS)

Dorsum nasi
Apeks nasi
Radiks nasi
Ala nasi

HIDUNG DALAM

(NASUS INTERNUS)
Cavum nasi (Rongga Hidung)

Ataplamina cribriformis os ethmoidale, disini terdapat


n. olfaktorius
Dasar processus palatinus os maxilla dan the lamina
horizontalis os palatina
Os nasale
Os vomer

HIDUNG DALAM

Os frontalis
Os nasale
Konka media
Konka inferior
Septum nasi
Cavum nasi

Os maxillaris

HIDUNG DALAM

(NASUS INTERNUS)
Cavum nasi (Rongga Hidung)
Terdapat tonjolan dan lipatan selaput lendir hidung, yg disebut
konka, terdiri dari:
konka nasalis inferior
konka nasalis media
konka nasalis superior
Meatus nasi inferior ruang antara dasar cavum nasi dg konka
nasalis inferior
Meatus nasi media ruang antara konka nasalis inferior dg media
Meatus nasi superior ruang antara konka nasalis media dg
superior

me d
i
s
a
n
konka

ia

meatus nasi media


konka nasi inferior
Mea
tus n
as i i
nfer
ior

HIDUNG DALAM

(NASUS INTERNUS)

Septum nasi
Lamina perpendicularis
os ethmoidalis
Os vomer
Cartilago septi nasi

EA

EP

SfP
PM
ARTERI PADA SEPTUM DAN DINDING
RONGGA HIDUNG:
Arteri penting :

38

etmoidalis anterior(EA) dan etmoidalis posterior(EP),


Sfenopalatina(SfP), palatina mayor(PM).
Pleksus Kiesselbach di area Little di bagian depan
septum nasi

SINUS PARANASALIS

Disekitar rongga hidung


trdpt rongga2 => sinus
paranasalis
Tdd :
Sinus frontalis
Sinus maksilaris
Sinus sfenoidalis
Sinus ethmoidalis

PERDARAHAN
HIDUNG
Atas:
a. Carotis interna a.
oftalmikus bercabang
menjadi a. ethmoid
anterior dan a. ethmoid
posterior
Bawah:
A.carotis exta.maxillaris
interna bercabang
menjadi
a.sphenopalatina dan
a.palatina mayor

PERSARAFAN HIDUNG

FISIOLOGI HIDUNG
FUNGSI HIDUNG :
1 OLFAKTORI

Fisiologi Sinus Paranasal:


PENGATUR KONDISI UDARA

2 RESPIRATORI

PENAHAN SUHU

3 FILTRASI

KESEIMBANGAN KEPALA

4 AIR CONDITIONING

RESONANSI SUARA

5 VOCAL RESONANCE

PEREDAM
TEKANAN

6 PROSES BICARA
7 REFLEK NASAL

PERUBAHAN

PRODUKSI MUKUS

FISIOLOGI HIDUNG

Alat pencium terdapat dalam rongga hidung dari ujung saraf otak nervus
olfaktorius
Serabut saraf ini timbul pada bagian atas selaput lendir hidung => area olfaktoria
N. olfaktorius dilapisi oleh sel-sel yang sangat khusus yang mengeluarkan fibrilfibril yang halus, terjalin dengan serabut- serabut dari bulbus olfaktorius
Bulbus olfaktorius merupakan lanjutan dari bagian otak yang ujung-ujung
akhirnya menembus lempeng kribiformis dasar tulang otak (os ethmoidalis) yg
berlubang-lubang
N. olfaktorius terletak pada os ethmoidalis
Dari bulbus olfaktorius, penciuman dihantarkan melalui traktus olfaktorius
menuju pusat olfaktoria pd otak bagian lobus temporalis, tempat penciuman
ditafsirkan

Bau yg masuk ke rongga hidung akan merangsang n.


olfaktorius di bulbus olfaktorius
Indera bau bergerak lewat traktus olfaktorius dg perantaraan
stasiun penghubung hingga mencapai daerah penerima
akhir dlm pusat olfaktorius pd lobus temporalis di otak besar
tempat penafsiran bau tsb.
Rasa penciuman dirangsang oleh gas yg masuk dan akan
mudah hilang pd bau yg sama dlm waktu lama

created by rolanda

FISIOLOGI HIDUNG
Rangsangan reseptor hanya berespon thd senyawa2 yg
kontak dg epitel olfaktorius dan dilarutkan dlm lapisan tipis
mukus yg menutupinya
Ambang olfaktorius yg menggambarkan sensitivitas hebat
reseptor olfaktorius thd sejumlah senyawa yg dpt dicium pd
konsentrasi >500pg/L diubah 30% dr sebelum dpt
dideteksi.
Molekul penghasil bau mengandung 3-20 atom karbon yg
memiliki bau yg berbeda

FISIOLOGI HIDUNG
Manusia dpt membedakan 2000-4000 bau yg berbeda &
menghasilkan pola ruang yg berbeda dr peningkatan
aktivitas metabolik di dlm olfaktoria
Bau khusus bergantung pd pola ruang perangsangan reseptor
dlm membran mukosa olfaktorius
Bila seseorang scr kontinyu terpapar pd bau yg paling tdk
disukai, mk perserpsi bau menurun lalu berhenti. Ini
disebabkan oleh adaptasi yg cukup cepat yg timbul dlm
sistem olfaktorius

created by rolanda

INDERA PENCIUMAN
Akan melemah bila selaput lendir hidung sangat kering, terlalu basah,
atau membengkak spt saat influenza
Akan menghilang akibat cedera pd kepala
Batas ambang meningkat seiring pertambahan usia
Anosmia = tidak adanya indera penciuman
Hiposmia = pengurangan sensitivitas olfaktorius
Disosmia = indera penciuman berubah

ANATOMI DAN FISIOLOGI


TENGGOROKAN

TENGGOROKAN
Kantong fibromuskular yang berbentuk
seperti corong
Terletak antara cavitas nasi dan cavitas
oris, di belakang laring
Fungsi untuk menyalurkan makanan
ke esofagus dan menyalurkan udara ke
laring, trakea dan pulmo
Faring

meluas dari dasar cranium


sampai tepi bawah cartilago cricoid di
sebelah anterior, dan sampai tepi bawah
vertebra cervicalis VI di sebelah
posterior

FUNGSI FARING
Pernafasan
Menelan
Resonansi suara
Artikulasi

FUNGSI LARING
Penghasil suara
Proteksi jalan nafas
Respirasi

PROTEKSI JALAN
NAFAS
Auditus laringisn tertutup oleh kerja sfingter dari kerja
otot tiroaritenoideus dalam plica ariepiglotika dan korda
vokalis palsu, disamping aduksi korda vokalis sejati dan
aritenoid yang ditimbulkan oleh otot intrinsik laring
lainnya.elevasi laring di bawah pangkal lidah mendorong
epiglotis dan plica ariepiglotis ke bawah menutup
auditus. Struktur ini mengalihkan makanan ke lateral
menjauhi auditus laringis dan masuk ke sinus piriformis.

PENGHASIL SUARA
Korda vokalis bergetar akibat
udara yang dipaksa adntara
korda vokalis sebagai akibat
dari kontraksi otot ekspirasi.
Otot
intrinsik
laring
dan
krikotiroideus berperan dalam
pengaturan nada

PEMBAGIAN FARING

Nasofaring mempunyai fungsi


respiratorik, terletak di atas palatum
molle dan merupakan lanjutan dari
cavum nasi ke belakang. Hidung
berhubungan dengan nasofaring
melalui kedua choana
Orofaring mempunyai fungsi yang
berhubungan dengan pencernaan
makanan. Batas superior : palatum
molle, batas inferior: radix linguae,
lateral oleh arcus palatoglossus dan
arcus palatopharyngeus
Laringofaring terletak posterior dari
laring, dari tepi atas epiglottis sampai
tepi bawah cartilago cricoid, dan di
sini menyempit dan beralih ke
esofagus

ANATOMI LARING
Laring tersusun atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago
besar ). Terbesar adalah Cartilago thyroid yang berbentuk seperti
kapal, bagian depannya mengalami penonjolan membentuk adams
apple, dan di dalam cartilago ini ada pita suara. Sedikit di bawah
cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. Laring menghubungkan
Laringopharynx dengan trachea, terletak pada garis tengah anterior
dari leher pada vertebrata cervical 4 sampai 6.
Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya
vokalisasi. Laring juga melindungi jalan napas bawah dari obstruksi
benda asing dan memudahkan batuk. Laring sering disebut sebagai
kotak suara dan terdiri atas:
a. Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah
laring selama menelan
b. Glotis : ostium antara pita suara dalam laring
c. Kartilago Thyroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari
kartilago ini membentuk jakun ( Adams Apple )
d. Kartilago Krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam
laring ( terletak di bawah kartilago thyroid )
e. Kartilago Aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan
kartilago thyroid
f. Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang
menghasilkan bunyi suara; pita suara melekat pada lumen laring.

OTOT FARING
Dinding faring tersusun dalam
lapisan melingkar (sirkular)
dan memanjang (longitudinal)
Lapis otot internal yang teratur
longitudinal : Musculus
palatopharyngeus, Musculus
stylopharyngeus, dan
Musculus salpingopharyngeus.
Berfungsi sebagai elevator
pada waktu menelan. M.
stylopharyngeus dipersarafi
oleh N.IX sedangkan M.
palatofaring dipersarafi oleh N.
X
Lapis otot eksternal yang
sirkular: Musculus konstriktor
faring superior, media dan
inferior. Berfungsi untuk
mengecilkan lumen faring.
Dipersarafi oleh N. Vagus
(N.X)

PERDARAHAN DAN
PERSARAFAN FARING
Perdarahan:
Cabang dari a. Carotis externa
serta cabang dari a. Maxilaris
interna
Persarafan:
Pleksus faring yang dibentuk
oleh cabang faring dari
n.Vagus, cabang dari
n.Glosofaring dan serabut
simpatis

PROSES MENELAN

Gerak penelanan adalah


gerak total/tidak sama sekali
apabila sudah dimulai akan
terus smp akhir, kec situasi
tertentu.
Proses menelan dibagi
menjadi 3 tahap
Gerakan makanan dari
mulut secara volunter
Secra involunter transport
makanan melalui faring
Jalannya bolus melalui
esofagus secara involunter

TAHAP ORAL
Pembentukan bolus makanan &
dikeluarkannya
bolus
dr
mulut ke faring
Dasar

lidah menstabilkan otot


dasar mulut & otot penutup
rahang

Palatum lunak naik & kontak dgn


dinding faring posterior utk
menutup sal.nafas

Lidah diangkat, kontak dgn


palatum keras

Menekan dari dasar mulut ke faring

TAHAP FARINGEAL

Posterior lidah beraposisi erat


dgn dinding posterior faring
Bolus dikeluarkan ke
esophagus, sfingter atas
esofagus relax & epiglotis
laring naik utk melindungi jalan
nafas

TAHAP ESOFAGEAL

Gerakan peristaltik akan


membawa bolus ke spingter
esofagus bag.bawah yg relaks.

DAFTAR PUSTAKA
Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia. Edisi Kedua.
Jakarta: EGC; 2001. BAB 6. Sistem Saraf Perifer; h 176
Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia. Edisi Keenam.
Jakarta: EGC; 2011. BAB 6. Sistem Saraf Perifer; h 234241
Soepardi E., Iskandar N. Telinga Hidung Tenggorok
Kepala Leher. Edisi ke Enam. Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Jakarta: 2007.
Adams G., Boies L., Higler P. Buku Ajar Penyakit THT.
Edisi ke Tujuh. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta:
1997.

TERIMA
KASIH