Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN MINI CEX

PYODERMA - IMPETIGO
KRUSTOSA
PEMBIMBING:
DR. HERYANTO SYAMSUDIN, SP. KK
OLEH:
RINA MARDIANA
2009730110
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA

IDENTITAS
Nama
: An. F D I
Jenis Kelamin
: Perempuan
Umur
: 4 tahun
Alamat
: Jl. Bhakti IX, KelCilincing,
Jakarta Utara
Agama
: Islam
Pendidikan : Paud
Tanggal Pemeriksaan : 13 Oktober 2014 Poli
Kulit dan Kelamin
RSIJ - Sukapura

ANAMNESIS

Keluhan
Utama

Keluhan
Tambahan

Gatal pada
Pergelangan
tangan kanan sejak
1 tahun yang lalu
Gatal dirasa saat
berkeringat

RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
Sejak satu tahun yang lalu pasien mengeluh rasa gatal
pada pergelangan tangan kanan. Pada awalnya gatal
dirasa saat sedang bermain dengan adanya bintik-bintik
merah yang berisi air yang timbul tiba-tiba di
pengelangan tangan. Bintik-bintik tersebut dirasa
sangat gatal terutama saat sedang bermain dan
berkeringat. Karena rasa gatal pasien sering mengaruk
daerah tersebut dan menimbulkan luka dan berdarah.
Ibu pasien mengatakan bahwa rasa gatal tidak
disebabkan oleh alergi makanan.

Ibu pasien telah membawa pasien berobat ke beberapa


dokter akan tetapi rasa gatal tetap dirasakan oleh
pasien, sejak awal timbulnya gatal 1 tahun yang lalu,
akan tetapi keluhan gatal masih dirasakan dan
bertambah berat sejak 1 bulan yang lalu. Pasien diberi
obat minum dan cream untuk gatal dan kemerahan,
akan tetapi pasien lupa nama obat yang diberikan.

RIWAYAT PENYAKIT
DAHULU
Gatal pada pergelangan tangan kanan sejak
1 tahun yang lalu
Asma disangkal

RIWAYAT
PENGOBATAN
Pernah berobat untuk keluhan gatal dan
kemerahan di daerah pergelangan tangan lebih
dari 5 dokter sebelum dibawa ke RSIJ Sukapura
diberi Cream dan obat minum (tidak tahu
nama obatnya)

RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
Riwayat penyakit serupa disangkal
Asma disangkal

RIWAYAT

Makanan
Obat
ALERG Disangkal

STATUS GENERALIS
Keadaan umum: Tidak tampak sakit
Kesadaran : Composmentis
Status gizi : Baik
Kepala
:Normocephal
Leher
: T.A.K
Thorax
: T.A.K
Abdomen : T.A.K
Genital
: T.A.K
Ekstremitas

: T.A.K

STATUS DERMATOLOGI
REGIO:
Pergelangan
tangan kanan
EFLORESENSI:
Makula
Eritematosa
Papul
Linenifikasi
Erosi

RESUME
Seorang anak perempuan berumur 4 tahun,
bersekolah di PAUD, agama Islam, datang ke
Poli Kulit dan Kelamin di RSIJ Sukapura pada
tanggal 13 Oktober 2014. Dengan keluhan gatal
dan kemerahan pada pergelangan tangan
kanan sejak 1 tahun SMRS. Awal rasa gatal
dan kemerahan timbul mendadak. Awalnya
hanya bentol-bentol kecil yang makin lama
makin membesar dan melebar. Rasa gatal
dirasakan pasien saat bermain dan berkeringat.
Pasien berobat ke beberapa dokter diberi salep
berwarna putih, tidak tahu nama obatnya. Rasa
gatal dan kemerahan semakin terasa berat
sejak satu bulan yang lalu.

RESUME
Seorang anak perempuan berumur 4 tahun, bersekolah di
PAUD, agama Islam, datang ke Poli Kulit dan Kelamin di RSIJ
Sukapura pada tanggal 13 Oktober 2014. Dengan keluhan gatal
dan kemerahan pada pergelangan tangan kanan sejak 1 tahun
SMRS. Timbul bintik-bintik merah dan membentuk gelembung
gelembung yang berisi air kurang lebih sejak satu tahun yang
lalu. Bintil-bintil itu berisi air yang kemudian pecah dan berwarna
merah pada tepinta timbul keropeng. Pada Regio. Pergelangan
tangan kanan, ditemukan efloresensi berupa papul-papul
eritematous, vesikel tersebar di atas kulit yang eritematous.
Tampak juga vesikel telah pecah serta krusta yang tepinya
meluas. Selain itu tampak hiperpigmentasi pasca peradangan.
Sebelumya pasien pernah pernah berobat kebeberapa dokter
dan pada keluarga pasien juga tidak ada yang menderita
penyakit yang sama. Pasien tidak mempunyai alergi obat-obatan
ataupun makanan.

DIAGNOSIS
Diagnosis Kerja:
Impetigo Krustosa
Diagnosis Banding :
Impetigo Krustosa
Dermatitis Atopik
Ektima

PENATALAKSANAAN
UMUM
1. Menjelaskan kepada penderita dan keluarga perihal
penyakitnya.
2. Menjelaskan untuk tidak menggaruk pada daerahdaerah yang gatal tersebut supaya tidak terjadi
infeksi lagi yang lebih parah.
3. Menjaga kebersihan:
Mencuci pakaian, kain, atau handuk penderita setiap
hari dan tidak menggunakan peralatan harian
bersama-sama.
Menggunakan sarung tangan ketika mengolesi obat
topikal dan setelah itu mencuci tangan sampai bersih.
Memotong kuku untuk menghindari penggarukan
yang memperberat lesi.
Memotivasi penderita untuk sering mencuci tangan.

MEDIKAMENTOSA
SISTEMIK

Golongan Makrolida
(Bakteriostatik):
Erytromisin
Dosis:
30mg/KgBB/hari
Antihistamin: CTM

TOPIKAL
Cream berisi:
Hidrokortison zalf
Gentamisin Zalf
2 x/hari dioles pagi
dan sore hari

PROGNOSIS
Quo ad Vitam - ad Bonam

Quo ad Fungitionam ad Bonam

Quo as Sanationam Dubia ad


bonam

TINJAUAN
PUSTAKA
IMPETIGO BULOSA

PENDAHULUAN
Impetigo merupakan salah satu bentuk
pioderma superficial dan bersifat menular

ETIOLOGI: Bakteri Streptokokus


hemolitikus B
Bakteri Stafilokokus aureus

Sering terjadi pada anak-anak dapat juga


menyerang orang dewasa

IMPETIGO
DEFINISI:
Infeksi piogenik superfisial (antara stratum korneum
dan stratum granulosum) dan mudah menular yang
terdapat dipermukaan kulit.
IMPETIGO KRUSTOSA:
Penyakit infeksi piogenik kulit superfisial yang
disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus
group A beta-hemolitikus (GABHS), atau kombinasi
keduanya dan digambarkan dengan perubahan vesikel
berdinding tipis, diskret, menjadi pustul dan ruptur
serta mengering membentuk krusta Honey-colored.
dengan tepi yang mudah dilepaskan

SINONIM
IMPETIGO BULOSA
CACAR MONYET

IMPETIGO NON BULOSA


IMPETIGO
KRUSTOSA

KONTAGIO
SA

TILLBURY

FOX

VULGARIS

EPIDEMIOLOGI
Anak Usia 2 5 tahun
Laki- Perempuan
Daerah lembab dan panas

FAKTOR PREDISPOSISI

Kontak
Langsung

Kontak
Tidak
Langsung

Cuaca
Panas,
Lembab

FAKTOR PENYEBAB
Hunian padat
Higiene yang buruk
Hewan peliharaan
Gigitan serangga
Varisela
Luka Bakar
Herpes Simplek

PATOGENESIS
Trauma Kecil/
Portal of Entry

Bakteri
Bakteri
Staphylococcus
Aureus

Kontak
Langsung

Isi cairan

Bula dengan
Dinding
Impetigo
Krustosa

Vesikel

Invasi Leukosit

Keruh

Mengendap

PATOGENESIS KEMERAHAN DAN BINTILBINTIL

GEJALA KLINIS
IMPETIGO KRUSTOSA
Makula eritematous vesikel
pustula pecah cairan
serosa dan purulen kering
membentuk krusta tebal
berwarna kekuningan spt
madu honey coloured jika
lepas erosi merah dan basah
Tempat predileksi: wajah tu.
Sekitar lubang hidung dan
mulut

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pewarnaan Gram

Kultur Cairan

Staphylococcus
Aureus

Staphylococcus
Aureus

Neutrofil

Staphylococcus Beta
Hemolityticus Group A

Kuman Coccus Gram


+
Bentuk
Rantai/Kelompok

PENATALAKSANAAN
Umum

Menghindari
Dan
Mencegah

Meningkatkan
Daya tahan
Tubuh

Memperbaiki
Hygiene dan
Lingkungan

SISTEMIK

TOPIKAL

Amoksisilin
Anak 20mg/KgBB (3x1)
Dewasa: 500mg x 3/hari

Mupirocin (Pseudomonic
Acid) Pseudomonas
flourescent

Klindamisin
Anak 8 - 20mg/KgBB (3x1)
Dewasa: 150 - 300 mg x 3/hari

Asam Fusidat
(Fusidium coccineum)

Bacitracin (Polipeptida Siklik)


Bacillus subtilis
Eritromisin
Anak: 12.5 50mg/Kg (4x1/hari)
Dewasa: 250 500mg x3/hari

Retapamulin
(Menghambat Sintesa Protein)

DIAGNOSA BANDING
IMPETIGO
KRUSTOSA

Dermatitis Seboroik
Dermatitis Atopik
Dermatofitosis
DKA
Herpes Zoster

KOMPLIKASI
Ektima Impetigo yang tidak diobati dapat
meluas lebih dalam dan penetrasi ke epidermis
menjadi ektima.
Ektima merupakan pioderma pada jaringan kutan
yang ditandai dengan adanya ulkus dan krusta
tebal.

Selulitis dan Erisepelas Impetigo krustosa


dapat menjadi infeksi invasif menyebabkan
terjadinya selulitis dan erisepelas, meskipun
jarang terjadi.

Glomerulonefritis Post Streptococcal


Komplikasi utama dan serius dari impetigo
krustosa yang umumnya disebabkan oleh
Streptococcus group A beta hemolitikus ini yaitu
glomerulonefritis akut (2%-5%).
Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak
usia kurang dari 6 tahun.

Rheumatic Fever Sebuah kelainan inflamasi


yang dapat terjadi karena komplikasi infeksi
streptokokus yang tidak diobati strep throat atau
scarlet fever.

PROGNOSIS
Pada umumnya baik apabila
menghindari dan mencegah
faktor predisposisi dan
mendapat terapi yang tepat.

TERIMA KASIH