Anda di halaman 1dari 54

LAPORAN MINI CEX

IMPETIGO
DAN
HEMAGIOMA

PEMBIMBING:
DR. RIZQA HAERANI SAENONG, SP. KK, M. KES
OLEH:
RINA MARDIANA
2009730110
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA

IDENTITAS
Nama

: An. Z H

Jenis Kelamin
Umur

: Perempuan

: 7 Bulan

Alamat

: Jl. Alur Laut I, RT.02/03 No. 7,

Kel. Rawa Badak, Kec.Koja, Jakarta Utara


Agama

: Islam

Tanggal Pemeriksaan : 10 Oktober 2014


Poli Kulit & Kelamin RSIJ - Sukapura

ANAMNESIS - ALLOANMENSIS

Keluhan
Utama

Gatal pada
punggung tangan
kiri, sejak 1 bulan
yang lalu

Keluhan
Tambahan

Merah pada
punggung tangan
kiri sejak usia 2
hari

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang diantar oleh nenek dan ibu karena keluhan gatal
pada punggung tangan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya
timbul plenting-plenting kecil berisi air lama-lama semakin besar.
Ibu tidak menyadari sampai plenting-plenting pecah menjadi luka
yang makin melebar. Pada punggung tangan dimana terdapat
melenting dan luka tersebut terdapat jaringan pembuluh darah yang
menebal yang telah ada sejak pasien berusia 2 hari, yang berwarna
kemerahan. Ibu pasien mengagap kemerahan tersebut sebagai
tanda lahir. Karena lokasi mlenting tersebut tepat berada diatas
jaringan pembuluh darah yang menebal, kadang-kadang bintik kecil
akibat gesekan mengeluarkan darah. Terlihat mengering dan
kehitaman serta mengelupas.
Ibu pasien pernah membawa pasien berobat ke Bidan diberi
salep 2 minggu akan tetapi Semakin hari bintik kecil menjadi
melebar dan meluas. Setiap kali menyusui tangan yang gatal
digosok-gosokkan ke baju ibu, sehingga sering kali berdarah.

RIWAYAT PENYAKIT
DAHULU
Riwayat sakit dengan keluhan serupa (-)
Riwayat Alergi Makanan dan Susu(-), obat-obatan (-)
Riwayat Digigit Serangga (-)
Riwayat Atopik : Asma (-),Rhinitis (-)
Riwayat Batuk dan Pilek (+) tapi sudah lama sembuh
Riwayat Trauma (-)

RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA

RIWAYAT
PENGOBATAN

Pernah berobat ke Bidan


2 minggu yang lalu
diberi Cream (tidak tahu
isinya)
Riwayat penyakit serupa
disangkal

RIWAYAT KELAHIRAN
Pasien merupakan anak pertama yang lahir saat ibu berusia
20 tahun. Saat kelahiran pasien dilahirkan secara Sectio
Casearean karena plasenta melilit janin dan belum masuk
jalan lahir saat usia kandungan telah cukup bulan dengan BB
3000gr, PB 49cm. Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah
sakit atau mengkomsumsi obat-obatan.

Alergi obat disangkal


ALERGI

RIWAYAT

PSIKOSOSIAL

Minum ASI sampai usia


sekarang
Sejak 1 bulan lalu mulai
makan-makanan lunak

STATUS GENERALIS
Keadaan umum
Kesadaran

: Tidak tampak sakit

: Composmentis

Status gizi : Baik


Kepala
:Normocephal
Leher
: T.A.K
Thorax
: T.A.K
Abdomen : T.A.K
Genital
: T.A.K
Ekstremitas

: T.A.K

STATUS DERMATOLOGI
IMPETIGO
REGIO:
Punggung Tangan
Kiri Lesi: Bentuk
sirkumskrip,
batas tegas,
iregular
EFLORESENSI:
Eritema
Krusta multiple
Erosi
Skuama

STATUS DERMATOLOGI
HEMAGIOMA
REGIO:
Daerah punggung
tangan kiri
Lesi: berbatas tegas
EFLORESENSI
Warna merah menyala,
tegang dan berbentuk
lobular, dan keras pada
perabaan

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan Mikrobiologi
Pemeriksaan Sediaan Basah/Langsung : tidak dilakukan
Pewarnaan dengan KOH
: tidak dilakukan
Pewarnaan GRAM
: tidak dilakukan
Pewarnaan GIEMSA
: tidak dilakukan
Pewarnaan Ziehl Neelsen
: tidak dilakukan

Pemeriksaan Saraf Tepi

Tes Sensibilitas Kulit

Tidak dilakukan

Tes Lain

Kelaianan Selaput/Mukosa

Kelainan Kuku

tidak ada kelainan

Kelainan Rambut

Kelainan Kelenjer Lymfe

Pembesaran KGB (-)

RESUME
Seorang anak berumur 7 bulan, agama Islam, di
bawa ke poli Penyakit Kulit dan Kelamin RSIJ
Sukapura pada tanggal 10 Oktober 2014 dengan
keluhan gatal pada punggung telapak tangan kiri
sejak 1bulan SMRS. Pada awalnya hanya berupa
bintik kecil yang makin lama makin meluas dan
melebar. Pada punggung tangan kiri tersebut ada
penebalan pembuluh darah yang telah dimiliki
pasien sejak berusia 2 hari. Karena gatal pasien
sering mengosok-gosokkan kepakaian ibu pasien
saat menyusui yang kadang-kadang
mengakibatkan berdarah.Keluarga sempat
membawa pasien berobat 2 minggu yang lalu ke
Bidan akan tetapi tidak ada perubahan. Bekas luka
menjadi melebar, terlihat terkelupas dan
menghitam.

DIAGNOSIS

Diagnosa
Kerja
Impetigo
Bulosa

Diagnosa
Banding
Ektima
Impetigo
Krustosa

DIAGNOSIS

Diagnosa
Kerja
Hemagioma
Kapiler

Diagnosa
Banding

EDUKASI
1. Menjelaskan kepada orang tuanya
perihal penyakitnya.
2. Menghindari terjadinya trauma pada
daerah lesi
3. Menjelaskan untuk tidak menggaruk
pada daerah-daerah yang gatal tersebut
supaya tidak terjadi infeksi lagi yang lebih
parah
4. Bila luka akibat garukan membaik
untuk menggompres dengan air dingin

MEDIKAMENTOSA
SISTEMIK

TOPIKAL
Cream:
Dermosolone 5.0
Bactoderm
Dioles tipis-tipis
2 kali/hari

Amoxan Drop
3dd1

PROGNOSIS
Quo ad Vitam - ad Bonam

Quo ad fungitionam ad Bonam

Quo as sanationam Dubia ad bonam

ANALISA MASALAH
IMPETIGO BULOSA
Berdasarkan Anamnesis:
Pasien didiagnosa dengan Impetigo karena berdasarkan
gejala klinis sering terjadi pada bayi
Awalnya didahului dengan kelainan kulit berbentuk
vesikel pecah gambaran Collarette pada piggir
Krusta Varnishlike

ANALISA MASALAH
HEMAGIOMA
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
didapat kemerahan timbul beberapa hari
setelah lahir
Strawberry nevus terlihat sebagai bercak merah
yang makin lama makin besar.
Warna merah menyala, tegang dan berbentuk
lobular, berbatas tegas, dan keras pada
perabaan.

TINJAUAN
PUSTAKA
IMPETIGO BULOSA

PENDAHULUAN
Impetigo merupakan salah satu bentuk
pioderma superficial dan bersifat menular

Disebabkan oleh Streptococcus dan


Staphylococcus

Sering terjadi pada anak-anak dapat juga


menyerang orang dewasa

SINONIM
IMPETIGO BULOSA
CACAR MONYET

IMPETIGO NON BULOSA


IMPETIGO
KRUSTOSA

KONTAGIO
SA

TILLBURY

FOX

VULGARIS

PATOGENESIS
Bakteri
Staphylococcus
Aureus
Aureus

Kontak
Langsung

Vesikel

Invasi Leukosit

Isi cairan

Bula dengan
Dinding
Impetigo
Krustosa

Keruh

Mengendap

KLASIFIKASI

IMPETIGO
BULOSA

IMPETIGO
KRUSTOSA

GEJALA KLINIS
IMPETIGO BULOSA
Makula eritematous vesikel
bula bula hipopion
Bula mudah pecah karena
letak subkorneal skuama
anular dgn bagian tengah
eritema collarette dan cepat
mengering
Tempat Predileksi: Leher,
ketiak, dada, punggung,
tangan, lengan, kaki,
selangkangan dan bokong

GEJALA KLINIS
IMPETIGO KRUSTOSA
Makula eritematous vesikel
pustula pecah cairan
serosa dan purulen kering
membentuk krusta tebal
berwarna kekuningan spt
madu honey coloured jika
lepas erosi merah dan basah
Tempat predileksi: wajah tu.
Sekitar lubang hidung dan
mulut

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pewarnaan Gram

Kultur Cairan

Staphylococcus
Aureus

Staphylococcus
Aureus

Neutrofil

Staphylococcus Beta
Hemolityticus Group A

Kuman Coccus Gram


+
Bentuk
Rantai/Kelompok

PENATALAKSANAAN
Umum

Menghindari
Dan
Mencegah

Meningkatkan
Daya tahan
Tubuh

Memperbaiki
Hygiene dan
Lingkungan

SISTEMIK

TOPIKAL

Amoksisilin
Anak 20mg/KgBB (3x1)
Dewasa: 500mg x 3/hari

Eritromisin 3%

Klindamisin
Anak 8 - 20mg/KgBB (3x1)
Dewasa: 150 - 300 mg x 3/hari

Atau
Kloramfenikol 2%

Eritromisin
Anak: 12.5 50mg/Kg (4x1/hari)
Dewasa: 250 500mg x3/hari

DIAGNOSA BANDING
IMPETIGO
BULOSA

IMPETIGO
KRUSTOSA

Dermatitis Kontak
Iritan

Dermatitis Seboroik

Sengatan Serangga

Dermatitis Atopik

Erupsi Obat

Dermatofitosis

Varicella

DKA

Herpes Simpleks

Herpes Zoster

PROGNOSIS
Pada umumnya baik apabila
menghindari dan mencegah
faktor predisposisi dan
mendapat terapi yang tepat.

TINJAUAN PUSTAKA
HEMANGIOMA

suatu tumor jaringan lunak / tumor vaskuler jinak akibat


proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah
yang tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan
pembuluh darah

HEMANGIOMA

DEFINISI

Tumor Jinak akibat


Proliferasi dari
pembuluh darah yang
tidak normal dan dapat
terjadi pada setiap
jaringan pembuluh
darah.
Tumor jaringan lunak
tersering pada bayi

HEMAGIOMA

LOKASI LESI

Kutis,
Subkutis, Otot,
Hepar, Traktus
Gastrointestin
al, Otak, Paruparu, ataupun

EPIDEMIOLOGI DAN PREVELANSI


Prevalensi hemangioma infantil 1- 3% pada neonatus dan
10% bayi usia 1 tahun
Lokasi tersering yaitu pada kepala dan leher
(60%)
Rasio kejadian perempuan dibanding laki-laki
3:1
Usia 5 tahun 50%
Usia 7 tahun 70%
Usia 9 tahun 90%

ETIOLOGI
ANGIOGENESI
S

CYTOKINE

Basic
Fibroblast
Growth Factor
(BFGF)

Gamma
Interferon

Kadar
Angiogenesis
Inhibitor

Vaskular
Endothelial
Growth Factor
(VEGF)

Tumor Nekrosis
Faktor Beta

Transforming
Growth Faktor
Beta

KLASIFIKASI HISTOLOGI
JOHN MULLIKEN & JULIE GLOWACKI
Malformasi Pembuluh
Darah

Hemangioma Infatile

Saat Lahir

Saat Lahir Samar

Tumbuh Tumbuh
Kembang

Fase Pertumbuhan Usia 6


minggu
Usia 6 20 Bulan
Involusi
Usia 5 7 Tahun

KLASIFIKASI MORFOLOGI

Hemangioma
Terlokalisir
Hemangiomal
Segmental
Hemangioma
Multiple

KLASIFIKASI MULLIKEN

Tipe Kapiler
Kavernosa
Campuran

GEJALA KLINIS
HEMANGIOMA
KAPILER

HEMANGIOMA
KAVERNOSA

Tidak berbatas tegas


Berupa makula
Tampak beberapa hari
eritematosa atau nodul
setelah lahir
yang berwarna merah
Strawberry nevus terlihat
sampai ungu.
sebagai bercak merah yang
Kadang berupa tonjolan,
makin lama makin besar.
di tekan mengempis dan
Warna merah menyala,
pucat lalu menggembung
tegang dan berbentuk lobular, lagi dan di lepas kembali
berbatas tegas, dan keras
akan bewarna merah.
pada perabaan.

GEJALA KLINIS INFANTIL


Hemangioma Infantil
Superfisialis/Kutaneu
s
50 60 %
Warna buah
Strawberry saat
matur
Straberry Nevus
Lesi berbatas
tegas, bentuk
lonjong, bulat,
warna merah
terang

Hemangioma Infantil
Profunda/
Subkuntaneus
Seperti Daging
tumbuh yang
berwarna
Superfisial Nodul
kebiruan
Telangeaktasis/v
ena dilatasi

Hemangioma Infantil
Campuran

Hemangioma Infantil
Viseralis

Hemangioma Infantil
Superficial indurasi dibawah

Dalam Organ Dalam

Lesi Tumor Lunak,


berwarna Merah Kebiruan

Hepar, Usus, Paru, Otak

Gambaran Keratotik &


Verukosa

Ektremitas Inferior Unilateral

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium

Radiologi

Trombositopeni

Hemagioma Infantil
Profunda

Anemia Hemolitik

Kepala, Leher, Tulang


Belakang

Koagulopati (Sindrome
Kasabach-Merritt)

Perkembangan Progresif

MRI, CT Scan, USG,


Doppler, Angiografi

Histopatologi

Biopsi - Eksisi
Fase Proliferasi Sel Endotel
Matur Sel Mast & Membran
Basalis yang tipis
Fase Involusi Apoptosis dari
sel

DIAGNOSA
Secara klinis diagnosis hemangioma infantil terutama
ditegakkan berdasar gambaran lesi yang khas.
Gambaran klinis umum ialah adanya bercak merah yang
timbul sejak lahir atau beberapa saat sesudah lahir,
pertumbuhannya relatif cepat dalam beberapa minggu
atau beberapa bulan; warnanya merah terang bila jenis
kapiler atau biru bila jenis kavernosa.
Bila ukuran maksimum sudah tercapai yaitu antara 1 cm
hingga atau bahkan lebih dari 25 cm ( biasanya pada
umur 9-12 bulan ), warnanya menjadi merah gelap

DIAGNOSIS BANDING

Cherry
Hemangioma

Granuloma
Piogenik

Patch
Salmon
(Naevus
Simpleks)

Port Wine
Stain
(Flammeus
Naevus)

PENATALAKSANAAN
EDUKASI
EDUKASI

KORTIKOSTE
KORTIKOSTE
ROID
ROID

Observasi
Fase Proliferasi
Fase Involusi

Topikal
Informasi
Sistemik

Injeksi

Recombinan
Recombinan
Interferon
Interferon Alfa
Alfa
-2
-2

Terapi
Terapi Bedah
Bedah

Terapi
Terapi Radiasi
Radiasi

KOMPLIKASI
Ulserasi dan hemoragik
hemoragik
Infeksi
Infeksi sekunder
sekunder
Perubahan
Perubahan ke
ke arah
arah malignan
malignan
Gagal jantung
jantung
Gangguan
Gangguan penglihatan
penglihatan
Obstruksi jalan
jalan nafas
nafas
Obstruksi saluran pendengaran
pendengaran
Deformitas tulang
tulang

PROGNOSIS
Pada umumnya, prognosis bergantung dari
letak lesi, komplikasi, serta penanganan yang
adekuat.
Hemangioma superfisial dapat hilang dengan
sendirinya.
Hemangioma kavernosa yang besar harus
dievaluasi oleh dokter dan harus mendapat
pengobatan yang adekuat (Hamzah, 1999).

TERIMA KASIH