Anda di halaman 1dari 16

PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES

RODA GIGI LURUS

KELOMPOK II
Arifin
Asep rustandi
Awwaludin
Danang suwondo
Deby tyas djatmiko
Wahyu frendi irawan
DOSEN

MUSTASYAR PERKASA
RODA GIGI
Fungsi roda gigi
Roda gigi adalah suatu alat yang digunakan untuk mentransmisikan daya dan putaran yang
tepat.Roda gigi mempunyai keunggulan dibanding dengan sabuk dan rantai dalam mentransmisikan daya
dan putaran karena lebih ringkas.Putaran lebih tinggi dan tepat daya yang ditransmisikan lebih
besar.Namun ini bukan menjadi hal untuk dipilihnya roda gigi.Disamping cara lain yang memerlukan
ketelieian dalam pembuatan pemasangan atau pemilihannya,tetapi suatu hal yang pasti bahwa pemakaian
roda gigi ini sebagai alat transmisi telah menduduki hal yang penting disegala bidang.Mulai dari alat

pengukur yang kecil dan teliti seperti jam tangan sampai pada roda gigi reduksi pada turbin besar yang
berdaya puluhan megawatt.
1.2.Klasifikasi roda gigi
Roda gigi diklasifikasikan menurut letak poros,arah putaran dan bentuk jalur gigi.
Klasifikasi roda gigi dengan poros sejajar:
a.Roda gigi lurus (spur gear)

Gambar 1.1. Roda gigi lurus (Sularso 1997)


Roda gigi lurus merupakan roda gigi paling dasar dengan jalur gigi sejajar terhadap poros.

b.Roda Gigi Miring

Gambar. 1.2. Roda gigi miring (Sularso 1997)

Roda gigi miring mempunyai jalur gigi yang berbentuk ulir pada silinder jarak bagi.
Perbandingan kontak lebih besar dari pada roda gigi lurus, sehingga pemindahan momen atau putaran
melalui gigi-gigi tersebut dapat berlangsung dengan halus.
c.Roda Gigi Miring Ganda

Gambar.1.3. Roda gigi miring (Sularso 1997)


Gaya axial yang terjadi pada gigi yang mempunyai alur brbentukvtersebut akan saling
meniadakan.Dengan roda gigi ini perbandingan reduksi,kecepatan keliling dan daya yang diteruskan
dapat diperbesar,tetapi pembuatannya sukar.
d.Roda gigi dalam

Gambar. 1.4. Roda gigi dalam (Sularso 1997)


Dipakai jika diinginkan alat transmisi dengan ukuran kecil dan dengan perbandingan reduksi
yang lebih besar,karena pinion terletak didalam roda gigi.
e.Roda gigi kerucut lurus

Gambar 1.5.Roda gigi kerucut lurus


Roda gigi ini paling banyak dan paling mudah dibuat,tetapi sangat berisik karena perbandingan
kontaknya yang kecil.Konstruksinya tidak memungkinkan pemasangan bantalan pada kedua ujung porosporosnya.
f.Pinion dan batang gigi
Batang gigi merupakan dasar profil pahat pembuat gigi pasangan antara batang gigi dan pinion
digunakan untuk menambah gerakan putaran menjadi lurus atau sebaliknya.
g.Roda gigi kerucut spiral
Mempunyai sudut kontak yang lebih besar sehingga dapat meneruskan putaran tinggi dan beban
besar,sudut poros kedua roda gigi ini dibuat 90.
h.Roda gigi permukaan
i.Roda gigi miring silang
Roda gigi miring sebenarnya berbentuk ulir spiral, maka kadang-kadang ini disebut rodda gigi
spiral. Sudut antara poros dengan arah gigi disebut sudut kisar rata-rata seperti Gambar dibawah ini.

Gambar 1.6. Roda gigi miring (Sularso, 1997)


j.Roda gigi cacing silindris

Gambar 1.7. Roda gigi cacing silindris


Mempunyai cacing berbentuk silindris dan dan lebih umum dipakai daripada roda gigi cacing
globoid seperti Gambar.
k.Roda gigi cacing global

Gambar 1.8. Roda gigi cacing global


Digunakan untuk beban yang besar dan dengan perbandingan kontak yang lebih besar roda gigi
globoid ini yang biasa dipakai, roda gigi cacing globoid biasa dipakai dalam power stering stir mobil,
seperti pada Gambar
l..Roda gigi hipoed

Gambar 1.9. Roda gigi hipoid (Sularso 1997)


Mempunyai jalur gigi berbentuk spiral pada didang kerucut yang sumbernya bersilang dan
pemindahan gaya pada permukaan gigi berlangsung secara meluncur dan menggelinding.
Roda gigi yang disebut diatas mempunyai perbandingan kecepatan sudut tetap antara kedua
poros,tetapi disamping itu terdapat pula roda gigi yang perbandingan kecepatan sudutnya dapat bervariasi
seperti roda gigi aksentris,lonjong,bukan lingkaran dan lain-lain.adapula roda gigi dengan putaran yang
terputus-putus dan roda gigi genewa yang dipakai misalnya untuk menggerakkan film roda proyektor
bioskop.
Roda gigi yang dirancang
Adapun roda gigi yang dirancang/digunakan adalah roda gigi lurus karena mempunyai alasan yaitu:
Keuntungan :
-

Daerah kontak roda gigi dengan pinion lebih banyak.

Slip yang terjadi antara roda gigi dengan pinion lebih kecil.

Jalur gigi sejajar dengan sumbu poros dan tidak banyak memakan tempat.

Kerugian :
-

Dalam pemindahan putaran output kasar dan bising.

Bentuk antara gigi dengan pinion tidak ponston(terjadi dengan tersentak-sentak)

RODA GIGI LURUS (SPUR GEARS)


PENDAHULUAN
Sebelumnya telah dibahas bahwa slip dari sebuah belt atau tali adalah sebuah
hal yang biasa dalam transmisi daya antara dua poros. Pengaruh slip adalah
menurunkan rasio putaran system. Dalam mesin presisi, yang mana rasio putaran
adalah suatu yang penting (seperti pada mekanisme arloji), maka transmisi daya yang
paling tepat digunakan adalah gear atau toothed wheels (roda gigi). Pada roda gigi,
jarak antara roda gigi penggerak dan yang digerakkan adalah sangat kecil.

Gambar 1: Transmisi roda gigi lurus

Berikut adalah keuntungan dan kerugian penggerak roda gigi dibandingkan


dengan penggerak lain, seperti belt, tali dan rantai:
Keuntungan:
1. Dapat mentransmisikan rasio putaran dengan tepat (pasti)
2. Dapat digunakan untuk mentransmisikan daya yang besar.
3. Dapat digunakan untuk jarak pusat poros yang kecil.
4. Mempunyai efisiensi yang tinggi.
5. Pemakaiannya lebih handal.
6. Mempunyai layout yang kompak (rapid dan ringkas, seperti gearbox).
Kerugian:
1. Karena proses manufaktur (pembuatan/produksi) dari roda gigi membutuhkan
pahat dan peralatan khusus, sehingga hal itu menjadikan harganya lebih mahal
dibanding penggerak lain.
2. Penyimpangan (kesalahan) dalam pemotongan gigi-gigi dapat mengakibatkan
getaran dan gangguan selama operasi.
3. Roda gigi memerlukan lubrikasi (pelumasan) yang sesuai dan metode
penerapan yang handal, untuk persiapan operasi.
KLASIFIKASI RODA GIGI
Roda gigi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Menurut posisi sumbu poros.
Sumbu antara dua poros yang mana gerak ditransmisikan adalah:
a. Paralel (sejajar)
b. Bersilangan
c. Tidak bersilangan dan tidak sejajar.
Dua sumbu poros yang dihubungkan sejajar oleh roda gigi adalah ditunjukkan

pada Gambar 1. Roda gigi ini dinamakan spur gears (roda gigi lurus). Roda gigi ini
mempunyai gigi yang sejajar dengan sumbu roda seperti pada Gambar 1. Nama lain
yang diberikan untuk spur gears adalah helical gears, yang mana gigi-giginya
dimiringkan terhadap poros. Single dan double helical gears menghubungkan dua
poros ditunjukkan pada Gambar 2. a dan b.

Gambar 2: Jenis roda gigi menurut posisi sumbu poros


Dua poros yang tidak sejajar dihubungkan oleh roda gigi ditunjukkan pada
Gambar 2.c. Roda gigi ini dinamakan bevel gears. Bevel gears, seperti pada roda gigi
lurus dapat juga gigi-giginya miring pada permukaan dari bevel, dimana dalam kasus
ini dinamakan helical bevel gears.
Dua poros yang tidak bersilangan dan tidak sejajar dihubungkan oleh roda gigi
dinamakan spiral gears atau skew bevel gearing, ditunjukkan pada Gambar 2.d. Tipe
ini juga mempunyai kontak garis (line contact).
2. Menurut kecepatan keliling roda gigi.
Roda gigi tipe ini dapat diklasifikasikan menjadi:
a. Kecepatan rendah (dibawah 3 m/s),
b. Kecepatan sedang (antara 3 m/s sampai 15 m/s),
c. Kecepatan tinggi ( diatas 15 m/s).
3. Menurut model kontak gigi.
Dapat diklaifikasikan menjadi:
a. Kontak gigi eksternal (external gearing)
b. Kontak gigi internal (internal gearing)
c. Rack dan pinion.

Gambar 3. Model kontak gigi

Dalam external gearing, roda gigi dari dua poros berhubungan secara
eksternal seperti ditunjukkan pada Gambar 3.a. Roda yang terbesar dinamakan spur
wheel atau gear dan roda terkecil dinamakan pinion.
Dalam internal gearing, roda gigi dari dua poros berhubungan secara internal
seperti ditunjukkan pada Gambar 3.b. Roda yang terbesar dinamakan annular wheel
atau gear dan roda terkecil dinamakan pinion.
Kadang-kadang roda gigi dari poros yang berhubungan secara eksternal dan
internal dengan roda gigi dalam sebuah garis lurus seperti pada Gambar 4. Jenis roda
gigi ini dinamakan rack dan pinion. Roda gigi garis lurus dinamakan rack dan roda lingkaran
dinamakan pinion. Dengan bantuan rack dan pinion, kita dapat
memindahkan gerakan linier ke dalam gerak putar seperti pada Gambar 4.

Gambar 4. Rack dan pinion


4. Menurut posisi gigi pada permukaan roda gigi.
Gigi pada permukaan roda gigi dapat dikelompokkan menjadi:
a. Lurus
b. Miring
c. Melengkung
Kita sudah membahas sebelumnya bahwa spur gears mempunyai gigi lurus yang
mana helical gears mempunyai gigi miring.
1.3 ISTILAH YANG DIGUNAKAN PADA RODA GIGI
Itilah berikut biasa digunakan pada bab ini, sehingga dapat dengan mudah
dipahami. Istilah ini diilustrasikan pada Gambar 5.
1 Lingkaran kisar (pitch circle). Ini adalah sebuah lingkaran imajiner (khayal)
oleh aksi pengerolan murni, akan memberikan gerak yang yang sebagai roda
gigi actual.
2 Diameter pitch circle. Ukuran roda gigi bias any dikhususkan oleh diameter
pitch circle. Ini dinamakan juga diameter pitch.
3 Permukaan pitch. Adalah permukaan yang ditempatkan pada pitch circle.
4 Addendum. Adalah jarak radial sebuah gigi dari pitch circle ke bagian atas
gigi.
5 Dedendum. Adalah jarak radial sebuah gigi dari pitch circle ke bagian bawah
gigi.
6 Addendum circle (Lingkaran addendum). Adalah lingkaran melalui bagian
atas gigi dan sepusat (seporos) dengan pitch circle.
7 Dedendum circle (lingkaran dedendum). Adalah lingkaran melalui bagian

bawah gigi. Ini dinamakan juga dengan root circle.


8 Circular pich. Adalah jarak yang diukur pada keliling pitch circle dari sebuah
titik dari salah satu gigi ke titik gigi berikutnya. Biasanya dinotasikan dengan
p
.

Secara matematika,
Circular pitch, pc = p.D/T
Dimana:
D = diameter pitch circle,
T = jumlah gigi pada roda.
Jika D1 dan D2 adalah diameter dari 2 roda gigi yang berhubungan mempunyai jumlah gigi T
dan T2 maka:

Gambar 5. Istilah pada roda gigi

Gambar 6. Spur gears


9. Diametral pitch. Adalah rasio jumlah gigi terhadap diameter pitch circle
dalam millimeter. Ini dinotasikan dengan Pd secara matematika dapat ditulis.

10. Module. Adalah rasio diameter pitch circle dalam millimeter terhadap jumlah
gigi. Biasanya dinotasikan dengan m. secara matematika dapat ditulis:
Catatan: seri yang direkomendasikan dari module dalam Standar India adalah 1, 1.25,
1.5, 2, 2.5, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12, 16, 20, 25, 32, 40, dan 50.
11. Clearance. Adalah jarak radial dari bagian atas gigi terhadap bagian bawah
gigi, pada sebuah roda gigi yang kontak (berhubungan). Sebuah lingkaran
yang melalui bagian atas gigi yang kontak diketahui sebagai clearance circle.
12. Kedalaman total (total depth). Adalah jarak radial antara addendum circle dan
dedendum circle. Ini sama dengan jumlah addendum dan dedendum.
1.4 MATERIAL RODA GIGI
Material yang digunakan untuk membuat roda gigi tergantung pada kekuatan
dan kondisi pemakaian. Roda gigi dapat dibuat dari material logam dan non logam.
Roda gigi logam berasal dari besi cor, baja dan perunggu. Roda gigi non logam
terbuat dari kayu, kulit, kertas tekan dan resin sintetis.
Besi cor banyak digunakan untuk membuat roda gigi karena sifat tahan aus
yang baik, mampu dimesin dan mudah dibentuk dengan metode pengecoran. Baja
digunakan untuk roda gigi kekuatan tinggi dan baja dapat terbuat dari baja karbon
atau baja paduan. Roda gigi baja biasanya diperlakukan panas agar menghasilkan
kombinasi sifat ketangguhan dan kekerasan gigi. Perunggu digunakan secara luas
untuk roda gigi cacing (worm gears) untuk menurunkan keausan.
Tabel berikut ini menunjukkan sifat material yang biasa digunakan pada roda gigi.
Tabel 1: Sifat materal yang biasa digunakan pada roda gigi

DESAIN RODA GIGI


Dalam desain roda gigi, data berikut ini biasanya menjadi bahan
pertimbangan:
a. Daya yang ditransmisikan.
b. Kecepatan roda gigi penggerak.
c. Kecepatan roda gigi yang digerakkan atau rasio putaran, dan
d. Jarak pusat poros.
Syarat berikut harus dijumpai dalam desain sebuah penggerak roda gigi:
a. Gigi gear harus mempunyai kekuatan yang cukup sehingga tidak akan gagal di
bawah beban statis atau beban dinamis selama operasi berjalan normal.
b. Gigi gear harus mempunyai cirri-ciri tahan aus sehingga umurnya aman.
c. Pemakaian material harus ekonomis.
d. Penjajaran roda gigi dan defleksi poros harus dipertimbangkan karena
mempengaruhi unjuk kerja roda gigi.
e. Pelumasan roda gigi harus memenuhi syarat.

1.6 JUMLAH GIGI MINIMUM PINION


Jumalh gigi minimum pada pinion (T) dapat diperoleh dari persamaan berikut
ini:

Dimana: AW= fraksi yang mana addendum standar untuk roda,G = rasio roda gigi = TG/TP=
DG/DP = sudut tekan
1.7 KEKUATAN BATANG GIGI GEAR PERSAMAAN LEWIS
Kekuatan batang gigi gear ditentukan dari persamaan Lewis dan kemampuan
gigi gear membawa beban ditentukan oleh persamaan ini yang dapat memberikan
hasil yang memuaskan. Dalam penyelidikan, Lewis mengasumsikan bahwa beban
ditransmisikan dari satu gigi ke gigi lain, seluruhnya diberikan dan diambil oleh satu
gigi, karena itu tidak selalu aman untuk menahan bahwa beban didistribusikan
diantara beberapa gigi. Ketika gigi mulai kontak, beban diasumsikan berada pada
ujung dari gigi penggerak dan ujung gigi yang digerakkan.

Gambar 7 : Gigi dari sebuah gear


Perhatikan setiap gigi seperti sebuah batang cantilever yang dibebani olehbeban normal
(W)seperti ditunjukkan pada Gambar 7. Beban normal diuraikan ke dalam dua komponen yaitu
komponen tangensial (WN
T) dan komponen radial (Wr)yang tegak lurus dan sejajar terhadap garis pusat gigi. Komponen
tangensial (Wt)menimbulkan tegangan bending yang cenderung mematahkan gigi. Komponen
radial(Wr) menimbulkan tegangan tekan yang besarnya relative kecil, sehingga
pengaruhnya pada gigi dapat diabaikan. Di sini tegangan bending digunakan sebagai
dasar untuk perhitungan desain. Bagian kritis dari tegangan bending maksimum dapat
diperoleh dengan menggambar sebuah parabola melalui A dan tangensial terhadap
kurva gigi pada B dan C. Parabola ini, seperti ditunjukkan pada Gambar 7.
Nilai maksimum dari tegangan bending atau tegangan kerja yang diijinkan,
pada bagian BC diberikan oleh:
W=M.y/I
Dimana
M = Momen bending maksimum pada bagian kritis BC = WT.h,
Wt= Beban tangensial pada gigi,
h = Panjang gigi,
y = Setengah tebal gigi (t) pada bagian kritis BC = t/2

I = Momen inersia terhadap garis pusat gigi = b.t T3/12,


b = Lebar permukaan gigi.
Substitusi nilai untuk M, y dan I pada Persamaan (1-1), dapat diperoleh:

Atau
TEGANGAN KERJA YANG DIIJINKAN UNTUK GIGI GEAR ) dalam persamaan Lewis
tergantung padamaterial yang mana tegangan statis yang diijinkan (sTegangan kerja yang
diijinkan (sw) dapat ditentukan. Teganganstatis yang diijinkan (soo) adalah tegangan pada batas
elastis material yang dinamakan tegangan dasar (basic stress). Menurut rumus Barth, tegangan
kerja yang diijinkan adalah:
W =O. CV
Dimana: w= tegangan statis yang diijinkan,
Cv=factor kecepatan.
Nilai factor kecepatan (Cv) adalah sebagai berikut:
Cv =3/3+v, untuk kecepatan sampai 12,5 m/s
Cv = 6/6+v, untuk kecepatan sampai 20 m/s
Cv = (0.75/1+v)+0.25, untuk gear non metal
Table berikut menunjukkan nilai tegangan statis yang diijinkan untuk material roda
gigi yang berbeda.
Tabel 2: Nilai tegangan statis yang diijinkan

Catatan: Nilai tegangan statis yang diijinkan (o) untuk roda gigi baja adalah mendekati
tegangan tarik maksimum (udibagi 3 yaitu: (

BEBAN STATIS GIGI


Beban statis gigi (static tooth load) dinamakan juga kekuatan batang atau
kekuatan ketahanan (endurance strength) diperoleh melalui rumus Lewis dengan cara
mensubstitusikan batas ketahanan bending (flexural endurance limit) atau tegangan batas elastis
(elastic limit stress) c dari pada tegangan kerja yang di ijinkan (w)
Beban statis dari gigi adalah:
Ws=c.b.pc.y=c.b.phi.m.y
Tabel berikut ini menunjukkan nilai batas ketahanan bending suntuk material yang berbeda.
Tabel 3: Nilai batas ketahanan bending e

Catatan:
1. Batas ketahan permukaan untuk baja dapat diperoleh dari persamaan berikut:
es= (2,8.BHN-70) N/mm2
2. Beban keausan maksimum (Ww) harus lebih besar dari pada beban dinamis (WD).
1.10 PENYEBAB KEGAGALAN GIGI GEAR
Diantara penyebab kegagalan pada gigi gear adalah sebagai berikut:
1. Kegagalan bending. Setiap gigi gear berperan seperti sebuah cantilever. Jika
beban dinamik total terjadi pada gigi gear lebih besar dari pada kekuatan batang
dari gigi gear,maka gigi gear akan gagal karena bending yaitu gigi gear bias patah.
2. Pitting (bintik-bintik/lubang kecil). Adalah kegagalan fatik permukaan yang mana
terjadi akibat beberapa tegangan kontak Hertz. Kegagalan terjadi ketika tegangan
kontak permukaan lebih besar dari pada batas ketahanan material.
3. Scoring. Panas yang luar biasa dihasilkan ketika adanya tekanan permukaan yang
sangat besar, kecepatan yang tinggi atau suplai pelumasan yang gagal.
4. Keausan abrasive. Partikel asing dalam pelumasan seperti kotoran, debu, yang
masuk antara gigi dan kerusakan susunan gigi. Jenis kegagalan ini dapat dihindari
dengan cara memberikan filter/saringan untuk pelumasan oli atau dengan
penggunaan pelumas viskositas tinggi.
5. Keausan korosif. Korosi pada permukaan gigi terutama diakibatkan adanya
elemen korosif. Untuk menghindari keausan jenis ini, perlu ditambahkan bahan
anti korosif.