Anda di halaman 1dari 4

Dzikir Dan Doa Mohon Perlindungan Dari

Bahaya

25 November 2013, 10:40 pm

do'a, doa perlindungan, Dzikir, wirid, wirid perlindungan, zikir


Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati
menjadi tenteram.
(QS. al-Rad [13]: 28)
Besarnya kebutuhan manusia terhadap rasa aman dan
tenteram menunjukkan betapa besar peran dzikir bagi manusia. Sebab penawar jiwa yang paling
utama a
Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi dalah dzikir kepada Allah,
sebagaimana yang Allah sebutkan dalam ayat di atas.
Dalam sebuah hadis disebutkan, suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkumpul
bersama para sahabat. Lalu beliau bersabda,



.
: :
Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah),
dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu daripada berinfak dengan emas atau
perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal
lehernya atau mereka memenggal lehermu? Serempak para sahabat berkata, Mau, wahai
Rasulullah! Beliau pun bersabda, Dzikir kepada Allah. (HR at-Tirmidzi)1.
Hadits di atas tidaklah berarti meremehkan amalan jihad di jalan Allah ataupun amal-amal saleh
selain dzikir. Tetapi, Rasulullah hanya menunjukkan betapa dzikir merupakan asas yang sangat
urgen penuh dengan keutamaan.
Perintah Untuk Memohon Perlindungan dari Musibah dan Takdir Buruk
Memang benar, setiap ujian dan musibah adalah rahasia takdir yang telah Allah gariskan
semenjak zaman azali, bahkan ujian merupakan wasilah bagi seorang mukmin untuk mengasah
serta meningkatkan keimanan. Tidak ada satu makhlukpun yang mengetahui apa yang akan
menimpanya esok hari. Walaupun demikian, bukan berarti kita dilarang untuk berlindung dari

musibah dan takdir buruk. Bahkan syariat Islam yang penuh hikmah ini memerintahkan kepada
umatnya agar senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai musibah serta dari
takdir yang buruk. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,


Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus
menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian. (HR.
Bukhari: 6616)
Dzikir Dan Doa Memohon Perlindungan dari Bahaya
Dari sekian banyak dzikir yang penuh dengan keutamaan ini, ada sebagian dzikir yang Allah
jadikan wasilah bagi hambanya untuk berlindung dari berbagai bahaya dan musibah. Di
antaranya adalah sebagai mana disebutkan dalam beberapa hadis berikut:
1. Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda, Barang siapa yang menyaksikan orang yang terkena musibah, kemudian
mengatakan:


(segala puji bagi Allah yang telah menghindarkanku dari musibah yang menimpamu, serta
memberikan kelebihan kepadaku atas sekian banyak ciptaan-Nya), niscaya Allah akan
menghindarkannya dari musibah tersebut sepanjang hayatnya, walau bagaimanapun
keadaannya (HR. Tirmidzi: 3431 dan Ibnu Majah: 3898)2
2. Dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu mengatakan, Saya mendengar Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda, Barang siapa yang mengatakan







Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi
maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang
memudharatkannya (HR. Abu Daud: 5088, dan Tirmidzi: 3388)3
3. Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan,


(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang
diciptakan-Nya) niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya (HR. Tirmidzi: 3437, dan An
Nasai: 5433)

4. Dari Saad bin Abi Waqash mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
Doa yang dipanjatkan oleh Dzun Nun (Nabi Yunus) alaihissalaam tatkala berada di dalam
perut ikan besar adalah:


(Ya Allah,Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya saya
adalah termasuk orang-orang yang zhalim)4. Tidaklah seorang muslim terkena musibah
kemudian berdoa dengannya, melainkan Allah akan akan mengabulkan keinginannya (HR.
Tirmidzi: 3505)5
Allah abadikan kisah Nabi Yunus alahissalaam di dalam Al Quran Surat Ash Shoffat ayat 143144 :


Maka jika sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak berdzikir (bertasbih)
kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS.
Shafat: 143)
5. Dari Abdullah bin Hubaib mengatakan:

:


: : : :


Pada suatu malam saat turun hujan dan malam begitu pekat kami keluar mencari Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam agar beliau bersedia shalat bersama kami. Kamipun menemukan
beliau, beliau bersabda: Bacalah! Tetapi aku hanya diam. Kemudian beliau mengatakan lagi,
Bacalah! Tapi aku masih tetap diam. Kemudian beliau memerintahkan lagi, Bacalah! Maka
aku bertanya, Wahai Rasulullah, apa yang harus aku baca? Beliau bersabda, Bacalah Al
Ikhlas dan Muawwidzatain (An Naas dan Al Falaq) di waktu sore dan pagi hari tiga kali,
niscaya ia mencukupimu dari segala sesuatu (HR. Abu Daud: 5082, dan Tirmidzi: 3575)6
Apa faidah berdoa sementara takdir tidak mungkin ditolak?
Pertanyaan ini telah dijawab oleh Imam Nawawi di dalam kitab Al adzkar. Beliau menukilkan
perkataan Imam Ghazali yang mengatakan, Ketahuilah, sejatinya menolak musibah dengan doa
adalah termasuk takdir Allah. Doa merupakan sebab untuk menolak musibah dan sekaligus sebab
terwujudnya rahmat. Hal ini bagaikan perisai yang merupakan sebab untuk menangkis senjata
atau air yang merupakan sebab tumbuhnya tanaman dari dalam bumi. Sebagaimana perisai dan
anak panah yang saling menyerang dan menahan, demikian pula halnya doa dan musibah. Dan
dalam mengakui takdir, tidak disyaratkan untuk meninggalkan senjata saat perang. Allah
berfirman:

Hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. (QS. An Nisaa:102)
Betul, Allah telah menakdirkan segala sesuatu, namun Allah jualah yang telah menakdirkan
sebab-sebabnya.
Berikutnya, yang juga termasuk faidah dari doa adalah hadirnya hati dan rasa butuh kepada
Allah. Keduanya merupakan puncak akhir dari pengahambaan diri dan makrifat kepada Allah.
Wallahu alam.7
Demikian tulisan singkat ini, semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan Adzakirinallah
(orang yang banyak berdzikir kepada Allah). Shallallahu ala Muhammad wa ala alihi ajmain.
Jember, 16 September 2013
Catatan Kaki

1 Dishahihkan syaikh Al Bani dalam Shahih Tirmidzi: 2688


2 Dinilai hasan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Tirmidzi: 2728
3 Dishahihkan oleh Imam Hakim, Dzahabi dan Albani. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Tirmidzi:
3388
4 sebagaimana termaktub dalam: QS Al Anbiya: 87
5 Hadis ini dinilai shahih oleh syaikh Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi : 2785
6 Di hasankan Syaikh Albani dalam Shahih wa dhaif Sunan Abi : 5082
7 Al Adzkar, hal: 354

Daftar Pustaka

1. Nawawi. Al Adzkar, Penerbit Al Maktabah Ats Tsaqafiyah. Beirut. Tanpa tahun


2. Al Bukhari, Muhammad. Shahih AL Bukhari, Penerbit Dar Ibnu Katsir. Beirut. 1987
3. Abu Daud. Sunan Abi Daud, Penerbit Darul Kitab Al Arabi. Beirut. Tanpa tahun