Anda di halaman 1dari 1

ALOTROP BELERANG/SULFUR

Alotrop adalah bentuk dari unsur kimia yang berbeda pada tingkat molekuler, atau
bagaimana cara atom-atom disusun menjadi molekul. Banyak unsur terjadi dengan alotrop
yang berbeda, di antaranya karbon, oksigen, fosfor, dan sulfur. Bentuk yang berbeda ini dapat
sangat berbeda dalam sifat fisik mereka, seperti warna, kekerasan dan konduktivitas listrik,
dan reaktivitas kimianya. Ada berbagai cara di mana alotrop dapat dikonversi ke yang lain,
termasuk dengan pemanasan dan pendinginan, tekanan tinggi atau bahkan paparan cahaya.
Alotrop tidak harus bingung dengan isotop, yang berbeda pada molekul dan bukan pada
tingkat atom.
Ada dua jenis alotrop. Jenis enantiotropik dapat mengalami perubahan reversibel
dalam alotrop lain dalam kondisi tertentu, seperti suhu atau tekanan yang berbeda. Misalnya,
ada bentuk unsur timah yang stabil di bawah 55.4 F (13 C), dan lain yang stabil diatas
suhu ini adalah mungkin untuk mengkonversi salah satu ke yang lain, dan kembali lagi
dengan menaikkan atau menurunkan suhu. Monotropik berarti bahwa satu bentuk yang paling
stabil, dan tidak dapat dengan mudah dikonversi ke dan dari bentuk lain; beberapa contoh
adalah bentuk grafit karbon, dan bentuk yang paling umum dari oksigen (O 2), yang
bertentangan dengan ozon yang kurang stabil (O3).
Pada belerang terdapat dua jenis alotrop yaitu belerang rombik dan belerang
monoklin. Belerang rombik atau disebut juga belerang terdiri dari molekul S8. Belerang
rombik ini melarut dalam alcohol, eter dan karbon disulfide dan hasil penguapan perlahanlahan dari larutan belerang dalam pelarut-pelarut ini menghasilkan Kristal oktahedral.
Belerang monoklin disebut juga belerang. Belerang bentuk ini mengkristal dari leburan
belerang diatas 95,60C berbentuk jarum-jarum prisma. Molekul belerang ini terdiri dari
cincin S8. Diatas temperatur tersebut, belerang rombik berubah menjadi monoklin yang
disebut belerang (titik leleh 119,25oC). Dengan bentuk yang berbeda, akibatnya sifatnya
pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk altropnya masih belum dapat
dipahami.