Anda di halaman 1dari 2

SOAL 1:

Lakukan pencatatan khususnya penjurnalan, atas transaksi-transaksi berikut ini dari perspektif perusahaan ADIL yang
merupakan usaha perseorangan. Perusahaan menggunakan sistem Perpetual dalam pencatatan persediaan, baik
dalam pembelian maupun penjualan barang dagangan (BD).
a) 9 Juli: ADIL membeli barang dagangan secara tunai dengan harga kesepakatan Rp750.000 yang mana
pembayaran dilakukan langsung oleh pemilik menggunakan uang tunai pemilik. ADIL tidak mengeluarkan uang
tunai sepeserpun, dan transaksi ini tidak diperlakukan sebagai utang-piutang.
b) 11 Juli: ADIL membeli barang dagangan. Harga beli barang dagangan diketahui Rp2.000.000, dan biaya angkut
pembelian (FOB shipping point) Rp100.000. Pembelian dilakukan secara kredit. Sementara itu biaya angkut
pembelian dibayar secara tunai menggunakan uang tunai pemilik yang mana hal ini tidak diperlakukan sebagai
utang-piutang.
c) 12 Juli: ADIL melakukan barter. ADIL menyerahkan barang dagangan dengan harga kesepakatan Rp1.400.000,
dan menerima jasa berupa iklan dan uang tunai dengan komposisi sebagai berikut: jasa iklan 80% sedangkan
sisanya berupa uang tunai. Kos barang dagangan yang diserahkan diketahui sebesar 75% dari harga jual.
d) 20 Juli pemilik mengambil barang dagangan dari ADIL. Harga jual sesuai yang tertera di daftar harga senilai
Rp250.000. Pemilik tidak melakukan pembayaran atas pengambilan BD tersebut, dan juga bukan merupakan
transaksi utang-piutang. Kos barang dagangan tersebut diketahui sebesar Rp200.000.
e) 15 Juli: ADIL mengidentifikasi telah terjadinya kesalahan pencatatan di awal bulan. Transaksi yang seharusnya
adalah pembelian tunai bahan habis pakai (supplies) Rp3.600.000. Oleh staf akuntansi yang baru magang,
transaksi tersebut dicatat sebagai pembelian secara kredit barang dagangan Rp3.900.000. ADIL melakukan
koreksi atas kesalahan menggunakan metode pintas/ringkas.
f) 17 Juli ADIL mengidentifikasi telah terjadinya kesalahan pencatatan di awal bulan. Transaksi yang seharusnya
adalah penerimaan kas Rp7.900.000 dari pelanggan sebagai pelunasan piutang. Oleh staf akuntansi yang baru
magang, transaksi tersebut dicatat sebagai penerimaan kas Rp9.700.000 dari penjualan tunai barang dagangan
dengan kos Rp7.900.000.
PERUSAHAAN ADIL BUKU JURNAL UMUM BULAN JULI 2012
Tgl
Nama Akun
Debet (Rp)
Kredit (Rp)

SOAL 1:

Berikut ini akun PBD (persediaan barang dagangan) untuk periode Februari di perusahaan dagang AMANAH. Oleh
karena satu dan lain hal, akun KBT tidak dapat disajikan oleh staf akuntansi.

PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN


Tgl
02 Feb.
04 Feb.
04 Feb.
05 Feb.
05 Feb.
15 Feb.
16 Feb.
19 Feb.
26 Feb.
26 Feb.

Deskripsi
Persediaan awal
Pembelian kredit
Biaya angkut pembelian
Retur penjualan
Pembelian tunai
Pembelian kredit
Biaya angkut pembelian
Retur penjualan
Pembelian tunai
Biaya angkut pembelian

Jumlah
(Rp)
200.000.000
27.500.000
400.000
800.000
21.000.000
56.200.000
900.000
3.000.000
29.000.000
1.100.000

Tgl
03 Feb.
03 Feb.
05 Feb.
08 Feb.
14 Feb.
17 Feb.
23 Feb.
27 Feb.
27 Feb.
28 Feb.

Deskripsi
Penjualan kredit
Penjualan tunai
Retur pembelian
Pengurangan pembelian
Potongan pembelian
Penjualan kredit
Potongan pembelian
Penjualan tunai
Retur pembelian
Penjualan kredit

Jumlah (Rp)
38.700.000
20.800.000
600.000
500.000
700.000
89.400.000
1.900.000
48.200.000
3.400.000
61.200.000

(a) Saldo akun PBD per 28 Februari


(b) Besarnya KBT bulan Februari
SOAL 2:
PT. PEDULI dan UD. BERBAGI merupakan 2 perusahaan yang sering saling bertransaksi baik secara tunai maupun
kredit. Dalam beberapa kesempatan, pembayaran di muka juga dilakukan. PT. PEDULI berbisnis di bidang jasa
konsultasi pajak, sedangkan UD. BERBAGI berbisnis di bidang peralatan kantor dan elektronik. Tanggal 3 Mei kedua
perusahaan melakukan transaksi semi-barter. PT. PEDULI membeli peralatan elektronik senilai Rp600.000.000 dengan
metode pembayaran sebagai berikut: Dibayar tunai Rp50.000.000, dibayar dari uang muka yang telah diserahkan
sebulan yang lalu ke UD. BERBAGI sebesar Rp75.000.000, sebagai pelunasan utang dagang UD. BERBAGI kepada
PT. PEDULI Rp100.000.000, penyerahan saham biasa PT. PEDULI sejumlah 10.000 lembar dengan nilai nominal
Rp10.000/lembar yang memiliki harga pasar 100% dari nilai nominal, menyediakan jasa konsultasi pada hari itu juga
dengan harga kesepakatan Rp80.000.000, dan sisanya diakui sebagai transaksi utang-piutang yang akan dilunasi di
bulan Juni yang akan datang. UD. BERBAGI menggunakan sistem Perpetual. Harga jual diketahui terdiri dari 100% kos
barang terjual dan 20% gross profit yang dihitung dari kos barang terjual.
SOAL 3:
Berikut ini skema entries laundering yang ditengarai dilakukan sebuah perusahaan POKOKNYA LABA. Perusahaan
menggunakan sistem Perpetual. Transaksi A yang terjadi pada tanggal 26 Juni sebenarnya adalah merupakan
penjualan barang dagangan secara kredit kepada rekanan sebesar Rp4.294.500 dengan harga perolehan Rp3.000.000.
Oleh oknum staf akuntansi, transaksi tersebut dicatat sebagai transaksi penjualan secara tunai barang dagangan
sebesar Rp3.924.000 kepada rekanan yang dicatat menggunakan sistem Periodik. Pada tanggal 27 Juni staf tersebut
melakukan pencatatan atas transaksi yang sama (dengan alasan melakukan pencatatan koreksi). Yang terjadi,
bukannya mengoreksi, tetapi staf justru hanya menambah kesalahan baru. Yang seharusnya merupakan penjualan
barang dagangan kredit sebesar Rp4.294.500 dengan harga perolehan Rp3.000.000 dicatat sebagai penjualan secara
tunai Rp8.492.000 dengan harga perolehan Rp5.000.000 yang dicatat menggunakan system Perpetual. Tanggal 28
Juni, sekali lagi staf akuntansi melakukan pencatatan atas transaksi yang sama (dengan alasan pencatatan koreksi
lagi). Staf tersebut melakukan pencatatan dengan mendebet akun Piutang dagang Rp1.294.500, mendebet akun Harga
pokok penjualan Rp3.000.000, dan mengkredit akun Penjualan Rp4.294.500. Sebagai auditor, Anda diminta melakukan
pencatatan koreksi.