Anda di halaman 1dari 5

Rumusan Masalah

1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan Green Production?


Bagaimana hubungan antara Green Production dengan sebuah pabrik?
Bagaimana Green Production pada pabrik makanan?
Bagaimana keuntungan penerapan Green Production pada pabrik makanan?
Bagaimana keuntungan penerapan Green Production pada Lingkungan?

Pembahasan dan Analysis


Green Production adalah hal yang kini sedang diusahakan oleh berbagai macam
industri di dunia. Hal ini menjadi penting karena Green Production adalah salah satu upaya
untuk menjadikan proses produksi menjadi ramah lingkungan dan yang paling penting
memberikan keuntungan. Awalnya yang dulu dijadikan perhatian khusus adalah waste
treatment, semua orang berlomba-lomba untuk mencari cara mengolah limbah agar apabila
dibuang dapat sesuai dengan beban lingkungan.
Tapi kini dengan semakin terbukanya pandangan-pandangan baru, hal tersebut sudah
dianggap kuno. Hal yang dapat dilakukan oleh manusia modern sekarang ini adalah
melakukan

usaha Green

Production.

Green

production adalah

suatu

usaha

untuk

meminimalisasi atau meniadakan limbah, mengurangi resiko baik yang ditimbulkan oleh
proses maupun bahan, serta mengefisiensikan penggunaan energi dalam proses produksi.
Teknik Green Production meliputi pengurangan sumber pencemar dan daur ulang.
Teknik dalam pengurangan sumber pencemar adalah dengan melakukan kajian terhadap
teknologi, tatacara operasi, pengurangan bahan baku berbahaya, atau mensubstitusi bahan
baku berbahaya. Sedangkan teknik daur ulang adalah dengan cara reuse dan recycle.Green
Production mempunyai keterkaitan dengan green chemistry.
Green chemistry itu sendiri adalah suatu usaha kajian desain, manufacture, dan
penggunaaan produk kimia untuk mengurangi dampak berbahaya dari bahan kimia.
(Putri:2010 pada blog http://gamaearth.blogspot.com/2012/12/green-production.html)
Berbagai pabrik sekarang ini mulai melirik pada green production, dimana jika di
lakukan green production akan membuat keuntungan berlipat. Seperti halnya yang dilakukan
pada salah sati pabrik mkanan PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk.
PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak
dalam bidang produksi makanan. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk memenuhi permintaan

pasar dengan selalu menekankan pentingnya produk yangberkualitas dan memberi nilai
tambah kepada konsumen. Salah satu produk utamadari perusahaan ini adalah mie kering
(id.wikipedia.org).
Pada produksi mie kering ini terdapat proses steam. Proses steam merupakan proses
pemanasanmenggunakan uap untuk mengeringkan mie. Sumber energi yang dipakai
sebagaibahan bakar adalah batubaraSesuai dengan konsep green manufacturing tentang
pengurangan carbonfootprint dalam menghasilkan produk, minimalisasi penggunaan bahan
bakarkarbon tentu akan mendukung pengurangan emisi karbon. Batubara merupakansumber
energi karbon dan hasil pembakarannya juga menimbulkan polusi udara.Pengurangan
penggunaan batubara akan turut mendukung pengurangan carbonfootprint dan polusi udara.
Dari data awal yang diperoleh, penggunaan batubarapada proses steam mengalami
pemborosan. Target yang ditentukan perusahaanadalah 150 kg/m3, tetapi pada prakteknya
memerlukan 152 kg/m3 (PT TPS Food,2011). Dengan demikian, penggunaan batubara
melebihi target yaitu sebesar 2kg/m3. Penggunaan batubara yang berlebih sampai 13.236
kg/bulannyamenyumbangkan emisi karbon yang tidak hanya berdampak jangka pendek,
tetapiberdampak jangka panjang karena emisi yang dihasilkan dapat merusak atmosfer.
Selain menyebabkan PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk, menjadi tidakramah
lingkungan, pemborosan dalam penggunaan batubara sebagai salah satusumber energi dalam
produksi juga menyebabkan meningkatnya pengeluaran danberdampak pada penurunan laba
usaha. Dalam hal ini penyelesaiannya dengan pengurangan penggunaan batubara pada
proses steam dalam memproduksi mie kering. (Krisma,nydhia dkk. 2012)
Proses Produksi pada PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk
Pada PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk terdapat beberapa proses yangmelibatkan
sumber daya alam, misalnya saja proses steam dalam pembuatan miekering. Proses steam ini
menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Batubarayang dipanaskan akan mendidihkan
air yang berasal dari tower air sehinggadihasilkan uap yang nantinya akan dialirkan ke bagian
unit produksi mie kering. Penggunaan batubara yang melebihi target dikarenakan metode
yang digunakansebelumnya masih belum benar. Proses steam pada pembuatan mie kering
ditunjukkan oleh Gambar berikut ini:

Gambar : Proses Steam pada Pembuatan Mie Kering


(Sumber : http://www.google.com )
Dalam proses penyebab terjadinya pemborosan penggunaan batubara pada
proses steam untuk memproduksi mie kering, hal pertama yang dilakukan adalah
pengidentifikasian segala kemungkinan yang dapat menyebabkan terjadinya pemborosan
penggunaan batubara. Dari hasil observasi dapat disimpulkan adanyalima faktor yang
menyebabkan pemborosan penggunaan batubara pada proses steam. Faktor-faktor tersebut
adalah faktor manusia, metode, lingkungan, material dan material. (Krisma,nydhia dkk. 2012)
Green manufacturing mendasarkan pada sistem produksi yang berkelanjutan
(sustainable production system) dalam menghasilkan sebuah produk. Produk industri tersebut
memiliki siklus hidup, mulai dari perancangan, pembuatan, distribusi, pemanfaatan dan sisa
produk yang memiliki dampak kerusakan terhadap lingkungan dan kesehatan, serta
mengkonsumsi sumber daya alam seminimal mungkin (material dan energi). Industri yang
menerapkan green manufacturing akan memiliki performa industri yang ramah lingkungan
sertaefisien dari segi ekonomi (Modul LKTI, 2012).
Langkahnya

dengan

menggunakan

metode

Analytic

Hierarchy

Process (AHP).

Terdapat tiga prinsip dasar AHP, yaitu (Saaty, 1994):


1. Dekomposisi (Decomposition)
Setelah persoalan didefinisikan, maka perlu dilakukan decomposition, yaitu memecah
persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang
akurat,

maka

pemecahan

terhadap

unsur-unsurnyadilakukan

memungkinkan dilakukan pemecahan lebih lanjut.


2. Penilaian Komparasi (Comparative Judgment)

hingga

tidak

Prinsip ini membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen padasuatu
tingkat tertentu yang berkaitan dengan tingkat di atasnya. Penilaian ini merupakan inti
dari AHP karena berpengaruh terhadap prioritas elemen-elemen.
3. Penentuan Prioritas (Synthesis of Priority)
Dari setiap matriks pairwise comparison dapat ditentukan

nilai eigenvector

untuk mendapatkan prioritas daerah (local priority). Oleh karena matriks


pairwise comparison terdapat

pada

setiap

tingkat,

maka global

priority

dapat diperoleh dengan melakukan sintesa di antara prioritas daerah.


Rancangan usulan perbaikan yang nantinya akan digunakan dalam pembuatan analytic
hierarchy

process.

Berikut

merupakan

tabel

rancangan

usulan

perbaikan

yang

ditunjukkanpada Tabel:
Tabel : Rancangan Usulan Perbaikan

(Sumber: PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk . 2011)


Pembuatan AHP ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyebab
terjadinya pemborosan penggunaan bahan bakar batu bara dengan usaha mengurangi jumlah
penggunaan batubara. Kriteria yang diambil untuk mencapai pengurangan jumlah penggunaan
batu bara adalah biaya dan manfaat. Biaya dipertimbangkan karena di inginkan alternatif yang
digunakan nantinya tidak terlalu besar dalam soal pembiayaan. (Krisma,nydhia dkk. 2012)
Manfaat dipertimbangkan karena diharapkan alternatif yang dihasilkan mempunyai
manfaat yang besar untuk mengurangi terjadinya pemborosan penggunaan bahan bakar
batubara. (Krisma,nydhia dkk. 2012)

Dapusnya:
(Krisma,nydhia dkk. 2012.Pengurangan penggunaan Batubara pada proses stream mie
kering.UNS:Surakarta)
Scientific Committee LKTI. 2012. Modul Kompetisi Lomba Keilmuan TeknikIndustri
Pre-Eliminary Stage. Teknik Industri Universitas Indonesia.
Saaty, Thomas L. 1994. Decision Making With Dependence and Feedback TheAnalytic
Network Process. Pittsburgh: RWS Publications.