Anda di halaman 1dari 23

YAYASAN MITRA HUSADA TENGGARONG

Alamat : Jl. Mayjend. Sutoyo No. 32 Telp. (0541) 663801 Kode Pos 75514

TENGGARONG
LEMBAR KONSUL MAKALAH
Judul
:
Menyusui yang Benar

Cara Merawat Payudara Dengan Benar dan Cara

NO HARI/TANGGAL

MATERI YANG DI
KONSULKAN

HASIL
KONSUL

PARAF

Tenggarong, November 2014


Dosen Mata Kuliah

Yunita Rachman, SST., M.Adm.Kes

MAKALAH

Cara Merawat Payudara dan Cara Menyusui yang Benar


Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Asuhan Kebidanan III
Dosen Pembimbing
Yunita Rachman, SST., M.Adm.Kes

Disusun oleh :
KelompokV
Semester III/B
Megawati

032401D13425

Putri Andini Tanjung

032401D13441

Resha Yunita Mandasari

032401D13445

Riska Nopiana Sari

032401D13451

Yunita Dwi Mujiastuti

032401D13465

Yunita Tri Lestari

032401D13466

YAYASAN MITRA HUSADA TENGGARONG


AKADEMI KEBIDANAN KUTAI HUSADA
TENGGARONG
2014
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...


i
DAFTAR ISI ..
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................
............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah..............................................................................
............................................................................................................1
C. Tujuan................................................................................................
............................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Cara Merawat Payudara ...
3
1. Anatomi Payudara ...........
3
2. Pengertian Perawatan Payudara .
4
3. Tujuan Perawatan Payudara ...
5
4. Pelaksanaan Perawatan Payudara .......
6
5. Perawatan Payudara dengan Masalah
8
6. Tips Perawatan Payudara ...
9
B. Menyusui dengan Benar ...
10
1. Langkah-langkah Menyusui dengan Benar
10
2. Tekhnik Melepaskan Hisapan Bayi
11
3. Cara Menyendawakan Bayi setelah Minum Asi ....
12
4. Ciri-ciri Bayi Menyusui dengan Benar ...
12
5. Posisi Ibu dan Bayi yang Benar dalam Proses Menyusui ......
13
6.
Proses pelekataan bayi dengan ibu dalam proses menyusui
..
13
C. Pijat Oksitosin ..
18
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...
............................................................................................................22

B. Saran .
............................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa
menyusui.Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI
yang merupakan makanan pokok bayi yang baru lahir sehingga harus
dilakukan sedini mungkin. Dimana tujuan perawatan payudara setelah
melahirkan, salah satunya untuk meningkatkan produksi ASI dengan
merangsang kelenjar-kelenjar air susu melalui pemijatan.
Kendala terhadap pemberian ASI telah teridentifikasi, hal ini mencakup
faktor-faktor seperti kurangnya informasi dari pihak perawat kesehatan bayi,
praktik-praktik rumah sakit yang merugikan seperti pemberian air dan

suplemen bayi tanpa kebutuhan medis, kurangnya perawatan tindak lanjut


pada periode pasca kelahiran dini, kurangnya dukungan dari masyarakat luas.
Pada negara berkembang, khususnya di daerah yang penduduknya
berpendidikan rendah, pengetahuan rendah dan tingkat ekonomi rendah,
pengetahuan ibu mengenai perawatan payudara dan cara menyusui yang
benar masih kurang. Umumnya pengetahuan tentang perawatan payudara dan
cara menyusui yang benar diperoleh dari keluarga ataupun teman. Untuk
menghindari kebiasaan yang salah, diperlukan bantuan dari petugas kesehatan
yang dapat memberikan pendidikan kesehatan yang benar tentang perawatan
payudara.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran tentang cara merawat payudara dan menyusui
yangbenar ?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Asuhan Kebidan
2.

Nifas (Askeb III).


Tujuan Khusus
Untuk mengetahui gambaran tentang cara merawat payudara dan
menyusui yang benar.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Cara Merawat Payudara
1. Anatomi Payudara
Dalam istilah medik, payudara disebut glandulla mammae yang
berasal dari bahasa latin yaitu mammae. Payudara berkembang sejak usia
6 minggu kehamilan dan cepat membesar karena pengaruh kadar hormon
yang tinggi, yaitu estrogen dan progesteron. Estrogen meningkatkan
pertumbuhan

duktus-duktus

dan

saluran

penampung.Progesteron

merangsang pertumbuhan tunas-tunas alveoli. Hormon-hormon lain


seperti prolaktin, growth hormone, adenokortikosteroid dan tiroid juga
diperlukan dalam kelenjar susu.
Payudara tersusun dari jaringan kelenjar, jaringan ikat dan jaringan
lemak. Bila dilihat dari luar, payudara terbagi menjadi 3 bagian utama,
yaitu :
a. Korpus (badan), yaitu bagian yang besar
b. Areola, yaitu bagian tengah yang berwarna kehitaman
c. Papilla atau nipple atau puting susu, yaitu bagian yang menonjol di
puncak payudara.

Struktur payudara terdiri dari tiga bagian, yaitu kulit, sub kutan
(jaringan dibawah kulit) dan corpus mammae. Corpus mammae terdiri

dari parenkim dan stroma. Parenkim merupakan suatu struktur yang


terdiri dari:
a. duktus lactiferus (duktus)
b. duktulus (duktuli)
c. lobus
d. alveolus

Stroma terdiri dair jaringan ikat, jaringan lemak, pembuluh darah,


syaraf dan getah bening.
Puting susu dan areola adalah gudang susu yang mempunyai
pengaruh terhadap keberhasilan menyusui. Pada puting susu dan areola
terdapat ujung-ujung syaraf peraba yang penting pada proses refleks saat
menyusui. Puting susu mengandung otot polos yang dapat berkontraksi
sewaktu ada rangsangan menyusui. Dengan cakupan bibir bayi yang
menyeluruh pada daerah tersebut, ASI akan keluar dengan lancar.
Pada ujung puting susu terdapar 15-20 muara lobus (duktus
laktiferus), didalam lobus terdapat 20-40 lubulus , didalam lubulus
terdapat 10-100 buah alveoli, didalam alveoli terdapat sel acinin yang
mengandung ASI, masing masing alveoli dihubungkan duktus alveoli
kemudian membentuk alveolus,sedangkan areola mengandung sejumlah
kelenjar minyak yang mengeluarkan cairan agar puting tetap lunak dan
2.

lentur.
Pengertian Perawatan Payudara
Breast care adalah suatu cara merawat payudara yang dilakukan
pada saat kehamilan atau masa nifas untuk produksi ASI, selain itu untuk
kebersihan payudara dan bentik puting susu yang masuk ke dalam atau
datar. Puting susu demikian sebenarnya bukanlah halangan bagi ibu
untuk menyusui dengan baik dengan mengetahui sejak awal, ibu

mempunyai waktu untuk mengusahakan agar puting susu lebih mudah


sewaktu menyusui. Disamping itu juga sangat penting memperhatikan
kebersihan personal hygine (Rustarmadji, 2005). Perawatan payudara
pasca persalinan dimulai sedini mungkin yaitu 1-2 hari setelah bayi
dilahirkan, hal ini dapat dilakukan 2 kali sehari.
Payudara adalah pelengkap organ reproduksi wanita dan pada masa
laktasi akan mengeluarkan air susu. Payudara mungkin akan sedikit
berubah warna sebelum kehamilan, areola (area yang mengelilingi puting
susu) biasanya berwarna kemerahan, tetapi akan menjadi coklat dan
mungkin akan mengalami pembesaran selama masa kehamilan dan masa
3.

menyusui.
Tujuan Perawatan Payudara
Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan
perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai
berikut:
a. Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
b. Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
c. Untuk menonjolkan puting susu
d. Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
e. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
f. Untuk memperbanyak produksi ASI
g. Untuk mengetahui adanya kelainan
Pelaksanaan perawatan payudara pasca persalinan dimulai sedini
mungkin yaitu 1 2 hari sesudah bayi dilahirkan.Hal itu dilakukan 2 kali
sehari.

4.

Pelaksanaan Perawatan Payudara


a. Persiapan Alat
1) Baby oil secukupnya.

2)

Kapas secukupnya

3)

Waslap, 2 buah

4)

Handuk bersih, 2 buah

5)

Bengkok

6)

baskom berisi air (hangat dan dingin)

7)

BH yang bersih dan terbuat dari katun

b.

Persiapan Ibu
1) Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir dan keringkan
dengan handuk.

2)
3)

c.

Baju ibu bagian depan dibuka


Pasang handuk

Pelaksanaan Perawatan Payudara


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan
perawatan payudara pasca persalinan, yaitu:
1) Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3-4 menit,
2)

kemudian bersihkan dengan kapas minyak tadi.


Pengenyalan yaitu puting susu dipegang dengan ibu jari dan jari

telunjuk diputar kedalam 20 kali keluar 20 kali.


Penonjolan puting susu yaitu :
a) Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali
b) Dirangsang dengan menggunakan ujung waslap
c) Memakai pompa puting susu.
Perawatan Payudara Dengan Masalah
a. Puting Lecet
Untuk mencegah rasa sakit, bersihkan p uting susu dengan air
3)

5.

hangat ketika sedang mandi dan jangan menggunakan sabun, karena


b.

sabun bisa membuat puting susu kering dan iritasi.


Penyumbatan Kelenjar Payudara

Sebelum menyusui, pijat payudara dengan lembut, mulailah


dari luar kemudian perlahan-lahan bergerak ke arah puting susu dan
lebih berhati-hatilah pada area yang mengeras. Menyusui sesering
mungkin dengan jangka waktu selama mungkin, susui bayi dengan
payudara yang sakit jika ibu kuat menahannya, karena bayi akan
menyusui dengan penuh semangat pada awal sesi menyusui,
sehingga bisa mengeringkannya dengan efektif.
Lanjutkan dengan mengeluarkan air susu dari payudara itu
setiap kali selesai menyusui jika bayi belum benar-benar
menghabiskan isi payudara yang sakit tersebut. Tempelkan handuk
halus yang sudah dibasahi dengan air hangat pada payudara yang
sakit beberapa kali dalam sehari (atau mandi dengan air hangat
beberapa kali), lakukan pemijatan dengan lembut di sekitar area
yang mengalami penyumbatan kelenjar susu dan secara perlahanc.

lahan turun ke arah puting susu.


Pengerasan Payudara
Menyusui secara rutin sesuai
dengan kebutuhan bisa mambantu
mengurangi pengerasan, tetapi jika
bayi sudah menyusui dengan baik
dan sudah mencapai berat badan
ideal, ibu mungkin harus melakukan
sesuatu untuk mengurangi tekanan
pada

payudara.Sebagi

contoh,

merendam kain dalam air hangat


dan kemudian di tempelkan pada
payudara atau mandi dengan air
hangat sebelum menyuusi bayi.
Mungkin ibu juga bisa mengeluarkan sejumlah kecil ASI
sebelum menyusui, baik secara manual atau dengan menggunakan
pompa payudara. Untuk pengerasan yang parah, gunakan kompres

dingin atau es kemasan ketika tidak sedang menyusui untuk


6.

mengurangi rasa tidak nyaman dan mengurangi pembengkakan


Tips Perawatan Payudara
a. Pengurutan harus dilakukan secara sistematis dan teratur minimal 2
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

kali sehari
Memperhatikan makanan dengan menu seimbang
Memperhatikan makanan dengan menu seimbang
Memperhatikan kebersihan sehari-hari
Memakai BH yang bersih dan menyokong payudara
Menghindari rokok dan minuman beralkohol
Istirahat cukup
Jangan mengoleskan krim, minyak, alcohol, atau sabun pada putting
susu.

B. Menyusui Dengan Benar


Cara menyusui sangat mempengaruhi kenyamanan bayi menghisap air
susu. Bidan / perawat perlu mamberikan bimbingan pada ibu dalam minggu
pertama setelah persalinan (nifas) tentang cara-cara menyusui yang
sebenarnya agar tidak menimbulkan masalah.
Bantu ibu untuk mulai menyusui bayinya dalam satu jam pertama setelah
bayi lahir. ASI pertama yang berwarna kuning, kolostrum, merupakan
makanan yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir.Kolostrum memiliki zat gizi
yang tepat dan memberi perlindungan extra terhadap infeksi.Kolostrum juga
membersihkan usus bayi.Anda tidak perlu memberi teh atau herba kepada
bayi untuk tujuan pembersihan usus bayi.
Bayi biasanya menunjukkan isyarat bahwa ia siapa menyusu dengan
bergerak menuju payudarah ibu atau dengan mengecup-ngecupkan bibirnya.
Jika bayi pada awalnya kesulitan menyusu, ibu dapat memberi beberapa tetes
asi pada bibir bayi dan putting ibu untuk mendorong bayi menghisap.
Ibu harus menyusui bayinya kapan pun bayi lapar, baik siang maupun
malam. Banyak bayi baru lahir ,menyusu satu hingga dua jam. Semakin
sering bayi menyusu, semakin banyak produksi asi ibu.

Bayi hanya boleh minum asi


(tidak makan-makanan lain dan tidak
minum cairan lain) selama enam
bulan pertama kehidupanya. Selain itu
bayi sudah cukup besar untuk makan
masih harus menyusu hingga mereka berusia dua tahun atau lebih.
1. Langkah-langkah Menyusui yang Benar
a. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan
pada putting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai
b.
c.

manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban putting susu.


Bayi diletakkan menghadap perut ibu/ payudara
Ibu duduk atau berbaring santai. Bila duduk kebih baik
menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak bergantung dan

d.

punggung ibu bersandar pada sandaran kursi


Bayi di pegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada
lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala
bayi tidak boleh tertengadah dan bokong bayi ditahan dengan

e.

telapak tangan ibu.


Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu, dan yang satu di

f.

depan
Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara

g.
h.
i.

(tidak hanya membelokkan kepala bayi)


Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain
menopang di bawah. Jangan menekan putting susu dan areolanya

j.

saja
Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflex)
dengan cara: menyentuh pipi dengan putting susu atau menyentuh

k.

sisi mulut bayi.


Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi di dekatkan
ke payudara ibu dengan putting serta areola dimasukkan ke mulut

l.

bayi
Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi,
sehingga putting susu berada di bawah langit-langit dan lidah bayi

akan menekan Asi keluar dari tempat penampungan Asi yang


terletak di bawah areola.
m. Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau
2.

disangga lagi.
Teknik Melepaskan Hisapan Bayi
Setelah selesai menyusui kurang lebih selama 10 menit, lepaskan
hisapan bayi dengan cara :
a. Masukkan jari kelingking ibu yang bersih kesudut mulut bayi
b. Menekan dagu bayi ke bawah
c. Dengan menutup lubang hidung bayi agar mulutnya membuka
d. Jangan menarik putting susu untuk melepaskan.

3.

Cara menyendawakan bayi setelah minum ASI


Setelah bayi melepaskan hisapannya, sendawanya bayi sebelum
menyusukan dengan payudara yang lainnya dengan cara :
a. Sandarkan bayi dipundak ibu, tepuk punggungnya dengan pelan
sampai bayi bersendawa.
b. Bayi ditelungkupkan dipangkuan ibu sambil digosok punggungnya.

4.

Ciri-ciri bayi menyusui dengan benar


a. Bayi tampak tenang
b. Badan bayi menempel pada perut ibu
c. Mulut bayi terbuka lebar
d. Dagu bayi menempel pada payudara ibu

e.

5.

Sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi, areola bagian

bawah lebih banyak yang masuk


f. Bayi Nampak menghisap kuat dengan irama perlahan
g. Putting susu ibu tidak terasa nyeri
h. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
i. Kepala agak mengadah
Posisi ibu dan bayi yang benar dalam proses menyusui
a. Berbaring miring
Ini posisi yang sangat baik untuk pemberian ASI yang pertama
kali atau bila ibu merasakna lelah atau nyeri. Ini biasanya dilakukan
pada ibu menyusui yang melahirkan melalui operasi sesar.Yang
harus diwaspadai dari tekhnik ini adalah pertahankan jalan nafas
bayi agar tidak tertutup oleh payudara ibu. Oleh karena itu, ibu
harus selalu didampingi oleh orang lain ketika menyusui.

b.

Duduk
Untuk posisi menyusui dengan duduk, ibu dapat memilih
beberapa posisi tangan dan bayi yang paling nyaman.

1) Posisi Tangan Memegang Bola


Posisi memegang bola Ini adalah posisi menyusui yang paling
bagus jika Anda melahirkan dengan cesar karena akan menjaga
bayi Anda jauh dari bekas jahitan. Bagaimana melakukannya:

Posisikan bayi di atas bantal tepat di sebelah Anda. Si kecil harus


menghadap Anda dan pantatnya dekat siku dan kakinya terselip
di bawah lengan Anda. Sangga payudara Anda dengan
memegangnya dengan tangan yang lain.
6.

2)
Proses pelekataan bayi dengan ibu dalam proses menyusui
Untuk mendapatkan pelekatan yang maksimal, penting untuk
memberikan topangan/sandaran pada punggung ibu dalam posisinya
tegak lurus terhadap pangkuannya.Ini mungkin dapat dilakukan dengan
duduk bersila di atas tempat tidur, di lantai, atau di kursi.
Dengan posisi berbaring niring atau duduk (punggung dan kaki di
topang), akan membantu bentuk payudaranya dan memberikan ruang
untuk menggerakkan bayinya ke posisi yang baik.
Badan bayi harus dihadapkan ke arah badan ibu dan mulutnya
berada di hadapan puting susu ibu. Leher bayi harus sedikit di
tengadahkan.
Bayi sebaiknya di topang pada bahunya sehingga posisi kepala agak
tengadah dapat dipertahankan.Kepala dapat di topang dengan jari-jari
tangan yang terentang atau pada lekukan siku ibunya. Mungkin akan
membantu deng membungkus bayi sehingga tangannya berada di sisi
badan. Bila mulut bayi di sentuhkan dengan lembut ke putting susu
ibunya maka ia akan membuka mulutnya lebar-lebar (reflex rooting).
Pada saat mulut bayi terbuka, gerakkan dengan cepat ke arah payudara
ibu.
Sasarannya adalah memposisikan bibir bawah paling sedikit 1,5 cm
dari pangkal putting susu. Bayi harus mengulum sebagian besar dari
areola didalam mulutnya, bukan hanya ujung putting susunya saja. Hal
ini akan memungkinkan bayi menarik sebagian dari jaringan payudara
masuk kedalam mulutnya dengan lidah dan rahang bawah. Bila
diposisikan dengan benar, bayi akan membentuk suatu pentil, jaringan
putting susu, dan payudara, serta sinus lactiferous sekarang akan berada
dalam rongga mulut bayi.
Puting susu akan masuk sejauh langit-langit lunak (velum platinum)
dan bersentuhan dengan langit-langit tersebut. Sentuhan ini akan

merangsang refleks penghisapan. Rahang bawah bayi menutu pada


jaringan payudara., penghisapan akan terjadi, dan putting susu ditangkap
dengan baik dalam rongga mulut, sementara lidah memberikan
penekanan yang berulang-ulang secara teratur sehingga ASI akan keluar
dari duktus lactiferous.

Gambar Posis mulut bayi ketika menyusu dengan pelekatan yang maksimal

a.

Langkah-langkah dalam pelekatan/menyusui yang benar :


1) Keluarkan ASI sedikit untuk
membersihkan putting susu sebelum
menyusui.
2)

Pegang payudara dengan C Hold di


belakang areola.

3)

Hidung bayi dan putting susu ibu


berhadapan.

4)

Sentuh

pipi

atau

bibir

bayi

merangsang rooting reflect.

5)

Tunggu sampai mulut terbuka lebar


dan lidah menjulur

6)

Dekatkan bayi ke ibu dan arahkan


putting susu keatas menyusuri langit
mulut bay

7)

Putting susu, areola dan sebagian


besar gudang ASI tertangkap oleh
mulut bayi

8)

Posisi mulut dengan pelekatan yang


benar

9)

Jika

bayi

kenyang

sudah
maka

dirasa

cukup

hentikan

proses

menyusui

dengan

memasukkan

kelingking

kedalam

mulut

bayi

menyusuri langit-langit mulut bayi.


10) Kadang bayi akan tertidur sendiri
sebelum proses menyusui diakhiri
(menunjukkan bayi menetek dengan
puas)
b.

Tanda-Tanda pelekatan yang benar, antara lain :


1) Tampak areola masuk sebanyak mungkin. Areola bagian atas
2)
3)
4)
5)

lebih banyak terlihat


Mulut terbuka lebar
Bibir atas dan bawah terputar keluar
Dagu bayi menempel pada payudara
Gudang ASI termasuk dalam jaringan yang masuk

c.

6)

Jaringan payudara merenggang sehingga membentuk dot

7)
8)
9)

yang panjang
Putting susu sekitar 1/3 -1/4 bagian dot saja
Bayi menyusu pada payudara, bukan putting susu
Lidah bayi terjulur melewati gusi bawah (di bagian gudang

ASI), melingkari dot jaringan payudara.


Tanda-Tanda Pelekatan yang Salah, antara lain :
1) Tampak sebagian besar kalang payudara/areola mamae berada
2)

di luar.
Hanya putting susu atau disertai sedikit areola yang masuk

3)

mulut bayi.
Seluruh atau sebagian besar gudang ASI berada diluar mulut

4)

bayi.
Lidah tidak melewati gusi (berada didepan putting susu) atau

5)
6)
7)
8)

lidah sedikit sekali berada dibawah gudang ASI.


Hanya putting susu yang menjadi dot.
Bayi menyusui pada putting.
Bibir mencucu atau monyong
Bibir bawah terlipat ke dalam sehingga

menghalangi

pengeluaran ASI oleh lidah.


C. Pijat Oksitosin
Pijat

oksitosin

merupakan

salah

satu

solusi

untuk

mengatasi

ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang


tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima- keenam dan
merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah
melahirkan. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormone oksitosin yang
dapat menenangkan ibu, sehingga ASI otomatis keluar.
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau
reflex let down. Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat
oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak
(engorgement), mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon

oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Depkes
RI, 2007).
Langkah-langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes RI,
2007):
1. Melepaskan baju ibu bagian atas.
2. Ibu miring ke kanan maupun ke kiri, lalu memeluk bantal. Adapun posisi
alternatif lain yaitu posisi telingkup di meja dan telungkup di sandaran
kursi

Gambar Posisi pijat oksitosin


3. Memasang handuk.
4. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil.
5. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan
dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk kedepan.
6. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan
gerakan melingkar kecil-kecil dengan ibu jarinya.

Gambar Ilustrasi Pijat Oksitosin


7. Pada saat yang bersamaan, memijat sisi tulang belakang ke arah bawah,
dari leher ke arah tulang belikat, selama 2-3 menit.

Gambar 2.4 Area Pijat Oksitosin


8. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali.
9. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara
bergantian.

Gambar 2.5
Variasi pijat oksitosin

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Breast care adalah suatu cara merawat payudara yang dilakukan pada
saat kehamilan atau masa nifas untuk produksi ASI, selain itu untuk
kebersihan payudara dan bentuk puting susu yang masuk ke dalam atau
datar.Payudara tersusun dari jaringan kelenjar, jaringan ikat dan jaringan
lemak.Struktur payudara terdiri dari tiga bagian, yaitu kulit, sub kutan
(jaringan dibawah kulit) dan corpus mammae.Cara menyusui sangat
mempengaruhi kenyamanan bayi menghisap air susu. Disini sebagai seorang
bidan kita harus memperhatikanlangkah-langkah menyusui yang benar,teknik
melepaskan hisapan bayi,caramenyendawakan bayi setelah minum ASI, ciriciri bayi menyusui dengan benar,posisi ibu dan bayi yang benar dalam proses
menyusui, dan proses pelekataan bayi dengan ibu dalam proses menyusui.
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini terdapat penjelasan tentang perawatan
payudara dan cara menyusui dengan benar. Kami berharap agar kita semua
sebagai mahasiswa kebidanan dapat memahami dan menerapkan sesuai
dengan pembahasan yang ada dalam makalah ini.Oleh karena itu kritik dan
saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan.Semoga bermanfaat.