Anda di halaman 1dari 5

C.

Hubungan Internal Audit dengan Eksternal Audit


Auditor internal dan auditor eksternal memiliki sasaran, tanggungjawab, dan
kualifikasi yang berbeda, serta bertugas dalam aktivitas yang berbeda pula. Tetapi mereka
memiliki kepentingan bersama yang menuntut adanya koordinasi bakat mereka untuk
kepentingan perusahaan.
Sasaran auditor internal adalah untuk menelaah efisiensi dan efektivitas operasi,
kepatuhan, serta kecukupan dan efektivitas kontrol internal di perusahaan secara keseluruhan.
Sedangkan sasaran auditor eksternal adalah untuk menyatakan suatu opini tentang kewajaran
dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Auditor internal memerhatikan seluruh aspek aktivitas perusahaan/organisasi, baik
keuangan maupun nonkeuangan. Sedangkan auditor eksternal memerhatikan aspek keuangan
perusahaan/organisasi.
Tanggung jawab dan pelaksanaan audit oleh auditor internal dan eksternal sangat
berbeda dalam satu hal. Auditor internal bertanggung jawab kepada manajemen dan dewan
direksi, sementara auditor eksternal bertanggung jawab kepada pengguna laporan keuangan
yang mengandalkan kredibilitas laporan keuangan pada auditor. Namun auditor internal dan
eksternal memiliki kesamaan, diantaranya:
-

Harus kompeten sebagai auditor dan tetap objektif dalam menjalankan pekerjaan dan

melaporkan hasilnya
Menjalankan metodologi yang sama dalam menjalankan audit, termasuk merencanakan

dan menjalankan pengujian pengendalian dan pengujian substantif


Mempertimbangkan risiko dan materialitas dalam memutuskan perluasan pengujian dan
mengevaluasi hasilnya. Keputusan mereka atas materialitas dan risiko mungkin berbeda
karena pengguna eksternal dapat memiliki perbedaan kebutuhan dengan manajemen atau
dewan direksi
Menurut Dobroeanu, L. & Dobroeanu C.L.(2002) dalam Daryanto (2013), koordinasi

antara aktivitas audit internal dengan audit eksternal perlu dilakukan. Audit eksternal
memandang memiliki kemungkinan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengaudit
laporan keuangan. Sedangkan audit internal merasa terjamin dalam mengaudit laporan
keuangan ditambah informasi yang penting dalam penilaian kontrol risiko.
Auditor eksternal bergantung pada auditor internal saat menggunakan model risiko
audit untuk menilai risiko pengendalian. Jika auditor internal bekerja secara efektif, maka
auditor eksternal dapat mengurangi risiko pengendalian secara signifikan dan mengurangi
pengujian substantif. Akibatnya tagihan atas pembiayaan audit eksternal akan berkurang
secara substansial bila klien menjalankan fungsi audit internalnya dengan baik.
Apabila dari hasil evaluasi auditor eksternal dapat menggunakan pekerjaan auditor
internal, selanjutnya mereka diharuskan menentukan bagian mana pekerjaan auditor internal

yang bisa digunakan. Untuk itu, auditor eksternal juga harus mempertimbangkan strategi dan
rencana audit, utamanya dalam mempertimbangkan penggunaan judgement, menilai risiko
salah saji, merancang prosedur, serta bukti yang perlu dikumpulkan, agar secara agregat
pekerjaan auditor internal dan auditor eksternal dapat mendukung opini audit.
Auditor eksternal juga akan menilai apakah pekerjaan audit internal telah
direncanakan, dilakukan, diawasi, review, dan didokumentasikan dengan baik. Penilaian juga
akan dilakukan untuk memastikan bahwa bukti yang memadai telah diperoleh untuk menjadi
dasar bagi auditor internal menarik kesimpulan yang wajar, serta kesimpulan-kesimpulan
yang dibuat auditor internal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Hubungan auditor internal dan auditor eksternal tercermin dalam Standar Perikatan
Audit (SPA) 610 tentang Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal.
SPA 610 ini mengatur tanggung jawab auditor eksternal dalam hubungannya dengan
pekerjaan auditor internal ketika auditor eksternal telah menentukan, berdasarkan SPA 3151,
bahwa fungsi audit internal2 kemungkinan relevan dengan audit. Fugsi audit internal entitas
kemungkinan relevan dengan audit jika sifat tanggung jawab dan aktivitas fungsi audit
internal terkait dengan pelaporan keungan entitas, dan auditor berharap untuk menggunakan
pekerjaan auditor internal untuk memodifikasi sifat atau waktu, atau mengurangi luas,
prosedur audit yang akan dilaksanakan. Pelaksanaan prosedur berdasarkan SPA ini dapat
menyebabkan auditor eksternal untuk mengevaluasi kembali penilaian risiko kesalahan
penyajian materil auditor eksternal. Sebagai akibatnya, hal ini dapat memengaruhi penentuan
auditor eksternal atas relevansi fungsi audit internal terhadap audit. Sama halnya, auditor
eksternal dapat memutuskan untuk tidak menggunakan pekerjaan auditor internal untuk
memengaruhi sifat, waktu, atau luas prosedur auditor eksternal.
Hubungan antara Fungsi Audit Internal dengan Auditor Eksternal
Tujuan fungsi audit internal ditentukan oleh manajemen dan, jika relevan, pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola. Sementara tujuan fungsi audit internal dan auditor

SPA 315, Pengidentifikasian dan Rpenilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material melalui Pemahaman atas
Entitas dan Lingkungannya, paragraf 23: Jika entitas memiliki fungsi audit internal, maka auditor harus
memperoleh suatu pemahaman tentang hal-hal di bawah ini untuk menentukan apakah fungsi tersebut
kemungkinan relevan dengan audit:Sifat tanggung jawab fungsi audit internal dan bagaimana fungsi tersebut
cocok dengan struktur organisasi entitas; dan
b) Aktivitas yang dilakukan atau yang akan dilakukan oleh fungsi audit internal.

2 SPA 610 par. 7 menyatakan bahwa fungsi audit eksternal adalah suatu aktivitas penilaian yang
ditetapkan atau disediakan sebagai suatu jasas bagi entitas. Fungsi audit internal mencakup antara lain
pemeriksaan, pengevaluasian, dan pemantauan kecukupan dan keefektivitasan pengendalian internal.

eksternal berbeda, beberapa cara yang digunakan oleh fungsi audit internal dan auditor
eksternal dalam mencapai tujuan mereka masing-masing mungkin sama.
Tujuan fungsi audit internal sangat bervariasi dan bergantung pada ukuran dan struktur
entitas dan ketentuan manajemen dan, jika relavan, pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola. Aktivitas fungsi audit internal dapat mencakup satu atau lebih hal-hal sebagai berikut:
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Pemantauan pengendalian internal


Pemeriksaan atas informasi keuangan dan informasi operasional
Pereviuan aktivitas operasi
Pereviuan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
Pengelolaan risiko
Tata kelola
Terlepas dari tingkat otonomi dan objektivitas fungsi audit internal, fungsi tersebut

tidak independen dari entitas sebagaimana yang dituntut dari auditor eksternal ketika
menyatakan opini atas laporan keuangan. Auditor eksternal memiliki tanggung jawab tunggal
atas dinyatakannya opini audit, dan tanggung jawab tersebut tidak berkurang dengan
digunakannya pekerjaan auditor internal oleh auditor eksternal.
Dalam hal entitas memiliki suatu fungsi audit internal dan auditor eksternal telah
mentukan bahwa pekerjaan auditor internal tersebut kemungkinan relevan dengan audit yang
dilakukannya, tujuan auditor eksternal adalah sebagai berikut:
a) Untuk menentukan apakah akan menggunakan pekerjaan tertentu auditor internal, dan
seberapa luas penggunaan pekerjaan auditor internal tersebut; dan
b) Jikamenggunakan pekerjaan tertentu auditor internal, menentukan apakah pekerjaan
tersebut cukup untuk tujuan audit.
Penentuan Apakah akan Menggunakan Pekerjaan Auditor Internal dan Seberapa Luas
Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal Tersebut
Penentuan apakah akan menggunakan pekerjaan auditor internal dan seberapa luas
penggunaan pekerjaan auditor internal tersebut, auditor eksternal harus menentukan:
a) Apakah pekerjaan auditor internal kemungkinan culup untuk tujuan audit; dan
b) Jika cukup, pengaruh yang direncanakan dari pekerjaan auditor internal terhadap sifat,
waktu, atau luas prosedur auditor eksternal.
Dalam menentukan apakah pekerjaan auditor internal kemungkinan cukup untuk
tujuan audit, auditor eksternal harus mengevaluasi:
1. Objektivitas fungsi audit internal
- Status fungsi audit internal dalam entitas dan pengaruh status tersebut terhadap
kemampuan auditor internal untuk bersikap objektif.

Apakah fungsi audit internal melapor kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola atau seseorang dengan kewenangan yang tepat, dan apakah auditor internal

memiliki akses langsung ke pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola.


Apakah auditor internal bebas dari tanggung jawab yang saling bertentangan.
Apakah pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengawasi keputusan-keputusan

tentang kepegawaian yang terkait dengan fungsi audit internal.


Apakah terdapat hambatan atau pembatasan yang ditujukan kepada fungsi audit internal
oleh manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

Apakah menajemen bertindak berdasarkan rekomendasi fungsi audit internal,


seberapaluas tindakan tersebut dilakukan, dan bagaimana tindakan tersebut dibuktikan.

2. Kompetensi teknis auditor internal


- Apakah auditor internal merupakan anggota organisasi profesi yang relevan.
- Apakah auditor internal memiliki pelatihan dan kecakapan teknis yang cukup sebagai
auditor internal.
-

Apakah terdapat kebijakan yang ditetapkan dalam perekrutan dan pelatihan auditor
internal.

3. Apakah pekerjaan auditor internal kemungkinan dilaksanakan dengan kecermatan dan


kehati-hatian profesional
- Apakah aktivitas fungsi audit internal direncanakan, disepervisi, ditelaah, dan
dikokumentasikan dengan baik.
-

Keberadaan dan kecukupan manual audit atau dokumen sejenis lainnya, program kerja,
dan dokumentasi audit internal.

4. Apakah komunikasi antara auditor internal dengan auditor eksternal kemungkinan efektif
Komunikasi antara auditor eksternal dengan auditor internal kemungkinan paling efektif
ketika auditor internal bebas berkomunikasi secara terbuka dengan auditor eksternal, dan
-

Pertemuan diselenggarakan pada waktu yang tepat selama periode audit.


Auditor eksternal diinformasikan tentang, dan memiliki akses atas, laporan audit
internal, serta diinformasikan tentang setiap hal signifikan yang dapat menjadi perhatian

auditor internal ketika hal tersebut dapat memengaruhi pekerjaan auditor eksternal; dan
Auditor eksternal menginformasikan kepada auditor internal setiap hal signifikan yang
dapat memengaruhi fungsi audit internal.
Daftar Pustaka
Exposure Draft Standar Perikatan Audit (SPA) 315 tentang Pengidentifikasian dan
Rpenilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material melalui Pemahaman atas
Entitas dan Lingkungannya. IAPI.

Exposure Draft Standar Perikatan Audit (SPA) 610 tentang Penggunaan Pekerjaan
Auditor Internal. IAPI.
Sawyer, Lawrence B., Mortimer A. Dittenhover and James A., Scheiner. 2006. Audit
Internal Sawyer edisi 5 Buku 3. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
http://artikelakuntansi.com/wp-content/uploads/2013/04/perbedaan.pdf. Diakses tanggal
23 Februari 2015.
http://auditorinternal.com/2012/06/06/babak-baru-hubungan-auditor-internal-daneksternal/. Diakses tanggal 23 Februari 2015.
http://demonkamikazetuit.blogspot.com/2012/04/blog-post.html. Diakses tanggal

23

Februari 2015.
https://ikarosalia.wordpress.com/author/ikarosalia/. Diakses tanggal 23 Febrauari 2015.