Anda di halaman 1dari 25

SYNTHETIC

SURFACTANTS
ASTRI WIDYARINI (A1C112001)
SHINTA DEVITRI (A1C112005)
WULANDARI (A1C112006)
MEGA ANANDA (RRA1C112003)
TITIANTI (RRA1C112016)

SYNTHETIC SURFACTANTS
Surfaktan Sintesis memiliki struktur yang sama
dan mekanisme pembersihan yang sama dengan
sabun. Keduanya memiliki bagian hidrofobik
(hidrokarbon) yang terikat bersama dengan
bagian hidrofilik (polar).
Surfaktan adalah bahan aktif permukaan.
Penambahan surfaktan dalam larutan akan
menyebabkan turunnya tegangan permukaan
larutan. Setelah mencapai konsentrasi tertentu,
tegangan permukaan akan konstan walaupun
konsentrasi surfaktan ditingkatkan. Bila surfaktan
ditambahkan melebihi konsentrasi ini maka
surfaktan mengagregasi membentuk misel.

Rantai Hidrokarbon

Misel 2-Dimensi

DETERGEN
KANDUNGAN

PENEMUA
N

Detergen tersusun dari sintetik


surfaktan, builders, zeolite, enzim, dan
material spesifik untuk meningkatkan
kekuatandipembersih.
Banyak diproduksi
US setiap tahun.
Dalam detergen kekuatan pembersih
dari surfaktan sintetik berkurang akibat
ion Ca2+ dan Mg2+ , oleh karena itu
dibutuhkan penambahan zat
pembangun (builder) untuk
meningkatkan kekuatan pembersihan
dengan menonaktifkan/ mengendapkan
Ca2+ dan Mg2+ pada air sadah. Dengan
cara menghalanginya berikatan dengan
surfaktan.
Builders berupa polycarboxylic acid,
silicates, zeolites (aluminiumsilikat
anorganik), atau polyphospate (seperti,

BUILDERS
Pada

tahun 1970 Polipospat dibuat secara ekstensif


sebagai builders, dan sebagian besar diganti oleh
zeolite karena diketahui bahwa phospat dari
polipospat memberikan peran besar pada proses
terjadinya eutrofikasi sehingga menyebabkan
Booming Alge (meledaknya populasi tanaman air).
Pencemaran didanau 20-25 % berasal dari
polypospat dan sebagiannya lagi berasal dari pupuk
dan kotoran hewan

SIFAT UMUM SURFAKTAN


Sintesis

surfaktan terjadi dengan cara mengubah


antara struktur polar dan nonpolar diakhir molekul.
Akhiran polar dari rantai lurus alkilsufonat adalah
sulfat anionik gugus RSO3-. Rantai alkilsulfonat dan
alkohol sulfat.
CH3
|
[CH3(CH2)nCHOSO3-Na+
Dan hubungan alkohol eter sulfat
RO(CH2CH2CH2)nCH2CH2OSO3-Na+

Surfaktan nonionik, alkohol ethoxylate


[RO(CH2CH2)nCH2CH2OH], dan alkilphenol
etoksylate , yang memiliki gugus alkohol
polar, juga dihasilkan dalam jumlah yang
besar.

Dalam Jumlah kecil juga dihasilkan dari


surfaktan kation. Hal ini tidak efisien jika
anionik dan nonionik sebagai agen
pembersih, tapi dapat digunakan sebagai
pembasmi kuman penyakit dan pelembut
pakaian.

Sintesis Rantai alkil sulfonat (LAS)


Linear alkylbenzene sulfonate disebut juga
dengan nama acid slurry. Acid slurry
merupakan bahan baku kunci dalam
pembuatan serbuk deterjen sintetik dan
deterjen cair. Alkylbenzene disulponasi
menggunakan asam sulfat, oleum atau SO3(g).
Linear alkylbenzene Sulfonates (LAS) digunakan
secara luas menggantikan cabang alkylbenzene
sulfonates (ABS) dalam jumlah besar yang ada
didunia karena LAS merupakan bahan deterjen
yang lebih biodegradabilitas dibandingkan ABS

Rantai alkil diataranya dibuat oleh


oligomerization (pembentukan dari
polimer pendek) dari propena, tapi
dengan turunan ABS sebuah cabang
oligomer terbentuk dari proses katalis
asam berikut:

Hidrokarbon

rantai lurus dapat disintesis atau


dipisahkan dari minyak. Mereka dapat disintesis
dari olefin yang digunakan dari katalis seperti
pada trietilaluminium untuk menyumbangkan
salah satu alkana atau alkena. Pada proses
alfol, alkohol rantai lurus dapat dibuat oleh
oksidasi udara dan subsiquen hidrolisis dari
pembentukan asal oligomers. Olefin dapat
terbentuk dari pirolisis dari sejumlah
trialkilaluminium di reaksi ethylene.

Pada sintesis antara ABS dan rantai lurus


alkilsulfonat pada detergen sama . Propana atau
olefin oligomer lainnya mengikat pada bezen di
sebuah reaksi katalis asam friedel-crafts (7-6), alkil
benzen merupakan sulfonat dengan sulfur
trioksida, lalu pada reaksi (7-7), hasil sulfonik
asam adalah dinetralkan oleh NaOH untuk
menghasilkan surfaktan aniom.

Sintesis Alkohol Etoksilat Nonionik

Alkohol dan alkil fenol etoksilat adalah


merupakan kelompok terbesar dari
deterjen nonionik yang digunakan saat
ini, yang disusun dari anion alkohol atau
alkil fenol dan etilen oksida.

Berikut adalah reaksi sintesis


nonylphenol etoksilat :

Metabolisme Mikroba
Hidrokarbon, Sabun, dan
Surfaktan Sintetik

Mikroba bisa memanfaatkan energi oksidasi yang


dibebaskan oleh beberapa hidrokarbon, sabun, dan
surfaktans serta beberapa fragmen organik yang
dibebaskan

selama

pertumbuhan

mereka.

Metabolisme senyawa ini dipengaruhi oleh enzimprotein

dengan

mengkatalis

molekul

berbagai

berat

perubahan

tinggi
kimia

yang
dalam

sistem kehidupan. Enzim dicirikan dengan efisiensi


katalitik yang ekstrim dan spesifik.

Asam lemak terjadi secara luas dalam sistem


biologis dan karena itu mudah terdegradasi oleh
mikroorganisme dalam enzim yang mengkatalis
reaksi. Hidrokarbon linear dan deterjen linear
yang mirip dengan struktur sabun, terdegradasi
dengan jalan yang sama.
Langkah-langkah dalam metabolisme oksidasi
dari asam lemak:

Panduan berikut telah dikembangkan untuk


mempermudah pemahaman tentang
degradasi mikroba deterjen ABS dan LAS :
1. Deterjen ABS bercabang didegradasi secara
perlahan karena pembelahan gugus rantai
samping metil berjalan lebih lambat dibanding
jalan yang ditunjukkan pada reaksi metabolisme
oksidasi asam lemak.
2. Surfaktan dengan rantai bercabang yang lebih
pendek dibandingkan dengan rantai lurus yang
mengandung jumlah atom karbon yang sama
didegradasi lebih lambat.
3. Laju degradasi surfaktan lebih lambat dalam
larutan pekat daripada dalam larutan encer. Hal
ini menunjukkan bahwa bagian kecil dari
campuran
surfaktan
menghambat
enzim
degradatif (pengurai) mikroba.

Penguraian Anaerob Alkilphenol Etoksilat

Noniphenol

Bersifat racun bagi ikan


dan kehidupan laut
Berbahaya bagi lingkungan
Menyebabkan aktivitas
hormon estrogen bagi
mamalia

Ket :
Belum jelas apakah
nonifenol dihasilkan dari
degradasi surfaktan
nonionik dalam jumlah
cukup di lingkungan
menyebabkan efek

Molekul oksigen adalah agen pengoksidasi dan oksigen


diaktifkan dengan mengikat besi yang mengandung enzim
sitokrom P-450. Reaksi seperti berikut :

Reaksi tersebut dilaksanakan dalam


mikroorganisme tapi semuanya berlangsung
lambat, terutama dengan berat molekul yang
tinggi yang tidak segera melewati dinding sel
mikroba.

Oksidasi mikroba pada senyawa


hidrokarbon siklik dan aromatik terdapat
pada detergen dan minyak bumi juga
dikatalisis oleh enzim sitokrom P-450.
Dengan pembentukan senyawa
intermediet aren oksida , seperti dalam
reaksi oksidasi benzene :

Oksidasi mikroba pada aromatic


seperti naftalena atau benzene
tersubstitusi berjalan melalui asam
salisilat, yang kemudian dioksidasi
menjadi katekol dan akhirnya
menjadi oksaloasetat.

Sulfonat ada pada surfaktan menjalani eliminasi


oksidatif oleh berbagai macam bakteri air :

Oleh karena itu, grup sulfonat tidak


memperlambat degradasi lingkungan. Bisulfit
terbentuk dengan cepat oleh oksidasi bisulfate
oleh mikroorganisme.

Efek lingkungan dari biodegradasi


senyawa organik : Biological Oxygen
Demand (BOD)
Kehadiran biodegradasi senyawa organik di danau
dan sungai dapat menyebabkan masalah lingkungan.

Oksigen dibutuhkan untuk degradasi mikroba


senyawa, dan dalam jumlah kecil dari materi
organik dapat mengurangi suplai oksigen terlarut.
Jumlah oksigen dalam degradasi mikroba dari
senyawa organik adalah kabon murni dan
bahwa mereka semua dikonversi menjadi
karbon dioksida
C + O2 CO2

BOD, pengukuran biodegradasi materi organic dalam


air ditentukan dari jumlah oksigen yang dibutuhkan
untuk oksidasi mikroba dari zat organik terlarut yang
hilang dari air.
Chemical oxygen demand (COD) adalah pengukuran
lain dari pelarutan senyawa organik. Ini ditentukan
dari pengukuran ekivalen kebutuhan asam
permanganate atau asam dikromat untuk oksidasi zat
organik
Bukan hanya pengukuran BOD atau COD mengukur
total kadar karbon yang dioksidasi. Total karbon yang
dioksidai diukur oleh jumlah pembentukan CO2

Biodegradasi dan degradasi senyawa kimia


mengurangi jumlah oksigen di danau dan
sungai. Bagaimanapun, sumber utama dari
zat organik terlarut di danau dan sungai
adalah dari limbah pembuangan, pupuk
dari pakan ternak, sampah industri, dan
dekomposisi tanaman dan alga.

TERIMA KASIH