Anda di halaman 1dari 15

ASKEP PERSALINAN VACUM

KELOMPOK 2 ( ABSEN 12 -23 )

Definisi

Ekstraksi vakum adalah suatu persalinan buatan dimana janin


Dilahirkan dengan ekstraksi (vakum) pada kepalanya. Alat ini
dinamakanekstrator vakum atau ventouse.(Depkes RI,2002)
Ekstraksi vakum adalah metode pelatihan dengan memasang
Sebuah mangkuk (cup) vakum di kepala janin dan tekanan
negatif (Mansjoer,Arif 1999).
Ekstraksi vakum adalah tindakan obstetri yang bertujuan untuk
Mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga
mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi (Cuningham F 2002).
Ekstraksi vakum adalah suatu alat yang dipakai untuk memegang kepala janin yang masih beradadalam jalan lahir
(manuaba, 1998).

Etiologi
Hal-hal yang menyebabkan terjadinya
ekstraksi vakum yaitu :
Waktu Kala II yang memanjang ( partus
lama ) atau gawat janin ( masih
kontroversi ).

KOMPLIKASI EKSTRAKER VAKUM


PADA IBU
perdarahan,
trauma jalan lahir, dan
infeksi
PADA JANIN
ekskoriasi kulit kepala,
fetal hematoma,
ikterus (fungsi hepar belum matur pada janin)
nekrosis kulit kepala (Scapnerosis),
alopesia

Syarat dari Ekstraksi Vakum :


Janin aterm
Janin harus dapat lahir pervaginam
(tidak ada disproporsi)
Pembukaan serviks sudah lengkap
Kepala janin sudah engnged.
Selaput ketuban sudah pecah atau jika
belum, dipecahkan
Harus ada kontraksi uterus atau his
dan tenaga mengejan ibu

PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Terapi
perawatan setelah ekstraksi vacum
memerlukan profilaksis pemberian infus
sampai terjadi keadaan stabil, pemberian
uterotonika sehingga kontraksi otot rahim
menjadi kuat, dan pemberian antibiotika untuk
menghindari infeksi
2. Pertimbangan Keperawatan

TINDAKAN EKSTRAKSI VACUM

Alat-alat Ekstraksi Vacum


1. Mangkok ( cup )
2. Rantai Penghubung
3. Rantai mangkuk tersebut dari logam
dan
berfungsi
menghubungkan
mangkuk dengan pemegang.
4. Pipa Penghubung
5. Botol
6. Pompa penghisap

Keuntungan Tindakan Ekstraksi Vacum

Cup dapat dipasang waktu kepala masih agak


tinggi, H III atau kurang dari demikian mengurangi
frekwensi SC

Tidak perlu diketahui posisi kepala dengan tepat,


cup dapat di pasang di belakang kepala, samping
kepala ataupun dahi.

Tarikan tidak dapat terlalu berat. Dengan demikian


kepala tidak dapat dipaksakan melalui jalan lahir.
Apabila tarikan terlampau berat cup akan lepas
dengan sendirinya.

Cup dapat di pasang meskipun pembukaan belum


lengkap, misalnya pada pembukaan 8-9 cm, untuk
mempercepat pembukaan.

Vacum ekstraktor dapat juga dipergunakan untuk


memutar kepala dan mengadakan fleksi kepala
(missal pada letak dahi)

Kerugian Tindakan Ekstraksi


Vacum
waktu yang diperlukan untuk pemasanga
cup sampai dapat ditarik relative lebih lama
(kurang lebih 10 menit ) cara ini tidak dapat
dipakai apabila ada indikasi untuk
melahirkan anak dengan cepat seperti
misalnya pada fetal distress ( gawat janin )
alatnya relative lebih mahal dibanding
dengan forcep biasa.

Yang Harus Diperhatikan Dalam


Tindakan Ektraksi Vacum
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Cup tidak boleh dipasang pada ubun-ubun besar


Penurunan tekanan harus berangsur-angsur
Cup dengan tekanan negative tidak boleh terpasang
lebih dari ja
Penarikan waktu ekstraksi hanya dilakukan pada
waktu ada his dan ibu mengejan
Apabila kepala masih agak tinggi ( H III ) sebaiknya
dipasang cup terbesar ( diameter 7 cm )
Cup tidak boleh dipasang pada muka bayi
Vacum ekstraksi tidak boleh dilakukan pada bayi
premature

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan pemenuhan ADL b.d
kelemahan fisik
2. Nyeri akut b.d terputusnya kontinuitas
jaringan
3. Resti infeksi b.d luka jahitan perinium

INTERVENSI KEPERAWATAN
Gangguan pemenuhan ADL b.d
kelemahan fisik
1. Bimbing pasien melakukan ROM pasif sebelum melakukan ROM
aktif dua kali sehari
2. Ajarkan anggota keluarga cara-cara untuk membantu dalam ADL
3. Ajarkan pasien atau keluarga untuk merencanakan atau melakukan
ADL
4. Berikan umpan balik positif untuk pencapaian hal-hal kecil dalam
perawatan diri.
5. Identifikasi sumber-sumber dalam sistem dukungan sosial pasien,
dan pada masyarakat yang lebih luas, yang dapat membantu dalam
memenuhi ADL diluar batas kemampuan pasien.

Nyeri akut b.d terputusnya


kontinuitas jaringan
1. Berikan informasi tentang berbagai strategi
untuk menambah penurunan rasa nyeri
( relaksasi, petunjuk imageri )
2. Ajarkan atau awasi pasien menggunakan
strategi yang dipilih untuk menambah
penurunan rasa nyeri
3. Ajarkan pasien untuk memakai daftar harian
dari nyeri dan aktifitas untuk menentukan apa
yang mencetuskan atau mengurangi rasa nyeri
4. Memberikan perhatian terhadap penggunaan
bahasa untuk menggambarkan rasa nyeri dan
kedalamannya

Resti infeksi b.d luka jahitan perinium


1. Ajarkan pasien untum memilih makanan yang
tinggi kalori, tinggi protein, tinggi vitamin.
Makanan tersebut dapat meningkatkan
penyembuhan dan regenerasi selularserta
memproduksi limfosit .
2. Ikuti langkah-langkah untuk pencegahan
gangguan integritas kulit
3. Cuci tangan selalu sebelum kontak dengan
pasien
4. Ganti balut 2 kali sehari