Anda di halaman 1dari 4

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Jalan Gedongkuning No.146 Yogyakarta
Telepon (0274) 378431 Faksimili (0274) 378432.
Laman : www.kumham-jogja.info
LAPORAN
TENTANG
KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS PENANGGULANGAN HIV/AIDS UNTUK PEGAWAI
JAJARAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA T.A. 2013
A. Pendahuluan
1. Umum
Dewasa ini masyarakat dunia termasuk Indonesia menghadapi permasalahan
kemanusiaan yang memiliki akibat multidimensional yang berpotensi mengancam
kehidupan individu dan masyarakat, yaitu peningkatan penyalahgunaan dan
peredaran gelap narkoba serta penyebaran virus HIV/AIDS secara cepat, khususnya
di kalangan penyalahguna narkoba suntik (Injection Drug UsersIDUs). Kedua
permasalahan tersebut itu sering dikategorikan sebagai epidemi ganda yang
mewabah baik secara nasional maupun internasional.
Epidemi ganda narkoba dan HIV/AIDS dipicu oleh berbagai perubahan perilaku
penyalahguna narkoba yang semula konvensional (dengan ditelan, dihisap, dihirup)
berubah ke perilaku melakukan menyuntik. Menurut laporan The Center for Harm
Reduction (1999:38), Di Asia, secara tradisional opium dipakai dengan cara dihisap.
Akan tetapi, undang-undang yang dibuat dengan tujuan untuk menanggulangi
pembuatan serta penggunaan opium, secara tidak sengaja mendorong peralihan
dari penggunaan opium ke heroin. Heroin pada awalnya dipakai dengan cara
dihisap, namun kemudian dipakai dengan cara disuntikkan.
Peralihan menuju penggunaan Narkoba suntikan inilah yang akhirnya
mengakibatkan epidemi HIV di kalangan pengguna narkoba suntik (IDUs) di
sejumlah negara maju dan di negara berkembang. Asia adalah salah satu kawasan
yang paling terkena dampak buruk epidemi tersebut. Penularan HIV di kalangan IDU
tidak hanya terbukti berlangsung dengan sangat cepat, tetapi juga ternyata menjadi
inti bagi gelombang penularan ke kelompok masyarakat lain, terutama ke kelompok
yang aktif secara seksual hingga mengenai anak-anak mereka.
Peningkatan jumlah penyalahgunaan dan peredarangan gelap narkoba ini
mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah tahanan dan narapidana kasus
narkoba di Lapas/Rutan di Indonesia. Seiring peningkatan kasus narkoba di
Lapas/Rutan tersebut, maka tidak dapat dihindari banyak kasus-kasus lain yang
muncul dimana perlu penanganan secara khusus dan komprehensif. Kasus-kasus
tersebut diantaranya berkaitan dengan peredaran gelap narkoba di dalam
Lapas/Rutan yang dilakukan oleh tahanan dan narapidana serta terjadinya
gangguan kesehatan dimana muncul berbagai penyakit menular, yaitu HIV-AIDS
dan infeksi oportunistik lainnya seperti TBC dan Hepatitis. Peningkatan jumlah WBP
dan tahanan Narkotika tersebut diperkirakan juga termasuk pengguna Narkotika
suntik. Situasi penularan HIV pada WBP dan tahanan yang Narkotika suntik di
dalam Lapas/Rutan sangat mungkin se-irama dengan pengguna Narkotika suntik di
luar Lapas/Rutan.
Penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Lapas/Rutan serta bagaimana
menghadapi HIV-AIDS sebagai dampak yang ditimbulkan merupakan tantangan
yang besar bagi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia D.I.Yogyakarta.
Adapun upaya penanggulangan dilakukan untuk menekan lajunya pertumbuhan
angka kesakitan dan kematian akibat HIV-AIDS di Lapas/Rutan sehingga dapat
memutus penyebaran virus ini baik di Lapas/Rutan maupun masyarakat luar. Karena
bagaimanapun tahanan dan narapidana tersebut akan tiba waktunya untuk kembali
ke masyarakat. Dapat dibayangkan betapa hancurnya negeri ini apabila setiap
tahanan dan narapidana yang bebas membawa virus mematikan ini ke dalam
masyarakat.

Disamping itu, adalah hak asasi setiap manusia untuk mendapatkan pengobatan
dan hidup secara layak dan sehat tanpa ada diskriminasi apa dia narapidana dan
tahanan atau bukan. Hal ini seperti disebutkan dalam pasal 4 bab III UU No. 36
Tahun 2009 Tentang Kesehatan yaitu Setiap orang mempunyai hak yang sama
dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal
Seiring dengan penanggulangan penyebaran HIV-AIDS, penegakan hukum akan
peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Lapas/Rutan akan terus dilakukan.
Karena selama peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba itu ada maka usaha
penanggulangan HIV-AIDS di Lapas/Rutan yang dilakukan akan sia-sia, karena
penyalahgunaan narkoba terutama narkoba suntik merupakan mata rantai
penyebaran HIV-AIDS di Lapas/Rutan.
Tantangannya adalah bagaimana semua tenaga kesehatan di UPT
Pemasyarakatan ataupun Tim AIDS UPT Pemasyarakatan jajaran Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DI.Yogyakarta untuk ikut berperan aktif
dan turut peduli pada program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di UPT
Pemasyarakatan masing-masing. Oleh karena itu Kantor Wilayah Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia D.I.Yogyakarta akan melaksanakan kegiatan
Bimbingan Teknis Penanggulangan HIV/AIDS Untuk Pegawai.
2. Maksud dan Tujuan
a. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang penanggulangan HIV/AIDS
dan TB di UPT Pemasyarakatan bagi pegawai jajaran Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DI.Yogyakarta.
b. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai pengurangan dampak
buruk (Harm Reduction) dan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA di UPT
Pemasyarakatan bagi pegawai jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia DI.Yogyakarta.
3. Ruang Lingkup
Peserta berjumlah 30 (tiga puluh) orang yang terbagi ke semua UPT
Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
D.I.Yogyakarta dengan pembagian sebagai berikut :
No
1
2
3
4

Divisi
Lembaga Pemasyarakatan
Rumah Tahanan Negara
Balai Pemasyarakatan
Kantor Wilayah
Jumlah

Jumlah Peserta
12 Orang
10 Orang
5 Orang
3 Orang
30 Orang

4. Dasar
a. Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan;
b. Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika;
c. Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
d. Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
e. Instruksi Presiden RI Nomor: 3 Tahun 2002 tentang Penanggulangan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan
Zat Adiktif Lainnya;
f. Instruksi Presiden RI Nomor: 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan
Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2011-2015;
g. Peraturan Pemerintah Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan dan
Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan;
h. Peraturan Pemerintah Nomor : 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara
Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan;
i. Peraturan Pemerintah Nomor : 28 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor : 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara
Pelaksanaan Hak WBP;
j. Peraturan Pemerintah Nomor : 99 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Pemerintah Nomor : 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara
Pelaksanaan Hak WBP;

k. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor M.HH.01.PH.02.05


Tahun 2010 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan Human
Immunodeficiency VirusAcquired Immune Deficiency Syndrome dan
Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif Berbahaya Lainnya
Pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Tahun 2010 2014.
l. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (SP.DIPA) Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta
Nomor : DIPA-013.01.2.409181/2013 Tanggal 5 Desember 2012.
B. Kegiatan yang Dilaksanakan
1. Metode Kegiatan
Pelaksanaan bimbingan teknis dilaksanakan dalam bentuk :
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
c. Diskusi
2.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Bimbingan Teknis dilaksanakan pada Tanggal 25 s/d 26 Maret 2013 di University
Club UGM Hotel & Convention, Jln. Pancasila No.2 Bulaksumur Yogyakarta.

3.

Penyelenggara
Bimbingan Teknis diselenggarakan oleh Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM D.I.Yogyakarta dengan susunan sebagai berikut :
Pengarah
Ketua
Sekretaris
Anggota

4.

:
:
:
:

Rusdianto, Bc.IP,SH, M.Hum.


Santosa Heru Irianto, Bc.IP, SH, MH.
Suparyadi, SH.
1. Kus Fembrianto, SH.
2. Fanny Novianto, SE.
3. Mugiyono Slamet

Narasumber
NO
NARASUMBER
1. Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUP dr. Sardjito

5.

MATERI
Pengobatan TB MDR

2.

Kepala Puskesmas Gondokusuman II

Layanan PTRM

3.

Dokter Lapas Narkotika Klas IIA Yogyakarta

Screening Mini dan Assist

4.

Kepala Sub Bidang BKLP Divisi Pemasyarakatan

Penanganan HIV/AIDS

5.

Fasilitator Program HCPI

Getting to Zero

Jadwal Kegiatan
Hari Senin, 25 Maret 2013
Waktu

Materi

07.30 - 08.00

Registrasi Peserta

08.00 - 08.30

Pembukaan

08.30 - 08.45

Coffee Break

08.45 - 12.30

Layanan PTRM di lapas/Rutan

12.30 - 13.00

ISHOMA

13.00 - 15.00

Pengobatan TB MDR

15.00 - 15.15

Coffee Break

Narasumber

Penanggung
jawab
Panitia

Kakanwil / Kadiv PAS

Panitia
Panitia

dr. Tri Kusumo Bawono

Panitia
Panitia

dr. Bambang Sigit


Riyanto, Sp.PD-KP

Panitia
Panitia

15.15 - 17.00

Lanjutan Pengobatan TB MDR

dr. Bambang Sigit


Riyanto, Sp.PD-KP

Panitia

Hari Selasa, 26 Maret 2013


Waktu

Materi

Narasumber

07.30 - 09.00

Screening Mini Assist

09.00 - 09.15

Coffee Break

09.15 - 10.45

Lanjutan Screening Mini Assist

dr. Danang Andriyanto

Penanganan HIV/AIDS di

Dewi Widyawati, SH,

Lapas/Rutan

MH

10.45 - 12.00
12.00 - 12.30

dr. Danang Andriyanto

jawab
Panitia
Panitia

ISHOMA

Panitia
Panitia
Panitia

Lanjutan Penanganan

Dewi Widyawati, SH,

HIV/AIDS di Lapas/Rutan

MH

13.30 - 15.45

Getting to Zerro

Yeyen Subandi

15.45 - 16.00

Coffee Break

16.00 - 16.30

Penutupan

12.30 - 13.30

Penanggung

Panitia
Panitia
Panitia

Kadiv PAS

Panitia

C. Hasil yang Dicapai


1. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang penanggulangan
HIV/AIDS dan TB di UPT Pemasyarakatan.
2. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang upaya pengurangan
dampak buruk (Harm Reduction) dan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA di UPT
Pemasyarakatan.
3. Meningkatnya kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di
UPT Pemasyarakatan.
4. Meningkatnya kualitas hidup Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya penderita
HIV/AIDS dan TB.
5. Menurunnya epidemi penyebaran HIV/AIDS di UPT Pemasyarakatan.
D. Penutup
Demikian Laporan kegiatan Bimbingan Teknis Penanggulangan HIV/AIDS Untuk
Pegawai jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
DI.Yogyakarta dengan harapan dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik dan
lancar.
Dibuat di Yogyakarta
pada tanggal 19 Juni 2013
Kasubbid Perawatan dan Binsustik

Suparyadi, SH
NIP. 19591227 199103 1 001