Anda di halaman 1dari 15

HESA SOP

ULTRASONIC PULSE VELOCITY TEST

Jl. Condet Raya No. 27 Rukan Mutiara Faza RB 1, Gedong Pasar Rebo, Jakarta Timur
Phone: 021 - 8404531, Fax: 021 - 87783547, E-mail: kontak@hesa.co.id

DAFTAR ISI

A PENDAHULUAN .......................................................................................................3
B ALAT UJI ...................................................................................................................3
C METODE PELAKSANAAN UPVT .............................................................................4
C.1 TEORI DASAR......................................................................................................4
C.2 ESTIMASI MUTU BETON DENGAN UPVT .............................................................6
C.3 DETEKSI HONEYCOMBING/ VOID ATAU KUALITAS BETON YANG
KURANG BAIK.....................................................................................................7
C.4 ESTIMASI KEDALAMAN RETAK ............................................................................8
C.5 ESTIMASI MODULUS ELASTISITAS BETON ...........................................................8
D HASIL UJI................................................................................................................ 10
E PENGALAMAN ....................................................................................................... 12

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR B-1 SATU SET PUNDIT LAB PLUS .................................................................................... 4


GAMBAR C-1 METODE PENGUKURAN UPV TEST........................................................................... 5
GAMBAR C-2 BEBERAPA INDIKASI PERFORMA BETON YANG DAPAT DIPERKIRAKAN
DENGAN MENGGUNAKAN UPV TEST................................................................................... 6
GAMBAR C-3 KURVA HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN GELOMBANG DAN MUTU BETON............ 7
GAMBAR C-4 PERBANDINGAN EMPIRIS ANTARA DINAMIS DAN STATIS MODULUS
ELASTISITAS BETON DENGAN CEPAT RAMBAT GELOMBANG ............................................... 9

DAFTAR TABEL

TABEL C-1 PERBANDINGAN EMPIRIS ANTARA DINAMIS DAN STATIS MODULUS ELASTISITAS
BETON DENGAN CEPAT RAMBAT GELOMBANG................................................................... 9
TABEL D-1 CONTOH DATA KUAT TEKAN BETON DARI KONVERSI NILAI KECEPATAN RAMBAT
GELOMBANG ULTRASONIC ............................................................................................... 10
TABEL D-2 CONTOH DATA MODULUS ELASTISITAS BETON DARI KONVERSI NILAI
KECEPATAN RAMBAT GELOMBANG ULTRASONIC.............................................................. 10
TABEL D-3 CONTOH DATA KEDALAMAN RETAK HASIL UJI UPVT .................................................. 11

A PENDAHULUAN
Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT) adalah salah satu metode pengujian kuat
tekan beton dengan pemanfaatan rambatan gelombang Ultrasonic pada medium
beton dan mengkonversi nilai cepat rambat gelombang ultrasonic tersebut
kedalam mutu kuat tekan beton. UPVT termasuk dalam kategori pengujian Non
Destructive Test atau pengujian yang bersifat tidak merusak.
Selain nilai kuat tekan beton pengujian beton menggunakan UPVT juga memiliki
beberapa fungsi lainnya, seperti:
1. Mendeteksi kedalaman retak beton.
2. Mencari nilai pendekatan Modulus elastisitas beton.
3. Mendapatkan nilai homogenitas beton.
4. Menentukan indikasi lokasi honeycombing/ void dalam struktur beton.

B ALAT UJI
Alat yang akan digunakan adalah seperangkat alat Pundit Lab+ (Portable
Ultrasonic Non-destructive Digital Indicating Tester +) buatan Proceq
(Switzerland), yang terdiri dari:
1. Satu buah Read-out Unit PUNDIT (Portable Unit Non Destructive Indicator
Tester).
2. Dua buah Transducer 54 Hz (masing-masing sebagai transmitter dan
receiver).
3. Satu buah Calibration Bar serta kabel-kabel dan connector
Alat untuk melakukan UPVT seperti pada gambar berikut:

Gambar B-1 Satu Set Pundit Lab Plus

C METODE PELAKSANAAN UPVT


C.1 TEORI DASAR
UPVT bekerja berdasarkan pengukuran waktu tempuh gelombang ultrasonik
yang menjalar dalam struktur beton.
Penelitian Ultrasonic Pulse Velocity Test dilaksanakan berdasarkan (BS 1881-203;
ASTM C597).
Gelombang ultrasonik disalurkan dari transmitter transducer yang ditempatkan
dipermukaan beton melalui material beton menuju receiver transducer dan
waktu tempuh gelombang tersebut diukur oleh Read-Out unit PUNDIT (Portable
Unit Non Destructive Indicator Tester) dalam detik. Kedua transducer tersebut
dapat ditempatkan secara direct, semi direct atau indirect.

R
T

(a) Direct Method

(b) Semi-Direct method

T = Transmitting transducer
R = Receiving transducer

(c) Indirect Method


Gambar C-1 Metode Pengukuran UPV Test
Sumber: [1],[2]

Perbedaan metode-metode penempatan kedua tranducer (transmitter dan


receiver) tersebut, adalah sebagai berikut:
-

Direct Method yaitu transmitter dan receiver berada pada dua permukaan
yang paralel.
Semi-direct Method, yaitu transmitter dan receiver berada pada dua
permukaan yang saling tegak lurus.
Indirect Method dimana kedua transducer berada pada permukaan yang
sama.

Pada lokasi pengukuran ditentukan posisi-posisi transmitter dan receiver,


kemudian jarak antara transmitter dan receiver ini diukur. Read-out unit PUNDIT
mengukur waktu (dalam sec) yang dibutuhkan oleh gelombang dari transmitter
(melalui material beton) menuju receiver. Karena jarak antara kedua transducer
ini telah diketahui maka kecepatan gelombang dalam material beton dapat
dihitung yaitu jarak dibagi waktu.

1
2

BS 1881-203
ASTM C597

Kecepatan gelombang ultrasonik di dalam beton yang dihitung dengan rumus


V

L
T

dimana L adalah jarak antara transmitter dan receiver dan T adalah waktu yang
ditempuh oleh gelombang di dalam beton. Karena kedua parameter ini telah
diukur maka kecepatan gelombang dapat diketahui.
Karena kecepatan rambat gelombang adalah merupakan fungsi dari kepadatan
material, maka dengan diketahuinya cepat rambat gelombang ultrasonik di
dalam beton, kecepatan tersebut dapat dikorelasikan ke nilai kepadatan beton,
yang selanjutnya dikorelasikan lagi ke mutu beton, modulus elastisitas beton,
integritas beton dan kinerja beton lainnya, seperti gambar di bawah ini.

Gambar C-2 Beberapa indikasi performa beton yang dapat diperkirakan dengan menggunakan
UPV Test

C.2 ESTIMASI MUTU BETON DENGAN UPVT


Cara untuk mengevaluasi mutu beton adalah dengan membandingkan velositas
yang diperoleh Ultrasonic Test pada suatu struktur beton yang baik dan yang
disangsikan mutu dan umur dari satu pengecoran yang sama.
Metode ini sangat cepat dan tepat dan dapat disimpulkan apakah struktur beton
yang disangsikan dapat diterima atau tidak, atau perlu penelitian lebih lanjut
untuk mengetahui kekuatan uji tekan yang aktual.
Cara untuk mengetahui kekuatan uji tekan yang aktual dapat diperoleh dengan
membuat grafik korelasi antara pulsa velocity dan uji tekan sample beton di
labarotorium.
Untuk membuat grafik tersebut diperlukan minimal 20 buah sample sesuai
anjuran British Standard. Sample tersebut di ultrasonic pulse velocity test dahulu
sebelum diuji tekan kekuatan compressive. Hasil velositas dan strength dapat di

plot dan diperoleh suatu grafik. Ini dapat digunakan sebagai patokan nilai
velositas yang harus dicapai untuk menyimpulkan bahwa struktur tersebut telah
memenuhi syarat mutu beton yang diijinkan sesuai rencana ataupun tidak.
Namun jika itu tidak dilakukan dapat digunakan kurva standar hubungan antara
kecepatan gelombang dengan kuat tekan beton, seperti pada gambar berikut.

Compressive Strength, MPa

45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
0

1000

2000

3000

4000

5000

Pulse Velocity, m/sec

Gambar C-3 kurva hubungan antara kecepatan gelombang dan mutu beton3

Berdasarkan grafik empiris hubungan kecepatan rambat gelombang dengan


mutu beton, mutu beton dapat diketahui.

C.3 DETEKSI HONEYCOMBING/ VOID ATAU KUALITAS BETON


YANG KURANG BAIK
Untuk mendeteksi honeycombing/ void atau kualitas beton yang kurang baik
dapat di laksanakan dengan metode Direct atau Indirect transmission.
Pengukuran dilakukan dengan grid-grid yang berdekatan sehingga sebuah kontur
plot dapat digambarkan dan bagian-bagian dengan velositas yang rendah atau
yang lebih rendah lagi dapat diinterpretasikan sebagai daerah-daerah
honeycombing atau kualitas beton yang kurang baik.
Dengan metode direct transmision akan diketahui cepat rambat gelombang dari
transmiter menuju receiver, yang dapat kita bagi menjadi beberapa layer sesuai
yang diinginkan misal per 10 mm, 20 mm, 30 mm dan seterusnya.

HESA 2014

Selanjutnya dari data hasil uji dengan kedalaman dari permukaan beton yang
sama diplotkan dalam bentuk contour untuk mengetahui mutu per layer yang
sudah ditentukan sebelumnya.

C.4 ESTIMASI KEDALAMAN RETAK


Estimasi kedalaman keretakan dapat dilakukan dengan metode Indirect untuk
mengukur waktu yang tercatat pada satu bidang permukaan dan bila melewati
garis keretakan terjadi loncatan waktu.
Dua aplikasi dapat dilakukan untuk mengetahui kedalaman keretakan yang
pertama adalah transmitter dan receiver transducer diletakan saling
menyeberang dalam satu bidang permukaan dengan jarak yang sama dari garis
keretakan permukaan, bila metoda ini dilakukan maka,
=

dimana : C adalah keretakan.


t1 adalah waktu menempuh pada jarak 100mm
t2 adalah waktu menempuh pada jarak 200mm
X adalah jarak antar transducer.
Metode lain dapat dilakukan dengan substitusi waktu menjalarnya pulsa pada
bidang yang baik dan yang melalui keretakan dimana kedalaman keretakan dapat
dihitung dengan rumus empiris

C.5 ESTIMASI MODULUS ELASTISITAS BETON


Berdasarkan cepat rambat gelombang yang diperoleh dari hasil uji, modulus
elastisitas beton dapat didekati dengan rumus empiris seperti pada table berikut:

Tabel C-1 Perbandingan empiris antara dinamis dan statis modulus elastisitas beton dengan cepat
rambat gelombang

Pulsa Velositas Km/s


3.6
3.8
4.0
4.2
4.4
4.6
4.8
5.0

Modulus Elastisitas
Dinamis
Statis
2
MN/m
MN/m2
24000
13000
26000
15000
29000
18000
32000
22000
36000
27000
42000
34000
49000
43000
58000
52000

Modulus elastisitas yang tercantum pada tabel diatas memiliki keakurasian


kurang lebih 10 %.
70000

Modulus of Elasticity (MPa)

60000
50000
40000

Dinamis

30000
Statis

20000
10000
0
3000

3500

4000

4500

5000

5500

Pulse Velocity, m/sec

Gambar C-4 Perbandingan empiris antara dinamis dan statis modulus elastisitas beton dengan
cepat rambat gelombang

D HASIL UJI
Data hasil pengukuran yaitu berupa data kecepatan rambat gelombang
ultrasonic yang melalui medium beton. Selanjutnya data kecepatan tersebut di
konversikan kedalam mutu kuat tekan atau disesuaikan dengan kebutuhan.
Berikut adalah beberapa contoh data hasil pengujian UPVT:
Tabel D-1 Contoh data kuat tekan beton dari konversi nilai kecepatan rambat gelombang
ultrasonic

No.

Structure ID

Kolom K 1/5B (Lantai-Atap)

Balok B3 (Lantai-3)

Pelat A (Lantai-3)

Pelat B (Lantai-3)

Test Method

DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT

1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5

Distance

Time1

Time2

Velocity

Equivalent
Cube
Compressive
Strength

Equivalent Cube
Compressive
Strength
(Average)

(cm)
60.0
60.0
60.0
60.0
60.0
25.0
25.0
25.0
25.0
25.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0

(sec)
153.20
152.90
166.40
186.90
185.10
63.90
63.20
62.70
67.10
68.40
90.90
87.90
65.20
162.60
51.90
80.20
99.60
68.40
80.70
63.40

(sec)
175.20
180.90
145.40
247.60
128.20
143.10
170.20
167.10
165.20
172.40

(m/sec)
3916.4
3924.1
3605.8
3210.3
3241.5
3912.0
3956.0
3987.0
3726.0
3655.0
2609.2
2366.1
2743.4
2588.3
2883.1
3847.8
3116.3
2228.6
2603.7
2018.5

(Mpa)
35.2
35.3
31.4
27.1
27.5
35.2
35.7
36.1
32.8
32.0
21.8
19.9
22.9
21.6
24.1
34.3
26.2
18.9
21.7
17.5

(Mpa)

31.3

34.4

22.0

23.7

Tabel D-2 Contoh data modulus elastisitas beton dari konversi nilai kecepatan rambat gelombang
ultrasonic
No.

Structure ID

Kolom K 1/5B (Lantai-Atap)

Balok B3 (Lantai-3)

Pelat A (Lantai-3)

Pelat B (Lantai-3)

Test Method

DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
DIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT
INDIRECT

1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5

Distance

Time1

Time2

Dinamic
Velocity Modulus of
Elasticity

(cm)
60.0
60.0
60.0
60.0
60.0
25.0
25.0
25.0
25.0
25.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0
20.0

(sec)
153.20
152.90
166.40
186.90
185.10
63.90
63.20
62.70
67.10
68.40
90.90
87.90
65.20
162.60
51.90
80.20
99.60
68.40
80.70
63.40

(sec)
175.20
180.90
145.40
247.60
128.20
143.10
170.20
167.10
165.20
172.40

(m/sec)
3916.4
3924.1
3605.8
3210.3
3241.5
3912.0
3956.0
3987.0
3726.0
3655.0
2609.2
2366.1
2743.4
2588.3
2883.1
3847.8
3116.3
2228.6
2603.7
2018.5

(MPa)
30698
30859
24624
18062
18534
30605
31532
32195
26875
25531
10390
8004
11877
10169
13559
29283
16686
6822
10331
5239

Dinamic
Modulus of
Elasticity
(Average)
(MPa)

24555

29348

10800

13672

Static
Modulus of
Elasticity
(MPa)
23636
23837
16536
10009
10436
23520
24685
25532
19055
17535
4085
2677
5074
3946
6289
21897
8803
2067
4048
1347

Static
Modulus of
Elasticity
(Average)
(MPa)

16891

22066

4414

7632

10

Tabel D-3 Contoh data kedalaman retak hasil uji UPVT

F1

1
2
3

Measurement
Time 1 Time 2 Crack Depth
Distance
Type
[s]
[s]
[mm]
[mm]
Wednesday, March 18, 2015 Surface
100
70.8
133.9
40
Wednesday, March 18, 2015 Surface
100
73.9
179.1
0.000
Wednesday, March 18, 2015 Surface
100
85.1
138.4
91

F2

1
2
3

Wednesday, March 18, 2015 Surface


Wednesday, March 18, 2015 Surface
Wednesday, March 18, 2015 Surface

No

Structure
Point
ID

Date

100
100
100

73.4
76.7
77.1

128.2
120.6
124.7

68
102
93

11

E PENGALAMAN

MATARAM SILO PACKING DAN STORAGE PLANT (CLIENT: WASKITA KARYA),


2014

UPVT IFC-2 PROJECT SAMSUNG (CLIENT: SAMSUNG C & T, JAKARTA), 2014

12

GEDUNG KANTOR & LABORATORIUM FAKULTAS KEDOKTERAN UMJ (CLIENT:


UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH, JAKARTA), 2014

UJI STRUKTUR DERMAGA GILIMANUK DAN KETAPANG (CLIENT: PT. ASDP


INDONESIA FERRY PERSERO, BALI), 2014

13

ULTRASONIC PULSE VELOCITY TEST (UPVT) AUSTRALIAN EMBASSY (CLIENT:


Leighton - TOTAL J.O, JAKARTA), 2014

JETTY SEMAYANG, BALIKPAPAN (CLIENT: ALTUS LOGISTIK INDONESIA), 2013

14

Beri Nilai