Anda di halaman 1dari 24

SOAL UAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Nama : Gun Sasongko Rahmanu

SOAL!
1. Kaji dan uraikan aspek aspek psikologi apa saja yang perlu dikembangkan pada
siswa sekolah dasar?
2. Kaji dan jelaskan bagaimana implikasi bagi guru SD dalam mengembangkan
aspek aspek psikologi jawaban no 1?
3. Bagaiman upaya guru dalam menstimulasi aspek aspek psikologi jawaban no
1 ? pada siswa kelas rendah atau kelas tinggi?
4. Kesulitan atau hambatan apa saja dalam upaya menstimulasi aspek aspek
psikologi?

JAWABAN!
1.
Minat
Minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997 : 370).
Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan
sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil
keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke
sesuatu yang telah menarik minatnya(Gunarso,1995 : 68). Minat merupakan
sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka
inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock, 1995 : 144).

Kepribadian
Kepribadian adalah suatu cara menetukan perilaku dalam situasi yang ditetapkan
dan dalam kesadaran jiwa yang ditetapkan sehingga setiap individu bertingkah laku
dalam caranya sendiri karena setiap individu memiliki kepribadian sendiri atau
sebagai susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah
laku atau tindakan dari tia-tiap individu manusia. (Allport, G.W.1996 : 86)
Emosi

Kata emosi diturunkan dari kata bahasa Perancis, emotion. Emosi adalah
pengalaman yang bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang
individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati,
temperamen, kepribadian, dan disposisi. Namun ada pendapat lain yang
mendefinisikan emosi adalah reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas
dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta
berkaitan dengan perasaan yang kuat. (Kartono. 1989 : 112)
Kognisi (berfikir)
Kognisi (berfikir) adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak,
perasaan dan kehendak manusia atau jerih payah secara mental untuk memahami
sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang
dihadapi, berfikir dimulai ketika muncul keraguan dan pertanyaan untuk dijawab
atau berhadapan dengan persoalan atau masalah yang memerlukan pemecahan.
(Hadisubrata. 1989 : 75)

2.
Minat
1) Terangkan dengan bahasa yang dimengerti siswa, bahwa belajar itu berguna.
Bukan sekedar supaya raport tidak merah, tapi misalnya dengan mengatakan
Kalau siswa rajin belajar dan jadi pintar.
2) Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang dilakukan di luar sekolah
pada anak (bukan dalam keadaan mengintrograsi siswa, tapi misalnya sembari
melihat pekerjaan siswa, ajak bicara tentang kebiasaan-kebiasaan yang mereka
lakukan di luar sekolah. Berikan komentar hebat, wah bagus sekali kamu atau
lainya bila yang dilakukan siswa memang baik. Dan jangan lupa juga berikan
komentar tentang solusi-solusi bila di dalam cerita anak terdapat masalah.
3) Berikan insentif jika siswa belajar. Insentif yang dapat diberikan ke siswa tidak
selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian.
Pujilah siswa saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh (peristiwa ini mungkin jarang
terjadi, tapi jika saat terjadi guru memperhatikan dan menunjukkannya, hal
tersebut bisa menjadi insentif yang berharga buat siswa). Pujian selain merupakan
insentif langsung, juga menunjukkan penghargaan dan perhatian guru terhadap
siswa. Siswa seringkali haus perhatian dan senang dipuji.
4) Mensetting suasana belajar lebih menyenangkan. Jika setiap kali pembicaraan
mengenai PBM berakhir dengan omelan-omelan, ia akan mengasosiasikan suasana
belajar sebagai hal yang tidak memberi perasaan menyenangkan pada siswa,

dengan demikian guru yang terbiasa dengan omelan akan dihindari oleh siswa
buatlah trik-trik siswa menjadi betah didalam kelas bisa jadi keluarkan joke-joke
yang bias membuat anak menjadi tertawa.

Dengan adanya kepribadian maka seorang guru dapat mengetahui bagaimana


menangani siswa tersebut dalam proses pembelajaran. Cara apa yang tepat
digunakan agar siswa dapat memahami pembelajaran yang diberikan guru.Psikologi
motivasi maka semua orang akan cenderung menghindari hal sulit dan
menyusahkan dan lebih suka melakukan sesuatu yang mendatangkan kesenangan.
Sehingga guru juga harus bisa memahami karakteristik siswa muali dari kehidupan
di keluarganya atau latar belakang siswa serta mengetahui kebutuhan kebutuhan
siswa yang akan dimotivasi.
Emosi membetulkan fakta tanpa mempermalukan anak dalam menyelesaikan
tugas mereka. Ajarlah anak untuk mengekspresikan rasa sayang dan juga menolong
kawan dalam kesulitan, termasuk orang tua. Usahakan suasana yang tenang,
ramah dengan tidak tidak boleh ditertawakan jika melakuakn kesalahan. Berilah
tugas yang tidak terlalu sulit dengan memberi sifat berani pada anak dalam segala
hal yang terasa sulit. Ajarlah anak bekerja dengan tenang dengan menyelesaikan
apa yang dimulai dengan teliti.
Kognisi (berfikir) merupakan proses anak untuk mengerti atau memahami
sesuatu. Kita sebagai guru harus biasa mengembangkan minat anak dalam belajar.
Setiap anak memiliki cara belajar sendiri sendiri, ada anak yang suka belajar
dengan mendengarkan musik, ada juga anak yang belajar bersama teman
temannya. Oleh karena itu kita sebagai guru harus tahu cara belajar anak didik kita,
biasanya anak akan rajin belajar bila rasa ingin tahunya tinggi, itupun bias di latih
dengan cara member tugas pengamatan. Misalnya mengamati pertumbuhan biji
kacang hijau, dapat pula dilakukan dengan cara anak di berikan tugas rumah dan
dikerjakan secara berkelompok dengan teman yang rumahnya berdekatan.
3.
Minat
Bantu anak meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya, Jalin hubungan baik serta
akrab antara guru dengan anak, Kembangkan konsep diri positif pada anak. Perkaya
anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan serta pengalaman di berbagai
bidang, Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan
menekuni bidang keunggulannya serta bidang-bidang lain yang berkaitan.
Kepribadian

Sejak usia dini cermati berbagai tingkah laku yang tampak pada anak. Berikan
penghargaan dan pujian untuk setiap tingdakan yang dilakukan anak, Arahkan
tindakan ke hal hal yang bersifat positif untuk dirinya.

Emosi
Memahami anak, Tampilkan pribadi-pribadi yang dapat merupakan objek identifikasi
sebagai pribadi idola para remaja, memberikan dorongan pada anak bersaing
dengan diri sendiri.

Kognisi ( berfikir)
Kognisi berfikir sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Kesempatan
kepada peserta didik untuk berinteraksi dan saling kerja sama, Bersosialisasi
dengan teman yang lain. Membiasakan anak untuk gemar mencari/ menggali
informasi dan sumber pengetahuan sendiri.

4.
Minat
Kurangnya wawasan bidang studi atau lapangan pekerjaan yang ada
Tidak ada masukan dari lingkungan mengenai kelebihan dalam kemampuan atau
minatnya.Siswa belajar tanpa tahu kegunaan dan tujuan dari bidang studi yang
dipelajarinya dalam bidang yang diminati bervariasi
Kepribadian
Sulitnya menemukan/menentukan Kepribadian apa yang harus ditanamkan dan
dimiliki oleh anak. Setiap individu adalah unik karena itu setiap tindakan yang
dilakukan perlu memperoleh perhatian khusus.
Emosi
Anak cenderung ingin bebas sehingga kontrol emosinya masih rendah, Anak
umumnya kurang terbuka dengan guru, Tingkat kecerdasan emosional masingmasing anak berbeda, Gangguan emosional pada diri anak.
Kognisi ( Berfikir)

Guru kurang mempehatikan pola fikir yang ada pada diri siswa.Kurangnya respon
dari peserta didik itu sendiri. Sarana dan prasarana disekolah yang kurang
mendukung.

SOAL ::

1.
Aspek-aspek psikologi diantaranya membahas tentang minat, kepribadian,
emosi dan kognisi. Jelaskan pendapat Anda tentang kesulitan atau hambatan apa
saja dalam upaya menstimulasi aspek aspek psikologi?
2.
Perkembangan perilaku manusia tidak selalu positif tetapi juga ada
kecenderungan ke arah negatif. Menurut anda apa penyebabnya dan bagaimana
solusi terbaiknya?
3.
Dalam mempersepsi adakalanya individu melakukan distorsi persepsi.
Menurut Anda apa saja yang menyebabkan terjadinya distorsi persepsi tersebut?
4.
Jelaskan apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mempengaruhi
perkembangan intelektual, sosial, emosional, dan spiritual anak?
5.
Deskripsikan masalah perkembangan kejiwaan pada masa remaja, dan
bagaimana cara mengatasi persoalannya?
6.
Apakah kecerdasan emosi dibutuhkan oleh manusia? Jelaskan! Manakah yang
lebih menting menurut Anda IQ atau EQ?
7.
Banyak orang yang mengalami post power syndrome menjelang memasuki
masa monopouse. Apa saya bentuk dari post power syndrome tersebut dan
bagaimana mengatasinya?
8.
Ada beberapa teori yang membahas tentang manusia dan faktor yang
mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia. Jelaskan perbedaan masingmasing teori perkembangan yang anda ketahui!
Jawab :
Jawaban no 1
1.
Kesulitan dan hambatan khususnya di minat, minat adalah sesuatu yang
pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi
prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat

menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik


minatnya(Gunarso,1995 : 68).
Hambatan dan kesulitannya dalam menstimulasi aspek-aspek :
a.

Minat

Kurangnya wawasan bidang studi atau lapangan pekerjaan yang ada. Tidak ada
masukan dari lingkungan mengenai kelebihan dalam kemampuan atau
minatnya.Siswa belajar tanpa tahu kegunaan dan tujuan dari bidang studi yang
dipelajarinya dalam bidang yang diminati bervariasi.
b.

Kepribadian

Sulitnya menemukan/menentukan Kepribadian apa yang harus ditanamkan dan


dimiliki oleh anak. Setiap individu adalah unik karena itu setiap tindakan yang
dilakukan perlu memperoleh perhatian khusus.
c.

Emosi

Anak cenderung ingin bebas sehingga kontrol emosinya masih rendah, Anak
umumnya kurang terbuka dengan guru, Tingkat kecerdasan emosional masingmasing anak berbeda, Gangguan emosional pada diri anak.
d.

Kognisi

(Berfikir) Guru kurang mempehatikan pola fikir yang ada pada diri siswa.Kurangnya
respon dari peserta didik itu sendiri. Sarana dan prasarana disekolah yang kurang
mendukung.

Jawaban no 2 :

2.
Untuk penyebab perilaku manusia kearah negative banyak factor yang
menimbulkan dampak negative itu. Penyebab manusia cenderung kearah negatif
sebagian kecilnya antara lain:

1.masalah orang tua

relasi orangtua yang penuh konflik akan cenderung menimbulkan sikap negatif
pada diri anak. Kenapa, sebab waktu orangtua berkonflik maka suasana rumah akan
penuh dengan ketegangan. Akhirnya anak akan hidup dalam ketegangan atau
ketakutan. Dalam kondisi takut, dalam kondisi tegang si anak akan sukar melihat
hal-hal positif, dia cenderung melihat hal-hal yang buruk atau yang negatif. Juga
pada waktu orangtua bertengkar sudah tentu orangtua akan menyoroti hal-hal
negatif pada pasangannya. Akhirnya itulah yang dipelajari atau ditangkap oleh si
anak, yaitu waktu melihat seseorang-lihatlah yang negatifnya. Karena itulah yang
didengarnya setiap hari tatkala orangtuanya bertengkar, itu yang pertama.

2.Lingkungan
Perilaku yang negatif juga bisa berasal dari lingkungan.seseorang yang tidak
mempunyai pendirian yang kuat akan cepat terpengaruh yang lingkungan yang
tidak baik.

3.Pergaulan
Jika seseorang mempunyai masalag dan mendapatkan teman yang mengajak
nya ke jalan yang tidak benar dan terjerumus dengan hal-hal yang terlarang.

4.kurangnya pendidikan
Kurangnya pendidikan dan tidak adanya pengetahuan membuat seseorang
melakukan hal-hal yang negatif.dengan adanya pendidikan yang layak makan
seseorang tersebut tidak akan melakukan yang akan merugikannya.

5.kurangnya agama.
Seseorang yang tidak mengenal agama akan mudah terjerumus untuk
melakukan maksiat.

Solusi :

1. Ajaran agama
Berikan anak pendidikan serta ajaran agama yang menguatkan iman sianak.
Karna agama merupakan pedoman bagi semua umat. Disini peran orangtua
maupun masyarakat sangat membantu dalam mendorong semangat sianak
menjadi lebih baik untuk kedepannya.

2.orang tua
Orang tua terus mengawasi anak nya agar tidak tejerumus ke hal yang negatif.
Karena orang tua berperan sangat penting dalam kehidupan sang anak. Anak
cenderung meniru perilaku yang berada disekitarnya terutama orangtua. Dan lihat
dengan siapa saja dia berteman. Ajarkan dia tentang resiko yang harus diterima
jikalau ia melakukan kesalahan. Ajar dan beritahu terus setiap tindakan yang ia
lakukan.

3.pendidikan yang layak


Dengan cara belajar, untuk terjerumus ke hal yang negatif jadi berkurang.dan
dengan banyaknya pengetahuan,anak akan berpikir dua kali untuk melakukan
sesuatu. Mereka bisa mengetahui apa dampak dari perbuatannya karna didunia
pendidikan banyak pelajaran yang menyangkut tentang perilaku-perilaku manusia,
baik dan buruk serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku yang kita ambil.

4.lingkungan
Berikan lingkungan yang baik.ajarakan anak untuk menjadi keribadian yang
lebih baik.jauhkan hal-hal yang membuatnya rusak dan terpengaruh sebab
lingkungan termasuk faktor yang sangat sangat mendukung serta berpengaruh
untuk perilaku manusia yang menjurus kearah negatif.

Jawaban no 3 :

3.

Penyebab distorsi(penyimpangan) persepsi :

Persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita memlih


mengorganisasikan ataupun penilaian terhadap seseorang ataupun sekelompok
orang. Dan distorsi persepsi bisa dikatakan penyimpangan atau penilaian yang
cenderung menyimpang atau sedikit melanggar dari kenyataan

Penyebabnya antara lain :


a. Psikologi
Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi
oleh keadaan psikologi. Contoh terbenamnya matahari di waktu senja yang indah
temaram, akan dirasakan sebagai baying-bayang yang kelabu bagi seorang yang
buta warna.

b.Famili (keluarga)
Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua yang
telah mengembangkan suatu cara yang khusus di dsalam memahami dan melihat
kenyataan di dunia ini, banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yan diturunkan
kepada anaknya. Contoh orang tua yang Muhammadiyah akan mempunyai anakanak yang Muhammadiyah juga.

c.Kebudayaan
Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu factor
kuat didalam mempengaruhi sikap, nilai, dan cara seseorang memandang dan
memahami keadaan di dunia ini. Contoh Orang Amerika yang bebas makan daging
babi, tidak begitu halnya bagi masyarakat Indonesia.

jawaban no 4 :

4.
yang dilakukan orangtua untuk memperngaruhi perkembangan intelektual,
social, emosional dan spiritual anak adalah Orang tua harus bisa menjadi panutan
yang baik buat anaknya.

Tugas dan peran orang tua sangat penting.


Setiap orang tua dalam menjalani kehidupan berumah tangga tentunya memiliki
tugas dan peran yang sangat penting, ada pun tugas dan peran orang tua terhadap
anaknya dapat dikemukakan sebagai berikut.
(1). Melahirkan,
(2). Mengasuh,
(3). Membesarkan,
(4). Mengarahkan menuju kepada kedewasaan serta menanamkan norma-norma
dan nilai-nilai yang berlaku.

Disamping itu juga harus mampu mengembangkan potensi yang ada pada diri
anak, memberi teladan dan mampu mengembangkan pertumbuhan pribadi dengan
penuh tanggung jawab dan penuh kasih sayang. Anak-anak yang tumbuh dengan
berbagai bakat dan kecenderungan masing-masing adalah karunia yang sangat
berharga, yang digambarkan sebagai perhiasan dunia.

Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi bagi pengembangan kepribadian anak


dalam hal ini orang tua harus berusaha untuk menciptakan lingkungan keluarga
yang sesuai dengan keadaan anak. Dalam lingkungan keluarga harus diciptakan
suasana yang serasi, seimbang, dan selaras, orang tua harus bersikap demokrasi
baik dalam memberikan larangan, dan berupaya merangsang anak menjadi percaya
diri. Pendapat lain tentang peran dan tugas orang tua adalah sebagai berikut,
Komunikasi ibu dan ayah dalam keluarga sangat menentukan pembentukan
pribadi anak-anak di dalam dan di luar rumah. Selanjutnya dikatakan bahwa
seorang ayah umumnya berfungsi sebagai dasar hukum bagi putra-putrinya,
sedangkan seorang ibu berfungsi sebagai landasan moral bagi hukum itu sendiri.

Jawaban no 5 :

5.
masalah perkembangan masa remaja,dan bagaimana cara mengatasi
persoalannya. Perkembangan pada masa remaja banyak mengalami perubahan,
diantaranya :
Permasalahan yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :
1. Permasalahan berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.
Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan
fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika
keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya dapat menimbulkan rasa tidak puas
dan kurang percaya diri
2. Permasalahan berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.
Pada masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual
yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan
pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah,
maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal.
3. Permasalahan berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan
keagamaan.
Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang
ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan
kelompok sebayanya (peer group).
4. Permasalahan berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.
Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity).
Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku
coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi.
Solusi :
Solusi mencegah masalah remaja bisa dengan cara perannya orangtua.
Orang tua berperan penting dalam emosi remaja, baik yang
memberi efek positif maupun negative. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua
masih merupakan lingkungan yang sangat penting bagi remaja.

Menurut Mutadin (2002) remaja sering mengalami dilema yang sangat


besar antara mengikuti kehendak orang tua atau mengikuti kehendaknya sendiri.
Situasi ini dikenal dengan ambivalensi dan hal ini akan menimbulkan konflik pada
diri remaja. Konflik ini akan mempengaruhi remaja dalam usahanya untuk mandiri,
sehingga sering menimbulkan hambatan dalam penyesuaian diri terhadap

lingkungan sekitarnya, bahkan dalam beberapa kasus tidak jarang remaja menjadi
frustasi dan memendam kemarahan yang mendalam kepada orang tuanya dan
orang lain disekitarnya.

Jawaban no 6 :
6.
kecerdasan emosi yang dibutuhkan manusia, Yang lebih penting IQ atau
dibanding EQ ?
IQ adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang.
Dengan demikian, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan
ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ
mengukur kecepatan kita untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian
pada aneka tugas dan latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi
objektif, terlibat dalam proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan
analitis, serta memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang
telah ada sebelumnya. Jika IQ kita tinggi, kita memiliki modal yang sangat baik
untuk lulus dari semua jenis ujian dengan gemilang, dan meraih nilai yang tinggi
dalam uji IQ.

Ya,kecerdasan emosi dibutuhkan oleh manusia.Karena saya berpikir bahwa


kecerdasan emosional adalah sikap yang muncul sebagai sebagai perpaduan antara
pikiran dan hati. Pengolahan dan pengendalian emosi positif dalam menyikapi
kehidupan merupakan bagian yang terpisahkan dalam menjalani hidup. Kecerdasan
Emosi adalah diperlukan dalam hidup manusia terkait dengan hubungan sesama
manusia atau hubungan yang bersifat horisontal, jadi hati memegang peranan
penting dalam mengambil sikap.

EQ adalah mempunyai dua arah dan dua dimensi, arah ke dalam (personal) berarti
sebuah kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), dan
hormat diri (self respect), dan penguasaan diri (self mastery) dan arah keluar
(interpersonal) berarti kemampuan memahami orang (to understand others),
menerima orang (to accept others), mempercayai orang (to trust others), dan
mempengaruhi orang (to influence others).
Menurut saya lebih penting EQ.

Karena kemampuan untuk mengenali emosi diri sendiri, kemampuan untuk


mengelola dan mengekspresikan emosi diri sendiri dengan tepat, kemampuan

untuk memotivasi diri sendiri, kemampuan untuk mengenali dan mengerti orang
lain, juga serta dalam kemampuan ini adalah kemampuan untuk membina
hubungan baik dengan orang lain.
Dan yang saya tau hasil IQ tergantung mood dan emosi seseorang saat
mengerjakan sesuatu.jika seseorang terus semangat tidak badmood maka hasil
yang didapatakan lebih memuaskan.

Jawaban no 7 :
7.
banyak orang yang mengalami post power syndrome menjelang masa
monopuse,apa saya termasuk dari hal tersebut dan gimana cara mengatasinya ?
post power syndrome adalah sebuah istilah yang diberikan kepada seseorang yang
merasakan dirinya masih mempunyai kekuasaan, kejayaan dan kehormatan (status
sosial tertentu).
Padahal, pada kenyataannya orang tersebut sudah pensiun atau sudah bangkrut.
Tentunya kita harus hati-hati berbicara dengan mereka, karena biasanya mereka
sangat sensitif dan mudah marah. Atau, bahkan sebaliknya berubah menjadi lebih
pendiam.

Saya tidak tau apakah ibuk sudah mengalami post power syndrome.karena
kita hanya ketemu saat jam ngajar mengajar.dan selama jam ngajar mengajar saya
tidak pernah melihat ibuk seperti post power syndrome.ibuk selalu mengajar
dengan baik.
Jika ibuk menceritakan masa lalu ibuk,saya hanya menganggap itu sebuah contoh
yang baik untuk ditiru.
Dan yang saya tahu post power syndrome itu adalah gejala-gejala pasca
kekuasaan.dan ibuk masih menjadi seorang dosen psykologi.

Solusi :

Post-power syndrome menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Kematangan
emosi dan kehangatan keluarga sangat membantu untuk melewati fase ini. Dan
satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi post-power syndrome adalah
gemar menabung dan hidup sederhana. Karena bila post-power syndrome

menyerang, sementara penderita sudah terbiasa hidup mewah, akibatnya akan


lebih parah.

Jawaban no 8 :
8.
ada beberapa teori yang membahas tentang manusia dan faktor yng
mempengaruhi perkembangan kpribadian manusia.jelaskan perbedaan masingmasing teori perkembangan yang anda ketahui!

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Manusia

Perkembangan itu komplek, setiap individu dalam tahapan perkembangan yang


samamenunjukkan perbedaan, seperti ukuran tubuh, keadaan emosi, intelegensi,
dan sebagainya.Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan menurut
Papalia et al (2007) dalam bukuHuman Development adalah:

a.

Keturunan (nature),

yaitu sifat bawaan dari orang tua biologis, misalnya kecerdasan danwatak.

b.

Lingkungan (nurture),

yaitu tempat dan kondisi sosial di mana individu tumbuh danberkembang.

c.

Kematangan,

kesiapan individu untuk menguasai ketrampilan baru, misalnya kematanganotak


dan tubuh pada fase anak-anak awal, sehinggga mempunyai kemampuan untuk
berjalandan berbicara. Karakteristik diri dan pengalaman sangat berperan dalam
beradaptasi denganlingkungan internal dan eksternal.

d. Keluarga (cara mendidik, perhatian dan memperlakukan anak)

e. Status sosial dan ekonomi (penghasilan, pendidikan, dan pekerjaan, kemiskinan)

f. Budaya (adat, tradisi, kepercayaan, nilai-nilai, bahasa, perilaku modeling dari


orang tua)

g. Ras/suku (leluhur, bangsa, agama, bahasa, yang membentuk identitas diri)

factor yang memperngaruhi kepribadian :

Faktor Biologis
Faktor biologis yaitu yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau sering kali
disebut faktor fisiologi. Dewasa ini ada kedua psikologi Sosial (dengan huruf S
besar).. Ini menunjukkan dua pendekatan dalam psikologi , sosial: ada yang
menekankan faktor-faktor psikologis dan ada yang menekankan faktor-faktor sosial;
atau dengan istilah lain: faktor-faktor yang timbul dari dalam diri individu (faktor
personal), dan faktor-faktor berpengaruh yang datang dari luar diri individu (faktor
environmental).

Faktor Sosial

Yang dimaksud dengan faktor sosial ialah masyarakat; yakni manusia-manusia lain
disekitar individu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Faktor-faktor
Sosiopsikologis adalah proses sosial dimana ia memperoleh beberapa karakteristik
yang mempengarahi perilakunya, hal ini dapat kita mengklasifikasinya ke dalam
tiga kamponen yaitu komponen afektif, komponen kognitif, dan kornponen konatif.
Komponen afektif merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis

c.

Faktor Kebudayaan

Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing anak/orang


tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana anak itu dibesarkan.
Seorang anak Indonesia misalnya, jika sejak kecil dibawa ke London dan dibesarkan
serta dipelihara oleh orang Inggris dengan kebudayaan Inggris, jangan diharap
bahwa keperibadian anak itu akan sama atau mirip dengan kepribadian orangorang Indonesia lainya. Pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian sangat erat
pengaruhnya, kepribadiaan seseorang tidak dapat diukur atau dinilai, tanpa
menyelidiki latar belakang kebudayannya.

Jawaban UAS Psikologi Pendidikan


Free download

Soal :

1.
Mata kuliah psikologi pendidikan merupakan mata kuliah yang menjadi mata
kuliah pokok disetiap program studi di lembaga pendidikan tenaga kependidikan
karena program pendidikan akan tercapai dengan efektif dan efisien apabila setiap
guru memahami psikologi pendidikan. Jelaskan mengapa setiap guru sebaiknya
dalam menyelenggarakan pembelajaran mempertimbangkan pentingnya psikologi
pendidikan dalam pembelajaran!

2.
Sejauh ini apa yang dapat anda simpulkan dari pembelajaran psikologi
pendidikan?. Setelah memperoleh mata kuliah psikologi pendidikan, bagaimanakan

anda memandang peran psikologi pendidikan dikaitkan dfengan anak didik?.


Adakah perubahan atau perbedaan dengan sebelumnya?

Jawaban:

1.
Setiap guru sebaiknya dalam menyelenggarakan pembelajaran
mempertimbangkan pentingnya psikologi pendidikan dalam pembelajaran, karena:

a.

Psikologi Pendidikan merupakan sebuah kontribusi suatu sitem penilaian.

Penilaiain pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan guna
memahami seberapa jauh tingkat keberhasilan pendidikan. Melaui kajian psikologis
kita dapat memahami perkembangan perilaku apa saja yang diperoleh peserta didik
setelah mengikuti kegiatan pendidikan atau pembelajaran tertentu.
Di samping itu, kajian psikologis telah memberikan sumbangan nyata dalam
pengukuran potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik, terutama
setelah dikembangkannya berbagai tes psikologis, baik untuk mengukur tingkat
kecerdasan, bakat maupun kepribadian individu lainnya. Kita mengenal sejumlah
tes psikologis yang saat ini masih banyak digunakan untuk mengukur potensi
seorang individu, seperti Multiple Aptitude Test (MAT), Differensial Aptitude Tes
(DAT), EPPS dan alat ukur lainnya.
Pemahaman kecerdasan, bakat, minat dan aspek kepribadian lainnya melalui
pengukuran psikologis, memiliki arti penting bagi upaya pengembangan proses
pendidikan individu yang bersangkutan sehingga pada gilirannya dapat dicapai
perkembangan individu yang optimal.
Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan psikologi pendidikan bagi kalangan
guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya.

b.
Psikologi Pendidikan merupakan sebuah kolaborasi antara seni dan ilmu
pengetahuan

Psikologi pendidikan merupakan sumbangsih dari ilmu pengetahuan psikologi


terhadap dunia pendidikan dalam kegiatan pendidikan pembelajaran,
pengembangan kurikulum, proses belajar mengajar, sistem evaluasi, dan layanan
konseling merupakan serta beberapa kegiatan utama dalam pendidikan terhadap
peserta didik, pendidik, orang tua, masyarakat dan pemerintah agar tujuan
pendidikan dapat tercapai secara sempurna dan tepat guna.( A Philosophical Study,
Routledge :1974)
Keberhasilan seorang guru dalam mengajar sangat berkaitan dengan penguasaan
sains serta seni dan keahlian mengajarnya. (Johnson, J. A.: 2002)

c.

Psikologi Pendidikan merupakan sebuah pertimbangan psikologis:

Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan


pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :

(a) Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat. Dengan memahami psikologi


pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam
menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan
pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom
tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori
perkembangan individu.

(b) Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai. Dengan memahami
psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi
atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya
dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan
tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.

(c) Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling. Tugas dan peran
guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing
para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru
dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses
hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.

(d) Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik. Memfasilitasi artinya


berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti
bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya
memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu,
khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang
memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya
sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.

(e) Menciptakan iklim belajar yang kondusif. Efektivitas pembelajaran


membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman
psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim
sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan
nyaman dan menyenangkan.

(f) Berinteraksi secara tepat dengan siswanya. Pemahaman guru tentang psikologi
pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih
bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.

(g) Menilai hasil pembelajaran yang adil. Pemahaman guru tentang psikologi
pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran
siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip
penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.

d.

Psikologi Pendidikan merupakan sebuah kontribusi suatu sitem Pembelajaran

Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem
pembelajaran. Kita mengenal adanya sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti :
teori classical conditioning, connectionism, operant conditioning, gestalt, teori daya,
teori kognitif dan teori-teori pembelajaran lainnya. Terlepas dari kontroversi yang
menyertai kelemahan dari masing masing teori tersebut, pada kenyataannya teoriteori tersebut telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam proses
pembelajaran.

Di samping itu, kajian psikologi pendidikan telah melahirkan pula sejumlah prinsipprinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran Nasution (Daeng Sudirwo,2002)
mengetengahkan tiga belas prinsip dalam belajar, yakni :

(a)

Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan

(b) Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya
dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
(c) Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan
berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
(d) Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.

(e)

Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan.

(f)

Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.

(g) Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun
termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
(h) Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
(i)
Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar
dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
(j)
Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering
mengejar tujuan-tujuan lain.
(k) Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
(l)

Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.

(m) Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.

2.

a.

Sejauh ini saya menyimpulkan bahwa:

Kesimpulan saya terhadap pembelajaran psikologi pendidikan, yaitu:

Terhadap Aplikasi teori Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan yaitu ilmu yang membahas segi-segi psikologi dalam lapangan
pendidikan dimana psikologi pendidikan adalah studi ilmiah mengenai tingkah laku
individu dalam situasi pendidikan. Tujuan psikologi pendidikan ialah mempelajari
tingkah laku manusia dan perubahan tingkah laku itu sebagai akibat proses dari
tangan pendidikan dan berusaha bagaimana suatu tingkah laku itu seharusnya
diubah, dibimbing melalui pendidikan (Mustaqim, 2010).
Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang
psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi
pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teoriteori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah
tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan.

b.
Pandangan saya mengenai peranan psikologi pendidikan tehadap anak didik,
yaitu: dengan mengutip pandangan dari Muhibbin Syah (2003)

(a)

Membantu dalam merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.

Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan


dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki
sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan
pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan
teori-teori perkembangan individu.

(b) Membantu dalam memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat
menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan
mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar
dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.

(c)

Membantu dalam memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.

Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan


dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan,
tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan
benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan
keakraban.

(d) Membantu dalam memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.


Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang
dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat
diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan
perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi
pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk
mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.

(e)

Membantu dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif.

Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru


dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk
dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga
siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

(f)

Membantu dalam berinteraksi secara tepat dengan siswa.

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya


interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang
menyenangkan di hadapan siswanya.

(g) Membantu dalam menilai hasil pembelajaran yang adil.


Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam
mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis
penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil
penilaian.

c.
Adanya perubahan dan perbedaan pada diri saya sendiri serta Adanya
perubahan dan perbedaan anak didik saya setelah saya mempelajari psikologi
pendidikan, yaitu:
1)

Pada diri anak didik

(a)

Semakin cerdas

(b) Semakin tanggap

(c)

Semakin kritis

(d) Semakin bertalenta


(e)

Semakin bersemangat

(f)

Semakin imajinatif

(g) Semakin teratur


(h) Semakin rajin
(i)

Semakin berakhlak

(j)

Semakin menghargai

(k) Semakin sabar


(l)

Semakin bertujan

(m) Semakin mandiri


(n) Semakin protektif
(o) Semakin berseni
2)

Pada diri saya

(a)

Terhadap sistem penilaian kepada anak didik saya

Kajian psikologi pendidikan telah memberikan sumbangan nyata terhadap diri saya
dalam pengukuran potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik, terutama
setelah dikembangkannya berbagai tes psikologis, baik untuk mengukur tingkat
kecerdasan, bakat maupun kepribadian individu lainnya. Saya mulai mengenal
sejumlah tes psikologis yang saat ini masih banyak digunakan untuk mengukur
potensi seorang individu, seperti Multiple Aptitude Test (MAT), Differensial Aptitude
Tes (DAT), EPPS dan alat ukur lainnya setelah saya mengikuti mata kuliah psikologi
pendidikan yang telah Profesor ajarkan kepada saya khususnya.
Pemahaman kecerdasan, bakat, minat dan aspek kepribadian lainnya melalui
pengukuran psikologis, memiliki arti penting bagi saya dalam upaya pengembangan
proses pendidikan individu yang bersangkutan sehingga pada gilirannya dapat
dicapai perkembangan individu yang optimal.
Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan psikologi pendidikan bagi saya
dalam melaksanakan tugas profesional sebagai seorang guru.

(b) Meningkatkan kemampuan saya dalam :


(1) memahami siswa sebagai pelajar, meliputi perkembangannya, tabiat,
kemampuan, kecerdasan, motivasi, minat, fisik, pengalaman, kepribadian, dan lainlain
(2) memahami prinsip-prinsip dan teori pembelajaran dan memilih metode
-metode
(3) menguasai bahan pembelajaran dan pengajaran
(4) menetapkan tujuan pembelajaran dan pengajaran
(5) menciptakan situasi pembelajaran dan pengajaran yang kondusif
(6) memilih dan menetapkan isi pengajaran
(7) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar
(8) memilih alat Bantu pembelajaran dan pengajaran
(9) menilai hasil pembelajaran dan pengajaran serta memahami dan
mengembangkan kepribadian profesi guru