Anda di halaman 1dari 23

HAL-HAL YANG PERLU DIJAMIN MUTUNYA

SUATU PENGANTAR
Disajikan oleh
Margono Slamet

MENGAPA PERLU PENJAMINAN MUTU ? [1]


Dahulu perguruan tinggi tidak
lulusan yang dihasilkan
bila dibandingkan
sehingga semua
lapangan kerja meskikurang memadai.

banyak dan
sangat kurang
dengan kebutuhan,
dapat terserap
pun mutunya

Untuk memenuhi kebutuhan yang begitu besar makin


banyak PT didirikan, baik negeri dan lebih-lebih swasta.
Banyak PT yang berusaha menghasilkan
lulusan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan ini, sehingga mutu
akhirnya dikorbankan.

MENGAPA PERLU PENJAMINAN


MUTU ? [2]
Sekarang pendidikan harus berorientasi pasar,
sehingga bila lulusan yang dihasilkan kurang
bermutu tentu tidak akan terserap lapangan
kerja.
Seyogianya pendidikan tinggi di Indonesia juga
berorientasi ke pasar global, apalagi lulusan PT asing
sekarang sudah masuk pasar kerja di dalam negeri.
Pendidikan tinggi yang berorientasi pasar,
apalagi pasar global, mutu lulusannya
harus terjamin agar dapat memenangkan
persaingan.

APA YANG PERLU DILAKUKAN OLEH


PT ?

PT perlu selalu meningkatkan daya saing


(competitive advantage) dengan menawarkan:

Program pendidikan yang khas yang tidak persis


sama dengan yang ada di PT lain.

Program-program yang lentur, sehingga mudah


disesuaikan dengan permintaan pasar.

Biaya yang relatif murah, dengan mutu yang tinggi.

Jadi tak ada jalan lain, PT harus bersaing dalam


mutu: untuk itu perlu bekerja lebih keras agar lebih
efektif dan produktif.

ADA DUA JENIS PENJAMINAN MUTU

1. Penjaminan Mutu Internal


Dilakukan sendiri oleh PT yang
bersangkutan.

2. Penjaminan Mutu Eksternal


Dilakukan bersama dengan fihak
eksternal; oleh Badan Akreditasi.

PENGERTIAN TENTANG PENJAMINAN


MUTU
Keseluruhan sistem yang mencakup sumber daya
dan informasi yang ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu dan standar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan
pengalaman belajar mahasiswa.
Suatu proses yang dikelola melalui audit mutu, dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi dan upaya
perbaikan pada setiap langkah pelaksanaan kegiatan
di setiap unit organisasi untuk menjamin mutu
kinerja lembaga pendidikan tinggi.

INTERNAL QUALITY ASSURANCE


(Jaminan Mutu Internal)
Internal quality assurance atau jaminan mutu
internal adalah proses ke arah penjaminan
bahwa PT ybs dapat memenuhi mutu yang
dijanjikan.
JMI bertujuan melindungi masyarakat agar
masyarakat mendapatkan pendidikan dan
pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan oleh
penyelenggara PT.
JMI adalah proses pengendalian mutu yang
merupakan bagian paradigma baru pengelolaan
pendidikan tinggi, yang meliputi mutu, otonomi,
akuntabilitas, evaluasi diri, dan akreditasi.

Dengan otonomi yang dimiliki

p.t. harus dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi secara


bertanggungjawab, yaitu yang
selalu menunjukkan adanya
peningkatan mutu.

P.T. harus dapat menjadikan

evaluasi diri sebagai bagian


kegiatan yang terinternalisasi di
dalam kehidupan p.t. tsb.

P.T.harus secara sukarela mem-

buka diri (dengan sikap penuh


kejujuran) untuk dinilai oleh fihak
luar dengan proses akreditasi.

Evaluasi diri merupakan proses

internal yang bila dilakukan


dengan baik dan ditindak-lanjuti
dengan sesuai merupakan bagian
dari jaminan mutu internal.
(Sudah sampai mana ED diinternalisasi-kan di PT anda ?)

Akreditasi adalah bagian dari

jaminan mutu eksternal yang bila


bisa berjalan sinergis dengan
evaluasi diri akan menunjang
pemeliharaan peningkatan mutu
perguruan tinggi, baik institusinya
maupun program studinya.

Internal Quality Assurance adalah


sistem penjaminan mutu
pendidikan yang diberikan dan
dilakukan oleh PT ybs.

Penjaminan Mutu Internal


mencakup dua hal pokok, yaitu:
1. Komitmen Inti terhadap
Kemampuan Institusi.
Institusi
2. Komitmen Inti terhadap
Efektifitas Pendidikan.

Komitmen Inti Terhadap


Kemampuan Institusi
meliputi delapan hal:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Integritas
Visi
Tata pamong (governance)
Sumberdaya manusia
Sarana dan prasarana
Keuangan
Sistem Informasi
Keberlanjutan

Semua itu harus dibangun dengan kesungguhan

Jika masing-masing dari kedelapan hal tersebut di


atas dibangun dan secara terus-menerus dikembangkan di perguruan tinggi, berarti perguruan
tinggi yang ber-sangkutan telah menunjukkan
kemampuannya untuk memberikan jaminan mutu
kepada stakeholdernya.

Jaminan Mutu itu tidak sekedar ada atau tidak,

tetapi kalaupun jaminan itu ada tingkatannyapun


bervariasi.

Dengan menggunakan standar ter-

tentu akan dapat diketahui sudah


setinggi mana kemampuan perguruan tinggi itu dalam menyajikan
mutu pendidikan.

ADA DELAPAN HAL YANG DAPAT


DIGUNAKAN UNTUK MENGGAMBARKAN
TINGKAT KOMITMEN TERHADAP
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN PERGURUAN
TINGGI
1. Mahasiswa
2. Kurikulum
3. Sistem pembelajaran
4. Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat
5. Sistem penjaminan mutu
6. Sistem pengelolaan
7. Suasana akademik
8. Mutu program studi.
Semua ini harus diusahakan agar ada dalam kondisi
sebaik mungkin !

BAGAIMANA BISA MENGEMBANGKAN DAN


MENYAJIKAN JAMINAN MUTU INTERNAL ITU
KEPADA MASYARAKAT?

TUNJUKKAN SECARA SERIUS ADANYA


KOMITMEN UNTUK SECARA TERUSMENERUS MENINGKATKAN :

A. KEMAMPUAN INSTITUSI;
B. KEEFEKTIFAN
PENDIDIKAN.

1
STANDAR
7

Standar Baru

PENINGKATAN
MUTU

2
PELAKSANAAN

SATU SIKLUS SPMPT


6
3
MONITORING
RUMUSAN
KOREKSI
AUDIT
INTERNAL
5

4
EVALUASI DIRI

STANDAR MUTU [1]


Secara umum standar mutu adalah:
Suatu pernyataan tentang mutu yang dapat
diukur atau dinilai, merupakan kesepakatan
bersama.
Pernyataan ini tentang berbagai hal atau
aspek yang dianggap penting, ditentukan pada
tingkat minimum yang dikehendaki.
Pernyataan tentang setiap hal atau aspek itu
hanya diukur atau dinilai dengan terpenuhi (ya)
atau tidak terpenuhi (tidak) saja.

STANDAR MUTU [2]


Standar mutu ada yang ditetapkan
oleh pihak luar universitas seperti
yang diatur dalam undang-undang,
kepres, kepmen, kepdirjen, dan lain-lain,
misalnya (1) program pendidikan S1 berbobot
144-160 sks, (2) Masa studi program S1 tidak
melebihi 7 tahun.
Standar mutu ada pula yang ditetapkan oleh
universitas, fakultas, atau jurusan.

STANDAR MUTU HARUS DAPAT


DIUKUR/DINILAI [1]
Setiap pernyataan tentang mutu
harus dapat diukur/dinilai: terpenuhi
(ya), atau tidak terpenuhi (tidak), misalnya:
1. Minimum 25% dosen tetap jurusan
berpendidikan S2/S3 dalam bidang yang
relevan.
2. Setiap kuliah dimulai paling lambat 15 menit
sesudah dan berakhir paling cepat 15 menit
sebelum waktu yang telah ditentukan.

STANDAR MUTU HARUS DAPAT


DIUKUR/DINILAI [2]
3. Ujian diadakan minimum 2 kali dalam satu semester untuk setiap mata kuliah, yaitu ujian
tengah semester dan ujian akhir semester.
4. Jadwal pelajaran sudah diumumkan kepada
dosen dan mahasiswa paling lambat
seminggu sebelum semester dimulai.
5. Daftar nama mahasiswa yang akan mengikuti
kuliah sudah diterima oleh dosen yang
bersangkutan sebelum semester dimulai.

STANDAR MUTU HARUS DAPAT


DIUKUR/DINILAI [3]
6. Garis besar rencana perkuliahan selama satu
semester sudah diberikan kepada mahasiswa
paling lambat pada hari pertama kuliah.
7. Nilai akhir mahasiswa untuk setiap mata
kuliah sudah diterima oleh jurusan/fakultas
paling lambat 2 minggu sesudah ujian akhir
semester diadakan.
8. Setiap hasil penelitian dosen harus diseminarkan di forum dosen jurusan/fakultas, paling
lambat 6 bulan sesudah penelitian selesai.

PENYUSUNAN STANDAR MUTU


Tidak ada standar mutu yang universal.
Standar mutu disusun sendiri oleh setiap
institusi, kecuali yang sudah diatur oleh
yang lebih atas.
Standar mutu disusun mengenai berbagai
hal atau aspek yang dianggap penting oleh
institusi ybs.
Standar mutu ditentukan pada tingkat
minimum yang dikehendaki, sehingga
mampu dilaksanakan dan dipertahankan.

PENILAIAN PELAKSANAAN
STANDAR MUTU
Penilaian terhadap setiap butir standar mutu
hanya ada dua macam, yaitu: ya (terpenuhi),
atau tidak.
Jadi tidak ada penilaian berupa: hampir
terpenuhi, lebih baik daripada tahun lalu,
atau secara teoretis terpenuhi, tetapi belum
dalam praktiknya.
Penilaian terhadap standar mutu dilakukan secara berkala melalui audit
internal, misalnya pada tiap akhir tahun.