Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini penetapan kadar vit C dengan metode iodometri. Iodimetri
adalah titrasi langsung dan merupakan metode penetuan atau penetapan kuantitatif yang dasar
penentuannya adalah jumlah 12 yang beraksi dengan sampel atau terbentuk dari hasil reaksi
antara sampel dengan ion iodida.
Dalam reaksi redoks harus selalu ada oksidator dan reduktor, sebab bila suatu unsur
bertambah bilangan oksidasinya (melepas elektron), maka haru ada suatu unsur yang bilnagan
oksidasinya berkurang atau turun (menangkap elektron).
Sampel yang digunakan dalam percobaan ini adalah vitamin c dengan merek vitacimin.
Indikator yang digunakan adalah indikator kanji. Kanji digunakan karena akan membentuk
komplek iod amilum yang berwarna biru tua meskipun konsentrasi I2 sangat kecil dan molekul
iod terikat kuat pada permukaan beta amilosa seperti amilun. Indikator kanji yang digunakan
harus dalam keadaan panas agar mendapatkan hasil titrasi yang maksimal dan juga karena kanji
tidak dapat larut jika tidak dipanakan. Tetapi, dalam pemanasannya harus diperhatikan agar
larutan kanji tersebut tidak berubah menjadi encer.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah pembakuan iodium, dipipet menggunakan
pipet volume, lalu dititrasi dengan larutan Na2S2O2 sehingga berwarna kuning pucat, kemudian
ditambahkan indikator kanji sampai berwarna biru, kemudian dititrasi kembali hingga warna
biru hilang, dan mendapatkan hasil titrat. Selanjutnya volume larutan Na2S2O2 0,1 N yang
digunakan dicatat, lakukan replikasi sebanyak 3 kali dan dihitung normalitasnya.
Setelah dilakukan pembakuan iodium,tahap selanjutnya yang dilakukan adalah
penetapan kadar vitamin c sampel yang digunakan adalah vitacimin,sebelum dilakukan
pentitrasian tablet vitacimin sebanyak 10 tablet ditimbang dan dihitung bobot rata-rata ,digerus
sampai halus ditimbang serbuk sebanyak 500 mg dan dilarutkan dengan aquades bebas co2
sedikit demi sedikit lalu ditambahkan dengan HCL encer 0,02 N hal ini dilakukan penambahan
HCL karena vitacimin yang telah diencerkan dengan aquades , kadar keasamannya akan
menurun,sehingga harus ditambahkan HCL encer 0,02 N agar larutan vitacimin tetap berada
dalam suasana asam , kemudiaan dari larutan tersebut dipipet sebanyak 25 ml dimasukkan
kedalam erlenmeyer dan ditambahkan dengan indikator kanji sebanyak 3 ml,lalu dititrasi
dengan iodium hingga warna biru stabil,Hal ini menandakan bahwa vitamin c telah habis
bereaksi dan titik akhir titrasi telah tercapai, warna biru terbentuk karena dalam larutan pati

dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk kedalam
spiralnya,sehingga menyebabkan warna biru pada kompleks tersebut.Berikut ini reaksi yang
terjadi antara vitamin c dengan iodium : C6H8O6 + I2

C6H6O6 +

2I- + 2H+ kemudian setelah

terbentuk titik akhir titrasi yang ditandai dengan warna biru stabil dicatat volume larutan I2
yang digunakan dan dihitung kadar vitamin C berdasarkan hasil praktikum kadar vitamin C
yang didapat adalah

Kanji atau amilum dengan I2 akan bereasi dan reaksinya adalah reaksi yang dapat balik:
I2 + amilum a 12- amil (komplek)
Komplek iod-amilum ini adalah senyawa yang agak sukar larut dalam air sehingga
kalau pada reaksi ini I2 tinggi keseimbangan akan terletak jauh disebelah kanan,kompleks iodamilum yang terbentuk banyak,akan terjadi endapan. Akibatnya kalau pada titrasi I2 hilang
karena tereduksi,keseimbangannya tidak segera kembali bergeser kearah kiri,warna kompleks
iod-amilum agak sukar hilang.