Anda di halaman 1dari 3

Pengukuran Profil

June 9, 2012
Pengukuran profil bertujuan untuk menentukan elevasi titik-titik pada permukaan
tanah sepanjang garis tertentu sehingga akan diperoleh profil (potongan tegak dari
permukaan tanah sepanjang garis itu). Potongan-potongan tersebut sangat
diperlukan dalam pembuatan bangunan sipil seperti saluran irigasi dan drainase,
jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain.
Penyipat datar profil (profil levaling) adalah penyipat datar berantai dengan sejumlah
pembacaan ke muka diantara titik-titik pindah. Jadi di sini ada stasiun-stasiun
tambahan yaitu titik antara, dan stasiun-stasiun pokok yaitu titik utama dan dan titik
pindah.
Pengukuran profil ini dibedakan menjadi dua yaitu pengukuran profil memanjang dan
pengukuran profil melintang. Profil memanjang diperlukan dalam pembuatan trase
jalan raya, jalan kereta api, saluran air dan lain-lain. Untuk menghitung berapa luas
tanah yang harus digali maupun berapa luas daerah yang harus ditimbun, maka
diperlukan data yang lengkap dari hasil pengukuran profil memanjang maupun
pengukuran profil melintang. Data tersebut dituangkan dalam suatu grafik dengan
garis mendatar menyatakan jarak antar titik dan garis tegak menyatakan elevasinya.
Dalam pelaksanaan pengukuran profil melintang diusahakan sedetail mungkin,
artinya jarak yang diambil dalam pengukuran profil melintang disesuaikan dengan
kondisi medan. Bila kondisi medan berbukit-bukit, maka jarak antar profil lebih
pendek dibandingkan dengan kondisi medan yang mendatar.

Langkah Kerja
1. Profil Memanjang
Meletakkan waterpass di titik pertama kemudian mengatur sumbu
menjadi vertikal. Kedudukan waterpass selalu tetap di titik pertama
selama pengukuran profil memanjang.
Membidik rambu pada titik kedua dengan alat bantu bidikan kasar
(visier), kemudian mengunci pesawat.
Menempatkan rambu tepat sepanjang garis antara titik pertama dan
titik kedua dengan interval 5 m. Tetapi apabila kondisi medan tidak
memungkinkan, maka interval jaraknya dapat diambil lebih panjang
atau juga lebih pendek.
Membidik rambu kemudian membaca bacaan benang.
Mengulangi langkah i iv pada titik-titik yang lain.

2. Profil Melintang
Titik-titik yang dijadikan acuan pada pengukuran profil melintang adalah titik-titik
hasil pengukuran profil memanjang dengan arah bidikan sebesar 90 dan 270 dan
dengan jarak sejauh 15 m tiap sisinya.
Langkah kerja dalam pengukuran profil melintang adalah sebagai berikut :
Menempatkan waterpass di atas titik pertama kemudian mengatur
sumbu I menjadi vertikal.
Membuat arah 000000 dengan cara membidikan pesawat ke titik
kedua.
Memutar pesawat sebesar 90, kemudian menempatkan rambu
pertama pada titik terjauh (15 m), sedangkan rambu-rambu yang lain
ditempatkan pada titik yang mempunyai beda tinggi (mewakili medan).
Membaca bacaan benang pada tiap-tiap titik dan mencatatnya.
Memutar pesawat sebesar 180 sehingga bacaan sudut menjadi 270.
Menempatkan rambu pertama di titik terjauh (15 m).
Menempatkan rambu-rambu yang lain yang dapat mewakili kondisi
medan searah bidikan pesawat. Penempatan rambu dimulai dari titik
terjauh kemudian mendekat menuju pesawat.
Mengulangi langkah i- vii untuk titik-titik yang lain.

Hitungan
Untuk menggambarkan profil, data yang dipakai adalah jarak dan beda tinggi. Jarak
dapat dicari dengan menggunakan rol meter maupun secara optis, untuk medan
yang berbukit-bukit penggunaan jarak optis lebih baik daripada menggunakan rol
meter (mengukur secara langsung).
Untuk menghitung elevasi pada tiap titik dapat ditentukan dengan rumus :
E2 = E1 H1
E3 = E2 H2 ..dst.
Keterangan :
H = beda tinggi

E = elevasi