Anda di halaman 1dari 21

Skenario

MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA


Mahasiswa kedokteran tahun pertama diberikan tugas membaca laporan kasus sebuah
penyakit. Pada bagian ringkasan kasus disebutkan:
Laki-laki, 45tahun, datang ke poliklinik umum sebuah rumah sakit dengan keluhan utama batuk
berdahak disertai darah selama satu minggu. Keluhan tambahan berupa sesak nafas, demam dan
nyeri punggung. Riwayat penyakit dahulu pasien didapatkan adanya keluhan batuk berdahak 2
tahun lalu dan telah dinyatakan menderita Tuberculosis Paru berdasarkan hasil pemeriksaan
rongent dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital normotensi, takikardi, takipnea, dan
febris. Selain itu dilakukan pemeriksaan thorax terdiri dari inspeksi, palpasi, perkusi, dan
auskultasi. Untuk menegakkan diagnosis dokter merencanakan pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan laboratorium darah dengan melakukan pungsi vena pada v.mediana cubiti yang
terletak pada fossa cubiti untuk mencari ada tidaknya anemia dan leukositosis, sedangkan
pemeriksaan mikrobiologis putum untuk mencari etiologi penyakit tersebut. Selain itu, dokter
menganjurkan pasien untuk dilakukan pemeriksaan radiologi x-ray thorax proyeksi AP (anteriorprosterior) dan lateral. Berdasarkan pemeriksaan tersebut dokter akan memberikan farmakoterapi
yang sesuai indikasi agar tidak timbul komplikasi yang lebih lanjut. Mahasiswa kemudian
mencari literatur yang sahih dan terkini dari berbagai sumber pembelajaran agar dapat belajar
dari kasus tersebut.

Sasaran Belajar
LI 1.

Memahami dan menjelaskan Anatomi Tubuh.

LI 2.

Memahami dan menjelaskan Istilah-istilah dalam kedokteran.

LI 3.

Memahami dan menjelaskan Tuberculosis Paru


LO 3.1 Memahami dan menjelaskan Etiologi Tuberculosis Paru
LO 3.2 Memahami dan menjelaskan Gejala Tuberculosis Paru
LO 3.3 Memahami dan menjelskan Pemeriksaan Tuberculosis Paru
LO 3.4 Memahami dan menjelaskan penatalaksanaan Tuberculosis Paru

Kata-kata Sulit
Poliklinik

: Balai pengobatan

Tuberculosis Paru

: Infeksi paru oleh Mycobacterium tuberculosis, ditandai oleh pneumonia


tuberculosa, pembentukan jaringan granulasi tuberculosa, nekrosis,
berkijau, klasifikasi dan pembentukan rongga.

Normotensi

: Tekanan darah normal.

Takikardi

: denyut jantung yang cepat/abnormal.

Takipnea

: Bernapas dengan cepat, biasanya menunjukan adanya penurunan


ketengangan paru atau rongga dada.

Febris

: Demam.

Thorax

: Dada.

Vena Mediana Cubiti : Vena yang terletak didaerah siku.


Fossa Cubiti

: Otot-otot yang mengelilingi lubang didaerah siku.

Farmakoterapi

: Terapi dengan obat.

LI 1

Memahami dan Menjelaskan Anatomi Tubuh

Anatomi : ilmu tentang struktur tubuh dan hubungan antarbagiannya, sebagian besar
didasarkan pada diseksi, yang darinya, nama tersebut diperoleh. Diseksi antar tubuh yang
terorganisasi

Divisi anatomi

a.) Makroskopik anatomi: struktur yang dapat dilihat mata telanjang.


Surface Anatomi : bentuk umum tubuh
Systemic Anatomi: sistem tubuh
Regional Anatomi: specific regions of the body, including all tissues residing within the
region
b.) Mikroskopik anatomi: struktur yang tidak dapat dilihat tanpa bantuan atau pembesar.
Cytology ( sel ), Histology ( jaringan dari berbagai sel dan fungsinya )
c.) Specialized Anatomical Study
Development anatomy : mempelajari perubahan struktur dan fungsi dari fertilized eggs
hingga dewasa
Medical / Radiological : mempelajari perubahan struktur akibat penyakit / menggunakan
radiasi.

istilah anatomi

Kegunaan mempelajari istilah anatomi: memahami / mengkoreksi informasi satu sama


lain, memudahkan mempelajari ilmu anatomi. Istilah anatomi terdiri dari:
A. Standard Anatomical Position: semua deskripsi anatomi didasari oleh asumsi bahwa
seseorang itu berdiri dengan SAP.

B. Principle Body Region

Planes of Section ( Penampang Tubuh )

1. Sagittal Plane : membagi organ menjadi bagian KANAN atau KIRI


Mid sagittal : PAS di tengah antara kanan dan kirinya
Para sagitta : tidak pas ditengah.
2. Frontal ( Coronal ) Plane : membagi tubuh dengan anterior ( depan ) dan posterior (
belakang )
3. Transverse ( Cross sectional atau Horizontal Plane ) membagi organ menjadi Superior
( atas ) dan Inferior ( Bawah )
4. Oblique plane: melewati tubuh dan organ lewat berbagai angle dan membaginya tidak
dalam bagian yang se equal.

Istilah arah

1. Superior = atas, inferior = bawah


2. Cephalic / Cranial = di kepala
3. Anterior ( Ventral ) = dekat di depan struktur tubuh ( bagian pusar ), Prosterior
( Dorsal ) = dibelakang struktur tubuh.
4. Medial = garis tengah tubuh, Lateral = jauh dari garis tengah tubuh
5. Ipsilateral = pada sisi tubuh yang sama, Contralateral= pad sisi tubuh yang beda
6. Proximal = dekat point of attachment, distal = jauh
7. Superficial = dipermukaan tubuh atau organ, Intermediate = antara struktur
superficial dan dalam, Deep= jauh dari permukaan tubuh atau organ

ISTILAH-ISTILAH UMUM DALAM ANATOMI


Berlaku di bagian tubuh :
Dorsal = menuju arah punggung, atas (dorsum = punggung)
Ventral = menuju arah perut, bawah (venter = perut)
Cranial = menuju ke arah kepala, depan (cranium = tengkorak)
Caudal = menuju arah ekor, belakang (cauda = ekor)
Anal = menuju arah anus, belakang (anus = dubur)
Berlaku di bagian kepala:
Oral = menuju arah mulut, depan (oris = mulut)
Apical = menuju arah puncak, atas (apex = puncak)
Aboral= menjauhi arah mulut, kebelakang (nucha = kuduk)
Nuchal= menuju tengkuk, kebelakang (nucha = kuduk)
Rostral= menuju arah hidung (daerah hidung)

Berlaku di bagian anggota gerak (extremitas):


Proximal = mendekati tubuh, ke atas
Distal = menjauhi tubuh, ke bawah
Dorsal = punggung tangan atau kaki depan
Volar = sisi belakang tangan / kaki depan
Palmar = sisi belakang tangan
8

Plantar = sisi belakang kaki belakang


Ulnar = sisi luar tangan/ kaki depan
Radial = sisi dalam tangan / kaki depan
Fibular = sisi luar kaki belakang
Tibial = sisi dalam kaki belakang
Berlaku untuk orientasi bidang-bidang pada tubuh:
Lateral = menjauhi bidang median tubuh, luar
Medial = mendekati bidang median tubuh, dalam,tengah
Median= bidang tengah tubuh, memisahkan tubuh menjadi dua bagian yang
simetris
Sagittal = sejajar dengan median, tetapi di luar bidang median Transversal = tegak lurus bidang
median, memotong poros tubuh
Horizontal = tegak lurus bidang median, sejajar poros tubuh
Berlaku untuk orientasi berbagai arah:
Dexter = kanan
Sinister = kiri
Externus = sebelah luar
Intenus= sebelah dalam
Profundus = menjauhi permukaan
Superficialis = mendekati permukaan, luar
Transversus = melintang
Longitudinalis = memanjang, menurut sumbu memanjang
Ecto = luar (lapisan luar)
Meso = tengah (lapis tengah)
Endo = dalam (lapis dalam, di dalam)
Epi= di atas (tutup)
Peri = sekeliling, sekitar
Dia= pemisah, penyebaran (diameter = garis tengah)
Hypo = di bawah
Hyper = di atas
Basis = dasar, alas, bawah
Apex = puncak, atas
Margo = tepi (marginal = tepian)
Berbagai sebutan sifat:
Magnus= besar
Brevis = kecil
Major/ majus = besar
Minor/ minus = kecil
Alba = putih
Nigra = hitam
Flava = kuning
Rubra = merah
Grisea = abu-abu
9

Lutea = kuning
Chloros = hijau
Dorum/ serra = keras
Molle = lunak
Supra = atas, lebih atas
Infra = bawah, lebih bawah
Berbagai bentukan / bangunan
Facies= muka, permukaan
Fovea = lekuk yang bulat
Facialis = termasuk permukaan
Fascia = lembaran, balut, selaput otot
Foramen= lubang
Sulcus= lekuk / alur
Fasciculus= berkas
Canalis = Saluran, pipa
Cavum= Rongga
Caverna = rongga (caver-nosus = berongga-rongga)
Caput= kepala
Condylus = benjol sendi
Collum = leher
Spina= duri
Crista= bingkai, tepian tajam, sisir
Sinus= lengkung, rongga kecil, serambi
Processus= taju
Fissura= celah, robek
Incissura = irisan, sobekan

10

LI 2

Memahami dan menjelaskan Istilah-istilah dalam kedokteran

Anemia

: Penurunan jumlah eritrosit, kuantitas hemoglobin, atau volume packed


red cells dalam darah di bawah normal.

Anterior

: Terletak di atau mengarah ke depan

Auskultasi

: Mendengarkan suara di dalam tubuh, terutama untuk memastikan


kondisi organ dalam thorax atau abdomen serta untuk mendeteksi
kehamilan , dapat dilakukan dengan telinga tanpa alat bantu atau dengan
stetoskop.

Diagnosis

: Penentuan sifat penyakit atau membedakan suatu penyakit dengan yang


lainnya.

Farmakoterapi

: Terapi dengan obat.

Febris

: Demam.

Fossa Cubiti

: Otot-otot yang mengelilingi lubang didaerah siku.

Inspeksi

: Merupakan proses observasi dengan menggunakan mata.

Laboratorium

: Tempat dengan perlengkapan untuk melakukan berbagai uji atau


percobaan.

Lateral

: Menunjuk posisi yang lebih jauh dari bidang tengah atau garis tengah
tubuh atau struktur

Leukositosis

: Peningkatan sementara jumlah leukosit dalam darah , akibat berbagai


penyebab.

Mikrobiologis Sputum : mikrobiologis yang terdapat di dalam bahan yang dikeluarkan lewat
mulut (dahak).
Normotensi

: Tekanan darah normal.

Palpasi
: Tindakan merasakan dengan tangan, penggunaan jari tangan dan
sentuhan ringan pada permukaan tubuh untuk menentukan keadaan organ tubuh di bawahnya,
dilakukan pada diagnosis fisik.
Perkusi
: Perbuatan mengetuk sesuatu dengan ketukan pendek dan tajam sebagai
cara untuk mengetahui keadaan yang ada dibaliknya berdasarkan suara ketukan yang terdengar.
Poliklinik

: Balai Pengobatan

Posterior

: Terletak di atau mengarah ke belakang

Pungsi

: Pengambilan cairan
11

Radiologi

: Cabang ilmu kesehatan yang berhubungan dengan subtitusi radio aktif


dam energi pancarannya dan dengan diagnosis serta pengobatan penyakit.

Rontgen

: Satuan Internasional untuk radiasi sinar X dan sinar Gamma

Takikardi

: denyut jantung yang cepat/abnormal.

Takipnea

: Bernapas dengan cepat, biasanya menunjukan adanya penurunan


ketengangan paru atau rongga dada.

Thorax

: Dada.

Tuberculosis Paru

: Infeksi paru oleh Mycobacterium tuberculosis, ditandai oleh pneumonia


tuberculosa, pembentukan jaringan granulasi tuberculosa, nekrosis,
berkijau, klasifikasi dan pembentukan rongga.

Vena Mediana Cubiti : Vena yang terletak didaerah siku.


X-ray

LI 3

Memahami dan menjelaskan Tuberculosis


LO 3.1 Memahami dan menjelaskanEtiologi Tuberculosis
Tuberkolosis adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan mikrobakterium
tuberkolosis.Penyakit ini biasanya menyerang paru.Infeksi awal terjadi 2-10 minggu
setelah pemajan.Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan
atau ketidakefektifan respon imun. Tuberkolosis termasuk sebagai penyakit yang
mudah menular dengan penularan melalui udara
Tuberkulosis disebabkan oleh sejenis bakteri tahan asam(BTA). Proses terjadinya
infeksi M. tuberculosis biasanya secara inhalasi, sehingga TB paru merupakan
manifestasi klinis yang paling sering dibanding organ lainnya. Penularan penyakit ini
sebagian besar melalui inhalasi basil yang mengandung droplet nuclei, khususnya
yang didapat dari pasien TB paru dengan batuk berdarah atau berdahak .
Penyebab TB adalah Mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman berbentuk batang
,bersifat aerob tipis,tidak berkapsul,tidak berspora, tumbuh dengan lambat dan sensitif
terhadap panas dan sinar ultra violet dengan ukuran panjang 1-4 m dan tebal 0,3-0,6
m. Sebagian besar dinding kuman terdiri atas asam lemak (lipid), peptidoglikan, dan
arabinomannan.Lipid inilah yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam (asam
alkohol) sehinga disebut bakteri tahan asam (BTA) dan dia juga lebih tahan tehadap
gangguan kimia dan fisis.Bakteri dapat hidup dalam keadaan panas maupun
dingin.Hal ini terjadi karena bakteri berada dalam sifat dormant.Dari sifat dormant ini
kuman dapat bangkit lagi dan menjadikan penyakit TB menjadi aktif lagi.Selain itu
penyakit ini punya faktor predisposisi seperti kemiskinan,status sosial ekonomi,status
gizi,kepadatan penduduk,dan kekebalan sistem imun tiap individu.
12

LO 3.2 Memahami dan menjelaskan Gejala Tuberculosis Paru


1. Batuk berdahak disertai darah
- Bakteri Mycrobacterium Tuberculosis akan menyerang paru-paru dan membuat paruparu berlubang sehinga terluka dan mengeluarkan darah
2. Nyeri Punggung
- Ketika seorang pasien terinfeksi bakteri TBC, pasien akan mengalami penurunan gizi
sehingga daya tahan tubuh pasien berkurang. Bakteri TBC akan menginfeksi tulang
belakang yang merupakan kelanjutan dari penyakit TBC pada paru-paru.
3. Anemia
- Anemia akan terjadi karena pasien selalu mengeluarkan darah pada saat pasien batuk,
sehingga pasien akan kekurangan darah dan terjadi anemia.
4. Leukositosis
- Di dalam tubuh manusia terdapat sel darah putih atau leukosit yang bertugas untuk
menjaga tubuh manusia dari serangan bakteri atau virus yang berbahaya. Pada saat
terjadi infeksi di dalam tubuh manusia, leukosit akan meningkat melebihi batas
normal sehingga terjadi leukositosis.
5. Takikardi
- Takikardi adalah denyut jantung yang berdegup lebih kencang dari degup jantung
normal. Pada saat pasien mengalami TBC, takikardi akan terjadi karena pasien
kekurangan darah akibat batuk berdahak disertai darah yang terus berulang.
6. Takipnea
- Takipnea adalah pernapasan yang terjadi secara abnormal, cepat, dan dangkal. Pada
saat pasien terinfeksi Mycrobacterium Tuberculosis di paru-paru, saluran pernapasan
akan mengalami pembengkakan dan penyempitan sehingga pasien akan mengalami
sesak nafas atau takipnea.
7. Febris
- Febris adalah meningkatnya temperature tubuh atau biasa disebut dengan demam.
Febris terjadi karena infeksi Mycrobacterium Tuberculosis yang menyebabkan
temperature tubuh meningkat secara abnormal.
LO 3.3 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan Tuberculosis Paru
Untuk mediagnosa penyakit tuberkulosis dapat di lakukan berbagai pemeriksaan yang
akan di paparkan di bawah ini, namun yang lebih di tekankan dalam mendiagnosa adanya
penyakit TBC adalah indikasi gejala klinis, sebab gejala klinis yang mendukung
ditambah dengan hasil pemeriksaan lain barulah dapat di tentukan diagnosa penyakit
TBC. Berikut ini adalah cara pemeriksaan TBC :

13

1.Pemeriksaan bakteriologi : Dilakukan untuk menemukan kuman tuberkulosis


mempunyai arti yang sangat penting dalam menegakkan diagnosa.
Bahan - Bahan atau spesimen untuk pemeriksaan bakteriologi (perlu diperhatikan waktu
pengambilan, tempat penampungan, waktu penyimpanan dan cara pengiriman bahan
pemeriksaan) : Pada pemeriksaan laboratorium tuberkulosis ada beberapa macam bahan
pemeriksaan yaitu:
a. Dahak
Memeriksa dahak secara mikroskopis pada 3 spesimen yang di kenal dengan istilah
SPS (sewaktu-pagi-sewaktu). Dahak yang baik untuk di periksa adalah dahak yang
mukopurulen ( nanah berwarna hijau kekuning- kuningan) bukan ingus juga bukan ludah,
jumlahnya 3-5ml tiap pengambilan.
Pada orang dewasa harus diperiksa 3 spesimen dahak dalam waktu 2 hari berturutturut.
-sewaktu : Dahak di kumpulkan pada saat suspek TBC datang berkunjung
pertama kali datang pelayanan kesehatan. Pada saat pulang suspek
membawa sebuah pot untuk mengumpulkan dahak hari kedua.
- pagi
: Dahak di kumpulkan di rumah pada pagi hari kedua, segera setelah
bagun tidur.
Pot tersebut diantar sendiri ke laboratorium pelayanan kesehatan.
- Sewaktu : Dahak di kumpulkan pada hari pada saat menyerahkan dahak pagi
kepada pihak pelayanan kesehatan
b. Cairan pleura
Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien efusi pleura untuk menegakkan diagnosis
c. Liquor cerebrospinal
d. Bilasan bronkus,
e. Bilasan lambung
Air kuras lambung, Umumnya anak-anak atau penderita yang tidak dapat mengeluarkan
dahak. Tujuan dari kuras lambung untuk mendapatkan dahak yang tertelan.
Dilakukan pagi hari sebelum makan dan harus cepat dikerjakan
f. Urin
Air Kemih, Urin pagi hari, pertama kali keluar, merupakan urin pancaran tengah.
Sebaiknya urin kateter.
g. Jaringan biopsi.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis tuberkulosis. Bahan
jaringan dapat diperoleh melalui biopsi atau otopsi
h. Kurasan bronkoalveolar,

14

Pemeriksaan bakteriologi dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan mikroskopis dan


biakan
a.Pemeriksaan Mikroskopis

Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan hapusan dahak mikroskopis langsung yang


merupakan metode diagnosis standar dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen. Pemeriksaan ini
untuk
mengidentifikasi BTA yang memegang peranan utama dalam diagnosis TB Paru.
Selain tidak memerlukan biaya mahal, cepat, mudah dilakukan, akurat,
pemeriksaan mikroskopis merupakan teknologi diagnostik yang paling sesuai karena
mengindikasikan derajat penularan, risiko kematian serta priorita pengobatan.
Pemeriksaan dahak dilakukan selama 3 x yaitu 2 bulan setelah pengobatan, 5 bulan
setelah pengobatan dan 6 bulan setelah pengobatan. Pemeriksaan BTA dahak penderita
dilakukan oleh petugas laboratorium Puskesmas.
b.Pemeriksaan biakan kuman

Kultur (biakan), Media yang biasa dipakai adalah media padat Lowenstein Jesen. Dapat
pula Middlebrook JH11, juga sutu media padat. Untuk perbenihan kaldu dapat
dipakai Middlebrook JH9 dan JH 12. Melakukan pemeriksaan biakan
dimaksudkan untuk mendapatkan diagnosis pasti dan dapat mendeteksi
mikobakterium tuberkulosis dan juga
Mycobacterium Other Than Tuberculosis (MOTT)
c.Uji kepekaan kuman terhadap obat-obatan anti tuberkulosis, tujuan dari
pemeriksaan
ini, mencari obat-obatan yang poten untuk terapi penyakit tuberkulosis.

15

2. Pemeriksaan darah
Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukan indikator yang spesifik
untuk tubercolosis. Laju Endap Darah ( LED ) jam pertama dan jam kedua
dibutuhkan. Data ini dapat di pakai sebagai indikator tingkat kestabilan keadaan
nilai keseimbangan penderita, sehingga dapat digunakan untuk salah satu respon
terhadap pengobatan penderita serta kemungkinan sebagai predeteksi tingkat
penyembuhan penderita.
Demikian pula kadar limfosit dapat menggambarkan daya tahan tubuh penderita.
LED
sering meningkat pada proses aktif, tetapi LED yang normal juga tidak
menyingkirkan
diagnosa TBC
3.Uji Tuberculin

Pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk menunjukkan
sedang/pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa dan sering digunakan dalam "Screening
TBC". Efektifitas dalam menemukan infeksi TBC dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%.
Penderita anak umur kurang dari 1 tahun yang menderita TBC aktif uji tuberkulin positif
100%, umur 12 tahun 92%, 24 tahun 78%, 46 tahun 75%, dan umur 612 tahun 51%.
Dari persentase tersebut dapat dilihat bahwa semakin besar usia anak maka hasil uji tuberkulin
semakin kurang spesifik.
Ada beberapa cara melakukan uji tuberkulin, namun sampai sekarang cara mantoux lebih
sering digunakan. Lokasi penyuntikan uji mantoux umumnya pada bagian atas lengan
bawah kiri bagian depan, disuntikkan intrakutan(ke dalam kulit).Penilaian uji tuberkulin
dilakukan 4872 jam setelah penyuntikan dan diukur diameter dari pembengkakan
(indurasi) yang terjadi.
Uji tuberkulin hanya berguna untuk menentukan adanya infeksi TB, sedangkan
penentuan sakit TB perlu ditinjau dari klinisnya dan ditunjang foto torak. Pasien dengan
hasil uji tuberkulin positif belum tentu menderita TB. Adapun jika hasil uji tuberkulin
16

negatif, maka ada tiga kemungkinan, yaitu tidak ada infeksi TB, pasien sedang mengalami
masa inkubasi infeksi TB, atau terjadi alergi.
Penilaian hasil uji tuberculin test :
1. Pembengkakan (Indurasi) : 04 mm,uji mantoux negatif.
Arti klinis : tidak ada infeksi Mikobakterium tuberkulosa
2. Pembengkakan (Indurasi) : 39 mm,uji mantoux meragukan.
Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi atau silang dengan Mikobakterium
atipik setelah vaksinasi BCG.
3. Pembengkakan (Indurasi) : = 10 mm,uji mantoux positif.
Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa

4. Pemeriksaan radiologis

Pemeriksaan standar ialah foto toraks. Pemeriksaan lain atas indikasi: fotolateral,
top lordotik, oblik, CT Scan. Pada pemeriksaan foto toraks, tuberkulosis dapat
memberi gambaran bermacam-macam bentuk.
Gambaran radiologi yang di curigai lesi TBC aktif
- Bayangan berawan atau nodular di segmen apical dan posterior lobus atas paru dan
segmen superior lobus bawah
- Kapitas, terutama lebih dari satu di kelilingi bayangan berawan atau noduler
- Bayangan bercak miler
- Efusi pleura unilateral
Gambaran radiologi yang di curigai lesi TB inaktif
- Fibrotik pada segmen apikal dan posterior lobus atas
- Kalsifikasi atau fibrotik
- Fibrothorak dan atau penebalan pleura
Indikasi Pemeriksaan Foto Toraks
Pada sebagian besar TB paru, diagnosis terutama ditegakkan dengan pemeriksaan
dahak secara mikroskopis dan tidak memerlukan foto toraks. Namun pada kondisi
tertentu pemeriksaan foto toraks perlu dilakukan sesuai dengan indikasi sebagai
17

berikut:
- Hanya 1 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif. Pada kasus ini pemeriksaan
foto toraks dada diperlukan untuk mendukung diagnosis TB paru BTA positif.
- Ketiga spesimen dahak hasilnya tetap negatif setelah 3 spesimen dahak SPS pada
pemeriksaan sebelumnya hasilnya BTA negatif dan tidak ada perbaikan setelah
pemberian antibiotika non OAT(non fluoroquinolon
- Pasien tersebut diduga mengalami komplikasi sesak nafas berat yang memerlukan
penanganan khusus (seperti: pneumotorak, pleuritis eksudativa, efusi perikarditis atau
efusi pleural) dan pasien yang mengalami hemoptisis berat (untuk menyingkirkan
bronkiektasis atau aspergiloma
5.pemeriksaan khusus
a.BACTEC
Merupakan pemeriksaan teknik yang lebih terbaru yang dapat mengidentifikasi kuman
tuberkulosis secara lebih cepat. Metode yang digunakan adalah metode radiometrik.
M.
Tuberkulosis metabolisme asam lemak yang kemudian menghasilkan CO2 yang akan
dideteksi growth indexnya oleh mesin ini. Sistem ini dapat menjadi salah satu alternatif
pemeriksaan biakan secara cepat untuk membantu menegakkan diagnosis dan melakukan
uji kepekaan.
b.PCR
Pemeriksaan ini adalah teknologi canggih yang dapat mendeteksi DNA, termasuk DNA M.
Tuberkulosis. Salah satu masalah dalam pelaksanaan teknik ini adalah kemungkinan
kontaminasi. Hasil pemeriksaan PCR dapat membantu untuk menegakkan diagnosis
sepanjang pemeriksaan tersebut dikerjakan dengan cara benar dan sesuai dengan standar
internasional. Pada tuberkulosis pasca primer, penyebaran kuman terjadi secara
bronkogen, sehingga
penggunaan sampel darah untuk uji PCR tidak disarankan. Sebaliknya bila sampel
yang diperiksa merupakan dahak dari penderita yang dicurigai menderita tuberkulosis
paru,masih ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan PCR
sebagai sarana diagnosis tuberkulosis paru
c.PEMERIKSAAN SEROLOGI
-ELISA
Teknik ini merupakan salah satu uji serologi yang dapat mendeteksi respons humoral
berupa proses antigen antibodi yang terjadi. Kelemahan utama dari teknik ELISA ini
adalah pengenceran serum yang tinggi dan perlu dilakukan untuk mencegah ikatan
nonspesifik dari imunoglobulin manusia pada plastik
-Immuno crhomotografi tuberculosis (ITC)
Uji ICT adalah uji serologi untuk mendeteksi antibodi M. Tuberkulosis dalam
serum.
18

Uji ini merupakan uji diagnostik tuberkulosis yang menggunakan 5 antigen


spesifik yang berasal dari membran sitoplasma M. Tuberculosis
-PAP (peroksidase anti peroksidase)
Uji ini merupakan salah satu jenis uji yang mendeteksi reaksi serologi yang terjadi
-Mycodot
Uji ini mendeteksi antibodi antimikobakterial di dalam tubuh manusia. Uji ini
menggunakan antigen lipoarabinomanan yang ditempel dengan alat yang berbentuk sisir
plastik
-Ig G TB
Uji ini adalah salah satu pemeriksaan serologi dengan cara mendeteksi antibodi IgG
dengan antigen spesifik untuk mikobakterium tuberkulosis. Di luar negeri metode ini
lebih sering digunakan untuk mendiagnosa TB ekstraparu, tetapi kurang baik untuk
diagnose TB pada anak
LO 3.4 Memahami dan menjelaskan penatalaksanaan Tuberculosis Paru
Tujuan pengobatan tuberkolosis ialah memusnahkan basil Tuberkolosis dengan cepat
dan mencegah kambuh kembali.Idealnya pengobatan untuk menghasilkan
pemeriksaan sputum negative pada uji hapusan dahak maupun biakan kuman.
Pengobatan untuk Tuberkolosis adalah dengan farmakologi. Berikut beberapa macam
pengobatan:
1. Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin,
Pirazinamid.Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang
masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan
obat-obat ini.
2. Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin,
Kapreomisin dan Kanamisin.
Pengobatan harus berlangsung selama 2-6 bulan setelah sputum negative untuk tujuan
sterilisasi lesi dan mencegah kambuh.

Terdapat 2 macam sifat/aktivitas obat terhadap tuberculosis , yaitu sebagai berikut:


A. Aktivitas bakterisid
Disini obat bersifat membunuh kuman-kuman yang sedang tumbuh (metabolismenya
masih aktif). Aktivitas bakteriosid biasanya diukur dengan kecepataan obat tersebut

19

membunuh atau melenyapkan kuman sehingga pada pembiakan akan didapatkan hasil
yang negatif (2 bulan dari permulaan pengobatan).
B. Aktivitas sterilisasi
Disini obat bersifat membunuh kuman-kuman yang pertumbuhannya lambat
(metabolismenya kurang aktif).Aktivitas sterilisasi diukur dari angka kekambuhan
setelah pengobatan dihentikan.
Pengobatan penyakit Tuberculosis dahulu hanya dipakai satu macam obat
saja.Kenyataan dengan pemakaian obat tunggal ini banyak terjadi resistensi.Untuk
mencegah terjadinya resistensi ini, terapi tuberculosis dilskukan dengan memakai
perpaduan obat, sedikitnya diberikan 2 macam obat yang bersifat bakterisid. Dengan
memakai perpaduan obat ini, kemungkinan resistensi awal dapat diabaikan karena
jarang ditemukan resistensi terhadap 2 macam obat atau lebih serta pola resistensi
yang terbanyak ditemukan ialah INH
Kategori pengobatan untuk penderita Tuberkolosis yaitu:
A.

Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3
Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap
hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali
dalam seminggu (tahap lanjutan).Diberikan kepada:
i.
ii.

B.

Penderita baru TBC paru BTA positif.


Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat.

Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3
Diberikan kepada:
i. Penderita kambuh.
ii. Penderita gagal terapi.
iii. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.

C.

Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3
Diberikan kepada:
i.

Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.

20

Daftar Pustaka
www.medicastore.com

21