Anda di halaman 1dari 3

1.

a.
b.
c.

Jelaskan istilah-istilah berikut


Interaksi radiasi elektromagnetik dengan sampel dalam spektrofotometer UV-Vis
Pergeseran barthokromik dan hipsokromik
Perbedaan spektroskopi ultraviolet dan visible dengan spektroscopi atom

2. Analisis unsur logam secara tepat dengan menggunakan SSA sangat dipengaruhi oleh
sistem pengatoman yang digunakan dan keberadaan unsur-unsur pengganggu lainnya.
a. Jelaskan prinsif dasar kerja SSA dalam analisis sampel
b. Jelaskan sistem pengatoman yang digunakan pada SSA
c. Jelaskan interferensi dalam SSA, penyebabnya dan cara mengatasi interferensi tsb.

3. Sebanyak 0,59 gram sampel logam besi dilarutkan dalam asam dan diencerkan sampai
250 mL. Selanjutnya dipipet 10 mL dan ditambahkan pereaksi serta diencerkan
sampai 250 mL. Selanjutnya dipipet 10 mL dan ditambahkan pereaksi serta
diencerkan sampai 100 mL. larutan ini memberikan serapan sebesar 0,55 jika diukur
secara spektrofotometri dengan ketebalan kuvet 1 cm pada panjang gelombang 520
nm. Tentukan serapan molarnya dan kadar besi dalam logam tsb jika diberikan data
larutan standar Fe(III) sebagai berikut :

Fe(III)
A

1
0,108

2
0,250

4
0,462

6
0,7

8
0,842

Jawaban
1. Interaksi radiasi elektromagnetik dengan sampel dalam spektrofotometer
UV-Vis
a. adalah terjadinya penyerapan cahaya dari cahaya Uv Vis oleh materi(molekul)
medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam bidang yang saling
tegak lurus satu sama lainnya pada arah rambatannya Larutan sampel dikenai
radiasi elektromagnetik, sehingga menyerap energi / radiasi sehingga terjadi
interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan materi (molekul) sehingga
menghasilkan hamburan
b. BATOHIPO
a. Pergesaran batokromik (red shift), yaitu pergeseran kearah panjang
gelombang yang lebih panjang atau kearah frekuensi rendah.
b. Pergeseran hipokromik (blue shift), yaitu pergeseran kearah panjang
gelombang yang lebih pendek atau kearah frekuensi tinggi.
c. Spektroskopi atom adalah metode analisa yang didasarkan atas serapan atom
yang berada pada tingkat energy dasar (ground state)
Spektroskopi ultraviolet dan visible adalah metode analisa yang didasarkan
atas serapan molekul dengan menggunakan radiasi sinar uv dan sinar tampak.
2.
a. Prinsif dasar kerja SSA dalam analisis sampel
Prinsip kerja spektroskopi serapan atom adalah pengukuran intensitas cahaya
yang diserap sampel yang harus diuraikan menjadi atom-atom netral yang
berada dalam keadaan dasarnya dan diukur pada panjang gelombang tertentu.
Dalam analisis serapan atom, unsur yang dianalisis harus dikembalikan ke
keadaan dasar sebagai atom netral.
b. Sistem pengatoman yang digunakan pada SSA
Dalam nyala terjadi proses pengatoman sampel. Atom yang terbentuk semula
berada dalam keadaan dasar (ground state), namun kemudian dengan
menyerap cahaya dari lampu katoda, atom tersebut mengalami eksitasi ke
tingkat energi yang lebih tinggi. Atom yang semula berada dalam keadaan
teresitasi kembali ke tingkat energi dasar dengan melepaskan energi atau
cahaya.

Selanjutnya

energi

atau

cahaya

tersebut

ditangkap

oleh

monokromator, kemudian dibaca oleh detektor dan diolah menjadi data output
dalam bentuk skala meter atau data digital.
c. Interferensi dalam SSA, penyebabnya dan cara mengatasi interferensi tsb.
1. Interferensi ionisasi

Terjadinya pembentukan ion + yang mengakibatkan menurunkan nilai absorbansi


yang sebenarnya.
Penyebab: energi berlebihan (penggunaan nyala yang tinggi / temperatur nyala untuk
unsur yang dianalisis)
Cara mengatasi: dilakukan optimasi laju alir gas dan pembakar ulang.
Cara Mengatasi : penambahan unsur-unsur yang lebih mudah mengalami ionisasi
dalam jumlah yang berlebihan kedalam sampel, standar, dan blanko. Misalnya
dengan penambahan K, Na, dan Pb.
2. Interferensi background
Terjadi karena terbentuknya oksida pada proses pengatoman.
Penyebab: penggunaan gas pembakar dan oksidan yang kurang tepat sehingga suhu
pengatoman kurang efektif dan menyebabkan terjadinya oksida
Cara Mengatasi: Tinjau ulang penggunaan pembakar dan oksidan
3. Interferensi Spektral
Terjadi karena adanya overlaping absorpsi antara spesies penggangu dan spesies
yang diukur karena rendahnya resolusi monokromator.
Cara mengatasi: memilih garis resonansi yang tidak berdekatan misal untuk Al
dipilih garis resonansi pada 309,207 nm, serta dengan meningkatkan resolusinya
dengan menggunakan prisma dan filter
4. Interferensi Kimia
terjadi bila sampel yang dianalisis membentuk senyawa baru yang lebih stabil
dengan unsur analit
Cara mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan nyala pada suhu tinggi atau
menambah zat pembebas.
5. Interferensi Matriks
terjadi apabila sifat fisika seperti kekentalan dan tegangan muka permukaan sampel
sangat berbeda dengan larutan standar.
Cara mengatasinya dengan membuat larutan standar, sampel, dan blanko betul-betul
sama atau dapat juga dengan menggunakan metode standar adisi.

Anda mungkin juga menyukai