Anda di halaman 1dari 27

DESAIN PRODUK DAN JASA

DEFINISI PRODUK
Setiap barang dan jasa yang masuk dalam fase perkenalan, dapat didefinisikan, yaitu
berdasarkan fungsinya, untuk apa produk atau jasa itu digunakan. Perusahaan mendesain suatu
produk dengan tujuan bagaimana meningkatkan fungsi-fungsinya. Selanjutnya definisi suatu
produk dilihat dari aspek desain seperti warna, bentuk dan ukurannya yang dapat diterima oleh
pasar.
Gambaran teknis (engineering drawing ) merupakan dimensi dan toleransi atas bahan baku
yang dibeli, atau bahan baku yang diproduksi yang dapat dipergunakan sebagai komponen
didalam proses produksi. Gambaran ini merupakan standar kualitas atau mutu bahan baku yang
menjadi komponen yang akan dipakai dalam proses produksi.
Kartu stok (Bill of Materials ) merupakan daftar dari tiap-tiap komponen dengan
uraiannya, jumlahnya dan berapa kebutuhan yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang.
BOM merupakan dokumen yang dibuat berdasarkan hasil desain produk dan menjadi dasar bagi
manajer produksi untuk melaksanakan proses produksi, sehingga proses produksi dapat
menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan desain yang ditentukan dalam pengembangan
produk.
Suatu produk yang telah didesain untuk memproduksinya membutuhkan dokumen seperti
berikut ini:
1. Gambaran teknis assembling (assembly drawing), yang merupakan cara pengelolahan suatu
produk. Gambaran teknis biasanya merupakan gambaran tiga dimensi, berupa gambaran
isometrik (yang menggambarkan setiap komponen dan cara penggabungannya).
2. Urutan penggabungan komponen (chart assembling), merupakan bentuk skematik
bagaimana suatu produk di-assembling, dibeli komponennya atau dikombinasikan, serta alur
tiap komponen sesuai dengan subassembling yang ada untuk menghasilkan suatu produk
akhir.
3. Daftar alir komponen (route sheet), merupakan aturan operasional untuk mengassembling
dan inspeksi kebutuhan untuk memproduksi suatu komponen dengan bahan baku yang
spesifik berdasarkan bill of materials.

4. Order (work order) adalah instruksi untuk membuat sejumlah item produk dan bagianbagiannya yang dilengkapi dengan skedul pembuatannya.
5. Pembertahuan perubahan teknik (engineering change notice), merupakan koreksi teknik
akibat modifikasi dari gambaran teknik atau bill of materials.
6. Sistem perencanaan produk (configuration management), merupakan sistem dari
perencanaan produk dan perubahan komponen yang secara akurat dikenali dan dikendalikan
secara akuntabilitas atas perubahan pemeliharaannya.
STRATEGI PRODUK DENGAN KEUNGGULAN BERSAING
Strategi produk disusun dengan melakukan seleksi atas keinginan pelanggan, baik
pelanggan tingkat lokal, regional maupun tingkat dunia yang sesuai dengan acuan patokan
(benchmarking) yang ditetapkan perusahaan. Selanjutnya mendefinisikan produk yang akan
dihasilkan ke dalam sistem manajemen operasional dan implikasinya, dilanjutkan dengan
membuat desain produk yang akan diproduksi melalui manajemen operasional. Sebagai contoh;
strategi Toyota yaitu merespons secara cepat perubahan pelanggan. Desain produk mobil A di
dalam industrinya dilakukan secara cepat, di mana desain produk mobil A sudah harus mulai
dikembangkan sebelum umur desain A mencapai dua tahun, kemudian ditindaklanjuti dengan
penghentian produksi desain A pada tahun ketiga. Maksudnya bahwa produk berdasarkan satu
desain produksinya paling lama hanya tiga tahun, sesudah itu sudah harus ada perubahan dengan
menciptakan desain produk baru.
Produk jam tangan Seiko di desain dengan strategi multi desain, dan setiap desain
dikembangkan dengan tipe generasi seperti; untuk orang tua (lelaki dan wanita), orang muda
(teenegers), sampai untuk anak-anak sekolah dasar (SD).
McDonalds mendesain produk siap saji (fast food) dengan bahan dagung ayam yang
berdasarkan budaya tiap-tiap Negara adalah daging yang tidak haram, seperti India, Indonesia,
dan Malaysia, serta Timur Tengah. Selanjutnya produk dikembangkan dengan pelengkap
minuman ringan yang bervariasi.

SIKLUS KEHIDUPAN PRODUK ( PRODUCT LIFE CYCLE)


Product Life Cycle (PLC) yang menggambarkan lahirnya suatu produk baru sampai pada
kematian suatu produk yang dikatakan sudah lama. Secara sederhana, konsep ini menyatakan
bahwa hampir semua produk baru yang ditawarkan kepada masyarakat akan menjalani suatu
siklus kehidupan yang terdiri atas empat tahap dalam periode waktu terbatas. Tiap tahap dalam
PLC, membuka kesempatan-kesempatan baru dan menimbulkan masalah-masalah baru bagi
manajemen produksi. Bila diketahui kedudukan produk dalam siklus kehidupannya, maka dapat
dirumuskan rencana perbaikan desain dan pengembangan produk yang lebih baik. Secara ringkas
keempat tahap PLC tersebut dapat diperinci sebagai berikut :
1. Tahap perkenalan (introduction)
2. Tahap pertumbuhan
3. Tahap kejenuhan
4. Tahap penurunan

Fase perkenalan karena produk pada fase perkenalan ini sebagaimana teknik produksi
mereka masih sedang disesuaikan dengan pasar, kondisi ini mungkin memerlukan adanya
pegeluaran lain-lain untuk penelitian,pengembangan produk, modifikasi dan perbaikan
proses, dan pengembangan pemasok. Sebagai contoh, saat telephone genggam dikenalkan

pertama kali, keistimewaan pada telephone genggam yang di inginkan oleh masyarakat
masih belum ditetapkan. Pada waktu yang bersamaan,menejer oprasi masih mencari-cari
tektik manufaktur yang terbaik.
Fase pertumbuhan Dalam fase pertumbuhan, desain produk telah mulai stabil, dan
diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif. Penambahn kapasitas atau
peningkatan kapasitas yang sudah ada untuk menampung peningkatan permintaan produk
mungkin diperlukan.
Fase kematangan Pada saat sebuah produk dewasa, pesaing mulai bermunculan. Produksi
jumlah besar dan inovatif sangat sesuai pada fase ini. Pengendalian biaya yang lebih baik,
berkurangnya pilihan dan pemotongan lini produk mungkin efektif atau diperlukan untuk
meningkatkan keuntungan dan pangsa pasar.
Fase penurunan menejemen mungkin perlu agak kejam terhadap produk yang siklus
hidupnya mendekati akhir. Produk yang hamper mati biasanya produk yang buruk bagi
investasi sumber daya dan kemampuan manajerial. Kecuali jika produk yang hamper mati
ini membuat kontribusi yang unik bagi reputasi perusahaan atau lini produknya, atau bisa
dijual dengan harga yang tinggi, maka produk mereka harus dihentikan.

ANALISIS PRODUK BERDASARKAN NILAI


Manajer operasi yang efektif memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Hal itu
merupakan prinsip pareto, yakni fokus pada permasalahan yang sedikit tetapi penting, dan bukan
pada permasalahan yang banyak tetapi merupakan permasalahan kecil yang diterapkan pada
bauran produk. Sumber daya diinvestasikan pada permasalahan yang sedikit, tetapi penting
bukan pada yang banyak, tetapi sepele. Kontribusi yang rendah dari produk tertentu jika dilihat
persatuan mungkin akan tampak sangat berbeda jika hal itu mempresentasikan sebagian besar
nilai penjualan dalam perusahaan.
Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang
memungkinkan untuk setiap produk. Hal ini dapat meliputi pertambahan arus uang, peningkatan
penetrasi pasar, atau mengurangi biaya,. Laporan juga dapat menginformasikan pasa manajemen

mengenai produk yang harus dihilangkan, gagal, tidak boleh diinvestasikan lebih lanjut pada
penelitian dan pengembangan atau modal.
MENGHASILKAN PRODUK BARU
Karena produk-produk biasanya mati yang tidak perlu harus dibuang dan digantikan,
Karena perusahaan menghasilkan hampir semua pendapatan dan keuntungan dari produk-produk
baru, Definisi dan desain harus dilakukan terus menerus.
PELUANG PRODUK BARU
Pengembangan produk baru yang agresif mengharuskan organisasi membangun struktur
internal yang membuka komunikasi dengan pelanggan, budaya organisasi inovatif, penelitian
dan pengembangannya agresif, kepemimpinannya kuat, bonusnya bersifat formal, serta
pelatihan. Satu teknik untuk menghasilkan ide produk baru adalah brainstorming. Brainstorming
adalah sebuah teknik di mana kelompok orang yang berbeda berbagi ide pada topik tertentu
tanpa mengkritik. Tujuan brainstorming adalah untuk membangkitkan diskusi terbuka yang
menghasilkan ide kreatif mengenai produk yang memungkinkan perbaikan produk. Walaupun
perusahaan dapat memasukkan brainstorming dalam beragam tahapan pengembangan produk
baru, umumnya akan bermanfaat bila secara langsung disertai semangat dapat memusatkan
perhatian pada peluang tertentu.
Berikut ini adalah manfaat yang dapat diperoleh jika manajemen melakukan
brainstorming:
1.

Memahami pelanggan

Pelanggan merupakan permasalahan mendasar dalam pengembangan produk baru.

Banyak

produk yang muncul di pasaran yang idenya berasal dari pelanggan, dan bukan dari produsen.
Beberapa produk cenderung dikembangkan oleh individu, organisasi atau perusahaan yang peka
terhadap trend pasar dan mempunyai peluang untuk memenuhi kebutuhan di luar pasar biasa.
2.

Perubahan ekonomi

Perubahan ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat kemakmuran jangka penjang, tetapi


siklus ekonomis dan harga berubah pada jangka pendek. Pada kondisi ekonomi yang membaik,
banyak pelanggan memenuhi kebutuhan untuk investasi jangka panjang, sedangkan pada kondisi

ekonomi memburuk, banyak pelanggan mengurangi tingkat konsumsinya, sehingga berimbas


pada jumlah permintaan terhadap produk tertentu akan menurun.
3.

Perubahan sosiologis dan demografis

Perubahan ini muncul karena beberapa hal, diantaranya adalah trend memiliki keluarga kecil,
sehingga mengubah preferensi pada ukuran rumah, apartemen, dan mobil.
4.

Perubahan teknologi

Perubahan teknologi membuat segalanya menjadi mungkin untuk dilakukan, misalnya


melakukan transaksi dengan pihak asing melalui e-commerce, penggunaan mesin-mesin digital
untuk berproduksi.
5.

Perubahan politik

Kondisi suatu Negara dapat perpengaruh pada munculnya peraturan baru. Peraturan ini biasanya
dapat menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru, tariff baru, dan juga persyaratan kontrak
dengan pemerintah.
6.

Perubahan lain

Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, strandar professional, pemasok, dan
distributor.
PENTINGNYA PRODUK BARU
Pentingnya produk baru tidak dapat ditaksirkan terlalu tinggi sebagaimana pada gambar,
perusahaan yang memimpin pasar mendapatkan sebagian besar penjualannya dari produk yang
berumur kurang dari 5 tahun. Sebagaimana dapat disaksikan, seleksi, definisi, dan desain produk
sangat sering dilakukan mungkin hingga ratusan kali untuk setiap produk yang berhasil. Manajer
operasi dan organisasinya harus dapat menerima resiko dan kegagalan. Mereka harus dapat
menampung banyak produk baru sambil mempertahankan aktivitas yang sudah mereka jalankan.

Persentase Penjualan dari Produk yang Diperkenalkan dalam 5 Tahun Terakhir


Posisi Perusahaan dalam Industrinya

Semakin tinggi

50%

persentase penjualan
dari produk yang

40%

diperkenalkan dalam
waktu 5 tahun terakhir,

30%

semakin besar

20%

kemungkinan
perusahaan menjadi

10%

Pemimpin
Industri
Tiga
Tiga
Tiga
besar
besar
besar
Teratas Menengah Terbawah

PENGEMBANGAN PRODUK
Sistem Pengembangan Produk
Sebuah strategi pengembangan produk yang efektif menghubungkan keputusan produk
dengan arus uang, dinamika pasar, siklus hidup produk, dan kemampuan organisasi. Sebuah
perusahaan harus mempunyai dana untuk mengembangkan produk, memahami perubahan yang
terus terjadi di pasar, mempunyai potensi yang diperlukan, dan juga sumber daya. Sistem

pengembangan produk tidak hanya menentukan keberhasilan produk, tetapi juga masa depan
perusahaan.
Proses penyaringan diperluas pada fungsi operasi. Pengembangan produk yang optimal
bergantung pada dukungan bagian lain dalam perusahaan, dan juga gabugan kesepuluh
keputusan Manajemen Operasi yang berhasil, mulai dari desain produk hingga pemeliharaan.
Mengenali produk yang terlihat akan meraih pangsa pasar, berbiaya efektif, dan menguntungkan,
tetapi pada kenyataannya sulit untuk diproduksi, dapat menyebabkan kegagalan dan bukan
keberhasilan.

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)


QFD adalah proses menetapkan permintaan pelanggan dan menerjemahkan keinginan
pelanggan ke dalam atribut yang dapat dipahami dan dilaksanakan oleh setiap bagian fungsional.
Suatu perangkat QFD adalah Rumah Kualitas, yaitu bagian dari proses penyebaran fungsi
kualitas yang menggunakan matriks perencanaan untuk menghubungkan keinginan pelanggan
dengan bagaimana perusahaan akan memenuhi keinginan tersebut.
Satu alat QFD adalah rumah kualitas (house of quality). Rumah kualitas merupakan bagian
dari proses quality function deployment yang menggunakan sebuah matriks perencanaan untuk
menghubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana perusahaan melakukan sesuatu
untuk memenuhi keinginan tersebut.
Langkah-langkah membuat rumah kualitas:
1. Kenali keinginan pelanggan.
2. Kenali bagaimana produk akan memuaskan keinginan pelanggan.
3. Hubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana produk akan dibuat untuk memenuhi
keinginan pelanggan tersebut.
4. Kenali hubungan antar sejumlah bagaimana pada perusahaan.
5. Buat tingkat kepentingan.

6. Evaluasi produk pesaing

Dalam menggunakan matriks House of Quality harus melalui prosedur sebagai berikut:
a. Mengidentifikasikan keinginan konsumen ke dalam atribut-atribut produk.
Pada tahap ini akan diuji sampai sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu
produk. Umumnya konsumen menyatakan pendapatnya mengenai suatu produk ke dalam
atribut atribut yang sangat umum, sehingga yang terpenting dalam tahap ini adalah
mengidentifikasi pernyataan konsumen dengan baik untuk menghindari kesalahan
interpretasi.
b. Menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut-atribut.
Penentuan peringkat atribut ini dapat dilakukan dengan memberikan bobot persentase pada
masing-masing atribut dengan menggunakan skala prioritas.
c. Mengevaluasi atribut-atribut dari produk pesaing.
Performansi dari pesaing dianalisis, keterangan mengenai atribut yang diprioritaskan pesaing
dikaji.

d. Membuat matriks perlawanan antara atribut produk dengan karakteristik.


Atribut atribut yang telah diterjemahkan ke dalam karakteristik teknis pada tahap di atas
dimasukkan ke dalam suatu matriks, di mana atribut diletakkan vertikal pada tepi sebelah
kiri, sedangkan karakteristik teknis diletakkan horizontal pada tepi atas. Karakteristik teknis
yang dipilih harus nyata dan dapat diukur.
e. Mengidentifikasi hubungan antara karakteristik teknis dan atribut produk.
Untuk menyatakan hubungan yang terjadi antara karakteristik teknis dan atribut, biasanya
menggunakan skor, di mana skor yang tertinggi menggambarkan tingkat kemudahan yang
tinggi bagi tim perancang untuk mengidentifikasi karakteristik teknis yang paling
berpengaruh pada kepuasan konsumen, dan sebaliknya.
f. Mengidentifikasi interaksi yang relevan di antara karakteristik teknis.
Dalam House of Quality, besaran diletakkan pada bagian roof. Bekerja dengan matriks roof
seperti ini dapat memudahkan dalam memeriksa interaksi yang terjadi pada setiap pasangan
karakteristik teknis.
g. Menentukan gambaran target yang ingin dicapai untuk karakteristik teknis.
Pada tahap ini tim perancang menentukan target yang ingin dicapai untuk pengukuran
parameter karakteristik teknis dalam memuaskan keinginan konsumen dan meningkatkan
produknya melebihi produk pesaing.
MENENTUKAN ALTERNATIF
Yaitu suatu proses perancangan yang berguna untuk membangkitkan ide ide pemikiran
serta menciptakan alternatif alternatif yang dapatDisain Produk 30 mencapai solusi terhadap
permasalahan perancangan. Metode yang dipakai adalah Morphological Chart.
Morphological Chart adalah suatu daftar atau ringkasan dari analisis perubahan bentuk
secara sistematis untuk mengetahui bagaimana bentuk suatu produk dibuat. Didalam chart ini
dibuat kombinasi daari berbagai kemungkinan solusi untuk membentuk produk produk yang
berbeda atau bervariasi. Kombinasi yang berbeda atau bervariasi. Kombinasi yang berbeda dari
sub solusi dapat dipilih dari chart, mungkin dapat menuju solusi baru yang belum teridentifikasi
sebelumnya. Morphological Chart berisi elemen elemen , komponen komponen atau sub
sub solusi yang lengkap yang dapat dikombinasikan.

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Mendaftar / membuat daftar yang penting bagi sebuah produk. Daftar tersebut haruslah
meliputi seluruh fungsi pada tingkat generalisasi yang tepat
b. Daftar setiap fungsi yang dapat dicapai yang menentukan komponen apa saja untuk
mencapai fungsi. Daftar tersebut meliputi gagasan baru sebagaimana komponen
komponen yang ada dari bagian solusi.
c. Menggambar dan membuat sebuah chart untuk mencamtumkan semua kemungkinan
kemungkinan hubungan solusi.
d. Identifikasi kelayakan gabungan / kombinasi sub sub solusi. Jumlah total dari
kombinasi tersebut mungkin sangat banyak, sehingga pencarian strategi mungkin harus
berpedoman pada konstrain atau criteria.
EVALUASI ALTERNATIF
Evaluasi alternatif merupakan suatu proses penentuan alternatif terbaik dari berbagai
macam alternatif yang muncul, sehingga diperoleh suatu rancangan yang baik dan dapat
memenuhi keinginan konsumen.
Langkah langkah yang akan dilakukan adalah:
a. Membuat sebuah daftar tujuan perancangan. Daftar ini merupakan modifikasi dari daftar
awal. Pohon tujuan juga dapat digunakan untuk maksud ini.
b. Menyusun sebuah daftar tujuan dan sub tujuan dari tingkatan yang tinggi ke tingkatan
yang rendah . Metode yang digunakan adalah Weighted Objecticves.
c. Membuat bobot relatif dari setiap tujuan. Pemberian bobot juga bisa menggunakan
perbedaan nilai dari setiap pohon tujuan sehingga jumlah total bobot bernilai 1.
d. Menciptakan parameter pelaksanaan /nilai kegunaan untuk masing masing tujuan. Baik
tujuan kualitatif maupun kuantitatif sebaiknya dibuat dalam skala yang lebih sederhana.
e. Menghitung dan membandingkan nilai relatif dari setiap alternative perancangan.
Perkalian setiap skor parameter dengan bobot nilainya. Alternaif terbaik memiliki jumlah
nilai terbesar. Perbandingan dan analisis profil nilai mungkin akan lebih baik dalam
perancangan daripada hanya sekedar memilih nilai terbesar.

KOMUNIKASI
Merupakan tahapan akhir dalam proses perancangan. Prosedur yang dilakukan adalah:

a. Membuat daftar komponen komponen produk dan mengidentifikasi fungsi masing


masing komponen. Jika memungkinkan, produk yang telah dirakit kedalam
komponennya. Pembentukan diagram dan grafik fungsi akan lebih baik.
b. Menentukan nilai fungsi yang teridentifikasi. Nilai yang diidentifikasi merupakan nilai
yang telah diterima konsumen.
c. Menentukan biaya dari setiap komponen.
d. Mencari cara untuk mengurangi biaya tanpa mengurangi nilai. Dalam hal ini diperlukan
kreativitas yang ditujukan untuk meningkatkan rasio nilai terhadap biaya.
e. Evaluasi alternatif dan menyeleksi perubahan. Solusi yang telah didapat kemudian
dikomunikasikan kepada konsumen melalui produk dengan segala keunggulan atribut
dibanding produk pesaing. Hal ini tentunya dilakukan dengan menggunakan rekayasa
nilai (value engineering).

Gambaran dari rumah kualitas :

Organisasi Pengembangan Produk


Untuk mengembangkan sebuah aliran yang mantap dari suatu produk baru, suatu struktur
organisasi menjadi sangatlah penting. Walaupun pada beberapa perusahaan manajer puncak
cenderung

secara

pasif menerima

gagasan

tentang produk

baru

tidak

secara

aktif

mengumpulkannya. Lebih jauh lagi para manajer sering kali kurang memperoses gagasan yang
mereka terima tersebut dan kesempatan menentukan apakah gagasan ini dipertimbangkan
sepenuhnya. Salah satu persyaratan utama untuk melahirkan gagasan baru dengan sukses
memperkenalkan produk baru tersebut adalah adanya dukungan dari manajemen puncak.
Beberpa organisasi pengembangan produk yaitu:
a. Tim Pengembangan Produk yang bertanggung jawab untuk menerjemahkan permintaan
pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai keberhasilan produk dalam arti dapat
dipasarkan, dapat diproduksi dan mampu memberikan pelayanan.

b. Tim Desain yang bertanggung jawab dalam membuat desain produk sesuai keinginan
konsumen dan sesuai dengan kemampuan perusahaan untuk memproduksinya.

c. Tim Rekayasa Nilai yang biasanya terbentuk dari gabungan semua unsur yang
terpengaruh yang dikenal dengan lintas fungsional sehingga pengembangan produk yang
lebih cepat dilakukan melalui kinerja simultan dari aspek yang beragam. Kemampuan
untuk diproduksi dan rekayasa nilai menghasilkan keuntungan:
1) Mengurangi kerumitan produk
2) Standardisasi tambahan dari berbagai komponen
3) Perbaikan aspek-aspek fungsional dari produk
4) Peningkatan desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan
5) Memudahkan produk untuk dirawat (diperbaiki)
6) Desain yang tangguh

PERMASALAHAN DESAIN PRODUK


Untuk mengembangkan sebuah sistem dan struktur organisasi untuk pengembangan
produk, ada 7 teknik penting. Beberapa teknik penting dalam merancang suatu produk adalah
sebagai berikut:
1. Desain yang Tangguh (Robust Design)
Desain yang tangguh artinya sebuah desain yang dapat diproduksi sesuai dengan
permintaan, walaupun pada kondisi yang tidak memadai pada proses produksi.
2. Desain Modular
Pada desain modular, bagian atau komponen sebuah produk dinbagi menjadi komponen
yang dengan mudah dapat ditukar atau digantikan. Desain modular menawarkan fleksibilitas
pada produksi dan pemasaran.
Dengan cara ini, akan membuat pengembangan produk, produksi, dan perubahan berikutnya
menjadi lebih mudah. Bagi departemen pemasaran, hal ini akan membantu memberikan
jalan bagi kepuasan pelanggan.

3. Computer Aided Design


Perancangan dengan bantuan komputer adalah penggunaan komputer untuk merancang
produk secara interaktif dan menyiapkan dokumentasi teknis. Pada cara ini digunakan
software CAD, yang merancang gambar tiga dimensi.

Dengan software ini perancang dapat menghemat waktu dan uang dengan memperpendek
siklus pengembangan produk. Kecepatan dan kemudahan dengan desain khusus dapat
dimanipulasi, dianalisis, dan dimodifikasi. Pengembangan yang lebih cepat produk yang
lebih baik, aliran informasi ke departeman lain menjadi lebih akurat, sehingga dapat
menghemat biaya desain.
Beberapa pengembangan dari Computer Aided Design adalah :

Design for manufacture and assembly (DFMA), yang memusatkan perhatian pada
pengaruh desain pada perakitan. Software ini dapat memungkinkan perancang untuk
melihatt dampak desain pada proses produksi suatu produk.

Pemodelan objek tiga dimensi (3-D object modeling), teknologi ini, terutama sangat
berguna untuk pengembangan prototype kecil. Pemodelan objek tiga dimensi dapat
membangun model secara cepat pada lapisan material sintesis yang sangat tipis untuk
dievaluasi.

Teknologi

ini

mempercepat

proses

pengembangan

desain

dengan

mengabaikan proses produksi yang panjang.

Standard for the Exchange of Product Data (STEP). STEP membuat produsen dapat
menyatakan produk tiga dimensi dalam sebuah format standar, sehingga data tersebut
dapat dipertukartan secara internasional, menjadikan produsen yang dipisahkan secara
geografis dapat memadukan desain, produksi, dan proses pendukung.

4. Computer Aided Manufacturing


Produksi dengan bantuan komputer merujuk pada penggunaan program komputer khusus
untuk memandu dan mengendalikan peralatan produksi. Informasi dari CAD diterjemahkan
menjadi perintah untuk CAM.

Keuntungan dari CAD dan CAM adalah:

Kualitas produk. CAD menjadikan perancang dapat meneliti lebih banyak alternatif,
kemungkinan masalah, dan bahaya yang mungkin terjadi.

Waktu desain yang lebih pendek. Fase desain yang lebih pendek menyebabkan biaya
menjadi lebih murah dan menyebabkan respons cepat pada pasar.

Pengurangan biaya produksi. Pengurangan biaya persediaan, penggunaan karyawan yang


lebih efisien dengan penjadualan yang lebih baik, serta penerapan perubahan desain yang
lebih cepat, kesemuanya dapat mengurangi biaya.

Ketersediaan data. Konsolidasi data produk yang akurat, sehingga semua orang
beroperasi dengan informasi yang sama, dapat menghasilkan pengurangan biaya yang
sangat besar.

Kemampuan baru. Kemmapuan memutardan menggambarkan objek dalam bentuk tiga


dimensi, memeriksa jarak ruangan, menghubungkan komponen dan tambahannya,
memperbaiki penggunaan peralatan mesin yang dikendalikan secara numerik sehingga
menyajikan kemmapuan produksi baru. CAD CAM dapat menghilangkan cukup banyak
pekerjaan rinci, sehingga perancang dapat berkonsentrasi pada aspek konseptual dan
imajinasi sebagai tugas pokok desain produk.

5. Teknologi Virtual Reality


Teknologi ini merupakan bentuk komunikasi secara tampilan dimana gambar menggantikan
kenyataan dan biasanya pengguna dapat menanggapi secara interaktif.
6. Analisis Nilai
Analisis nilai (value analysis) memusatkan perhatian pada perbaikan desain sebelum produk
diproduksi. Analisis nilai berusaha memperbaiki cara untuk menghasilkan produk yang
lebiih baik. Analisis inni merupakan kajian dari produk sukses yang dilakukan selama proses
produksi.
7. Desain yang Ramah Lingkungan

Desain ramah lingkungan harus mempertimbangkan dua permasalahan, yaitu:

Memandang dampak desain produk dari sudut pandang siste, yaitu memandang produk
dari segi dampaknya pada ekonomi keseluruhan.

Mempertimbangkan siklus hidup produk, mulai dari bahan baku, pemasangan,


penggunaan, hingga pembuangan. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak
lingkungan sebuah produk pada keseluruhan hidupnya.
Tujuan strategi ini adalah

Mengembangkan produk yang lebih aman dan ramah lingkungan

Meminimalkan limbah bahan baku dan energi

Membedakan produk dari persaingan

Mengurangi kewajiban akan masalah lingkungan hidup

Meningkatkan efektifitas biaya dengan memenuhi peraturan lingkungan hidup

Agar dikenal sebagai sebuah perusahaan yang baik.


Konsep produksi ramah lingkungan (green manufacturing) adalah membuat produk yang
ramah lingkungan melalui proses efisien sehingga dapat menjadi sebuah bisnis yang
menguntungkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan produsen untuk memproduksi
produk ramah lingkungan adalah:

Membuat produk yang dapat didaur ulang

Menggunakan bahan baku yang dapat didaur ulang

Menggunakan komponen yang tidak menbahayakan

Menggunakan komponen yang tidak membahayakan

Menggunakan kompponen yang lebih ringan

Menggunakan energi yang lebih sedikit

Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit.

PERSAINGAN PRODUK BERDASARKAN WAKTU


Persaingan berdasarkan waktu adalah persaingan yang dipengaruhi oleh waktu
Contoh:
Perusahaan obat menginvestasi-kan waktu rata-rata 12-15 tahun dan dana sebesar $400 juta
sebelum mendapatkan pengesahan untuk setiap obat baru. 1 dari 5 yang benar-benar sukses.
Strategi Pengembangan Eksternal :
Aliansi Usaha Patungan Membeli teknologi atau keahlian dengan

mengakuisisi pihak

pengembang
Strategi Pengemabangan Internal :
Migrasi produk yang ada Perbaikan terhadap produk yang ada Pengembangan produk baru
secara internal
MENDEFINISIKAN DAN MENDOKUMENTASIKAN PRODUK
Mendefinisikan dan mendokumentasikan produk agar sesuai fungsinya (apa yang bisa
dimanfaatkan oleh konsumen). Produk dirancang agar fungsi yang dapat dimanfaatkan
konsumen dapat dicapai. Pilihan yang dihadapi manajemen yaitu bagaimana cara produk

melakukan fungsinya. Spesifikasi umum barang dan jasa diperlukan untuk memastikan produksi
agar efisien.
Serta tataletak peralatan dan kualifikasi SDM ditentukan setelah dilakukan pendefinisian,
perancangan dan pendokumentasian barang dan jasa. Setiap organisasi membutuhkan dokumen
untuk mendefinisikan produknya. Komponen produk dinyatakan dengan gambar teknik
(engineering drawing) yang menampilkan dimensi, toleransi, bahan mentah dan bentuk jadi dari
suatu komponen, kemudian dimasukkan ke dalam struktur produk (bill-of-material).

I. Membuat atau Membeli


Perusahaan memiliki pilihan untuk memproduksi komponen mereka sendiri, atau membeli
dari perusahaan lain. Pemilihan ini dikenal sebagai keputusan membuat atau membeli (makeor-buy). Keputusan membuat atau membeli membedakan antara apa yang perusahaan
inginkan untuk di produksi dan apa yang dibeli. Karena adanya variasi pada kualitas, harga,
dan jadwal penghantaran, keputusan ini sangat penting bagi pendefinisian produk. Banyak
produk dapat dibeli sebagai sebuah produk standar yang diproduksi oleh orang lain. Beberapa
produk standar bahkan tidak membutuhkan bill of material ataupun gambar teknik karena
spesifikasinya sebagai produk standar sudah cukup.
II. Teknologi Kelompok
1) Gambar teknik yang modern mencakup aturan fasilitasi teknologi kelompok.
2) Teknologi kelompok mengharuskan suatu kelompok diidentifikasikan lewat skema
pemberian kode yang memberikan spesifikasi jenis proses dan parameter proses tersebut.
3) Penerapan teknologi kelompok mengarah kepada :
a.

Perbaikan desain.

b.

Penurunan jumlah bahan mentah dan pembelian.

c.

Penyederhanaan perencanaan dan pengendalian produksi.

d.

Perbaikan jalur proses dan penggunaan mesin.

e.

Pengembangan sel kerja.

f.

Penurunan waktu pemasangan alat, bahan dalam proses dan waktu produksi.

4)

Penerapan teknologi kelompok membantu seluruh organisasi karena banyak biaya yang
dapat dihemat.

III. CAD/CAM (Computer Aided Design/Computer Aided Manufacture)


1)

Desain produk diperkaya dengan penggunaan CAD yang menyatu dengan CAM

2)

Manfaat CAD/CAM :
a. Mutu produk : CAD memberi peluang utk menyelidiki lebih banyak alternatif,
antisipasi masalah-masalah dan bahaya.
b. Waktu desain yang lebih pendek : semakin singkat desain semakin murah biaya.
c. Penurunan biaya produksi : penerapan yang lebih cepat atas perubahan-perubahan
desain sehingga menekan biaya.
d. Ketersediaan database : konsolidasi data produk berati penurunan biaya.
e. Kisaran baru kemampuan : CAD/CAM menghilangkan pekerjaan yang detil
sehingga desainer dapat berkonsentrasi pada aspek imajinasi dan konseptual.

3)

Selain CAD/CAM, VR (Virtual Reality) sangat membantu dalam mendesain dan


mengembangkan produk baru.

DOKUMKEN PRODUKSI
Saat sebuah produk dipilih dan didesain, produksinya dibantu oleh dokumen yang
bermacam-macam, yaitu :
1. Sebuah gambar perakitan (assembly drawing), memprlihatkan gambar produk yang
terlepas atas komponennya. Gambar nperakitan biasanya merupakan gambar tiga
dimensi, yang dikenal sebagai gambar isometris.
2. Diagram perakitan (assembly chart) menunjukkan bentuk skematis bagaimana sebuah
produk dirakit. Komponen yang dibuat, komponen yang dibeli, atau kombinasi dari
keduanya

diperlihatkan

pada

sebuah

diagram

perakitan.

Diagram

perakitan

mengidentifikasi titik produksi di mana komponen mengalir menjadi subperakitan dan


akhirnya menjadi produk jadi.
3. Lembar rute (rout sheet) mendata operasi (termasuk perakitan dan pengecekan) yang
dibutuhkan untuk memproduksi komponen dengan bahan yang dirinci dalam bill of
material. Lembar rute untuk sebuah produk memiliki satu input untuk setiap operasi yang

akan dijalankan pada produk. Bila lembar rute memasukkan spesifik operasi dan standar
tenaga kerja maka ia akan disebut sebagai lembar proses.
4. Perintah kerja (work order) merupakan intruksi untuk membuat sejumlah produk tertentu,
biasanya untuk jadwal tertentu. Tiket yang ditulis pramuniaga pada restoran favorit anda
merupakan sebuah perintah kerja. Dalam sebuah rumah sakit atau pabrik, perintah kerja
merupakan dokumen yang lebih formalyang menyediakan kewenangan untuk menarik
obat atau produk tertentu dan persediaan, untuk melakukan beragam fungsi, dan
menugaskan karyawan untuk melakukan fungsi tersebut.
5. Engineering change notice (ECN) mengubah beberapa asspek definisi produk atau
dokumentasi, seperti gambar teknik atau bill of material. Untuk produk yang kompleks
yang mempunyai siklus manufaktur yang lama, seperti Boeing 777, perubahan yang ada
mungkin begitu banyak, sehingga tidak ada dua buah 777 yang dibuat sama persis yang
memang merupakan kenyataan.Perubahan merupakan desain dinamis telah menghasilkan
pengembangan suatu disiplin ilmu yang dikenal sebagai manajemen konfigurasi, yang
memperhatikan identifikasi prouk, pengendalian, dan dokumentasi.
6. Manajemen konfigurasi (configuration management) adalah suatu sistem di mana sebuah
produk direncanakan dan perubahan konfigurasi diidentifikasikan secara akurat
sementara pengendalian dan pertanggungjawaban suatu perubahan
TRANSISI MENUJU PRODUKSI
Akhirnya, suatu produk, baik itu berupa barang atau jasa, telah dipilih, didesain, dan
ditetapkan produk telah berkembang dari sebuah ide menjadi definisi yang fungsional, dan
kemudian mungkin menjadi sebuah desain. Sekarang, manajemen harus membuat keputusan
untuk mengembangkan adalah mengetahui kapan memindahkan sebuah produk dari tahap
pengembangan ke tahap produksi; pemindahan ini dikenal sebagai perpindahan menuju
produksi (transition to production). Staf pengembangan produk selalu tertarik membuat
perbaikan sebuah produk. Karena mereka cenderung untuk melihat perkembangan produk
sebagai sesuatu yang terus berkembang, mereka mungkin tidak pernah menyelesaikan produk,
tetapi sebagaimana yang telah kita simak sebelumnya, bahwa perkenalan produk yang terlambat
berakibat biaya tinggi. Walaupun tekanan konfkik ini ada, manajemen harus membuat sebuah
keputusan pengembangan lebih lanjut atau produksi
Saat keputusan dibuat, biasanya ada satu periode produksi percobaan untuk memastikan
desain benar benar dapat diproduksi. Ini merupakan uji kemampuan untuk diproduksi. Percobaan

ini juga memberikan staf operasi kemungkinan untuk mengembangkan peralatan yang sesuai
prosedur pengendalian kualitas, dan pelatihan karyawan untuk memastikan bahwa produk dapat
di mulai dengan sukses. Pada akhirnya, saat produk dianggap dapat di pasarkan dan diproduksi,
manajemen lini akan melimpahkan tanggung jawab.
Beberapa perusahaan menunju seorang manajer proyek, sementara yang lainya
menggunakan tim pengembangan produk untuk memastika transisi dari pengembangan ke
produk berjalan dengan sukses. Kedua pendekatan ini memungkinkan rentang yang luas
perlunya sumber daya dalam kondisi berfluktuasi. Pendekatan ketiga adalah perpaduan
pengembangan produk dan organisasi manufaktur. Pendekatan ini menjadikan perpindahan
sumber daya antara dua organisasi mudah, di saat kebutuhan berubah. Tugas manajer operasi
adalah membuat perpindahan dari litbang ke produksi tanpa gejolak atau sehalus mungkin
PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Apa hubungan antara desain proses dan kapasitas dengan desain barang dan jasa?
-

Desain barang dan jasa sangat berhubungan dengan desain proses dan kapasitas
karena sebelum melakukan desain proses dan kapasitas kita harus melakukan desain
barang dan jasa terlebih dahulu. Jika barang dan jasa sudah terdesain dengan baik
maka kita dapat menentukan seberapa besar kapasitas yang kita inginkan untuk
barang atau jasa yang akan kita produksi, selain itu kita juga akan tahu proses yang
tepat untuk memproduksi barang atau jasa tersebut karena ketika kita mendesain
produk kita juga akan menganalisis nilai-nilai apa yang harus terkandung dalam
produk yang sangat dibutuhkan oleh pasar serta bahan dan alat yang sesuai untuk
memproduksi.

2. Bagaimana menganalogikan fase-fase barang dan jasa dengan umur manusia?


-

Manusia dapat dianalogikan seperti manusia. Dimana barang mempunyai bebrapa


fase. Yaitu fase perkenalan, pertumbuhan , pematangan dan penuruan. Dari keempat
fase tersebut barang bisa bepindah pindah fase karena adanya faktor faktor
sekelilingnya. Begitu juga manusia hidup. Manusia sejak lahi dimulai dari fase balita,
remaja , dewasa dan kembali lagi pada fase lansia. Diman manusia hidup harus
dibantu oleh manusia sekelilingnya dan begitu juga saat lansia maka akan kembali

lagi seperti balita lagi. Jika pada sebuah barang fase fase tersebut antar barang satu
dengan barang lain mrmpunyai durasi tiap fase yang berbeda. Karena faktor seperti
teknologi, budaya dan sosial dapat menentukan fase sebuha barang itu cepat atau
lambat . jadi kesimpulannya bahwa fase fase tiap barang secara keseluruhan berbeda
beda .
3. Jika barang sudah mengalami fase penurunan di pasar maka apakah kita harus
menghentikan produk tersebut?
-

Jika produk mulai mengalami fase penurunan di pasar yang pertama kali kita lakukan
sebaiknya adalah melakukan verifikasi produk apakah produk masih memenuhi
standar dan nilai-nilai didalamnya masih di perlukan oleh pasar, jika produk memiliki
kekurangan atau kelemahan maka yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki
produk tersebut dalam proses produksi selanjutnya. Namun jika produk sudah tidak
mungkin lagi berada di pasaran sebaiknya kita menghentikan produksi barang
tersebut dan memulai memproduksi barang baru yang memang sesuai dengan
keinginan pasar pada saat itu.

DAFTAR PUSTAKA
http://nnif.blogspot.com/2011/12/desain-produk-dan-jasa.html
http://www.pendidikanekonomi.com/2012/07/daur-hidup-produk.html

http://pejuangsyahidah.blogspot.com/2012/11/pengelolaan-dan-pengembangan-produk-baru.html
Wahyono, Budi.2013. Teknik Penting dalam Merancang Suatu Produk (diakses pada 17 April
2015) http://www.pendidikanekonomi.com/2013/07/teknik-penting-dalam-merancangsuatu_29.html
T. Hani Handoko, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, BPFE, Yogyakarta, Edisi Pertama,
2010-2011.