Anda di halaman 1dari 31

Topic 1

Pengenalan Pasar Option


Apakah itu Derivatives?
Derivatives adalah instrument keuangan dimana nilainya diturunkan
dari underlying asset yang mendasarinya. Ada dua jenis derivatives
yang utama yaitu options dan futures. Disamping options dan
futures, jenis derivatives lain yang sering diperdagangkan adalah
swaps. Untuk bagian pertama dari modul ini, kita akan lebih banyak
membahas tentang options dan futures.
Options adalah sebuah kontrak antara dua pihak yang memberikan
kepada pembeli hak, bukan kewajiban untuk membeli atau menjual
sejumlah underlying asset pada harga tertentu yang ditentukan
sekarang untuk transaksi yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Sementara futures adalah sebuah kontrak yang memberikan hak dan
kewajiban kepada pembeli untuk membeli atau menjual sejumlah
underlying asset pada harga tertentu yang ditentukan sekarang untuk
transaksi yang akan terjadi dimasa depan. Dari definisi diatas, jelaslah
perbedaan antara options dengan futures, options hanya memberikan
hak kepada pemegangnya(pembeli) bukan kewajiban, sedangkan
futures memberikan hak sekaligus kewajiban.
Perkembangan Pasar Option
Ada banyak contoh dari prinsip perdagangan options di kehidupan
sehari-hari. Sejarawan dan archaeologists telah menemukan adanya
options dipraktek kehidupan masa lalu. Contohnya saja ketika seorang
petani yang akan menjual padi untuk 3 bulan yang akan datang
dengan harga yang telah ditentukan sekarang.

Pada tahun 1973, revolusi pada perdagangan options telah terjadi. The
Chicago Board of Trade adalah Bursa efek tertua dan terbesar didunia
untuk perdagangan kontrak commodity futures . Sementara bagian
dari bursa tersebut yang dikhususkan untuk memperdagangkan
options pada saham (options on stocks) bernama Chicago Board
Options Exchange (CBOE) yang dibuka pada tanggal 26 April 1973.
Setelah CBOE, pada tahun 1976, ASX adalah bursa efek kedua didunia
yang memperdagangkan options didunia. Kemudian pada tahun 1980
an pasar ini berkembang dan matang. Bursa efek berikutnya adalah
Singapore Market yang merupakan pasar untuk memperdagangkan
index options di Australasia. Singapore Market ini didirikan pada tahun
1984 dimana lebih dari 80% perdagangan berasal dari luar negeri.
Index equity yang diperdagangkan di Singapore Market ini adalah
Nikkei 225/300, MSCI Taiwan/HK/Singapore dan Straits Times + S&P,
selain itu pasar ini juga melayani interest rate swaps yang berfungsi
untuk hedging resiko mata uang sebagai contoh, antara Singapore/US
dollar dengan Yen.
Siapakah Pengguna Options dan Mengapa?
Pengguna dari options adalah individu, bisnis swasta dan institusi
keuangan dimana dalam melakukan transaksi/perdagangan melalui
seorang Accredited Derivatives Advisor ( penasehat derivatives yang
terakreditasi.
Ada

beberapa

alasan

perdagangan options:
1. Manajemen Resiko

kenapa

seseorang

melakukan

a. Untuk hedging dan spekulasi: hedging adalah tindakan untuk


meminimalkan resiko dengan memanfaatkan adanya mispriced,
sementara spekulasi adalah tindakan memperoleh keuntungan
dengan memprediksi naik turunnya harga sebuah securities.
b. Merubah risk exposure
2. Keuntungan Operasional
a. Biaya transaksi yang lebih rendah: biaya komisi dan biaya
perdagangan lain lebih rendah di pasar option dibandingkan
dengan spot market. Sehingga pasar ini menjadi menarik
sebagai

pengganti

transaksi

dipasar

spot

atau

sebagai

pelengkap posisi dipasar spot.


b. Lebih liquid: pasar derivatives lebih liquid dibandingkan dengan
spot market. Pasar derivatives lebih liquid diantaranya adalah
karena deroivatives market hanya membutuhkan sedikit modal
bagi pelakunya (partisipan atau traders)
c. Peluang Short Selling: Spot market membatasi sell short
sementara derivatives market mengizinkan investor untuk sell
short dengan cara yang lebih mudah.
d. Pasar efisien: kemudahan dan rendahnya biaya transaksi di
pasar

derivatives

menyediakan

kesempatan

arbitrase

dan

penyesuaian harga yang yang cepat yang akan menghilangkan


peluang mendapatkan profit. Masyarakat akan memperoleh
manfaat karena harga dari securities lebih tepat merefleksikan
true economic value nya
Beberapa Terminology Option yang harus dipahami
Ada dua jenis options yaitu call options dan put options. Call options
adalah option yang memberikan hak kepada pembelinya untuk
membeli dari penjual option sementara put options adalah option yang

memberikan hak untuk menjual underlying asset pada option writer


(seller).
Sementara itu ada dua tipe dari option yaitu American Option dan
European Option. American option adalah option yang memberikan
hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying
asset pada saat atau sebelum waktu jatuh tempo. Sementara,
European

Option

adalah

option

yang

memberikan

hak

kepada

pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying asset hanya


pada saat jatuh tempo.

Istilah-istilah yang perlu dipahami sebelum mempelajari option lebih


lanjut adalah:
-

Option premium (risk premium): adalah biaya untuk pembelian

option.
Exercise Price/ Strike Price: harga yang ditentukan dimana pembeli
dari call atau put options bisa membeli atau menjual underlying

asset
Exercising option: waktu dimana pemegang options memutuskan
untuk membeli atau menjual underlying asset.
Exercise/ Termination/ Expiry Date
Tanggal jatuh tempo dimana option bisa di exercise.

Over-the-Counter Options Market


Pada pasar over-the counter market, manajer bisa bertransaksi dengan
kombinasi

dari saham-saham dalam options dan kapan harus

diexercised. Selain itu over the counter market merupakan private


market dimana tidak ada partisipan yang tahu bahwa transaksi sudah

lengkap. Keuntungan yang lain adalah over the counter market


unregulated (tidak ada peraturan tertentu), dasar yang dipakai dalam
perdagangan adalah kepercayaan dan kejujuran.
Exchange Listed Options (Pasar Bursa Options)
Pada pasar bursa options, kontrak terstandarisasi dimana jumlah unit
per-kontraknya sudah ditentukan. Untuk option dapat diperdagangkan
harus memenuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pasar
bursa
Beberapa istilah didalam price listing di bursa option yang harus
dipahami:
-

Series: semua options dari kelas yang sama dengan exercise price
dan masa jatuh tempo yang sama

Bid price : harga jual

Ask price: harga beli

Bid-Ask Spread: beda antara bid price dengan ask price

Fair value: nilai tengah antara bid-ask price

Last sale: harga perdagangan terakhir dari option

Posisi dalam perdagangan options


-

Long position: adalah posisi anda sebagai pembeli options

Short position: adalah posisi anda sebagai penjual options

Istilah yang menunjukkan posisi untung rugi dalam perdagangan


options
-

At the money: dikatakan posisi at the money adalah ketika posisi


kita impas yaitu tidak untung dan tidak rugi yaitu ketika harga spot
underlying asset sama dengan exercise price

Near the money: ketika harga spot underlying asset mendekati


exercise price

In the money: posisi untung yaitu ketika harga spot underlying asset
melebihi exercise price (untuk call option), sementara untuk put
option ketika exercise price melebihi harga spot underlying asset.

Out of the money: posisi rugi yaitu ketika harga spot underlying
asset lebih rendah dari exercise price (untuk call option), sementara
untuk put option ketika exercise price lebih rendah dari harga spot
underlying asset

Mekanisme dari pembelian dan penjualan options:


Pembeli

dan

penjual

option

akan

menggunakan

broker

untuk

mempertemukan penawaran dan permintaan sehingga para broker


dikenal dengan istilah market maker. Untuk melihat jumlah permintaan
dari option dapat dilihat dari item open interest pada option price
listing di pasar bursa option.

Topic 2
Dasar Penilaian Option
Sebelum dapat memahami bagaimana menghitung harga dari sebuah
option (topic 3), kita harus memahami dulu konsep dasar dari penilaian
sebuah option (dalam hal ini call option dan put option)
Harga pasar dari sebuah option sebenarnya mengandung dua nilai
yaitu intrinsic value (nilai intrinsic) dan time value (nilai waktu).

Intrinsic value adalah nilai dari sebuah option jika option tersebut kita
exercise hari ini, sementara time value disebut juga speculative value
yaitu nilai dari option yang dihasilkan dari ketidakpastian/fluktuasi dari
harga underlying asset dimasa depan sampai saat jatuh tempo. Oleh
karna itu, semakin lama masa jatuh tempo semakin tinggi time value
dari option
Beberapa notasi dasar dalam penghitungan nilai dari options:
So

= harga saham hari ini

X = Exercise price
T = masa jatuh tempo
R = risk free rate
ST = harga saham saat jatuh tempo
C(So,T,X)

= harga dari call option dimana harga saham adalah So,

masa jatuh tempo T,


dan exercise price adalah X
P(So,T,X)

= harga dari put option dimana harga saham adalah So,

masa jatuh tempo T,


dan exercise price adalah X

Prinsip-prinsip dari harga call option


Beberapa aturan dasar yang harus dipahami dalam memahami
bagaimana call options dihargai.
-

Nilai minimum dari sebuah call option

Nilai minimum dari call option adalah 0 karena call option memiliki
kewajiban yang terbatas dimana pemegang call option hanya akan
mengexercise call optionnya ketika posisinya menguntungkan, jika
tidak mereka akan membiarkan call option tersebut kadarluarsa.
Oleh karna itu nilai dari call option tidak pernah negative, nilai
minimumnya adalah 0.
C(So,T,X) 0
Ce(So,T,X) Max {0, So-PV(X)}
Ca(So,T,X) Max {0, So-X}
-

Nilai maximum dari sebuah call option


Nilai maximum dari call option adalah ketika X nilainya 0, oleh
karena itu nilai maximumnya adalah So
C(So,T,X) So

Nilai sebuah call option saat jatuh tempo


Pada saat jatuh tempo nilai dari sebuah call option adalah sama
dengan nilai intrinsic valuenya
C(ST,0,X) = Max(0,ST-X)

Faktor-faktor yang menentukan nilai dari call option


- Waktu jatuh tempo
Semakin lama waktu jatuh tempo semakin tinggi nilai dari call
option, karena semakin besar probabilitas dari call option tersebut
berubah dari at the money call option menjadi in the money call
option. Sementara time value akan menurun ketika mendekati
masa jatuh tempo dengan begitu nilai dari call option juga akan
-

menurun.
Exercise price
Semakin kecil exercise price sebuah call option , akan menyebabkan
nilai dari call option tersebut semakin besar. Perbedaan dari

exercise price akan lebih besar atau sama dengan perbedaan dari
-

call price.
Pembayaran dividen
Nilai dari sebuah call option akan menurun ketika saham yang

menjadi underlying assetnya melakukan pembayaran dividen


Tingkat bunga
Bertransaksi dengan call option akan memberikan keuntungan
dimana kita dapat menunda pembayaran dan memanfaatkan uang
dengan cara mendepositokannya pada tingkat suku bunga tertentu.
Oleh karena itu jika suku bunga meningkat maka nilai dari call

option juga akan meningkat.


Fluktuasi dari harga saham
Semakin berfluktuasi harga saham akan membuat call option
semakin tinggi nilainya karna harga saham yang sangat berfluktuasi
akan member kemungkinan out the money call option berubah
menjadi in the money call option dengan cepat.

Prinsip-prinsip dasar dari harga put option


- Nilai minimum dari put option: sama dengan call option, nilai
minimum dari put option adalah 0, karena pemegang put option
bisa membiarkan put option kontrak kadaluarsa jika posisinya
merugi.
-

Pe(So,T,X) Max(0,PV(X)-So)
Pa(So,T,X) Max(0,X-So)
Nilai maximum dari put option: nilai maximumnya adalah sama
dengan exercise price
Pe(So,T,X) PV(X)
Pa(So,T,X) X
Nilai put option saat jatuh tempo
P(ST,T,X) = Max(0,X-ST)

Faktor-faktor yang menentukan nilai dari put option


- Waktu jatuh tempo
Sama seperti pada call option, semakin lama waktu jatuh tempo
semakin tinggi nilai dari put option hal ini karena semakin besar
nilai

time

valuenya.

Nilai

time

value

akan

menurun

ketika

mendekati waktu jatuh tempo. Oleh karena itu put option akan akan
-

turun nilainya ketika mendekati waktu jatuh tempo.


Exercise price
Semakin rendah nilai dari exercise price suatu put option maka akan

semakin rendah nilai dari put option


Pembayaran deviden
Dengan adanya pembayaran deviden akan mengurangi harga
saham, maka hal tersebut otomatis akan menaikkan nilai dari put

option
Tingkat bunga
Kontrak put option sama artinya dengan menunda penjualan dari
sebuah saham dan sama juga artinya dengan menunda penerimaan
uang tunai. Sehingga jika tingkat bunga semakin tinggi, hal tersebut
akan mengurangi nilai dari put option. Karena jika kita tidak
melakukan kontrak put option, jual saham di spot market kemudian
uang hasil penjualan saham didepositokan pada tingkat bunga yang
tinggi.

Tingkat fluktuasi harga saham


Semakin berfluktuasi harga saham akan menyebabkan semakin
tinggi nilai dari put option. Karena harga saham yang berfluktuasi
dengan cepat akan meningkatkan peluang dari out- of- money
option menjadi in-the-money option.

Put-Call Parity
Put-Call Parity adalah sebuah konsep yang mencoba menjelaskan
hubungan antara harga call option, harga put option, harga saham di
spot market dan exercise price, risk free rate dan waktu jatuh tempo.
Syarat dari berlakunya Put-Call Parity ini adalah hanya berlaku untuk
European option dengan exercise price dan waktu jatuh tempo yang
sama.
Formula dari Put-Call Parity adalah:

So+Pe(So,T,X) = Ce(So,T,X)+X(1+r)-T
Formula tersebut memiliki arti bahwa memiliki sebuah stock dengan
sebuah put option sama nilainya dengan memiliki sebuah call option
dan risk-free bonds (obligasi bebas resiko)
Dengan formula dasar Put-Call Parity diatas kita dapat menciptakan
beberapa kombinasi yang menunjukkan synthetic dari call option dan
put option
Contoh:
Pe(So,T,X) = Ce(So,T,X)-So+X(1+r)-T
Formula diatas menggambarkan bahwa nilai dari memiliki sebuah put
option adalah sama dengan memiliki sebuah call option kemudian
selling-short saham dan membeli obligasi bebas resiko. Jadi ketika
dipasar

option

misalnya,

tidak

tersedia

put

option

kita

bisa

menciptakan synthetic put option jika kita menginginkan berinvestasi


pada put option.
Topic 3
The Binomial Option Pricing Model
(Binomial Model Untuk Menentukan Harga Option)
Option pricing model merupakan sebuah formula matematika atau
prosedur

penghitungan

yang

menggunakan

factor-faktor

yang

menentukan harga option sebagai input, sementara outputnya adalah


theoretical

fair

value

(nilai

teori)

dari

option.

Proses

untuk

mendapatkan theoretical fair value tersebut dikenal dengan istilah


Option Pricing.
Ada 2 model option pricing yang akan kita pelajari yang pertama
adalah Binomial Model, dimana model ini merupakan prosedur
penghitungan daripada sebuah formula dan yang kedua, Black Scholes
Merton Model yang merupakan formula matematik. Kedua model
tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu mencari theoretical fair

value

dari

option

yaitu

harga

dimana

option

seharusnya

diperdagangkan. Di topic 3 ini kita khusus membahas binomial model


terlebih dahulu sementara untuk Black-Scholes Model akan dibahas
pada topic 4.
A. One-Period Binomial Model
Maksud dari one-period atau single period adalah diasumsikan
bahwa option tersebut but memiliki satu periode waktu dimana
periode waktu tersebut bisa singkat atau lama. Beberapa hal yang
perlu dipahami dalam Binomial Model adalah:
- Saham diasumsikan berfluktuasi naik dan turun pada tingkat
-

yang berbeda.
Distribusi probability binomial adalah sebuah distribusi dimana

ada dua hasil (two-state model)


Probability naik turunnya harga saham dihitung berdasarkan
binomial probability distribution.
Su
Cu=max(0,Su-X)
So

Co
Sd

Cd=max(0,Sd-X)
Fluktuasi nilai saham

Nilai call

option

Co =

pCu + (1-p)Cd
1+r

Dimana:
p=

1+r-d
u-d

Untuk contoh soal silakan lihat di powerpoint yang terlampir


dibagian belakang modul ini.

Dari model diatas dapat terlihat bahwa dalam Binomial Model


diasumsikan

bahwa

nilai

saham

naik

dan

turun

(atau

berfluktuasi), maka untuk menghedging fluktuasi dari nilai


saham sehingga dalam kondisi naik atau turunnya harga saham
tersebut kita tetap dapat memperoleh risk free return, maka
dihitunglah hedge ratio untuk digunakan pada hedge portfolio
yang sengaja diciptakan agar investor tidak menderita resiko
yang besar akibat perubahan harga saham
Bagaimana portfolio itu diciptakan?
Untuk setiap saham yang dibeli kita perlu memikirkan berapa
call option yang harus dijual. Jawabannya adalah dengan
menggunakan hedge ratio
h=

Cu - C d
Su-Sd
Vu
(hSu Cu)

Vo
(hS-C)
Vd
(hSd Cd)
Untuk contoh soal silahkan lihat di powerpoint yang terlampir
dibagian belakang modul ini.
B. Multi-Period Binomial Model (Two-Period Model)
Jika diasumsikan bahwa ada lebih dari dua kemungkinan dari harga
saham dimasa depan. Maka untuk two period model ini ada tiga titik
waktu: hari ini atau time 0, time 1 dan time 2.
Asumsikan r konstan

Asumsikan u dan d juga konstan


Suu
Su
So

Sud
Sd

T0
Su
Sd
Suu
Sud
Sdd

=
=
=
=
=

So
So
So
So
So

Sdd
T2

T1
x
x
x
x
x

u
d
uxu
uxd
dxd
Cuu
Cu

Co

Cud
Cd
Cdd

Co =

pCu + (1-p)Cd
1+r

Cu =

pCu2 + (1-p)Cud
1+r

Cd =

pCdu + (1-p)Cdd
1+r

Cuu = max(0,Su2 x)
Cud = max(0,Sud X)
Cdd = max(0,Sdd X)
Untuk contoh soal silahkan lihat dipowerpoint yang dilampirkan
di halaman belakang modul ini.

Menetapkan Harga Put Option


Prosedur yang digunakan adalah sama dengan call option
bedanya adalah menggunakan put payoff formula yaitu jika pada

call option nilai intrinsicnya adalah max(0,S-X) maka pada put


option nilai intrinsic value nya max(0,X-S)
Untuk contoh soal silahkan lihat dipowerpoint yang dilampirkan
di halaman belakang modul ini.

Topic 4
The Black-Scholes Option Pricing Model
Black-Scholes

Model

Untuk

Menjawab

Keterbatasan

dari

Binomial Model
Binomial model menggunakan discrete time model, dalam model ini
umur dari option dibagi dalam unit waktu tertentu misalkan satu hari,
sehingga jika option tersebut memiliki umur 100 hari kita akan
menggunakan

binomial

time

steps

dimana

setiap

step

akan

menunjukkan satu hari maka perhitungannya akan menjadi panjang


dan rumit. Untuk itulah Black-Scholes Model muncul untuk menjawab
keterbatasan dari binomial model dengan didasari oleh konsep bahwa

umur option adalah continuous sehingga model yang digunakan


adalah berdasarkan continuous time model.
Asumsi dari Black-Scholes-Merton Model
1. Harga saham berubah secara random mengikuti log normal
distribution
Dengan melihat kenyataan bahwa pergerakan harga saham
cendrung unpredictable (sulit diperkirakan), maka BSM model
mengasumsikan bahwa pergerakan harga saham bergerak secara
random. Sementara itu asumsi bahawa harga saham bergerak
mengikuti log normal distribution karena konsisten dengan kondisi
pergerakan harga saham yang sebenarnya dan yang lebih penting
lagi tidak membolehkan harga saham menjadi negative.
2. Risk free rate dan volatility dari log return saham adalah konstan
sepanjang umur optionan
Asumsi yang kedua menganggap bahwa risk free rate constant
adalah dengan tujuan untuk menjaga model agar tetap simple dan
didasarkan pada kenyataan bahwa tingkat bunga tidak memiliki
effect yang besar terhadap harga stock option. Sementara itu
asumsi mengenai volatility yang konstan juga memiliki tujuan agar
perhitungan tidak terlalu rumit namun pada kenyataannya volatility
yang konstan tidak ditemukan didunia nyata.
3. Tidak ada pajak dan biaya transaksi
Model BSM didasari pada kemampuan dalam perdagangan saham,
risk free instruments dan option secara aktif . Perdagangan yang
aktif akan menimbulkan pajak dan biaya transaksi.
4. Saham tidak membayarkan deviden
Walaupun dalam model BSM ini asumsi yang digunakan saham
tidak membayarkan deviden, namun kita bisa melibatkan pengaruh
pembayaran deviden dalam perhitungan harga option dengan
menggunakan model BSM nantinya.
5. Option adalah European option

Hanya jenis European option yang bisa dihitung harganya oleh BSM
model karena hanya option yang diexercise pada saat jatuh tempo
(European option) yang bisa memenuhi syarat dalam Black-Scholes
Merton framework.
Formula dari Black-Scholes-Merton Model
Formula BSM call option pricing model menunjukkan perhitungan dari
harga call option dengan memasukkan pengaruh dari harga saham,
exercise price, risk free rate, waktu jatuh tempo, dan variance dari
return saham.
The Black-Scholes Merton Model adalah sebagai berikut:
C = SoN(d1) Xe-r T N(d2)
Dimana
ln(So/X) + (rc+2/2)T
d1 =
T
c

d2 =d1 - T
Contoh

soal

silahkan

lihat

pada

powerpoint

yang

dilampirkan

dihalaman belakang modul ini.


Black-Scholes Merton Formula dan The lower Bound of a
European Call
Sebagaimana kita ketahui lower bound dari European call adalah
Max(0,So Xe-rT)
Pada BSM model untuk menyamakan dengan batasan ini, maka hasil
nya tidak akan pernah dibawah nilai batasan ini:
- Jika So sangat tinggi maka d1 dan d2 mendekati +infinity sehingga
N(d1) dan N(d2) akan mendekati nilai 1 sehingga Black-Scholes
-

Model menjadi So Xe-rT


Jika So sangat rendah d1 dan d2 mendekati infinity , maka N(d1) dan
N(d2) akan mendekati 0.

Oleh karena itu BSM formula akan memiliki lower bound Max(0,S oXe-rT)

Black-Scholes Merton Formula ketika So=0


Jika So = 0 berarti dapat disimpulkan perusahaan dalam kondisi
bangkrut maka N(d1) dan N(d2) akan sama dengan 0, maka call option
pada saham yang bersangkutan akan memiliki nilai 0.
Put Option Pricing Models
P = Xe-rT(1-N(d2))- So(1-N(d1)
Variabel-variabel Pada Black-Scholes-Merton Model
Sebagaimana sudah kita pelajari sebelumnya ada 5 variabel yang
mempengaruhi harga dari option yaitu harga saham, exercise price,
risk free rate, waktu jatuh tempo dan standar deviasi (volatitlity). The
Greeks akan memperlihatkan efek dari perbedaan nilai variablevariabel diatas terhadap harga options.
1. Delta
Delta mengukur perkiraan pengaruh dari perubahan kecil dari harga
saham terhadap harga option. Jika harga saham meningkat maka
harga call option juga meningkat, maka dikatakan call option
memiliki positive delta sementara untuk put option memiliki
negative put delta.
Perubahan pada harga call option
Call delta () =
perubahan kecil dari harga saham
N(d1) =
Contoh Soal silahkan lihat dipowerpoint yang terlampir
dihalaman belakang modul ini.
2. Gamma
Gamma
terhadap

mengukur
perubahan

pengaruh
delta.

perubahan

Semakin

pada

besar

harga

gamma,

saham
semakin

sensitive harga option terhadap perubahan besar harga saham,


semakin sensitive delta dan semakin cepat perubahan delta.
e-d /2
Call Gamma = So2T
=
1
2

3. Rho
Rho mengukur perubahan dari harga option terhadap perubahan
risk free rate. Pengaruhnya hanya kecil. Sehingga jika kita
menginginkan pengaruh yang besar terhadap perubahan harga
option maka risk free rate harus berubah dengan perubahan yang
besar pula.
Call Rho = TXe-rTN(d2)
4. Vega
Vega mengukur pengaruh perubahan

volatility (standar deviasi)

terhadap perubahan harga option


So21 Te-d
Call vega = 2

/2

Perubahan kecil terhadap volatility (standar deviasi) menyebabkan


perubahan besar terhadap option price.
5. Theta
Theta mengukur pengaruh perubahan waktu jatuh tempo terhadap
perubahan harga option.
-d /2
So Te
1
2
Call theta = -2T
- rcXe-rcTN(d2)

Topik 5
Strategi Option dan Manajemen Resiko Untuk Investor
Individu
Untuk memahami beberapa strategi dalam perdagangan option yang
ditujukan untuk manajemen resiko, ada beberapa symbol yang
digunakan. Berikut symbol-simbol tersebut beserta artinya:
C = harga call option saat ini
P = harga put option saat ini
So = harga saham saat ini
ST = harga saham saat jatuh tempo
T = lamanya waktu jatuh tempo
X = harga exercise
Phi = profit dari strategi
Berikut ini symbol yang menunjukkan jumlah call, put dan saham
yang dimiliki:
Nc = jumlah call option
Np = jumlah put option
Ns = jumlah lembar saham
Jika Nc atau Np atau Ns > 0 sama artinya dengan membeli (long)
Jika Nc atau Np atau Ns < 0 sama artinya dengan menjual (short)
Cara menentukan profit dari beberapa posisi dalam perdagangan
option
1. Menentukan profit ketika kita memiliki call option hingga saat jatuh
tempo
Phi = Nc(Max(0, ST-X)-C)
Untuk pembeli satu call option (Nc=1), hal tersebut
menunjukkan
Phi= Max(0, ST-X)-C

Untuk penjual satu call option (N c=-1), hal tersebut

menunjukkan
Phi= -Max(0,ST-X)+C
2. Menentukan profit ketika kita memiliki put option hingga saat jatuh
tempo
Phi = Np(Max(0,X-ST)-P)
Untuk pembeli satu put option (N p=1), hal tersebut

menunjukkan
Phi= Max(0,X-ST)-P
Untuk penjual satu put option (Np=-1), hal tersebut

menunjukkan
Phi= -Max(0,X-ST)+P
3. Menentukan profit jika kita memiliki saham hingga saat jatuh tempo
Phi= Ns(ST-So)

Untuk pembeli satu lembar saham (Ns=1), hal tersebut

menunjukkan
Phi= ST-So
Untuk penjual satu lembar saham (N s=-1), hal tersebut
menunjukkan
Phi= -ST+So

Setelah anda mencoba memahami bagaimana cara menentukan profit


dari beberapa posisi dalam perdagangan option. Maka selanjutnya kita
akan mencoba untuk menerapkannya dalam transaksi jual beli pada
masing-masing posisi diatas.
1. Untuk transaksi pada saham
Membeli saham: dengan persamaan profit adalah phi=Ns(S T-So)
dimana Ns>0, maka maximum profitnya adalah infinite dengan
asumsi ST

bisa terus meningkat sampai batas yang kita tidak

ketahui (infinite), sementara maximum loss adalah So dengan


asumsi bahwa harga saham saat jatuh tempo(ST) adalah 0

Menjual saham: dengan persamaan profit adalah phi=N s(ST-So)


dimana Ns<0, maka maximum profit adalah So dengan asumsi
bahwa ST jatuh hingga harga 0 sehingga keuntungan yang
diperoleh penjual sebesar So, sementara maximum loss adalah
-infinity dengan asumsi nilai saham saat jatuh tempo(S T) turun
samapai batas yang tidak terhingga

2. Untuk transaksi pada call option


Membeli call option: dengan
phi=Nc(Max(0,ST-X)-C)

dimana

persamaan

Nc>0

maka

adalah infinity dan maximum loss adalah C


Menjual call option: dengan persamaan
phi=Nc(Max(0,ST-X)-C)

dimana

Nc<0

maka

profit

adalah

maximum
profit

profit
adalah

maximum

profit

adalah +C dan maximum loss adalah infinity


3. Untuk transaksi pada put option
Membeli put option: dengan persamaan profit adalah phi=
Np(Max(0,X-ST)-P) dimana Np>0 maka maximum profit akan

sama dengan X P dan maximum loss adalah P


Menjual put option: dengan persamaan profit adalah phi=
Np(Max(0,X-ST)-P) dimana Np<0 maka maximum profit akan sama
dengan +P dan maximum loss adalah X+P

Mengaplikasikan strategi perdagangan option adalah bertujuan untuk


mendapatkan keuntungan atau paling tidak meminimalkan resiko pada
setiap

kondisi

pasar

apakah

bullish

(kondisi

pasar

dimana

kecendrungan harga securities naik) atau bearish (kondisi pasar


dimana kecendrungan harga securities turun)
Contoh:
1. Bullish Strategy: anda dapat mengambil posisi membeli sebuah
saham, membeli sebuah call option atau menjual put option.

2. Bearish Strategy: anda dapat mengambil posisi menjual sebuah


saham, menjual sebuah call option atau membeli put option.

Topik 6
Pengenalan Pasar Futures
Dalam pembahasan topik yang ke enam ini akan dijelaskan 3 hal yaitu:
1. Pengertian dari forward dan futures
2. Perkembangan pasar futures
3. Perdagangan futures dan kontrak spesifikasi dari futures
Pengertian Forward dan Futures
Forward dan futures adalah sama dalam hal keduanya merupakan
perjanjian antara dua pihak yang memberikan hak dan kewajiban
untuk membeli atau menjual sebuah asset dimasa depan dengan
harga yang ditetapkan sekarang.

Sementara perbedaan antara

keduanya adalah forward merupakan transaksi private yang dilakukan


di

Over

the

Counter

Market

(OTC)

lebih

flexible

karna

tidak

terstandarisasi. Sementara Futures kontraknya terstandarisasi oleh


karena itu diperdagangkan di pasar bursa, sehingga dalam hal ini
futures lebih liquid jika dibandingkan forward.
Perkembangan Pasar Futures
Prinsip dasar perdagangan futures sebenarnya telah diterapkan
semenjak ribuan tahun yang lalu. Tercatat dalam sejarah, bahwa pada
abad ke 12, di Inggris dan Perancis telah menerpkan prinsip
perdagangan futures yaitu dimana mereka telah menentukan harga
komoditi

yang

akan

dipertukarkan

sebelum

barang

diterima.

Sementara itu pada abad ke 18 di Shougun telah dikenalkan juga

prinsip perdagangan futures dalam bentuk penggunaan tiket untuk


membeli atau menjual beras pada harga yang telah ditentukan terlebih
dahulu dan juga tanggal transaksi. Kemudian ditahun 1848 berdirilah
CBOT merupakan pasar bursa yang mmperdagangkan derivatives dan
tahun 1959 SFE berdiri yang memperdagangkan Sydney Greasy Wool
Futures Exchange.
Beberapa peringkat terbesar bursa di dunia:
Eurex : Pertama
CBOT : Kedua
TCE

: Kedelapan

SFE

: Kesembilan

SES

: Kesebelas

Perkembangan Pasar Forward


Perdagangan forward berkembang pesat sejak tahun 1970 dilakukan di
pasar interbank, dengan mekanisme bahwa bank diseluruh dunia
saling melakukan perdagangan forward
Pasar forward memiliki resiko salah satu pihak tidak memenuhi
perjanjian atau membatalkan sehingga dalam hal ini perdagangan
forward mengandung default risk (resiko kegagalan), selain itu forward
kontrak tidak mudah untuk dipertukarkan karena merupakan kontrak
yang unik. Futures market muncul untuk menutupi keterbatasan dari
pasar forward yang tersebut diatas dengan cara membatasi kewajiban
dan menjamin transaksi.
Mekanisme Perdagangan Forward Di OTC

Dipasar Over The Counter, perdagangan forward harus memenuhi


dokumentasi legal yang dikenal dalam bentuk Master Agreement yang
ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat dalam perdagangan
forward tersebut. Adapun Master Agreement tersebut disediakan oleh
International Swaps and Derivatives Association. Ada 3 tahap proses
yang harus dilalui dalam perdagangan forward di Over The Counter
yaitu:
1. Tahap di Front Office: Mengeksekusi transaksi dan pemberian
kewenangan untuk berdagang
2. Tahap di Middle Office: pada tahap ini pengelolaan terhadap resiko
(manajemen resiko) seperti pengelolaan kredit, pasar, likuiditas dan
resiko karena peraturan-peraturan tertentu.
3. Tahap di Back Office: pada tahap ini

semua

administrasi

perdagangan disimpan
Mekanisme Perdagangan Futures
Dalam perdagangan futures berbeda dengan perdagangan forward
dimana perdagangan futures melibatkan pihak intermediary antara
pembeli dengan penjual yang dikenal dengan sebutan Clearing House.
Beberapa peranan dari Clearing House adalah sebagai berikut:
1. Sebagai intermediary atau perantara antara pihak pembeli dengan
penjual
2. Menjamin eksposure resiko dengan mensyaratkan initial margin,
maintenance margin dan marked to market accounting.
Initial margin, maintenance margin dan marked to market accounting
dikenal sebagai a good-faith bond. Proses dari marked to market
kadang-kadang dikenal juga dengan sebutan Daily Settlement. Ketika
saldo dalam account anda jatuh dibawah maintenance margin maka

anda dituntut untuk memenuhi margin call. Maka tambahan dana yang
anda berikan disebut variation margin. Pasar futures memiliki biaya
transaksi yang sangat rendah, lebih rendah dibandingkan dengan
pasar equity dan fixed income. Selain itu pasar futures juga lebih liquid
dibandingkan pasar lain.

Topik 7
Prinsip Harga Forward dan Futures
Sebelum memahami konsep dasar dari prinsip harga forward dan
futures, perlu diulang kembali perbedaan antara forward dan futures.
Perbedaan forward dengan futures
forwards
futures
Kontrak pribadi antara 2 pihak
Diperdagangkan di Bursa efek
Tidak terstandarisasi
Terstandarisasi
Umumnya hanya ada satu tanggal Ada banyak tanggal pengiriman
pengiriman
Penyelesaian
jatuh tempo
Pengiriman

pada
dan

saat

masa Penyelesaian setiap hari

penyelesaian Kontrak

tunai biasanya terjadi

biasanya

diselesaikan

sebelum masa jatuh tempo

Harga futures bisa diatas atau dibawah harga spot, akan tetapi pada
saat jatuh tempo harga futures seharusnya sama dengan harga spot.
Pada pasar yang efisien, harga suatu asset sama dengan nilai

ekonomis dari asset tersebut. Pada futures dan forward, harga


merupakan harga kontrak pada saat pembelian futures. Sementara
nilai adalah sesuatu yang berbeda, pada saat awal kontrak, nilai dari
futures dan forward adalah nol.
Beberapa simbol yang dipakai untuk menentukan harga futures dan
forward
Vt(0,T) = Nilai dari forward, vt(T) = nilai dari futures
Ft(0,T) = Harga dari forward, ft(T) = harga dari futures
Pada saat jatuh tempo harga dari forward dan futures kontrak sama
dengan harga spot
F(T,T) = ST

fT(T) = ST

Nilai forward pada saat jatuh tempo


VT(0,T) = ST-F(0,T)
Model harga futures dan forward
Fo (T) = So + CC
Dimana: Fo (T) = harga futures saat jatuh tempo
So

= harga spot
CC = cost of carry ( biaya penyimpanan asset +

pendapatan bunga)
Keuntungan pada saat jatuh tempo
Laba/rugi = fo(T) So CC
Efek dari Intermediate Cash Flows

Contoh dari intermediate cash flows adalah deviden, asumsikan bahwa


deviden akan dibayarkan saat jatuh tempo, maka harga futures
adalah:
Fo(T) = So(1+r)T -DT
Harga futures kontrak dengan perbedaan masa jatuh tempo
Kita mulai dengan harga kedua kontrak
Fo(1) = So + CC1
Fo(2) = So + CC2
Maka So akan menjadi
So = Fo(1) CC1
So = Fo(2) CC2
Spread akan menjadi
Fo(2) Fo(1) = CC2 CC1

Topik 8
Konsep Hedging dengan Menggunakan Futures
Alasan untuk melakukan hedging adalah bahwa hedging dapat
membantu investor untuk mengurangi atau merubah resiko dan juga
dapat digunakan sebagai alat untuk manajemen resiko keuangan
(contohnya, mengurangi resiko pada projek tertentu dan juga dapat
digunakan sebagai alat control dari harga ekspor dan impor)
Namun ada beberapa masalah yang dihadapi ketika melakukan
hedging yaitu kadang-kadang harga spot dan futures bergerak pada
arah yang berlawanan , heding hanya dapat dilakukan jika antara
harga spot dan futures bergerak dengan arah yang bersamaan.
Masalah lain dari hedging adalah dalam mengukur jumlah resiko sulit
dilakukan secara tepat, jumlahnya merupakan prediksi.

Menentukan Hedge Ratio


Hedge ratio adalah berapa jumlah futures kontrak yang dibutuhkan
untuk menghedging sejumlah resiko tertentu
Rumus yang digunakan adalah
Nf = - Nilai underlying asset / nilai futures
kontrak
Rumus yang digunakan untuk portfolio saham
Nf = - Beta (S/f)
Dimana : Nf = hedge ratio
S = Nilai portfolio saham
F = Nilai futures kontrak.
Contoh soal dapat dilihat pada bagian power point dari modul
ini dan penjelasan secara terperinci akan diberikan pada saat
kuliah

Topik 9
Swaps
Swaps merupakan bentuk terakhir dari derivatives yang akan kita
diskusikan. Swaps merupakan bentuk derivatives yang berbeda dari
option, futures dan forward. Swaps merupakan sebuah bentuk
perjanjian dimana pihak-pihak yang melakukan perjanjian berjanji
untuk saling menukarkan cash flow pada waktu yang telah ditentukan
dimasa depan.
Alasan untuk melakukan swaps yang utama adalah transaksi ini akan
meminimalkan biaya karena dengan melakukan perjanjian swaps si
pemegang swaps (swaps holder) akan menerima cash flows yang
diinginkan tanpa harus memiliki asset yang menghasilkan cash flows
tersebut.
Ada 3 jenis swaps yang terkenal yaitu;
- Equity swaps : pertukaran cash flows antara pemegang saham
berupa deviden dengan cash flows pemegang obligasi berupa
-

pendapatan bunga.
Interest Rate Swaps: pertukaran cashflows antara pemegang
obligasi dengan cash flows berupa pendapatan bunga tetap dengan
pemegang obligasi yang memiliki cash flows berupa tingkat bunga

bebas mengambang.
Currency Swaps: pertukaran cash flows antara pemegang mata
uang yang berbeda.

Swaps diperdagangkan di OTC (Over The Counter Market), dan


biasanya investor yang melakukan kontrak swaps adalah institutional

investors. Dan karena diperdagangkan di OTC maka tidak ada Clearing


House oleh karena itu akan memiliki default risk (resiko gagal bayar).
Contoh soal untuk Equity Swaps, Interest Rate Swaps dan currency
swaps dapat dilihat di power point yang tersedia di modul ini, dan
penjelasan terperinci akan diberikan pada saat kuliah