Anda di halaman 1dari 41

TANDA-TANDA VITAL

Sri Utami D.

PRODI KEPERAWATAN SEMARANG


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Pengertian
Tanda-tanda vital/vital signs merupakan
indikator dari status kesehatan (menandakan
keefektifan sirkulasi, respirasi, fungsi neural &
endokrin tubuh).
Pengukuran TTV memberikan data dasar untuk
mengetahui respon terhadap stress fisiologi /
psikologi, respon terapi medis, perubahan
fisiologis.
Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA
VITAL.

Pemeriksaan TTV
Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan
Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin
sesuai program
Sebelum dan sesudah prosedur bedah
Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif
Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan
yang mpengaruhi karvas, respirasi & fungsi
kontrol suhu

Lanjutan...
Saat KU klien berubah
Sebelum dan sesudah tindakan yang
mempengaruhi TTV
Saat klien melaporkan adanya distress fisik non
spesifik

Empat komponen TTV


Suhu tubuh
Denyut nadi
Respirasi
Tekanan darah

Tujuan dilakukan pemeriksaan TTV


Mengetahui data obyektif
Mengetahui KU klien
Mengetahui perkembangan
penyakit klien
Membantu menentukan diagnosa
& intervensi keperawatan

TEKANAN DARAH
Tekanan darah merupakan kekuatan lateral
pada dinding arteri oleh darah yang didorong
dengan tekanan dari jantung. Aliran darah
mengalir pada sistem sirkulasi karena
perubahan tekanan.
Sistole Kontraksi jantung mendorong darah
dengan tekanan tinggi.
Diastole tekanan minimal yang mendesak
dinding arteri setiap waktu.

Lanjutan...
Diukur dengan alat pengukur tekanan darah
(tensimeter) dan stetoskop.
Tekanan darah terus-menerus berubah
tergantung pada

Aktivitas
Suhu
Makanan
Keadaan emosi
Sikap
Keadaan fisik
Obat-obatan.

Faktor yang bertanggung jawab terhadap


Tekanan Darah
Tahanan perifer
Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun,
TD akan turun

Volume darah
Bila volume meningkat , TD akan meningkat

Viskositas darah
Semakin kental darah akan meningkatkan TD

Elastisitas dinding pembuluh darah


penurunan elastisitas pembuluh darah akan
meningkatkan TD

TD abnormal
Hipertensi :
Tekanan systole >130mmHg, diastole >90mmHg

Hipotensi:
Tekanan sistole <90>

Hipotensi ortostatik postural:


penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke
berdiri disertai pusing,berkunang-kunang sampai
pingsan.

TD Normal
Usia

No

mmHg

BBL

40(rerata)

1bln

85/54

1th

95/65

6 th

105/65

10-13 th

110/65

14-17 th

120/70

Dewasa tengah

120/80

Lansia

140/90

Faktor yang memepengaruhi TD


Usia
TD orang dewasa cenderung meningkat seiring
pertambahan usia

Stress
meningkatkan TD

Ras
dipengaruhi oleh kebiasaan, genetic dan
lingkungan

Lanjutan...
Medikasi
analgesik narkotik dapat meningkatkan TD

Variasi diurnal
TD berubah-ubah spanjang hari, biasanya rendah
pada pagi hari

Jenis kelamin
secara klinis tidak perbedaan yang signifikan,
setelah pubertas pria lebih tinggi setelah
menopause maka wanita lebih tinggi

NADI
Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol
dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh.
Nadi merupakan salah satu indikator status
sirkulasi.
Nadi diatur oleh sistem saraf otonom.
Saraf simpatik:meningkatkan nadi
Saraf parasimpatik:menurunkan nadi

Lanjutan...
Nadi adalah denyut nadi yang teraba pada
dinding pembuluh darah arteri yang
berdasarkan systol dan dyastole dari jantung.
Denyut nadi adalah jumlah denyut jantung, atau
berapa kali jantung berdetak per menit.
Mengkaji denyut nadi tidak hanya mengukur
frekuensi denyut jantung, tetapi juga mengkaji
irama jantung dan kekuatan denyut jantung.

Faktor yang mempengaruhi nadi


Latihan fisik
Latihan akan meningkatkan HR.

Suhu
Suhu meningkat maka nadi akan meningkat.

Emosi
Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi
simpatik, mempengaruhi frekuensi jantung.

Obat2an
Obat kronotopik positif (epineprin akan
meningkatkan nadi).

Lanjutan...
Peradarahan
Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi
simpatik sehingga meningkatkan nadi.

Perubahan postur tubuh


Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan
meningkatkan nadi.

Gangguan paru
Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk
sehingga nadi meningkat.

Frekuensi Nadi normal


Bayi 120-160/mnt
Todler 90-140/mnt
Prasekolah 80-110/mnt
Usia sekolah 75-100/mnt
Remaja 60-90/mnt
Dewasa 60-100/mnt

Lanjutan...
DENYUT NADI NORMAL
Bayi baru lahir : 100-140 x/menit
Dewasa : 60-80 x/menit

Bradikardia : <60 x/menit


Takikardia : >100 x/menit

KARAKTER NADI
Frekuensi
Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt
Bradikardi: Frekuensi <60x /mnt

Iramanormal :
interval regular setiap denyut nadi

Kekuatan / amplitude kualitas nadi

0: Tidak teraba
+1: Lemah,dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat
+2: Normal, mudah dipalpasi
+3: Mudah dipalpasi , kuat

Kesamaan bandingkan secara kanan & kiri

Tempat Pengukuran Nadi


Arteri temporal
Arteri radialis
Arteri karotis
Arteri ulnalis
Arteri apical

Arteri femoral
Arteri brakhialis
Arteri popliteal
Arteri tibia posterior
Arteri dorsalis pedis

SUHU TUBUH
Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara
jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh
dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan.
Pusat pengaturan suhu tubuh adalah
hipotalamus (bekerja sbg termostat).
Suhu tubuh adalah besaran yang menyatakan
derajat panas dingin dari tubuh

Lanjutan...
Alat yang digunakan untuk mengukur suhu
adalah thermometer.
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk
mengukur suhu cenderung menggunakan indera
peraba.
Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi
maka diciptakanlah termometer untuk mengukur
suhu dengan valid.

4 cara produksi panas


1. Metabolisme tubuh merupakan serangkaian
reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas).
2. Sekresi hormon tyroid meningkatan metabolisme
dalam pemecahan glukosa dan lemak.
3. Kerja otot latihan akan meningkatkan
metabolisme.
4. Rangsangan pd sistem saraf saat gula darah turun
terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang
kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non
epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh.

Pengeluaran Panas
Radiasi.
Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke
permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan.

Konduksi.
Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg
kontak langsung.

Konveksi.
Perpindahan panas karena pergerakan udara.

Evaporasi.
Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas

(Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas)

Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh


Usia:
pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas, lansia
sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim

Olahraga:
meningkatkan produksi panas

Kadar hormon:
wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari
pria

Lingkungan
Irama sikardian:
suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0,5 drjt
selama 24 jam, titik terendah pada pukul 1-4 dini hari

Rentang Normal
Rentang normal suhu 36-37,5C
Tergantung tempat pengukuran suhu:
Oral rata2 37C
Rektal rata2 37,5C
Aksila rata2 36,5C

Lanjutan...
SUHU TUBUH NORMAL
BBL dan Dewasa 36,0-37,5 C

Hypopirexia/hypopermia < 36 C
Demam : Jika bersuhu 37,5 C - 38C
Febris : Jika bersuhu 38C - 39C
Hypertermia : Jika bersuhu > 40C

Tempat pengukuran suhu


SUHU INTI

Rektum
Membran tympani
Esofagus
Arteri pulmoner
Kandung kemih

SUHU PERMUKAAN

Kulit
Aksila
Oral

Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan


Oral
Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah /
trauma oral, klien dengan epilepsy atau gemetar karena
kedinginan, pada bayi dan anak kecil yang menangis serta
klien yang tidak sadar.

Aksila
Tidak boleh dilakukan pada bayi, klien yang sangat kurus,
klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae.

Rektal
Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah /
kelainan rectal,nyeri pada area rectal / perdarahan, klien
dengan berpenyakit kelamin, pada bayi baru lahir

PERNAFASAN
Pernafasan adalah mekanisme tubuh
menggunakan pertukaran udara antara atmosfir
dengan darah serta darah dengan sel.
Merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk
menilai proses pengambilan oksigen dan
pengeluaran karbondioksida.
Menilai frekuensi, irama, kedalaman dan tipe atau
pola pernapasan.
Tingkat respirasi atau respirasi rate adalah jumlah
seseorang mengambil napas per menit.

Lanjutan...
Tingkat respirasi biasanya diukur ketika seseorang
dalam posisi diam dan hanya melibatkan
menghitung jumlah napas selama satu menit
dengan menghitung berapa kali dada meningkat.
Respirasi dapat meningkat pada saat demam,
berolahraga, emosi.
Ketika memeriksa pernapasan, adalah penting
untuk juga diperhatikan apakah seseorang
memiliki kesulitan bernapas.

Mekanisme pernafasan meliputi


Ventilasi
yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru

Difusi
yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel
darah merah

Perfusi
yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari
kapiler darah

Kontrol Fisiologis
Pusat pengaturan batang otak
Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion
hidrogen dalam darah
Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol
pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan
kedalaman.

Faktor yang mempengaruhi pernafasan


Olahraga meningkatkan RR
Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR)
Anemia (meningkatkan RR)
Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak
meningkatkan ekspansi paru
Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif
meningkatkan RR)
Cedera batang otak (meningkatkan RR)

Hal yang perlu diperhatikan dalam


pengkajian pernafasan
Frekuensi pernafasan
Kedalaman pernafasan
Irama pernafasan
Difusi dan perfusi

Frekuensi pernafasan
Usia Frek/mnt

BBL 35-40
Bayi 30-50
Todler 25-32
Anak2 20-30

Usia Frek/mnt

Remaja 16-19
Dewasa 12-20
Lansia : 14-16

Gangguan dalam pola nafas


Bradipneu: Nafas teratur ,lambat secara tidak
normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit).
Takipneu: Nafas teratur,cepat secara tidak normal
(pernafasan lebih dari 20x/menit).
Hiperneu: Nafas sulit,dalam ,lebih dari 20x/menit
Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik
Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas
meningkat

Lanjutan...
Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam
kecepatan dan kedalaman
Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn
nafas tidak teratur ditandai dengan periode
apneu dan hiperventilasi yang berubah
Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak
normal dalam frekuensi meningkat
Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal
diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur

Lanjutan...
Dispnea : Pernapasan yang sulit
Tacypnea : Pernapasan lebih dari normal (> 20
x/menit)
Bradipnea : Pernapasan kurang dari normal ( <
20 x/menit)
Apnea : Pernapasan terhenti

SEKIAN
SELAMAT BELAJAR

Anda mungkin juga menyukai