Anda di halaman 1dari 3

1

LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS
ANAMNESIS
Secara rutin ditanyakan :umur penderita, sudah menikah atau belum, paritas,
siklus haid, penyakit yang pernah diderita, terutama kelainan ginekologik serta
pengobatan, dan operasi yang pernah dialami.
Riwayat Penyakit Umum
Perlu ditanyakan apakah pernah menderita penyakit berat, atau tuberculosis,
penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit darah, penyakit diabetes mellitus,
penyakit jiwa. Riwayat operasi nonginekologik perlu juga diperhatikan,
misalnya strunektomi, mammektomi, appendiktomi, dan lain-lain
Riwayat Obstetrik
Perlu diketahui riwayat tiap-tiap kehamilan sebelumnya, apakah itu berakhir
dengan keguguran ataukah berakhir berakhir dengan persalinan, apakah
persalinannya normal, diselesaikan dengan tindakan atau dengan operasi
(seksio sesarea) dan bagaimana nasib anaknya. Infeksi kuretase dan nifas dapat
menjadi sumber infeksi panggul menahun dan kemandulan.
Riwayat ginekologik
Riwayat penyakit/kelainan ginekologik serta pengobatan dapat member
keterangan penting, terutama operasi yang pernah dialami.apabila penderita
pernah diperiksa oleh dokter lain, tanyakan juga hasil-hasil pemeriksaan
dirinya, dan membawa pulang hasil pemeriksaannya.
Riwayat haid
Haid merupakan peristiwa sangat penting dalam kehidupan wanita. Perlu
diketahui menarche, siklus haid teratur atau tidak, banyaknya darah yang
keluar waktu haid, lamanya haid, disertai rasa nyeri atau tidak, dan menopause.
Selalu ditanyakan tanggal haid terakhir yang masih normal. Jikalau haid
terakhirnya tidak jelas normal, maka perlu ditanyakan tanggal haid sebelum itu.
Dengan cara demikian, dicari apakah haid penderita terlambat, ataukah terjadi
amenore.

PEMERIKSAAN FISIS
Pemeriksaan Bimanual
Pemeriksaan genitalia interna dilakukan dengan kedua tangan (bimanual), dua
jari atau satu jari dimasukkan ke dalam vagina, atau satu jari ke dalam rectum,
sedang tangan yang lainnya diletakkan di dinding perut.
Untuk memperoleh hasil sebaik-baiknya, penderita berbaring dalam letak
litotomi, diberitahukan bahwa akan dilakukan pemeriksaan dalam dan santai,
pasien tidak boleh menegangkan perutnya.
Sebelum tangan kanan dimasukkan, vulva dibersihkan dengan kapas sublimat
atau kapas detol. Waktu tangan kanan dimasukkan ke dalam vagina, jari
telunjuk dan jari tengah lurus ke depan, ibu jari lurus ke atas, dan dua jari
lainnya dalam keadaan fleksi. Vulva dibuka dengan dua jari tangan kiri. Mulamula jari tengah dimasukkan ke dalam introitus vagina, lalu kommisura
posterior ditekan ke belakang supaya introitus menjadi lebih lebar. Baru
kemudian jari telunjuak dimasukkan juga. Cara ini dimasukkan untuk
menghindari rasa nyeri, apabila dinding belakang urethra tertekan terlampaui
keras oleh kedua jari yang dimasukkan sekaligus.
PEMERIKSAAN KHUSUS
Pemeriksaan laboratorium
Kadar Hb diperiksa pada wanita yang tampak pucat mengalami perdarahan,
wanita hamil dan kehamilan ekstaruterin. Batas terendah untuk wanita yang
tidak hamil adalah 11,5 %. Pada perdarahan abnormal berlangsung cukup lama
(mioma uteri, karsinoma servisis uteri, metropatia hemorhagik) kadar Hb
menjadi sangat rendah, bahkan mencapai nilai 3-4%.
Jumlah leukosit dan laji endap darah dapat diperiksa pada proses peradangan.
Ini penting pula untuk membedakan apakah suatu proses dalam pelvis
disebabkan oleh neoplasma, dan peradangan akut atau kronik.
Urin pada wanita hamil (proteinuria), dan pemeriksaan tes kehamilan dengan
hCG dilakukan pada kehamilan muda yang belum dipastikan dengan
pemeriksaan ginekologi, pada kehamilan ektopik dan koriokarsinoma.

Pemeriksaan Sitologi Vagina


Untuk pemeriksaan sitologik, bahan yang diambil dari dinding vagina atau dari
serviks dengan spatel ayre. Pemeriksaan sitologi dilakukan utuk kepentingan
diagnosis dini karsinoma servisis uteri dan karsinoma korporis uteri, nama
pemeriksaan ini disebut dengan paps smear.
Selain untuk diagnosis dini tumor ganas, pemeriksaan sitologi vagina dapat
dipakai juga untuk secara tidak langsung mengetahui fungsi hormonal karena
pengaruh estrogen dan prosgesteron menyebabkan perubahna-perubahan khas
pada selaput sel-sel lender vagina.
Referensi:
Prawihardjo sarwono. 2011. Ilmu kandungan. Edisi 3. Jakarta: PT. Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.