Anda di halaman 1dari 23

KATA PEGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT karena atas limpahan rahmat serta hidayah Nya maka
makalah ini dapat diselesaikan. Tidak lupa kepada Nabi Muhammad atas limpahan
rahmatNya yang kita nantikan di yaumul akhir nanti. Kepada Dr.Rifky selaku dosen mata
kuliah IDK II anatomi atas bimbingannya maka makalah ini telah terselesaikan.
Makalah ini berisi tentang bab sistem kardiovaskular yang meliputi struktur jantung,
kardiak output, konduksi jantung, siklus jantung dan pengaturan tekanan darah. Yang akan di
gunakan sebagai pembelajaran keperawatan pada semester II ini.
Makalah ini penting karena sebagai Tugas mata kuliah anatomi dan sebagai dasar
untuk kita belajar ilmu keperawatan.
Kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna maka kritik an saran yang
membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah yang selanjutnya. Dan kami
ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membentu dalam pembuatan makalah
ini, dan semoga bermafaat. Terima Kasih

Yogyakarta, April 2012


Penyusun

DAFTAR ISI
Cover . .i
Kata Penantar
.. ii
Daftar isi
.. iii
BAB 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang .. 4
1.2 Tujuan
.. 4
1.3 Rumusan Masalah
.. 4
BAB II DASAR TEORI
2.1 Struktur jantung dan pembuluh darah
6
2.2 Kardiak output
2.1
2.2

.8

Sistem konduksi jantung


.8
Silkus Jantung . 11
2.4 Penganturan tekanan darah

12

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Struktur jantung dan pembuluh darah 14
3.2 Kardiak output
.18
3.3 Sistem konduksi jantung .21
3.4 Silkus Jantung
. 22
3.5 Penganturan tekanan darah

24

BAB IVPenutup
4.1 Kesimpulan

26
4.2 saran

26
DAFTAR PUSTAKA 27

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada.
Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas
(atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang
mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel
memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar. Fungsi
utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan
tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi
tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh
tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil
oksigen dan membuang karbondioksida. Jantung kemudian mengumpulkan darah
yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.
Sistem Kardiovaskuler terdiri dari darah,jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di
dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian
kanan dari garis tengah tubuh.
Berat jantung orang dewasa laki-laki 300-350gr, berat jantung orang dewasa wanita 250350 gr. Panjang jantung 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 6 cm atau 4 gr/kg BB dari berat badan
ideal
Proyeksi jantung kanan secara visual pada permukaan anterior adalah dibawah sternum
dan tulang iga. Pada bagian permukaan inferior ( Apeks dan batas kanan jantung) diatas
diafragma. Batas jantung kanan (yang meluas kebagian inferior dan basal) bertemu dengan
paru kanan. Batas jantung kiri (yang meluas dari basal ke apeks) bertemu dengan paru kiri.
Batas superior jantung kanan terletak di intercostae ke-3 kira-kira 3 cm ke kanan dari garis
tengah. Garis yang menghubungkan kedua titik ini berkoresponden dengan basal jantung.
Batas inferior jantung kiri terletak di apeks di intercostae ke-5 kira-kira 9 cm ke kiri dari garis
tengah. Batas inferior jantung kanan terletak pada intercostae ke-6kira- kira 3 cm ke kanan
dari garis tengah.
Garis yang menghubungkan garis inferior kanan dan kiri berkoresponden terhadap inferior
surface jantungdan garis yang menghubungkan inferior dan superior kanan berkoresponden
ke border jantung kanan.

1.2
1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan
Mengetahui struktur jantung dan fungsi nya
Mengetahui siklus peredaran darah
Mengetahui sistem konduksi jantung
Mengetahui tentang cardiac output jantung
Mengetahui bagaimana cara mengatur tekanan darah

1.3 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara mengataui pengatur tekanan darah
2. Apa yang di maksud dengan cardiac output

3. Bagaimana siklus peredaran darah dan konduksi jantung


4. Apa manfaat untuk kita setelah mempelajari sistem cardiovascular

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Sruktur Jantung dan Pembuluh Darah


A. RUANG JANTUNG
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang yang berdinding tipis disebut atrium (serambi),
dan 2 ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).
1. Atrium
a. Atrium kanan berfungsi sebagai penampungan darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh.
Darah tersebut mengalir melalui vena kava superior, vena kava inferior, serta sinus
koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Dari atrium kanan kemudian darah di pompakan
ke ventrikel kanan.
b. Atrium kiri menerima darah yang kaya akan oksigen dari paru melalui 4 buah vena
pulmonalis. Kemudian darah dialirkan ke ventrikel kiri.
Antara kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.
2. Ventrikel
a. Ventrikel kanan, menerima darah dari atrium kanan yang kemudian dipompakan ke paru
melalui arteri pulmonalis.

b. Ventrikel kiri, menerima darah dari atrium kiri kemudian memompakannya ke seluruh tubuh
melalui aorta.
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.
B. KATUP JANTUNG
1. Katup Atrioventrikuler
Merupakan katup yang terletak diantara atrium dan ventrikel.. katup antara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai tiga buah daun katup disebut katup trikuspidalis. Sedangkan
katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup
disebut katup bikuspidalis atau katup mitral.
Katup AV memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada waktu
diastole ventrikel, serta mencegah aliran balik ke atrium pada saat sistol ventrikel.
2.

Katup Semilunar
Katup pulmonal, terletak antara arteri pulmonalis dan ventrikel kanan.
Katup aorta, terletak antara ventrikel kiri dan aorta.
Kedua katup semilunar terdiri dari 3 daun katup. Adanya katup semilunar memungkinkan
darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol
ventrikel, dan mencegah aliran balik ke ventrikel sewaktu diastole ventrikel.

3. Arteri Koroner
Arteri koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Sirkulasi koroner terdiri dari:
arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri. Arteri koroner bermuara di sebelah atas daun
katup aorta yang disebut sinus valsava.
C. PEMBULUH DARAH
Terdapat tiga macam pembuluh darah, yaitu:
1. Pembuluh nadi atau arteri, yaitu pembuluh yang mengangkut darah
dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta,
arteri, dan arteriole. Aorta adalah pembuluh darah yang langsung
berhubungan dengan jantung. Arteri adalah cabang dari aorta,
sedangkan arteriol adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan
kapiler.
2. Pembuluh balik atau vena, yaitu pembuluh yang mengangkut darah
dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung. Vena dibedakan menjadi

venule, vena, dan vena cava. Venule adalah pembuluh balik yang
berhubungan dengan kapiler. Vena menerima darah dari venule,
sedangkan vena cava adalah pembuluh balik besar yang langsung
berhubungan dengan jantung.
3. Pembuluh kapiler, yaitu pembuluh halus yang menghubungkan
arteriole dengan venule. Kapiler merupakan pembuluh halus yang
dindingnya hanya setebal selapis sel. Pada pembuluh inilah terjadi
pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan.
2.2 Kardiak Output
Jantung output (Q atau

atau CO) adalah volume darah yang dipompa oleh jantung ,

khususnya oleh kiri atau kanan ventrikel dalam interval waktu satu menit. CO dapat diukur
dengan berbagai cara, misalnya dm 3 / menit (1 dm 3 sama dengan 1000 liter cm 3 atau
1) Q adalah selanjutnya jumlah gabungan output dari ventrikel kanan dan output dari
ventrikel kiri selama fase. sistol jantung.Sebuah rata-rata curah jantung istirahat akan menjadi
5,6 L / menit untuk manusia laki-laki dan 4,9 L / menit untuk perempuan. [1]
Q = Volume Stroke Denyut jantung
2.3 Sistem Konduksi Jantung
Saraf pada jantung membentuk beberapa simpul saraf jantung. Simpul
saraf tersebut adalah sebagai berikut:
a) simpul Keith-Flack atau Nodus Sino Aurikularis.
Simpul saraf ini terdapat pada dinding serambi, diantara vena yang
masuk ke serambi kanan.
b) simpul Tawara atau Nodus Atrioventrikularis.
Simpul saraf ini terdapat pada sekat antara serambi dan bilik.
c) berkas His.
Berkas His berupa serabut saraf yang merupakan kelanjutan dari
simpul tawara. Serabut saraf dari berkas His ini terdapat pada sekat
antara bilik dan bercabang-cabang ke otot jantung dinding
ventrikel.
Jantung merupakan organ tubuh yang tersusun dari serabut otot yang membentuk empat
ruangan, seperti terlihat dalam Gambar 1. Ruangan yang atas disebut atrium (kanan dan kiri)
dan yang bawah disebut ventrikel (kanan dan kiri). Diantara atrium dan ventrikel terdapat
katup (valve) yaitu trikuspid dan Mitral. Katup tersebut dapat dilewati darah hanya dalam
satu arah saja yaitu dari atrium ke ventrikel. Atrium kanan berhubungan denganvena

cava (superior dan inferior) dan berfungsi menampung darah dari seluruh tubuh. Atrium kiri
berhubungan dengan pulmonary vein dan berfungsi menampung darah dari paru-paru.
Ventrikel kanan berhubungan dengan pulmonary artery melalui pulmonary valve, berfungsi
menampung darah dari atrium kanan dan memompakannya ke paru-paru. Ventrikel kiri
terhubung ke aorta melalui aortic valve, berfungsi menampung darah dari atrium kiri dan
memompakannya ke seluruh tubuh.
SIKLUS KERJA JANTUNG
Jantung berfungsi memompa darah ke
paru-paru dan ke seluruh tubuh. Cara
jantung memompa darah adalah dengan
melakukan kontraksi secara bergantian
antara atrium dan ventrikel, dengan irama
yang teratur dan terus menerus sepanjang
hidup. Bekerjanya jantung didukung oleh
dua sistem yang ada dalam jantung yaitu
sistem kontraksi dan sistem konduksi.
Sistem

konduksi

diperlihatkan

dalam

Gambar 2 dan berfungsi mengatur kerja jantung melalui sistem kontraksi. Cara pengaturan
kerja jantung dapat diuraikan sebagai berikut. Simpul SA membangkitkan impuls dengan rate
normal sekitar 70 bpm (beat per menit). Impuls ini melalui bachmanns bundle disebarkan ke
seluruh dinding atrium, sehingga membuat sel-sel dalam dinding atrium mengalami
depolarisasi. Depolarisasi pada atrium ini kemudian diikuti oleh kontraksi atrium.

Gambar 2. Sistem konduksi jantung


Dari atrium, impuls diteruskan ke Simpul AV melalui internodal fiber. Di dalam Simpul AV,
impuls mengalami penundaan sekitar 100 ms yang fungsinya memberikan waktu kepada
atrium untuk menyelesaikan kontraksinya sebelum ventrikel mulai berkontraksi. Dari Simpul
AV, impuls diteruskan ke Bundle of His, ke Left dan Right Bundle branches, dan menyebar ke
seluruh dinding ventrikel melalui Purkinje fibers. Menyebarnya impuls ke seluruh dinding
ventrikel membuat ventrikel mengalami depolarisasi yang kemudian diikuti dengan kontraksi
ventrikel. Setelah itu proses berulang kembali dimulai dari Simpul SA.
DEPOLARISASI SPONTAN
Dari proses kerja jantung tersebut terlihat bahwa Simpul SA membangkitkan impuls-impuls
dengan ritme yang teratur. Simpul SA dapat membangkitkan impuls karena sel-selnya
mempunyai otomatisitas. Otomatisitas ini terjadi karena sel-sel tersebut mempunyai potensial
istirahat yang nilainya kurang negatif, yaitu antara -60 mV sampai -70 mV. Potensial
membran yang kurang negatif ini membuat penutupan yang tidak penuh pada kanal sodium
terpicu-tegangan. Akibat penutupan yang tidak penuh ini ion sodium masih dapat masuk ke
dalam membran sel melalui kanal ini, yang membuat potensial istirahat membran (yaitu fase
4 depolarisasi) tidak konstan. Potensial ini menjadi semakin kurang negatif (potensial
membran naik menuju nol), seperti terlihat dalam Gambar 3.

Gambar 3. Potensial membran sel pacemaker. MDP (maximum negative diastolik potential)
potensial diastolik negatif maksimum, TP (threshold potential) potensial ambang
Semakin kurang negatifnya potensial membran membuat konduktivitas membran terhadap
ion sodium menjadi semakin tinggi sehingga aliran ion sodium ke dalam sel menjadi semakin
cepat hingga dicapai potensial ambang (trheshold), yaitu sekitar -40 mV. Bila sel-sel dalam
Simpul SA telah mencapai potensial ambang maka kanal kalsium-sodium terpicu-tegangan
terbuka dan terjadilah proses depolarisasi yang disebut dengan depolarisasi spontan.
Depolarisasi spontan inilah yang membangkitkan impuls potensial aksi yang selanjutnya
dihantarkan ke atrium maupun ke ventrikel.
Disamping Simpul SA, masih ada beberapa bagian lain dalam sistem konduksi yang selselnya juga mempunyai kemampuan melakukan depolarisasi spontan. Bagian-bagian itu
adalah Simpul AV, Bundle of His, Bundle branches, dan Purkinje fibers. Perbedaannya
dengan

sel

di

Simpul

SA adalah rate impuls

yang

dibangkitkan

lebih

rendah

dibandingkan rate yang dibangkitkan Simpul SA. Rate yang dibangkitkan Simpul SA
berkisar antara 60 sampai 100 bpm, sedang yang dibangkitkan di tempat lain dalam sistem
konduksi adalah antara 50 dan 60 bpm di Simpul AV, Bundle of His, Bundle branches, dan
antara 30 dan 40 bpm di Purkinje fibers.

2.4 Siklus Jantung

Siklus jantung
Dalam kerja memompa darah, jantung berdenyut secara terus-menerus
sejak embrio berumur 25 hari sampai seseorang meninggal dunia. Sekali
denyut, mulai dari pemompaan darah hingga memompa berikutnya
disebut siklus jantung. Secara sederhana siklus pemompaan darah oleh
jantung berlangsung sebagai berikut:
1) otot jantung berelaksasi, semua klep jantung dalam keadaan menutup.
Darah masuk kedalam atrium dari pembuluh balik.
2) klep berdaun tiga dan klep berdaun dua membuka. Darah mengalir
dari serambi ke bilik. Aliran darah ini diperkuat oleh mengecilnya
ruang serambi. Hal ini disebabkan oleh berkontraksinya dinding
serambi.
3) dinding bilik berkontraksi. Bersamaan dengan itu, klep berdaun dua
dan berdaun tiga menutup. Tetapi klep semilunaris membuka sehingga
tekanan darah dalam bilik meningkat.
4) darah mengalir dengan kuat dari bilik menuju aorta. Bersamaan
dengan ini dinding serambi mengembang sehingga darah masuk
keserambi dari vena.
Seluruh proses tersebut berlangsung kurang dari satu detik. Bila kita
mendengarkan denyut jantung dengan stetoskop, suara detaknya terdengar
ganda. Yang pertama adalah bersamaan dengan menutupnya klep antara
serambi dan bilik, sedangkan yang kedua adalah bersamaan dengan
menutupnya klep semilunaris.
2.5 Pengaturan Tekanan Darah
Tekanan darah arteri rata-rata adalah gaya utama yang mendorong darah ke jaringan. Tekanan
ini harus diatur secara ketat karena dua alasan. Pertama, tekanan tersebut harus cukup tinggi
untuk menghasilkan gaya dorong yang cukup. Kedua, tekanan tidak boleh terlalu tinggi,
sehinga menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung dan meningkatkan risiko kerusakan
pembuluh darah serta kemungkinan rupturnya pembuluh-pembuluh halus.
Tingkat tekanan darah merupakan suatu sifat kompleks yang ditentukan oleh interaksi
berbagai faktor genetik, lingkungan dan demografik yang mempengaruhi dua variabel
hemodinamik: curah jantung dan resistensi perifer total. Total curah jantung dipengaruhi oleh
volume darah, sementara volume darah sangat bergantung pada homeostasis natrium.
Resistensi perifer total terutama ditentukan di tingkat arteriol dan bergantung pada efek

pengaruh saraf dan hormon. Tonus vaskular normal mencerminkan keseimbangan antara
pengaruh vasokonstriksi humoral (termasuk angiotensin II dan katekolamin) dan vasodilator
(termasuk kinin, prostaglandin dan oksida nitrat). Pembuluh resistensi juga memperlihatkan
autoregulasi; peningkatan aliran darah memicu vasokonstriksi agar tidak terjadi hiperperfusi
jaringan. Faktor lokal lain seperti pH dan hipoksia, serta interaksi saraf (sistem adrenergik dan -), mungkin penting.
Ginjal berperan penting dalam pengendalian tekanan darah, sebagai berikut :
1. Melalui sistem renin-angiotensin, ginjal mempengaruhi resistensi perifer dan
homeostasis natrium. Renin yang dikeluarkan oleh sel jukstaglomerulus ginjal
mengubah angiotensinogen plasma menjadi angiotensin I, yang kemudian diubah
menjadi angiotensin II olehangiotensin-converting enzyme (ACE). Angiotensin II
meningkatkan tekanan darah dengan meningkatkan resistensi perifer (efek langsung
pada sel otot polos vaskular) dan volume darah (stimulasi sekresi aldosteron,
peningkatan reabsorpsi natrium dalam tubulus distal).
2. Ginjal juga menghasilkan berbagai zat vasodepresor atau antihipertensi (termasuk
prostaglandin dan nitrat oksida) yang mungkin melawan efek vasopresor angiotensin.
3. Bila volume darah berkurang; laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate =
GFR) turun sehingga terjadi peningkatan reabsorpsi natrium oleh tubulus proksimal
sehingga natrium ditahan dan volume darah meningkat.
4. Faktor natriuretik yang tidak bergantung pada laju filtrasi glomerulus, termasuk
peptida natriuretik atrium, disekresikan oleh atrium jantung sebagai respons terhadap
ekspansi volume, menghambat reabsorpsi natrium di tubulus distal dan menyebabkan
vasodilatasi.
5. Bila fungsi ekskresi ginjal terganggu, mekanisme kompensasi yang membantu
memulihkan keseimbangan elektrolit dan cairan adalah peningkatan tekanan arteri.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Anatomi jantung
Jantung adalah organ berongga
Memiliki 4 ruang (ventrikek kiri,
ventrikel kanan, atrium kiri, atrium kanan).
Terletak diantara kedua paru-paru
2/3 bagian terletak di sebelah kiri garis midsternal.
Dilindungi oleh mediastinum.
Ukurannya lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.
Bentuknya seperti kerucut tumpul.
Ujung atas yang lebar(dasar) mengarah ke bahu kanan.
Ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke panggul kiri.
Atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kiri, ventrikel kanan.
Sulkus koronarius adalah alur yang membatasi atrium dan ventrikel
Sulkus ini dilalui oleh pangkal a.koronaria kiri, a.koronaria kanan, kanan, dan sinus
koronarius
Aurikula kanan
Aurikula kiri
Perlekatan perikardium
Atrium kanan menerima v.kava superior, v.kava inferior, dan sinus koronarius.
Sinus koronarius menerima hampir semua vena yang berasal dari otot jantung.
Septum interatriorum
Fossa / foramen ovale berada di septum interatriorum
Mm.pektinati berupa balok otot di dinding aurikula.
Darah didorong ke ventrikel kanan melalui ostium atrioventrikulare kanan
katup trikuspidalis berada di ostium atrioventrikulare kanan
Katup trikuspidalis
Katup pulmonalis berada di pangkal trunkus pulmonalis
Katup bikuspidalis berada di ostium atrioventrikulare kiri
Katup aorta berada di pangkal aorta

B. Histologi sistem kardiovaskuler


Histologi jantung
Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardium dan epikardium.
Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium homolog
dengan tunika intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan
subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih dimana
terdapat tight/occluding junction dan gap junction. lapisan subendokardial terdiri dari
jaringan ikat longgar. Di lapisan subendokardial terdapat vena, saraf, dan sel
purkinje.Miokardium, terdiri dari otot polos.
Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan pada ventrikel kanan. Sel otot yang
khusus pada atrium dapat menghasilkan atriopeptin, ANF ( Atrial Natriuretic Factor),
kardiodilatin dan kardionatrin yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan
dan elektrolit. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat kondukdi dan serat
kontraksi.Serat konduksi pada jantung merupakan modifikasi dari serat otot jantung dan
menghasilkan impuls.
Epikardium terdiri dari 3 lapisan yaitu perikardium viseral, lapisan subepikardial dan
perikardium parietal. Perikardium viseral terdiri dari mesothelium ( epitel selapis pipih).
Lapisan subepikardial terdiri dari jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah koroner, saraf
serta ganglia. Perikardium parietal terdiri dari mesotelium dan jaringan ikat.
C. Histologi Pembuluh Darah
Terdapat 3 jenis pembuluh darah, yaitu:
a. kapiler
b. arteri
c. vena
a. Kapiler
Merupakan selapis sel endotel
Terdapat 2 jenis:
- kapiler fenestra

- kapiler kontinu
Fungsi: pertukaran bahan secara difusi melalui ruang antar sel.
b. Arteri
1. Arteriol
Tunika intima
- selapis endotel.
- jaringan sub-endotel tipis, kadang tidak ada.
- sabut elastis belum berupa membrana elastika.
Tunika media
- 2-5 lapis otot polos.
2. Arteri kecil
Tunika intima
- selapis endotel.
- jaringan sub-endotel tidak jelas.
- membrana elastika interna jelas.
Tunika media
- 6-40 lapis otot polos.
Tunika adventitia
- membrana elastika eksterna belum tampak.
- terdiri atas jaringan ikat kendor yang mengandung sabut-sabut elastis yang teranyam
kendor.
3. Arteri sedang
Tunika intima
- selapis endotel.
- membrana elastika interna jelas.
Tunika media
- lapisan otot polos sangat tebal arteri muscular.
Tunika adventitia
- jaringan ikat kendor.
- membrana elastika eksterna +.
4. Arteri besar
Tunika intima
- Endotel: Terdiri atas epitel selapis pipih.

- Subendotel: Terdiri atas jaringan fibro elastis.


- Anyaman sabut elastis (+): Bila lapisannya tebal.
- Merupakan bentukan berkelok-kelok seperti cacing yang terdiri atas kumpulan.
- sabut-sabut elastis.
Tunika media
- otot polos 40-60 lapis berselang-seling dengan fenestrated membran.
Tunika adventitia
- vasa & nervi vasorum +.
c. Vena
Dinding tipis tekanan 1/10 arteri.
Jaringan elastis konstan karena aliran darah vena konstan.
Katup +.
Mudah direnggangkan sehingga dapat berfungsi sebagai reservoir.
Dinding vena tampak kendor.
Tunika media tidak berkembang.
Tunika adventitia lebih tebal & dominan.
1. venule
Tunika intima
- Selapis endotel.
Tunika media
- Tipis, 1-3 lapis otot polos.
Tunika adventitia
- Relatif tebal.
Diagnosa vena tergantung arteri pasangan.
2. Vena kecil & vena sedang
Tergantung arteri pasangan.
3. Vena besar
Tunika intim
- Selapis endotel.
- Jaringan subendotel agak tebal, kadang sabut otot polos membujur.
Tunika media
- Tipis, kadang .
Tunika adventitia

- Paling tebal, otot polos membujur.


- Membrana elastika eksterna .
D. Kerja jantung
Bila serambi jantung mengembang, jantung akan mengisap darah masukke serambi dari
pembuluh balik. Serambi kanan menarik darah dari vena
cava superior dan vena cava inferior, sedangkan serambi kiri menarik
darah vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru.
Bersamaan masuknya darah keserambi kanan, simpul keith-flack
terangsang. Rangsangan diteruskan ke simpul Tawara. Bersamaan dengan
ini, otot dinding serambi berkontraksi sehingga ruangan serambi
mengucup. Begitu impuls dari keith-flack sampai disimpul Tawara, maka
katup antara serambi dan bilik terbuka, darah mengalir ke bilik. Sementara
itu, impuls saraf diteruskan ke berkas his. Setelah darah masuk ke dalam
ventrikel, klep antara atrium dan bilik menutup. Sesampainya rangsangan
di miokardium bilik, maka berkontraksilah dinding bilik. Akibatnya,
ruangan bilik menguncup. Tekanan ruangan dalam bilik maximum disebut
tekanan sistole. Pada waktu sistole, darah terpompa ke aorta. Setelah darah
terpompa keaorta, dinding bilik berelaksasi. Ruangan jantung membesar
maximum sehingga tekanannya menjadi minimum. Tekanan terendah
dalam ruangan jantung akibat otot jantung berelaksasi disebut diastole.
3.2 Kardiak Output
Karena jantung adalah 'permintaan pompa, yang memompa darah apa pun yang datang
kembali ke dalamnya dari sistem vena, adalah efektif jumlah darah kembali ke jantung yang
menentukan berapa banyak darah jantung memompa keluar (Q). Hal ini, pada gilirannya,
dikendalikan terutama oleh kebutuhan oksigen oleh sel-sel tubuh dan kapasitansi dari sistem
arterio-vena. Jika tubuh memiliki kebutuhan oksigen tinggi metabolisme maka arus
metabolik yang dikendalikan melalui jaringan meningkat, menyebabkan aliran darah yang
lebih besar kembali ke jantung. Ini juga dimodifikasi oleh fungsi pembuluh tubuh saat
mereka aktif rileks dan berkontraksi sehingga peningkatan dan penurunan resistensi terhadap
aliran.
Ketika Q meningkatkan dalam individu yang sehat tetapi tidak terlatih, sebagian besar
peningkatan dapat dikaitkan dengan peningkatan denyut jantung (HR). Perubahan postur
tubuh, meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, dan penurunan aktivitas sistem saraf

parasimpatis juga dapat meningkatkan curah jantung. HR dapat bervariasi dengan faktor
sekitar 3, antara 60 dan 180 denyut per menit, sedangkan stroke volume (SV) dapat bervariasi
antara 70 dan 120 ml, faktor hanya 1,7. [2] [3] [4]
Sebuah parameter yang terkait dengan SV adalah penyemburan Fraksi (EF). EF adalah fraksi
darah yang dikeluarkan oleh ventrikel kiri (LV) selama fase kontraksi atau pengusiran dari
siklus jantung atau sistol. Sebelum awal sistol, LV penuh dengan darah untuk kapasitas
dikenal sebagai Volume diastolik Akhir (EDV) selama fase mengisi atau diastole. Selama
sistol, kontrak LV dan menyemburkan darah hingga mencapai kapasitas minimum yang
dikenal sebagai Volume Akhir Sistolik (ESV), tidak kosong sepenuhnya. Jelas EF tergantung
pada EDV ventrikel yang mungkin berbeda dengan penyakit yang berhubungan dengan
ventrikel dilatasi ventrikel. Bahkan dengan dilatasi LV dan gangguan kontraksi Q mungkin
tetap konstan karena peningkatan EDV.
Volume stroke (SV) = EDV - ESV
Fraksi ejeksi (EF) = (SV / EDV) 100%
Keluaran jantung (Q) = SV SDM
Jantung Index (CI) = Q / Area Permukaan Tubuh (BSA) = SV HR / BSA
HR adalah Heart Rate, yang dinyatakan sebagai BPM (Beat Per Minute)
BSA adalah Tubuh Luas Permukaan dalam meter persegi.
Penyakit pada sistem kardiovaskular sering dikaitkan dengan perubahan Q, khususnya
penyakit pandemi hipertensi dan gagal jantung. Penyakit jantung dapat dikaitkan
dengan Q peningkatan seperti yang terjadi selama infeksi dan sepsis, atau
dikurangi Q, seperti pada kardiomiopati dan gagal jantung. Kemampuan untuk secara akurat
mengukur Q adalah penting dalam kedokteran klinis karena menyediakan untuk diagnosis
peningkatan kelainan, dan dapat digunakan untuk memandu manajemen yang
tepat. Q pengukuran, jika itu akurat dan non-invasif, akan diadopsi sebagai bagian dari setiap
pemeriksaan klinis dari pengamatan umum untuk ruang perawatan intensif, dan akan menjadi
yang biasa seperti pengukuran tekanan darah sederhana sekarang. Praktek seperti itu, jika
diadopsi, dapat merevolusi pengobatan penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi dan
gagal jantung. Ini adalah alasan mengapa Q pengukuran sekarang menjadi penelitian penting
dan fokus klinis dalam pengobatan kardiovaskular.
[ sunting ]Mengukur curah jantung

Sirkulasi adalah fungsi kritis dan variabel fisiologi manusia dan penyakit. Pengukuran yang
akurat dan non-invasif dari Q adalah metode terbaik dari penilaian kardiovaskular. Hal ini
memungkinkan pemantauan terus menerus sirkulasi pusat dan memberikan wawasan
ditingkatkan menjadi normal, patofisiologi fisiologi dan pengobatan untuk penyakit. Metode
invasif yang diterima dengan baik, tetapi ada bukti bahwa metode ini tidak akurat dan efektif
dalam membimbing terapi, sehingga ada meningkatnya fokus pada pengembangan noninvasif metode. [5] [6] [7]
Ada sejumlah metode klinis untuk pengukuran Q mulai dari kateterisasi intracardiac langsung
ke non-invasif pengukuran denyut nadi arteri. Setiap metode memiliki kekuatan unik dan
kelemahan dan perbandingan relatif dibatasi oleh tidak adanya pengukuran secara luas
diterima "standar emas" Q juga dapat dipengaruhi secara signifikan oleh fase respirasi;. Intratoraks perubahan tekanan diastolik mempengaruhi mengisi dan karena itu Q. Hal ini sangat
penting selama ventilasi mekanik di mana Q dapat bervariasi hingga 50% di seluruh siklus
pernapasan tunggal Q karena itu harus diukur pada titik-titik merata spasi lebih dari satu
siklus atau setara dengan beberapa siklus..
Jantung Output dan Respirasi
Q dipengaruhi oleh fase pernapasan dengan intra-toraks mempengaruhi perubahan tekanan
pengisian jantung diastolik dan karena T. Bernapas dalam mengurangi tekanan intra-toraks,
mengisi jantung dan meningkatkan Q, sementara napas keluar meningkatkan tekanan intratoraks, mengurangi jantung mengisi dan T. Respon pernafasan disebut variasi stroke volume
dan dapat digunakan sebagai indikator kesehatan jantung dan penyakit. Perubahan
pernapasan yang penting, khususnya selama ventilasi mekanis, dan Q karenanya harus diukur
pada fase didefinisikan dari siklus pernapasan, biasanya akhir ekspirasi.
3.3 Sistem Konduksi Jantung
Jantung terletak di cavum thoracica, tepatnya di mediastinum media, posterior terhadap
korpus sterni dan cartilago costa II-VI. Didalamnya, jantung dilapisi oleh pericardium yang
merupakan kantung fibroserosa. Fungsinya adalah untuk membatasi pergerakan jantung dan
menyediakan pelumas sehingga bagian-bagian jantung yang berbeda dapat berkontraksi.
Morfologi jantung pada manusia dewasa mepunyai ukuran panjang 12 cm, lebar 8-9 cm,
diameter antero-posterior 6 cm. Pada pria, jantung memiliki massa 340-380 gr dan pada
wanita 230-280 gr. Jantung memiliki bagian atas yang lebar (basis jantung) yang mengarah
ke bahu kanan dan bagian bawah mengerucut (apex jantung) yang mengarah ke panggul kiri.

Dinding jantung terdiri dari lapisan tebal yang terdiri dari luar ke dalam yaitu epikardium,
miokardium, dan endokardium. Jantung dibagi oleh septa vertical menjadi empat ruang:
atrium dextra, atrium sinistra, ventrikel dextra, dan ventrikel sinistra. (Lab. Anatomi
Unissula, 2009)
Jantung dilengkapi dengan suatu sistem khusus untuk (1) mencetuskan impuls-impuls listrik
ritmis yang menyebabkan kontraksi ritmis otot jantung, dan (2) menghantarkan impuls.
Didalam atrium ada nodus sinus. Nodus Sinus (nodus sinoatrial atau sinus SA) merupakan
bagian otot jantung yang khusus, kecil, tipis dan berbentuk elips, lebar 3mm, panjang
15mm, dan tebal 1mm. Nodus ini terletak di dalam dinding postero-lateral superior dari
atrium kanan tepat dibawah dan sedikit lateral dari lubang vena cava superior. Serabutserabut nodus ini hampir tidak memiliki filamen otot kontraktil dan hanya berdiameter 3-5
mikrometer. Namun serabut nodus sinus secara langsung berhubungan serabut otot atrium,
sehingga setiap potensial aksi yang dimulai di nodus SA akan segera menyebar ke dinding
otot atrium. Nodus atrioventrikular (Nodus AV) terletak pada dinding posterior atrium kanan,
tepat dibelakang katup trikuspid. (Guyton, 2008)
Eksitasi jantung normal berasal dari nodus sinus yang berfungsi sebagai pace maker tempat
impuls ritmis yang normal dicetuskan; jalur internodus yang menghantarkan impuls dari
nodus sinus menuju ke nodus AV; Nodus AV, tempat impuls dari atrium mengalami
perlambatan sebelum masuk ke ventrikel; berkas AV, yang menghantarkan impuls dari atrium
ke ventrikel, kedua cabangnya (tawara) atau (cabang-cabang berkas serabut Purkinje kiri dan
kanan). eksitasi yang mencapai serabut purkinje akan diteruskan ke miokardium ventrikel. Di
dalam miokardium, eksitasi menyebar dari endokardium ke epikardium dan dari apeks ke
basal. (Guyton, 2008; Silbernagle, 2007)
Dalam eksitasi nodus SA terdapat penundaan waktu ke nodus AV dan sistem berkas AV
sekitar 0,16 detik, sebelum akhirnya sinyal eksitasi menyebabkan kontraksi otot ventrikel.
Hal ini (penundaan) terjadi karena hilangnya sejumlah gap junction diantara se-sel yang
saling berderet dalam jalur konduksi sehingga terdapat resistensi terhadap konduksi ion-ion
yang tereksitasi dari satu serabur ke serabut lainnya. Sistem konduksi ini diatur sedemikian
rupa untuk memberi waktu yang cukup bagi atrium untuk mengosongkan darah kedalam
ventrikel sebelum kontraksi ventrikel dimulai. (Guyton, 2008)
3.4 Siklus Jantung
Siklus Jantung
Jantung berdenyut secara otomatis, kita dapat memahami fisologi jantung dengan
pemahaman siklus tunggal jantung, yaitu, semua peristiwa yang berkaitan dengan denyut

jantung. Pada setiap siklus jantung, perubahan tekanan darah terjadi karena atrium dan
ventrikel secara bergantian kontraksi dan relaksasi, dan darah mengalir dari daerah
bertekanan tinggi ke bertekanan rendah. Karena otot dinding ruang jantung berkontraksi,
tekanan cairan di dalamnya bertambah. Dalam satu sklus normal jantung, dua atria
kontraksi sedang dua ventrikel relaksasi. Kemudian, ketika kedua ventrikel kontrksi, dua
atria relaksasi. Istilah sistole (kontraksi) mengacu pada fase kontraksi, fase relaksasi adalah
diastole (dilatasi). Satu siklus jantung terdiri dari satu sistole dan diastole dari kedua atria
ditambah satu sistole dan diastole kedua ventrikel. Siklus jantung orang dewasa yang sedang
istirahat dapat dibagi menjadi tiga fase utama :
a)Perioda relaksasi.
Pada akhir satu denyut jantng ketika ventrikel mulai relaksasi, keempat ruang jantung ada
dalam keadaan diastole (dilatasi). Ini adalah awal dari perioda relaksasi. Repolarisasi serabutserabut otot ventrikel mulai relaksasi. Karena ventrikel relaksasi, tekanan di dalam ruang
jatuh, darah mulai mengalir balik dari arteri pulmonalis dan aorta ke ventrikel. Aliran darah
ini mendorong balik katub semilunar, sehingga katub ini menutup. Akibat penutupannya
katup semilunar menimbulkan benturan yan disebut dicrotic wave pada pangkal lengkung
aorta. Dengan menutupnya katub semilunar, ada sedikit jarak waktu ketika volume darah
ventrikel tidak berubah karena kedua katub semilunar dan atrio ventrikular menutup. Perioda
ini disebut relaksasi isovolumetri. Karena ventrikel terus relaksasi, ruang di bagian dalam
meluas, karena tekanan dengan cepat turun. Ketika tekanan ventrikel jatuh di bawah tekanan
atria, katub atrioventrikular membuka, dan ventrikel mulai menutup kembali.
b)Pengisian ventrikel.
Pengisian utama ventrikel terjadi tepat setelah katup atrioventrikular membuka. Sepertiga
pengisian waktu pengisian ventrikel dikenal sebagai periode pengisian cepat ventrikel.
Sepertiga waktu kedua disebut diastasis, volumenya kecil. Sistole atria terjadi pada sepertiga
terakhir dari perioda pengisian ventrikel. Pada akhir diastole ventrikel, adakira-kira 130 ml
darah dalam setiap ventrikel. Volume darah ini disebut volume akhir diastolik (end diastolic
volume = EDV). Karena sistole atria hanya menyumbang 20 30%keseluruhan volume
darah dalam ventrikel, kontraksi atria bukan kebutuan mutlak aliran darah pada laju normal
jantung. Selama periode pengisian, katup atrioventrikular membuka dan katup semilunar
menutup.
c)Kontraksi vebtrikel (sistole).

Mendekati akhir sistol atria, impuls dari nodus SA masuk melalui nodus AV ke dalam
vebtrikel, yang menyebabkan ventrikel depolarisasi. Kemudian kontraksi ventrikel mulai, dan
darah mendorong katup atrioventrikular menutup dengan kuat. Selama kira-kira 0,05 detik,
keempat katup menutup lagi. Perioda ini disebut kkontraksi isvolumetri. Selama waktu ini
serabut-serabut otot jantung kontraksi dengan kuat, tetrapi belum memendek karena ia sangat
sukar menekan setiap cairan, termasuk darah. Kontraksi otot ini adalah isometri (sama
panjang). Karena tidak ada jalur aliran bagi darah, volume ventrikel dipertahankan sama (iso
volumetri). Karena kontraksi ventrikel berlanjut, tekanan dalam ruang jantung naik tajam.
Tekanan ventrikel ini melebihi tekanan aorta ( 80 mmHg) dan tekanan ventrikel kanan naik
di atas tekanan pada arteri pulmonalis (15 20 mmHg), kedua katub semilunar membuka,
dan pengeluaran darah dari jantung mulai. Periode ini disebut pengeluaran ventrikel dan
berlangsung selama 0,25 detik, sampai ventrikel melai relaksasi. Kemudian katup
semilunar menutup dan periode relaksasi dimulai. Volume darah yang tetap tinggal dalam
ventrikel setelah sistol disebut dengan volume akhir sistolik (end sistolic volume = ESV),
60 ml.

3.5 Pengaturan Tekanan Darah


Tekanan darah merupakan salah satu dari tanda vital penting selain denyut nadi,
frekuensi nafas dan suhu tubuh. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara
alami. Tekanan darah dipengaruhi oleh aktivitas fisik, akan lebih tinggi pada saat melakukan
aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tanda vital ini mencerminkan aspek dasar
kesehatan seseorang, bahkan juga kemampuan seseorang untuk bertahan hidup. Tekanan
darah dan denyut nadi seringkali dijadikan acuan sebagai tolak ukur untuk menentukan
takaran latihan, khususnya latihan yang sifatnya melatih sistem kardiorespirasi atau latihan
aerobik. Mekanisme pengaturan tekanan darah dalam tubuh manusia diklasifikasikan menjadi
tiga, yaitu mekanisme pengaturan tekanan darah jangka pendek, jangka menengah, dan
jangka panjang. Pengaturan tekanan darah jangka pendek melibatkan refleks neuronal
susunan saraf pusat dan regulasi curah jantung, mekanisme ini bertujuan untuk
mempertahankan mean arterial blood pressure yang optimal dalam waktu singkat. Pengaturan
tekanan darah jangka menengah dan jangka panjang mengatur homeostasis sirkulasi melalui
sistem humoral endokrin dan parakrin vasoaktif yang melibatkan ginjal sebagai organ
pengatur utama distribusi cairan ekstraseluler. Kata Kunci: Kebugaran, tekanan darah

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya

Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat
mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah
pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya
dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding
arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan
darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola)
untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini
terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang
sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga
tekanan darah juga meningkat.
Sebaliknya, jika:

Aktivitas memompa jantung berkurang

Arteri mengalami pelebaran

Banyak cairan keluar dari sirkulasi


Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

BAB IV

PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Sistem peredaran darah pada manusia terdiri dari darah dan alat peredaran darah.
Peredaran darah pada manusia termasuk dalam peredaran darah tertutup karena
darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah
mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran
darah ganda, yang terdiri dari peredaran darah kecil (bilik kanan>arteri
pulmonalis>pulmo>vena pulmonalis>serambi kiri) dan peredaran darah besar
(bilik kiri>aorta>arteri>kapiler>vena atas dan bawah>serambi kanan).
4.2 Saran
Setelah terselesaikanya makalah ini kami sebagai penyusun memberikan saran jagalah
kesehatan jantung kita karena jantung merupakan organ terpenting dalam tubuh, yakni
1.
2.
3.
4.
5.
6.

sebagai pemompa darah untuk kelangsuan hidup, dengan cara :


Hindari rokok
Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang
Mengatur pola tidur
Lakukan olahraga yang rutin
Jalankan pola hidup bersih dan sehat
Selalu memeriksakan kesehatan jantung secara berkala

DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.uny.ac.id/1369/
phttp://oktavie.wordpress.com/2010/05/16/mekanisme-siklusjantung/erawattegal.wordpress.com/2009/09/12/struktur-fungsi-sistem-kardiovaskuler/
http://tego.staff.ugm.ac.id/category/bisnis/susu-bisa-membantu-kontrol-tekanan-darah/
http://cardiovascularsystem.wordpress.com/2009/06/09/siklus-jantung-cardiac-cycle/