Anda di halaman 1dari 18

Cara Menyikat Gigi Yang Benar

Menggosok gigi, setelah makan dan sebelum tidur adalah kegiatan rutin sehari-hari.
Tujuannya untuk memperoleh kesehatan gigi/mulut dan napas menjadi segar. Terdapat
beberapa cara yang berbeda-beda dalam menggosok gigi, yang perlu diperhatikan ketika
menggosok gigi adalah:
(1) Cara menyikat harus dapat membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi
secara baik, terutama saku gusi dan ruang interdental (ruang antar gigi);
(2) Gerakan sikat gigi tidak merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan tidak
memberikan tekanan berlebih;
(3) Cara menyikat harus tepat dan efisien.
(4) Frekuensi menyikat gigi maksimal 3 X sehari (setelah makan pagi, makan siang dan
sebelum tidur malam), atau minimal 2 X sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur
malam).
Telah kita ketahui bahwa frekuensi menggosok gigi adalah sehari 3 X, setiap sehabis makan
dan sebelum tidur. Kenyataannya menggosok gigi 3 X sehari tidak selalu dapat dilakukan,
terutama ketika seseorang berada di sekolah, kantor atau tempat lain. Manson (1971)
berpendapat bahwa menggosok gigi sehari cukup 2 X, setelah makan pagi dan sebelum tidur
malam.
Menyikat gigi harus dilakukan secara sistematis, tidak ada sisa makanan tertinggal. Caranya
menggosok mulai dari gigi belakang kanan/kiri digerakan ke arah depan dan berakhir pada
gigi belakang kanan/kiri dari sisi lainnya. Hasil penyikatan akan lebih baik bila
menggunakan disclosing solution atau disclosing tablet sebelum dan sesudah penyikatan gigi.
Dengan disclosing solution, lapisan-lapisan yang melekat pada permukaan gigi dapat terlihat
jelas.
Dikenal beberapa macam cara menggosok gigi, yaitu,
(a) Gerakan vertikal. Arah gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang
atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke pipi
(bukal/labial), sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lidah/langit-langit
(lingual/palatal), gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka.
Cara ini terdapat kekurangan, yaitu bila menggosok gigi tidak benar dapat menimbulkan
resesi gingival/penurunan gusi sehingga akar gigi terlihat.
(b) Gerakan horizontal. Arah gerakan menggosok gigi ke depan ke belakang dari permukaan
bukal dan lingual. Gerakan menggosok pada bidang kunyah dikenal sebagai scrub brush.
Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah. Kombinasi
gerakan vertikal-horizontal, bila dilakukan harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan
resesi gusi/abrasi lapisan gigi.
(c) Gerakan roll teknik/modifikasi Stillman. Cara ini, gerakannya sederhana, paling
dianjurkan, efisien dan menjangkau semua bagian mulut. Bulu sikat ditempatkan pada

permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal/bidang kunyah, ujung bulu sikat mengarah ke
apex/ujung akar, gerakan perlahan melalui permukaan gigi sehingga bagian belakang kepala
sikat bergerak dalam lengkungan.
Pada waktu bulu-bulu sikat melalui mahkota gigi, kedudukannya hampir tegak terhadap
permukaan email. Ulangi gerakan ini sampai lebih kurang 12 kali sehingga tidak ada yang
terlewat. Cara ini dapat menghasilkan pemijatan gusi dan membersihan sisa makanan di
daerah interproksimal/antara gigi.
Dari sekian cara menggosok gigi, memilih sikat gigi dan menggunakan pasta gigi, yang
tersebar banyak di pasaran.
Dengan paparan di atas, kini kita dapat memilih sesuai seleranya masing-masing dan
memerhatikan etika menggosok gigi dengan baik dan benar. Tidak malas lagi menggosok
gigi, budayakanlah menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur malam, luangkanlah
waktu sebentar untuk memelihara gigi Anda dan mencapai napas segar. Perlu diingat dan
diperhatikan bahwa sumber infeksi/vokal infeksi itu berawal kondisi gigi dan mulut Anda.
Insya Allah dengan gigi sehat dan mulut segar...tidur Anda akan nyenyak dan terhindar dari
penyakit. (Drg. R. Ginandjar, A.M. RS Al-Islam Bandung)***

Cara menyikat Gigi yang Baik dan Benar


Maret 3, 2007 oleh Evy
Di postingan yang lalu mengenai halitosis, di bilang menyikat gigi sebaiknya 3 menit
Lhadalah. ngapain aja sih kok lama amat? Apalagi buat yang mandinya cuman ngebasuh
belek muka doang.

Menyikat gigi tidak sama dengan menyikat WC.gosroookgosroook.. sekuat tenaga,


meskipun mulut yang kotor memang lebih jorok dari pada WCkarena mulut
khan merupakan kebun binatang bakteri
mau tahu cara menyikat gigi yang baik dan benar?
Pertama pilih sikat yang bulu2nya tidak terlalu kasar maupun halusjadi yang sedang2
saja kata Evy tralala
Selanjutnya perhatikan gambar berikut dan lakukan dengan gently, sesuai urutan berikut

1. letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi


2. Gerakan sikat dari arah gusi kebawah untuk gigi Rahang Atas (seperti mencungkil)
3. Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah

4. Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta permukaan dalam dan luar
gigi dengan cara tersebut.
5. Sikat permukaan kunyah gigi dari arah belakang ke depan.

Tambahan karena respon pak Urip:


Mengapa menggunakan cara vertikal tersebut? Karena tujuan menyikat gigi adalah
mengangkat sisa makanan yang biasanya menumpuk di leher gusi, gerakan horisontal selain
tidak mengangkat sisa makanan yg terletak di sela2 gigi, juga akan menyebabkan perlekatan
papila gusi (gusi yg terletak di antar gigi2) lama2 lepas sehingga akar gigi lama2 terbuka hal
ini lama kelamaan dapat menyebabkan rasa linu meski gigi masih sehat.. tapi tidak bertahan
lama sampe tua, akibat resopsi tulang alveolar.
Ok selamat mencoba.

DokterSehat.com Banyak pengunjung DokterSehat menanyakan perihal cara menggosok


gigi yang benar. Oleh karena itu kami hari ini juga ingin membahas masalah kesehatan
sederhana ini yang sering diremehkan orang. Padahal kesehatan
gigi dapat berpengaruh besar pada kehidupan sehari-hari.
Ada sebuah ungkapan kesehatan bahwa kondisi gigi yang baik adalah penting untuk
mewujudkan tubuh yang sehat secara keseluruhan; termasuk kondisi fisik secara umum,
kemampuan untuk mengunyah dan berbicara, penampilan dan hubungan sosial seseorang
dengan yang lainnya.
Untuk mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi, gosok gigi, lanjutkan dengan
membersihkan dengan benang gigi serta kunjungi dokter gigi secara teratur. Gosok gigi Anda
dengan benar setidaknya 2 menit minimal 2 kali sehari. Dan waktu menggosok gigi yang
paling penting untuk tidak dilewatkan adalah pada malam hari sebelum tidur. Akan lebih baik
jika Anda dapat menggosok gigi setiap sehabis makan. Bersihkan sela-sela gigi dengan
benang gigi sedikitnya sekali sehari.
Cara menggosok gigi yang baik:
1. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah
perbatasan antara gigi dengan gusi.
2. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas
dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa
makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
3. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
4. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya
ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat
tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat
gigi sesering mungkin.
5. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan
gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
6. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
7. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi
terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar
garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras
pelindung enamel gigi telah terkikis.
8. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga
dapat mongering setelah dipakai.
9. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi
mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat
sudah dibersihkan.
10. Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini
sebenarnya dapat membersihkan lebih baik daripada sikat gigi manual, namun sebaiknya
konsultasikan terlebih dulu soal penggunaannya dengan dokter gigi Anda.
Jika kurang paham cara menggosok gigi yang baik, minta bantuan dan saran dari dokter gigi
Anda. Tak lupa, minta juga saran tentang cara lainnya untuk mencegah kerusakan gigi seperti

perawatan gigi dengan fluoride. Perlu diingat cara menyikat gigi yang salah bisa
menyebabkan gigi menjadi sensitif. Untuk memperoleh hasil kebersihan gigi dan mulut yang
optimal, perlu diperhatikan juga cara menyikat gigi yang benar.
referensi:
http://obat-sakitgigi.blogspot.com/2010/07/cara-menggosok-gigi-yang-benar.html
http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=/10-cara-menggosok-gigi-yangbaik&channel=lifelong_beauty%2Fteeth_and_smile
Rating: 7.5/10 (6 votes cast)
Rating: +1 (from 3 votes)
Read more: http://doktersehat.com/cara-menyikat-gigi-yang-benar/#ixzz1YXroEow1

21 Desember, 2008
CARA MENGGOSOK GIGI YANG BENAR

TIPS CARA MENGGOSOK GIGI


Pemilihan sikat gigi: Untuk anak pilih sikat gigi yang kecil baik tangkai maupun kepala
sikatnya, sehingga mudah dipegang dan tidak merusak gusi. Bulu sikat jangan terlalu keras /
terlalu lembut terlalu jarang. Pilih yang bulu sikatnya lembut tapi cukup kuat untuk melepas
kotoran di gigi. Ujung kepala sikat menyempit hingga mudah menjangkau seluruh bagian
mulutnya yang relatif mungil Ujung sikat gigi dan ujung bulu sikat sedekat mungkin, bila
tidak ujung sikat gigi sudah mentok ke bagian belakang tapi bulu sikat tidak kena gigi, jadi
ada bagian gigi yang tidak tersikat. Ini biasanya pada gigi geraham bungsu.
Cara menggosok gigi :
1. Permukaan Luar
Bulu sikat membentuk sudut 45 derajat, dimulai dari daerah gusi tepi yaitu batas antara gusi
dengan gigi lalu lakukan gerakan memutar perlahan, dengan demikian plak akan terlepas dari
setiap gigi
2. Permukaan Dalam
Sikat gigi di arahkan vertical dan gunakan ujung bulu sikat untuk membersihkan bagian
dalam gigi depan bawah dan kebalikan untuk gigi depan atas. Untuk gigi posterior
(belakang), permukaan dalam dibersihkan dengan cara yang sama dengan membersihkan

permukaan luar.
3. Permukaan Oklusal
Permukaan oklusal (atas gigi) dibersihkan dengan gerakan maju mundur. Jangan lupa sikat
juga permukaan lidah, agar makanan yang masih menempel bisa hilang dengan maksimal
4. Jangan lupa kumur kumur sebanyak 2-3 kali, fungsinya untuk membilas seluruh
permukaan rongga mulut yang sudah di sikat.
5. Untuk pembersihan gigi yang lebih maksimal gunakan dental floss (benang gigi) untuk
membersihkan sela sela gigi.
Frekuensi sikat gigi: Minimal 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Idealnya sikat gigi setiap habis makan, tapi yang paling penting malam hari sebelum tidur.
Sebaiknya sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor yang dapat menguatkan
email. Untuk anak-anak berikan pasta gigi dengan rasa buah, sehingga anak gemar
menggosok gigi.
Pada anak usia balita memerlukan peranan orang tua untuk membantu proses pembelajaran
menggosok gigi secara rutin dan benar, karena dengan bimbingan dan penanaman kebiasaan
menggosok gigi, akan bermanfaat untuk menjaga kesehatan giginya yang putih bak mutiara.
Dibutuhkan kesabaran orang tua dalam proses pembelajaran ini, kadang mula-mula anak
menutup rapat mulutnya setiap kali giginya mau dibersihkan. Penolakan ini wajar karena
anak mengira dirinya akan disakiti. Langkah inovatif diperlukan ketika menggosok gigi si
anak. Ajak si kecil melihat kakak, ayah, atau ibunya menggosok gigi. Dengan begitu anak
akan melihat langsung contoh/model bagaimana cara menggosok gigi. Selain itu sikat gigi
juga bisa dilakukan sambil bermain, tak perlu selalu di kamar mandi. Misalnya sambil
bercermin, atau sambil menari-nari dan bernyanyi gembira. Buat acara menggosok gigi
menjadi menyenangkan sehingga mereka menikmatinya dan tidak malas melakukannya.
Jadikan acara sikat gigi sebagai salah satu kebutuhan yang harus dilakukan minimal dua kali
sehari. Selagi membangun kebiasaan ini, sampaikan pengertian kepada anak mengenai
manfaat menyikat gigi, paling konkret adalah gigi jadi bersih, putih dan sehat

Memilih Sikat Gigi

Teknik sikat gigi yang secara horizontal adalah lazim dikenal umum, dan itu merupakan suatu
kesalahan karena dengan cara demikian lambat laun dapat menimbulkan resesi gingival dan
abrasi gigi. Lebih lanjut lagi, penyakit-penyakit periondontal akan lebih mudah terjadi.
Pemilihan bulu sikat yang halus juga penting supaya tidak melukai gusi. Hendaknya sikat
gigi diganti sekurang-kurangnya tiap sebulan sekali, dengan demikian bulu sikat masih tetap
efektif dalam membersihkan gigi.
Pasta gigi berfluoride selayaknya dipilih karena dari penelitian kandungan fluoride tersebut
mampu menurunkan angka karies melalui 2 hal ; mengeliminasi dental plak yang merupakan
cikal bakal karies serta suplemen topikal fluoride bagi gigi sebagai mineral protektif penting
terhadap karies.
Kumur-kumur Antiseptik (Oral Rinse)
Terdapat berbagai bahan aktif yang sering digunakan sebagai kumur-kumur. Yang dijual
bebas umumnya berasal dari minyak tumbuh-tumbuhan seperti metal salisilat ( seperti pada
produk Listerine ), sedangkan yang perlu diresepkan dokter adalah chlorhexidine 0.20 %
( seperti pada produk minosep) dan H2O2 1.5 % atau 3.0 %. Kumur-kumur yang lebih murah
dan cukup efektif adalah dengan air garam hangat.
Sebenarnya kumur-kumur lebih diperlukan pada penyakit-penyakit gusi dan periodontal
sedangkan dalam penggunaan sehari-hari tidak terbukti dalam mencegah karies,apalagi jika
penggunaannya tidak diawali dengan sikat gigi. Jadi penting untuk diketahui bahwa kumurkumur bukanlah pengganti sikat gigi dan sikat gigi masih menjadi upaya pencegahan
terpenting dari penyakit-penyakit gigi, khususnya karies.

BAU MULUT???

Bau Mulut, Apakah hambatan bagi kita?


Dalam kehidupan sehari hari napas berbau dapat merupakan kecacatan sosial. Kadang kita
akan merasa malu jika mempunyai masalah bau mulut. Hal itu dapat mengganggu atau
menghambat kita dalam beraktifitas pergaulan sehari hari dan akan timbul rasa kurang
percaya diri pada kita. Mungkin dalam masyarakat kita tingkat kepedulian terhadap kesehatan
gigi dan mulut masih kurang. Sehingga penyebab penyebab dari bau mulut masih belum
mengerti.
Gejala gejalanya adalah timbul bau busuk yang berasal dari mulut kita. Adapun hal yang
menyebabkan hal itu terjadi ada beberapa faktor. Diantaranya adanya sisa makanan yang
terjepit di sela sela gigi, adanya gigi berlubang, gigi yang sudah busuk, infeksi pada gusi,
bertumpuknya plak atau karang gigi dan pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai.
Penyebab bau mulut yang sering timbul, yang pertama yaitu adanya gigi yang berlubang dan
sisa gigi atau gigi yang telah busuk terdapat di dalam rongga mulut kita. Hal ini mungkin
tidak menjadi perhatian kita, disebabkan karena belum timbul adanya rasa sakit ataupun
tanda tanda infeksi yang terjadi pada gigi yang rusak. Seperti banyak yang terjadi dalam
masyarakat kita bahwa jika merasa sakit pada gigi baru memeriksakan ke dokter gigi.
Yang kedua yaitu bertumpuknya plak atau karang gigi. Tanda tanda dari adanya plak atau
karang gigi dalam rongga mulut kita yaitu gusi sering berdarah, baik secara spontan maupun
sewaktu menyikat gigi. Itu berarti sudah terjadi radang pada gusi kita, tempat dimana
berkumpulnya bakteri bakteri. Karena penumpukan plak itulah yang menyebabkan bau
mulut kita.
Sedangkan pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai akan menimbulkan jamur rongga mulut
yang terdapat di bawah gigi palsu. Hal ini biasanya disebabkan karena pembuatan gigi palsu
tidak melihat dari sisi kesehatan. Ini biasa dilakukan oleh tukang gigi.
Penyebab yang jarang dan lebih serius seperti sinusitis, penyakit paru paru, dan gangguan
pencernaan seperti konstipasi ( sulit buang air besar ) dapat juga menyebabkan bau mulut
kita, hal ini butuh perawatan lebih lanjut serta konsultasi ke dokter umum ataupun dokter
spesialis.
Napas Berbau dapat merupakan kecacatan sosial, tetapi dapat dicegah dan di hilangkan
dengan mudah
Yang dapat kita lakukan terlebih dahulu untuk mencegah bau mulut dengan cara
membersihkan gigi secara rutin setelah makan dan membersihkan sela sela gigi (dengan
dental floss). Juga bisa kita gunakan obat kumur / penyegar mulut, tetapi yang perlu di
ketahui obat kumur tidak menghilangkan penyebab dari bau mulut. Makan makanan yang
banyak mengandung serat dan minum lah air putih sebanyak banyaknya untuk mencegah
menumpuknya bakteri pada air ludah di mulut dan tenggorokan. Kemudian periksalah ke
dokter gigi anda jika ada keluhan.
Tindakan yang biasa dokter gigi lakukan untuk menghilangkan penyebab dari bau mulut
tersebut adalah :
1. Memeriksa rongga mulut dan mengobati gigi yang terinfeksi.
2. Merawat gigi yang berlubang dengan menambal ataupun mencabut gigi yang sudah rusak .

3. Membersihkan plak atau karang gigi yang ada.


4. Menginstruksikan cara sikat gigi yang baik dan benar.
5. Menghilangkan penyebab lain yang lebih serius dengan merujuk ke dokter umum atau
dokter spesialis.
Hilangkan penyebab bau mulut dengan konsultasi atau kontrol ke dokter gigi
Untuk mencegah terjadinya bau mulut, jagalah kebersihan mulut kita. Dan konsultasi atau
kontrol ke dokter gigi secara rutin (minimal 6 bulan sekali ) meskipun tidak muncul adanya
keluhan. Hal ini penting bagi kita sehingga bau mulut bukan lagi merupakan hambatan atau
masalah dalam hubungan sosial atau pergaulan kita sehari hari.

Tips Mengatasi Bau Mulut

Duh, betapa tidak enaknya berbicara dengan seseorang yang bernafas bau. Tanpa disadari
kita akan mengambil jarak, menutup hidung dengan tangan, atau bahkan meninggalkan
pembicaraan.
Ingin kita memberitahu pada lawan bicara bahwa nafas mereka berbau tidak enak.
Sayangnya seringkali kita tak sampai hati untuk menyampaikannya. Namun apabila kita
sendiri yang mengalami gangguan nafas bau, kita akan merasa tidak enak dan malu. Padahal
gangguan semacam ini tidak terlalu sulit untuk diatasi.
Bau mulut biasanya disebabkan oleh menumpuknya sisa makanan pada sela-sela gigi yang
mengundang berkumpulnya bakteri dan mengakibatkan pengasaman pada mulut. Bau mulut
ini disebabkan karena kita kurang menjaga kebersihan mulut.
Tanda-tanda secara fisik dapat dilihat dari adanya lapisan putih pada lidah atau gusi. Bau
mulut juga dapat disebabkan oleh adanya nanah akibat infeksi gusi dan gigi. Ada juga bau
mulut yang disebabkan oleh makanan tertentu, seperti, bawang merah dan bawang putih
yang mengandung sejenis minyak yang dapat menyusup ke dalam aliran darah dan terbawa
sampai ke paru-paru.
Yang agak parah adalah bau mulut yang disebabkan oleh penyakit serius, seperti sinusitis,
penyakit paru, diabetes mellitus yang tidak terkontrol,
gangguan pencernaan, kesulitan buang air besar (konstipasi). Bau mulut ini memerlukan
penanganan lebih lanjut oleh seorang dokter. Sedangkan untuk menangani bau mulut yang
disebabkan kurangnya perawatan rongga mulut dapat dilakukan dengan beberapa tips
berikut.
1. Biasakan menyikat gigi
Hindari bau mulut dengan membiasakan diri menyikat gigi, baik dengan atau tanpa pasta gigi
setiap kali habis makan. Ini membuat sisa-sisa makanan yang sangat disukai bakteri akan
hilang. Bersihkan sela-sela gigi, gusi, dan lidah anda dengan teliti. Bersihkan tumpukan
kotoran yang mengeras dari
pinggir-pinggiran gusi.
2. Kumur-kumur atau gosok permukaan lidah
Berkumur-kumur sehabis makan untuk membilas sisa-sisa makanan. Anda bisa
menggunakan cairan antiseptik pencuci mulut untuk mengurangi bau mulut. Atau, secara
sederhana anda dapat menggosok permukaan lidah anda secara perlahan untuk
menghilangkan air liur yang menumpuk di situ.
3. Minum air putih banyak-banyak
Minumlah air putih banyak-banyak untuk mencegah air liur anda menumpuk di lidah dan
tenggorokan. Ini akan mencegah bakteri berkumpul dalam rongga mulut anda.
4. Rawat gigi anda yang berlubang
Tips di atas mungkin bisa mengurangi bau mulut, tetapi tidak secara langsung mengatasi
penyebabnya. Untuk itu anda harus mencari penyebab bau mulut dan berkonsultasi dengan
dokter gigi anda. Rawatlah gigi anda yang rusak. Tamballah lubang gigi anda. Bila perlu
tutuplah sela-sela gigi yang bisa menjadi tempat sisa makanan menumpuk.
5. Obati infeksi gusi dan gigi.

Segera obati gusi anda yang luka sebelum menjadi infeksi yang parah. Bila perlu cabut gigi
anda yang bermasalah. Yang paling baik memang menyingkirkan sumber masalah bau mulut
anda. Namun demi hasil yang baik, anda harus meminta jasa perawatan dari ahlinya, yaitu
dokter gigi.
6.Cegahlah konstipasi
Salah satu penyebab bau mulut adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan sulit buang
air besar, atau biasa disebut konstipasi. Untuk mengatasi konstipasi, banyak-banyaklah
makan makanan yang berserat, air putih dan olahraga yang teratur.
Di sadur dari M-List
Sumber : Tombo Ati Online

Penyebab Dan Cara Mengatasi/Menghilangkan Bau


Mulut Tidak Enak/Sedap - Tips Kesehatan Manusia
Thu, 04/09/2008 - 12:50am godam64
Masalah bau mulut adalah masalah yang cukup serius bagi sebagian orang yang aroma
mulutnya sangat tajam menusuk hidung orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang yang
puasa biasanya mulutnya akan bau tidak enak, namun hal ini wajar-wajar saja. Lain halnya
jika bau mulut terjadi secara permanen tentu akan memberikan dampak atau citra yang
negatif.
Bau mulut yang berkepanjangan dapat mengakibatkan seseorang jadi tidak percaya diri
(pede) dan bisa menjadi pertanda suatu penyakit seperti penyakit diabetes, penyakit jantung,
gagal ginjal, liver, gangguan pada pencernaan, dan lain sebagainya. Di samping itu bau mulut
juga dapat ditimbulkan dari adanya lubang pada gigi, sisa makanan di dalam mulut, karang
gigi / karies, dan lain sebagainya.
Tanda-tanda terjadinya bau mulut biasanya adalah akibat terganggunya keseimbangan asam
mulut seperti alir liur kental, mulut kering dan rasa tidak nyaman bicara. Selain itu lawan
bicara akan terlihat gelisah dan mengambil inisiatif menjauh / mengambil jarak dalam
berbicara. Bisa juga seseorang akan komplain atas bau tidak enak yang tercium dan berasal
dari mulut kita.
Ketika melakukan ibadah puasa, seseorang akan lebih rentan terkena bau mulut yang tidak
sedap dihidung dikarenakan adanya pengurangan produksi air liur yang dapat membuat mulut
menjadi kering / xerostomia. Akibatnya jumlah oksigen di dalam mulut akan berkurang.
Bakteri anaerob dapat berkembang biak di dalam mulut tanpa oksigen yang memecah asam
amino dan menghasilkan gas sulfur yang membuat mulut tidak sedap baunya.
Tips Cara Menghilangkan, Mengatasi dan Mencegah Bau Mulut Tidak Sedap By
Organisasi.Org :
1. Gosok gigi yang rajin dan bersih setiap sehabis makan minimal selama 2 menit.
2. Tidak makan makanan dan minuman yang biasanya membuat mulut bau.
3. Hindari permen yang menimbulkan bau mulut setelah permennya habis.
4. Rawat gigi kita di dokter gigi dan cek up minimal dua kali setahun.
5. Minumn air putih yang banyak dan cukup.
6. Bersihkan lidah kita dari kuman dengan sikat lidah, sendok, sikat gigi, dsb.
7. Gunakan semprotan mulut penghilang bau.
8. Rajin berkumur dengan cairan pembersih mulut khusus untuk kumur.
9. Kebiasaan buruk merokok ditinggalkan saja.
10. Hindari banyaka makan makanan berminyak ketika sahur.
11. Makan makanan yang berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar.
12. Minum yogurt, makan vitamin c dosis tinggi dan mengunyah tumbuhan seperti daun
ketumbar, ekaliptus, taragon, dan lain sebagainya.
Semoga bau mulut yang anda derita bisa hilang 100% atau minimal berkurang baunya.

Home Makanan Sehat Hilangkan Bau Mulut dengan 4 Makanan Ini

Hilangkan Bau Mulut dengan 4 Makanan


Ini
Posted by admin 0 Responses

Masalah bau mulut yang paling umum dialami bagi yang jarang menggosok gigi. Tapi
sebenarnya bau napas yang tidak sedap ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya dari
makanan. Makanan tak hanya bisa menyebabkan bau mulut, tetapi juga bisa membantu
menghilangkan bau tersebut. Makanan apa saja yang bisa memerangi bau mulut?
Bau mulut atau halitosis, disebabkan oleh berbagai alasan antara lain makan makanan
tertentu, merokok, penyakit gusi, mulut kering dan bakteri mulut. Selain menyikat gigi dan
mengunjungi dokter gigi secara teratur, ada makanan yang dapat Anda makan untuk
memerangi bau mulut.
Berikut beberapa makanan penghilang bau mulut, seperti dilansir Livestrong, Selasa
(24/5/2011):
1. Apel
Apel adalah salah satu makanan terbaik yang dapat memerangi bau mulut. Tekstur apel yang
keras membantu menghilangkan kehilangan plak di gigi. Karena mulut kering menyebabkan
bau mulut, air dari buah apel juga membantu memerangi masalah ini. Apel dapat memberikan
kebutuhan kelembaban mulut untuk menghilangkan bakteri.
2. Peterseli
Bumbu dan rempah-rempah juga bisa menjadi alternatif untuk menghilangkan bau mulut.
Peterseli adalah ramuan hebat yang tidak hanya menyingkirkan bau mulut, tetapi juga
membuatnya aromanya menjadi lebih baik. Pererseli telah digunakan selama berabad-abad
terutama karena mengandung klorofil, yaitu yang berperan sebagai penyegar napas.
3. Yogurt
Produk susu tertentu dapat memberikan bantuan untuk menghilangkan bau mulut. Konsumsi
harian yoghurt secara drastis dapat mencegah dan mengurangi halitosis.

Dalam studi yang disampaikan kepada International Association for Dental Research, Dr
Kenichi Hojo dan tim peneliti Jepang menemukan bahwa yoghurt tanpa gula dapat
mengurangi senyawa berbau busuk yang menyebabkan bau mulut.
4. Stroberi
Stroberi adalah buah lain yang dapat menjadi solusi untuk bau mulut. Stroberi tidak hanya
mencegah mulut kering, tetapi juga mengandung sejumlah besar vitamin C. Lingkungan
tinggi vitamin C membuat sangat sulit bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak.
Makan stroberi dan makanan lain yang kaya vitamin C sangat mengurangi bau mulut. Selain
itu, 2.000 sampai 6.000 mg vitamin C diminum setiap hari, membantu menyembuhkan
penyakit mulut dan gusi. (detik)

Bau Mulut

Ditulis Oleh Administrator


Thursday, 12 March 2009

Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita
ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah.. siapa yang ga minder
dengan keadaan seperti itu, nah apa sih bau mulut dan bagai mana mengatasinya?
Bau mulut (halitosis) ternyata bisa disebabkan oleh banyak sebab, mulai dari kesehatan
rongga mulut sampai adanya penyakit tertentu. Namun, hasil penelitian menunjukkan hampir
85 sampai 90% penyebab bau mulut yaitu karena disebabkan oleh adanya kelainan rongga
mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi.

Pada orang yang menderita halitosis, kadar Volatile Sulfur Compound (VSCs) di dalam
mulutnya mengalami peningkatan. VSCs sendiri merupakan zat yang terdapat di dalam
rongga mulut. Zat ini mengandung hidrogen sulfid, metil mercaptan, dan dimetil disulfid,
yang merupakan produk bakteri atau floral normal rongga mulut. Dengan meningkatnya
kadar VSCs dalam mulut, bisa menyebabkan bau VSCs tercium oleh indera penciuman.
Penyebab lain yang bisa juga menyebabkan bau mulut yaitu hidung, jantung, atau karena
penyakit tertentu. Misalnya kencing manis, infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau
usus. Namun pada anak, bisa disebabkan karena ada benda asing yang masuk ke hidung dan
tidak terdeteksi, sehingga terjadi pembusukan, lalu menimbulkan bau yang tidak sedap.
Selain itu, bau mulut juga bisa terjadi karena pengaruh sisa-sisa makanan yang ada di dalam
mulut. Apabila ini terjadi, maka akan mengundang aktivitas bakteri secara berlebihan.
Untuk itu, jika ingin terhindar dari bau mulut, maka perlu mengetahui terlebih dahulu apa
penyebabnya. Untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh gigi, bisa juga
menggunakan obat kumur yang berfungsi sebagai penyegar. Selain itu, bisa juga mencoba
obat tradisional, yakni dengan minum daun sirih, selain pasta gigi dan permen. Perawatan
rutin yang tak kalah pentingnya yaitu bersihkan gigi 2 (dua) kali sehari (pagi dan malam
menjelang tidur), bersihkan sisa-sisa makanan menggunakan dental floss, gunakan pasta gigi
yang mengandung fluoride, lakukan kontrol gigi 6 (enam) bulan sekali ke dokter gigi.
w.KG.blogspot.com