Anda di halaman 1dari 23

FI 1101: FISIKA DASAR IA

PENDAHULUAN:
SATUAN, PENGUKURAN &VEKTOR

TUJUAN KULIAH

Memperkenalkan prinsip-prinsip dasar fisika


(gerak dan gaya, hukum-hukum konservasi,
rotasi, mekanika fluida,)
Mengembangkan kemampuan matematika dan
penggunaan kalkulus, vektor, analisa satuan,
trigonometri,dll.
Mengembangkan kemampuan dalam
menjelaskan sistem fisika secara matematika.
Mengembangkan kemampuan dalam
menyelesaikan masalah.

APA ITU SAINS?

Studi terstruktur terhadap fenomena alam


Sains berdasarkan pada 2 prinsip yang komplementer:
Pendekatan induktif (Generalizing from examples)
Pendekatan deduktif (Building complex conclusions from basic assumptions)

Sains menggunakan istilah yang terdifinisi secara tepat, dan sering


berbeda dengan istilah umum. Contoh:
Teori = suatu penjelasan yang teruji dengan baik, yang mencakup data dari suatu
kejadian dan membuat prediksi yang dapat diuji.
Hipotesis = Suatu dugaan yang terdidik. Pertama-tama merumuskan teori, yang
selanjutnya memerlukan ujian dan perbaikan.
Eksperimen = Suatu pengujian ilmiah, mencakup kedua hal: pengamatan murni dan
pengujian suatu hipotesis.

So one more time

Apa itu Fisika?

Studi tentang proses fisis dasar dari penyusun materi (pada setiap
skala/ukuran) dan interaksinya.
Bidang utama mencakup: astrophysics, biophysics, chemical physics,
geophysics, nuclear physics, particle physics, solid-state physics.
Fisika Modern (abad 20 dst.) sangat berbeda dengan fisika klasik.
Fisika klasik adalah suatu pendekatan pada jawaban
Persoalan umum tentang jarak, kecepatan, gaya.
Sekarang era NANO TECHNOLOGY (nanoscale devices), pemahaman tenang fisika
modern mutlak diperlukan.

PENGUKURAN

Ilmu Fisika didasarkan pada pengukuran besaran fisis.


Besaran fisis terdiri atas 7 besaran pokok dan besaran turunannya:
7 Besaran pokok:
- panjang (meter),
- massa (kilogram),
- waktu (second),
- arus listrik (ampere),
- temperatur mutlak (kelvin),
- intensitas cahaya (candela)
- jumlah zat (mol)
Besaran lain diturunkan dari besaran pokok:
Kecepatan = jarak/waktu = m/s.
Percepatan = jarak/waktu / waktu = m/s2.
gaya = massa x percepatan = 1 kg*m/s2 = 1 Newton = 1 N

SATUAN

Semua sistem satuan berdasarkan pada suatu standard satuan tertentu.


Dalam System International (SI):
meter (length), kilogram (mass), second (time), ampere (electrical
current), kelvin (temperature), candela (light intensity)
Satuan lain:
* British System (BE, British Engineering), berdasarkan pada:
foot, slug (atau pound), dan second,
hanya dipakai di United States, Liberia, dan Myanmar.
* CGS ( cm, g, s)

AKRONIM
Awalan Nama

Simbol awalan

Nilai awalan

micro

1/1 000 000 or 0.000 001

10-6

milli

1/1000 or 0.001

10-3

centi

1/100 or 0.01

10-2

kilo

1 thousand or 1000

103

mega M

1 million or 1 000 000

106

giga

1 000 000 000

109

Contoh:
1 micrometer (a.k.a 1 micron) = 1 x 106 meters

Contoh konversi satuan


Ubahlah 36.5 fathoms/min ke satuan SI 36.5 fathoms 1 minute
6 ft
12 in 2.54 cm = 1.11 m
minute
60 sec 1 fathom 1 ft
1 in
s

Ketelitian dan Orde Besaran.

Semua pengukuran memiliki ketidakpastian.


Dalam makalah atau presentasi ilmiah para ilmuwan secara hatihati melaporkan nilai-nilai hasil penelitian/pengukurannya.
Bentuk standarnya: Value Error
Contoh: 12.45 0.12 kg

Besaran

Ada dua jenis besaran: besaran skalar dan besaran vektor


Besaran skalar: massa, waktu, temperatur,
Besaran yang mempunyai nilai dan operasinya memenuhi
aljabar biasa.
Besaran vektor: perpindahan, kecepatan, gaya,
Besaran yang mempunyai nilai dan arah serta operasinya
memenuhi aljabar vektor.

VEKTOR

Apa itu Vektor?


Suatu besaran yang memiliki magnitudo (besaran skalar) dan arah
sekaligus
Contoh : Pesawat bergerak dengan laju 700 km/hr dalam arah 10
ke tenggara N
E
10
700 km/hr

Contoh vektor
posisi, kecepatan, percepatan, momentum
Contoh skalar
waktu, energi, temperatur
Forgetting to take into account direction of a vector is one of the most
common errors in introductory physics!!

Aritmetika Vektor

Penjumlahan vektor
Dengan metode head to tail
Penjumlahan masing-masing komponen

Pengurangan vektor
Balik arah vektor yang akan dikurangi, kemudian ikuti aturan
penjumlahan vektor.

3 cara untuk mengalikan 2 vektor


Perkalian vektor oleh suatu skalar
Dot product (perkalian titik)
Cross product (perkalian silang)

Tidak ada operasi pembagian

Penjumlahan dan Pengurangan Vektor

Vektor direpresentasikan dengan tanda panah di atasnya:

dx
dv
v ; a
dt
dt

Penjumlahan vektor dengan metode head to tail:

B
B
A
A

A B
Pengurangan vektor dengan membalikkan arahnya:
Changing sign is equivalent to opposite direction

B

B A B
A

Komponen dari suatu vektor

Pertama-tama, difinisikan dahulu sistem koordinat:


Sumbu x, y, z
Setiap sumbu tegak lurus satu sama lain
Sumbu-sumbu mengikuti aturan tangan kanan

Selanjutnya, difinisikan 3 vektor satuan


Setiap vektor mempunyai panjang 1
j
Setiap sumbu berasosiasi dgn 1 vektor satuan
Tandai vektor satuan dengan topi
z
di atasnya

y
i
k

Suatu vektor dapat dituliskan dalam 3 vektor satuan

A Ax i Ay j Az k
Ax, Ay, dan Az adalah komponen dari vektor A

Magnitudo (besar) dan komponen suatu vektor

Mula-mula tinjau vektor pada bidang x-y (i.e., Az=0)

Panjang vektor dapat dihitung dengan teorema Pythagoras

Axy Ax2 Ay2


Ay Axy sin

Ax Axy cos

Jika vektor juga


memiliki komponen z, maka panjang
vektor A = A adalah:

A Ax2 Ay2 Az2

Az A sin

Axy A cos

Penjumlahan vektor dengan komponennya

Penjumlahan komponen dari 2 vektor



A B C
Ax i Ay j Az k Bx i B y j Bz k C x i C y j C z k
C x Ax Bx ; C y Ay B y ; C z Az Bz ;

Contoh:

A 3i 2k

B 4 j 7 k

A B 3i 4 j 5k

Besar dari vektor yang dijumlah


Magnitudo/besar dari penjumlah dua vektor bergantung
pada besar dan arahnya
Contoh:
2
2

1
1
A

1
1
1
j
2
2
A
i
2
2
2
2

1
1
1 1
B

1
B
i
k
2
2
2
2
1
2
2
1

j
1
1
A B
k
A B

1
2
2
2
2

Karenanya, 1 + 1 = 1!!!

Perkalian vektor oleh skalar

Contoh:

B 3A

Definisi:


B sA

Bx sAx
B y sAy
Bz sAz

Untuk s positif, arah vektor tidak berubah, besarnya


berubah dengan faktor s (the stretch factor!)
Untuk s negatif, arah vektor berubah 180, besarnya
berubah dengan faktor s
Untuk s = -1, menghasilkan vektor dengan arah yang
berlawanan arah semula.

Perkalian skalar (Dot Product) dari 2 vektor

Definisi:


A B A B cos

B
Perkalian skalar dari 2 vektor menghasilkan besaran
skalar (i.e., angka)
Kasus khusus:


A B 0 for A B ( 90)


A B A B for A || B ( 0)

A B A B for A anti - parallel to B ( 180)

|A| cos adalah proyeksi vektor A pada arah yang

A
diberikan oleh vektor B

Perkalian skalar adalah proyeksi A dikalikan panjang B


A cos

Perkalian skalar dalam bentuk komponennya

Perkalian skalar dalam bentuk komponennya:



A B ( Ax i Ay j Az k) ( Bx i B y j Bz k)
Ax Bx Ay B y Az Bz

Contoh: Berapa besar sudut antara vektor A dan B?

A 7i 3 j 4k ; A 74

B 2i 3 j 5k; B 38

A B 14 9 20 3
3
cos
0.0566; 86.8
74 38

Perkalian vektor (Cross Product)

Definisi:


A B A B sin

Perkalian vektor dari 2 vektor menghasilkan besaran


vektor
Direction given by right-hand rule


A B



Perkalian vektor tidak bersifat komutatif: B A A B
Kasus
khusus:


y
A B A B for A B ( 90)


i
j
A B 0 for A || B ( 0,180)
x
i i j j k k 0

k
z
i j k, j k i, k i j

Perkalian vektor dalam bentuk komponennya


Perkalian vektor agak rumit:

A B ( Ax i Ay j Az k) ( Bx i B y j Bz k)

Ax B y k Ax Bz j Ay Bx k Ay Bz i Az Bx j Az B y i
( Ay Bz Az B y )i ( Az Bx Ax Bz ) j ( Ax B y Ay Bx )k

Jika anda paham ttg determinan, lakukan perkalian vektor


dengan cara berikut:
i

A B Ax

j
Ay

k
Az

Bx

By

Bz

Lebih lanjut tentang perkalian vektor

Interpretasi geometri: perkalian vektor = luas jajaran


genjang yang dibentuk oleh vektor A dan B

B

A B

A
Contoh: Buatlah vektor B yang tegak lurus vektor A dan
terletak pada bidang x-y.
Perkalian vektor menghasilkan vektor yang tegak lurus argumennya

B A k
Ay i Ax j
Untuk membuktikan, lakukan perkalian skalar dengan A


A B Ax i Ay j Az k Ay i Ax j
Ax Ay Ay Ax 0