Anda di halaman 1dari 31

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

A. Sejarah Minyak Bumi dan Perkembangan Minyak Bumi


Di dalam sejarah manusia, minyak bumi pertama kali ditemukan atau dikenal orang
di Timur Tengah, di Iran atau Parsi Kuno yang juga dikenal sebagai daerah Mesopotamia,
minyak bumi mula-mula dikenal sebagai rembasan dan sumber yang terdapat di permukaan
bumi. Nabi Nuh as yang diperkirakan hidup di daerah ini adalah manusia yang mungkin
pertama kali memanfaatkan minyak bumi (dalam hal ini aspal) untuk melapisi perahunya
agar tidak kemasukan air.
Di zaman Harun Al-Rasyid, minyak bumi juga telah dikenal dan digunakan sebagai
pembakar yang dinamakan naptha. Hal ini terjadi jauh sebelum perkembangan minyak bumi
modern timbul. Pada zaman Cina Kuno bahkan telah dikenal industri pengusahaan minyak
bumi dan menurut catatan sejarah, orang Cina bahkan telah mencoba membor minyak bumi
sejak zaman sebelum masehi.
Industri minyak bumi yang modern muncul di Amerika Serikat pada abad ke-19,
yang segera disusul oleh beberapa negara Eropa dan bagian dunia lainnya. Sebelum
ditemukan pengusahaannya secara komersiil, minyak bumi telah dikenal di Amerika Serikat
sebagai rembasan yang muncul dari permukaan bumi, semula sering dianggap sebagai
barang aneh dan juga diperjualbelikan sebagai obat. Namun, Jauh sebelum minyak bumi
digunakan dalam industri, Haquet pada tahun 1794 telah mengemukakan teorinya bahwa
minyak bumi berasal dari daging ataupun zat organik lainnya, seperti kerang atau moluska.
Hal ini dikemukakan karena batuan yang mengandung minyak biasanya mengandung fosil
binatang laut.
Pada tahun 1805, Von Humbold dan Gay Lussac mengira bahwa minyak bumi
berhubungan dengan aktivitas gunung api, seperti gunung venesius. Ide serupa dikemukakan
pula oleh ahli geologi Perancis Virlet dAoust pada tahun 1834. Teorinya didasarkan pada
gejala bahwa seringkali minyak bumi ditemukan bersamaan dengan lumpur gunung api.
Pada

tahun

1842, Sir William

Logan, direktur

Jawatan

Geologi

Kanada

menghubungkan terdapatnya rembasan minyak dengan struktur antiklin, seperti di pulau


Gespe yang terdapat di sungai St. Lawrence. Pada tahun 1847 di Glasgow Inggris untuk
pertama kali mengolah minyak bumi menjadi minyak lampu yang menggantikan lilin yang
merupakan sumber penerangan utama pada saat itu. Sejak saat itu, minyak menjadi bahan
yang banyak dicari oleh pengusaha.
MINYAK BUMI

Page 1

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Hal ini menimbulkan ide bagi Kolonel William Drake untuk membor minyak yang
dapat diproduksikan secara komersiil. Tahun 1859 merupakan saat bersejarah yang sangat
penting, yaitu saat permulaan timbulnya industri minyak. Pengeboran dilaksanakan di
Titusville, negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, dan minyak berhasil ditemukan
serta di produksikan dari kedalaman 69 kaki. Pemboran dilakukan di dekat suatu rembasan
atau sumber minyak bumi ,dan ternyata dapat dihasilkan produksi yang lebih besar daripada
yang keluar dari rembasan. Sejak saat itulah pemboran merupakan satu-satunya cara untuk
mengexploitasi dan mengexplorasi minyak bumi secara komersiil.
Pada tahun 1860, Henry D. Rogers mengemukakan bahwa akumulasi minyak bumi
terdapat pada sumbu antiklin. B.B Andrews mengemukakan pula terdapatnya minyak dan
gas bumi sepanjang sumbu antiklin di dekat Cairo, di nagara bagian Virginia Barat. Akan
tetapi diterangkannya bahwa akumulasi minyak dan gas bumi merupakan hasil retakan yang
terjadi di atas sumbu antiklin yang batuannya telah dihancurkan oleh pengangkatan dan
pelipatan.
Prof. Alexander Winchell dari Universitas Michigan pada tahun 1960 berpendapat
bahwa batu pasir sendiri cukup mempunyai porositas untuk mengandung minyak tanpa
adanya

retakan.

Pada

tahun

1861 Sterry

Hunt menyatakan

secara

resmi Teori

Antiklin dalam suatu ceramah di Montreal, Canada dan dipublikasikan dalam suatu majalah
bernama Montreal Gazette pada tanggal 1 Maret 1861.
I.C

White adalah

ahli

geologi

pertama

yang

berani

mendemonstrasikan

kebenaran Teori Antiklin unuk akumulasi minyak dan gas bumi, dan mendatangi suatu
lapangandan menunjukkan lokasi pada struktur tersebut dengan berhasil.Pada tahun 1889, E.
Ortonmemeberikan suatu karya lengkap mengenai geologi minyak dan gas bumi, dimana
antara lain ia berkesimpulan bahwaminyak bumi berasal dari zat organik.
Pada tahun 1987 dimulailah pencarian minyak bumi oleh perusahaan Southern
Pacific Oil Company. Pada awal abad ke-20, perusahaan minyak bumi Amerika Serikat telah
mempunyai bagian geologi sebagai Exploration Departement. Pada tahun 1917 para ahli
geologi Amerika mendirikan The American Association of Petroleum Geologist yang
mengkhususkan diri pada pencarian minyak dan gas bumi.

1. Pengertian Minyak Bumi


MINYAK BUMI

Page 2

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Minyak Bumi dalam bahasa Inggris yaitu Petroleum, dalam bahasa Latin Petrus
berarti karang dan Oleum berarti minyak. Minyak bumi adalah cairan yang kental, coklat
gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar , dan berada di lapisan atas di kerak bumi.
Minyak bumi berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150
juta tahun yang lalu. Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian
ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut berubah menjadi batuan karena pengaruh
tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri
anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak bumi.
Proses pembentukan minyak bumi memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas
yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang.
Minyakbumi dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkosentrasi
jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walupun minyak bumi terbentuk di dasar lautan,
banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan
kulit bumi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan.
2. Teori Terbentuknya Minyak Bumi
a. Teori Anorganis (Abigionesis)
b. Teori Organik (Biogenensis)
c. Teori Duplex
B. Proses Pembentukan Minyak Bumi
Minyak bumi atau gas bumi terdapat dalam pori-pori batuan, terutama batuan sediment.
Proses pembentukan minyak bumi belum di ketahui secara pasti. Karena itu usaha dan
penelitian terus dilakukan orang untuk mengetahui proses terbentuknya minyak secara
ilmiah.
Ada tiga macam teori yang menjelaskan proses terbentuknya minyak dan gas bumi.
Teori pertama adalah teori biogenetic atau lebih di kenal dengan teori organik. Yang
kedua adalah teori anorganik, sedangkan yang ketiga adalah teori duplex yang
merupakan perpaduan dari kedua teori sebelumnya. Teori duplex yang banyak di terima oleh
kalangan luas menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis
organisme laut baik hewani maupun nabati.
Di perkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal
dari materi nabati. Yang jelas minyak dan gas bumi terdiri dari senyawa kompleks yang unsur

MINYAK BUMI

Page 3

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

utamanya adalah karbon (C) dan unsur hydrogen (H). secara sederhana senyawa ini dapat
ditulis dengan rumus kimia CXHY, sehingga sering di sebut sebagai senyawa hidrokarbon.
Pada zaman purba, di darat dan di laut hidup beraneka ragam binatang dan tumbuhtumbuhan. Binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati ataupun punah itu akhirnya tertimbun
di bawah endapan Lumpur. Endapan Lumpur ini kemudian di hanyutkan oleh arus sungai
menuju lautan, bersama bahan organik lainnya dari daratan.
Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi dan tekanan beban lapisan batuan di
atasnya binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati tadi berubah menjadi bintik-bintik dan
gelembung minyak atau gas.
Akibat pengaruh yang sama, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan
sediment. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak
dikenal sebagai batuan induk atau soure rock. Selanjutnya minyak dan gas ini akan
bermigrasi menuju tempet yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat
yang di sebut perangkap (trap).
Suatu perangkap dapat mengandung:
Minyak, gas, dan air
Minyak dan air
Gas dan air
Karena perbedaan berat jenis, apabila ketiga-tiganya berada dalam suatu perangkap dan
berada dalam keadaan stabil, gas senantiasa berada di atas, minyak di tengah dan air di
bagian bawah. Gas yang terdapat bersama-sama minyak bumi di sebut associated gas
sedangkan yang terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut non-associated gas.
Dalam proses pembentukan minyak bumi diperlukan waktu yang masih belum bisa di
tentukan sehingga mengenai hal ini masih terdapat pendapat yang berbeda-beda. Ada yang

MINYAK BUMI

Page 4

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

mengataka ribuan tahun, ada yang mengatakan jutaan tahun bahkan ada yang mengatakan
lebih dari itu
ASAL USUL
Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan sebagai bahan
pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. Ada banyak hipotesa tentang
terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah :
Teori Biogenesis (Organik)
Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat
bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W. Lamanosow (Rusia,
1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana
lainnya seperti, New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer.
Mereka menyatakan bahwa: minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah
mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.
Teori Abiogenesis (Anorganik)
Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang
dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk
asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk
akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih
ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi
mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan
proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material
hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain.
Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis,
karena lebih bisa. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan
berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi, sampai kemudian pada tahun
1984 G. D. Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and
Gas.

MINYAK BUMI

Page 5

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang
permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan
bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon
diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di
atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat
dan laut.
Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup
(tumbuhan, hewan dan mikroorganisme). Dalam proses ini, terjadi kebocoran kecil yang
memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam
bentuk CO2, tetapi mengalami transformasi yang akhirnya menjadi fosil yang dapat terbakar.
Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali. Bahan organik yang mengalami oksidasi
selama pemendaman. Akibatnya, bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat
menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen.
Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat, protein dan lemak) diproduksi oleh
makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya, seperti untuk mempertahankan diri, untuk
berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. Komponen yang
dimaksud dapat berupa konstituen sel, membran, pigmen, lemak, gula atau protein dari
tumbuh-tumbuhan, cendawan, jamur, protozoa, bakteri, invertebrata ataupun binatang
berdarah dingin dan panas, sehingga dapat ditemukan di udara, pada permukaan, dalam air
atau dalam tanah.
Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9% senyawa karbon dan makhluk hidup akan
kembali mengalami siklus sebagai rantai makanan, sedangkan sisanya 0,1% senyawa karbon
terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawasenyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi.
Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang
kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk
di bawah dasar laut, dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke
permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut
dalam yang arusnya kecil.
Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab, gelap dan berbau tidak sedap
di antara mineral-mineral dan sedimen, lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan
MINYAK BUMI

Page 6

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

geopolimer. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter
masing-masing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya.
Selanjutnya senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. Pertama
akanmengalami proses diagenesis, dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah
merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan
lingkungan bersuhu di bawah 50C.
Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai
kehilangan gugus beroksigen akibat reaksi dekarboksilasi dan dehidratasi. Semakin dalam
pemendaman terjadi, semakin panas lingkungannya, penam-bahan kedalaman 30 40 m
akan menaik-kan temperatur 1C. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m, suhu
pemendaman akan berkisar antara 50 150 C, proses geologi kedua yang disebut
katagenesis akan berlangsung, maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas
bumi.
Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawasenyawa
karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Bila
kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi, temperatur semakin naik, dan jika kedalaman
melebihi 3000 m dan suhu di atas 150C, maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi
gas bermolekul kecil, dan proses ini disebut metagenesis.
Setelah proses geologi ini dilewati, minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan biomarka. Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena
kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata sejauh 5 cm per tahun,
sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori, atau selanjutnya akan bermigrasi
membentuk suatu sumur minyak. Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini
(batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bumi, akan ditemukan fosil
senyawa-senyawa organik. Fosil-fosil senyawa inilah yang ditentukan strukturnya
menggunaan be-berapa metoda analisis, sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil, bahan
pembentuk, migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak
bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk.

1. Zat-Zat Pengotor yang sering terdapat dalam minyak bumi:


MINYAK BUMI

Page 7

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

1. Senyawaan Sulfur
Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu
pula. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat,
misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin
atau berair), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil
pembakaran gasoline) dan air.
2. Senyawaan Oksigen
Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan
naiknya titik didih fraksi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama
berhubungan dengan udara. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan
sebagai asam karboksilat, keton, ester, eter, anhidrida, senyawa monosiklo dan disiklo
dan phenol. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam
alifatik.
3. Senyawaan Nitrogen
Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1-0,9 %.
Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. Nitrogen mempunyai sifat racun
terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. Kandungan nitrogen
terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Nitrogen klas dasar yang mempunyai
berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer, sedangkan
yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral
encer.
4. Konstituen Metalik
Logam-logam seperti besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic
cracking mempengaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan produk gasoline,
menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. Pada power generator temperatur
tinggi, misalnya oil-fired gas turbine, adanya konstituen logam terutama vanadium dapat
MINYAK BUMI

Page 8

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

membentuk kerak pada rotor turbine. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang
mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace
(bata tahan api), menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan
refractory itu.
C. Metode Anailisis dan Eksplorasi Minyak Bumi
Pada awal eksplorasi minyak dan gas bumi, penemuan hidrokarbon merupakan nasib
baik dan perkiraan semata. Sukses awal diraih dengan melakukan pemboran tempat oil seep
(rembesan minyak) didapat. Selanjutnya orang mulai membuat sumur pencarian minyak di
puncak-puncak bukit. Pencarian migas di masa kini dilakukan berdasarkan iptek yang terus
berkembang, terutama hasil studi geologi dan geofisika pada permukaan maupun di bawah
permukaan.

1. Ekplorasi Secara Geologi


Berdasarkan cara dari pengambilan datanya, eksplorasi geologi dapat dibagi dua, yaitu:
a

Pengindraan jauh, yaitu studi mengenai bumi dengan memanfaatkan radiasi


elektromagnetik yang dipantulkan atau diserap oleh permukaan bumi dengan panjang
gelombang dari ultra violet. Pengindraan jauh dibagi menjadi empat macam yaitu :
Aerial Photograpy (foto udara), Landsat Imagery (teknik satelit landsat), Thermal
Infrared Imagery dan Radar Imagery.

b. Pemetaan geologi, merupakan metode tertua dalam eksplorasi geologi untuk mencari
hidrokarbon dengan mengamati rembesan minyak yang tampak di permukaan bumi
yang bersal dari struktur/perangkap dibawah tanah dan naik keatas melalui
celah/rekahan yang terjadi diatas struktur tersebut.
2. Eksplorasi Secara Geofisika
Metode geofisika banyak berhubungan dengan komposisi dan sifat-sifat fisik batuan. Ada
tiga metode yang umum digunakan yaitu :
a

Survei Magnetik

MINYAK BUMI

Page 9

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

b
c
a

Survei Gravitasi
Survei Seismik

Survey Magnetik
Dasar filosofi dari metoda ini adalah bahwa bumi mempunyai medan magnet yang
kuat. Magnetometer adalah alat untuk mengukur magnetisasi dari batuan, yang umumnya
dibawa dengan pesawat terbang untuk mengukur medan magnet suatu daerah dengan
relatif singkat. Dengan cara ini daerah yang sulit didatangi, seperti rawa dan gurun pasir
akan lebih mudah untuk diselidiki.
Magnetometer merekam perbedaan relatif antara magnetisasi bermacam batuan
terhadap medan magnet bumi. Batuan yang banyak mengandung mineral magnetit seperti
batuan beku, sulit sekali untuk mengandung hidrokarbon, sedangkan batuan sedimen
yang kurang magnetis, lebih besar kemungkinan untuk mengandung minyak dan gas
bumi.

b Survei Gravitasi
Para ahli geofisik juga memanfaatkan medan gravitasi bumi yang bervariasi
tergantung dengan distribusi massa dekat permukaan bumi. Secara umum dapat
diterangkan bahwa batuan yang berbeda densitasnya akan menghasilkan besaran gravitasi
yang berbeda pula. Jika suatu batuan dengan densitas tinggi terletak dekat dengan
permukaan bumi maka akan direkam besaran gravitasinya yang relatif tinggi pada sebuah
gravimeter.
c

Survei Seismik
Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai
pada tahun 1920an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intemsif di Iran untuk
membatasi struktur yang mengandung minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi
merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini
pertama kali didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.
Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yang
diarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh
berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut ini akan dipantulkan ke

MINYAK BUMI

Page 10

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagai pulsa tekanan (olehhy dr ophone di
daerah perairan) atau sebagai percepatan (olehgeophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu
diproses secara digital menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian
dapat diinterpretasikan.

Seismik bias dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi
sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang
terjadi setelah usikan pertama (first break) diabaikan, sehingga sebenarnya hanya data
first break saja yang dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan
oleh sepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh
sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagai parameter
elastisitas.
Sedangkan dalam seismik pantul, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima
setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombanggelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan.
Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi
bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari
bentuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat
cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik bias, yaitu
analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.
Suatu survei seismik umumnya merupakan akhir dari langkah eksplorasi sebelum suatu
lokasi sumur pengeboran ditentukan. Berbeda dengan survei yang sebelumnya, survei
seismik menyuguhkan gambaran struktur dan stratigrafi batuan yang lengkap dibawah
permukaan tanah. Data bawah permukaan diterima oleh seismometer yang merekamnya
pada seismograph, yang selanjutnya menghasilkan seismogram.
Seismogram inilah yang digunakan untuk membuat seismic section, yang merupakan
penampang lintang dari keadaan bawah tanah. Pada survei seismik, lubang-lubang (shot
point) dengan jarak sama dibuat dan diisi dengan bahan peledak. Gelombang seismik
MINYAK BUMI

Page 11

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

yang timbul karena ledakan akan dipantulkan oleh batuan bawah permukaan tanah dan
diterima oleh detektor yang peka (geophone) dari seismometer.

Alat Geophone

Metode Gravity

Metode Seismik di Laut

MINYAK BUMI

Page 12

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Metode Seismik

Hasil Seismik

MINYAK BUMI

Page 13

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Kegiatan Foto Udara/Pengindraan Jauh

Hasil Foto Udara

Hasil Foto Satelit di Delta Sungai Gangga

MINYAK BUMI

Page 14

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Contoh Peta Negara Bagian Kanada

D. PENGOLAHAN MINYAK BUMI


Pada pemrosesan minyak bumi melibatkan 2 proses utama, yaitu :
1. Proses pemisahan (separation processes)
2. Proses konversi (convertion processes)
Proses pengilangan (refines) pertama-tama adalah mengubah komponen minyak menjadi
fraksi-fraksi yang laku dijual berupa beberapa tipe dari destilasi. Beberapa perlakuan kimia
dan pemanasan dilakukan untuk memperbaiki kualitas
dari produk minyak mentah yang diperoleh. Misalnya pada tahun 1912 permintaan gasolin
melebihi supply dan untuk memenuhi permintaan tersebut maka digunakan proses
"pemanasan" dan "tekanan" yang tinggi untuk mengubah fraksi yang tidak
diharapkan. Molekul besar menjadi yang lebih kecil dalam range titik didih gasolin, proses
ini disebut cracking.
a. Proses Pemisahan (Separation Processes)

MINYAK BUMI

Page 15

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Unit operasi yang digunakan dalam penyulingan minyak biasanya sederhana tetapi yang
kompleks adalah interkoneksi dan interaksinya.
Proses pemisahan tersebut adalah :
1. Destilasi
Bensin, kerasin dan minyak gas biasanya disuling pada tekanan atmosfer, fraksi-fraksi
minyak pelumas akan mencapai suhu yang lebih tinggi dimana zat-zat hidrokarbon
mulai terurai (biasanya kira-kira antara suhu 375 -400C) karena itu
lebih baik jika minyak pelumas disuling dengan tekanan yang diturunkan.
Pengurangan tekanan diperoleh dengan menggunakan sebuah pompa vakum (vacum
pump).
2. Absorpsi
Umumnya digunakan untuk memisahkan zat yang bertitik didih tinggi dengan gas.
Minyak gas digunakan untuk menyerap gasolin alami dari gas-gas basah. Gas - gas
dikeluarkan dari tank penyimpanan gas sebagai hasil dari pemanasan matahari yang
kemudian diserap ulang oleh tanaman. Steam stripping pada umumnya digunakan
untuk mengabsorpsi hidrokarbon fraksi ringan dan memperbaiki kapasitas absorpsi
minyak gas.
Proses ini dilakukan terutama dalam hal-hal sebagai berikut:
- Untuk mendapatkan fraksi-fraksi gasolin alami yang dapat dicampurkan pada
bensin.
-

Untuk pemisahan gas-gas rekahan dalam suatu fraksi yang sangat ringan
(misalnya fraksi yang terdiri dari zat hidrogen, metana, etana) dan fraksi yang lebih
berat yaitu yang mempunyai komponen-komponen yang lebih tinggi.

- Untuk menghasilkan bensin-bensin yang dapat dipakai dari berbagai gas ampas dari
suatu instalasi penghalus.
3. Adsorpsi
MINYAK BUMI

Page 16

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Proses adsorpsi digunakan untuk memperoleh material berat dari gas. Pemakaian
terpenting proses adsorpsi pada perindustrian minyak adalah :
-

Untuk mendapatkan bagian-bagian berisi bensin (natural gasoline) dari gas-gas


bumi, dalam hal ini digunakan arang aktif.

- Untuk menghilangkan bagian-bagian yang memberikan warna dan hal-hal lain yang
tidak dikehendaki dari minyak, digunakan tanah liat untuk menghilangkan warna
dan bauxiet (biji oksida-aluminium).
4. Filtrasi
Digunakan untuk memindahkan endapan lilin dari lilin yang mengandung destilat.
Filtrasi dengan tanah liat digunakan untuk decolorisasi fraksi.
5. Kristalisasi
Sebelum di filtrasi lilin harus dikristalisasi untuk menyesuaikan ukuran kristal dengan
cooling dan stirring. Lilin yang tidak diinginkan dipindahkan dan menjadi lilin
mikrokristalin yang diperdagangkan.

6. Ekstraksi
Pengerjaan ini didasarkan pada pembagian dari suatu bahan tertentu dalam dua bagian
yang mempunyai sifat dapat larut yang berbeda.
b. Proses Konversi (conversion processes)
Hampir 70% dari minyak mentah di proses secara konversi di USA, mekanisme
yang terjadi berupa pembentukan "ion karbonium" dan "radikal bebas". Dibawah ini ada
beberapa contoh reaksi konversi dasar yang penting:
1. Cracking atau Pyrolisis

MINYAK BUMI

Page 17

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Cracking atau pyirolisis merupakan proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon


besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan adanya
pemanasan atau katalis.
C7H15C15H30C7H15 C7H16 + C6H12CH2
minya gas berat

gasolin

+ C14H28CH2

gasalin ( anti knock ) recycle stock

Dengan adanya pemanasan yang cukup dan katalis maka hidrokarbon parafin akan
pecah menjadi dua atau lebih fragmen dan salah satunya berupa olefin. Semua reaksi
cracking adalah endotermik dan melibatkan energi yang tinggi. Proses cracking
meliputi:
* Proses cracking thermis murni
Proses

ini

merupakan proses

pemecahan molekul-molekul besar dari

zat

hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan awal selama
waktu tertentu.
Pada pelaksanaannya tidak mungkin mengatur produk yang dihasilkan pada suatu
proses crackingi, biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline) juga mengandung
molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul yang lebih besar
(memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin).
Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat yaitu
yang mempunyai bilangan oktan yang buruk karena umunya bilangan oktan itu
meningkat jika titik didihnya turun. Maka pada cracking bensin berat akan diperoleh
suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2 hal, yaitu:
- Penurunan titik didih rata-rata
- Terbentuknya alken
Oleh karena itu bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi, misalnya dari
45-50 hingga 75-80.
MINYAK BUMI

Page 18

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

* Proses cracking thermis dengan katalisator


Dengan adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada suhu yang lebih
rendah. Keuntungan dari proses thermis-katalisator adalah:
- Perbandingan antara bensin terhadap gas adalah sangat baik karena disebabkan oleh
pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah.
- Bensin yang dihasilkan menunjukkan angka oktan yang lebih baik.
Dengan adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi, dimana alkena- alkena
dengan rantai luru dirubah menjadi hidrokarbon bercabang, selanjtnya terjadi
aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi yang juga dapat
mempengaruhi bilangan oktan.
* Proses cracking dengan chlorida-aluminium (AlCl3) yang bebas air
Bila minyak dengan kadar aromatik rendah dipanaskan dengan AlCl3 bebas air pada
suhu 180-2000C maka akan terbentuk bensin dalam keadaan dan waktu tertentu.
Bahan yang tidak mengandung aromatik (misalnya parafin murni) dengan 2 atau 5%
AlCl3 dapat merubah sebagian besar (90%) dari bahan itu menjadi bensin, bagian lain
akan ditingga/ sebagai arang dalam ketel. Anehnya pada proses ini bensin yang
dihasilkan tidak mengandung alkena-alkena tetapi masih memiliki bilangan oktan
yang lumayan, hal ini mungkin disebabkan kerena sebagian besar alkena bercabang.
Kerugian dari proses ini adalah :
- Mahal karena AlCl3 yang dipakai akan menyublim dan mengurai.
- Bahan-bahan yang dapat dikerjakan terbatas.
- Pada saat reaksi berlangsung, banyak sekali gas asam garam maka harus memakai
alat-alat yang tahan korosi.
2. Polimerisasi
Terbentuknya polimer antara ikatan molekul yang sama yaitu ikatan bersama dari light
gasoline.
MINYAK BUMI

Page 19

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

katalis

CC=C + CC=C

C C C C = C+ C - C- C- C = C - C

rantai pendek tidak jenuh suhu /tekanan

rantai lebih panjang


Proses polimerisasi merubah produk samping gas hirokarbon yang dihasilkan pada
cracking menjadi hidrokarbok liquid yang bisa digunakan sebagai:
- Bahan bakar motor dan penerbangan yang memiliki bilangan oktan yang tinggi.
- Bahan baku petrokimia.
Bahan dasar utama dalam proses polimerisasi adalah olefin (hidrokarbon tidak jenuh)
yang diperoleh dari cracking still. Contohnya: Propilen, n-butilen, isobutilen.
CH3

CH3

CH3

2CH3 C - CH2 CH3 - C - CH2 - C = CH2


CH3
diisobutilen

Isobutelin

H3PO4

C12H24

tetramer atau tetrapropilen


(campuran isomer)

3. Alkilasi
Proses alkilasi merupakan proses penggabungan olefin dari aromat atau hidrokarbon
parafin.
C
C= C

etilen
(unsaturated
)

C-CC

katalis

C
C-C-C-CC

isobutan
(isounsaturated)

2,2-dimetilbutan atau
( saturated branched chain)

Proses alkilasi adalah eksotermik dan pada dasarnya sama dengan polimerisasi, hanya
berbeda pada bagian-bagian dari charging stock need be unsaturated. Sebagai hasilnya
MINYAK BUMI

Page 20

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

adalah produk alkilat yang tidak mengandung olefin dan memiliki bilangan oktan yang
tinggi. Metode ini didasarkan pada reaktifitas dari karbon tersier dari isobutan dengan
olefin, seperti propilen, butilen dan amilen.
4. Hidrogenasi
Proses ini adalah penambahan hidrogen pada olefin. Katalis hidrogen adalah logam
yang dipilih tergantung pada senyawa yang akan di reduksi dan pada kondisi
hidrogenasi, misalnya Pt, Pd, Ni, dan Cu.
C
CCC=C-C
C

H2C

C-CCC-C

Katalis

diisobutilen

isooktan

Disamping untuk menjenuhkan ikatan ganda, hidrogenasi dapat digunakan untuk


mengeliminasi elemen-elemen lain dari molekul, elemen ini termasuk oksigen,
nitrogen, halogen dan sulfur.
5. Hydrocracking
Proses hydrocracking merupakan penambahan hidrogen pada proses cracking.
C7H15C15H30C7H15 + H2
Heavy gas oil

C7H16

C7H16

stright chain gasoline branched chain gasoline

C15H32
recycle stock

6. Isomerisasi
Proses isomerisasi merubah struktur dari atom dalam molekul tanpa adanya perubahan
nomor atom.
3000C

C-C-C-C

AlCl3

MINYAK BUMI

Page 21

C-C-C

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Proses ini menjadi penting karena dapat menghasilkan iso-butana yang


dibutuhkan untuk membuat alkilat sebagai dasar gasoline penerbangan.
CH3
CH3 - CH2 - CH2 - CH3

n-butana

CH3 - CH - CH3
iso-butana

7. Reforming atau Aromatisasi


Reforming merupakan proses konversi dari naptha untuk memperoleh produk yang
memiliki bilangan oktan yang tinggi, dalam proses ini biasanya menggunakan
katalis rhenium, platinum dan chromium.
CH3
panas

CH3 - CH2 - CH2 - CH2 - CH2 - CH2 - CH3

+ 4H2

Cr2O3 dlm Al2O3

Toluene

E. APLIKASI MINYAK BUMI


Hasil pengilangan minyak bumi berupa produk yang telah siap di konsumsi oleh
konsumen, biasanya berupa:

MINYAK BUMI

Page 22

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Gas-gas hidrokarbon ringan


Komponen-komponennya adalah senyawa-senyawa parafinik dengan titik
didih normal < 30 oC dan pada tekanan atmosfer berwujud gas, yaitu metana (CH4),
etana (C2H6), propana (C3H8), isobutana (i-C4H10) dan n-butana (n-C4H10). Gas-gas
tersebut lazim disebut sebagai gas kilang. Propana dan butana biasanya dipisahkan dari
gas kilang dan dicairkan untuk dijual sebagai LPG (Liquefied Petroleum Gases). LPG
digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga atau sebagai bahan bakar motor yang telah
disesuaikan penggunaannya. Pemisahan komponen gas kilang berupa campuran etana,
propana dan butana digunakan sebagai bahan mentah pembuatan olefin dalam proses
perengkahan kukus (steam cracking). .

MINYAK BUMI

Page 23

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

bahan mentah dalam reformasi kukus (steam reforming) untuk pembuatan gas
sintesis (campuran CO dan H2)

dijadikan bahan bakar untuk ketel-ketel kukus, turbin-turbin gas, dan tungku-tungku

pemanas di dalam kilang.


Bensin (gasolin)
Mulanya bensin adalah produk utama dalam industri minyak bumi yang
merupakan campuran kompleks dari ratusan hidrokarbon dan memiliki rentang
pendidihan antara 30-200 oC. Bensin adalah bahan bakar mesin siklus Otto yang banyak
digunakan sebagai bahan bakar alat transportasi darat (mobil). Kinerja yang dikehendaki
dari bensin adalah anti knocking. Knocking adalah peledakan campuran (uap bensin
dengan udara) di dalam silinder mesin dengan siklus Otto sebelum busi menyala.
Peristiwa knocking ini sangat mengurangi daya mesin. Hidrokarbon rantai lurus
cenderung membangkitkan knocking. Sementara, hidrokarbon bercabang, siklik maupun
aromatik cenderung bersifat anti knocking. Tolok ukur kualitas anti knocking sering
disebut sebagai bilangan oktan (octane number). Skalanya didasarkan kepada n-heptana
memiliki bilangan oktan nol dan isooktana memiliki bilangan oktan seratus. Bensin
dikatakan memiliki bilangan oktan X, dengan 0 < X > 100, jika kualitas pembakaran
bensin tersebut setara dengan kualitas pembakaran campuran X% volum isooktan dan
(100-X)% volum n-heptana. Untuk skala bilangan oktan yang lebih besar dari 100
dirumuskan sebagai :

Penambahan senyawa-senyawa organik logam berat dapat meningkatkan


bilangan oktan bensin. Senyawa yang paling efektif dalam meningkatkan bilangan oktan
adalah TEL (Tetra Ethyl Lead, Pb(C2H5)4). Senyawa ini larut dalam bensin dan dapat
mengakibatkan kenaikan yang besar pada bilangan oktan bensin yang ditambahkan.
MINYAK BUMI

Page 24

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

Kenaikan bilangan oktan karena penambahan TEL semakin kecil jika bilangan oktan
semula semakin besar. Tetapi, penambahan TEL atau senyawa-senyawa logam berat
lainnya dapat mencemari atmosfir dan menjadi racun bagi orang yang menghirupnya,
maka digunakanlah senyawa-senyawa pengganti logam berat tersebut yaitu senyawa
alkohol dan eter seperti metanol (CH3OH), etanol (C2H5OH), Metil Tersier Butil Eter
(MTBE), Etil Tersier Butil Eter (ETBE) dan Tersier Amil Metil Eter (TAME). Aditif yang
berasal dari eter memiliki afinitas terhadap air yang lebih kecil daripada aditif yang
berasal dari alkohol. Bensin yang dicampuri eter lebih tidak menarik air dari udara bebas
(adanya air akan merusak mutu bensin).
3

Kerosin, bahan bakar pesawat jet, dan minyak diesel


Ketiga kelompok ini memiliki rentang pendidihan yang mirip. Kerosin
disebut juga dengan minyak tanah dan digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga.
Rentang pendidihannya antara 175-275 oC. Tolok ukur kualitas ketiga kelompok ini
adalah smoke point. Smoke point adalah titik nyala tertinggi (dalam mm) yang dapat
dihasilkan tanpa membangkitkan asap. Semakin tinggi kadar senyawa aromat dalam
minyak bumi tersebut, maka smoke point-nya pun semakin rendah. Tolok ukur lainnya
adalah flash point yang merupakan temperatur terendah yang membuat uap minyak
bumi mulai meletup jika disodori api kecil. Kerosin yang bagus memiliki smoke point 17
dan flash point > 40 oC.
Bahan bakar pesawat jet dibedakan untuk kebutuhan sipil dan militer. Untuk
keperluan sipil, rentang pendidihannya 175-290 oC, kadar aromat maksimum 20%
volum, dan flash point >40 oC. Sedangkan untuk keperluan militer rentang
pendidihannya 65-290 oC dengan kadar aromat maksimum 25% volum.
Minyak diesel adalah bahan bakar untuk mesin siklus diesel. Mesin dengan
siklus diesel tidak menggunakan busi, tetapi menggunakan penyalaan mandiri minyak
diesel panas ke dalam silinder berisi udara bertekanan tinggi. Oleh karena itu, minyak
diesel diharapkan memiliki kecenderungan untuk menyala sendiri. Tolok ukurnya adalah
bilangan setan (cetane number). Minyak diesel memiliki bilangan setan X jika performa
minyak diesel tersebut memiliki kualitas yang setara dengan campuran X% volume nheksadekan (n-C16H34) dan (100-X)% volume -metil naftalena (C10H7CH3). Minyak
diesel untuk kenderaan otomotif biasa disebut solar dengan rentang pendidihan 175-340

MINYAK BUMI

Page 25

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

oC dengan bilangan setan > 50. Sedangkan minyak diesel untuk kereta api memiliki
bilangan setan 40 s/d 45 dengan rentang pendidihan 180-370 oC.
4

Minyak bakar
Minyak bakar terbagi atas lima jenis, yaitu minyak bakar no. 1, no. 2, no. 4,
no. 5 dan no. 6. Minyak bakar no. 1 sangat mirip kerosin tetapi memiliki titik tuang dan
titik akhir rentang pendidihan yang lebih tinggi. Minyak bakar no. 2 (IDO=Industrial
Diesel Oil) sangat mirip dengan minyak diesel otomotif. Minyak bakar no. 1 dan no. 2
serta kerosin, bahan bakar pesawat jet dan minyak diesel biasa disebut sebagai BBM
distilat (distillate fuels). Minyak bakar no. 4, no. 5 dan no. 6 disebut BBM residu karena
berasal dari sisa distilasi minyak bumi mentah pada tekanan atmosferik. Minyak bakar
no. 4 adalah yang paling ringan di antara ketiganya dan memiliki titik tuang -7 oC.
Minyak bakar no. 5 masih berupa fluida pada temperatur di atas 10 oC sedangkan
minyak bakar no. 6 harus dipanaskan terlebih dahulu untuk bisa mengalir. Makin besar
nomor minyak bakar, makin tinggi nilai kalornya.

Produk-produk lain
Produk-produk lainnya seperti minyak pelumas, petroleum waxes (lilin),
petroleum greases (gemuk), aspal dan kokas. Selain itu

minyak bumi juga dapat

digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai aplikasi, seperti polimer (plastic, cat,
PVC, tekstil, perekat), karet sintetik, insectisida, pupuk, detergen, pelarut, fiber, dan
obat-obatan.
F. Dampak Pengolahan Minyak Bumi Terhadap Lingkungan
Salah satu bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan adalah bensin. Bensin adalah
fraksi hasil pengolahan minyak bumi yang memiliki jumlah atom C yaitu dan memiliki
titik didih 40 yaitu

gasgas

seperti

karbon

dioksida,karbon

monoksida,nitrogen

dioksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida,dan timbal.Gas tersebut adalah gas yang dapat
menyebabkan pencemaran udara yang berdampak besar bagi kehidupan manusia dan
lingkungan, yang satu persatu gasgas tersebut akan kita bahas.
1 Gas karbon monoksida(CO) : gas karbon monoksida adalah gas yang bersumber dari
pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.Karena
sempurna itu,berdampak pada

MINYAK BUMI

lingkungan

Page 26

yaitu

pembakaran

bersifat

racun

yang

tidak

dan

dapat

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

menyebabkan kematian jika konsentrasi CO di udara mencapai 0,1 .Serta dampak


2

terhadap manusia yaitu menimbulkan sakit kepala dan gangguan pernapasan.


Gas karbon dioksida (CO2 )
: gas karbon dioksida adalah gas yang bersumber dari
pembakaran bahan bakar sempurna.Walaupun termasuk gas yang berasal dari
pembakaran

sempurna,tetapi

gas

tersebut

berdampak

negatif

terhadap

lingkungan.Dampak negatif tersebut yaitu terjadinya pemanasan global/efek rumah


3

kaca.
Nitrogen dioksida/Nitrogen oksida( NOx{NO2,NO }) : gas yang bersumber dari
pembakaran

bahan

bakar pada suhu tinggi dimana nitrogen

dalam udara ikut

teroksidasi.Dampak negatif yang terjadi terhadap lingkungan yaitu Hujan asam dan
smog fotokimia serta menghasilkan asap kabut yang menyebabkan tumbuhan layu dan
4

gangguan pernapasan.
Sulfur dioksida ( SO2) : gas sulfur dioksida adalah gas yang dapat menimbulkan iritasi

saluran pernapasan,iritasi mata,batuk,dan hijan asam.


Timbal (Pb) : Timbal bersumber dari penggunaan bensin yang mengandung aditif
senyawa timbal.Dampak yang terjadi terhadap lingkungan yaitu bersifat racun terhadap
udara yang menyebabkan pencemaran udara.Serta dampak yang ditimbulkan terhadap
manusia yaitu iritasi kulit,gatalgatal,mata perih,infeksi saluran pernapasan,memicu
serangan jantung,merusak ginjal,dan memengaruhi kemampuan otak.

Sumber Bahan Pencemaran


a. Pembakaran Tidak Sempurna
Menghasilkan asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO), partikel karbon
(jelaga),dan sisa bahan bakar (hidroksida).
b.. Pengotor dalam Bahan Bakar
Bahan bakar fosil mengandung sedikit belerang yang akan menghasilkan oksida
belerang (SO2atau SO3).
c. Bahan Aditif (Tambahan) dalam Bahan Bakar
Bensin yang ditambahi tetraethyllead (TEL) yang punya rumus molekul Pb(C2H5)4
akanmenghasilkan partikel timah hitam berupa PbBr2.Secara umum, kegiatan eksploitasi
MINYAK BUMI

Page 27

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhikebutuhan manusia akan selalu
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udaradan iklim, air dan
tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosilterhadap
manusia dan lingkungan:
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk
memenuhikebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan (misalnya udaradan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan
beberapadampak negatif penggunaan energi fosilterhadap manusia dan lingkungan.
Dampak Terhadap Cuaca Dan Iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu
bara) juga melepaskan gasgas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),
dan sulfurdioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan
pemanasan global).
1 Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah
dari konsentrasiNOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar
fosil untuk pembangkit listrikdan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami
(misalnya kegiatan mikroorganisme yangmengurai zat organik). Di udara, sebagian
NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO 3) yang dapat menyebabkan
2

terjadinya hujan asam.


Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari
pembakaran bahanbakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara,
setengah dari konsentrasi SO2 jugaberasal dari kegiatan manusia. Gas SO 2 yang
teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat(H 2SO4) yang menyebabkan terjadinya

hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan
membentuk asam nitrat(HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat.
Jika dari awan tersebut turun hujan,air hujan tersebut bersifat asam (pHnya lebih kecil
dari 5,6 yang merupakan pHhujan normal),yang dikenal sebagai hujan asam. Hujan
asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dansungai) menjadi asam. Untuk
pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhipertumbuhan
tanaman

produksi.

Untuk

perairan,

hujan

asam

akan

menyebabkan

terganggunyamakhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung


MINYAK BUMI

Page 28

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

menyebabkan rusaknyabangunan (karat, lapuk).Smog merupakan pencemaran udara


yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 diudara yang dilepaskan,
4

antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri.


Smog dapat menimbulkan batukbatuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan
mata dalam memandang.Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon
dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di
atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatanefek rumah kaca dan pemanasan
global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah)yang dipantulkan
oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapatmengakibatkan
perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.Emisi CH4 (metana) adalah
pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yangtidak
dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan
salah satugas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.Batu bara selain
menghasilkan

pencemaran

(SO2)

yang

paling

tinggi,

juga

menghasilkan

karbondioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan
sekitar 2,5 tonkarbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah
karbon dioksida yang dilepasoleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas
bumi hanya 1,5 ton.
Dampak Terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi
yang tidak layak, misalnya : bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan
mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan
pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan
manusia. Selain itu , secara tidak langsung, kegiatan transportasi akan memberikan
dampak terhadap lingkungan air terutama melalui air buangan dari jalan raya. Air yang
terbuang dari jalan raya ,terutama terbawa oleh air hujan, akan mengandung bocoran
bahan bakar dan juga larutan dari pencemar udara yang tercampur dengan air tersebut.
Dampak Lainnya
1. Global Warming
2. Efek Rumah Kaca
3. Hujan Asam

MINYAK BUMI

Page 29

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

DAFTAR PUSTAKA
http://elisa1.ugm.ac.id/page_view.php?PSGF-Geolistrik&82
http://migasnet01muhammad718.blogspot.com/2009/05/metode-perolehan-minyak-dan-gas.html
https://www.academia.edu/8465933/Proses_Pembentukan_Minyak_Bumi
http://infotambang.com/proses-pembentukan-minyak-bumi-berdasar-teori-anorganikabiogenesis
p427-164.htm
https://www.academia.edu/8465933/Proses_Pembentukan_Minyak_Bumi
http://en.wikipedia.org/wiki/Caprock
http://en.wikipedia.org/wiki/Structural_trap
http://j4ngandibuk4.blogspot.com/p/proses-pengolahan-minyak-bumi.html
http://danielyn-skinbloggratis.blogspot.com .
Buku Pintar Migas Indonesia, http://xa.yimg.com.
http://cndycoffin,blogspot.com.
http://ut.ac.id
http://xnewspro.blogspot.com/2013/02/makalahdampakpembakaranbahanbakar.html
MINYAK BUMI

Page 30

KIMIA MINERAL DAN BAHAN GALIAN

http://duniapengetahuandianarahayu.blogspot.com/2013/11/dampakpembakaranminyakbumiterhadap.html

MINYAK BUMI

Page 31