Anda di halaman 1dari 18

Anggaran Berdasarkan Fungsi dan Aktifitas Standar

Unit
Anggaran, Perencanaan, dan Pengendalian
Perencanaan adalah pandangan ke depan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya
dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu. Pengendalian adalah melihat ke
belakang, memutuskan apakah yang sebenarnya telah terjadi dan membandingkannya dengan
hasil yang direncanakan sebelumnya.
Komponen utama dari perencanaan adalah anggaran, yaitu rencana keuangan untuk
masa depan, rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk
mencapainya.
Kelebihan yang Didapat dari Anggaran
Sistem anggaran memberikan beberapa kelebihan untuk suatu organisasi
1. Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan
2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan
3. Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja
4. Memperbaik komunikasi dan koordinasi
B.
Mempersiapkan Anggaran Induk
Tujuan : Mendefinisikan dan mempersiapkan anggaran induk, mengidentifikasi komponenkomponen utamanya, dan menjelaskan keterkaitan antara berbagai komponennya
Anggaran induk (master budget), adalah rencana keuangan komprehensif bagi
organisasi secara keseluruhan. Anggaran kontinu (continuous budge) adalah anggaran untuk
12 bulan.
1.
Mengarahkan dan Mengkoordinasi
2.
Komponen-komponen Utama Anggaran Induk
Anggaran utama dapat dibagi ke dalam anggaran operasional dan anggaran keuangan.

Anggaran operasional (operational budget), mendiskripsikan aktivitas yang


menghasilkan pendapatan bagi perusahaan : penjualan, produksi, dan persediaan barang
jadi. Hasil akhir adalah suatu proforma atau perkiraan laporan laba rugi.
Anggaran keuangan (financial budget), merinci aliran masuk dan keluar kas serta posisi
keuangan secara umum. Oleh karena banyak aktivitas keuangan yang tidak dapat diketahui
hingga anggaran operasional diketahui, anggaran
operasional dipersiapkan lebih dahulu.
C.
Mempersiapkan Anggaran Operasional
Tujuan : Mahasiswa mampu menyusun anggaran operasional
1.
Anggaran Penjualan (sales budget)
Adalah proyeksi yang disetujui oleh komite anggaran, yang menjelaskan penjualan
yang diharapkan dalam satuan unit dan uang. Oleh karena anggaran penjualan adalah dasar
bagi semua anggaran operasional lainnya dan sebagian besar dari anggaran keuangan, maka
anggaran penjualan yang seakurat mungkin sangatlah penting.
Laporan 1 mengilustrasikan anggaran penjulan untuk lini kaos standar PT. DAGADU.
Figur 5.1

PT DAGADU
Anggaran Penjualan
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
Unit
Harga per unit
Anggaran
Penjualan

1
1.000
x Rp10

2
1.200
x Rp10

3
1.500
x Rp10

4
2.000
x Rp10

Tahun
5.700
x Rp10

Rp 10.000

Rp12.000

Rp 15.000

Rp 20.000

Rp 57.000

2.

Anggaran produksi (production budget ),


Menjelaskan berapa banyak unit harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan
penjualan dan memenuhi kebutuhan persediaan akhir. Guna menghitung unit yang akan
diproduksi, dibutuhkan penjualan unit dan unit untuk persediaan awal dan akhir barang jadi :
Unit yang akan diproduksi =
Perkiraan penjualan unit + Unit dalam persediaan akhir Unit dalam persediaan awal
Anggaplah bahwa kebijakan perusahaan mensyaratkan 20 persen penjualan kuartal
berikutnya dari persediaan akhir, dan persediaan awal kaos tersebut untuk kuartal pertama
tahun berjalan adalah 180.
Figur 5. 2
PT DAGADU
Anggaran Produksi
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
Penjualan (Laporan 1)
Persediaan akhir
Total kebutuhan
Persediaan awal
Unit diproduksi

1
1.000
240
1.240
(180)
1.060

2
1.200
300
1500
(240)
1.260

3
1.500
400
1.900
(300)
1.600

4
2.000
200*
2.200
(400)
1.800

Tahun
5.700
200
5.900
(180)
5.720

Kita melihat bahwa DAGADU mengantisipasi penjualan sebanyak 1.000 kaos.


Sebagai tambahan, perusahaan menginginkan adanya 240 kaos dalam persediaan akhir di
akhir kuartal pertama (0,20 x 1.200). Jadi 1.240 kaos dibutuhkan selama kuartal pertama.
Darimana 1.240 kaos diperoleh? Persediaan awal 180 kaos, sehingga tinggal 1.060 kaos yang
akan diproduksi selama kuartal pertama.
Hal hal penting yang harus diperhatikan :
Anggaran produksi dinyatakan dalam bentuk unit.
Persediaan awal untuk kuartal selalu sama dengan persediaan akhir kuartal sebelumnya.

kolom tahun bukanlah hanya berupa penambahan jumlah keempat kuartal tersebut.
Dalam kuartal kedua, persediaan awal adalah 240 kaos, yang identik dengan
persediaan akhir kuartal yang diinginkan. Persediaan akhir yang diinginkan untuk tahun
tersebut adalah 200 kaos yang sama dengan persediaan akhir yang diinginkan untuk kuartal
keempat. Persediaan awal untuk tahun tersebut adalah 180 kaos, yang merupakan persediaan
awal kuartal pertama.
3.

Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung (direct materials purchase budget ),


Menyatakan jumlah dan biaya bahan mentah yang dibeli tiap periode, jumlahnya
tergantung pada perkiraan penggunaan bahan baku dalam produksi dan persediaan bahan
mentah yang dibutuhkan perusahaan.
Bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk produksi + bahan baku langsung
Pembelian =
yang diinginkan dalam persediaan akhir Bahan baku langsung dalam
persediaan awal
Jumlah bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk produksi tergantung pada jumlah
unit yang diproduksi. Anggaplah bahwa logo kaos DAGADU membutuhkan dua tipe bahan
mentah : kaos polos berbiaya Rp 3 dan tinta (untuk cetakan) berbiaya Rp 0,20 per ons. Untuk
setiap unit, pabrik membutuhkan 1 kaos dan 5 ons tinta untuk tiap kaos berlogo yang
diproduksi. Kemudian, jika DAGADU ingin memproduksi 1.060 kaos dalam tinta ( 5 ons x
1.060 kaos)
Jumlah bahan baku langsung dalam persediaan ditentukan oleh kebijakan persediaan
perusahaan. Kebijakan DAGADU adalah memiliki 10 % dari kebutuhan produksi bulan
berikutnya, dalam persediaan akhir mereka. Asumsikan bahwa pabrik memiliki 58 kaos polos
dan 390 ons tinta pada 1 Januari. Salah satu anggaran pembelian bahan baku langsung untuk
DAGADU disajikan dalam Figur berikut.
Figur 5.3
PT DAGADU
Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
Kaos Polos
1
2
3
4
Tahun
Penjualan (Laporan 2)
1.060
1.260
1.600
1.800
5.720
Bahan baku langsung per
x
1
x
1
x
1
x
1
x
1
unit
Persediaan akhir yang
126
160
180
106*
106
diharapkan
Total Kebutuhan
1.186
1.420
1.780
1.906
5.826
Persediaan awal
(58)
(126)
(160)
(180)
(58)
Bahan baku langsung yang
1.128
1.294
1.620
1.726
5.768
dibeli
Biaya per ons bahan
x Rp 3
x Rp 3
x Rp 3
x Rp 3
x Rp 3
Total biaya pembelian BB.L
Rp3.384 Rp3.882 Rp4.860 Rp5.178
Rp17.304
Perhatikan seberapa persis anggaran pembelian bahan baku langsung dengan
anggaran produksi. Mari kita telaah kuartal pertama dalam laporan tersebut. Diperlukan 1
kaos polos untuk tiap logo, sehingga 1.060 kaos berlogo yang diproduksi dikalikan dengan
angka 1 untuk memperoleh jumlah kaos polos yang diperlukan untuk produks. Kemudian
persediaan akhir yang diharapkan, 126 ( 10% dari produksi kuartal berikutnya yang

dibutuhkan) ditambahkan. Perhatikan bahwa 1.186 kaos polos dibutuhkan selama kuartal
pertama. Dari total ini , 58 kaos sudah dalam persediaan awal, artinya sisa sebanyak 1.128
kaos harus dibeli. Mengkalikan 1.128 kaos polos dengan biaya masing-masing sebesar Rp
3,-, memberikan perkiraan biaya sebesar Rp 3.384 untuk pembelian kaos polos pada kuartal
pertama tahun tersebut.
4.

Anggaran Tenaga Kerja Langsung (direct labor budget),


Menunjukkan total jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan dan biaya yang
berhubungan dengan jumlah unit dalam anggaran produksi. Anggaran Jam tenaga kerja
langsung ditentukan oleh hubungan antara tenaga kerja dan outputnya.
Jika suatu batch 100 kaos berlogo membutuhkan 12 jam tenaga kerja langsung, maka
waktu tenaga kerja langsung per kaos berlogo adalah 0,12 jam.Tarif upah (Rp 10 per jam)
adalah upah rata-rata yang dibayarkan pada tenaga kerja langusng yang berhubungan dengan
produksi kaos.
Figur 5.4
PT DAGADU
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
Penjualan (Laporan 2)
Jam Tenaga Kerja
Langsung
per unit (jam)
Total jam yang
dibutuhkan
Rata-rata upah per jam
Total biaya tenaga kerja
langsung

1
1.060

2
1.260

3
1.600

4
1.800

Tahun
5.720

x 0,12

x 0,12

x 0,12

x 0,12

x 0,12

127,2

151,2

192

216

686,4

x Rp 10
Rp1.272

x Rp 10
Rp1.512

x Rp 10
Rp1.920

x Rp 10
Rp2.160

x Rp 10
Rp6.864

5. Anggaran Overhead ( overhead budget )


Menunjukkan biaya yang diharapkan dari semua komponen produksi tidak langsung.
Tidak seperti bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung, dalam komponen overhead
tidak terdapat hubungan input-output yang telah tersedia untuk diidentifikasi.
Sebagai contoh, anggaplah bahwa dua kesatuan biaya overhead dibuat, satu untuk
overhead aktivitas berubah sesuai dengan jam tenaga kerja langsung, dan satunya untuk
semua aktivitas lainnya, yang bersifat tetap. Tarif overhead variabel adalah Rp 5 per jam
tenaga kerja langsung; overhead tetap dianggarkan RP 6.580 (Rp1.645 per kuartal).

Figur 5.5
PT DAGADU
Anggaran Overhead
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006

Kuartal
1
127,2

2
151,2

Jam Tenaga Kerja


Langsung
yang dianggarkan
(Laporan 4)
Tarif overhead variabel
x Rp 5
x Rp 5
Overhead variabel yang
Rp 636
Rp 756
dianggarkan
Overhead tetap yang
1.645
1.645
dianggarkan*
Total overhead
Rp2.281 Rp2.401
*Termasuk Rp 540 penyusutan dalam tiap kuartal

4
192

216

Tahun
686,4

x Rp 5
Rp 960

x Rp 5
Rp 1.080

x Rp 5
Rp 3.432

1.645

1.645

6.580

Rp2.605

Rp2.725

Rp10.012

6. Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi (ending finished goods inventory budget)
Memberikan informasi yang dibutuhkan untuk neraca dan juga bertindak sebagai
input penting untuk persiapan anggaran harga pokok penjualan. Guna mempersiapkan
anggaran ini, biaya per unit untuk memproduksi harus dihitung dengan menggunakan
informasi dari Laporan 3, 4, dan 5.
Figur 5. 6
PT DAGADU
Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Penghitungan biaya per unit :
Bahan baku langsung (Rp 3 + Rp 1)
Tenaga kerja langsung (0,12 jam @ Rp 10
Overhead:
Variabel (0,12 jam @ Rp 5)
Tetap (0,12 jam @ Rp 9,59)*
Total biaya per unit

Rp. 4,00
1,20
0,60
1,15**
Rp.6,95

Overhead yang dianggarkan (Laporan 5)


Jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan (Laporan 4)
= Rp 6.580 / 686,4 = Rp 9,59 **
** Dibulatkan
7. Anggaran Harga Pokok Penjualan (cost of good sold budget ),
Mengungkapkan harga yang diharapkan untuk barang yang akan dijual. Anggaran
dapat dipersiapkan dengan menggunakan laporan 3, 4, 5, dan 6. Laporan harga pokok
penjualan adalah laporan terakhir yang diperlukan sebelum anggaran laporan laba rugi dapat
dipersiapkan. Laporan 7 menggunakan anggapan bahwa persediaan awal barang jadi bernilai
Rp 1.251
Figur 5.7
PT DAGADU
Anggaran Harga Pokok Penjualan

Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006


Bahan baku langsung yang digunakan (Laporan 3)*
Tenaga kerja langsung yang digunakan (Laporan 4)
Overhead (Laporan 5)

Rp 22.880
6.864

10.012
Harga pokok produksi yang dianggarkan
Barang jadi awal
1.251
Barang yang tersedia untuk dijual
Barang jadi akhir (Laporan 6)

Rp 39.756
Rp 41.007

(1.390)
Harga pokok penjualan yang dianggarkan

Rp 39.617

* Produksi yang dibutuhkan = (5.720 kaos polos x Rp 3 ) + (28.600 ons


tinta x Rp 0,20)
8. Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi (selling and administrative budget),
menguraikan pengeluaran yang direncanakan untuk aktivitas non produksi.
Figur 5. 8
PT DAGADU
Anggaran Beban Penjualan dan Administrasi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal
1
2
3
4
Tahun
Penjualan per unit
1.000
1.200
1.500
2.000
5.700
yang direncanakan (Laporan
1)
Beban penjualan dan
x Rp0,10 x Rp0,10
x Rp0,10 x Rp0,10
x Rp0,10
administrasi
Per unit variabel
Total beban variabel
Rp 100
Rp 120
Rp 150
Rp 200
Rp 570
Pengeluaran tetap penjualan
dan adm.
Gaji
Rp1.420
Rp1.420 Rp1.420
Rp1.420 Rp1.420
Utilitas
50
50
50
50
50
Iklan
100
200
300
500
1.100
Penyusutan
150
150
150
150
600
Asuransi
500
500
Total beban tetap
Rp1.720
Rp1.820 Rp2.420
Rp2.120 Rp8.080
Total beban penjualan & adm.
Rp1.820
Rp1.940 Rp2.570
Rp2.320 Rp8.650

9.

Laporan Laba Rugi yang Dianggarkan


Laba operasional (operational income) tidak sama dengan laba bersih perusahaan.
Untuk mendapatkan penghasilan bersih, beban bunga dan pajak harus dikurangkan dari laba
bersih. Pengurangan beban bunga diambil dari anggaran kas yang ditunjukkan dalam
Laporan 10. Utang pajak tergantung pada hukum pajak yang berlaku.

Figure 5. 9
PT DAGADU
Laporan laba rugi yang Dianggarkan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Penjualan (Laporan 1)
Harga Pokok Penjualan (Laporan 7)
Marjin kotor

Rp 57.000
39.617)
Rp

17.383
Beban penjualan & administrasi (Laporan 8)
Laba operasional
Beban bunga (Laporan 10)
Pendapatan sebelum pajak penghasilan
Pajak penghasilan (Laporan 10)
Laba bersih

(8.650)
Rp 8.733
(60)
Rp 8.673
(2.550)
Rp

6.123
D.
Mempersiapkan Anggaran Keuangan
Tujuan : Mahasiswa mampu menyusun anggaran keuangan
Anggaran yang tersisa dalam anggaran induk adalah anggaran keuangan. Anggaran
keuangan yang biasanya disiapkan adalah :
1. Anggaran kas
2. Anggaran neraca
3. Anggaran untuk pengeluaran modal
1.

Anggaran Kas
Arus kas adalah darah kehidupan bagi suatu organisasi, anggaran kas adalah salah satu
anggaran paling penting dalam anggaran induk. Perusahaan menggunakan anggaran kas
untuk mendokumentasikan kebutuhan atas uang tunai, dan juga mengenai kemampuan untuk
membayar kembali.

Figur 5.10
Anggaran Kas
Saldo awal kas
Kas yang diterima
Kas yang tersedia
Pengeluaran kas
Minimum saldo kas
Kelebihan (kekurangan) kas
Kas dari pinjaman
Pembayaran kembali pinjaman
xxx
Saldo minimum kas
Saldo akhir kas

xxx
xxx +
xxx
(xxx)
(xxx)
xxx
xxx
xxx xxx+
xxx

Bagian pengeluaran kas mendaftar semua pengeluaran kas yang direncanakan periode
tersebut. Semua beban yang tidak menyebabkan keluarnya kas, tidak dimasukkan dalam
daftar. Garis kelebihan atau kekurangan kas, membandingkan kas yang tersedia dengan kas
yang dibutuhkan. Kas yang dibutuhkan adalah total pengeluaran kas plus saldo minimum kas
yang dibutuhkan oleh kebijakan perusahaan. Saldo minimum kas hanyalah jumlah terkecil
kas yang menurut perusahaan dapat diterima.
Bagian akhir anggaran kas terdiri dari pinjaman dan pembayaran kembali. Jika
terdapat suatu kekurangan, bagian ini menunjukkan jumlah yang perlu dipinjam. Ketika
kelebihan kas tersedia, bagian ini menunjukkan pembayaran kembali yang direncanakan,
termasuk beban bunga.

Contoh ilustrasi anggaran kas, asumsikan hal hal berikut ini untuk DAGADU :
a.
Saldo kas minimum Rp 1.000 dibutuhkan untuk akhir tiap kuartal. Uang dapat
dipinjamkan dan dibayar kembali dalam kelipatan Rp1.000. Bunganya adalah 12 % per
tahun. Pembayaran bunga dilakukan hanya untuk jumlah pinjaman pokok yang harus dibayar
kembali. Semua pinjaman dilakukan pada awal kuartal, dan semua pembayaran kembali
dilakukan pada akhir kuartal.
b.
Seperempat dari total penjualan adalah tunai kas, 90 persen dari penjualan kredit
ditagih dalam kuartal penjualan, dan sisanya 10 persen diambil dalam kuartal
berikutnya. Penjualan kuartal keempat tahun 2005 adalah Rp 18.000.
c.
Pembelian bahan baku langsung dilakukan secara kredit : 80 % pembelian
dibayar pada kuartal pembelian. Sisanya 20% dibayar dalam kuartal berikutnya. Pembelian
pada kuartal keempat tahun 2005 adalah Rp 5.000,d.
Penyusutan yang dianggarkan adalah Rp 540 per kuartal untuk overhead dan Rp
150,- per kuartal untuk beban penjualan dan administrasi (lihat laporan 5 dan 8)
e.
Anggaran modal 2006 mengungkapkan rencana untuk membeli tambahan
peralatan cetak. Pengeluaran kas untuk peralatan, Rp 6.500 akan dilakukan dalam kuartal
pertama. Perusahaan berencana untik membiayai pembelian peralatan dengan kas operasi,
dan menambahnya dengan pinjaman jangka pendek sebanyak diperlukan.
f.
Pajak penghasilan perusahaan sekitar Rp 2.550, dan akan dibayar pada akhir
kuartal keempat (Laporan 9)
g.
Saldo awal kas sama dengan Rp 5.200
h.
Semua jumlah dalam anggaran dibulatkan ke rupiah terdekat.

Figur 5. 10
DAGADU
Anggaran Kas
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2006
Kuartal

Saldo awal kas


Penagihan :
Kas penjualan
Penjualan
kredit :
Kuartal
berjalan
Kuartal
sebelumnya
Total kas yang
tersedia
Dikurangi
pengeluaran :
Bahan baku
langsung :
Kuartal
berjalan
Kuartal
sebelumnya
Tenaga kerja
langsung
Overhead
Penjualan &
Adm
Pajak
penghasilan
Peralatan
Total
pengeluaran
Saldo kas
minimum
Total kas yang
dibutuhkan
Kelebihan
(kekurangan) kas
yang tersedia
Pembiayaan :
Pinjaman
Pembayaran
kembali

1
5.200

Rp

Tahun

Sumber
a
g

2.500

b.1

6.750

b.1

1.350

b.1

15.800
Rp

Rp

Rp

(3,594)
(1,000)

C.3

(1,272)

C.3

(1,741)
(1,670)

4
d.5

d.8

(6,500)
(15,777)

f,9
e

(1,000)
Rp

(16,777)

Rp

(977)
1,000
-

a
a

Bunga (b)
Total
pembiayaan
Saldo akhir
kas (c)

Rp

1.000

Rp

1.023

b. Pembayaran bunga adalah 6/12 x 0,12 x Rp 1.000. Oleh karena pinjaman muncul pada
awal kuartal dan pembayaran kembali pada akhir kuartal, pembayaran kembali pokok
pinjaman terjadi setelah enam bulan.
c. Total kas yang tersedia minus total pengeluaran plus (atau minus) total pembiayaan.

E.

Neraca yang Dianggarkan


Neraca yang dianggarkan tergantung pada informasi yang terkandung dalam neraca
saat ini dan yang berada dalam anggaran lain di anggaran induk.
F.
Menggunakan Anggaran untuk Evaluasi Kinerja
Tujuan : Menjelaskan anggaran fleksibel, dan mendaftar berbagai fitur yang seharusnya
dimiliki sebuah sistem anggaran, untuk mendorong para manajer menerapkan perilaku yang
sesuai tujuan
1.

Anggaran Statis (static budget )


Adalah anggaran untuk tingkat aktivitas tertentu. Anggaran ini tidak terlalu berguna
untuk menyiapkan laporan kinerja.
Anggaplah bahwa penjualan kuartal pertama DAGADU lebih banyak dari yang
diperkirakan; total 1.100 kaos terjual bukan 1.000 kaos seperti yang dianggarkan dalan
Laporan 1. Oleh karena kenaikan aktivitas penjualan, produksi meningkat di atas tingkat yang
direncanakan. Sebagai ganti memproduksi 1.060 unit (Laporan 2), DAGADU memproduksi
1.200 unit kaos berlogo.
Laporan Kinerja Biaya Produksi Kuartalan
SESUNGGUHNYA
Unit yang diproduksi
B.BBL
B.TKL
Overhead
Variabel :
Perlengakapan
Listrik
Tetap :
Supervisi
Penyusutan
Total
2.

Anggaran Fleksibel (flexible budget ),

DIANGGARKAN

VARIAN
F
U
U

U
U
F
U

Adalah anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan untuk menghitung perkiraaan biaya
dalam suatu tingkat aktivitas. Kunci untuk membentuk anggaran fleksibel adalah
pengetahuan atas biaya tetap dan variabel. Anggaran fleksibel adalah kunci untuk
memberikan umpan balik secara lebih sering yang dibutuhkan para manajer untuk
menerapkan pengendalian dan secara efektif menjalankan rencana perusahaan.
Anggaran fleksibel adalah alat pengendalian yang sangat bagus karena anggaran ini
memungkinkan pihak manajemen untuk menghitung berapa biaya yang seharusnya untuk
tingkat output sesungguhnya tersebut.

Dimensi Perilaku Anggaran


Anggaran sering digunakan untuk menilai kinerja para manaer. Perilaku positif muncul
ketika tujuan tiap manajer sejalan dengan tujuan organisasi, dan manajer memiliki penggerak
untuk mencapainya.
Umpan Balik Berkala atas Kinerja Para
Manajer perlu mengetahui bagaimana kinerja mereka sejalan dengan berlalunya tahun.
Dengan menyediakan laporan kinerja secara berkala, manajer dapat mengambil tindakan
korektif, dan untuk mengubah rencana sebagaimana diperlukan.
Insentif Uang dan Bukan Uang
Insentif adala cara yang digunakan organisasi untuk mempengaruhi manajer agar melakukan
lebih banyak usaha dalam mencapai tujuan organisasi. Insentif uang digunakan untuk
mengendalikan kecenderungan seorang manajer untuk melalaikan dan membuang-buang
sumber daya, dengan menghubungkan kinerja anggaran pada kenaikan gaji, bonus, dan
promosi. Insentif bukan uang, termasuk memperkaya pekerjaan (job enrichment),
meningkatkan tanggung jawab dan otonomi, program penghargaan non-uang dan lainnya,
dapat digunakan untuk meningkatkan sistem pengendalian anggaran.

3.
Anggaran Partisipatif (participative budgeting)
Memungkinkan para manajer tingkat bawah untuk turut sertad alam pembuatan anggaran.
Anggaran ini mengkomunikasikan rasa bertanggung jawab pada para manajer tingkat bawah
dan mendorong kreativitas. Peningkatan tanggung jawab dan tantangan yang inheren dalam
proses tersebut memberikan insentif non-uang yuang mengarah pada tingkat kinerja yang
lebih tinggi.

G.
Anggaran Berdasarkan Aktivitas
Tujuan : Menjelaskan bagaimana cara kerja anggaran berdasarkan aktivitas
Sistem anggaran pada tingkat aktivitas dapat menjadi pendekatan yang berguna untuk
mendukung manajemen perbaikan dan proses yang berkelanjutan. Pendekaan anggaran
berdasarkan ativitas dapat digunakan untuk menekankan penurunan biaya melalui peniadaan
aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas yang diperlukan.
Anggaran Fleksibel Aktivitas (activity flexible budgeting ) adalah prediksi berapa biaya
aktivitas nantinya jika terdapat perubahan pada output aktivitas.

Analisis varians dalam suatu kerangka kerja aktivitas memungkinkan perbaikan dalam
pelaporan kinerja anggaran tradisional. Hal ini juga meningkatkan kemampuan untuk
mengelola aktivitas.
Laporan Kinerja Berdasarkan Aktivitas
BIAYA
SESUNGGUHNYA

VARIANS
DIANGGARKAN

ANGGARAN

Bahan baku langsung


Tenaga Kerja Langsung
Pemeliharaan
Permesinan
Inspeksi
Penyetelan
Pembelian
Total
Contoh soal
1.
Aggaran Operasional yang Terpilih
Young Products memproduksi rak mantel. Proyeksi penjualan untuk kuartal pertama tahun
yang akan datang dan persediaan awal serta akhir adalah sebagai berikut :
Unit penjualan
Harga per unit
Unit dalam persediaan awal
Unit dalam persediaan akhir yang ditargetkan

100.000
Rp 15
8.000
12.000

Rak mantel dicetak dan kemudian dicat. Masing-masing rak membutuhkan empat pon
logam, yang bernilai Rp2,50 per pon. Persediaan awal bahwan baku adalah 4.000 pon. Young
products ingin memiliki 6.000 pon logam dalam persediaan di akhir kuartal tersebut. Tiap rak
yang diproduksi membutuhkan 30 menit jam tenaga kerja langsung, yang dibebankan sebesar
Rp9 per jam.
Diminta :
1.
Siapkan anggaran penjualan untuk kuartal pertama
2.
Siapkan anggaran produksi untuk kuartal pertama
3.
Siapkan pembelian bahan baku langsung untuk kuartal pertama
4. Siapkan tenaga kerja langsung untuk kuartal pertama
Jawab :
1. Anggaran penjualan
Young Products
Anggaran Penjualan
Untuk Kuartal Pertama
Unit
Harga per unit

100.000
x
Rp 15
Penjualan

Rp1.500.000

2. Anggaran Produksi
Young Products
Anggaran Produksi
Untuk Kuartal Pertama
Penjualan (dalam unit)
Persediaan akhir yang diinginkan
Total yang dibutuhkan
Persediaan awal
Unit yang diproduksi

100.000
12.000
112.000
( 8.000)
104.000

3. Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung


Young Products
Anggaran Pembelian Bahan baku Langsung
Untuk Kuartal Pertama
Unit yang diproduksi
Bahan baku langsung per unit (pons)
Produksi yang dibutuhkan (pons)
Produksi akhir yang dibutuhkan (pons)
Total yang dibutuhkan (pons)
Persediaan awal (pons)
Bahan baku yang perlu dibeli (pons)
Biaya per pon
Total biaya pembelian

104.000
x
4
416.000
6.000
422.000
4.000
418.000
x Rp2,50
Rp1.045.000

4. Anggaran Tenaga Kerja Langsung


Young Products
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Untuk Kuartal Pertama
Unit yang diproduksi
Tenaga kerja : jam per unit
Total jam yang dibutuhkan
Biaya per jam
Total biaya tenaga kerja langsung

104.000
x
Rp 0,5
52.000
x
Rp 9
Rp 468.000

2.
Anggaran Kas
Rogier, Inc., berharap untuk menerima kas dari penjualan Rp45.000 dalam bulan Maret.
Sebagai tambahan, Rogier berharap untuk menjual sebauh bangunan senilai Rp 3.500.
Pembayaran untuk bahan baku dan perlengkapan diperkirakan memiliki nilai total Rp 10.000,
gaji tenaga kerja langsung akan senilai Rp12.500, dan pengeluaran lain dianggarkan sebesar
Rp14.900. Pada 1 Maret, saldo akun kas adalah Rp1.230
Diminta :
1.
Siapkan anggaran kas bagi Rogier, Inc,. untuk bulan Maret

2.
Asumsikan Rogier , Inc. menginginkan saldo minimum kas Rp 15.000 dan perusahaan
tersebut dapat meminjam dari bank dalam kelipatan Rp 1.000 dengan tarif bunga 12 persen
per tahun. Berapakah jadinya besar nilai saldo akhir pada bulan Maret setelah disesuaikan?
Berapa banyak bunga utang Rogier dalam bulan April dengan anggapan bahwa seluruh
jumlah yang dipinjam dalam bulan Maret akan dibayar kembali?
Jawab:
1. Anggaran Kas
Rogier,Inc
Anggaran Kas untuk Bulan Maret
Saldo awal kas
Penjualan tunai
Penjualan bangunan
Total kas yang tersedia
Pengeluaran :
Bahan & perlengkapan
Gaji tenaga kerja langsung
Pengeluaran lain-lain
Total pengeluaran
Saldo kas terakhir

2. Saldo yang disesuaikan


Saldo akhir yang belum disesuaikan
Plus pinjaman
Saldo akhir yang disesuaikan

Rp 1.230
45.000
3.500
49.730
Rp 10.000
12.500
14.900
37.400
12.330

12.330
3.000
Rp 15.330

Dalam bulan April, bunga terutang menjadi :


(1/12 x 0,12 x Rp3.000) = Rp 30
G. LATIHAN SOAL
1.
Fresh n clean, Inc, memproduksi dua produk cucian: deterjen dan bubuk perendam
cucian. Kedua produk tersebut dijual dalam kotak 32 ons. Deterjen dijual dengan harga Rp3
per kotak, dan bubuk perendam cucian dijual seharga Rp3,50 per kotak. Penjualan yang
diproyeksikan (dalam satuan kotak) untuk empat kuartal yang akan datang adalah sebagai
berikut :
Deterjen
Bubuk Perendam Cucian
Kuartal pertama, 2006
40.000
50.000
Kuartal kedua, 2006
55.000
50.000
Kuartal ketiga, 2006
62.000
60.000
Kuartal keempat, 2006
70.000
70.000
Kuartal pertama, 2007
45.000
55.000
Wakil direktur utama bagian penjualan yakin bahwa penjualan yang diproyeksikan
tersebut realistis dan dapat dicapai oleh perusahaan.

Diminta :
1.
Siapkan suatu anggaran penjualan untuk tiap kuartal tahun 2006, dan untuk tahun
tersebut secara keseluruhan. Perlihatkan penjualan berdasarkan tiap produk dan dalam jumlah
total untuk tiap periode waktu.
2. Bagaimana Fresh n Clean,Inc menggunakan anggaran penjualan ini?
2.
Merujuk pada Latihan 1, Fresh n Clean, Inc, berikutnya persiapkan anggaran produksi
untuk tiap produk. Persediaan awal untuk deterjen pada 1 Januari adalah 2.000 kotak.
Kebijakan perusahaan adalah untuk memiliki 10 persen penjualan deterjen kuartal berikutnya
dalam persediaan akhir. Persediaan awal bubuk perendam cucian pada 1 Januari adalah 3.200
kotak. Kebijakan perusahaan adalah untuk memiliki 20 persen penjualan bubuk perendam
pada kuartal berikutnya dalam persediaan akhir.
Diminta :
Siapkanlah anggaran produksi untuk tiap produk per kuartal dan secara keseluruhan, untuk
tahun tersebut
3.
Capn Ahab, Inc memproduksi sejumlah produk kopi yang berbeda. Diantaranya adalah
10 ons kantong biji kopi. Anggaran penjualan untuk empat bulan pertama tahun berjalan
ditunjukkan dibawah ini:
Unit Penjualan
Penjualan
dalam satuan uang
Januari
200.000
Rp1.000.000
Februari
140.000
700.000
Maret
180.000
900.000
April
210.000
1.050.000
Kebijakan perusahaan mensyaratkan persediaan akhir tiap bulan adalah 20 persen dari
penjualan bulan berikutnya. Pada awal Januari, persediaan biji kopi adalah 35.000 kantong.
Diminta :
Siapkanlah anggaran produksi untuk kuartal pertama tahun berjalan. Tunjukkan jumlah
kantong yang harus diproduksi tiap bulan, juga jumlah total untuk satu kuartal.
4. Dengan merujuk pada no.3, anggaplah bahwa dua bahan mentah diperlukan untuk
membuat kantong kopi Capn Ahab dan biji kopi yang dipanggang. Masing-masing kantong
kopi membutuhkan satu kantong dan 10 ons biji panggang. Kebijakan perusahaan meminta
agar persediaan akhir bahan mentah tiap bulan adalah 10 persen dari produksi yang
dibutuhkan bulan berikutnya. Kebijkan ini dipenuhi pada 1 Januari.
Diminta :
1.
Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung kantong untuk bulan Januari dan
Februari
2.
Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung biji panggang untuk bulan Januari
dan Februari

5.
Carson, Inc, memproduksi perlengkapan kantor, seperti pensil. Pensil didikat dalam
paket-paket, tiap paket dijual seharga Rp0,50. Anggaran penjualan untuk empat bulan
pertama tahun berjalan untuk produk ini adalah sebagai berikut :

Unit Penjualan
Januari
Februari
Maret
April

200.000
240.000
220.000
200.000

Penjualan
dalam satuan uang
Rp100.000
120.000
110.000
100.000

Kebijakan perusahaan mensyaratkan persediaan akhir tiap bulan adalah 15 persen dari
penjualan bulan berikutnya. Tetapi, pada awal Januari, oleh karena penjualan yang lebih
banyak dalam bulan Desember daripada yang diantisipasi, persediaan awal pensil hanya
18.000 paket.
Diminta :
Siapkan anggaran produksi kuartal pertama tahun berjalan. Tunjukkan jumlah unit yang harus
diproduksi tiap bulan, seperti juga untuk keseluruhan kuartal.
6.
Lanning company memproduksi beragam label, termasuk label nama yang melekat
dengan disterika, yang dijual pada para orang tua yang anak-anaknya di kamp perkemahan.
(Kamp perkemahan tersebut meminta para peserta menaruh nama masing-masing di tiap
baju). Masing-masing rol mengandung 25 yard pita kertas dengan 1.000 salinan nama anak.
Masing-masing yard pita kertas bernilai Rp0,15. Lanning telah menganggarkan produksi rol
label untuk empat bulan ke depan sebagai berikut :
Rol dalam unit
Maret
10.000
April
30.000
Mei
50.000
Juni
6.000
Kebijakan persediaan mensyaratkan jumlah pita kertas yang cukup dalam persedaan akhir
tiap bulan, untuk memenuhi 20 persen kebutuhan produksi bulanan yang mendatang.
Persediaan pita kertas pada awal Maret persis sama dengan jumlah yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebijakan persediaan.
Diminta :
Siapkan anggaran pembelian bahan baku langsung bulan Maret, April, dan Mei yang
menunjukkan pembelian dalam unit dan dalam satuan uang untuk tiap bulan dan secara
keseluruhan.
7.
Dengan merujuk pada anggaran produksi dalam latihan 6, masing-masing rol label yang
diproduksi membutuhkan (rata-rata_ 0,04 jam tenaga kerja langsung . Biaya rata-rata tenaga
kerja langsung adalah Rp 12 per jam.

Diminta :
Siapkanlah anggaran tenaga kerja langsung untuk bulan Maret, April, dan Mei yang
menunjukkan jam yang dibutuhkan dan biaya tenaga kerja langsung untuk tiap bulan dan
secara keseluruhan.

8.
Penjual grosir pipa air telah meminta anggaran kas untuk bulan Juni. Setelah menguji
catatan perusahaan, Anda menemukan hal berikut :
a.
Saldo kas 1 Juni adalah Rp1.345
b. Penjualan aktual untuk bulan April dan Mei adalah :
April
Mei
Penjualan kas
Rp 10.000
Rp15.000
Penjualan kredit
50.000
85.000
Total Penjualan
60.000
100.000
c.
Penjualan kredit ditagih selama periode tiga bulanan : 50 persen dalam bulan penjualan,
30 persen pada bulan kedua, dan 16 persen untuk bulan ketiga. Penjualan yang ditagih untuk
bulan ketiga dibebani dengan 1,5 persen biaya keterlambatan, tapi hanya separuh pelanggan
yang terkena biaya keterlambatan ini yang membayar biaya tersebut, dan pemilik perusahaan
tidak berpikir cukup berharga baginya untuk mencoba mengumpulkan setengah sisanya. Sisa
penjualan tidak tertagih.
d. Pembelian persediaan rata-rata 80 persen total penjualan suatu bulan. Dari pembelianpembelian tersebut, 40 persen dibayar dalam bualan pembelian. Sisanya 60 persen dibayar
dalam bulan berikutnya.
e.
Gaji dan upah total Rp10.300 dalam satu bulan; jumlah ini termasuk Rp54.500 gaji
yang dibayarkan pada pemilik.
f.
Sewa Rp 2.200 per bulan
g.
Pajak yang dibayar dalam bulan Juni adalah Rp 5.500
Pemilik juga memberitahukan pada Anda bahwa dia memperkirakan penjualan tunai adalah
Rp20.000 dan penjualan kredit Rp90.000 untuk bulan Juni. Tidak terdapat saldo kas
minimum yang diminta. Pemilik perusahaan tidak memiliki akses terhadap pinjaman jangka
pendek.
Diminta :
1.
Siapkan anggaran kas bulan Juni. Masukkan laporan-laporan pendukung untuk
penagihan kas dan pembayaran kas.
2. Apakah bisnis menunjukkan saldo kas negatif untuk bulan Juni? Anggaplah bahwa
pemilik tersebut tidak lagi memiliki harapan untuk membuat pengajuan kredit bagi bisnis
tersebut. Rekomendasi apa yang akan Anda berikan untuk menangani saldo kas yang negatif
tersebut?
9. Regina Johnson, kontroler Pet-Care Company, telah diinstruksikan mengembangkan
suatu anggaran fleksibel untuk biaya overhead. Perusahaan tersebut memproduksi dua tipe
makanan anjing. Pertama, BasicDiet, adalah sautu standar campuran untuk anjing yang sehat.
Kedua, SpecDiet, adalah suatu formulasi dengan protein yang dikurangi untuk anjing yuang
lebih tua dengan problem kesehatan. Kedua makanan anjing tersebut menggunakan bahan
mentah yang sama dalam proporsi yang berbeda. Perusahaan berharap untuk memproduksi
100.000 kantong masing-masing seberat limapuluh pon untuk tiap produk, selama tahun
mendatang. BasicDiet membutuhkan 0,25 jam tenaga kerja langsung per kantong, dan
SpecDiet membutuhkan 0,30. Regina telah mengembangkan biaya tetap dan variabel berikut
untuk masing-masing overhead:
Overhead
Biaya Tetap
Tarif variabel per jam
Tenaga Kerja Langsung
Pemeliharaan
Rp 17.000
Rp 0,40

Listrik
Tenaga Kerja tidak Langsung
Sewa

26.500
18.000

0,50
1,60

Diminta :
1.
Siapkan anggaran overhead untuk tingkat aktivitas yang diharapkan dalam tahun
mendatang
2.
Siapkan anggaran overhead yang mencerminkan produksi yang 10 persen lebih tinggi
dari yang diharapkan (untuk kedua produk) dan satu untuk produksi yang 20 persen lebih
rendah dari yang diharapkan
10. Dengan merujuk pada informasi yang diberikan dalam Latihan 9, anggaplah bahwa Petcare sebenarnya memproduksi 120.000 kantong Basic Diet dan 100.000 SpecDiet. Biaya
aktual overhead yang muncul adalah sebagai berikut :
Pemeliharaan
Rp 40.500
Listrik
31.700
Tenaga Kerja tidak Langsung
119.000
Sewa
18.000
Diminta :
1.
Siapkan laporan kinerja untuk tahun berjalan.
2.
Berdasarkan pada laporan tersebut, apakah Anda akan menilai salah satu varians
tersebut signifikan? Dapatkah anda memikirkan bebrapa kemungkinan alasan untuk variansvarians tersebut?