Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PEMBANGUNAN PERTANIAN

SYARAT POKOK PEMBANGUNAN PERTANIAN


Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pembangunan Pertanian

Disusun Oleh :
Indah Purnamasari

4441131388

Prila Puspita H

4441131491

Yayah

4441131498

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG
2015
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT, yang telah memberi kesempatan, kemudahan, kelancaran, dan kesehatan
kepada penulis, dan berkat Rahmat serta Karunia-Nya lah, sehingga penulis bisa
mengerjakan, menyusun serta dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
Syarat Pokok Pembangunan Pertanian.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
Pembangunan Pertanian yang diharapkan berguna untuk menambah wawasan
tentang Syarat Pokok Pembangunan Pertanian. Dengan terselesaikannya makalah
ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.

Bapak Sulaeni, SP., M.Si. selaku dosen mata kuliah Pembangunan Pertanian yang
telah memberikan tugas ini sekaligus dorongan moril kepada kami untuk
melaksanakan tugas ini.

2.

Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung
dalam penyelesaian makalah ini tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini jauh dari kesempurnaan,
masih banyak kesalahan dan kekurangan baik dalam penulisan maupun dalam
segi bahasa. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima kritik maupun
saran yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan makalah ini dan
sebagai pembelanjaran penulis.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan penulis khususnya.
Serang, Maret 2015

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................1
1.1.

Latar Belakang...................................................................................1

1.2.

Rumusan Masalah..............................................................................2

1.3.

Tujuan Penulisan................................................................................2

1.4.

Manfaat Penulisan..............................................................................2

1.5.

Metode Penulisan...............................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................3


2.1.

Pengertian Pembangunan Pertanian...................................................3

2.2.

Syarat Syarat Pembangunan Pertanian...........................................3

2.2.1.

Adanya Pasar Untuk Hasil Hasil Usaha Tani..........................4

2.2.2.

Teknologi Yang Senantiasa Berkembang...................................6

2.2.3.

Tersedianya Bahan dan Alat Produksi Secara Lokal..................8

2.2.4.

Adanya Perangsang Produksi Bagi Petani..................................9

2.2.5.

Tersedianya Pengangkutan Yang Lancar..................................10

BAB III PENUTUP..........................................................................................11


3.1.

Kesimpulan......................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sektor pertanian memegang peranan yang penting dalam pembangunan
nasional, selain diharapkan mempunyai pertumbuhan yang tinggi, juga ditujukan
untuk memecahkan masalah nasional seperti penyediaan pangan, penyediaan
bahan baku industri, peningkatan devisa, perluasan kesempatan kerja, serta
peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya para petani. Namun semua itu
akan terwujud jika pertumbuhan sektor pertanian terus dikembangkan dengan
baik. Karena melihat permasalahan di bidang pertanian saat ini sangatlah
kompleks, mulai dari ketersediaan lahan, penggunaan teknologi sampai dengan
pemasaran, oleh karena itu pembangunan di sektor pertanian sangat diperlukan,
supaya sumber daya alam serta sumber daya manusia dapat digunakan dan
dikembangkan secara optimal.
Menurut Mosher, terdapat lima syarat pokok dalam pembangunan pertanian.
Syarat pokok pembangunan pertanian tersebut meliputi adanya pasar untuk hasilhasil usahatani, teknologi yang senantiasa berkembang, tersedianya bahan-bahan
dan alat-alat produksi secara lokal, adanya perangsang produksi bagi petani, dan
tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Diharapkan dengan
terpenuhinya syarat esensial pembanguan pertanian, maka sektor pertanian akan
berjalan dengan baik.

1.2. Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, penulis mengambil pokok permasalahan
sebagai berikut:
1.

Apa yang dimaksud dengan Pembagunan Pertanian?

2.

Apa saja syarat syarat pokok Pembangunan Pertanian?

1.3. Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pembangunan pertanian.

2.

Untuk mengetahui pengertian Pembangunan Pertanian.

3.

Untuk mengetahui syarat syarat pokok Pembanguann Pertanian.

1.4. Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan makalah ini adalah menambahnya pengetahuan
mengenai syarat syarat pembangunan pertanian, umumnya bagi pembaca dan
khusus nya bagi penulis.

1.5. Metode Penulisan


Metodologi penulisan yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi
pustaka dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang berkaitan dengan
masalah dan judul yang bersumber dari buku-buku dan internet.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Pembangunan Pertanian


Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses
perubahan sosial. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan
status dan kesejahteraan petani semata, tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk
mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi, sosial,
politik, budaya, lingkungan, maupun melalui perbaikan (improvement),
pertumbuhan (growth) dan perubahan (change).

Pembangunan pertanian menghendaki pertanian yang dinamis yaitu


pertanian yang dicirikan antara lain oleh penggunaan tekhnologi baru yang
berlangsung secara terus menerus, berkesinambungan dan peran serta petani dan
keluarganya dalam melaksanakan kegiatan usaha taninya.

2.2. Syarat Syarat Pembangunan Pertanian


Pembangunan pertanian tidak dapat terlaksana hanya oleh para petani
sendiri. Pertanian tidak dapat berkembang melampaui tahap tradisional tanpa
adanya perkembangan yang sesuai bidang bidang kehidupan nasional lainnya
dari masyarakat dimana pertanian itu dilaksanakan.
Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang
berjudul Getting Agriculture Moving dijelaskan secara sederhana tentang syarat
pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. Syarat pokok
pembangunan pertanian meliputi adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani,
teknologi yang senantiasa berkembang, tersedianya bahan-bahan dan alat-alat
produksi secara lokal, adanya perangsang produksi bagi petani, dan tersedianya
pengangkutan yang lancar dan kontinyu.

2.2.1.Adanya Pasar Untuk Hasil Hasil Usaha Tani

Pasar merupakan tempat masyarakat berkumpul untuk melakukan


transaksi jual beli. Pada umumnya pasar dikelola oleh pemerintah. Sebagai sebuah
wadah yang permanen bagi kegiatan jual beli, maka perancangan sebuah pasar
harus bisa memberikan sebuah pelayanan yang layak bagi penggunanya, baik bagi
pedagang maupun pengunjung pasar itu sendiri.
Pasar bagi hasil usaha tani selain berfungsi sebagai penampung hasil tani
juga dapat berfungsi sebagai tempat komunikasi. Dalam hal ini komunikasi yang
dimaksud mengkhususkan kepada mengeratkan kembali hubungan diantara
petani. Dengan adanya pasar ini, tentu petani akan sering bertemu dan
4

berinteraksi. Sehingga apabila salah satu petani menemui kesulitan, ia dapat


meminta bantuan kepada teman-teman di pasar ini.
Pemasaran pertanian adalah proses aliran komoditi yang disertai hak milik
dan penciptaan guna waktu, guna tempat, dan guna bentuk yang dilakukan oleh
lembaga-lembaga pemasaran dengan melaksanakan satu atau lebih fungsi-fungsi
pemasaran.
Jalur pemasaran hasil pertanian adalah saluran yang digunakan petani
produsen untuk menyalurkan hasil pertanian dari produsen sampai kekonsumen.
Lembaga-lambaga yang ikut aktif dalam saluran ini adalah petani produsen,
pedagang pengumpul, pedagang besar, pengecer, dan konsumen. Setiap lembaga
pemasaran ini melakukan fungsi-fungsi pemasaran seperti membeli dari petani
(produsen) menjual kepada pedagang berikutnya, mengangkat, mensortir,
menyimpan, dan lain-lain.
Aliran produk pertanian dari produsen sampai kepada konsumen akhir
disertai peningkatan nilai guna komoditi-komoditi pertanian tersebut. Peningkatan
nilai guna ini terwujud hanya apabila terdapat lembaga-lembaga pemasaran yang
melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran atas komoditi pertanian tersebut.
Beberapa masalah pemasaran komoditi pertanian yang banyak ditemukan
di negara-negara sedang berkembang pada umumnya dan Indonesia pada
khususnya antara lain sebagai berikut :
a.

Tidak tersedianya komoditi pertanian dalam jumlah yang kontinue

b.

Harga komoditi yang sering berfluktuasi secara tajam dan bukan saja
berpengaruh terhadap kestabilan pendapatan produsen dan tingkat
konsumsi masyarakat, akan tetapi juga akan memperbesar resiko
pemasaram.

c.

Tidak efisiensinya para pelaku pasar dalam melakukan kegiatan.

d.

Tidak memadainya fasilitas misalnya sistem transportasi, gudang, tempat


komoditi pertanian di pasarkan dan lain-lain.

e.

Lokasi produsen dan konsumen yang terpencar juga merupakan masalah


karena menyulitkan dalam penyampaian barang dari produsen ke
konsumen.

f.

Kurang lengkapnya informasi pasar.

g.

Kurang pengetahuan terhadap pemasaran.

h.

Kurangnya modal.

i.

Tidak memadainya peraturan-peraturan yang ada.


Pemasaran produk pertanian dapat dikatakan kompleks dan mahal karena

pemasaran produk pertanian umumnya bersifat konsentrasi distrbutif, hal itu


berbeda dengan produk industry yang proses pemasarnnya berlangsung secara
distributif. Produk pertanian dihasilkan secara terpencar, dalam skala kecil dan
sebagian besar masih berupa bahan baku yang memerlukan pengolahan lebih
lanjut. Kondisi demikian menyebabkan munculnya sifat konsentrasi-distributif
pada mekanisme tata niaganya sebab diperlukan upaya akumulasi produk dalam
volume transaksi yang memadai untuk menutup biaya yang diperlukan oleh
lembaga agroniaga yang melakukan fungsi-fungsi pemasaran.
Produk pertanian berupa bahan baku ini perlu diperhatikan secara serius
karena karakteristik produk pertanian yang mudah rusak, tergantung pada alam,
bersifat musiman dan memiliki banyak produksi substitusi.
Pembangunan pertanian akan meningkatkan produksi hasil-hasil usaha
tani. Hasil-hasil ini tentunya akan dipasarkan dan dijual dengan harga yang cukup
tinggi untuk menutupi biaya-biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan para petani
sewaktu memproduksinya. Diperlukan tiga hal dalam pasaran untuk hasil usaha
tani (A.T Mosher, 1965;78), yaitu :
a.

Seseorang di suatu tempat yang membeli hasil usaha tani, perlu ada
permintaan (demand) terhadap hasil usaha tani ini.

b.

Seseorang yang menjadi penyalur dalam penjualan hasil usaha tani, sistem
tataniaga.

c.

Kepercayaan petani pada kelancaran sistem tataniaga tersebut.

2.2.2.Teknologi Yang Senantiasa Berkembang

Teknologi usaha tani berarti bagaimana cara melakukan pekerjaan usaha


tani sepeti cara pembibitan, pemelihara tanaman, panen dan pengolahan termasuk
bagaimana memelihara ternak dan budidaya perikanan dengan menggunakan alat
alat, kombinasi cabang usaha, aspek manajemen dan kelembagaan. Teknologi
harus memberikan harapan tercapainya tambahan hasil yang signifikan.
Dapat dikatakan bahwa pembangunan pertanian tanpa teknologi ialah hal
yang mustahil. Keduanya berjalan secara beriringan, saling mengikat. Dalam
pembangunan pertanian tentu akan sangat berbeda hasil tani apabila petani
tersebut mengadopsi teknologi dibandingkan ia memakai cara tradisional.
Teknologi pertanian mempunyai lingkup (domain) dari materi aplikasi
pengetahuan/sains, metoda dan atau cara-cara yang digunakan mencapai suatu
tujuan berproduksi untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan manusia.
Teknologi pertanian mempunyai ciri-ciri khas (peculiarities) dengan teknologi
dalam bidang lainnya, karena ada ciri-ciri khas juga yang melekat (embodied)
pada bidang pertanian (berkaitan dengan obyek hidup, seasonal, terlihat pada
faktor agroekologi dll).
Teknologi termasuk teknologi pertanian dapat diklasifikasikan ke dalam
berbagai kriteria :
1.

Berdasarkan faktor produksi atau input cerminan metoda

berproduksi yaitu
labor Intensive / deepening-capital saving dan dancapital intensive /
deepening labor saving.
2. Berdasarkan penggunaan yaitu teknologi keras seperti traktor dan pupuk,
dan teknologi lunak seperti metods dan cara-cara.
3. Berdasarkan tingkat kemajuan dan kesesuaian yaitu teknologi sederhana,
teknologi madya, teknologi tepat guna dan teknologi modern.
Kriteria suatu teknologi pertanian secara difinisi operasional berkelanjutan
(sustainable) apabila memenuhi persyaratan melalui perdebatan holistic :

1.

Economic Viable, menguntungkan atau logis dari sudut finansial maupun


ekonomi.

2.

Ecologically sound and friendly, ramah lingkungan dan tidak merusak SDA serta
kesehatan manusia (natural resource and human health not degradation).

3.

Socially just, tidak menimbulkan kesenjangan yang besar sehingga tercipta


pemerataan manfaat.

4.

Culturally appropriate, harmonis dan tidak menimbulkan gegar budaya dan


pengacauan tata nilai.
Dari sudut pandang ekonomi, teknologi pertanian akan menguntungkan
apabila meningkatkan efisiensi yang pada gilirannya meningkatkan daya saing :

1.

Efisiensi fisik, dengan penggunaan jumlah input tertentu dihasilkan produksi yang
lebih tinggi (produktivitas).

2.

Efisiensi ekonomi, dengan skala usaha (tingkat output) tertentu dibutuhkan biaya
total rata-rata (average total cost = ATC) yang lebih rendah (cost effectiveness).

3.

Efisiensi pasar produk, memperpanjang product life cycle sehingga pada


gilirannya memperluas segmentasi pasar dan positioning pasar.
Pengembangan teknologi pertanian sangat ditentukan oleh para pelaku
dalam masyarakat IPTEK dari dua sisi yaitu sisi penawaran (supply side) dan sisi
permintaan (demand side). Pelaku-pelaku pada sisi permintaan sebagai
pengguna/konsumen IPTEK adalah para pengusaha, petani dan nelayan dari
semua subsisten agribisnis baik dari industri hulu sampai industri hilir.
Agar pembangunan pertanian dapat berjalan terus maka harus terjadi
perubahan. Apabila perubahan ini terhenti, maka pembangunan pertanian pun
terhenti. Berikut ini masalah dalam pengembangan teknologi pertanian

1.

Kegiatan penelitian untuk menghasilkan teknologi belum berkembang.

2.

Produk penelitian belum siap diaplikasikan.

3.

Social responsibility dari para pengusaha (lebih senang impor teknologi).

4.

Sistem insentif bagi produsen maupun konsumen teknologi yang kurang kondusif
(hak paten, hukuman plagiat hak paten, insentif bagi pengguna teknologi baru,
dll).

5.

Political will dari pemerintah dalam mendorong budaya IPTWK.

6.

Kecilnya alokasi biaya penelitian (1,16 persen) dari PDB, 1994.

7.

Lemahnya jejaring kerja (networking) dalam pengembangan teknologi.


Teknologi yang diadopsi oleh petani dapat bersumber dari tiga hal berikut
ini, yaitu :

1.

Teknik kerja petani lain,

2.

Mendatangkan dari daerah lain, dan

3.

Melakukan percobaan terarah.


Pengembangan teknologi harus berorientasi kepada sasaran (client) sesuai
dengan kebutuhannya (client-orienteddemand). Tidak menjadi soal apakah itu
teknologi rendah, menengah atau modem, yang penting teknologi itulah yang
dibutuhkan masyarakat.

2.2.3.Tersedianya Bahan dan Alat Produksi Secara Lokal

Sebagian besar metode baru saja dapat meningkatkan produksi pertanian


memerlukan penggunaan bahan bahan dan alat alat produksi yang khusus oleh
para petani. Diantaranya termasuk bibit, pupuk, obat obatan pemberantas hama,
makanan dan obat ternak. Pembanguna pertanian memerlukan ketersediaan semua
factor di berbagai tempat dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi
keperluan tiap petani yang inign menggunakannya.
Saprotan lokal sendiri akan lebih baik apabila berasal dari desa itu sendiri.
Karena ia sudah sangat paham dengan kondisi petani di daerahnya sehingga ia
akan lebih mentolerir harga dibanding dengan saprotan di kota besar yang
kebanyakan tak acuh kepada petani, singkatnya saprotan kota besar hanya ingin
mengeruk keuntungan. Berbeda dengan saprotan lokal yang ingin membantu
warganya.

Terdapat lima sifat yang sarana produksi yang diinginkan oleh petani,
yaitu:
1.

Efektif dari segi teknis

2.

Mutunya dapat dipercaya

3.

Harganya tidak mahal

4.

Harus tersedia pada saat dibutuhkan

5.

Harus dijual dalam ukuran/takaran yang cocok

2.2.4.Adanya Perangsang Produksi Bagi Petani

Teknologi yang telah maju, pasar yang mudah, dan tersedianya bahan
bahan dan alat alat produksi, semuanya memberikan kesempatan kepada para
petani untuk menaikkan produksi. Factor perangsang utama yang membuat petani
bergairah untuk meningkatkan produksinya adalah perangsang yang bersifat
ekonomis. Factor perangsang tersebut adalah hasil harga produksi pertanian yang
menguntungkan, pembagian hasil yang wajar, dan tersedianya barang barang
dan jasa yang ingin dibeli oleh petani untuk keluarganya.
Peran pemerintah sangat vital dalam hal ini, pemerintah harus dapat
menciptakan kondisi yang kondusif sehingga hal ini dapat berjalan dengan baik.
Misalnya kebijaksanaan harga beras minimum, subsidi harga pupuk, kegiatankegiatan penyuluhan pertanian yang intensif, perlombaan-perlombaan dengan
hadiah menarik pada petani-petani teladan dan lain-lain. Pendidikan pembangunan
pada petani-petani di desa, baik mengenai teknik-teknik baru dalam pertanian
maupun mengenai keterampilan-keterampilan lainnya juga sangat membantu
menciptakan iklim yang menggiatkan usaha pembangunan.
Jadi perangsang yang dapat secara efektif mendorong petani untuk
menaikkan produksinya adalah terutama bersifat ekonomis (A.T Mosher,
1965;124), yaitu :
1.

Perbandingan harga yang menguntungkan.

2.

Bagi hasil yang wajar.

10

3.

Tersedianya barang dan jasa yang ingin dibeli oleh petani untuk keluarganya.

2.2.5.Tersedianya Pengangkutan Yang Lancar

Syarat

pokok

kelima

adalah

pengangkutan.

Sektor

transportasi

(pengangkutan) sangat berperan dalam menunjang perekonomian suatu negara,


khususnya bagi sektor pertanian. Seringkali, sektor-sektor perekonomian
mengkaitkan sektor transportasi dengan biaya transfer atau biaya transportasi
sebab aktivitas distribusi input produksi dan output menggunakan fasilitas
transportasi untuk mengantarkan barang dan jasa ke pelaku ekonomi. Tanpa
pengangkutan yang efisien dan murah, keempat syarat pokok lainnya tidak dapat
berjalan dengan efektif karena produksi pertanian harus tersebar luas.
Pada dasarnya transportasi yang diperlukan oleh petani ialah hanya alat
pengangkut hal-hal yang berhubungan dengan pertanian, seperti bibit, pupuk,
pestisida dll. Alat ini dapat berupa truk sederhana atau mobil pick-up biasa,
mereka tidak memerlukan sedan ataupun mobil mewah lainnya. Mereka
membutuhkan kendaraan yang dapat dipaksa bekerja. Terutama yang berbahan
bakar hemat, karena kita tahu saat ini harga bahan bakar sangat melambung jauh.
Sehingga apabila kendaraan tersebut boros maka hampir dapat dipastikan petani
akan enggan memakainya.
Faktor faktor yang mempengaruhi biaya pengangkutan yaitu :
1.

Sifat barang yang harus diangkut, berapa berat atau besarnya barang.

2.

Jarak pengangkutan barang-barang itu.

3.

Banyaknya barang yang diangkut.

4.

Jenis alat perangkutan.


Oleh karena itu diperlukan suatu jaringan pengangkutan yang bercabang
luas untuk membawa bahan bahan perlengkapan produksi ke tiap usaha tani dan
membawa hasil usaha tani ke konsumen di kota kota besar dan kecil.

BAB

11

III PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam

pembangunan

pertanian

yang

memiliki

tujuan

untuk

mengembangkan potensi SDA serta SDM yang dibarengi dengan penggunan


teknologi dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan, baik dari segi ekonomi,
sosial maupun politik serta budaya, memiliki syarat-syarat pokok, diantaranya
adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani untuk memasarkan hasil produksinya
kedua penggunaan teknologi yang terus berkembang yang disesuaikan dengan
kebutuhan para petani, ketiga tersedianya alat serta bahan pertanian yang sesuai
dengan tingkat dan taraf para petani itu sendiri, keempat dapat memberi
rangsangan pada setiap petani untuk meningkatkan hasil produksinya. Dengan
adanya pasar, teknologi yang terus berkembang serta tersedianya alat dan bahan,
maka tingkat kualitas dan kuantitas produksi akan lebih baik sehingga para petani
lain akan terangsang untuk menghasilkan produk yang lebih lebih baik lagi. Dan
yang terakhir dengan tercapainya semua itu maka harus tersedianya pengangkutan
atau distribusi yang lancar serta sesuai dengan biaya serta produk pertanian yang
dihasilkan agar hasil-hasil produksi pertanian dapat tersebar dengan luas dan
sampai pada konsumen-konsumen di kota besar maupun di kota kecil dengan
baik.

DAFTAR PUSTAKA
Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. PT Pustaka LP3ES Indonesia,
Jakarta.
http://www.damandiri.or.id/file/dwiharyonoipbbab2.pdf. Diakses Selasa, 24 Maret
2015, 15.57 WIB.
http://baladina.lecture.ub.ac.id/files/2013/04/TM5-Menggerakkan-danMembangun-Pertanian.pdf. Diakses Selasa, 24 Maret 2015, 16.13 WIB.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ekonomi_pembangunan/bab_12_

12

pembangunan_pertanian.pdf. Diakses Minggu, 29 Maret 2015, 21.35 WIB.


http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/25355/Chapter%20II.
pdf?sequence=4.Diakses Senin, 30 Maret 2015, 17.10 WIB.
http://tatiek.lecture.ub.ac.id/files/2012/11/bab1.pdf. Diakses Senin, 30 Maret
2015, 17.25 WIB.
http://mekanisasi.litbang.pertanian.go.id/eng/phocadownload/MakalahSeminar/Pr
oses%20Inovasi%20Teknologi%20Mekanisasi%20Pertanian%20di
%20Indonesia.pdf. Diakses Senin, 30 Maret 2015, 17.49 WIB.
http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/files/2012/12/Motor-Penggerak-PertanianNasional.pdf. Diakses Senin, 30 Maret 2015, 19.02.
http://eryleonardosaragih.blogspot.com/2014/01/syarat-pokok-pembangunanpertanian.html. Diakses Selasa, 31 Maret 2015, 15.40 WB.

13